JAJAL IKLAN
sumber foto:redaksiindonesia.com

Suatu hari ada seorang muhibbin bertanya kepada Hbib Gasim bin Ahmad Baharun. "Usatadz. Anda ini sungguh mengagumkan sekali, mempunyai anak dan semuanya menjadi ulama yang bermanfaat. Bukan baik untuk diri sendiri, tapi juga bisa memperbaiki umat. Kalau boleh tahu, apa tips dan rahasianya agar memiliki putra yang menjadi ulama?"

Habib Gasim balik bertanya, Kamu berapa kali mendoakan anakmu?"

"Tiap kali saya doakan diri saya, saya juga mendoakan anak saya."

"Berapa kali kamu mendoakan dirimu sendiri?"

"Setiap selesai melaksanakan shalat, saya berdoa untuk saya dan juga anak saya."

"Hmm.. Kamu tahu, semenjak anak saya bayi sampai dia sekolah, setiap saya melihatnya saya selalu berdoa untuknya. Ketika melihat dia sedang main-main, saya berdoa, Ya Allah baguskan nasibnya.' Ketika melihat dia sedang menonton film kartun, 'Ya Allah bahagiakan hidupnya dunia akhirat.' Saya melihat anak saya sedang makan, 'Ya Allah karuniakan rizki yang melimpah baginya, yang berkah dan membawa kebaikan. 'Saya melihat anak saya sedang tidur. 'Ya Allah pandanglah ia dengan pandangan kasih sayang-Mu. Tiap kali saya melihat anak saya, saya doakan dia. Doa apa saja yang terlintas dalam pikiran, karena saya yakin entah sekarang atau lusa, pasti ada di antara doa-doa tersebut yang diijabah oleh Allah.

Itulah bagaimana cara memiliki anak agar menjadi ulama/Kiai, dengan setiap saat mendoakan anak ketika melihatnya mulai sejak lahir hingga beranjak dewasa tanpa henti. Wejangan diatas diambil dari Buku Oase Jiwa 2, buku yang mengambil rangkuman-rangkuman pengajian mbah KH. Maimun Zubair. Bagi siapa saja yang ingin memiliki buku Oase Jiwa 2 bisa
klik whatshap disini.

Tips Dan Rahasia Agar Memiliki Anak Yang Menjadi Ulama/Kiai Oleh Habib Gasim Bin Baharun


Beliau, Maimoen bin Zubair bin Dahlan bin Warjo, dilahirkan di sebuah desa bernama Karangmangu, kecamatan Sarang, kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Tepatnya pada Kamis Legi, 28 Sya'ban tahun 1348 H, bertepatan pada bulan Oktober 1928. Tahun ketika pemuda-pemudi Indonesia bersumpah akan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Beliau diasuh di bawah bimbingan ayah dan kakeknya dari jalur ibu, yakni Kiai Ahmad bin Syuaib bin Abdul Razzaq.

Pada waktu kehamilan sang ibunda, kakeknya yang bernama Syuaib sowan (berkunjung) kepada KH.Faqih Maskumambang Gresik yang merupakan murid dari Syaikh Mahfud at-Tarmasi. Beliau sowan untuk minta doa dan bertabaruk agar kelak jabang bayi (cucunya) menjadi orang yang tafaqquh fid diin, ahli tafsir, serta ahli dalam ilmu-ilmu agama.

Tumbuh di tengah-tengah lingkungan keluarga pesantren salafiyah, beliau sudah akrab dengan ilmu agama. Sebelum menginjak masa remaja, beliau KH Maimun Zubair diasuh langsung orang tuanya (ayahnya sendiri) untuk menghafal dan memahami berbagaibilmu-ilmu alat seperti Sharaf, Nahwu, Fiqih, Manthiq, Balaghah dan bermacam ilmu syara' yang lain. Pada saat umur/usia kurang lebih 17 tahun, Mbah Kh Maimun Zubair sudah mampu menghafal dari berbagai kitab-kitab nadzam, diantaranya Jurumiyyah, Imrithi, Alfiyyah Ibnu Mali, Matan Jauharotut Tauhid, Sullamul Munauraq serta Rahabiyyah fil Faroidl. Seiring dengan kecerdasannya/kepandainya dalam mempelajari kitab-kitab fiqh madzhab Asy-Syafi'i, semisal Fathul Qorib, Fathul Mu'in, Fathul Wahhab dan lain sebagainya.

Pada awal masa kemerdekaan, beliau menimba ilmu di Pesantren Lirboyo Kediri, di bawah bimbingan KH. Abdul Karim (Mbah Manaf), KH. Mahrus Ali, juga KH. Marzuqi Dahlan. Di Kediri, beliau juga menimba ilmu kepada Kiai Ma'ruf Kedunglo yang masyhur sebagai Kiai yang ahli riyadhah. Ketika mondok di Lirboyo, beliau juga bertirakat seperti menyedikitkan makan dan tidur, serta bersungguh-sungguh belajar. Beliau mendapat ijazah dzikir dari Kiai Ma'ruf Kedunglo serta berkhidmah kepada Mbah Manaf selama mondok. Kurang lebih lima tahun beliau menimba ilmu di Lirboyo.

Menginjak usia 21 tahun, beliau mengembara ke Mekah. Perjalanannya ini diiringi oleh kakeknya sendiri, yakni Kiai Ahmad bin Syu'aib. Tak hanya satu, semua mata air ilmu agama dihampirinya. Beliau menerima ilmu dari sekian banyak orang ternama dibidangnya,

Kepada al-muhaddits Sayyid Alawi bin Abbas Al-Maliki, beliau mengaji kitab Al-Manzhumatil Baiquniibn Malik, juga Syarh Thaliatul Anwar. Beliau mengaji kepada Sayyid Amin Al-Quthbi kitab Riyadhus Shalihin. Kepada Syaikh Abdul Qadir al-Mandily mengaji Syrh Waraqat. Beliau juga masuk ke Madrasah Darul Ulum Mekah, belajar kepada Syaikh Imron Rosyadi tentang politik dan budaya, serta masih banyak lagi guru beliau di sana.

Sekembalinya dari Tanah Suci, beliau masih tetap ngangsu kaweruh. Beliau meluangkan waktu untuk memperkaya pengetahuannya dengan belajar kepada para ulama besar Tanah Jawa saat itu. Di antara yang bisa disebut namanya ialah Kiai Zubair (ayah beliau), KH. Baidlowi bin Abdul Aziz Lasem (mertua beliau), KH. Ma'shum Lasem, KH Alai Ma'shum Krapyak Yogyakarta, KH. Bisri Musthafa Rembang, KH. Abdul Wahab Hasbullah, Kh.Mushlih Mranggen, KH. Abbas Djamil Buntet Cirebon, Kiai Ihsan Jampes Kediri, KH. Abul Fadhol dan KH Abul Khair Senori, KH. Wahib Wahab, KH. Bisri Syansuri, Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Malang, Habib Ali bin Ahmad Alattas Pekalongan, KH. Thahir Rahili Jakarta, KH. Abdul Hamid Pasuruan, KH. Chudlari Tegalrejo, juga KHR. Asnawi Kudus.

Beliau menikah pertama kali dengan Ny. Fahmiyah binti Kiai Baidlawi Lasem, dikaruniai tujuh anak, empat di antaranya wafat saat masih kecil. Tiga lainnya ialah Abdullah Ubab, Muhamad Najih, dan Shabihah. Sepeninggal istri pertama, beliau menikah lagi untuk kedua kalinya dengan Nu. Masthi'ah binti Kiai Idris Cepu Blora, dianugerahi enam putra dan satu putri, yakni Majid Kamil, Abdul Ghafur, Abdur Rauf, Muhamad Wafi, Yasin, Idrar, dan Radhiyyah.

Pada tahun 1964/1386H, beliau mendirikan mushala untuk mengajar masyarakat desa Sarang. Selanjutnya pada tahun 1388/196M beliau membangun kamar di samping mushala untuk orang yang menghendaki mondok. Pada 1970, berduyun-duyun santri dari berbagai daerah menghendaki belajar, sehingga berdirilah pondok pesantren yang berlokasi di sisi kediaman beliau, yang kini dikenal dengan nama Al-Anwar.

Perkembangan jumlah santri Al-Anwar yang cukup pesat, menuntut adanya pembangunan di bidang fisik. Pada tahun 1971, mushala direnovasi dengan menambahkan bangunan di atasnya yang kemudian disebut dengan Khash Darussalam. Juga dibangun sebuah kantor yang berada di sebelah selatan ndalem beliau.

Pada tahun 1973 dibangun Khash Darunna'im tahun 1975 Khash Nurul Huda, tahun 1980 Khash AF, dan masih banyak pembangunan fisik yang lain. Berakhir, dibangunnya gedung serbaguna Al-Anwar berlantai lima tahun 2004, juga pada tahun 2005 dibangun Ruwaq Daruttauhid. Samapai sekarang, sudah puluhan ribu santri dan alumni yang merasakan keluasan dan kedalaman ilmu serta asuhan beliau.

Kegiatan sehari-hari beliau ialah mengajar santri dengan membacakan kitab-kitab seperti Fathul Wahhab, Syarh Mahally 'alal Minhaj, Jam'ul Jawami', Ihya' 'Ulumiddin, 'Uqudul Juman, Al-Asybah wan Nazhair fil Fiqh lis Suyuti, Syarh Ibn Aqil, Lubbul Ushul lil Imam Zakariya al-Anshari, dan Mughni Labib. Khusus pada bulan Ramadhan, beliau mengaji kitab hadist seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Muwattha Imam Malik, Riyadhus Shalihin, atau Al- Adzkarun Nawawi. Untuk hari Ahad, beliau mengajar masyarakat Sarang dan sekitarnya kitab Tafsir Jalalain yang dihadiri tujuh ribuan orang.

Baca Juga:18 Macam Bentuk Kisah Nyata Kesaktian Karomah Yang Dimiliki Para Wali Allah Swt Semasa Hidupnya

Sumber Buku Oase Jiwa 2 yang merangkum pengajian-pengajian Syaikhuna KH. Maimun Zubair Penulis Kanthongumur 

Sekilas Profil Dan Perjalanan Syaikhuna KH Maimun Zubair Menimba Ilmu Lengkap Dengan Guru-Guru Beliau


Sekilas contoh bagaimana penyebaran Islam di Tanah Jawa yang di ambil dari buku Oase Jiwa 2 yang ditulis oleh kanthongumur dari rangkuman pengajian syaikhuna  KH. Maimoen Zubair. Berikut kutipan pengajian KH. Maimoen Zubair tentang dakwah Islam di Tanah Jawa,

Saya pernah mendongeng di Yaman. Pernah ada delegasi dari Indonesia ke Yaman, saya ikut dompleng naik pesawat kepresidenan. Selama hidup, ya saat iru pertama kali saya merasakan naik pesawat presiden. Saya duduk di bagian depan, lha wong Kiai’. Ya Allah, kursinya kok empuk, wangi, ada kamarnya pula, padahal kalau ingat pesawat waktu naik haji ini lutut sampai dipepet-pepetkan. Ya Allah. Penumpangnya saat itu para pejabat, hanya saya yang tidak punya jabata. Setelah turun , saya lihat daftar di situ nama saya pakai ‘Syaikh Maimoen’, lhoh dianggap ‘syaikh’ saya. Kemudian para pejabat itu menginap di (hotel) Hilton, sedangkan saya diajak menginap di isatana Negara.

Ternyata semua pejabat itu ada acara masing-masing, ada perundingan pembukaan penerbangan antara Garuda Indonesia dengan pemerintah Yaman, ada lain-lainya. Saya sendiri tidak tahu akan diundang acara apa, saya bilang saya ininbukan pejabat, bukan pegawai kenegaraan. Namun salah satu dewan pemerintahan disana meminta saya untuk menghadiri suatu acara. Disitu saya duduk disamping ketua lembaga tersebut. Beliau berpidato panjang lebar, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Lalu kesempatan terahir pidato diserahkan kepada saya. Maka saya pun mendongeng dengan bahasa Arab tentang perjalanan Ibnu Batutah.

Ibnu Batutah itu hidup di tahun 1300-an masehi, pada saat itu tidak ada ulama di dunia ini sebesar beliau. Saat itu Ibnu Batutah bertekad merantau sampai ke wilayah Timur Jauh. Namun tidak sampai, ia hanya bisa mencapai Aceh yang kala itu sudah ada kerajaan Islam. Di situlah Ibnu Batutah sangat dihormati, disuguhi makanan daerah kala itu berupa manisan asam. Bagi orang Arab rasa manisan asem yang merupakan campuran antara manis, tahu kecut, tapi tidak tahu manis campur kecut. Itu seperti halnya orang desa dahulu, yang hanya tahu kopi pahit dan gula manis, belum tahu campuran kopi dan gula ternyata enak.

Orang Arab hanya kenal istilah chomid untuk kecut dan khulwun untuk manis, tidak ada istilah manis dan kecut. Kalau kita orang jawa punya istilahnya, kita sebut ‘seger’. Nah, Ibnu Batutah kagum dengan rasa manis-kecut itu sehingga bertanya, “ini makanan apa ?” Dijawab oleh orang Aceh, “Ini tamar (korma).” Ibnu Batutah heran, sebab kurma yang ia kenal hanya manis, tidak ada campuran kecut. Tentu saja yang dimaksud bukan korma seperti di Arab, melainkan disebut dengan ‘ Korma Jawa’. Coba anda Lihat di kamus Muhith atau kamus Munjid, disana asam di sebut dengan tamar juga. Tapi bukan tamar Arab, melainkan tamar Jawa. Adanya tamar ini merupakan lambang semaraknya agama Islam. Allah Ta’ala telah berfirman,

“Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allahh telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit” (Ibrahim:24)

Pohon yang kokoh di dalam ayat ini ialah pohon tamar. Dengan adanya makanan seripa tamar ini. Ibnu Batutah merasa bahwa Islam akan semarak di kepulauan Jawa, meskipun bukan tamar Arab melainkan tamar Jawa.

Saya pernah mengaji, tidak main-main, saya mengaji di Mekah kepada Syaikh Abdullah bin Nuh. Guru saya itu mengajari bahwa Islam yang paling dikagumi ialah Islamnya bangsa Indonesia. Hal ini didasarkan pada penafsiran beliau terhadap hadist Rasulullah,

“Yang paling mengagumkan dari keimanan umatku adalah masa-masa akhir umatku. Mereka tidak bertemu denagnku dan tidak beretemu para sahabatku.”

Semisal Mesir atau daerah-daerah bekas kekuasaan Uni Soviet Seperti Bukhara, Turkistan, Uzbekistan. Agama Islam mulai didakwahkan oleh Nabi Muhamad pada tahun 611 M, kemudian beliau hijrah pada 623 M, lalu wafat pada 633 M. Setelah itu hingga tahun 750-an masehi adalah masa-masa perkembangan Islam di masa sahabat, Pada masa itu tentu ramai persebaran Islam memasuki negeri-negeri lain.

Sedangkan Indonesia ini ajaib, seperti kata guru saya. Pada awal 1400-an belum ada masjid besar di Tanah Jawa ini. Pada 1440 baru muncul Walisongo, berarti berjarak 700 tahun sejak wafatnya Baginda Nabi. Berarti sudah bukan zaman sahabat, bukan zaman para ulama mujtahid, bukan zaman Syaikh Abu al-Hasan as-Syadzili. Pada zaman itu Baghdad yang pernah menjadi pusat perhatian Islam sudah hancur, sudah dihancurkan oleh keluarga Jenghis Khan, kaisar yang tidak mengenal agama samawi. Bangsa Arab saat itu bertekuk lutut kepda Huaghu Khan.

Begitulah ajaibnya. Pada 1480 M, Kanjeng Sunan Kalijaga meresmikan masjid besar pertama di Demak Bintara. Cara mengembangkan Islampun berbeda, lain dari yang lain. Misalnya di Kudus yang pada saat itu masyarakat masih banyak yang menganut agama Hindu-Budha. Penganut Hindu menganggap sapi sebagai hewan yang suci. Sebagaimana sekarang kalau kita lihat di India , jika ada sopir menabrak sapi, dia akan mendapat masalah. Sapi dianggap binatang yang suci oleh umat Hindu, sedangkan kerbau tidak. Maka agar dakwah Islam tetap Kondusif, aman dan tenteran, kaum muslim tidak usah menyembelih sapi ketika Qurban, cukup menyembelih kerbau saja.

Beginilah contoh Islam masuk ke Tanah Jawa. Tidak di zaman sahabat, tidak di zaman tabi’in, tidak di zaman tabi’ut tabi’inm tidak di zaman keemasan Islam, namun kini menjadi negeri dengan penduduk mayoritas Islam.

Khususnya di Jawa. Perlu di ketahui bahwa istilah Jawa Tenggara. Maka ketika saya masih kecil ada istilah Jawa Almari dan Jawa Almariki, istilah Jawa Almari artinya menunjukan Jawa di Pulau Jawa ini, 'mriki' artinya 'disini' Ketika Islam sudah masuk ke wilayah semenanjung Samudera Pasai di Aceh, masih belum bisa menembus Tanah Jawa, sebab dihalangi oleh keberadaan ilmu hitam wilayah pegunungan Kerinci. Itu di sebelah barat, sedangkan diwilayah timur masih terhalangi oleh adanya kerajaan-kerajaan Sriwijaya yang dipimpin Brawijaya.

Lalu bagaimana Islam masuk ke Tanah Jawa? Yakni dengan tidak melawan adat masyarakat secara langsung. Dakwah Islam tidak lepas dari perubahan zaman dan tempat. Caranya pun berbeda-beda, disesuaikan dengan wilayah yang didatangi dan waktu kedatangannya.

Islam masuk ke Tanah Jawa ini tidak bisa melalui peperangan , kalau melalui perang justru bisa jadi islam tidak diterima. Masuknya Islam di Tanah Jawa ini jangan sampai mengganggu keberadaan budaya Jawa. Misal, orang Jawa itu pada saat lebaran punya adat sungkeman, mengecup lutut ibu dan bapaknya. Sedangkan orang Arab pada saat hari raya terbiasa berpelukan, bahkan sampai memegang jenggot ayah atau kakeknya sendiri. Jadi kalau Islam ,asuk di tanah Jawa sambil melarang adat sungkeman, ya bisa habis Islam ini. Atau menganjurkan untuk pegang jenggot orang tua, ya dianggap kurang ajar Islam ini.

Dakwah Islam di Tanah Jawa Yang Sudah Di Rasa Ibnu Batutah Dan Cara Walisongo Berdakwah

7 Tips Mengatasi Anak Yang Keras Kepala Tidak Mau Mondok
Foto IG Ala Santi
Tidak semua anak yang terlahir dari darah daging kita sendiri itu, menurut apa nasehat/perkataan-perkataan orang tuanya. Anak yang tergolong keras kepala cenderung selalu mengelak saat orang tua memerintahnya. Kemauan sang anak dengan kedua orang tua tentu sebagian banyak orang mengalami berbagai hal yang berbeda/berlawanan. Seperti halnya ketika orang tua ingin sekali anaknya mondok atau masuk pesantren, tetapi anaknya ngeyel dan sangat bandel tetap bekata "gak mau mondok" dengan berbagai alasan-alasan.

Tentu hal ini sangat tidak di inginkan orang tua, apalagi ini menyangkut perihal tanggung jawab orang tua dan tanggung jawab dari pribadi setiap manusia. Nah, salah satu cara yang mungkin dapat mengatasi agar anak mau di Pondokkan adalah dari 7 hal di bawah ini:

1.Doa

Doa adalah hal yang memang seharusnya kita panjatkan setiap hari dengan tanpa henti, dan mendoakan anak agar tidak keras kepala serta biar kata-katanya yang selalu terucapkan "tidak mau mondok" berubah menjadi "iya saya mau masuk pesantren". Berdoa kepada Allah Swt hukumnya wajib, serta doa adalah hal yang paling terperca ampuhnya dalam mengatasi berbagai masalah apapun. Jadi memang seharusnya sebagai orang tua selalu mendoakan setiap hari anak agar mau masuk pesantren/mondok.

2.Berkunjung bersama anak dan perkenalkan dunia Pondok Pesantren

Mungkin anak belum tahu/kenal tentang dunia Pondok Pesantren sama sekali, yang ia tahu hanyalah dari cerita-cerita orang sekitar yang mengatakan sisi negatifnya saja. Nah, apabila seperti itu ajaklah anak untuk berkunjung ke Pesantren terlebih dahulu untuk sekedar jalan-jalan, dan melihat-lihat suasana Pondok Pesantren yang sebenarnya. Bersamaan itulah momen yang pas untuk memperkenalkan bagaimana sih Pesantren itu, serta jelaskanlah seberapa penting orang menuntut Ilmu di Pesantren baik itu untuk dirinya sendiri atau untuk kedua orang tuanya.

3.Nasehati anak betapa pentingnya menuntut Ilmu di Pesantren saat dia sedang santai dan berkumpul bersama

Menasehati anak juga harus pada posisi dan keadaan yang tepat, janganlah asal untuk menasehati. Nah, mungkin momen yang pas untuk menasehati anak agar di sedikit luluh hatinya disaat dia sedang santai, dan berkumpul bersama. Di saat itulah kamu nasehati betapa pentingnya Ilmu dan efek yang tidak pernah menuntut Ilmu sama sekali. Jika anak masih keras kepala dan ngeyel berkata "Kan belajar Ilmu Agama bisa dirumah, gak harus di Pesantren". Maka jelaskanlah perbedaan antar belajar di rumah dan di Pesantren/panjang lebarkalah sisi-sisi orang yang pergi untuk sebuah Ilmu.

4.Ajak kerumah beberapa santri yang kamu anggap dia bisa membujuk untuk masuk Pesantren

Untuk menaklukkan hati anak yang keras kepala tidak mau mondok, mungkin anda bisa mengajak dari beberapa santri untuk kerumah untuk membujuknya dan menceritakan hal yang sebenarnya. Selain itu hal yang paling ampuh untuk melembutkan hatinya yang keras, ngeyelan anda bisa ajak dari beberapa santri asli dari Pondok Pesantren untuk membaca Alqur an, tahlilan, dan lain-lain sebagainya. Mungkin ketika dia melihat santri yang membaca Alqur an di rumah dengan suara merdu, fasih dan lancar hal ini bisa sedikit membantu untuk melumpuhkan hatinya. Karena sangat banyak orang mempercayai betapa dahsyatnya fadhilah-fadhilah Alqur an, dari orang yang membacanya, mendengarkan, sekaligus tempatnya pasti akan menjadi tempat yang penuh berkah.

5.Berikan suasana realigi di Rumah anda

Suasana realigi ini bisa kita lakukan seperti memajang foto-foto ulama di dinding, meyediakan tempat khusus buku-buku islami di bagian tertentu didalam rumah, selalu mendengarkan music-musik bernuansakan islami dan ceramah-ceramah dari Ulama/Kiai. Hal kecil ini sepele tetapi kemungkinan besar akan mempengaruhi psikologisnya yang selalu keras kepala.

6.Cobalah berbicara dengan buah hati anda dengan baik-baik serta berikan janji-janji manis apabila dia bersedia di Pondokkan

Buatlah perjanjian dengan sang anak apabila ia bersedia di Pondokkan terlebih apabila orang tua sanggup menuruti semua yang di inginkan anak jika ia mau masuk pesantren. Tentu hal ini akan sedikit membuatnya sedikit tertarik mau mondok.

7.Cobalah minta solusi atau sowan ke Kiai/Ulama agar anak cepat di bukakan hatinya dan lekas masuk Pesantren secepat mungkin, Karena dengan kita sowan Kiai kita bisa mendaptkan berkah doa dari beliau dan mendapatkan amalan ijazah-ijazah agar anak mau mondok.


7 Tips Mengatasi Anak Yang Keras Kepala Tidak Mau Mondok

santriyai-santri ganteng kebangetan
Foto Haluannews

Menarik perhatian cowok alumni Pesantren Idaman memang tak mudah. Perlu trik khusus agar mantan santri ponpes yang jadi idaman di kampung itu tetap nyaman saat di dekatmu/sekitar lingkunganmu. Nah, agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan, ada baiknya kamu melakukan hal ini yang kemungkinan besar bisa di jadikan sebagai cara menaklukkan hati pria alumni Pesantren tersebut.

Sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan hati pria alumni Pesantrenan tentu bagi wanita melakukan berbagai macam hal untuk mencuri perhatian mantan santri jebolan Pesantren itu. Terlebih dia memang sosok pria yang jadi idola di kampung tempat tinggalmu, entah itu karena ketampanannya, keshalehannya, kecerdasannya atau malah semuanya dia miliki, yang bisa dikatakan juga sosok lulusan santri Pesantren yang Multitalent. duhh perempuan mana yang enggak tergila-gila.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan untuk menaklukan cowok lulusan pesantren idaman tersebut:

1.Tunjukin senyum bahagia lebarmu saat di dekatnya

Memiliki senyum ikhlas yang memperlihatkan bahagia secara ikhlas atau senyum yang nunjukin kamu mempunyai selera humor yang baik juga bisa menjadi alasan cowok jatuh hati dan tertarik untuk mengenal anda lebih. Kamu bisa tersenyum lebar saat dia sedikit memberikan lelucon, sehingga memungkinkan cowok tersebut berfikir bahwa guyonannya bisa menghibur kamu.

2.Milikilah sifat positif setiap saat gak cuma ketika ada dia saja

Perempuan yang tampak energik/ceria dan penuh semangat setiap kali ada event pertemuan, entah ketika saat ada musyawarah remaja atau perkumpulan apa pun itu di desamu dll sebagainya milikilah sifat itu. Sebagai bentuk perjuangan cinta agar dia tertarik padamu.

3.Berakhlak manis dan terlihat anggun

Jadilah wanita yang berakhlak baik, manis dan tampak anggun tapi sederhana. Usahakanlah tidak cerewet menggosip karena hal itu akan sedikit mengganggu dalam segi pandang dan kedengarannya gak enak untuk didengar. Tunjukinlah aja sikap manis penuh akhlak yang santun, sehingga ini akan memberikan peluang yang kemungkinan besar dia dapat kamu miliki.

4.Jadilah diri sendiri

Jadilah diri sendir jika kamu ingin didekati pria lulusan pesantren idaman, Pria akan mudah tertarik jika perempuan menjadi dirinya sendiri. Pria tentunya tidak akan mau mengenalmu lebih dalam apabila ada wanita yang menunjukan sifat palsu, Pria pada dasarnya sebagian besar banyak memilih wanita yang hanya ada dalam diri wanita tersebut yang sesungguhnya.

5.Pede (Percaya diri) pada penampilan

Tidak ada yang lebih baik selain bersyukur pada saat ini atas segala nikmat dan karunia Tuhan. Saat kamu percaya diri/optimis pada penampilan dan bersyukur pada penampilan anda, sang pujaan hati akan tentunya akan melihat kamu adalah sosok wanita yang spesial. Meski kamu hanya berpenampilan sederhana tanpa dandan, bahkan ala kadarnya tetapi tetap menjaga sopan santun seorang wanita sebagaimana mestinya.

Bagi para ladies yang ada rencana untuk mencuri perhatian cowok lulusan Pesantren, Hal diatas bisa di jadikan jurus paling ampuh yang kemungkinan besar peluang berhasil 100%. Tapi yang namanya jodoh tetap sudah ada yang ngatur, hal diatas jadikanlah sebagai bentuk perjuangan jemput bola saja.

Tips Mendapatkan Hati Cowok Alumni Pesantren Idaman Saat Di Kampung Catat 5 Hal Ini

Foto:AlaNu

Pagi itu, ba'da Subuh, mobil yang ditumpangi seorang kiai berangkat dari ndalem, meluncur menuju kesuatu daerah. Di dalam mobil hanya ada tiga orang; kiai, seorang sopir, dan seorang anak muda penderek, yang belum setahun nderekke kiainya.


Saat meluncur di jalan, si penderek ini bicara dalam hatinya sendiri, "Aduuh, perut saya agak perih. Lapar. Semalam memang tak sempat makan malam." Namun kemudian, dalam hitungan waktu kurang dari lima menit tiba-tiba dhawuh, "Gini ini yang enak cari sarapan dulu, ya?"

Antara kaget bercampur senang, sambil berusaha berlagak tetap tenang, si penderek merespon, Inggih Kiai. Saya Nderek."

"Nderek? Ya sudah pasti itu. Tapi sejujurnya, kamu setuju nggak?" tanya beliau.

"Nggih kiai, saya sangat setuju, "jawab si penderek.

"Ya begitu. Orang hidup itu harus jujur diri. Yang konsekuen. Jangan omong 'ya nderek Kiai' seolah benar-benar pasrah, padahal dalam hatinya sangat berharap. Duh gayanya saja pasrah. Jangan begitu. Ya sudah. Kita nanti sarapan di rumah makan langganan biasanya itu."lanjut beliau.

Mendengar dhawuh itu, si penderek semakin merasa lapar dan ingin rasanya segera sampai di warung makan. Dalam hati si penderek ingin sekali menikmati rasanya sarapan rawon. Saking pinginnya, seolah rasa rawon itu sudah di ujung lidahnya.

Beliau kemudian berkata, seolah hanya mengajak bercanda, "Tapi, kalau saya perhatikan, seringkali, menu yang kamu pilih itu sama dengan yang saya pilih. Sekarang begini. Kita bikin perjanjian. Kali ini, kamu tidak boleh milih menu yang sama dengan pilihan saya. Bagaimana, setuju?"

"Wah, Kiai ini serius?" pikir si penderek. Tapi gak masalah. Sebab sering kali di warung langganan itu, beliau memilih gulai. Memang gulainya itu yang disukai Kiai. Sedangkan sekarang, yang ia idamkan rawon.

"Nggih, Kiai. Saya tidak akan memilih menu yang sama dengan pilihan Kiai, "sahutnya.

Sampailah mobil di depan rumah makan. Seseuai janjinya, Kiai minta sopir agar berhenti untuk sarapan di warung langganan. Warung yang sederhana itu rupanya baru saja dibuka. Ibu si penjual kelihatan masih merapikan tatanan lauk dan kerupuk. Melihat Kiai datang, ibu itu tersenyum, langsung menyambut sambil mempersilahkan,

"Silahkan Kiai, pesan makan apa?"

Tanpa babibu, Kiai menjawab, Rawon!"

Duar! Kaget betul si penderek. Pesanan idamannya sudahdi pesan Kiai. Tak seperti yang dia bayangkan. Dia hanya bisa melongo, campur antara kaget dan bingung..

"Kalau masnya mau sarapan apa?"tanya si ibu.

Mungkin karena bingung, si penderek tidak segera jawab. Kiai menegurnya,

"Kita ini sedang ditunggu. Ayo kamu makan apa?"

Si penderek dengan agak ngawur dan terkesan asal jawab akhirnya menyebut, "Pe.. Pecel."

Tak, lama seporsi nasi rawon dihaturkan ke hadapan Kiai. Panasnya nasi Rawon itu masih mengepul asap. Herannya, Kiai Kiai tidak langsung mendaharnya. Beliau biarkan saja rawon itu di hadapannya. Tapi aroma kepulan asap rawon itu benar-benar menggiurkan selera si penderek.

"Monggo Kiai, dhahar duluan. Mumpung masih panas, "Kata si penderek mempersilahkan. Tapi dibalik itu, barangkali dia pingin segera menepis aroma rawon yang memasuki penciumannya itu. Tapi Kiai dhawuh,

'Nggaklah kita toleran. Nanti mulainya bareng,"

Beberapa saat kemudian, keluarlah seporsi nasi pecel. Maka mulailah makan bersama. Dalam menu pecel itu, sayurnya kelihatan masih segar. Bumbu pecelnya juga enak. Lauk yang menyertai bervariasi. Ada abon daging. Juga telur mata sapi serta tempe goreng yang tebal tampak baru saja diangkat dari penggorengan.

Setelah dua-tiga kali sendokan, dalam hati si penderek yang semula tidak begitu berhasrat terhadap pecel, akhirnya muncul pikiran, "Enak juga yaa pecel ini, "ia pun mulai lahap menikmatinya.

Tapi tiba-tiba Kiai menarik piring pecel, bersamaan dengan menyodorkan rawonnya ke hadapan penderek, sambil dhawuh, "Tukar. Supaya sama-sama merasakan."

Si penderek heran tak habis pikir, "Kiai ini bagaimana. Saya sudah memupus pingin saya pada rawon, dan sudah melupakannya, dan kini baru saja merasa nikmat dengan pecel itu, kok malah ditarik, ditukar dengan rawon yang saya sudah gak ingin lagi, "benaknya.

Setelah naik mobil, dalam perjalanan Kiai dhawuh,

" Orang menjalani hidup itu, jangan terpaku pada harapan, keinginan, target. Jangan. Silahkan kau bercita-cita, tapi jangan terpaku. Jangan kemudian menutup diri, jangan emoh terhadap selain cita citamu itu. Kenapa? Karena kalau kau hanya terpaku pada harapanmu, maka selamanya kau tak akan pernah meraskan kebahagian. Sebab yang namanya orang bahagia itu adalah orang yang lahir batinnya selalu siap menerima dan menghadapi kenyataan yang ada di depan matanya. Bahagia bukanlah terwujudnya harapan. Bukan. Itu tipuan nafsu. Itu semu dan sementara. Coba kau buktikan, ikuti kemauanmu, tak lama kok kamu akan bosan dan merasa sudah tidak bahagia lagi, padahal yang kamu mau itu masih ada di genggaman tanganmu."


Santri Nderek Kiai, Rangkuman Pengajian KH. Maimun Zubair ( Buku Oase Jiwa 2)


Sebagai orang tua saat ini mungkin lagi di bingungkan dalam memilah-milah Pesantren yang terbaik untuk anak kita. Memilih pesantren unggulan terbaik adalah suatu tahapan pertama kali yang harus di perhatikan sebelum memasukkan anak ke Pesantren. Apalagi kalau anak yang kita ingin Pondokkan itu adalah anak perempuan yang masih lulusan SD. Karena usia-usia anak yang masih lulusan SD ini memang banyak orang mengatakan masih tergolong usia pertumbuhan yang masih ingin di manja-manja orang tua. Maka dari situlah mengapa orang tua harus mempunyai alasan cara dalam memilih pesantren unggulan terbaik yang banyak tersebar di Indonesia ini.

Selain itu, mengenai apa saja dan kenapa harus memilih Pesantren yang baik adalah suatu yang memang harus di perhatikan sejak awal. Karena hal ini yang akan membuat anak akan merasa nyaman tinggal di Pesantren untuk jangka waktu yang lama demi meraih Ilmu-Ilmu yang bermanfaat nantinya.

Berikut ini adalah info seputar mengenai memilih pesantren unggulan terbaik tentunya sangat di rekomendasikan khususnya di Indonesia ini.

1.Menentukan terlebih dahulu pilihan Pesantren Modern Atau Pesantren Salaf

Seperti yang kita tahu bahwa di Indonesia ini dunia pendidikan dalam Pondok Pesantren terbagi menjadi 2 kategori yaitu:
  • Pondok Pesantren Modern

Perlu kita ketahui mana yang tepat dan cocok untuk pendidikan anak kita, jika sudah menentukan pilihan ingin memondokkan anak ke model Pesantren modern, pesantren bertipe seperti ini biasanya anak bisa sambil sekolah. Karena Pondok Pesantren Modern biasanya mempunyai yayasan sekolah formal tersendiri. Jadi anak tidak sepenuhnya hanya mengkaji Ilmu Agama Saja tetapi juga mempelajari materi-materi sekolah umum juga. Sehingga ketika anak nantinya tinggal di pesantren ini anak gak perlu repot-repot lagi keluar pesantren untuk sekolah formal lagi.
  • Pondok Pesantren Salaf

Model pendidikan pesantren salaf merupakan model pendidikan pertama kali yang di terapkan dari ribuan Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia ini. Biasanya Pesantren salaf hanya mengedepankan untuk mengkaji Ilmu-Ilmu kurikulum yang ada di Pesantren saja. Dan biasanya juga sistem peraturannya pun tak seketat yang ada di Pondok Pesantren Modern. Namun Pondok Salaf juga banyak yang memperbolehkan untuk sekolah di luar Pesantren.

Jadi dari kedua kategori Pesantren yang ada di Tanah Air ini bisa kita ketahui, tempat Pondok Pesantren mana yang cocok dan pantas untuk anak Perempuan kita. Tentu sebagai orang tua sudah mengetahui jenis karakter seorang anak, sehingga sudah semestinya pilihan rekomendasi pesantren yang baik bagi anak perempuan khususnya pasti sudah ada dalam gambaran tersendiri bagi para orang tua didik, dari dua kategori Pesantren di Atas.

2.Melihat-lihat dari keadaan luar lingkungan Pondok Pesantren terlebih dahulu

Sebaiknya ketika melihat-lihat keadaan luar Pesantren ini dilakukan bersama dengan sang anak. Ketika ada rasa tertarik dan merasa akan nyaman dengan lingkungan Luarnya ini bisa menjadi hal yang cukup baik. Pasalnya ketika sudah merasakan hal yang positif dari luarnya biasanya ini akan membuat anak akan lebih kerasan.

Aura yang dirasakan menjadi sugesti yang nantinya akan membuat anak lebih bisa menikmati dan mencintai tempat tinggalnya nanti. Hal lainnya anak akan menjadi lebih bertambah suka lagi nantinya, ketika sudah berada di Pesantren dengan di ceritakannya kisah-kisah dari Pesantren yang ia tinggali. Jadi tidak menutup kemungkinan ini akan memberikan efek yang sangat positif dengan bertambahnya keyakinan dari faktor psikologis maupun kenyataan yang ada yang bisa dianggap takdir. Seperti halnya didalam hati seorang anak tersebut setelah mendengarkan cerita dari kisah pesantren akan berkata "Oo ternyata inilah cahaya yang menjadikan saya langsung tertarik dengan pesantren ini". Mungkin hal ini akan terjadi dan akan bertambah semangat. Maka dari itu bawalah anak ketika sedang memilih-milih pesantren.

3.Menanyakan bagaiamana metode kegiatan belajar mengajar terlebih dahulu kepada pengurus Pesantren atau Pengasuh Pondok tersebut, sebagai bentuk penilaian kita pas atau tidaknya bagi anak kita. Bukan untuk maksud apa-apa atau menilai buruk, tetapi semata-mata demi anak yang kita cintai. Metode pembelajarannya akan membuat anak betah atau tidak lebih baik di utamakan terlebih dahulu. Namun jika anak telah memilih pilihannya sendiri itu justru jauh lebih baik lagi.

4.Mensurvei bagaimana keadaan kebersihan tempat kamar mandi

Nah, faktor yang banyak di keluhkan di kalangan anak Pesantren biasanya adalah perkara air. Jika tempat dan keadaan kamar mandi baik kebersihan serta kenyamanannya ini akan lebih di unggulkan bagi anak kita yang belum pernah sama sekali mengetahui dunia Pesantren.

5.Fasilitas yang cukup untuk keseharian belajar

Sebetulnya fasilitas bukanlah faktor utama Pesantren baik, tidak perlu mewah, lengkap. Justru itu menurut santriyai.com akan memanjakan anak-anak mengurangi tingkat pikiran kreativitas bagi anak. Namun fasilitas yang terpenting adanya sosok Ustad/zah maupun pengurus pesantren yang mengajar.

Baca Juga:5 Cara Orang Tua Agar Anak Berhasil Sukses Mondok Di Pesantren

5 Tips Memilih Pesantren Unggulan Terbaik Yang Cocok Untuk Anak Perempuan

4 Alasan Kenapa Orang Tua Memaksa Dan Menginginkan Anak Mondok, Baca Sebelum Menolaknya !!!
Foto IG Ala Santri
Mungkin saat ini kamu sedang bersedih, galau karena dipaksa orang tua untuk mondok atau masuk Pesantren. Padahal kamu sendiri sama sekali gak mau di Pondokkan. Dan disaat itulah kamu berfikiran dan bertanya dalam hatimu kenapa orang tuaku sangat menginginkan anak untuk pergi ke Pesantren ???

Nah, sebelum kamu berfikir terlalu jauh dan berkata-kata untuk menolak orang tua yang akan memondokkanmu atau memasukan ke Pesantren, dan berfikir aneh-aneh tentang orang tuamu, sebaiknya kamu perhatikan alasan kenapa orang tua ingin anaknya mondok. Memang betul adanya jika ada seseorang sekalipun orang tua saat mempunyai keinginan kepada orang lain atau kepada anaknya kadang muncul sebuah kehendak yang sangat memaksa. Padahal kamu sedikitpun tak suka yang namanya di paksa ini itu.

Namun apapun juga kehendak dan pilihan orang tua tentu semuanya adalah hal yang harus kamu taati, serta yakinlah itu memang yang terbaik bagimu. Walapun kamu mempunyai harapan serta tujuan lain dalam mimpi masa depanmu tak semestinya juga itu akan hilang begitu saja. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapinya antara tanggung jawab sebagai seorang anak dan tanggung jawab apa yang menjadi cita-citamu sendiri.

Admin pernah ada wejangan dari seorang Ustad ketika di Madrasah Pesantren, Beliau mempertanyakan dan menjelaskan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak agar tidak menjadi anak yang durhaka ketika ada permasalahan beda pendapat ataupun beda tujuan keinginan ?? Seperti contoh anak ingin melanjutkan sekolah umum saja tetapi orang tua ingin anakknya mondok saja.

Dalam urusan ini tentu menjadi hal yang menjadikan gejolak bimbang yang amat dalam untuk seorang anak. Tetapi menurut Ustad yang saya terima menjelaskan bahwa kedua tujuan itu harus di satukan serta seharusnya sudah menjadi tanggung jawab seorang anak untuk menyelesaikan permasalahan itu. Maka salah satunya cara yang tepat dalam hal ini si anak mau gak mau tetap harus mondok, dan untuk kemauannya sendiri atau tujuan cita-citanya juga harus dijalani secara bersama-sama dengan pilihan yaitu harus mondok dan sekolah, agar juga tidak di kategorikan anak yang durhaka kepada orang tua.

Berikut alasan-alasan orang tua yang sangat ingin anaknya masuk pesantren, ketahuilah dan renungkan harapan tujuan orang tua saat ingin sekali anaknya pergi ke Pesantren.

1.Berharap ingin kamu menjadi anak sholeh

Mempunyai anak yang shaleh adalah doa dan harapan bagi setiap orang tua kepada anaknya. Dengan harapan seperti itulah kedua orang tua kadang banyak memilih pesantren untuk pendidikan Agama yang tepat. Karena di Pesantren memang pendidikan Agama yang komplit dan terpercaya dalam urusan mencetak generasi anak-anak yang shaleh serta mempunyai wawasan yang luas tentang pengetahuan Ilmu Agama. Dengan bekal agama yang kuat yang akan di perolehnya ketika di Pondok, sebab itulah yang menjadi sebuah pelepasan tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan Agama serta sebuah amal yang tak akan putus disaat nantinya nyawa orang tua di panggil sang pencipta.

2.Agar kamu hidup mandiri

Salah satu lainnya juga yang bisa di percayai untuk urusan didik mendidik seorang anak agar hidup mandiri adalah Pondok Pesantren. Seperti yang banyak di ketahui orang-orang bahwa hidup di Pesantren itu tak ada kata-kata manja bagi anak-anak didik. Sudah sangat jelas dan tidak menutup kemungkinan bahwa kehidupan didalam Pondok Pesantren itu akan memberikan anak menjalani hidup untuk melakukan apa-apa yang selalu serba sendiri. Mulai dari mencuci baju, makan, serta lain-lainnya. Semua tentu sangatlah berbeda, kalau dirumah makanan pasti sudah tersaji tinggal siap santap, tetapi kalau di Pesantren kadang harus memasak sendiri, ataupun mencari tempat makan sendiri.

3.Karena orang tuamu dulu lulusan Pesantren, hal ini juga yang menjadikan alasan-alasan orang tua yang berlatar belakang jebolan Pesantren ingin menjadikan anaknya juga merasakan kehidupan yang ada di Pesantren. Tidak dapat di pungkiri juga, siapapun orang yang pernah merasakan kebahagiaan dalam suatu tempat dan hal yang dianggapnya itu penting didapatkan disana, pasti akan memberikan pengaruh/mempengaruhi kepada siapaun untuk merasakan yang seperti dialaminya juga. Tak lain seperti permasalahan nomer tiga ini.

4.Biar menjadi pribadi yang tak rentan pergaulan bebas, Jaman yang setiap saat selalu maju berkembang juga banyak mempengaruhi siapapun rentan terkena pergaulan bebas. Maka sebagai langkah orang tua untuk mencegah hal ini ialah dengan memondokkan anak ke Pesantren.

Nah, itulah 4 diantara yang mungkin terjadi mengapa orang tua ingin tidak di tolak anaknya untuk gak mondok.

4 Alasan Kenapa Orang Tua Memaksa Dan Menginginkan Anak Mondok, Baca Sebelum Menolaknya !!!


Untuk para santri khususnya para alumni Pondok Pesantren mengenang masa lalu waktu mondok itu menurut admin bisa di jadikan obat saat rindu bergejolak di dalam hati. Maka dari situlah santriyai.com yang merupakan bloger atau situs yang menjurus/membahas ke content-content artikel tentang dunia anak santri Pondok Pesantren akan sedikit berbagi melalui gambar dan kata-kata santri baik itu tentang santriwati ataupun santri putra Pondok Salaf. Semua kata beserta gambar-gambar untuk santri yang bisa dikatakan lucu dibawah ini akan tersaji secara acak, karena kumpulan kata dan foto ini diambil dari banyak sumber di Google blog-blog orang banyak.

Namun santriyai.com sebelumnya akan sedikit basa-basi terlebih dahulu, ya mungkin untuk sebagian orang yang pernah mondok akan sedikit terhibur walaupun hanya sebuah foto dan kata. Asyiknya waktu mondok tentu sangat berkesan dalam waktu lama bahkan seumur hidup.


1.Syarat dan ketentuannya berlaku cuma tertempel aja atau setelah selesai gunakin kabur pura-pura lupa. Tapi Gpp deh mungkin lagi bokek juga karena kiriman orang tua masih lama.


2.Disaat anak-anak di luar sana asyik dengan bermain keluyuran sana-sani bersama teman gaul, nongkrong kamu pilih tetap serius belajar.





3.Rela deh bagi-bagi walaupun sedikit tapi kenyang karena bersama mereka, tapi pasti juga ada yang nyesek tuh karena alasan-alasan tertentu. Seperti masih panas jadi gak berani nelan makanannya atau juga gak kebagian tempat mayorannya, karena udah kedahuluan. 


4. Kenakalan ini yang membuatmu di hukum tetapi terkenang samapai saat ini, karena kamu terkena hukuman yang beraneka ragam.



5.Pokoknya selau sarung, peci, dan baju koko deh kemanapun


6.Demi bertahan kamu harus ngutang ke teman-teman

 7.Prinsipmu begitu besar demi meraih Ilmu yang manfaat


8.Ketemu dia lagi dia lagi serasa Dunia ini sempit

 9.Nimatnya ngaji bareng-bareng seperti ini tiada kata lelahmu setiap hari beginian



10.Kamu selalu identik tentang nunggu dan menunggu


11.Kalau di Pondok ada yang kakak adek selalu jadi korban ejek atau bahan pembicaraan saat kumpul
12.Baru satu menit sudah menghilang, hihihih jalan sendiri kali ya

13.Merasa jengkel saat dibangunin pengurus dan tetap nekat ngumpet serta masih bangkong. Tetapi kalau pak kiyai yang bangunin langsung deh cepet-cepet kabur.

14.Berharap sekali dapet santriwati idaman di salah satunya, diam-diam kamu ngincer dia


15.Saat inilah yang pelajaran yang sangat berharga yang hanya banyak di ketahui santri pada umumnya


16.Ingat ndak sih nih dimana-mana banyak kitab berada di ventilasi

17.kata-kata ini selalu jadi andalan yang penting yakin lah


 Kata kata santri salafy terkeren paling populer banyak sekali dan mudah ditemukan di forum-forum grub santri media sosial seperti facebook.  Dan bisa dijadikan sebagai profil  DP BBM, WA (whatshap),  Seperti

“Asmara adalah api Allah yang menyala, dimana datang dan perginya adalah dihati”

***

“Tanda-tanda cinta itu tidaklah samar pada seseorang, seperti halnya pembawa minyak kasturi wangian bunga semerbak tak dapat dirahasiakan”

***

“Sesungguhnya hati itu bila telah hilang cintanya maka bagaikan kaca yang pecah tak dapat di tambal lagi”

***

“Biarlah ku berbicara padanya dengan secarik kertas dan tarian penaku ini, barangkali ia mahu menerima cintaku dengan tanpa penyesalan”

***

“Tiada jalan bagiku padanya selain menyebutnya dengan hati yang dapat mengobarkan api cinta dan rindu didadaku”

***

“Sungguh kok andaikan engkau minta saksi akan cintaku padamu. Maka basahnya pipiku dengan air mata lebih tepat sebagai saksi”

***

“Kalau engkau aku ibaratkan dengan bulan purnama yang terbit, berarti aku mengurangi hakmu sebab engkau lebih elok dan lebih indah”

***

“Bukan maksud hatiku berpisah denganmu, akan tetapi kehendak Allah diatas semua maksudku”

***

“Tak ada tabir penghalang yang dapat menjauhkan harapanku terhadap dirimu. Langit saja masih dapat diharap cerah ketika tertutup awan”

***

“Bila aku berbaring seorang diri dikamarku maka seketika itu terlintas bayangmu dalam Hatiku”

Baca Juga:25 Kata-Kata Untuk Wanita Dalam Bahasa Arab Beserta Artinya Yang Bikin Hati Terharu

18 Top Gambar dan Kata-Kata Keren Ala Santriwan Santriwati Pondok Salafy Untuk Mengenang Masa Lalu

Kata hati akan muncul di saat jauh dari jangkuan orang tua, Kerinduan yang akrab bagi anak Pesantren ataupun anak perantauan ini selalau jadi gejolak kegelisahan dalam hati ketika menahan rindu kangen untuk Ortu.  Bukan hanya layaknya pacaran jarak jauh/LDR dengan kekasih seperti banyak yang dialami sebagian orang saja yang mempunya isi hati rindu. Namun kalangan kehidupan santri pun juga banyak yang mengalaminya, seperti halnya dibawah ini:.

1.Wahai Ibu, Walaupun saat ini kita terpisah antara jarak dan waktu yang jauh dan cukup lama. Namun aku akan tetap berusaha semaksimal mungkin dan berjanji untuk membahagiakanmu. Doa dalam setiap sembah sujudmu akan selalu menyertaiku dalam langkahku menuju kesuksesan itu.

Sejujurnya beban kami terberat seorang santri yang ada didalam hati adalah jauh dari orang tua. Namun anak pondok percaya bahwa yang akan dia bahagiakan adalah kedua orang tuanya.

2.Disini aku memang banyak teman ibu, tetapi adakalanya juga aku merasa kesepian setiap hari karena rasa kangen yang bergejolak. Namun aku sadar bahwa ini adalah bagian dalam perjuanganku di Pondok Pesantren ini.

3.Aku memang merindukan kampung halamanku tempat dimana aku di lahirkan, tetapi kerinduan ini akan kugantikan dengan tercapainya kesuksesan.

Dalam diam seorang santriwan/santriwati yang sedang mondok mempunyai mimpi yang sangat besar. Tentu ada sebuah pengorbanan yang dilakukannya, salah satunya adalah menahan rindu tanah kelahiran. Dan kerinduan ini akan terbayar lunas setelah waktunya tiba disana untuk mengembangkan tanah kelahiran. Tunggu saat waktunya tiba.

3.Tirakat adalah bagian yang terpenting dalam perjuangan menuntut Ilmu di Pesantren, tetapi aku yakin tidak ada yang namanya tentang proses itu ada penghianatan dari hasil.

Kami tirakat untuk selalu hidup hemat dan prihatin, yang tak lain juga agar mampu bertahan hidup di hari selanjutnya. Disaat tahu kiriman dari orang tua akan telat, namun kami hanya bisa pasrah, namun tak apa. Itu memang sebuah proses kehidupan dan sebuah proses itu tidak akan pernah menghianati hasil terahir nantinya.

4.Semua yang terjadi padaku susah senang, pahitnya kehidupan mondok selalu kuselesaikan sendiri sebisa mungkin, karena aku sadar hidup mandiri di pondok itu sudah menjadi pilihanku.

Di saat sakit menerpa seperti gatal-gatal gudik, masuk anagin dan lain penyakit yang kami hadapi, jarang kami terus terang kepada orang tua. Kami tidak mau merepotkan kedua Ortu dengan keluhan-keluhan yang ada dalam diri. Di saat orang tua menelpon apa kabarmu ? Kami selalu menjawab ya kami baik-baik saja dan kami akan berjuang tetap menjadi yang terbaik dan terhebat. Karena kami tidak mau menambah beban mereka.

5.Ayah dan Ibu aku yakin disini aku akan bertambah mental yang lebih jauh dari yang bapak/ibu tahu.

Sebagai anak rantau mempunyai mental yang yang kuat jauh dibanding anak yang tinggal bersama orang tua lebih memberikan energi yang super. Karena kami menghadapi permasalahan terlebih dahulu untuk sendiri sebelum mengadu kepada orang tua. Didalam kesepian dan kegalauan yang datang kami lawan dengan ketegaran dan kesabaran yang hebat. Bila Rindu bergejolak didalam hati hanya tangis yang kami tahan setiap malam yang sunyi.

6.Teruntuk kedua orang tuaku, terima kasih telah mengizinkanku untuk kepesantren, disini aku banyak belajar menjadi anak santri yang super kuat dalam menghadapi dunia.

Sangat beruntung sekali menjadi orang tua yang merelakan anaknya untuk menuntut Ilmu di Pesantren. Sebetulnya banyak orang tua tahu bahwa melepaskan anak kepesantren itu sangatlah berat, terutama bagi anaknya yang masih lulus SD. Tetapi disitulah titik letak kehebatan Orang Tua, rela melepaskan anaknya demi mendapatkan pengalaman yang jauh berharga dibanding tinggal bersama di Rumah. Kami menyadari bahwa orang tua hebat telah memberi kepercayaan kepada anaknya dan harus keluar dari zona nyaman.

6 Kata Isi Hati Anak Santri Untuk Ibu Saat Jauh Di Perantauan Pesantren


Banyak orang tentunya yang berkeinginan masuk pesantren/mondok tetapi tak punya uang sebagai biaya hidup di Pesantren. Disaat itulah pasti kamu akan merasa galau dan bimbang, karena pertanya-pertanyaan didalam diri muncul, bagaimana nantinya saya bisa mencukupi kebutuhan apabila ingin mondok tetapi tidak punya uang ?? Terlebih orang tua juga kurang mendukung saat kepingin hijrah ke Pesantren karena faktor finansial yang dianggap beliau belum mampu dan siap untuk membiayai nantinya saat di Pondok.

Adapun juga ketika ada seorang anak mau mondok tetapi orang tua melarang dan menghalang-halangi keinginanmu yang ingin menuntut Ilmu di Pesantren. Banyak alasan tentunya mengapa orang tua tidak menyetujui kalau kamu ingin masuk pesantren. Seperti halnya beliau sebagai orang tua hanya ingin menyekolahkan di sekolah formal saja. Biasanya ini sering terjadi ketika kamu sudah lulus SD,SMP,SMA, disalah satunya ketika sudah rampung sekolah kamu ingin melanjutkan pendidikan di Pesantren saja. Entah itu selesai tamat SMA atau kadang juga, disaat itulah kamu memilih malah pingin mondok, tapi orang tua tak mendukung dan mengizinkan hal itu terjadi.

Nah, namun janganlah bersedih dan tetap berusahalah bagaimana caranya merayu orang tua dengan semaksimal mungkin, pasti jika kamu bersungguh-sungguh dan yakin seyakinnya pasti orang tua akan meridhoimu mondok. Berikut ini adalah solusi paling ampuh tetap pergilah mondok meski tak punya uang dan dilarang orang tua itu justru seharusnya jadi bahan semangat untuk berhijrah. Walupun nantinya jika kamu berhasil meluluhkan beliau, semuanya nanti akan terasa pahit dan berat, namun kamu pasti tetap akan bahagia. Tapi juga harus perlu di perhatikan juga saat kamu tak punya uang atau orang tua tak merestui kepergianmu ke Pesantren maka dibawah inilah cara sederhananya:

1. Mencari Beasiswa Santri

Banyak di Indonesia ini yang menyediakan atau membuka Beasiswa untuk santri melalui lembaga-lembaga organisasi tertentu. Kamu bisa cari tahu melalui Internet atau tanyakan ke Pesantren secara langsung. Pasti jika kamu berusaha dan yakin cara ini bakal sukses kamu tempuh. Karena di Dunia ini tiada yang tak mungkin atas izin Allah Swt.

2. Mondok Sambil Bekerja

Bekerja sambil nyantri adalah solusi yang paling tepat ketika kamu ingin menuntut Ilmu tapi terkendala bekal. Hal inilah yang harus kamu lakukan agar kamu bisa mencapai keinginanmu hidup di Pesantren. Banyak kok pesantren salaf yang memperbolehkan santrinya mondok sambil kerja Seperti halnya anak-anak santri PPMHM SALATIGA yang banyak sebagian dari santri sambil bekerja.

3. Menggali Informasi Tentang Pesantren Tujuanmu dan Tanyakan Bagaimana Solusi Yang Paling Tepatnya

Setidaknya kamu juga hendaknya terlebih dahulu menuju ke Pesantren Tujuanmu dan tanyakan apa yang bisa kamu lakukan disana ketika nantinya kamu membutuhkan urusan finansial. Menurut pengalaman admin dari Pesantren ada kok yang hidup di Pesantren tanpa mengandalkan uang kiriman dari orang tua. Seperti halnya dengan ikut membantu masyarakat sekitar Pesantren seperti kesawah, menjagakan anak, warung dll sebagaianya. Kamu bisa cari tahu info ini ketempat dimana pesantren tujuanmu.

4. Mondok Sambil Bisnis Atau Berdagang, Mondok sambil berbisnis bisa kamu lakukan dengan kreativitas yang kamu miliki atau passion yanf kamu sukai.

Tetapi Jika Orang Tua Tak Ingin Anaknya Masuk Ke Pesantren/ Mondok, Perhatikanlah cara-cara paling ampuh berikut ini:

1. Teguhkan dan Ikhlaskan Niat

2. Negosiasi Dengan Orang Tua Secara Baik-Baik

3. Berikanlah Janji-Janji Manis

4. Perbanyak Beribadah dan Mendoakan Orang Tua Supaya Tergugah Hatinya Betapa Pentingnya Mondok/Menuntut Ilmu






8 Solusi Ketika Ingin Mondok Tapi Tidak Punya Uang Dan Dilarang Orang Tua, Tetap Hijrahlah Meski Berat Tanggung Jawab Kamu Pasti Akan Bahagia


Kangen berat dengan sesuatu yang pernah dijalani waktu mondok di Pesantren atau hal lain ketika kita mulai tumbuh rasa rindu seperti kangen dengan pacar/kekasih, keluarga besar mulai dari orang tua adik, kakak, ibu, ayah dan sebagainya, karena kita sedang berada jauh dari jangkauannya sehingga tidak bisa bertemu dengan alasan-alasan yang wajar yang tidak memungkinkan. Biasanya hal ini juga sering di alami oleh anak-anak lulusan Pesantren atau para alumni.

Munculnya kerinduan terhadap suasana yang ada di Pondok serta kangen ingin bertemu teman masa-masa saat ngaji bersama dengan banyak sahabat santri yang menggebu sudah menjadi sepasang hal yang saling melengkapi, namun juga wajib kita lewati apabila resah gelisah terus-terusan melanda relung hati yang paling dalam. Karena hal ini biasanya juga akan berakibat tidak baik bagi diri kita sendiri. Seperti halnya kita akan berangan-angan berdiam diri dengan kegalauan karena ingin berjumpa atau sekedar ingin mengulang masa-masa tersebut walaupun hanya sementara yang ada dalam benak. Sehingga kegiatan aktivitas sehari-hari menjadi terbengkalai karena banyak berdiam diri dan malah kadang menjadi malas-malasan.

Momok paling utama ketika kata rindu muncul dari relung hati biasanya memang terkendala oleh jarak dan waktu. Tetapi jangan khawatir segala sesuatu itu bisa diatasi walau hanya sementara menhilangkan rasa rindu itu terobati. Berikut ini adalah cara ampuh untuk mengobati/menghilangkan rasa kangen rindu dari banyak hal mulai masa waktu berhubungan dengan kekasih/pacar, masa mondok dan sekolah di Pesantren, Masa Sekolah umum mulai SD, SMP, SMA, dan masa kuliah. Hal ini juga bisa untuk sekedar mengingatkan masa tersebut sekaligus mengenang momen-momennya, tergantung posisi dan kondisi kita yang pas untuk obat rindu atau hanya ingin sekedar mengingat kenangan-kenangan itu.

1.Ketika rasa itu tak tertahankan kita bisa melihat foto-foto atau video kenangan yang indah dalam masa tersebut. Dengan hal ini kita bisa sedikit terbantu sebagai salah satu obat mujarab yang simpel untuk meredakan rasa gejolak kangen yang berlebihan. Meski terkesan sepele dengan melihat foto-foto atau video kebersamaan seperti saat mengalami masa di pesantren, menjalin hubungan pacar LDR, dan foto-foto keluarga, hal ini akan sedikit membantu meringankan atau menggantikan kehadirannya.

2.Khusus buat para alumni pesantren bisa juga mendengarkan lagu-lagu yang paling kamu anggap mengesankan, dan luapkanlah semua perasaan itu dengan ikut bernyanyi sekencang-kencangnya. Karena dengan mendengarkan lagu dan ikut bernyanyi itu akan terasa asyik serta bisa sebagai pemecah suasana hati yang gelisah.

3.Dari pada gelisah itu kamu terus-teruskan melanda, mending buat untuk menuliskan momen kenangan-kenangan yang kamu alami, siapa tahu tulisanmu itu menjadi karya yang berguna. Sudah banyak orang membuktikan bahwa dengan menulis bisa digunakan sebagai cara yang efektif serta dapat membantu menumpahkan segala keresahan jiwa. Dari pada suntuk gak jelas sehingga biasanya malah cenderung banyak bermain hape, game mending tungkanlah rasa itu menjadi sebuah tulisan, baik itu cerpen, puisi, artikel, novel, komik dll sebagainya.

Aktivitas yang positif seperti itu akan sedikit membantu mengalihkan perasaan dari kerinduan, apalagi tentang pacar hal itu harus segera kamu atasi. Karena untuk penangkal stres dari banyak memikirkannya. Sehingga apabila kamu menulis siapa tahu tulisanmu itu manfaat dan berguna bagi banyak orang serta menjadi sebuah karya yang tak kan pernah hilang,

4.Luapkanlah rasa itu dengan mengatur jadwal untuk menelpon teman atau video call, puaskanlah untuk melihat secara langsung walaupun hanya video jarak jauh yang sedang berlangsung. Luapkanlah kerinduan, keluh kesah, dan buanglah kesenduan hati melalui cerita hatimu yang paling dalam.

5.Jalan terahir adalah menyempatkan waktu, tenaga, saku untuk bertemu atau menghampirinya. Walaupun jarak yang jauh, Mungkin saja ini adalah akan terasa berat buat kamu jalani, namun sebagai pelepas hasrat kerinduan hal ini harus kamu segera tuntaskan.


5 Cara Simpel Untuk Membantu Meredakan Rasa Rindu Waktu Di Pesantren Dan Seseorang Lainnya


Memasukkan anak ke Pondok Pesantren adalah salah satu solusi yang paling tepat untuk memberikan pendidikan yang terbaik, untuk mengindar atau menjauh dari pergaulan luar yang bebas tak terkendalikan seperti yang kita lihat di jaman saat ini. Sebagai orang tua mesantrenkan anak tau memondokkan anak agar berhasil mencapai kesuksesan saat mondok di Pesantren hendaknya harus ada kontribusi besar dari pihak keluarga.

Ketika sebagai orang tua ingin anaknya di Pesantrenkan, saat itulah orang tua hendaknya memperhatikan apa saja yang seharusnya orang tua ataupun saat sebagai wali santri, yang nantinya agar anak menjadi sukses mendapatkan Ilmu Agama yang manfaat dan terlebih berkah-berkah yang sangat diharapkan seperti yang bisaanya menjadi tujuan dan harapan orang yang mengkaji Ilmu di Pesantren.

Hal yang perlu diketahui orang tua, dalam urusan didik mendidikan anak ke Pesantren adalah memahami betul bahwa Pondok Pesantren bukan tempat yang layaknya tempat menyerahkan sesuatu barang yang nantinya tinggal terima bersih begitu saja. Namun juga harus memperhatikan banyak hal apa saja yang seharusnya menjadi tuntutan orang tua kepada anaknya saat di Pondokkan ???

Berikut 5 diantaranya perihal agar anak berhasil sukes mondok.

1.Mengikhlaskan Sepenuhnya Ketika Anak Pergi Ke Pesantren
Memondokkan anak dalam rangka untuk menjalankan kewajiban sebagai orang tua terhadap anaknya adalah termasuk hal ibadah yang sangat mulia. Seperti halnya ada salah satu hadist Nabi nabi dari Ibnu Abbas beliau memaparkan/bercerita bahwa pada saat itu sahabat bertanya, “Ya Rasulallah, kami telah tahu kewajiban anak terhadap orang tua, lalu apa kewajiban orangtua terhadap anak?” Nabi menjawab, “Hendaklah memperindah namanya, dan memperbaiki adabnya” (HR Baihaqi).

Anak Di Pondokkan adalah salah satu cara melaksanakan kewajiban mendidik dan memperbaiki perilaku anak. Selain ikhlas melaksanakan kewajiban, ikhlaskan juga melepas kepergian anak untuk berpisah dari orang tua.

Bagaimanapun, ketika orangtua, utamanya ibu masih belum rela sepenuhnya akan kepergian sang anak, sedikit banyak akan mempengaruhi psikologi anak yang pesantren. Sering terjadi kasus santri yang tak betah ternyata karena oleh ibunya masih dipikirkan terus. Si ibu belum rela berpisah dengan sang anak.

2.Memberi Uang Jajan Dari Hasil Yang Halal, Hal ini sangat penting untuk kelangsungan anak yang mondok, karena untuk meberikan atau mendukung kesukesan anak saat di Pesantren perlu adanya energi dari jalan yang benar.

3.Memperbanyak Doa Untuk Anak Ketika Di Pesantren,  Saat anak di pesantren bukan berarti orang tua membiarkan begitu saja dan hanya beranggapan tinggal memberi kebutuhan-kebutuhan finansial yang di perlukan anaknya. Namun Sebagai orang tua sarana untuk menunjang atau mendorong keberhasilannya orang tua juga harus memperbanyak doa untuk anak yang berada di pesantren demi mendapatkan ketenangan, keberkahan, kesemangatan, dan kemampuan dalam belajar.

4.Menghormati Ulama Ataupun Bahasa Ala santri Yaitu Ta'dhim Kepada Ulama/Kiai, mencintai Ulama memang seharusnya tertanam dalam hati setiap manusia, karena ulama mempunyai peran penting dalam segi apapun terutama dalam urusan Ilmu Agama. Karenanya itulah mengapa kita harus menghormati atau ta'dhim pada ulama/kiai terlebih jika anak berguru dengan beliau.

5.Memberi Sodakoh Kepada Para Santri Atau Penuntut Ilmu
Hal kecil yang tidak bisa dianggap remeh sebagai kunci kesuksesan anak agar berhasil di Pesantren adalah sedekah pada para pencari Ilmu, seperti halnya saat menjenguk anak, jangan lupa untuk membawa sedekah oleh-oleh untuk teman-teman anak Anda di asramanya. Bila mengirim uang, jangan lupa beri kelebihan dan pesankan untuk bersedekah kepada teman-temannya. Demikian, semoga anak Anda diberi kemudahan belajar dan menjadi generasi saleh.

Baca Juga: Rindu Anak Dipondok Cukup Dengan Kata Titip Pesan DariSeorang Ulama Untuk Orang Tua

5 Cara Orang Tua Agar Anak Berhasil Sukses Mondok Di Pesantren


Kelelahan Anda mungkin merupakan gejala dari masalah yang jauh lebih dalam!

Mengalami keletihan konstan karena stres berdampak pada tingkat energi Anda bisa melelahkan! Emosi Anda mungkin terasa seperti tidak terkendali, kecemasan Anda terasa seperti semakin buruk, dan Anda merasa tidak enak lagi.

Tingkat kortisol yang tinggi - alias stres - mempengaruhi lebih banyak aspek kehidupan dan kebahagiaan daripada yang Anda sadari, itulah sebabnya mengapa belajar cara meningkatkan tingkat energi Anda secara alami dapat membantu. Anda bisa meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan melalui diet, olahraga, perawatan diri, dan makan makanan sehat.

Anda tidak harus terus-menerus kelelahan - dan lebih baik lagi, "memperbaiki" untuk ini mudah!

1.Dapatkan Lebih Banyak Tidur

Mengambil stres dari pundak Anda bisa menjadi pengalaman yang membebaskan. Dan secara fisik, ada banyak hal yang dapat Anda fokuskan untuk mengurangi area ini. Memantau tingkat tidur Anda adalah bagian penting dari pelepas stres. Jika Anda akan berada pada jam yang wajar - tetapi kemudian menghabiskan dua jam bermain di telepon Anda - Anda tidak mencapai kualitas istirahat yang Anda butuhkan, yang pasti akan membuat dirinya sendiri dikenal pada hari berikutnya.

Hilangkan layar dari kamar tidur Anda, membuatnya gelap semaksimal mungkin, dan gunakan kebisingan putih jika Anda perlu, tetapi pastikan bahwa Anda secara konsisten mendapatkan cukup tidur dan kualitasnya juga bagus.

2.Olah Raga Setiap Hari

Berolahraga dengan baik setiap hari, meskipun hanya kardio kecil atau berjalan cepat di kantor saat makan siang, dapat membantu mengurangi stres dan kelesuan. Latihan secara alami meningkatkan endorfin dan tingkat energi Anda , jadi 15 menit berjalan mungkin benar-benar lebih bermanfaat daripada tidur siang 30 menit.

Plus, endorfin itu juga akan memastikan untuk memerangi kadar kortisol Anda dan menjaga mereka tetap alami, sehingga Anda merasa diberdayakan, tenang, dan lebih sehat untuk boot!

3.Makan-Makanan Yang Baik

Makanan adalah bahan bakar tubuh kita, dan itu sangat penting bahwa kita memahami apa yang kita masukkan ke dalamnya. Sangat mudah untuk mendapatkan camilan manis ketika kita merasa lelah atau tertekan, tetapi penting untuk memahami jenis tubuh Anda dan jenis makanan apa yang akan bermanfaat bagi Anda daripada makan emosi Anda ... bersama dengan donat ruang istirahat.

Tapi bagaimana Anda tahu apa yang seharusnya Anda makan bukan permen atau camilan yang buruk untuk Anda? Mencari tahu tipe tubuh ideal Anda dapat membantu Anda mengurangi tingkat stres dan kelelahan Anda dengan mencari diet yang paling cocok untuk Anda.

4.Membuang Rasa Amarah

Kemarahan adalah semua yang pasti kita alami dari waktu kewaktu, tetapi jika kita masih belum bisa melepaskan amarah ataupun meredakannya itu justru akan memberikan efek yang tidak baik dalam jangka panjang, menurut DR. Mein yang di lansirnya melalui yourtango.com

Bisa menemukan cara yang bermanfaat untuk melepaskan marah itu bukan saja baik, tetapi juga meningkatkan kesehatan anda. Apabila kita masih berpegang dalam kemarahan tentu akan mempunyai beberapa hal efek samping yang buruk dan menjadi cepat lelah. Karena kadar kortisol yang meningkat tentu menjadi faktor yang berkontribusi.

Cara alaminya adalah cobalah menggunakan minyak esensial pada titik-titik tertentu untuk membantu meredakan rasa amarah dan belajar teknik pernapasan atau meditasi untuk membantu Anda menghilangkan kemarahan yang tersimpan dalam tubuh Anda.

Anda tidak bisa menghentikan diri Anda dari lelah ketika hidup menjadi gila, tetapi tidak ada yang harus merasa lelah sepanjang waktu. Dengan sedikit usaha dan keterampilan, Anda dapat belajar untuk mengurangi gejala-gejala stres yang terburuk, meningkatkan tingkat energi Anda secara alami, dan menyingkirkan keletihan konstan yang telah mengganggu Anda!

4 Cara Yang Benar Secara Alami Untuk Meningkatkan Energi Untuk Jangka Panjang

Older Posts Home

Random