Lembaga pendidikan Sekolah umum dan Pesantren tentu memiliki perbedaan dalam mencetak karakter akhlak generasi muda . Yah, berbicara tentang kelebihan santri Vs anak sekolah terhadap orang tua yang sudah meninggal tentu anak santri lebih diunggulkan dibanding dengan anak lulusan sekolah umum. Terlebih memang pesantren merupakan tempat lembaga pendidikan Agama yang sudah tak diragukan lagi.

Sebagai anak pesantren, tentu dalam urusan pendidikan berbakti kepada orang tua adalah suatu kewajiban pelajaran yang dikaji setiap harinnya. Baik itu santri laki-laki dan juga santri perempuan semua wajib untuk memperdalam/mempelajari dan mengerti cara menghormati orang tua. Di Pesantrenlah santri akan dilatih bagaimana agar dapat berbakti kepada orang tua, karena itu merupakan salah satu cara untuk membalas semua jasa-jasa orang tua. Walaupun semua jasa orang tua tak bisa diganti dengan apapun bentuknya, namun setidaknya kajian tentang berbakti dengan Orang tua adalah hal yang utama terlebih jika orang tua sudah meninggal.

Ketika orang tua sudah meninggal anak sholeh lah yang bisa membantu meringankan beban orang tua di tempat kedua itu. Berbakti kepada orang tua bukan hanya saat orang tua masih hidup. Nah, inilah yang sangat membedakan dan juga sangat penting diketahui orang tua, pada saat ini. Dimana ketika mempunyai anak santri atau anak lulusan pesantren itu sangatlah penting kelak jika nyawa ini telah dicabut. Jadi janganlah ragu atau sampai tidak memasukkan anak ke pesantren.

Seperti juga yang dilansir dari cintalia.com 7 Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua yang Sudah Meninggal Paling Penting. Namun admin konversi anak santri lebih diunggulkan dalam hal ini. Anak-anak juga perlu berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal. Tentu Saja selama anak tersebut masih hidup sampai mewariskan kebaktiannya kepada keturunannya. Hanya saja, caranya berbeda ketika orang tua masih hidup. Kira-kira seperti apa cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal? Berikut kewajiban anak kepada terhadap orang tua yang sudah meninggal.

1. Selalu mendoakan orang tuanya

Cara yang paling mudah untuk kewajiban anak kepada orang tua yang sudah meninggal adalah selalu mendoakannya. Lagi pula, di dalam agama Islam, amalan yang tidak akan pernah putus ada 3 yaitu sedekah, ilmu pengetahuan, dan doa anak yang sholeh. Maka dari itu, sebagai anak yang sholeh, sudah sewajarnya untuk selalu mendoakan orang tuanya.

2. Selalu menyambung silaturahmi dengan keluarga besar

Salah satu kewajiban lainnya adalah sering menjaga silaturahi dengan keluarga besar ibu dan bapak. Selain keluarga besar, teman-teman dan orang-orang terdekat orang tua juga jangan sampai putus begitu saja. Sebab, selain dapat memanjangkan umur, hal-hal tersebut juga dapat mendatangkan rezeki. Maka dari itu, jika masih ada permasalahan dalam keluarga, cobalah untuk segera akhiri secepatnya dan cari cara mendamaikan keluarga yang bertengkar.

3. Ziarah ke makamnya

Sebagai anak yang sholeh dan berbakti ke pada orang tua, sudah sepatutnya untuk pergi berziarah ke makamnya. Tentu zirah ke makam buakan hanya sekadar datang lalu pergi begitu saja. Doakanlah beliau melalui pembacaan ayat suci Al-Quran yaitu surat Yasin. Lalu lihat kondisi makamnya, kalau terlihat kotor, bersihkanlah. Kalau bisa juga perbagus makamnya juga. Akan tetapi jangan lupa dengan tujuan awal ziarah ke makam.

4. Jalankan wasiat kedua orang tua

Apabila sebelum meninggal orang tua sudah berwasiat untuk melakukan suatu hal, maka anak yang di wasiatkan harus wajib melaksanakannya. Hal tersebut merupakan salah satu kewajiban anak terhadap kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Sebaiknya wasiat tersebut harus segera di tuntaskan agar beban orang tua bisa diringankan. Sebab, jika tidak dituntaskan akan sangat membebani yang bersangkutan.

5. Lunasi hutang-hutang orang tuanya

Utang tetap wajib harus dilunasi. Meskipun yang bersangkutan sudah meninggal, bukan berarti utangnya hilang begitu saja. Apabila orang tua meninggal dengan membawa utang, maka utang tersebut otomastis dilunaskan pada anggota keluarganya, terutama anak-anaknya. Untuk masalah utang ini sebenarnya bisa saja dibantu oleh keluarga yang lain. Hanya saja untuk kasus ini, hanyalah orang paling dekat yang paling bertanggung jawab untuk melunasinya, yakni anak-anaknya. Maka dari itu, jika kesulitan dalam membayar utang, cobalah untuk berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah SWT untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut.

6. Tetaplah menjadi anak sholeh untuk setiap orang

Peran orang tua ketika mendidik anaknya adalah inigin menjadikan anaknya menjadi sholeh. Sebab, anak yang sholeh akan tetap berbakti kepada orang tua, selalu mendoakan yang terbaik untuk orang tua, berbuat baik kepada siapapun dan tidak akan tergoda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama. Jadi, meskipun pergaulan masa kini begitu memprihatinkan, hal-hal negatif tersebut tidak akan memengaruhi anak yang sholeh. Di tambah lagi, keutamaan berbakti kepada orang tua salah satunya adalah mendapatkan pahala yang tinggi dari Allah SWT. Sudah banyak kisah berbakti kepada orang tua yang terbukti dapat pelajaran yang bermanfaat untuk anak tersebut.

7. Ajari keturunannya untuk ikut berbakti

Untuk kamu yang sudah menikah, ajarilah anak-anakmu untuk ikut berbakti kepada kakek dan neneknya yang sudah meninggal. Hal tersebut memang salah satu alasan keinginan dari orang tua yang menginginkan anak yang sholeh. Sebab Anak yang sholeh akan mengajarkan keturunannya juga untuk ikut mendoakan arwah kakek dan neneknya dan akan terus menerus secara turun-temurun. Oleh sebab itulah kenapa doa anak yang sholeh adalah salah satu amalan yang tidak akan pernah putus.

Itulah kewajiban anak terhadap orang tua yang sudah meninggal. Untuk kamu yang orang tuanya masih hidup, syukurilah. Sebab tidak semua anak mempunyai orang tua yang lengkap. Ada anak yang kehilangan bapaknya atau juga anak yang kehilangan ibunya saja. Meskipun nantinya orang tuanya menikah kembali, kasih sayangnya tidak bisa dibandingkan dengan kasih sayang orang tua yag sudah meninggal. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semua.

Santri VS Sekolah 7 Perbedaan Kelebihan Lulusan Pesantren Terhadap Orang Tua Sudah Meninggal


Menurut santriyai.com adalah hal yang rugi bilamana sebagai orang tua tidak memasukkan anak ke Pesantren atau malah menghalang-halangi anak yang berkemauan untuk belajar di Pondok Pesantren. Hal ini bisa kita lihat dari lingkup kehidupan yang ada di sekitar kita, masih banyak dari mereka sebagai orang tua yang anaknya tidak belajar di pesantren. Tentu dengan berbagai pendapat dan alasan seperti lebih mendukung untuk fokus dalam pendidikan umum saja dan lain sebagainya.

Padahal jika kita pikir matang-matang memasukkan anak ke lembaga pendidikan Pesantren itu lebih banyak manfaatnya baik didunia maupun di akhirat nanti. Alangkah baiknya perlu direnungkan secara mendalam, dengan melihat gejolak arus dunia ini yang hari kehari semakin memperhatinkan terlebih bagi kelangsungan anak yang sudah beranjak remaja ke fase dewasa. Hal ini perlu kita waspadai betul baik didalam lingkup keluarga dan pergaulan si anak.

Pergaulan merupakan sumber utama dalam menentukan perkembangan karakter anak dari waktu-kewaktu. Was-was dengan bagaimana dia bergaul dan hal apa saja yang mereka lakukan setiap hari di jaman ini perlu adanya perhatian khusus, terlebih mereka pasti disuguhi era yang serba digital mulai dari gadget, dll bisa menjadikan mereka ke hal yang fatal.

Fatal disini dengan maraknya dunia gadget yang lengkap dengan berbagai fitur media sosial dan sangat mudah bagi siapapun untuk mengaksesnnya. Disanalah dalam medsos banyak berbagai hal yang kurang baik/negatif seperti berita hoax yang ujung2nya hanya mempengaruhi pemikiran seseorang, lebih parahnya lagi didalam medsos pasti banyak akan ditemui foto ataupun video yang kurang beradab.

Nah, dari situlah akan banyak kerugian apabila anak tidak mengenal dunia pendidikan yang di kaji di pesantren. Seperti halnya dalam artikel ini yang lebih menjurus ke dalam pentingnya pendidikan seks yang di kaji di Pesantren, tenyata banyak manfaatnya apabila dipelajari anak sejak dini. Seperti yang dilansir di IDNtimes.com pentinya mengenalkan pendidikan seks sejak dini.

Masalah seksualitas di negara indonesia merupakan hal yang tabu. Hal tersebut disebabkan prihal budaya kita yang menganut adat ketimuran. Meski begitu ternyata memberikan pendidikan seks kepada anak sangat penting dan memberikan banyak manfaat. Nah ini dia 6 manfaat akan pentingnya pendidikan seks, simak yuk apa aja.

1. Lebih terbukanya pikiran anak terhadap topik yang berkaitan dengan masalah seksual

Mereka tidak akan malu membicarakan masalah seksual, terlebih jika mereka ingin menanyakan hal yang sangat privat terhadap orang tuanya. Hal ini dapat meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak.

2. Mengerti dan memahami peran dari jenis gender

Memberikan pendidikan seks terhadap anak tentunya akan membuat anak tersebut mengerti akan peran yang ia lakukan. Seperti anak perempuan ia akan tumbuh menjadi anak perempuan yang sesungguhnya.

3. Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat

Supaya anak tidak mencari tahu sendiri masalah seksualitas melalui teman, komik, video atau media lainya yang berbau seks, maka diberikanlah pendidikan seks.

4. Menyadari masalah yang akan timbul akibat dari seks bebas

Pemberian pendidikan seks ini akan menghindarkanya dari bahaya seks bebas pada kalangan remaja. Seperti bahaya akan tertular penyakit kelamin dan HIV / AIDS.

5. Memiliki kesadaran akan fungsi seksualnya

Dengan memberikan pengetahuan ini akan membuat mereka mengerti tentang perubahan yang terjadi pada bagian tubuh terutama organ yang sensitif. Dengan begitu mereka tidak akan kaget, bingung dan takut untuk menghadapinya.

6. Menciptakan rasa percaya diri

Percaya diri akan timbul jika seorang anak nyaman dengan bentuk dan bagian-bagian tubuhnya. Sehingga ia akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Sudah tahu manfaatnya, yuk mulai sekarang terapkan pendidikan seks pada anak.

Percaya diri akan timbul jika seorang anak nyaman dengan bentuk dan bagian-bagian tubuhnya. Sehingga ia akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Sudah tahu manfaatnya, yuk mulai sekarang terapkan pendidikan seks pada anak.

Pendidikan Seks Penting Rugilah Jika Anak Tak Masuk Pesantren Inilah 6 Manfaatnya


Mengenal sosok KH.Hasyim Asy'ari salah satu ulama terkemuka di Indonesia ini tak lengkap rasanya bila tidak tahu karya atau kitab-kitab karangan beliau. Sebelum mengetahui apa saja kitab-kitab beliau yang dikarang semasa hidupnya mari kita sedikit mengenal lebih dekat KH.Hasyim Asy'ari. Beliau memiliki nama lengkap Muhamad Hasyim Asy'ari ibn Abd al-Wahid ibn Abd al-Halim (Pangeran Benawa) ibn Abdur ar-Rohman (Jaka Tingkir, Sultan Hadiwijaya) ibn Abdullah ibn Abdul Aziz ibn Abd al-Fatih ibn Maulana Ishaq dari Raden Ainul Yaqin alias Sunan Giri. Dengan demikian, KH.Hasyim Asy'ari masih keturunan Sunan Giri.

KH.Hasyim Asy'ari lahir pada Selasa Kliwon, 24 Dzulqa'dah 1287 H; bertepatan dengan 14 Februari 1871 M. Ia lahir di Gedang, sebuah desa di daerah jombang, Jawa Timur. KH.Hasyim Asy'ari sebenarnya bukanlah nama aslinya, melainkan nama panggilan. Kata "asy'ari" di belakang namanya merupakan nama ayahnya. Adapun nama asli yang diberikan orang tuanya kepadanya adalah Muhamad Hasyim. Sementara, KH.Hasyim Asy'ari adalah panggilan untuknya setelah menjadi ulama besar.

KH.Hasyim Asy'ari merupakan putra ketiga dari 11 bersaudara, ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, KH.Hasyim Asy'ari merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang).

Berikut karya-karya atau kitab karangan KH.Hasyim Asy'ari:

1. At-Tibyan fi al-Nahy ‘an Muqatha’at al-Arham wa al-Aqarib wa al-Ikhwan. Kitab ini selesai ditulis pada Senin, 20 Syawal 1260 H dan diterbitkan oleh Muktabah al-Turats al-Islami, Pesantren Tebuireng. Berisikan pentingnya membangun persaudaraan di tengah perbedaan serta bahaya memutus tali persaudaraan. Atau tentang tata cara menjalin silahtuhrahmi,bahaya dan pentingnya interaksi sosial. Kitab ini berjumlah 17 halaman.

2. Muqaddimah al-Qanun al-Asasi li Jam’iyyat Nahdlatul Ulama. Dari kitab ini para pembaca akan mendapat gambaran bagaimana pemikiran dasar beliau tentang NU. Di dalamnya terdapat ayat dan hadits serta pesan penting yang menjadi landasan awal pendirian jam’iyah NU. Boleh dikata, kitab ini menjadi “bacaan wajib” bagi para pegiat NU. Kitab ini memiliki ketebalan 10 halaman.Berisikan juga ayat-ayat al-Qur'an yang berkaitan dengan Nahdlatul Ulama dan dasar-dasar pembentukannya disertai beberapa hadist serta fatwa-fatwa K.H Hasyim Asy'ari tentang berbagai persoalan.Pernah diterbitkan oleh Menara Kudus pada tahun 1971 M dengan judul, Ihya' Amal al-Fuadhala' fial-Qannun al-Asasy li Jam'iyah Nahdlatul Ulama'.

3. Risalah fi Ta’kid al-Akhdzi bi Mazhab al-A’immah al-Arba’ah. Mengikuti manhaj para imam empat yakni Imam Syafii, Imam Malik, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hanbal tentunya memiliki makna khusus. Kitab ini merupakan sebagai pegangan untuk memperkuat pegangan atas 4 mazhab. Adapun isinya adalah tentang perlunya berpegang kepada salah satu diantara empat mazhab. Serta didalamnya juga terdapat uraian tentang metodologi pengendalian hukum (istinbat al-ahkam), metode ijtihad, serta respons atas pendapat Ibn Hazm tentang taklid.

4. Mawaidz. Adalah kitab yang bisa menjadi solusi cerdas bagi para pegiat di masyarakat. Saat Kongres NU XI tahun 1935 di Bandung, kitab ini pernah diterbitkan secara massal. Demikian juga Prof Buya Hamka harus menterjemah kitab ini untuk diterbitkan di majalah Panji Masyarakat edisi 15 Agustus 1959. Kitab ini juga berisi fatwa dan peringatan tentang merajalelanya kekufuran, mengajak merujuk kembali kepada al-Qur'an dan hadist serta lainnya.

5. Arba’ina Haditsan Tata’allaqu bi Mabadi’ Jam’iyyat Nahdlatul Ulama. Hidup ini tak akan lepas dari rintangan dan tantangan. Hanya pribadi yang tangguh serta memiliki sosok yang kukuh dalam memegang prinsiplah yang akan lulus sebagai pememang. Kitab ini berisikan 40 hadits pilihan yang seharusnya menjadi pedoman bagi warga NU.

6. An-Nur al-Mubin fi Mahabbati Sayyid al-Mursalin. Biografi dan akhlak baginda Nabi Muhammad SAW ada di kitab ini. Kiai Hasyim juga menyarankan agar umat Islam senantiasa mencintai baginda nabi dengan mengirimkan shalawat dan tentu saja mengikuti ajarannya. Cahaya yang jelas menerangkan cinta kepada pemimpin para rasul.Berisi dasar kewajiban seorang muslim untuk beriman, menaati, meneladani, dan mencintai Nabi Muhammad Saw. Disamping itu juga menerangkan biografi singkat Nabi Muhammad Saw.

7. Al-Tanbihat al-Wajibat liman Yushna’ al-Maulid bi al-Munkarat. Merupakan kitab yang menyajikan beberapa hal yang harus diperhatikan saat memperingati maulidur rasul.

8. Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim fi ma Yanhaju Ilaih al-Muta’allim fi Maqamati Ta’limihi. Kitab ini merupakan resume dari kitab Adab al-Mu’allim karya Syaikh Muhamad bin Sahnun, Ta’lim al-Muta’allim fi Thariqat al-Ta’allum karya Syaikh Burhanuddin al-Zarnuji dan Tadzkirat al-Syaml wa al-Mutakallim fi Adab al-Alim wa al-Muta’allim karya Syaikh Ibnu Jamaah.

9. Risalah Ahl al-Sunnah wa al-Jamaah fi Hadits al-Mauta wa Syuruth al-Sa’ah wa Bayani Mafhum al-Sunnah wa al-Bid’ah. Kitab ini seakan menemukan relevansinya khususnya pada perkembangan mutaakhir lantaran mampu memberikan penegasan antara sunnah dan bid’ah. Kondisi akhir jaman dengan problematikan yang mengi-ringinya juga disampaikan oleh hadratus syaikh.

10.Ziyadat Ta'liqat a'ala Mandzumah asy-Syekh 'Abdullah bin Yasin al-Fasuruani.
Kitab ini berisi polemik antara K.H Hasyim Asy'ari dan Syekh Abdullah bin Yasir Pasuruan.Risalah ini memiliki 144 halaman.

11.Dhau'ul Misbah fi Bayan Ahkam al-Nikah.
Kitab ini berisi tentang cahayanya lampu yang benderang menerangkan hukum-hukum nikah.Seperti halnya tata cara nikah secra syar'i, hukum, syarat, rukun dan hak-hak perkawinan. Kitab ini biasanya dicetak bersama kitab Miftah al-Falah karya Kiai Ishamuddin Hadziq.Sehingga apabila digabungkan tebalnya menjadi 75 halaman.

12.Ad-Durrah al-Muntasyirah fi Masail Tis'a 'Asyarah.(Mutiara yang memancar dalam menerangkan 19 masalah). Berisi tentang wali dan tarekat dalam bentuk tanya jawab sebanyak 19 masalah. Pada tahun 1970-an diterjemahkan oleh Dr. K.H M.Yusuf Hasyim, Yang kemudian diterbitkan oleh percetakan Menara Kudus.

13.Ar-Risalah fi al-'Aqaid.
Kitab ini berbahasa Jawa, berisi kajian tauhid, pernah dicetak oleh Maktabah an-Nabhaniyah al-Kubra Surabaya yang bekerja sama dengan percetakan Mustafa al-Babi al-Halabi Mesir pada tahun 1356 H./1937M.

14.Al-Risalah fi at-Tasawwuf.Kitab ini menerangkan tentang tasawuf, makrifat, syariat ,thariqah, dan haqiqah. Ditulis dengan bahasa Jawa dan dicetak bersama kitab Ar-Risalah fi al-Aqaid

Inilah sosok seorang pendiri NU yang masih exis sampai saat ini.Karya-karya beliau menunjukan bahwa beliau K.H Hasyim Asy'ari kiai produktif yang memiliki sebuah karya tulisan dan memiliki kedalaman ilmu.Semoga kita kalangan NU khususnya mendapatkan berkah darinya.Amin


Dikutip dari Referensi Buku Biografi Ulama Nusantara Oleh Ustadz Rizem Aizid

Mengenal 14 Kitab Karangan KH Hasyim Asy'ari Sosok Pendiri NU

sumber foto:redaksiindonesia.com

Suatu hari ada seorang muhibbin bertanya kepada Hbib Gasim bin Ahmad Baharun. "Usatadz. Anda ini sungguh mengagumkan sekali, mempunyai anak dan semuanya menjadi ulama yang bermanfaat. Bukan baik untuk diri sendiri, tapi juga bisa memperbaiki umat. Kalau boleh tahu, apa tips dan rahasianya agar memiliki putra yang menjadi ulama?"

Habib Gasim balik bertanya, Kamu berapa kali mendoakan anakmu?"

"Tiap kali saya doakan diri saya, saya juga mendoakan anak saya."

"Berapa kali kamu mendoakan dirimu sendiri?"

"Setiap selesai melaksanakan shalat, saya berdoa untuk saya dan juga anak saya."

"Hmm.. Kamu tahu, semenjak anak saya bayi sampai dia sekolah, setiap saya melihatnya saya selalu berdoa untuknya. Ketika melihat dia sedang main-main, saya berdoa, Ya Allah baguskan nasibnya.' Ketika melihat dia sedang menonton film kartun, 'Ya Allah bahagiakan hidupnya dunia akhirat.' Saya melihat anak saya sedang makan, 'Ya Allah karuniakan rizki yang melimpah baginya, yang berkah dan membawa kebaikan. 'Saya melihat anak saya sedang tidur. 'Ya Allah pandanglah ia dengan pandangan kasih sayang-Mu. Tiap kali saya melihat anak saya, saya doakan dia. Doa apa saja yang terlintas dalam pikiran, karena saya yakin entah sekarang atau lusa, pasti ada di antara doa-doa tersebut yang diijabah oleh Allah.

Itulah bagaimana cara memiliki anak agar menjadi ulama/Kiai, dengan setiap saat mendoakan anak ketika melihatnya mulai sejak lahir hingga beranjak dewasa tanpa henti. Wejangan diatas diambil dari Buku Oase Jiwa 2, buku yang mengambil rangkuman-rangkuman pengajian mbah KH. Maimun Zubair. Bagi siapa saja yang ingin memiliki buku Oase Jiwa 2 bisa
klik whatshap disini.

Tips Dan Rahasia Agar Memiliki Anak Yang Menjadi Ulama/Kiai Oleh Habib Gasim Bin Baharun


Sebagai orang tua saat ini mungkin lagi di bingungkan dalam memilah-milah Pesantren yang terbaik untuk anak kita. Memilih pesantren unggulan terbaik adalah suatu tahapan pertama kali yang harus di perhatikan sebelum memasukkan anak ke Pesantren. Apalagi kalau anak yang kita ingin Pondokkan itu adalah anak perempuan yang masih lulusan SD. Karena usia-usia anak yang masih lulusan SD ini memang banyak orang mengatakan masih tergolong usia pertumbuhan yang masih ingin di manja-manja orang tua. Maka dari situlah mengapa orang tua harus mempunyai alasan cara dalam memilih pesantren unggulan terbaik yang banyak tersebar di Indonesia ini.

Selain itu, mengenai apa saja dan kenapa harus memilih Pesantren yang baik adalah suatu yang memang harus di perhatikan sejak awal. Karena hal ini yang akan membuat anak akan merasa nyaman tinggal di Pesantren untuk jangka waktu yang lama demi meraih Ilmu-Ilmu yang bermanfaat nantinya.

Berikut ini adalah info seputar mengenai memilih pesantren unggulan terbaik tentunya sangat di rekomendasikan khususnya di Indonesia ini.

1.Menentukan terlebih dahulu pilihan Pesantren Modern Atau Pesantren Salaf

Seperti yang kita tahu bahwa di Indonesia ini dunia pendidikan dalam Pondok Pesantren terbagi menjadi 2 kategori yaitu:
  • Pondok Pesantren Modern

Perlu kita ketahui mana yang tepat dan cocok untuk pendidikan anak kita, jika sudah menentukan pilihan ingin memondokkan anak ke model Pesantren modern, pesantren bertipe seperti ini biasanya anak bisa sambil sekolah. Karena Pondok Pesantren Modern biasanya mempunyai yayasan sekolah formal tersendiri. Jadi anak tidak sepenuhnya hanya mengkaji Ilmu Agama Saja tetapi juga mempelajari materi-materi sekolah umum juga. Sehingga ketika anak nantinya tinggal di pesantren ini anak gak perlu repot-repot lagi keluar pesantren untuk sekolah formal lagi.
  • Pondok Pesantren Salaf

Model pendidikan pesantren salaf merupakan model pendidikan pertama kali yang di terapkan dari ribuan Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia ini. Biasanya Pesantren salaf hanya mengedepankan untuk mengkaji Ilmu-Ilmu kurikulum yang ada di Pesantren saja. Dan biasanya juga sistem peraturannya pun tak seketat yang ada di Pondok Pesantren Modern. Namun Pondok Salaf juga banyak yang memperbolehkan untuk sekolah di luar Pesantren.

Jadi dari kedua kategori Pesantren yang ada di Tanah Air ini bisa kita ketahui, tempat Pondok Pesantren mana yang cocok dan pantas untuk anak Perempuan kita. Tentu sebagai orang tua sudah mengetahui jenis karakter seorang anak, sehingga sudah semestinya pilihan rekomendasi pesantren yang baik bagi anak perempuan khususnya pasti sudah ada dalam gambaran tersendiri bagi para orang tua didik, dari dua kategori Pesantren di Atas.

2.Melihat-lihat dari keadaan luar lingkungan Pondok Pesantren terlebih dahulu

Sebaiknya ketika melihat-lihat keadaan luar Pesantren ini dilakukan bersama dengan sang anak. Ketika ada rasa tertarik dan merasa akan nyaman dengan lingkungan Luarnya ini bisa menjadi hal yang cukup baik. Pasalnya ketika sudah merasakan hal yang positif dari luarnya biasanya ini akan membuat anak akan lebih kerasan.

Aura yang dirasakan menjadi sugesti yang nantinya akan membuat anak lebih bisa menikmati dan mencintai tempat tinggalnya nanti. Hal lainnya anak akan menjadi lebih bertambah suka lagi nantinya, ketika sudah berada di Pesantren dengan di ceritakannya kisah-kisah dari Pesantren yang ia tinggali. Jadi tidak menutup kemungkinan ini akan memberikan efek yang sangat positif dengan bertambahnya keyakinan dari faktor psikologis maupun kenyataan yang ada yang bisa dianggap takdir. Seperti halnya didalam hati seorang anak tersebut setelah mendengarkan cerita dari kisah pesantren akan berkata "Oo ternyata inilah cahaya yang menjadikan saya langsung tertarik dengan pesantren ini". Mungkin hal ini akan terjadi dan akan bertambah semangat. Maka dari itu bawalah anak ketika sedang memilih-milih pesantren.

3.Menanyakan bagaiamana metode kegiatan belajar mengajar terlebih dahulu kepada pengurus Pesantren atau Pengasuh Pondok tersebut, sebagai bentuk penilaian kita pas atau tidaknya bagi anak kita. Bukan untuk maksud apa-apa atau menilai buruk, tetapi semata-mata demi anak yang kita cintai. Metode pembelajarannya akan membuat anak betah atau tidak lebih baik di utamakan terlebih dahulu. Namun jika anak telah memilih pilihannya sendiri itu justru jauh lebih baik lagi.

4.Mensurvei bagaimana keadaan kebersihan tempat kamar mandi

Nah, faktor yang banyak di keluhkan di kalangan anak Pesantren biasanya adalah perkara air. Jika tempat dan keadaan kamar mandi baik kebersihan serta kenyamanannya ini akan lebih di unggulkan bagi anak kita yang belum pernah sama sekali mengetahui dunia Pesantren.

5.Fasilitas yang cukup untuk keseharian belajar

Sebetulnya fasilitas bukanlah faktor utama Pesantren baik, tidak perlu mewah, lengkap. Justru itu menurut santriyai.com akan memanjakan anak-anak mengurangi tingkat pikiran kreativitas bagi anak. Namun fasilitas yang terpenting adanya sosok Ustad/zah maupun pengurus pesantren yang mengajar.

Baca Juga:5 Cara Orang Tua Agar Anak Berhasil Sukses Mondok Di Pesantren

5 Tips Memilih Pesantren Unggulan Terbaik Yang Cocok Untuk Anak Perempuan

4 Alasan Kenapa Orang Tua Memaksa Dan Menginginkan Anak Mondok, Baca Sebelum Menolaknya !!!
Foto IG Ala Santri
Mungkin saat ini kamu sedang bersedih, galau karena dipaksa orang tua untuk mondok atau masuk Pesantren. Padahal kamu sendiri sama sekali gak mau di Pondokkan. Dan disaat itulah kamu berfikiran dan bertanya dalam hatimu kenapa orang tuaku sangat menginginkan anak untuk pergi ke Pesantren ???

Nah, sebelum kamu berfikir terlalu jauh dan berkata-kata untuk menolak orang tua yang akan memondokkanmu atau memasukan ke Pesantren, dan berfikir aneh-aneh tentang orang tuamu, sebaiknya kamu perhatikan alasan kenapa orang tua ingin anaknya mondok. Memang betul adanya jika ada seseorang sekalipun orang tua saat mempunyai keinginan kepada orang lain atau kepada anaknya kadang muncul sebuah kehendak yang sangat memaksa. Padahal kamu sedikitpun tak suka yang namanya di paksa ini itu.

Namun apapun juga kehendak dan pilihan orang tua tentu semuanya adalah hal yang harus kamu taati, serta yakinlah itu memang yang terbaik bagimu. Walapun kamu mempunyai harapan serta tujuan lain dalam mimpi masa depanmu tak semestinya juga itu akan hilang begitu saja. Tinggal bagaimana kita bisa menyikapinya antara tanggung jawab sebagai seorang anak dan tanggung jawab apa yang menjadi cita-citamu sendiri.

Admin pernah ada wejangan dari seorang Ustad ketika di Madrasah Pesantren, Beliau mempertanyakan dan menjelaskan bagaimana hubungan antara orang tua dan anak agar tidak menjadi anak yang durhaka ketika ada permasalahan beda pendapat ataupun beda tujuan keinginan ?? Seperti contoh anak ingin melanjutkan sekolah umum saja tetapi orang tua ingin anakknya mondok saja.

Dalam urusan ini tentu menjadi hal yang menjadikan gejolak bimbang yang amat dalam untuk seorang anak. Tetapi menurut Ustad yang saya terima menjelaskan bahwa kedua tujuan itu harus di satukan serta seharusnya sudah menjadi tanggung jawab seorang anak untuk menyelesaikan permasalahan itu. Maka salah satunya cara yang tepat dalam hal ini si anak mau gak mau tetap harus mondok, dan untuk kemauannya sendiri atau tujuan cita-citanya juga harus dijalani secara bersama-sama dengan pilihan yaitu harus mondok dan sekolah, agar juga tidak di kategorikan anak yang durhaka kepada orang tua.

Berikut alasan-alasan orang tua yang sangat ingin anaknya masuk pesantren, ketahuilah dan renungkan harapan tujuan orang tua saat ingin sekali anaknya pergi ke Pesantren.

1.Berharap ingin kamu menjadi anak sholeh

Mempunyai anak yang shaleh adalah doa dan harapan bagi setiap orang tua kepada anaknya. Dengan harapan seperti itulah kedua orang tua kadang banyak memilih pesantren untuk pendidikan Agama yang tepat. Karena di Pesantren memang pendidikan Agama yang komplit dan terpercaya dalam urusan mencetak generasi anak-anak yang shaleh serta mempunyai wawasan yang luas tentang pengetahuan Ilmu Agama. Dengan bekal agama yang kuat yang akan di perolehnya ketika di Pondok, sebab itulah yang menjadi sebuah pelepasan tanggung jawab orang tua untuk memberikan pendidikan Agama serta sebuah amal yang tak akan putus disaat nantinya nyawa orang tua di panggil sang pencipta.

2.Agar kamu hidup mandiri

Salah satu lainnya juga yang bisa di percayai untuk urusan didik mendidik seorang anak agar hidup mandiri adalah Pondok Pesantren. Seperti yang banyak di ketahui orang-orang bahwa hidup di Pesantren itu tak ada kata-kata manja bagi anak-anak didik. Sudah sangat jelas dan tidak menutup kemungkinan bahwa kehidupan didalam Pondok Pesantren itu akan memberikan anak menjalani hidup untuk melakukan apa-apa yang selalu serba sendiri. Mulai dari mencuci baju, makan, serta lain-lainnya. Semua tentu sangatlah berbeda, kalau dirumah makanan pasti sudah tersaji tinggal siap santap, tetapi kalau di Pesantren kadang harus memasak sendiri, ataupun mencari tempat makan sendiri.

3.Karena orang tuamu dulu lulusan Pesantren, hal ini juga yang menjadikan alasan-alasan orang tua yang berlatar belakang jebolan Pesantren ingin menjadikan anaknya juga merasakan kehidupan yang ada di Pesantren. Tidak dapat di pungkiri juga, siapapun orang yang pernah merasakan kebahagiaan dalam suatu tempat dan hal yang dianggapnya itu penting didapatkan disana, pasti akan memberikan pengaruh/mempengaruhi kepada siapaun untuk merasakan yang seperti dialaminya juga. Tak lain seperti permasalahan nomer tiga ini.

4.Biar menjadi pribadi yang tak rentan pergaulan bebas, Jaman yang setiap saat selalu maju berkembang juga banyak mempengaruhi siapapun rentan terkena pergaulan bebas. Maka sebagai langkah orang tua untuk mencegah hal ini ialah dengan memondokkan anak ke Pesantren.

Nah, itulah 4 diantara yang mungkin terjadi mengapa orang tua ingin tidak di tolak anaknya untuk gak mondok.

4 Alasan Kenapa Orang Tua Memaksa Dan Menginginkan Anak Mondok, Baca Sebelum Menolaknya !!!


Orang tua memondokkan anak di Pesantren pasti tak lepas dengan sebuah tujuan dan harapan yang sangat mulia, demi cita-cita masa depan anaknya kelak. Terlebih mengingat masa-masa di dunia ini semakin tua, banyak pengaruh global negatif yang secara cepat bisa menyerang siapa saja. Maka dari itu sebagai orang tua memilih Pondok Pesantren sebagai prioritas utama dalam pendidikan anak. Tujuan Mondok di pesantren juga adalah sebagai investasi akhirat orang tua. 

Maka dari itu orang tua pastinya terus berusaha memiliki cara agar anak mau masuk pesantren, mulai dari kata-kata untuk mengajak, kata-kata pesan ketika nanti anaknya di Pondok, intinya adalah berusaha supaya anak mau mondok.


Berikut tujuan orang tua memondokkan anak dan harapan-harapannya sebagai orang tua ketika anak Nyantri.

Harapan
1. Harapan terpenting pertama kali orang tua adalah betah/kerasan mondok

Pondok Pesantren adalah sebuah lembga pendidikan yang bersifat 24 jam  penuh keaktifan dalam kegiatan belajar mengajar tanpa dampingan sosok orang tua, sangat lumrah jika wali santri berharap anak bisa kerasan dan betah berada di lingkungan pondok. umumnya dalam satu angkatan, ada saja santri yang tidak kerasan atau pindah ke sekolah umum karena berbagai alasan.

2. Berharap anak rajin belajar dan sehat selalu

seperti umumnya orang tua yang anaknya sekolah, ini merupakan harapan standar orang tua. Supaya anak rajin belajar dan kondisi selalu sehat ketika berada di pondok pesantren. utamanya dalam bidang kesehatan karena lokasi anak berada di pesantren yang tidak langsung berada dalam pantauan orang tua.

3. Anak menjadi soleh solihah ketika berada di pesantren

Salah satu motivasi orang tua atau anak menjatuhkan pilihan pendidikan asrama atau boarding school yaitu pendidikan agama. arah pendidikan agama tentunya menjadi orang yang soleh berakhlak mulia.

pada kasus tertentu, ada wali yang memondokkan sang anak karena sudah angkat tangan karena kenakalannya. Dengan berada di pesantren maka diharapkan sang anak berubah sifat buruk menjadi anak yang baik. (bagi saya kalau pesantrennya bukan khusus untuk rehabilitasi atau konsentrasi anak badung, maka seperti memasukkan tembaga dan pada saat keluar berubah menjadi emas).

4. Harapan anak bisa adaptasi dengan teman dan lingkungan pontren

Ada beberapa orang tua yang khawatir anaknya di bully di pondok pesantren. Bisa jadi karena anak tersebut pendiam, zaman sekolah SD sering jadi bahan bulian atau sang anak selalu mengalah maupun anak memiliki hal untuk di bully (tidak cakep, kulit gelap, bongsor dll).

adaptasi santri di lingkungan pesantren dan teman

kondisi ini menjadikan orang tua mengharapkan si anak bisa segera memiliki teman baik yang baik serta segera beradaptasi dengan irama pendidikan dan kegiatan pada pesantren.

5. Harapan sang anak cocok dengan menu makan pondok pesantren

Seringnya pondok pesantren memiliki fasilitas dapur umum untuk santri. dimana dapur ini sekaligus sebagai lokasi ruang untuk makan, baik sarapan, makan siang ataupun malam.

Dengan jumlah santri yang mencapai ratusan bahkan ribuan, maka masakan yang dibuat tentunya akan memiliki rasa yang berbeda jika dibandingkan dengan buatan ibu dirumah.

bisa jadi awalnya sang anak akan sedikit tidak cocok makan, lambat laun seringnya anak akan bisa beradaptasi dengan menu makan yang ada.

Lain lagi dengan kasus santri yang mengidap alergi makanan tertentu semisal daging ayam, ikan ataupun kacang kacangan. tentunya akan semakin ketar ketir orang tua dalam mengharap sang anak bisa cocok dengan menu makan yang ada.

6. Anak anak terawasi secara baik oleh pihak pondok pesantren

Tidak dipungkiri bahwasanya orang yang berumur antara 35-55 tahun merupakan saat efektif bekerja. Apesnya (atau untungnya?) pada umur kisaran tersebut merupakan hal umum saat anak beranjak remaja dan dewasa. Disaat anak beranjak remaja dan dewasa sering diperlukan pendampingan dan bimbingan dari orang lain. Akan tetapi karena aktivitas ekonomi dan pekerjaan yang menguras waktu menjadikan kerepotan sendiri bagi orang tua untuk mendampingi dan mengawasi perilaku sang anak.

Nah disini keuntungan orang tua jika anak disekolahkan pada pondok pesantren. Mereka bisa lebih tenang terhadap anak karena buah hati berada di pesantren dengan pengawasan yang relatif lebih baik daripada jika berada dirumah.

Tujuan setelah anak lulus dari pondok pesantren

Setelah disampaikan beberapa hal yang sering diharapkan oleh orang tua untuk anaknya yang sedang berada di pesantren, berikut beberapa hal yang umumnya menjadi harapan orang tua bagi anak setelah lulus dari pondok pesantren

1. Menjadi anak yang taat dan patuh kepada orang tua

Walaupun anak kaya raya dan memiliki kedudukan yang tinggi dan pangkat yang mentereng, akan tiada menyenangkan jika tidak patuh dan taat kepada orang tua. Sehingga ini merupakan harapan umum orang tua termasuk bagi wali santri pondok pesantren selepas sang anak lulus dari pendidikan di ponpes.

2. Bisa meneruskan perjuangan dalam bidang keagamaan minimal di kampungnya

Ada beberapa orang tua yang memasukkan sang anak ke dalam pondok karena berharap nantinya akan melanjutkan estafet perjuangan dalam bidang dakwah agama. Semisal mengurusi yayasan, masjid atau tokoh masyarakat dimana dia berdomisili. Hak ini dilakukan karena pada beberapa kasus, adakalanya suatu daerah memiliki kecenderungan kekurangan figur agamis untuk menjadi inspirasi dan penggerak kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat.

3. Menjadi suri tauladan dan berakahlak mulia

Salah satu hal menarik saat ini adalah usaha keras dari berbagai pihak untuk menyelamatkan akhlak anak bangsa. Salah satu tujuannya yaitu agar individu bisa menjadi suri tauladan yang baik atau uswatun hasanah.

Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga yang mengedepankan pendidikan ahlak bagi para anak didik. Sehingga wajar jika orang tua berharap sang anak menjadi suri tauladan di kemudian hari selepas lulus dari pondok pesantren.

4. Meneruskan ke perguruan tinggi favorit

Melanjutkan studi pendidikan ke universitas atau perguruan tinggi s1 merupakan hal yang lumrah bagi alumni pondok pesantren. Hal ini karena umumnya santri memiliki ijazah formal semisal SMA atau Madrasah Aliyah, maupun ijazah non formal yang diakui oleh negara seperti Ijazah Paket C maupun Muadalah. Dengan berbekal ijazah SLTA atau sederajat otomatis bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang s1 sesuai dengan keinginan dan hasil seleksi dari kampus dimaksud.

Akan menjadi kesenangan tersendiri bagi orang tua dan anak jika bisa masuk ke universitas terkenal, favorit dan irit biaya. Karena dengan banyaknya pelajaran di pesantren akan tetapi tetap bisa menembus persaingan Perguruan Tinggi Negeri ataupun Swasta Favorit.

5. Mempunyai pekerjaaan yang mapan dan terhormat

Di era yang cenderung materialistis, pada saat ini kehormatan seseorang cenderung diukur dengan banyaknya harta dan tingginya pangkat serta pengaruh seseorang. Guna di dengarkan suara oleh masyarakat maka tentunya seorang santri seyogyanya memiliki posisi yang bagus secara pekerjaan maupun pangkat. Dengan begitu mengikuti era dan kebutuhan zaman, tentunya orang tua berharap sang anak bisa mendapatkan pekerjaan yang mapan dan terpandang di kalangan masyarakat.

6. Makmur secara ekonomi

Kemakmuran ekonomi akan mempermudah seseorang untuk beraktivitas saat ini. Termasuk didalamnya adalah melaksanakan rukun Islam yang ke-5. Dengan biaya pendaftaran Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta) maka seseorang yang tidak makmur secara ekonomi akan sulit untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini (walaupun pada kasus tertentu ada juga kejadian dimana orang yang pas pasan bisa berhaji dengan berbagai cara dan kisah yang menarik).

Inilah 12 Tujuan Orang Tua Memondokkan Anak Juga Harapannya Ketika Sudah Di Pesantren


Bagi orang tua yang sama sekali belum hidup dan merasakan linkungan pondok pesantren, kemungkinan besar para orang tua tidak akan pernah ada pikiran untuk memasukkan anak anda ke pondok pesantren. Sekali lagi, pikirkanlah kembali dengan matang.

Inilah saatnya kesempatan bagi orang tua memasukkan anak melalui kehidupan di pesantren, karena pesantren adalah pendidikan terbaik untuk keuntungan yang didapatkan oleh anak anda kelak saat dewasa maupun sampai hari tuanya. Ingatlah bahwa kewajiban orang tua adalah menyiapkan generasi yang kuat.

Bukan hanya kuat fisiknya, namun juga kuat aqidah dan dasar ilmunya serta tentu saja harus kuat kapabilitas finansialnya. Karena Allah Azza Wa Jalla lebih menyukai muslim kuat daripada yang lemah.

Jadi, kalau anda belum yakin bahwa pesantren dapat membimbing anak anda menjadi pribadi yang kuat kelak, barangkali 10 keuntungan dan manfaat maupun kelebihan bagi orang tua di bawah ini bisa lebih meyakinkan anda untuk memasukkan anak anda ke lingkungan pondok pesantren.

1. Anak Santri Atau Anak Pondok Mampu Hidup Mandiri.

Untuk memasukkan anak ke pondok pesantren Tentu saja anda juga harus memperhatikan cara yang sesuai dan tepat seperti halnya menimbang pada umur berapa anak akan cukup mampu mondok atau menjalani kehidupan di pondok pesantren. Rekomendasi dan anjuran menurut santriyai.com yang tepat adalah pada usia 12 atau 13 tahun setara SMP atau 15 tahun setara SMA.
Pada usia ini yakinlah anak anda akan bisa survive dan mandiri hidup jauh di lingkungan pesantren.

2. Anak Yang Hidup Dipsantren Tentu Lebih Dewasa Dan Lebih Mempunyai Pertimbangan Yang Kuat Soal Beberapa Masalah Tiba

Anak-anak usia 13 sampai 15 tahun dapat berpikir dewasa melalui atmosfer pesantren yang serba mandiri, dengan berbagai iklim khas pesantren, anak anda akan bisa menjadi dewasa bahkan ketika anak seumuran belum dewasa. Ini cukup menguntungkan bagi para orang tua bila mempunyai anak di Pondok Pesantren. Sikap dewasa seorang anak lebih cepat bila hidup mandiri di Pondok Pesantren. Ini juga cara yang paling tepat untuk menumbuhkan anak usia 13 sampai 15 lebih dewasa dengan memasukan anak di pondok. Keuntungan yang sangat spesial jika anak mau mondok di usia 13 sampai 15.

3. Hidup Bergaul Dengan Budaya-Budaya Yang Luas Dengan Berbagai Teman Yang Berasal Dari Berbagai Macam Daerah

Dari sekian banyaknya pondok pesantren besar yang sudah terkenal berskala nasional seperi pondok Gontor bahkan pondo-pondok yang berbahasa internasional, anak kita akan mengalami pergaulan bertaraf tinggi. dengan berbagai bahasa lokal dan sifat anak-anak yang berbeda-beda. Kelebihan dan keuntungan orang tua bisa mempunyai anak yang mau mondok di pesantren.

4. Anak Pesantren Memiliki Kelebihan Fisik dan Mental yang Kuat

Tentu saja di pesantren diajarkan berbagai olahraga, mulai dari yang lazim seperti sepakbola dan beladiri, hingga berkuda dan memanah. Berbagai peraturan yang tegas juga akan membentuk mental anak kita menjadi disiplin.

5. Menguasai Lebih dari Satu Bahasa

Banyak pesantren yang mengajarkan lebih dari satu bahasa. Beberapa diantaranya bahkan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris sebagai bahasa pergaulan, sehingga minimal anak anda dapat menguasai tiga bahasa setelah lulus dari pesantren. Anak Pondok Gontor misalnya bisa menguasai lebih dari beberapa bahasa internasional karena disana memang pendidikannya berskala modern dan internasional.

6. Mempunyai Pendidikan Agama Atau Pengajaran Yang Kuat

Nah, kalau hal yang satu ini sudah jadi hal yang pasti. Mulai dari pengajaran bahasa arab, pegajaran tafsir ayat, pengajaran kitab-kitab ulama, hingga sejarah perabadan islam.

Tentu saja anak anda akan mendalami hidup dengan dasar agama yang kuat. Mulai dari aqidah yang tidak goyah, hingga fiqih dan muamalah yang penuh pengertian terhadap perkembangan zaman.

7. Penuh Penghargaan Tehadap Lawan Jenis

Rasanya anak anda tidak akan menjadi pribadi yang kurang ajar pada lawan jenis. Kehidupan santri putra dan putri yang terpisah selalu dapat menimbulkan rasa penasaran terhadap lawan jenis, namun juga tumbuh rasa penghargaan yang tinggi.

8. Keuntungan Dan Manfaatnya Jika Anak Dipondok Adalah Anak Bisa Memiliki Jaringan yang Luas

Banyak pesantren yang memiliki jaringan pendidikan hingga ke luar negeri. Artinya, tentu saja anak anda sangat berpotensi untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke berbagai universitas di luar negeri.

9. Keuntungan Dan Manfaatnya Bagi Orang Tua Jika Anak Mondok Adalah Anak Mempunyai Peluang Berpotensi Menjadi Orang Hebat

Anda tentu tahu betul bahwa banyak tokoh nasional negeri ini berasal dari pesantren. Mulai dari tokoh politik, penulis, pebisnis, hingga ulama tentunya. Dan masih banyak lagi orang hebat lulusan pesantren yang tidak pernah diungkap di media.

10. Kentungannya Atau Manfaatnya Bila Anak Bisa Menjadi Penghafal Al Quran

Siapa yang tidak ingin anaknya menjadi penghafal Al Quran, bahkan seorang pencuri pun ingin anaknya bisa mengaji Al Quran. Jangan lupa bahwa Al Quran inilah yang akan menjadi syafaat, penolong di hari kiamat.

Bahkan, untuk orang tua yang anaknya merupakan penghafal, dijanjikan keselamatan di hari akhir nanti. Jadi, apalagi yang menunda niat anda untuk memasukkan anak anda ke pesantren?

Baca Juga:  Cara Agar Anak Mau Mondo Atau Masuk Kepesantren


10 Keuntungan Dan Manfaat Punya Anak Yang Mau Dipondok Pesantren

Older Posts Home

Random