Mengenal dunia pesantren adalah hal yang paling menyenangkan dan unik yang selalu akan di ingat-ingat bagi seorang santri. Nah khusus yang akan dibahas kali ini adalah beban dari sebuah kebiasaan-kebiasaan dari fakta-fakta seorang santriwati di Pondok Pesantren. Mengingat keseruan yang ada di Pondok pesantren menjadi masa-masa terindah yang tiada habisnya untuk di bicarakan.

Fakta santriwati di saat mondok tentu banyak sekali cerita kisahnya, hal tersebut terjadi karena mereka memiiki ciri-ciri khas di setiap hari-hari. Berikut fakta santriwati terunik dan paling seru, kamu sebagai alumni tentu saja mengingat mulai dari kesehariannya dan disela-sela waktu yang padat penuh kegiatan. Yuk kita simak 5 hal ini ??

1.Saat kamu jalan bareng suka banget dengan yang namanya bergerombol bersama teman-teman santri putri, yang bakal menuhin jalan

Entah mengapa, menurut admin hal ini menjadi sebuah fakta yang biasa dilakukan santriwati. Misalnya, sedang jalan berlima, maka babak santri putri ini akan berjejer ke samping, hingga memenuhi jalan.

Kalau sudah diklakson oleh pengendara motor atau mobil dari belakang, baru mereka minggir sendiri-sendiri. Anehnya lagi, kejadian seperti itu akan dilakukan berulang kali. Memang para santriwati ini bisa disebut sebagai pasukan berani mati, ya? hehee

2. Inget enggak sih buat kamu ngobrol dengan satu cermin pasti kamu melihat dan berhenti seketika hanya beberapa detik

Lagi-lagi menurut admin ini adalah kebiasaan unik. Rata santri putri kalau lagi mau keluar, pasti dandannya lama. Apalagi ada kegiatan bareng santri putra.

Kalau sudah dandan cakep terus jalan dan terlintas di depan para santriwati ini sebuah kaca, maka mereka akan berhenti. Mereka tidak menduli, mau kaca spion, rumah kaca warga, bahkan kaca rumah kyai yang disebut tempat untuk memastikan keanggunan. Bukan lebay atau apalah, mungkin karena mbak-mbak santri yang cantik ini ingin terlihat sempurna, lah ya.hehe

3.Paling Seneng Kalau Diutus Keluarga Ndalem (Keluarga Kyai)

Yang namanya santri sudah pasti susah sekali kalau mau jalan-jalan / keluar dari pesantren. Ngaji, hafalan, jamaah, roan, lalaran (mengulang hafalan – red.) Dan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pesantren sudah menjadi lahapan para santri.

Kalau sudah jenuh, Pastinya timbul rasa ingin pergi keluar pondok. Di saat suntuk-suntuknya dan kepengen keluar, tiba-tiba tiba di Pak Yai atau Bu Nyai untuk keluar. Nah, itu tentu sangat membahagiakan sekali. Hitung-hitung bisa melihat suasana luar tanpa izin dan bebas dari takziran.

4.Suka Meniup ke Arah Kening (Benerin Jilbab)

Saya menjamin khusus santri putri pasti sangata berpengalaman. Kalau sedang memakai jilbab pasti tidak pasti diikuti ke arah kening. Dengan tujuan posisi jilbab pas di tengah-tengah.

Memang dengan demikian hasil lebih rapi. Tapi, jika sudah sekian kali tak kunjung rapi yang terjadi adalah marah-marah sendiri sampai yang paling fatal adalah ganti jilbab yang lain.

5.Selalu Menundukkan Kepala Ketika Bertemu dengan Santri Putra

Rata-rata santri putri jika ketemu santri putra pasti menunduk. Tidak mau saling tatap satu sama lain. Mbak mbah santri sangat menegakkan syariat islami yang saling sekalibertama-beda dengan yang tidak mahramnya.

Tapi perlu ingat, biasanya kalau santri putra sudah lewat para santri putri ini menoleh ke belakang ke arah santri putra tadi. Kalau santri putra tidak menengok, itu berarti santri putri sedang beruntung. Tapi yang bikin pipi jadi merah buat santri puta menengok juga ke arah santri putri (mbak santri).
Nah, itu dia memang unik para santri putri. Semoga bermanfaat.

Fakta Santriwati Paling unik Dan Seru 5 Hal Ini Bakal Mengingatkanmu Saat Dulu Di Pesantren


Alasan Orang Sering Update Status Vs Jarang Update Status Di Whatshap, BBM, Facebook ( Social Media ) menurut admin menarik untuk dibahas pasalnya sekarang ini jamannya sudah jaman now bukan lagi jaman old ( Dulu), Siapa sih di jaman now (sekarang) ini yang enggak punya gadget ??.

Kebanyakan orang-orang jaman sekarang pasti memiliki gadget kan ? Mulai dari anak-anak sampai lansia, pun rata-rata memiliki kecanggihan teknologi yang ada dan sangat berkembang pesat sampai saat ini. Nah, Seiring kemajuan teknologi orang-orang di seluruh penjuru dunia ini tentu banyak bermunculan ragam-ragam fenomena baru seperti halnya yang akan dibahas di Santriyai.com ini yaitu alasan-alasan orang sering/rajin update status via whatshap, Facebook, BBM ( Social Media ) VS Alasan orang yang jarang/enggak pernah update status di Facebook, Whatshap, BBM dan sebagainya.

Mengenai tentang adanya orang sering/rajin update status ini adalah bagian salah satu dari pekembangan media yang berbasis internet atau yang sering disebut dengan media social atau Social Media. Social media sendiri saat ini sudah tidak terpisahkan lagi dari gaya hidup modern, bahkan menjadi salah satu kebutuhan. Media Sosial sendiri pada dasarnya bertujuan untuk membantu seseorang berkomunikasi melintasi jarak dan ruang. Akan tetapi semakin bergesernya konsep gaya hidup yang berkembang saat ini, fungsi media social juga mengalami perubahan.

Saat ini juga media social menjadi salah satu ajang untuk mengekspresikan perasaan atau untuk menunjukan sesuatu kepada orang lain, hanya saja hal tersebut tak jarang dilakukan secara berlebih bahkan mengumbar urusan pribadi yang tidak seharusnya diperlihatkan. Dikalangan remaja, media sosial juga sering kali digunakan sebagai ajang pamer.

Lalu apasih sebenarnya alasan seseorang terlalu sering meng-update di sosial media? Berikut beberapa alasannya :

Mungkin Dengan Gemar Update Status Orang Merasa Puas Perasaannya dan Menganggap Itu Menjadi Bagian Yang Menyenangkan

Sebenanya jika kita pikir-pikir lagi apa sih manfaatnya kita meng-update keberadaan kita seperti di aplikasi sosial media, atau menulis status yang hanya sekedar menyatakan kita berada dimana dan sedang makan apa. Akan tetapi menurut penelitian terakhir kecenderungan seseorang menceritakan tentang dirinya mempengaruhi pelepasan senyawa kimia di otak yang memberikan perasaan menyenangkan, dalam pandangan psikologi sendiri dikenal sebagai Asertif yaitu kita menyampaikan perasaan kita sehingga dapat menimbulkan perasaan lebih lega atau menyenangkan.

Kebutuhan untuk didengarkan atau ingin lebih di respon banyak orang dengan alasan yang tidak terucapkan yang aslinya sangat membutuhkan teman untuk memperhatikan curahan hatinya

Mungkin bagi sebagian orang tidak mudah untuk menceritakan seseuatu dengan orang lain secara langsung, atau bisa jadi jadi tidak banyak juga orang yang mau mendengarkan keluh kesah orang lain. nah, alasan inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang lebih sering curhat dan mencurahkan isi hatinya melalui sosial media. Kebutuhan untuk didengarkan ternyata menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia, bahkan Dale Carnegie, seorang penulis Amerika, dalam penelitiannya menunjukan bahwa kebutuhan manusia untuk didengarkan sertara dengan kebutuhan untuk makan, kesehatan, tempat tinggal, dan seks. Wajar saja yaa begitu banyak orang yang sering mengungkapkan perasaannya di sosial media, tapi alangkah baiknya jika kita lebih mengembangkan komunikasi secara langsung, selain dapat mempererat hubungan juga lebih minim resiko akibat curhat di media sosial.

Kebutuhan untuk Dikenal sebagai bentuk kepuasan diri apa yang di alaminya atas presatasi atau yang dianggap dirinya memiliki kelebihan tersendiri

Menurut pandangan psikologi salah satu alasan seseorang eksis di media sosial adalah karena kecenderungan ingin dikenal dan dilihat banyak orang. Tidak dipungkiri bahwa dengan terkenal maka orang secara psikologis akan merasa lebih bangga, hal tersebut juga merupakan hal yang wajar. Akan tetapi fenomena yang berkembang saat ini adalah pengguna media sosial mengekspresikan dirinya secara berlebihan dan bertentangan dengan nilai moral yang dijunjung dalam masyarakat. Dan tidak jarang postingan yang berkonten negatif tersebut menjadi trend dan dianggap goals bagi sebagian orang.

Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai pengguna sosial media dengan lebih bijak dan mulailah lebih peka terhadap masalah dan dampak yang akan terjadi baik bagi diri sendiri atau bagi lingkungan sekitar, dan mulai memahami bahwa ketenaran karena sebuah prestasi lah yang patut dibanggakan. Akan tetapi jika ketenaran tersebut berasal dari benda-benda yang bersifat materi yang dipamerkan di media sosial bukanlah sebuah prestasi.

Lalu apasih sebenarnya alasan seseorang jarang meng-update di sosial media? Berikut beberapa alasannya ???

1.Kurang percaya diri

Kurang percaya diri mungkin menjadi faktor mengapa orang jarang banget update status via sosmed, mungkin karena juga dia bimbang saat mau update takut malah membuang waktu dengan percumah atau juga takut apabila tidak ada respon dari pengguna medsos lainnya. Hal ini lah yang mungkin menjadi penyebab mengapa orang jarang banget update status

2.Takut dibilang ALAY/Berlebihan!!

3.Mungkin Ada Maksud Tertentu, Biasanya Privasi sih!

4.Adanya pemikiran yang Katanya Agar tidak Terlihat Seperti Kekanak-Kanakan

5.Kesibukan-nya dalam dunia nyata menjadikan alasan mengapa dia jarang banget update status via facebook, BBM, Whatshap dll.

Alasan Orang Sering Update Status Vs Jarang Update Status Di Whatshap, BBM, Facebook ( Social Media )



Kehidupan Pondok Pesantren memang sangat indah yang membuat anak-anak santri disana betah karena dunia kebersamaannya menjadikan sebuah keluarga. Sehingga lingkungan anak Pondok Pesantren ini mempunyai daya tarik oleh para sutradara/produser untuk diangkat dalam sebuah dunia perfileman. Dunia Perfileman tentang kehidupan pesantren sebetulnya di Indonesia sendiri sudah banyak tayang di layar lebar dari waktu-kewaktu dan terus ada yang terbaru. Meski film-film ini mengangkat tema tentang pesantren tetap saja masih banyak diminati untuk ditonton oleh masyarakat umum.

Film yang mengandalkan inspirasi dari latar tempat pesantren sebagai movie cerita religi tanah air ini mempunyai tema berbeda-beda seperti tema cinta anak pondok pesantren, Kehidupan Islami, Motivasi, dan lain-lainnya. Berikut 6 Film yang mengangkat dari sumber kehidupan Pondok Pesantren:

1.Cahaya Cinta Pesantren.


Film yang mengusung dari santri dengan judul Cahaya Cinta Pesantren sekaligus merasakan kehidupan nyata mondok bercerita mengenai keluarga, persahabatan, pendidikan, sampai cinta ala santri muda yang sedang puber. Film ini menggaet artis-artis muda seperti Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Elma Theana, Tabah Penemuan, Zeezee Shahab, Fachri Muhammad serta Wirda Mansur.

Film ini juga di Produseri oleh seorang pengasuh pondok pesantren hafidz terkemuka oleh beliau Ustad Yusuf Mansur. Film anak-anak Pondok ini mengangkat dari cerita kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau toba bernama shila yang akhirnya bersekolah di sekolah swasta sekaligus mondok di pesantren setelah tak lolos di sekolah negeri idamannya.

2.Pesantren Impian.


Film ini diperankan  oleh para artis pemain yang sudah cukup populer dalam dunia perfilman tanah air, yaitu Prisia Nasution, Fachri Albar, Dinda Kanya Dewi, Indah Permatasari, dan Deddy Sutomo.

Film ini bercerita 10 orang dengan latar belakang berbeda yang diundang untuk hidup di pesantren. Sepuluh orang itu menyimpan cerita sendiri-sendiri, mulai yang terlibat kasus narkoba, skandal pelacuran, hamil di luar nikah, hingga polisi yang mencari tersangka pembunuhan.

Hingga pada akhirnya pesantren itu tiba-tiba diserang. Satu per satu orang terbunuh hingga membuat santri di sana ketakutan. Mereka pun harus berjuang mengalahkan teror yang muncul di Pesantren Impian itu.

3.Kalam-Kalam Langit.


Film yang dibintangi Dimas Seto, Elyzia Mulachela dan Ibnu Jamil ini mengambil setting di Lombok. Film ini diproduksi untuk menyambut gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 di Mataram pada 2016 lalu.

Film ini mengisahkan tentang Ja'far yang punya suara bagus dan bermimpi ingin jadi juara MTQ. Namun sejak kecil ayahnya menentang Ja'far ikut MTQ karena dianggap memperjualbelikan kalam kalam Illahi hanya demi popularitas dan mendapatkan hadiah semata.

Hingga akhirnya ia hidup di lingkungan pesantren dengan berbagai karakter dan tetap berjuang meraih mimpi kecilnya dan memperjuangkan cintanya.

4.Negeri 5 Menara.


Film yang dirilis 1 Maret 2012 ini bisa dibilang salah satu film bertema pesantren yang cukup laris. Tak lain karena film ini diangkat dari novel populer karya Ahmad Fuadi dengan judul yang sama.

Film ini memotret aktivitas santri di Pesantren Darussalam Gontor, salah satu pesantren dengan sistem pendidikan yang cukup ketat. Dari film ini, penonton pun bisa melihat realitas seperti apa kehidupan para santri.

Film ini menceritakan tentang 5 sahabat di pesantren yang punya mimpi masing-masing. Semangat yang dilecut di Pesantren Gontor membuat mereka termotivasi untuk meraih mimpi masing-masing.

5.3 Doa 3 Cinta.


Film tahun 2008 ini mempertemukan kembali Nicholas Saputra dengan Dian Sastrowardoyo. Film garapan Nurman Hakim ini bercerita tentang Huda (Nicholas Saputra) yang baru saja lulus pesantren di Jawa Tengah.

Saat mencari ibunya di Jakarta, ia malah dipertemukan dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo), seorang penyanyi dangdut pemula. Benih-benih cinta di antara mereka akhirnya muncul.

Film ini mendapatkan 7 nominasi Festival Film Indonesia 2008 dan meraih Grand Jury Prize di Vesoul International Film Festival Perancis 2009. Selain itu 3 Doa 3 Cinta masuk seleksi resmi di berbagai festival film international seperti Dubai International Film Festival 2008, Pusan International Film Festival 2009, Goteborg International Film Festival 2009, Asian Pacific Screen Award Australia dan lain sebagainya.

Meski mendapat banyak apresiasi, nyatanya film ini tak populer di pasaran.

6.Perempuan Berkalung Sorban.


Film ini termasuk film religi terlaris pada tahunnya. Bercerita tentang perjalanan hidup Annisa (Revalina S Temat), seorang wanita berkarakter cerdas, berani, dan berpendirian kuat. Kehidupan Annisa di lingkungan pesantren yang konservatif membuat buku-buku modern dianggap menyimpang.

Dalam film ini, diceritakan sosok perempuan yang harus tunduk pada laki-laki. Perempuan juga tak perlu belajar terlalu jauh karena akan menimbulkan fitnah. Film yang diangkat dari novel Abidah El Khalieqy berusaha memotret tradisi konservatif yang diberlakukan kepada wanita.




6 Dunia Perfileman Yang Mengangkat Kehidupan Pondok Pesantren Ini Banyak Ditonton Nggak Ya ?


Berkah tinggal di Pondok Pesantren adalah suatu hal yang selalu dicari para santri, bahkan demi mendapatkan berkah tinggal di Pondok para santri menggunakan cara-cara unik/aneh untuk mendapatkan keberkahan saat hidup di penjara suci.

Budaya rebutan di pesantren juga sudah menjadi ciri khas sebagian anak pondok manapun. Mulai dari budaya berebut benda-benda serta sisa-sia makanan guru atau pun saling berebutan mendahului, barang-barang milik orang alim untuk dirapikan dan dibersihkan biasanya.

Bagi orang yang tidak sependapat soal budaya-budaya santri berebutan yang notabene, semuanya diyakini kalangan pesantren agar mendapatkan berkah dari orang-orang alim di Pesantren atau juga dari hal-hal lainnya. Tapi santri mempunyai cerita sendiri, orang di luar pesantren mungkin akan menilai sebagian acara rebutan itu kurang baik, kurang sopan, atau bahkan ada yang memvonis bidah dan syirik.

Berikut keberkahan yang diyakini anak Pesantren, 5 Benda ini jadi alasan mereka ada yang namanya budayanberebutan:

1. Sandal/Alas Kaki Para Kiai


Sandal atau alas kaki kiai diperebutkan santri? Iya. Hingga sekarang masih banyak dan masih menjadi kebiasaan para santri untuk berebutan sandal kiai. Tapi bukan berebut mengambil dan dipakai. Mereka berebutan menata sandal Kiai.

Di berbagai kesempatan, entah pengajian kitab atau acara lainnya, ada saja santri yang adu cepat untuk menata sandal ataupun alas kaki kiai. Hal itu dilakukan sebagai wujud rasa hormat dan takzim pada guru. Bukan karena mengkultuskan atau menuhakan, namun berharap sang guru senang dan lahirlah doa kebaikannya untuk si santri yang mengharap doanya.

Para santri juga meyakini keberkahan dari menata sandal kiai. Kisah-kisah santri zaman dahulu yang mengabdikan diri pada guru sering menjadi motivator agar santri tetap menjaga tradisi unik itu.

2. Sisa Makanan atau Minuman Para Kiai


Perhatikan jika di pesantren ada acara yang dihadiri para kiai. Tunggu hingga usai acara dan kiai beranjak pergi. Maka tak menunggu lama, pasti ada beberapa santri yang merangsek dan memperebutkan sisa makanan atau minuman yang disuguhan di meja para kiai. Apalagi jika dalam acara itu hadir ulama atau kiai yang tergolong tua atau tokoh ulama.

Bukan karena rakus, bukan pula kelaparan. Buktinya, mereka yang kalah cepat mendapatkan sisa tersebut, masih bisa meminta bagian sedikit kepada rekannya yang lebih dulu mengambil. Sekali lagi, sisa makanan dan minuman orang saleh diyakini mendapat keberkahan.

Jangankan sisa makanan, bahkan dalam Mausu’ah al-Yusufiyyah, juz VI, hal 18, diceritakan bahwa Imam Syafi’i meminum air rendaman baju Imam Ahmad yang masih terbilang muridnya untuk bertabaruk.

Sebaliknya, Imam Ahmad pun melakukan hal yang sama terhadap baju Imam Syafi’i yang disimpannya. Itu air basuhan baju, apalagi sisa makanan yang jelas masih lebih enak, tentu para santri tak menyia-nyiakannya. Hitung-hitung tabarukan sambil mengisi perut.

3. Puntung Rokok Kiai


Lupakan khilafiyah soal rokok dan hujatan sebagian orang terhadap ulama yang tergolong perokok. Bagaimanapun simpang siurnya bahaya rokok tak lepas dari kepentingan bisnis yang menyeret agama, yang pada akhirnya akan menyengsarakan petani tembakau lokal.

Bagi para santri yang memiliki kiai perokok, ada lagi sasaran benda yang jadi bahan rebutan. Yaitu sisa atau puntung rokok kiai. Sama seperti halnya sisa makanan dan minuman yang diharapkan jadi jalan berkah, dengan alasan yang sama para santri mengicar sisa rokok kiai.

Di pesantren yang pak kiainya merupakan perokok, ada saja cara para santri untuk mendapatkan sisa rokok kiai. Ada yang sambil membersihkan halaman ndalem sambil mencari kalau-kalau puntung rokok kiai dibuang di sudut halaman. Selain untuk ngalap berkah, lumayan buat mengurangi anggaran belanja.

4. Oleh-oleh dari Tamu/Wali Santri


Kalau yang ini masih berlaku di sebagian pesantren dan sebagian yang lain mulai menertibkan diri. Acara rebutan oleh-oleh dimulai sejak pertama kali tamu/wali santri beranjak pamitan. Begitu tamu pergi, maka… berrrrr… oleh-oleh yang dibawa segera saja jadi rebutan. Kadang makanan yang dibawa malah jadi berantakan.

Acara rebutan makanan/jajan dari tamu ini di sebagian pesantren sudah dikikis karena dianggap kurang sopan. Kalau ada oleh-oleh dari tamu atau wali santri, demi berbagi dan mengikis kebiasaan rebutan, maka makanan itu di bagi rata.

5. Kerak Nasi yang Direndam


Berebut kerak nasi sebenarnya tidak bisa dikatakan berebut karena terbatas pada anggota kelompok masak saja. Itu pun tidak semua anggota. Hanya satu dua orang yang memang hobi atau masih kurang kenyang saat makan. Tapi ini tetap tergolong hal unik yang diperebutkan santri.

Kerak nasi biasanya didapat dengan menanak menggunakan periuk dengan bahan bakar kayu. Ketika makan bersama, kerak yang ada di dasar periuk tidak ikut diambil tapi direndam dengan air minum baik air mentah maupun air matang. Air rendaman kerak nasi ini rasanya beda lho. Ada gurih-gurihnya gitu. Selesai makan, kerak nasi yang lebih lunak itu akan jadi makanan tambahan. Lebih sedap jika setelah air minumnya dibuang lalu kerak nasi direndam dengan kuah. Joos dah rasanya.

Nah, itulah benda-benda yang sering diperebutkan santri di pesantren. Yang manakah pernah Anda atau anak Anda alami?

Berkah Tinggal Di Pesantren. 5 Benda Ini Menjadi Budaya Rebutan Santri Yang Disebut Bid'ah, Syirik Wahabi


Tingkah-tingkah perilaku santri saat dibangunkan tidur oleh pengurus keamanan pondok, memang tidak sedikit dari mereka yang kadang membandel dan bisa membuat jengkel/emosi marah seniornya yang membangunkan. Dari sekian banyak santri, kebiasaan saat dibangunkan pada waktu fajar untuk shalat subuh pun berbeda-beda. Kalau santri yang dsiplin tentu langsung bangun dan langsung menuju tempat air wudhu ataupun Wc terlebih dahulu. Kalau tipe-tipe santri mbelink/santri bandel saat dibangunkan dari tidurnya tentu berbeda-beda ada yang ngumpet di tempat-tempat yang aman bahkan sampai tidur di Wc jadi pilihan santri bandel.

Meme-meme santri saat shalat subuh tiba ini juga mengingatkan masa-masa kamu wahai Alumni saat di Pondok Pesantren. Cerita santri betah ngorok walaupun sudah dibangunkan dari tidurnya, dengan harapan keamanan pondok yang membangunkan bisa menjadikan santri-santri untuk bergegas kemasjid untuk iktikaf sambil menunggu shlat berjamaah.

Kadang juga Pengurus Pondok harus menggunakan cara-cara keras untuk membangunkan santri-santri tidur mbangkong yang berlebihan ini. Memang biasanya Pengurus Pondok pertama kali menggunakan cara lembut membangunkan santri tidur saat shalat subuh tiba. Tapi untuk santri nakal yang malas tidak disiplin terpaksa pengurus harus menggunakan cara kasar bahkan kadang bisa marah besar dan memicu pertengkaran santri dengan seniornya. Semuanya dilakukan dengan niat yang baik agar santri terdidik disiplin serta nantinya berbuah hasil ilmu yang bermanfaat dunia akhirat.

Berikut tipe-tipe santri saat saat dibangunkan tidur yang beberapa membuat tersenyum,dan jengkel oleh pengurus pondok.

1.Santri disiplin yang penuh semangat mondok di pesantren adalah paling disenangi senior-seniornya.
santri putri rajin pejuang subuh-santriyaicom

Santri bertipe ini langsung on the way bangun ketika ada bel atau suara pengurus yang membangunkan untuk salat subuh. Tipe santri ini tentu idaman-idaman mertua santri putri yang bakal jadi rekomendasi besar dari hikmah hidup disiplinnya.

Ow iya, banyak juga ada santri yang bangun lebih awal sebelum pengurus pondok membangunkannya loo. Biasanya santri-santri berkarakter seperti ini adalah santri yang sangat rajin bangun pagi dan nggak mau ketinggalan untuk salat subuh berjamaah. Bahkan santri yang rajin ini selalu paling depan ketika shalat jamaah, katanya biar dapat unta dan fadhilah-fadhilah lainnya.

Santri yang selalu lebih awal ini  biasanya juga sangat pandai dalam segala mata pelajaran dan kebanyakan mereka anak pesantren yang cepat mengahafal dan rajin dalam berbagai aktifitas kegiatan belajarnya.

2.Adalah santri yang ketika dibangunkan oleh pengurus dia langsung bangun

5 Tingkah-Tingkah Perilaku Santri Saat Shalat Subuh Tiba

Biasanya juga langsung keluar dari kamar. Dengan setengah sadar santri ini berjalan, lalu pindah ke kamar atau ruangan lain untuk melanjutkan tidurnya.

Kalau santri tipe ini sedang tidur di musala atau ruang kelas, dia lebih memilih segera bangun ketika ada yang membangunkan. Bukan untuk ke kamar mandi, tapi masuk kamar dan tidur lagi. Hehe.

3.Adalah santri yang langsung ngantri.


Eits, tapi tunggu dulu, ternyata ada santri yang memang langsung ngantri ke kamar mandi setelah dibangunkan oleh pengurus.

Tetapi ada juga santri yang nggak mau rugi. Santri ini memilih ngantri sambil melanjutkan tidur. Sambil jongkok dan garuk-garuk badan karena digigitin nyamuk. Seperti pepatah, sambil menyelam minum air. Asal jangan sampai kebablasan dan urutan antrinya disamber orang.

4.Adalah tipe santri yang nggak mempan dengan suara azan yang menggelegar dan juga suara pengurus yang koar-koar untuk membangunkan. Santri tipe ini tetap saja merasa nyaman dan tentram tanpa takut jika paginya menerima takziran.

5 Tingkah-Tingkah Perilaku Santri Saat Shalat Subuh Tiba


Kadang pengurus pun hampir menyerah dan meninggalkan dia tetap tertidur ketika iqamah sudah berkumandang. Ajaibnya kalau iqamah sudah berkumandang, biasanya santri ini langsung lari tunggang langgang ke kamar mandi.

Lalu berlari ke musala untuk salat berjamaah. Tapi tak apalah, yang penting salat berjamaah tetap terjaga agar hidup menjadi berkah dan terarah.

Nah, itu dia tipe-tipe santri saat dibangunkan di pagi hari. Kalau kalian termasuk yang mana

Baca Juga :Kisah Kehidupan Semangat Mondok Pak Tua Yang MenjadiInspiratif Santri Zaman Now



5 Tingkah-Tingkah Perilaku Santri Saat Shalat Subuh Tiba


Beruntungnya jika seseorang pernah mengalami hidup dipesantren. Dimana hubungan antara sesama teman santri ketika di Pondok sangat erat layaknya keluarga sendiri. Hingga suatu saat,salah satu di antaranya harus pergi melanjutkan meraih mimpinya atau boyong dari pesantren. Kehilangan itu pasti ada dan yang belum mengalami akan mengalaminya serta merasakan bagaimana di tinggal teman seperjuangan dipondok. Apalagi buat yang lagi naksir sama si dia, belum sempat PDKT atau kenal malah si dia sudah boyong dari pesantren. Duh rasanya pasti sedih banget.

Boyong dari pesantren memang suatu yang berat terjadi menurut sebagian santri-santri pondok. Nah, salah satu hal yang bisa dilakukan sebagai pelipur lara karena perpisahan adalah memberikan sebuah kado. Meski nggak seberapa, setidaknya pemberianmu ini bisa jadi sarana yang mengingatkannya padamu. Coba deh pilah-pilah dulu beberapa kado berikut yang sekiranya cocok untuk kamu berikan pada teman dekatmu atau biasanya teman se gotakan (Sekamar) yang akan boyong.

1. Hadiahkan sebuah buku catatan dan aktivitasmu sehari-hari ketika kamu masih di pondok yang lengkap tentu bakal menemani hari-harinya
kado perpisahan di pondok

Sebuah buku catatan dan aktivitas ini tentu suatu saat jika ia membaca maupun jika dia teman segotakan (SEKAMAR) pondok kangen kepadamu, buku ini akan menjadi kado spesial teman kamu di pondok sekaligus kado yang bisa mengispirasi teman-teman maupun adik-adik generasi baru. Serta secara tidak langsung ini bisa membuat teman yang lain/santri baru bisa semangat mondok di Pesantren.

2. Pena berukirkan nama bisa kamu hadiahkan buat temanmu sekamar yang suka banget menulis


Menghadiahi pulpen atau pena kesannya memang biasa saja, tapi kalau pulpen yang kamu beri sudah dipersonalisasikan, tentu akan terasa eksklusif sekaligus mendukung aktivitas menulisnya. Bulpen kado ini bisa kamu tuliskan ukiran nama kamarmu biar pada akhirnya pengelola kamar pondok/ketua kamar bisa mengabadikan kenangan-kenangan dari senior yang telah pergi/boyong.

3.Mencari benda-benda yang sering di gunakan di pondok seperti kitab terjemah, dan buku-buku novel misal.


Pilih koleksi yang nggak dia punyai atau sangat dia inginkan, pasti akan membuatnya terkesan. Misalnya saja, dia amat menyukai buku-buku novel tentang percintaan,Sejarah, Cerita santri bersarung dll. Bagi kamu yang mebutuhkan buku novel juga bisa inbok facebook disini

4. Lukisan karikatur yang unik dan lucu juga bisa dipilih sebagai kado perpisahan buat teman santri diPondok. Agar lebih berkesan, tonjolkan karakter temanmu yang paling menonjol


Lukisan karikatur maupun lukisan vektor ala santri yang unik bisa menjadi kado pilihan untuk perpisahan, biasanya kado lukisan vektor maupun karikatur bisa kamu dapatkan dengan harga Rp.70.000 an. Tegantung Tingkat kesulitan dan frame yang dipilih. Langsung tanya-anya saja lewat email pratiksoatek57@gmail.com atau juga bisa langsung inbok facebook di sini

5.Buatlah pakaian atau kaos bersablon kata-kata santri atau hal lain untuk beberapa orang yang tinggal di kamarmu


Kaos bersablon kata-kata, foto kenangan dan hal lainnya ini bisa menjadi kado perpisahan untuk teman di Pondok Pesantren yang memliki peluang besar juga membuat terkesan yang bakal membuat kamu sebagai alumni akan di ingat terus. Kaos bersablon kata-kata ini juga bisa kamu dapatkan dengan inbok di sini

Dari kelima kado di atas itu mungkin bisa sedikit membantu bila kamu kebingungan memilih hadiah yang cocok dan pas buat teman di Pondok.

5 Kado Perpisahan Untuk Teman Dipesantren Yang Cocok Dan Bakal Membuat Kamu Selalu Diingat


Bebagai macam tujuan dan niat orang mondok atau masuk pesantren sebelum akhirnya benar-benar di sebut anak pondok pesantren. Alasan-alasan unik sebelum dia berangkat mondok atau pergi ke Pondok Pesantren tentu dari sekian banyak santri maupun jebolan santri pondok manapun. Sudah pasti juga orang yang pernah merasakan indahnya berkehidupan lingkungan dipesantren tentu nuansa atau suasananya jika teringat bakal membuat rindu berat sama suasana diPondok.

Pondok pesantren adalah tempat yang indah sekaligus horor untuk menuntut ilmu untuk sebagian orang. Menjadi indah karena lingkungan untuk belajar sangat mendukung. Suasananya selalu sejuk karena hati selalu tersiram dengan tausyiah, lisan yang selalu mengucap basmalah, dan pola pikir yang selalu terarah. Namun juga menjadi horor karena peraturan dan disiplinnya yang mendidik para santri agar menjadi orang yang berguna, mental baja dan karakter pemimpin.


Berbondong-bondong orang masuk ke pondok pesantren/Mondok untuk menyandang gelar status nyaitu santri, dengan berbergai alasan serta tujuan dan niat masuk pondok pesantren. Fenomena kejadian apa hingga orang memilih masuk pesantren dan menyandang gelar kang santri? Kenapa mereka memilih hidup menjadi seorang santri?. Pertanyaan-pertanyaan ini Insya Allah akan terjawab di artikel ini. Sebagian dari mereka mau mondok atau masuk pondok pesantren tentunya dengan latar belakang yang berbeda dan alasan yang berbeda.

Setidaknya ada dua Faktor pengaruh seseorang harus memilih mondok atau masuk pondok pesantren yaitu, Karena sebab Faktor pengaruh internal dan juga karena mempunyai penyebab terpengaruh faktor eksternal. Pengaruh internal adalah seseorang yang masuk pondok pesantren karena kemauannya sendiri, dan sebaliknya pengaruh eksternal adalah seseorang yang masuk pondok pesantren karena bukan atas dasar kemauannya (kemauan yang tidak datang dari kepribadiannya sendiri).

Berikut ini telah kami rangkum menjadi 10 alasan maupun niat dan tujuan mengapa seseorang mondok atau masuk pondok pesantren. Dari 10 alasan itu terdiri dari 5 pengaruh internal dan 5 pengaruh eksternal. Ini jawabannya.

Faktor Pengaruh Eksternal Yang Menjadikan Orang Mondok/Masuk Pesantren Karena,

1. Dipaksa Orang Tua Untuk Mondok/Masuk Pesantren
Dipaksa orang tua, terpaksa lalu terbiasa. Inilah mungkin kata-kata ucapan yang selalu dilontarkan santri saat di pesantren. Tidaklah sedikit orang yang masuk pondok pesantren dengan latar belakang dipaksa. Belum diketahui berapa persentase-nya, karena tiap pondok pesantren pasti berbeda-beda. Orang-orang yang masuk pondok pesantren karena dipaksa, biasanya dipaksa oleh orang tua mereka. Alasan orang tua memaksa anaknya untuk mondok juga beragam. Ada yang karena orang tuanya dulu juga mondok di pesantren, ada juga yang orang tuanya tidak pernah mondok tapi mau anaknya mondok dan belajar ilmu agama.

Santri yang dipaksa untuk masuk pondok pesantren biasanya tidak kerasan (tidak betah). Ketika mereka belum juga bisa beradaptasi, mereka condong melakukan hal-hal yang melanggar peraturan pondok, seperti: kabur dari pondok, malas dalam belajar, malas dalam mengikuti kegiatan pondok, dan lain-lain. Tapi itu tidak terjadi di semua santri yang masuk pondoknya karena dipaksa. Banyak juga dari santri-santri yang dipaksa justru menjadi santri yang berprestasi baik ilmu, amal dan akhlaqnya.

Masih ingat kan sosok penulis novel Negeri Lima Menara. Dialah Ahmad Fuadi yang telah berhasil mendapatkan 9 beasiswa untuk belajar di luar negeri. Ia berhasil menggapai mimpi-mimpinya setelah mengenyam pendidikan di sebuah pondok pesantren. Tempat dimana dulu ia tidak kehendaki tapi karena perintah dari orang tuanya akhirnya dia terpaksa mondok. Sebagaimana yang ia ungkapkan,

‘’Saya sangat berterima kasih kepada Ibu, yang memaksa saya masuk pondok pesantren. Awalnya saya merasa terpaksa, karena waktu itu nilai sekolah saya bagus dan ingin masuk SMA, tapi malah disuruh melanjutkan ke pesantren,’’ tutur Fuadi kepada muslimdaily.net (rabu, 01/2013)

Jadi, Ahmad Fuadi adalah contoh mantan santri yang dipaksa dan telah meraih kesuksesannya. Ini menunjukkan bahwa Ahmad Fuadi adalah orang yang patuh kepada orang tuanya. Sehingga meskipun dipaksa masuk pondok ia mencoba untuk ikhlas dan menjalaninya dengan sungguh-sungguh. Luar biasa!

2. Tidak Diterima Di Sekolah Negeri Favorit
Alasan kedua kenapa masuk pondok pesantren adalah gengsi karena tidak diterima di sekolah negeri favorit. Mungkin ada beberapa orang yang terlalu membanggakan sekolah negeri favorit. Yaa, itu wajar karena tidak mudah masuk sekolah negeri favorit, seleksi super ketat dan banyak saingan. Ditambah lagi program pemerintah yang meringankan beban biaya sekolah kepada para siswanya seperti di kota-kota besar Jakarta, dsb. Oleh karena itu sekolah negeri favorit menjadi gengsi tersendiri bagi para siswa, baik itu lulusan SD maupun lulusan SMP.

Karena menjadi gengsi, ada beberapa orang yang malu kalau tidak sekolah di sekolah negeri favorit. Dengan begitu pondok pesantren adalah tempat pelampiasannya. Mungkin tidak sepenuhnya juga karena gengsi, banyak faktor lain seperti kisah yang penulis alami (mau tau? Baca disini).

3. Dapat Beasiswa
Saat ini banyak juga program pemerintah terutama pemerintah daerah yang memberikan beasiswa kepada anak daerah untuk belajar di pondok pesantren. Tujuan mereka adalah untuk menambah jumlah SDM yang mendalami masalah ilmu agama islam. Dan sekaligus edukasi bagi anak-anak daerah tentang belajar keorganisasian dan kepemimpinan.

Pemerintah kini semakin tahu bahwa didikan pondok pesantren menghasilkan orang-orang yang berkarakter, bermoral dan beragama yang baik. Sehingga patut untuk menjadi pemimpin dan penggerak bagi daerahnya kelak. Hal ini dikarenakan banyaknya pejabat-pejabat di pemerintahan yang berstatus mantan santri alias jebolan pondok pesantren.

Santri yang masuk pesantren karena mendapatkan beasiswa atau mungkin dipilih langsung karena potensinya, maka mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus menerimanya meskipun terpaksa.

4. Rekomendasi
Dari beberapa santri yang pernah penulis temui, ada yang masuk ke pondok pesantren karena rekomendasi. Misalnya, suatu majelis ta’lim atau organisasi remaja masjid merekomendasikan beberapa anggotanya untuk mondok di pesantren. Hal demikian dilakukan untuk meningkatkan SDM mereka di bidang ilmu agama. Dan supaya proses dakwahnya terus meningkat.

5. Ikut-Ikutan
Masuk pondok karena ikut-ikutan juga kadang terjadi pada seseorang. Entah bagaimana prosesnya, awalnya tidak ada niatan untuk mondok, tapi melihat temannya mondok jadi ikutan mondok. Seperti yang pernah ditemui penulis, ia masuk pesantren karena teman baiknya juga masuk pesantren, sebelumnya mereka memang teman akrab dan tiada yang bisa memisahkan walau badai menghadang “ciah alay banget". Ada lagi yang lebih alay, ia masuk pesantren karena cinta sejatinya masuk pesantren.

Untuk teman-teman yang masuk pesantren karena ikut-ikutan harus segera move on ya. Perbaiki niat dan fokus untuk belajar. Jangan lupa untuk berdoa dan berusaha.

Faktor Pengaruh Internal Yang Menjadi Penyebab Kamu Harus Mondok/Masuk Pesantren Karena,

6. Ingin Mendalami Ilmu Agama
Tujuan seseorang masuk pondok pesantren adalah untuk mendalami ilmu agama. Alasan ini paling banyak digunakan para santri ketika ditanya “kenapa masuk pesantren?" jawabannya ingin mendalami ilmu agama. Namun berbeda lagi ketika ditanya “kenapa mendalami ilmu agama harus di pesantren?" jawabannya beraneka macam. Ada yang menjawab supaya fokus, mendapat keberkahan, agar lebih dekat dengan guru, guru-gurunya ahli dan lain-lain. Santri yang masuk pondoknya karena ingin mendalami ilmu agama Insya Allah niatnya sudah benar. Tinggal ditingkatkan lagi keistiqomahannya, berdoanya dan usahanya.

7. Ingin Menguasai Bahasa Arab Dan Inggris
Sesuatu yang khas dari santri adalah dapat berbahasa arab dengan fasih. Bahkan banyak dari pondok pesantren modern yang menerapkan bahasa arab dan inggris dalam percakapan sehari-hari. Akhirnya alumni pondok pesantren terkenal dengan penguasaan bahasa arab dan inggrisnya. Dan inilah yang melatarbelakangi seseorang masuk pondok pesantren. Santri yang masuk pondok pesantren karena alasan ini biasanya kemampuan bahasanya sangat baik di bandingkan yang lain.

8. Ingin Memiliki Banyak Teman
Pondok pesantren biasanya tidak didominasi oleh satu daerah saja. Banyak santri yang berasal dari berbagai daerah, baik skala nasional maupun internasional. Ini juga menjadi ketertarikan sendiri bagi orang-orang yang ingin memiliki jaringan pertemanan yang luas. Santri yang masuk pondok pesantren karena alasan ini biasanya mampu bersosialisasi dengan baik, sehingga ia banyak dikenal dan banyak berorganisasi (muharrik, rois marhalah, dsb).

9. Ingin Hidup Berdisiplin
Pondok pesantren juga terkenal dengan disiplinnya, apalagi pondok-pondok pesantren modern. Santri yang masuk pondok pesantren karena alasan ini biasanya mengalir bagaikan air. Ia memiliki timing dan planning yang matang, sehingga tidak berleha-leha. Maka, jarang santri yang berdisiplin tinggi melanggar peraturan pondok pesantren.

10. Insyaf
Banyak orang-orang yang dulunya jauh dari Islam kemudian mereka bertaubat. Mereka buta akan Tuhan, tuli akan kebenaran, dan bisu akan qur’an. Mereka yang kemudian bertaubat dan insyaf tidak setengah-setengah, bahkan dari mereka ada yang masuk pondok pesantren. Tujuan mereka masuk pondok pesantren adalah untuk berhijrah dari masa kegelapan menuju masa pencerahan. Santri yang masuk pondok pesantren karena insyaf, mereka biasanya lebih rajin ibadahnya dan lebih rajin belajar ilmu agamanya. Itu karena Allah SWT telah memberikan kepada mereka hidayah dan rahmatnya. Wallahu a’lam.

Poin-poin di atas mungkin hanya beberapa gambaran saja alasan kenapa seseorang masuk pondok pesantren. 10 poin di atas ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang sudah mondok selama 12 tahun, mulai dari Ponpes Annajah 3 tahun, Ponpes Darussalam 5 tahun, Ponpes Baitul Qurro 3 tahun, dan Ponpes SINTESA 1 tahun. Oleh karena itu, untuk melengkapinya kami buka kolom komentar bila ada yang mau menshare alasan teman-teman masuk pondok pesantren.

Nah, setelah membaca artikel di atas, kira-kira poin-poin manakah yang sesuai dengan teman-teman?

Kutipan Dari Rejekinomplok.com


10 Macam Tujuan Dan Niat Orang Mondok Masuk Di Pesantren Sebelumnya.Haiiow Kamu Yang Mana

Wahai sahabat santri yang budiman. Mari sejenak menertawakan diri kita sendiri, biar hidup tidak terasa berat dan memusingkan. Penulis sekarang akan bercerita dengan sambil ngerokok dan nyeruput kopi, ya supaya enjoy dan nulisnya lancar. hohoho

Santri pekok. Ya santri koplak namanya, siapa dia, alamatnya dimana, nomer hp-nya berapa? Gak penting tanyak itu semua, karena santri koplak gak punya jawaban atas daftar pertanyaan itu. Santri pekok hanya sebutan saja, mungkin karena perbuatannya yang sering nyeleneh, aneh, dan kadang menjengkelkan.

Kebiasaan santri koplak sering membuat para sahabatnya kesal, dan tidak mau berteman, dan bahkan kadang terjadi permusuhan, ya permusuhan ala santri, yang gak bakal sampek demo-demo turun kejalan, paling cuma agak cuek dikit gitu.

Kebiasaan santri pekok santri koplak yang sering membuat orang lain kesal di antaranya 7 ini. Apa saja itu? mari baca terus tulisan ini sampai selesai, biar di belakang layar gak nyesal.

1. Gasab sandal teman
Hahaha, ia yang pertama itu, gasab sandal teman sendiri. Biasanya nih, kalau santri koplak sudah tidak punya sandal entah hilang dimakan tikus, atau memang sudah putus jepitnya, tanpa pikir panjang langsung tu kakinya masuk kesandal yang ada, entah sandal siapa langsung dia sikat. Nah kebiasaan ini sering terjadi di pesntren-pesntren yang jumlah santrinya ratusan dan ribuan. Kalau sudah seperti itu kelakuannya, kan merugikan. Maka janganlah dibiasakan gasab sandal, tidak boleh, kalau ketahuan pengurus dihukum, gak dapat jatah makan, hehehe.

Bahkan nih, santri koplak kadang perbuatannya brutal sekali dan cendrung ceroboh. Dia tidak pandang bulu untuk gasab sandal, sampai-sampai sandal orang tua temanya yang lagi besuk digasab, ya Allah, parah bener tu kelakuan si santri koplak. Parahnya lagi, sandalnya ustad yang lagi ngimami shalat jamaah digasab juga. Waduh, parah bener nih kelakuannya.

2. Mencuri uang teman
Kebiasaan santri koplak kedua ialah suka mencuri uang teman, wah ini musti ditindak musti diberi pelajaran jika ketahuan. Kalau gak ketahuan ya lolos saja, tapi nanti di akhirat dia tersipu malu karena perbuatannya ini.

Jika santri koplak sudah tidak punya uang karena belum dibesuk, atau memang dia tidak bisa menghematnya yang kemudian habis sebelum waktunya. Dia langsung curi uang entah milik siapa pun. Jangan disangka santri semuanya baik, semuanya taat peraturan, ada juga yang bandel yaitu namanya santri koplak.

Namanya kebisaan itu kan sulit dihilangkan, jadi meski dia sudah ketahuan dan dihukum sesuai ketentuan, namun kebiasaan seperti itu sulit dihilangkan kecuali dia sadar dan mau berubah.

Bahkan kalau sudah terpaksa pesantren dengan keputusan pamungkasnya akan memulangkan santri koplak ke keluarganya dengan alasan pesantren sudah tidak mampu mengarahkan santri koplak ini. Nah kalau sudah seperti itu kan kasihan orang tua dan keluarga besarnya.

3. Tidak suka shalat jamaah
Biasanya nih kebaisaan santri koplak, bolos shalat jamaah. Entah kenapa, dia malas sekali shalat jamaah. Walaupun karena tindakannya itu dia dapat hukuman berkali-kali dari keamanan pondok, tapi tetap saja malas-malasan untuk shalat jamaah.

Yang paling sering santri koplak tidak jamaah itu adalah pada waktu shalat subuh. Karena alasan ngantuk, tidak bangun, dia akhirnya lambat tidak shalat jamaah subuh.

4. Waktu ngaji ngantuk
Waktu yai atau ustad lagi semangat nerangkan apa yang dibaca, nah santri koplak ini malah enak tidur, bahkan sampai ngiler (keluar air liur dari mulut) hingga membasahi kitab yang ada di pangkuannya.

Bukan hanya terjadi di satu majlis saja, di semua tempat kecuali kamar mandi dia musti tidur. Entah waktu wiridan lebih-lebih wiridan bakda jamaah subuh, pas waktu ngaji, pas waktu sekolah. Kalau di kamar mandi dai tidak ngantuk karena lagi merasakan kenikmatan yang lain.

5. Tengkar dengan teman
Santri koplak kan kebiasaannya ganggu teman. Kalau pas dia ganggu temannya dan si teman tidak terima, sudah akan terjadi keributan. Jika sudah begitu dan ketahuan pengurus ya musti dapat hukuman sesuai aturan.

Bahkan pas shalat jamaah dia masih sempat ganggu temannya yang sedang khusuk takbiratul ikhram. Akhirnya temannya marah. Begitu juga di kelas, kalau dia tidak tidur ya ganggu teman.

6. Rebutan makan
Jika waktu makan sudah tiba, santri biasanya pada ngantri sambil pegang kartu makan. Namun santri koplak gak mau taat peraturan, dia langsung main seruduk ke depan supaya cepat dapat makan. Kalau ada santri yang tidak terima dengan perbuatannya akan terjadi percekcokan. Koplak bener nih kelakuan si santri pekok.

7. Malas cuci baju
Biasanya ya, santri pekok santri koplak malas cuci bajunya sendiri. Kebiasaanya kalau sudah bajunya kotor semua dia pinjam ke temannya, dan baju kotornya dijadikan satu kemudai di londre. Ya kalau dia pas punya uang untuk ongkos londre, kalau tidak punya, bajunya dikukus selama sekitar seminggu.

Juga santri koplak dan pekok ini jarang mandi, wah bisa ditebak pasti badannya bau, kumel, gak senang gosok gigi, makanya giginya kuning.

Hahaha, dasar santri pekok. Nah sekian dulu ya tulisannya. Mudah-mudahan bisa diambil pelajaran.

http://www.santri.co

Santri Pekok Santri Koplak 7 Hal Kehidupan Anak Santri Yang Wajib Di Ubah


Cara jahili teman – Bercanda memang seru apalagi menjahili teman ketika mereka lengah. Pengalaman membuktikan kejahilan yang terjadi di masa lalu sangat mudah teringat. Ketika nantinya bertemu, para sahabat sejati akan menceritakan lagi kenangan mereka. Baiklah berikut ini kumpulan kejahilan-kejahilan humor santri kocak suka usil Cara Jail Paling Seru Kenangan Waktu mondok.

1.Nyamuk Paprika Ala Santri



Kalau ini asli buatan santri usil. Buatnya gampang kumpulkan alat dan bahannya seperti:Beberapa batang lidi,Pasta gigi,dan Korek api
Caranya mudah, ketika ada temanmu yang tidurnya nyenyak kamu oleskan kakinya dengan sedikit pasta gigi. Kemudian batang lidi kamu potong-potong dan celupkan ke dalam pasta gigi setelahnya baru ujung lidi tersebut nyalakan dengan korek api. Secara diam-diam tempelkan lidi tersebut ke kaki korban yan sudahteroles pasta gigi. Tunggu Beberapa menit bagaimana reaksi si korban. Temanku waktu tidur pernah dijahili. Lagi enak-enaknya tidur tiba-tiba ia terbangun dan berteriak. Kasihan deh loe. wkwkwkw kayak gak punya dosa dan salah aja

2.Cara Bangunkan Orang Tidur di Masjid

Santri Kocak Suka Usil Kisah Cerita Kenangan Mondok Inilah 4 Cara Jahili Teman Paling Seru

Coba kalian rasakan bagaimana rasanya ketika baru saja bangun tidur? bingung, mimpi masih terbayang atau jika jalan sempoyongan. Yang pasti kalian duduk sejenak untuk menyadarkan diri. Ini ada kejadian lucu yang menimpa temanku disaat tidur di masjid. Selepas hafalan alquran kami ada 8 orang yang masih berada di masjid, ketika mau balik Kami melihat ada 2 anak yang tertidur di sana. Kami dekati ke 2 anak itu dan ternyata mereka tidur sangat pulas bahkan sampai ngorok. Kami berdelapan hentakkan kaki sama-sama dengan keras dan bilang “ada gempa!, ada gempa!” dengan menunjukkan ekspresi kami yang ketakutan, terus kami berlari. Sontak kedua anak tersebut kaget dan bingung. Keduanya pun berlari keluar masjid dengan jalan sempoyongan. Melihat tingkah mereka kami ngakak sampai perut sakit. Di lain cerita kami juga pernah mengakali orang yang tertidur di masjid dengan menggotongnya ramai-ramai ke luar masjid dan bilang kalau masjidnya kebakaran. Awalnya di ajak ngomong tidak nyambung namun setelah kami berlari, eh malahan mereka ikut berlari juga.hehehehehe senyum dong ayolah jangan malu-malu senyum deh.hihihihihih

3.Memanggil Teman Dengan Nama Orang Tuanya


Ketika seseorang sudah sangat akrab dengan temannya otomatis bercandanya mulai cukup ekstrim. Begitulah yang aku rasakan ketika mondok hampir 3 tahun lamanya. Mulai dari sekedar bercanda sampai akhirnya kebablasan memanggil teman dengan nama ayahnya. Lucunya pernah ketika kami memanggil teman aku yang bernama Ilham, dia biasa kami panggil Agus karena memang Agus adalah nama ayahnya. Saat dia berada di Mobil kami semua ramai-ramai panggil dia dengan sebutan Agus dan ternyata ayahnya ada di mobil.

4.Menyiapkan Makan Bareng Satu Nampan Tempat Posisi Korban Usil Diberi Garam

Bayanganin aja deh yang pernah jadi santri tentu ngalami,hehe

5.Cari Tahu Sendiri hehehehehe udah capek gan

Santri Kocak Suka Usil Kisah Cerita Kenangan Mondok Inilah 4 Cara Jahili Teman Paling Seru


Hidup jauh dari seorang anak bagi orang tua adalah hal yang berat dirasakan. Walau bagaimanapun seorang anak adalah tetap menjadi cinta kasih sayang yang paling dirasakan begitu dalam. Terlebih bila anak sedang dalam rantauan menuntut ilmu di Pesantren dan menghabiskan waktunya hanya demi Agama serta cita-cita masa depannya. Sosok orang tualah yang menjadi power of spirit santri. Namun bagi orang tua yang kangen anaknya yang sedang mondok di Pesantren mereka kebanyakan mempunyai kata-kata untuk santri atau anaknya yang dipendam dalam hati. Kata mutiara kerinduan yang dirasakan untuk anak yang jauh dari lingkungan keluarga.

Nah Kata mutiara menjadi salah satu media yang dijadikan seseorang untuk memotivasi diri sendiri ataupun orang lain. Memberi kata mutiara untuk seseorang dapat menjadikan semangat orang lain tumbuh kembali. Kata mutiara sangat cocok untuk anda berikan kepada orang terdekat ketika mereka sedang mengalami sesuatu yang menyedihkan atau mengecewakan. Salah satu orang yang bisa anda berikan kata mutiara adalah orang tua anda. Kata mutiara orang tua dapat anda sampaikan langsung kepada orang tua anda atau dapat melalui kartu ucapan. Jika anda memilih menggunakan media tulisan, sebaiknya buat tulisan yang menarik dan kreatif agar mereka merasa terharu dan bahagia menerima kata mutiara tersebut.

Memilih kata mutiara untuk orang tua tidak boleh sembarangan. Anda juga harus menyesuaikan suasana hati orang tua. Jika memang orang tua sedang sedih, anda perlu memberi kata mutiara yang mampu membuat kesedihannya hilang sehingga mereka bahagia setelah menerima kata mutiara tersebut. Namun jika mereka sedang tidak merasakan hal apapun namun anda ingin memberikan kata mutiara, anda dapat memberikan kata mutiara yang menunjukkan betapa anda begitu menyayangi mereka. Anda juga dapat memilih kata mutiara yang menunjukkan rasa terimakasih atas segala jasa mereka yang dengan sabar mau merawat dan membesarkan anda.
Anda dapat memilih beberapa kata mutiara orang tua yang tepat dengan mencarinya di berbagai media. Di bawah ini akan kami tampilkan beberapa contoh kata mutiara yang cocok untuk orang tua anda.

Kumpulan Kata Untuk Santri Mutiara Nasehat Orang Tua

Kasih sayang seorang Ibu adalah bahan bakar yang memampukan Ibu untuk melakukan hal-hal yang mustahil dilakukan

Membahagiakan orang tua merupakan pintu masuk sukses hidup kita

Bahagiakan orang tua anda, itulah salah-satu target utama manusia-manusia sukses dimasa depan

Sesungguhnya, sejelek apa pun rupa maupun sifat orang tua kita, mereka tetap layak dan harus dihormati. Seperti kita memperlakukan orang tua kita, demikian pula kelak yang akan diperlakukan anak-anak kepada kita.

Orang tua adalah tulang yang digunakan anak-anak untuk mengasah gigi mereka

Tanpamu apalah arti sebuah kehidupan, hampa yang akan ku rasa, namun ku akan membuat hari-harimu bahagia sebelum itu terjadi, Ayah,, Ibu,, tetaplah menjadi yang terbaik untukku.

Siapa yang mendurhakai orang tua, kelak ia akan didurhakai oleh anaknya. siapa yang tidak mendoakan orang tuanya, maka akan sempit rizqi dan kehidupannya.

Kata yang paling indah bagi umat manusia adalah “Ibu” dan panggilan paling indah adalah “Ibuku”. Ini adalah kata penuh harapan dan cinta yang keluar dari kedalaman hati paling dalam.

Ibu … betapa sulitnya dirimu menjagaku, membesarkanku serta mendidikku, namun semua itu tidak akan ku sia-siakan, pengorbananmu akan menjadi kebahagiaanmu kelak.

Kebahagiaan orang tua adalah tolak ukur kesuksesan anda sebagai seorang anak.

Bagi sebagian orang, mungkin kata mutiara sama sekali tidak berguna. Tapi bagi sebagian yang lain mendapat kata mutiara merupakan salah satu bukti bahwa mereka diperhatikan dan yang memberi kata mutiara peduli dengan anda. Begitupun orang tua, mereka yang pasti akan tersentuh dengan pemberian kata mutiara untuk mereka.

Kata mutiara orang tua menjadi salah satu ekspresi seorang anak untuk mengungkapkan besarnya rasa cinta mereka kepada orang tua. Untuk itu mulailah belajar memberikan orang tua kata mutiara agar mereka juga tahu betapa anda sangat peduli dengan mereka.

Kata Kata Untuk Santri.Mutiara Kerinduan Yang Dirasakan Orang Tua Untuk Anak Yang Jauh Sedang Mondok

Masa ketika hidup dipondok itu adalah masa yang paling menyenangkan. Masa dimana kita harus belajar bersama teman-teman, tanpa ada perbedaan, kita bersama teman menuntut Ilmu bersama. Baik itu belajar mengenai Ilmu Agama,pelajaran sekolah maupun belajar mengenai hidup. Maka ada beberapa kata kenangan masa diPondok.

Pada masa hidup dipondok, dimana kita belajar cinta, pelajaran, dan persahabatan. Sungguh indah masa mondok itu. Namun hal tersebut dirasakan ketika setelah menyelesaikan progam-progam kegiatan pondok sampai bisa, alias setelah boyong atau pulang kampung. Jika pada masa mondok, ingin rasanya cepat-cepat selesai. Namun ketika sudah dirumah, ingin rasanya kembali pada masa saat dipesantren. Masa yang amat menyenangkan.

Masa mondok masa yang menyenangkan. Di sana juga ditemukan cinta pertama. Awal dari mengenal cinta, dan mungkin awal dari mengenal yang namanya patah hati.

Kata Kenangan Masa dipondok
Berikut beberapa kata kenangan masa mondok yang tentunya membuat rindu akan masa tersebut.

1. Aku bertemu sahabatku pada masa dipesantren
Sahabat adalah orang yang selalu mengerti keadaan kita. Orang yang selalu berada di dekat dan selalu berada di saat kita sedih. Dan kita menemukan sahabat pada masa ketika berada dipesantren. Mungkin saat bertemu dengannya pada awal pertama kali, rasanya agak canggung. Namun lama-kelamaan, entah kenapa rasanya sangat senang bila bersama dengannya. Hingga terbentuklah persahabatan, hal tersebut terbentuk tanpa disadari dan seiring berjalannya waktu.

Waktu telah membuktikan kalau perjalanan bersama sahabat itu sangat indah. Bahkan, beberapa dari kita ada yang masih bertahan bersama sahabat lama, walaupun sudah terpisah jauh dengan kita. Namun, itulah peran dari sahabat, mereka adalah teman yang selalu bersama kita, baik senang maupun susah.

Mungkin dulu bersama sahabat belajar bareng, belajar bersama sampai lupa waktu. Bermain bareng, bahkan gila-gilaan bersama-sama. Dan itu adalah masa yang sangat indah bukan? Rasanya ingin mengulang kembali masa itu.

2. Aku melihat dengan cinta pertamaku pada masa hidup dipondok
Kisah Cintaku Melalui Curhat

Kata perpisahan masa sekolah mengenai cinta pertama sangat indah, begitulah yang orang lain katakan. Apakah itu benar? Bahwa cinta pertama itu sangat indah? Sayangnya pernyataan itu benar apa adanya. Cinta pertama sangat indah, rasanya dunia ini begitu indah untuk diungkapkan ketika cinta pertama. Dan rata-rata kita bertemu dengan cinta pertama pada masa sekolah.

Si dia, yang selalu menatap ke lapangan sekolah, bukan untuk menatap lapangan kosong, namun mencari sosok yang telah mencuri hatinya. Diam-diam dia menatap dan berharap kalau dia akan merasakan yang sama. Hati ini begitu susah dikendalikan. Antara rasa ingin dan gengsi bersatu padu, membuat hati ini bimbang.

Ada yang cinta pertamanya bertahan selamanya, hingga mereka menikah dan sampai memiliki cucu. Namun ada juga cinta mereka kandas di tengah jalan.

3. Aku merasakan Denyut jantung bergetar pertama kali pada masa dipondok
Kata kenangan masa dipesantren mengenai denyut jantung bergetar kencang mewarnai kehidupan pesantren. Cinta pertama memang sangat indah, dan itu dirasakan pada masa sekolah. Namun juga, patah hati pertama kali sangat sakit. Seakan rasanya dunia ini sudah runtuh begitu saja. Namun, hal tersebut harus dialami. Siapa yang jatuh cinta, maka harus berani untuk patah hati. Kita memang tidak bisa memilih cinta, begitu juga dengan patah hati.

Ada mungkin merasakan patah hati karena dikhianati, atau memang secara alami hubungan percintaan dengan cinta pertama berakhir begitu saja. Hal tersebut memang menyakitkan.

Dan di situlah peran dari sahabat yang selalu menghibur kita di saat sedih. Di saat rasanya patah hati begitu sakit, dia datang dengan pelukan hangatnya, menghangatkan dunia yang hampir terasa kelam.

4. Aku menemukan minatku pada masa hidup dipesantren
Setiap manusia pasti diberkahi dengan kelebihan. Segala kekurangan yang didapat, ada juga ribuan kelebihan yang ada di dalam diri manusia. Dan kelebihan itu didapat pada masa ketika dipesantren. Pada masa manusia belajar, mencari jati dirinya untuk terus menggali potensi yang ada di dalam dirinya.

Minat dan bakat ditemukan pada masa pembelajaran, alias pada masa mondok maka ditemukanlah minat dan bakat. Dan hal tersebut akan sangat berguna ketika dewasa nantinya.

Pada masa mondok, rasanya ingin sekali belajar lagi. Menggali lagi potensi minat dan bakat yang terpendam di dalam diri. Rasanya, pada masa sekolah, menggali potensi minat dan bakat sangat menyenangkan sekali. Tidak ada rasa stress yang dirasakan. Namun, hal tersebut berbeda ketika dewasa. Mengembangkan minat dan bakat merupakan hal yang sangat melelahkan.

5. Aku bertemu dengan guru yang sangat menjadi inspirasi dan motivasi
Siapa guru favorit Anda? Guru yang humoris, guru galak, guru yang membimbing, guru yang profesional, dan lain-lain. Ada banyak guru yang ditemukan pada masa sekolah. Dan beliau mengajarkan kita dengan ilmunya masing-masing.

Rata-rata bakat dan minat itu berjalan dengan siapa guru favorit kita. Jika guru favorit semangat membimbing kita dalam pelajaran kimia, maka ada kemungkinan minat dan bakat pada kimia. Guru adalah panutan yang sangat berharga.

Dengan guru, kita yang awalnya tidak mengetahui apa-apa. Rasanya dunia ini hanyalah putih saja. Namun guru membuka mata kita. Bahwa dunia ini ada sisi hitam dan abu-abu. Beliau juga membimbing kita untuk menjadi orang yang berhasil. Mendapatkan bekal ilmu yang cukup untuk terus berjuang melawan kehidupan yang berat ini.

6. Aku merasakan kebersamaan pada masa dipondok
Pada masa mondok itu, dirasakan kebersamaan yang sangat mendalam. Rasanya, kebersamaan itu tidak dapat digantikan. Hal tersebut membuat kita rindu akan masa-masa sekolah.

Dengan teman satu kelas yang beragam sifat. Namun, seiring berjalannya waktu, kebersamaan mulai terbentuk. Walaupun terkadang ada pertengkaran dirasakan, namun pertengkaran itu tidak merusak kebersamaan yang ada. Rasa ingin terus bersama itu terus tumbuh dan berkembang di benak masing-masing.

Kebersamaan bersama teman-teman itu tidak tergantikan. Bermain bersama teman, belajar, dan mungkin jahil bareng-bareng. Tertawa, bersedih, dan juga jengkel dirasakan bersama teman-teman. Rasanya, setiap waktu yang dirasakan pada masa sekolah bersama teman amat berharga, tidak tergantikan oleh apapun.

7. Aku merasakan perpisahan pertama kali
Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Kata kenangan pada masa sekolah kali ini mengenai kesedihan, kesedihan yang sangat mendalam. Bahwa perpisahan itu sangat kelam dan rasanya tidak ingin merasakan hal tersebut.

Perpisahan adalah hal yang sangat memberatkan hati. Ingin rasanya untuk menumpahkan air mata ini. Ada yang menumpahkan air matanya, namun ada juga yang berusaha menahan air matanya.

Perpisahan adalah hal yang menyakitkan, namun hal yang perlu dikenang. Perpisahan yang menyenangkan akan selalu dikenang sepanjang masa. Pada perpisahan tersebut, beragam cerita ada di sana. Perpisahan dengan teman, sahabat, dan guru. Rasanya teramat indah untuk dikenang.

Penutup
Begitu banyak kata kenangan masa dipesantren yang ingin ditumpahkan. Bukan hanya satu tapi ribuan kata kenangan yang ingin ditumpahkan. Masa mondok adalah masa mencari jati diri, menemukan bakat dan minat, mengenal yang namanya cinta maupun patah hati, dan mengenal yang namanya perpisahan. Segala rasa bercampur pada masa sekolah. Ingin rasanya kembali pada masa sekolah tersebut.

Kata Kata Kenangan Masa Dipesantren Membuat Kangen Dan Rindu Dengan 7 Kehidupan Saat Mondok Jadi Santri

Newer Posts Older Posts Home

Search This Blog

Labels