Jantung rumah adalah seorang istri, jika hati istrimu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak sunyi tidak ada canda tawa, manja, perhatian. Maka sayangilah istri kalian agar dia bahagia dan kamu akan merasa seperti di surga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah seorang suami yang sangat meninggikan kedudukan para istrinya dan amat menghormati mereka.

Namun, ketika berselisih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah melibatkan emosi. Ketika sedang marah kepada Aisyah, Beliau berkata, “Tutuplah matamu!”

Kemudian Aisyah menutup matanya dengan perasaan cemas, khawatir dimarahi Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Mendekatlah!” Tatkala Aisyah mendekat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian memeluk Aisyah sambil berkata, “Humairahku, telah pergi marahku setelah memelukmu.”

Tidak pernah ada kalimat kasar dan menyakitkan dalam rumah tangga Rasulullah. Bahkan, beliau biasa memijit hidung Aisyah jika dia marah, sambil berkata,

“Wahai Aisyah, bacalah do’a, ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan’,” (HR Ibnu Sunni).

Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perjalanan jihad fisabilillah diiringi para sahabat. Sementara itu di pintu gerbang kota Madinah, Aisyah r.a menunggu dengan rasa rindu.

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di tengah kota Madinah. Aisyah r.a bahagia menyambut suami tercinta. Tiba di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beristirahat melepas lelah. Aisyah di belakang rumah sibuk membuat minuman untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu minuman itupun disuguhkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau meminumnya perlahan hingga hampir menghabiskan minuman tersebut tiba tiba Aisyah berkata: “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam dan hendak melanjutkan meminum habis air digelas itu. Dan Aisyah bertanya lagi, “Yaa Rasulullah biasanya engkau memberikan sebagian minuman kepadaku tapi kenapa pada hari ini tidak kau berikan gelas itu?”

Akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan sebagian air yang tersisa di gelas itu, Aisyah r.a meminum air itu dan ia langsung kaget terus memuntahkan air itu.

Ternyata air itu terasa asin bukan manis. Mungkin saking tergesa gesanya Aisyah baru tersadar bahwa minuman yang ia buat salah masukin campuran, yang harusnya sari gula malah masukin sari garam. Kemudian Aisyah r.a langsung meminta maaf kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Lelaki yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya,” (HR Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Dari Abu Hurairah Ra bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersabda: “Saling Berpesanlah kalian untuk memperlakukan Wanita dengan Baik,

Karena sesungguhnya Wanita itu Diciptakan dari Tulang Rusuk, Dan Sesungguhnya yang paling bengkok dari tulang rusuk itu adalah bagian Atasnya,

Jika engkau bersikeras untuk meluruskannya, Niscaya engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau biarkan, ia akan tetap bengkok, Karenanya saling Berpesanlah (saling menasihati) Berkenan dengan Wanita,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan Kasar Dengan Istri Bahkan Membentak,Memukulnya,Lelaki Tak Ada Hak


Inilah alasan kenapa budaya mengikuti atau merayakan hari valentain tidak boleh ditiru orang muslim. Biasanya bulan Febuari merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pasangan suami-isteri atau orang yang menjalin cinta/pacaran.Yah tanggal 14 febuari hari dimana jalinan kasih sayang begitulah kebanyakan orang menyebutnya.Kebanyakan remaja khususnya wanita menyukai hari itu, menunggu pasangannya memberikan momen romantis penuh manja dengan berharap ada sesuatu yang diberikan.Entahlah kenapa Hari valentain ini identik dengan pemberian cokelat.Saya juga kurang tahu. Yang saya ketahui hanyalah larangan umat muslim merayakannya.

Perlu diketahui hukumnya valentain merupakan budaya-budaya nasrani yang tidak boleh ditiru oleh umat muslim. Ya tentu saja saya setuju dengan larangan itu seperti yang dikatakan banyak sebagian ulama berpendapat,melarang untuk ikut merayakan hari valentain.

Sudah sangat jelas kita melihat kejadian-kejadian valentain,yang mengidentasikan dengan pasangan yang belum sah/pacaran.Jelas dong dalam islam sendiri tidak ada yang namanya pacaran bahkan hal ini dilarang keras. Mengapa bisa begitu???

Dalam islampun ada larangan perintah jangan mendekati zina.Pacaran sendiri merupakan area pendekatan zina,maka dari itu dilarang.Banyak kategori tentang zina, khusunya dalam pembahasan pacaran. Seperti halnya yang akan terjadi pastinya secara otomatis atau secara tidak langsung menjadikan zina mulut, zina mata, bahkan bisa menimbulkan syahwat.Yang akan memicu perbuatan negatif dari keduanya.Lebih mengerikan lagi sampai yang akan terjadi hilangnya kehormatannya sebab keblabasan berbuat zina yang dosanya kata guru-guru saya 40 tahun dosanya tidak diampuni.

Berikut ayat dan hadist yang melarang kita mengikuti Orang yahudi dan nasrani:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS : al-Maidah : 51)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ



“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam

Iqtidho’ [hal. 1/269]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻻَ ﻳَﺼْﺒُﻐُﻮﻥَ ، ﻓَﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻫُﻢْ

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103)

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.Katakanlah.

“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“

Larangan Mengapa Valentain Merupakan Budaya Yang Tidak Boleh Ditiru Orang Islam Menurut Sebagian Ulama

Kwajiban zakat

Older Posts Home