Bencana alam yang menerpa Selat sunda, Hari Sabtu (22/12) menyisakan banyak kisah sedih yang sangat mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia, terlebih wilayah mereka yang menjadi korban bencana alam terjangan tsunami. Bagaimana kita tidak merasakan kesedihan mendengarkan cerita-cerita dari saudara-saudara kita sedang terkena musibah itu.

Sebelum bencana alam datang tiada orang yang menyangka begitu juga BMKG karena dengan tiba-tibanya hantaman air laut datang disaat waktu istirahat. Semua orang yang banyak jumlahnya bahkan ribuan orang berjuang untuk mencari keselamatan diri dan keselamatan keluarganya dari tsunami.Ssungguh sangat amat menyayat hati bergelimang tetesan air mata mendentsunami\
garkan ceritanya. Namun ada hal yang bisa sedikit memberikan kesadaran kita akan beberapa kuasa Allah Swt yang terlihat. Seperti kisah para santri penghafal Alquran selamat dari Tsunami.

Diceritakan dari Salah satu korban selamat dari tsunami tersebut adalah rombongan dari SMA Islam Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Banten. Sebanyak 65 santri dengan rincian 30 perempuan dan 35 laki-laki menyaksikan kedahsyatan air yang meluluhlantakkan hotel dan rumah warga di sekitar pantai. Namun, melalui kesaksian salah satu guru, Ai Nuraeni, di saat kejadian tersebut ia dan anak didiknya menyaksikan kuasa Allah SWT yang luar biasa.

Ai menceritakan, pada saat kejadian di malam hari, melalui lantai dua vila yang mereka tempati, terlihat Anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan laharnya. Walaupun sempat khawatir, mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Namun, suara gemuruh tiba dan membuat dirinya bertanya-tanya. "Baru selesai hafalan setoran tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Awalnya dipikir hujan tapi ternyata enggak ada airnya, tiba-tiba dari belakang yang dekat ke pantai itu santri putra lari-lari (teriak) itu air, itu ada air. Kita sempat panik itu air apa," kata Ai menjelaskan.

Tak lama kemudian, air tersebut surut begitu saja dan hanya menghantam pagar pembatas belakang vila. Rombongan pun memutuskan untuk berkumpul di mushala vila. Ia mendapat kabar bahwa pengelola pantai menghubungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menanyakan apa yang terjadi. Ternyata, menurut BMKG saat itu hanya air pasang biasa. Mereka pun merasa sedikit tenang.

"Tapi ada sedikit khawatir juga sih dari para pembina. Akhirnya kita kumpulkan saja semuanya di mushala. Kita instruksikan mereka untuk menggunakan pakaian lengkap, minimal kita siap lari," kenang Ai.

Pada saat itu, suasana kembali hening. Suara yang terdengar hanyalah para santri yang tengah mengaji dan melanjutkan tilawah yang sempat tertunda karena air pasang tiba-tiba tadi. Ai juga mengenang, saat itu para santri begitu tenang. Ada beberapa yang wudhu dan shalat tobat, semua begitu tenang dan tidak panik.

"Sesauatu yang mengharukan saya, terutama sikap anak-anak ketika terjadi bencana seperti itu, kita instruksikan, kita sekarang evakuasi, silakan bawa barang yang dianggap penting. Dan mereka langsung yang tercetus itu ya Alquran," kata Ai.

Pada saat itu pengelola hotel mengabarkan bahwa ada masyarakat yang mengungsi. Pembina pun musyawarah perlu atau tidaknya untuk ikut mengungsi. Ai menceritakan, setelah mereka berdiskusi, dua orang ustaz keluar untuk melihat kondisi sekitar. Kedua ustaz tersebut pun kaget karena lingkungan di sekitar villa telah hancur. Akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mengungsi.

"Pengungsian waktu itu, kata pengurus vila, ada di daerah Cipanas, pokoknya dari vila ke arah kiri. Setelah belokan evakuasi itu, akan ada dari jembatan itu sudah tidak bisa dilalui kendaraan itu. Ya itu batas amannya," kata dia.

Sebelumnya, ketika di vila mereka telah dihubungi oleh NF di pesantren. Rombongan NF dari pesantren pun telah dalam perjalanan untuk menjemput mereka. Namun, di jalan, Ai menjelaskan, rombongan NF tidak bisa masuk lebih dalam karena jalanan rusak.

Namun, hal cukup menakjubkan terjadi. Ketika berada di lokasi pengungsian atau rumah penduduk di daerah Cipanas, tidak jauh dari situ adalah tempat rombongan dari NF yang akan menjemput berada. Akhirnya, seluruh ustaz, ustazah, dan santri berhasil keluar dari lokasi bencana dan kembali ke pesantren.

"Jadi, alhamdulillah timnya sampai ke daerah pengungsian. Lalu ada empat atau lima mobil itu. Kita lewat jalur alternatif yang melewati hutan dan kurang lebih tiga jam sampai ke pesantren," kata Ai.

Rombongan ini sudah berada di lokasi selama satu bulan lebih sejak 18 November 2018. Rencananya, mereka akan dikarantina sampai 18 Januari 2018 sebelum berangkat ke Turki pada 23 Januari 2018.

"Mereka adalah santri kelas 10 SMA Islam Nurul Fikri Boarding School, Serang, Banten yang mengikuti program International Education Progarm (IEP). Mereka melakukan hapalan Alquran 30 juz. Mereka adalah santri yang akan ke Turki untuk menghapal Alquran dan pengambilan sanad," kata salah satu guru SMA Islam NFBS, Andriono.

Ia mengatakan, saat ini para santri telah berada di pesantren untuk melanjutkan aktivitas menghafal Alquran. Suasana pesantren saat ini cukup sepi karena santri lainnya tengah menikmati waktu liburan. Setelah melalui masa karantina ini, mereka akan berangkat ke Turki bersama-sama. ...

Inilah Kisah Santri Penghafal Alquran Selamat dari Tsunami Selat Sunda, Subhanallahh !!!!


Ini kisah yang diaktori oleh seorang santri dia adalah seorang anak santri pesantren nakal namun juga mempunyai kecerdasan dibanding teman sekelilingnya sebut saja dia adalah kang Fulan.

Pada saat kang santri yang bisa kita sebut fulan tadi, kala itu ia masih belajar ditingkat kelas 6 Madhrasah Ibtida’iyah, kelas tingkat junior yang ada didalam pesantren. Maka wajarlah jika untuk kelas paling junior biasanya memang masih tergolong banyak memiliki sifat kekanak-kanakan, dan itu memang hal yang wajarlah. Hal tersebutlah yang menarik perhatian penulis untuk menceritakan kisah sang santri kecil nakal tapi cerdas, yang mungkin menarik buat kalian yang mempunyai hobi membaca kisah-kisah cerita santri.

Inilah ceritanya Kang fulan sang santri kecil ini juga belum lama tinggal di Pesantren, dia adalah seorang santri kecil yang juga merupakan santri baru, yang masih dalam tahap perbaikan dan proses dari sifat kekanak-kanakan menuju ke level yang lebih tinggi dan juga pengenalan tentang pendidikan yang ada didalam Pesantren.

Inilah kisah menariknya yang diambil dari dongengterbaru.blogspot.com
Nah, pada waktu itu hari kamis pagi. Seperti biasa tiap hari kamis pagi ada kultum yang di bawakan oleh pak yai atau biasa di panggil para santri dengan sebutan Abah. Kultum ini sifatnya umum. Artinya di peruntukan untuk semua kalangan santri tanpa memandang kelas dan tingkat pelajaranya. Karena pada kultum biasanya berisi tentang pesan-pesan tausiyah, bukan tentang pelajaran tertentu yang lebih husus, seperti nahwu, shorof, tafsir qur’an, atau ilmu fiqh yang di sesuakan dengan tingkat dan kelas sebagaimana sekolah.

Seperti biasa, selalu ada tiga santri ndablek(bandel) yang pasti datang belakangan. Biasanya mereka baru datang setelah di “razia” oleh para pengurus karena bersembunyi menghindar dari ikut ngaji kultum. Ada yang sembunyi di WC, dapur, atau bahkanada pula santri pura-pura masak atau nyuci. Tapi yang namanya pengurus pondok sudah hapal betul akan siasat seperti itu. Dan tentunya sudah hapal pula tempat persembunyian dan “pelarian” para santri bandel ini. Dan yang biasa menjadi langganan dan mendapat predikat santri “ndablek” level atas adalah tiga orang yang baru dating tadi, yaitu kang bahlul, kamso, dan sodrun.

Dan Abah juga sangat hapal dengan wajah-wajah santri ‘’ternama” ini.
“Haduh.. kalian lagi.. kalian lagi.. apa kalian gak bosan main kucing-kucingan terus sama pengurus”. Kata Abah.
Dan kang bahlul dkk tahu bahwa yang di maksud abah adalah mereka, mereka hanya bias tertunduk tak berani menjawab ataupun memandang abah. Kultum kemudian di mulai. Para santri terlihat mendengarkan tausiyah yang di sampaikan abah dengan serius dan seksama, tak terkecuali kang bahlu, kamso, dan badrun. Mereka juga terlihat husyuk atau mungkin pura-pura husyuk dalam mendengarkan tausiyah yang di sampaikan.

“Nah intinya dari semua yang telah saya sampaikan tadi.. jangan terlalu berat akan dunia. Belajarlah ikhlas akan segala hal. Jika kau kehilangan sesuatu, atau kau ingin memberikan sesuatu, maka kau harus ikhlas. Karena kita harus sadar, bahwa segala sesuatu di dunia ini bukan milik kita. Semua milik Allah, dan dia hanya menitipkanya saja kepada kita. Lalu ketika hal tersebut hilang, kita juga harus ikhlas. Karena pada dasarnya semua milik Allah, dan Allah juga berhak mengambilnya kembali jika DIA ingin. Faham semua?”. Kata abah.
“Faham yaiiiiiii..”. jawab para santri serentak.
“cukup sekian untuk kultum kali ini. Mari kita tutup dengan membaca al-hamdulillah dan do’a bersama. Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..”. kata abah menutup kultum pagi itu. Dan para santri serentak menjawab dengan salam.

Al-kisah.. abah memiliki sebuah pohon jambu yang selalu dirawatnya dengan baik. Pohon jambu itu adalah kesayangan abah, karena buahnya sangat manis dan besar-besar. Pohon yang terletak di belakang rumah abah itu tak pernah ada santri yang berani mengambil buahnya, karena mereka tahu itu adalah pohon yang di sayangi oleh kyai mereka. Malam itu kang bahlul, kamso, dan badrun sedang asik bercengkrama dan bercanda di depan komplek. Karena malam jum’at, mereka tidak memiliki kegiatan. Karena rutinitas ngaji libur di malam jum’at. Hanya beberapa yang mengisinya dengan belajar dan membaca al-qur’an di kamar, selainya biasanya menghabiskan waktu dengan bersantai untuk mendinginkan otak dari rutinitas pondok.
“Kam, kamu ada duit tidak?”. Tanya kang bahlul pada kamso.
“Wah.. uang ku juga sudah mulai nipis lul, Tanya sama si badrun.. mungkin dananya sudah cair dapet kiriman”. Jawab kamso. Dan badrun yang merasa diriny di tuju hanya mengangkat bahu, tanda dia pun sama tak punya uang.
“Aduh, perut ku lapar nih brow, mau ikut aku gak cari makanan?”. Tanya kang bahlul pada dua temanya.
“Weh.. uang aja gak punya lul, mau nyari makanan pakai apa?”. Sanggah badrun.
“Kita petik jambu di belakang rumahnya abah yuk..”. ajak kang bahlul.
“Wah.. wah.. wah.. kamu ini cari perkara ya lul? Mau di marahin sama abah?”. Kata kamso.
“Sudahlah santai saja.. abah gak bakalan marah. Kalau kalian tak berani manjat, nanti biar aku yang manjat. Kalian ngantar aku aja nunggu di bawah. Kalau ada apa-apa, biar aku yang nanggung”. Kata kang bahlul meyakinkan kedua temanya.

Ahirnya karena begitu hebatnya rayuan kang bahlul, kamso dan badrun pun ahirnya nurut. Mereka menuju pohon jambu di belakang rumah abah. Sebagai mana kesepakatan, kang bahlul yang manjat pohon jambu. Sedangkan kamso dan badrun hanya menunggu di bawah. Ternyata abah mendengar akan keberadaan mereka. Karena merasa penasaran siapa yang malam-malam begini ada di belakang rumahnya, abah pun keluar untuk melihatnya dan berniat menegur. Begitu abah melihat ada tiga santri “tersohor” sedang asik memetik buah jambu kesayanganya, abah pun menghampiri mereka dan berniat untuk memarahinya.

“Hai.. sedang apa kalian malam-malam di sini? Mau nyolong jambu ya?”. Tegur abah.
Kontan saja kamso dan badrun di buat terkejut karena mereka tak menyadari kedatangan abah, tak terkecuali kang bahlul. Tapi bukan kang bahlul namanya kalau tidak mengeluarkan ilmu “mbondet” alias ilmu ruwet meruwetkan. Hehehe.. dengan berusaha santai, kang bahlul pun menjawab..

“Ma’af bah, saya tidak mencuri, tapi minta..”. jawab kang bahlul.
“Minta? Memangnya kamu sudah bilang sama pemiliknya? Ini kan pohon jambu punya saya, kamu belum minta izin sama saya”. Kata abah berusaha sabar.
“Eh.. abah salah.. sangat.. sangat salah.. segera bertaubat bah.. ingat pada yang maha kuasa..”. kata kang bahlul.
“Apa maksud mu lul?”. Tanya abah yang di buat bingung oleh kang bahlul.
“Sebagai mana yang abah sampaikan tadi pagi, segala hal didunia ini adalah milik Allah, kita manusia hany di titipi. Nah termasuk jambu ini juga milik Allah, saya tadi sudah minta izin sama Allah. Kenapa abah marah-marah?”. Jawab kang bahlul.
“Astaghfirullah al-‘adzim..”. kata abah sambil menahan amarahnya. Ternyata kini dia termakan oleh tausiyah yang di sampaiaknya sendiri, meski cara penggunaanya kurang tepat. Tapi abah sadar, apa yang di sampaiakan oleh kang bahlul itu memang benar. Dan ahirnya abah diam dan meninggalkan kang bahlul dkk begitu saja tanpa sepatah kata pun.

Ternyata kediaman abah tersebut membuat kang bahlul dkk sangat senang. Mereka mengira kini abah tak akan berani lagi memarahi mereka. Dan pada malam berikutnya, mereka mngulangi hal yang sama, kali ini dengan lebih berani dan terang-terangan tanpa takut di marahi. Tapi baru saja saja kang bahlul memanjat, tiba-tiba punggungnya di pukul dengan sebuah tongkat rotan. Meski tidak besar, tapi “panasnya” tetap terasa. Ternyata abah memang sudah menunggu mereka dari tadi di situ, abah sengaja duduk di kegelapan agar mereka tidak tahu keberadaanya.

Tentu saja kang bahlul teriak karena merasa terkejut dan kesakitan.. ketika dia tahu yang memukul itu kyai mereka, dia pun bertanya dengan nada sedikit protes.
“Bah.. kenapa mukul punggung saya bah? Kan sakit bah,,”. Kata kang bahlul sambil meringis dan mengusap pungungnya yang “panas” itu.
“Siapa yang memukul punggung mu lul? Akau Cuma memukul punggung milik Allah. Karena semua hal di dunia ini milik Allah. Dan tadi aku juga sudah minta izin sama Allah. Dan aku tadi minta izin mau memukul punggung milik Allah ini berulang-ulang kalau tetap masih bandel..”. kata abah dengan santainya.

Mendengar perkataan abah, kang bahlul langsung turun dengan cepat dari pohon jambu. Dan segera lari bersama badrun dan kamso kembali ke komplek pondok. Kini kang bahlul sadar, bahwa menggunakan pengetahuan untuk hal yang tidak baik itu adalah kesalahan besar. Dan kini dia juga mulai menyadari, yang namanya guru pasti memiliki trik untuk mengalahkan kebandelan seorang murid. Setelah kejadian malam itu, kang bahlul dkk tak berani lagi coba-coba memetik jambu “milik Allah” di belakang rumah abah. Karena dia takut jika “punggung milik Allah” kembali di pukul pakai rotan. Hehehe.. ^_^

Kisah Lucu Santri Kecil Nakal Tapi Cerdas, Humor Ala Santri


Bagi seseorang yang sedang menjalin hubungan atau pacaran sama santri yang masih di Pesantren mungkin disuatu sisi lain adalah hal yang melelahkan, tapi disisi lain menjalin cinta jarak jauh (LDR) sama santri tentu ada cerita cinta kelebihan hal positif yang bisa didapatkan. Walaupun sebetulnya kita tahu bahwasannya banyak seseorang santri itu adalah orang yang anti pacaran karena dianggap melanggar aturan agama dan tata tertib pesantren.

Namun tak semua santri seperti itu yang anti pacaran, masih ada juga yang nekad tetap pacaran, terlebih bagi mereka yang masih dalam masa-masa remaja pasti soal pacaran gak ketinggalan juga. Disini singkat cerita lupakan dulu masalah syariat hukum agama antara halal haram.

Nah, ada sebuah kisah cinta di Pesantren seorang santriwati menjalani long-distance relationship (LDR) dengan cowok yang sudah tidak lagi mondok atau katakanlah si cowok itu sudah lulus dari Pesantren. Suatu ketika santriwati menyadari apa yang selama ini ia jalani banyak memberikan dampak negatif. Mungkin bagi kalian sudah tau apa saja dampak-dampak pacaran. Namun dibalik itu ternyata ada hal lain sebuah manfaat yang bisa di petik saat menjalin hubungan jarak jauh. Berikut kelebihan LDR cerita cinta santriwati yang bisa diambil seperti yang dilansir dari Herbeauty.co

1. Lebih menghargai satu sama lain
Karena kalian dipisahkan jarak dan mungkin juga waktu, bertemu menjadi kesempatan langka dan patut disyukuri dan patut dilalui dengan penuh cinta. Karena setiap momen kebersamaan lebih berharga dari waktu lainnya.

2. Berbagi lebih banyak interaksi
Karena saling jauh, kalian belajar lebih terbuka dan jujur satu sama lain. Tak ada waktu untuk saling gengsi, apalagi bertengkar masalah sepele. Waktu begitu berarti untuk lebih banyak berinteraksi secara berkualitas.

3. Komunikasi lebih intens
Kalian mungkin akan mematikan ponsel selama kencan atau menolak memeriksa gadget dan tenggelam dalam media sosial. Karena kalian tahu bahwa komunikasi paling baik adalah dengan tetap mata dan bicara empat mata dengan jarak dekat. Tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa berkomunikasi sedekat ini.

4. Lebih mandiri
Mandiri itu pasti, apalagi jika kamu adalah tipe cewek manja. LDR akan jadi latihan menjaga diri, menjaga hati, memperkuat diri, mengajarkan untuk tangguh dan tidak selalu bergantung dan merepotkan.

5. Hubungan yang tidak mudah goyah
Pentingnya komitmen akan sangat terasa saat menjalani LDR. Karena kalian jauh sehingga harus berpegang hanya pada rasa percaya kepada pasangan. Jika tak bisa melaluinya dan bersikap dewasa, maka LDR tak akan berhasil.

6. Punya alasan untuk traveling
Mungkin selama ini tak pernah ada pikiran untuk traveling dalam hidupmu. Namun ketika melihat banyak pasangan bisa menghabiskan waktu bersama, ada rasa iri muncul. Dan karena inilah, kamu punya alasan untuk traveling, menghabiskan waktu menyenangkan bersama pasangan saat punya waktu.

7. Lebih romantis
Karena rasa rindu yang telah dibendung sekian lama akibat jarang bertemu, maka rasa rindu itu akan mekar sebagai bentuk sikap romantis pada pasangan. Segala hal yang dilalui bersamanya menjadi momen spesial.

Itu sekian hal yang bisa kamu ambil dari hubungan cinta jarak jauh. Bersyukurlah ketika rindu justru tidak berubah menjadi keinginan berpisah dan muak karena tak bisa bertemu, . Ini tanda bahwa kalian bisa mengambil manfaat dari cinta LDR.

Cerita Cinta Pacaran Sama Santriwati 7 Petikan Kelebihan LDR Yang Bisa Diambil


Setelah lulus ataupun keluar (Boyong) dari pesantren pasti setiap alumni banyak merindukan momen-momen dari Pondok  Pesantren tersebut. Pernah nyantri menjadikan setiap orang lulusan pesantren akan selalu rindukan masa-masa mondoknya. Walaupun sudah tidak lagi dinyatakan santri yang belajar di pondok tetapi nama seorang santri akan terus melekat dalam dirinya, terlebih hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang memandang dirinya adalah sosok generasi penerus tokoh-tokoh agama di kampungnya.

Dan disitulah kenapa seorang santri alumni akan selalu ingat/rindu momen-momen belajar di Pondok Pesantren, karena mungkin juga setiap hari mereka lebih sering terjun dalam aktivitas kegiatan yang hampir sama saat di Pondok.

Tentu banyak sekali sebuah kerinduan dan kenangan masa-masa mondok bagi seorang alumni. Mulai sejak awal masuk pesantren hingga boyong (Keluar). Namun, dari berbagai kenangan masa di pesantren yang kadang ingin terulang kembali, ada beberapa hal-hal dari yang paling terkonyol sampai terindah akan selalu membekas dari ingatanmu duhai para alumnni pesantren yang membaca artikel ini,

1.Meski kadang malas menghafalkan dan merasa menyebalkan dengan rutinitas masuk sekolah Madhrasah, namun kadang juga kangen.


Siapa nih yang masih ingat ketika masuk Madhrasah Diniyah harus mendapatkan tugas hafalan nadhom-nadhom bait Ilmu Nahwu Shorof  ? Persoalan hafalan memang kadang membuat malas dan merasa menyebalkan, dimana kamu sebagai seorang santri wajib hafal dan harus setoran dengan ustadz/zah yang mengajar.

Tidak hanya itu, segala hal kegiatan belajar di pondok yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang santri menjadi momen yang kamu rindukan, entah rindu disaat kamu gak hafal dan harus berdiri didepan teman-teman sekelasmu. Apalagi kalau mengingat hiruk-pikuk disaat jam mengaji dimulai, pasti momen itu adalah hal yang asyik serta membuat kangen. Terlebih juga bagi seorang santri putra jika melihat santri putri lewat dengan ciri khasnya.

2.Jam sekolah Madhrasah kosong adalah momen terindah bagi sebagian santri dan penikmat dagelan santri.


Hampir semua santri merasakan kebahagian saat jam mengaji di sekolah madharasah kosong, terlebih pelajaran disaat itu adalah jam yang kurang disukainya. Disaat momen jam kosong seperti ini, didalam kelas madharasah sudah pasti kelas dikuasai oleh para santri.

Mereka tentu ada yang memilih tidur dalam posisi ternyamannya. Sedangkan bagi para santri yang guoyanan atau sering dagel berkumpul dan bercerita/ngobrol dengan asyiknya membuly teman, menggoda santri putri (jika satu kelas), dan masih banyak hal lainya jika jam pelajaran kosong. Tetapi beda halnya dengan santri yang rajin, kadang dia bisa memecah suasana kelas untuk lebih hal yang positif yakni dengan lalaran bait-bait syair nadhom Nahwu Sharaf.

3.Telat masuk madharasah itu ada dua pilihan, menunggu jam kedua datang dan harus masuk secara diam-diam tanpa ada suara yang bisa menggemparkan suasana tenang mengaji.


Saat momen seperti ini, ada dua tipe santri yang bisa kita lihat. Mereka yang niat mengaji, biasanya masuk ke kelas dengan diam-diam biar tidak memecah suasana tenang mengaji (biasanya ketika ustadz/zah membaca kitab sedangkan santri memaknainya dengan khasnya yaitu pegon). Hal lainnya juga agar tidak diberi hukuman/pertanyaan dari guru yang mengampu pelajaran tersebut. Tetapi lain halnya juga dengan santri yang mempunyai adap dan akhlak yang mulia dia akan lebih sopan. Dan mereka yang memilih untuk bolos mengaji pasti akan putar balik mencari tempat yang aman dari jangkauan pengurus pesantren.

4. Momen razia dadakan. Antara panik ngumpetin hp, sampai pasrah Handpond disita bahkan dibakar (Jika pondok pesantren tersebut tidak memperbolehkan/melarang membawa Hp sejak awal yang kamu sudah ketahui sebelumnya).


Satu lagi momen menyebalkan bagi para santri yang sering melanggar aturan Pondok Pesantren namun setelah kita lulus justru selalu kita ingat dan tak terlupakam. Ialah momen dimana ketika pihak pengurus merazia dadakan, entah razia larangan membawa Hp, atau razia lainnya. Saat momen seperti ini, biasanya para santri yang nakal tidak sesuai peraturan pesantren akan menjadi buronan utama.

5.Kamu pasti rindu teman dalam satu kamar, yang kini masin-masing sudah memiliki aktivitas yang berbeda-beda.


Biasanya saat di Pesantren, santri akan memiliki banyak kenangan dalam satu gotakan (bahasa kamar santri) karena setiap hari bersama-sama. Makan bareng/masak bareng, tidur berdampingan bareng, canda tawa bareng sambil menikmati rokok dan segelas kopi, menata kamar ataupun memperbaiki kamar bersama-sama. Indahnya kebersamaan itulah menjadi kenangan rindu kangen pondok pesantren serasa ingin mengulanginya lagi namun hal yang mustahil karena kamu sekarang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dirumah baik itu juga dalam bermasyarakat.

6.Persoalan cinta masa nyantri menjadi hal yang tak terlupakan?


Salah satu momen indah seorang santri adalah ketika dia teringat kisah cintanya diantara kamu sebagai santri putri dan santri putra. Dari sinilah biasanya muncul cinta pertama, yang ternyata bersemi di masa mondok. Mungkin tak bertahan lama, tetapi gak akan bisa dilupakan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Apalagi jika dia menjadi pinangan pasangan halalmu sampai saat ini pasti kamu banyak mengenangnya bersama istrimu. Hhuhuhu syahduukan kisah asmaramu dulu walaupun harus ngumpet-ngumpet/diam-diam.

Momen inilah kamu untuk pertama kalinya mengenal rindu dengan lawan jenis, bahkan mungkin momen pertama kali kamu mengalami apa yang dinamakan cemburu karena di ternyata juga banyak disukai oleh teman dekatmu sendiri.

7.Acara perpisahan pesantren atau wisuda kelulusan, momen dimana semua sedang menyiapkan segala sesuatunya


Terakhir, momen yang paling kita rindukan adalah ketika wisuda kelulusan madhrasah terlebih memang pada saat itu memang kamu sudah tidak lagi mau mondok atau keluar sekalian dan juga mungkin pindaH pesantren lain demi mendalami Ilmu ditempat yang berbeda. Di masa ini semua teman santri kita sedang sekuat tenaga melakukan sandiwara sesuai perannya mulai dari awal sampai akhir kegiatan Haflah wisuda selesai.

Dan disaat itulah dalam acara tersebut ada santri baik putra maupun putri yang masih selalu tersenyum, yang bahagia, dan adapula yang meneteskan air mata sedih bahagia.

Sayangnya kejadian itu hanya semu, saat mereka yang tak melanjutkan belajar di Pesantren yang ia tinggali selama bertahun-tahun ini mereka pulang kerumah atau lanjut ketempat lain dan mulai menjalani kehidupan lain serta menjadi dirinya masing-masing. Kita juga sadar sebagaimana jikalau alumni yang membaca ini tempat mondok yang selama bertahun-tahun setiap hari ditinggali baik suka maupun duka dalam mengaji disana kini harus ditinggalkan.Semua hanya menyisakan dan mewarnai keindahan kenangan saja.

Masa Nyantri 7 Hal Ini Pasti Kamu Ingat Dan Rindukan Setelah Lama Tak Berkunjung Ke Pesantren


Masa-masa ketika di pesantren merupakan masa paling berkesan bagi setiap santri. Banyak hal-hal yang menjadi kenangan indah terajut dalam setiap momen di kehidupan perjuangan menuntut Ilmu di Pondok Pesantren. Salah satu yang paling menarik untuk dikenang adalah masa ketika santri jatuh cinta dan menjalin hubungan pacaran secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak pondok pesantren (pengurus maupun Kiai).

Hal ini tentu ada kisahnya, dari sebagian santri. Percintaan masa di pondok memang tak begitu populer, tetapi mereka yang mengalaminya pasti selalu memiliki nuansa tersendiri yang berbeda. Nuansa cinta monyet santri di Pesantren, sampai cinta pertama yang tidak bisa terlupakan menjadi dalih yang banyak digunakan untuk kembali membuka lembaran kenangan percintaan kala mondok.

Nah, mengenai kisah cinta masa di Pesantren, tentu tidak jarang mereka yang pacaran dengan teman satu pondok yang beda asrama saja ini, pasti ada banyak kisah seru bagi santriwati maupun santri putra ketika memiliki pacar dalam satu pondok pesantren, baik suka maupun duka. Apa sajakah kisah suka duka kesedihan jika anak pesantren jatuh cinta ?? Hingga menjalin hubungan pacaran secara diam-diam? Berikut 3 diantaranya.

1.Persoalannya jika mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan pasti menjadi berita publik hingga terjadi pembulian atau selalu di pojokan oleh teman dalam satu asrama.

Cie cie, haiiow haiiow dan lain sebagainya tentu banyak teman yang memojokkannya, "jatuh cinta nie yee sama si fulan ???" serta masih banyak lagi kata-kata yang menyudutkannya. Hal inilah yang sering terjadi dan tidak mengenakan saat lagi jatuh cinta dengan salah satu teman satu pondok pesantren, terlebih lagi ketika mereka sudah pacaran. Wah . . . pastinya salah satu pasangan dari santri itu dijadikan bahan pemojokkan oleh temannya.

2.Jarang ketemu

Beda halnya dengan anak yang bukan santri di Pesantren. Atau katakanlah mereka yang sedang belajar disekolah umum. Mereka yang sekolah di lembaga pendidikan seperti SMP,SMA pasti lebih diuntungkan dibandingkan dengan santri. Jikalau anak sekolah umum lebih sering ketemu dan bisa asyik ngobrol empat mata tapi kalau santri lain halnya lagi. Terhalang oleh dinding tembok pesantren dan ketatnya pengawasan menjadi salah satu hal yang paling menjadi kisah sedih cinta kala di pondok pesantren

3.Dihukum jika ketahuan oleh pihak pesantren baik itu Pengasuh (Kiai) dan Oleh pihak kepengurusan pesantren

Selain Haram dalam islam, pesantren merupakan tempat tinggal sekaligus lembaga pendidikan Agama yang sangat melarang adanya hubungan pacaran diantara santri putri dan santri putra. Jikalau hal ini dilanggar santri tentu banyak ta'ziran/hukuma-hukuman yang berbagai jenis bagi si pelaku.

Itulah 3 hal suka duka memiliki pacar satu pesantren. Meskipun demikian penuh suka duka, namun jika kamu salah satu santri masa-masa itu sudah terlewati kamu bakalan senyum-senyum sendiri saat mengingatnya, terlebih jika pacar satu pesantrenmu itu akhirnya duduk dipelaminan bersama denganmu sebagai pasangan yang halal.

Baca Juga: Pacaran Dengan Anak Pondok 7 Hikmah Setelah Memiliki Mantan Pacar Pesantren InI Mengajarkan Kehidupan Yang Amat Dalam


Ketika Santri Jatuh Cinta Dan Pacaran Inilah 3 Suka Duka Sedihnya, Beda Denganmu Anak Sekolah Umum Gaess


Menjadi seorang santri generasi milenial memang diuntungkan dengan adanya berbagai kemudahan teknologi di zaman sekarang. Mulai dari kecanggihan teknologi komunikasi, transportasi, dan sarana prasarana lainnya, yang membuat semua orang lebih up to date. Walaupun mereka tidak semua santri mempunyai kisah asmara di pesantren namun dari beberapa sebagian anak santri tentu mempunyai cerita itu, dan biasanya pun kebanyakan dilakukan oleh anak pondok generasi milenial seperti sekrang ini terutama bagi mereka yang suka melanggar aturan-aturan yang ada di Pondok Pesantren serta juga yang diperbolehkan untuk membawa HP.

Nah jika menilik perbedaan kisah asmara santri jaman dulu pun pasti pernah mempunyai cerita cinta lebih dulu. Meski teknologi di zaman dulu belum seperti sekarang, namun untuk urusan percintaan seorang santri di zaman dulu yang mondok di pesantren bisa lebih romantis dan mendalam loh! Tidak heran jika sewaktu mondok di jaman dulu kisah cinta santri menjadi momen kenangan yang mengesan dan takkan terlupakan kenapa begitu ?? Berikut alasannya.

1.Belum ada handpond/ataupun aplikasi chating seperti sekarang ini

Di masa teknologi komunikasi belum sebanyak saat ini, pilihan terbaik bagi pasangan yang tengah dilanda rindu namun terpisah jarak adalah surat. Penantian yang dirasa ketika menunggu balasan surat dari pujaan hati tentu tak bisa dirasakan lagi oleh pasangan zaman sekarang yang bisa menuntaskan rindu dalam hitungan menit via aplikasi chatting.

2.Tidak mengenal yang namanya wakuncar
Pasti kenal betul istilah wakuncar atau waktu kunjung pacar, tetapi kalau istilah anak santri kalau jaman dulu mungkin berbeda yakni menyebutnya dengan istilah Taaruf.

3.Merasakan jauh lebih dari sekedar kata romantis, pasalnya mereka pacaran setelah pasangan yang halal. Disitulah mereka benar-benar merasakan keromantisan menjalin hubungan yang dimana mereka berdua belum pernah merasakan.

4.Surat-menyurat dibalik cinta yang terhalang oleh dinding Pesantren, hal ini tentu gak semua mereka melakukannya, tetapi pasti salah satu diantara dari sekian banyak anak pondok tentu ada.

5.Malu-malu diwaktu pertama kali menjadi pasangan yang sah, inilah sisi lain yang membedakan dari kisa santri jaman sekrang dengan jaman now.

Baca Juga:Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Santri Putra Dengan Santriwati Saat Di Pesantren

Kisah Cinta Santri Zaman Dulu Lebih Romantis Daripada Sekarang.Ini Alasannya


Saat seorang santri berkata atau saat ingin meminta izin pulang dari Pondok Pesantren ke pengurus atau pengasuh pesantren, biasanya mereka mempunyai siasat agar diizinkan pulang. Kata pulang disini bisa juga bisa diartikan pulang sementara ataupun juga boyong dari pesantren. Nah, ketika seorang santri berkeinginan untuk pulang pasti mereka mempunyai alasan-alasan yang berbeda-beda dihadapan pengurus pesantren juga ketika sowan Kiai (pengasuh pondok) untuk pulang.

Banyak motif mengapa kadang santri sangat ingin segera minta izin pulang sementara dan biasanya sering terjadi pada santri baru yang rumahnya bisa dijangkau dengan mudah dan dekat. Tetapi lain halnya ingin segera pulang untuk waktu yang lama/boyong faktor penyebab nya yang sering terjadi adalah karena akan segera menikah.

Namun jika santri yang hanya ingin sekedar pulang sementara ini lebih disering terjadi biasanya karena ingin sekedar melepas rindu keluarga/orang tua, masih belum merasa nyaman, dan keperluan-keperluan yang darurat dikampung halaman.

Berikut 4 siasat yang sering digunakan para santri untuk izin pulang dari pesantren, biasanya dia adalah seorang santri masih baru.



1. Sedang tak enak badan

Merasa sakit merupakan motif terbaik untuk izin pulang. Pihak pondok pesantren tentu tak akan meminta/memaksa santri tetap tinggal di pondok karena kesehatan Anda sedang terganggu. Hal ini pasti santri akan diizinkan pulang.

2. Ada keperluan keluarga yang mendadak

Salah satu motif yang paling biasa digunakan para santri untuk pulang cepat adalah adanya keperluan keluarga yang mendadak. Misalnya, santri beralasan ada salah satu keluarga sedang sakit dan tak ada yang bisa merawatnya di rumah.

Pikirkan situasi keluarga yang membutuhkan kehadiran Anda karena itu dapat membuat Anda bersungguh-sungguh saat meminta izin pulang cepat.

3.Ada acara perayaan bersama keluarga

Perayaan ulang tahun, pernikahan dan acara lain dapat menjadi salah satu siasat untuk pulang lebih cepat. Mereka cukup menyampaikan pada pihak pesantren seperti pengurus, ustad-ustadzah, Kiai , ada pernikahan saudara.

4.Lagi rindu/kangen suasana kampung baik itu kangen orang tua atau teman di kampung biasa juga sering terjadi oleh beberapa santri tetapi lebih banyak dialami oleh seorang yang masih baru nyantri.

Siasat Ketika Berkata Ingin Izin Pulang 4 Hal Ini Sering Jadi Alasan Ke Pengurus Atau Kiai Oleh Santri Baru

Older Posts Home