Bencana alam yang menerpa Selat sunda, Hari Sabtu (22/12) menyisakan banyak kisah sedih yang sangat mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia, terlebih wilayah mereka yang menjadi korban bencana alam terjangan tsunami. Bagaimana kita tidak merasakan kesedihan mendengarkan cerita-cerita dari saudara-saudara kita sedang terkena musibah itu.

Sebelum bencana alam datang tiada orang yang menyangka begitu juga BMKG karena dengan tiba-tibanya hantaman air laut datang disaat waktu istirahat. Semua orang yang banyak jumlahnya bahkan ribuan orang berjuang untuk mencari keselamatan diri dan keselamatan keluarganya dari tsunami.Ssungguh sangat amat menyayat hati bergelimang tetesan air mata mendentsunami\
garkan ceritanya. Namun ada hal yang bisa sedikit memberikan kesadaran kita akan beberapa kuasa Allah Swt yang terlihat. Seperti kisah para santri penghafal Alquran selamat dari Tsunami.

Diceritakan dari Salah satu korban selamat dari tsunami tersebut adalah rombongan dari SMA Islam Nurul Fikri Boarding School (NFBS) Serang Banten. Sebanyak 65 santri dengan rincian 30 perempuan dan 35 laki-laki menyaksikan kedahsyatan air yang meluluhlantakkan hotel dan rumah warga di sekitar pantai. Namun, melalui kesaksian salah satu guru, Ai Nuraeni, di saat kejadian tersebut ia dan anak didiknya menyaksikan kuasa Allah SWT yang luar biasa.

Ai menceritakan, pada saat kejadian di malam hari, melalui lantai dua vila yang mereka tempati, terlihat Anak Gunung Krakatau mengeluarkan api dan laharnya. Walaupun sempat khawatir, mereka tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.

Namun, suara gemuruh tiba dan membuat dirinya bertanya-tanya. "Baru selesai hafalan setoran tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Awalnya dipikir hujan tapi ternyata enggak ada airnya, tiba-tiba dari belakang yang dekat ke pantai itu santri putra lari-lari (teriak) itu air, itu ada air. Kita sempat panik itu air apa," kata Ai menjelaskan.

Tak lama kemudian, air tersebut surut begitu saja dan hanya menghantam pagar pembatas belakang vila. Rombongan pun memutuskan untuk berkumpul di mushala vila. Ia mendapat kabar bahwa pengelola pantai menghubungi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menanyakan apa yang terjadi. Ternyata, menurut BMKG saat itu hanya air pasang biasa. Mereka pun merasa sedikit tenang.

"Tapi ada sedikit khawatir juga sih dari para pembina. Akhirnya kita kumpulkan saja semuanya di mushala. Kita instruksikan mereka untuk menggunakan pakaian lengkap, minimal kita siap lari," kenang Ai.

Pada saat itu, suasana kembali hening. Suara yang terdengar hanyalah para santri yang tengah mengaji dan melanjutkan tilawah yang sempat tertunda karena air pasang tiba-tiba tadi. Ai juga mengenang, saat itu para santri begitu tenang. Ada beberapa yang wudhu dan shalat tobat, semua begitu tenang dan tidak panik.

"Sesauatu yang mengharukan saya, terutama sikap anak-anak ketika terjadi bencana seperti itu, kita instruksikan, kita sekarang evakuasi, silakan bawa barang yang dianggap penting. Dan mereka langsung yang tercetus itu ya Alquran," kata Ai.

Pada saat itu pengelola hotel mengabarkan bahwa ada masyarakat yang mengungsi. Pembina pun musyawarah perlu atau tidaknya untuk ikut mengungsi. Ai menceritakan, setelah mereka berdiskusi, dua orang ustaz keluar untuk melihat kondisi sekitar. Kedua ustaz tersebut pun kaget karena lingkungan di sekitar villa telah hancur. Akhirnya mereka memutuskan untuk ikut mengungsi.

"Pengungsian waktu itu, kata pengurus vila, ada di daerah Cipanas, pokoknya dari vila ke arah kiri. Setelah belokan evakuasi itu, akan ada dari jembatan itu sudah tidak bisa dilalui kendaraan itu. Ya itu batas amannya," kata dia.

Sebelumnya, ketika di vila mereka telah dihubungi oleh NF di pesantren. Rombongan NF dari pesantren pun telah dalam perjalanan untuk menjemput mereka. Namun, di jalan, Ai menjelaskan, rombongan NF tidak bisa masuk lebih dalam karena jalanan rusak.

Namun, hal cukup menakjubkan terjadi. Ketika berada di lokasi pengungsian atau rumah penduduk di daerah Cipanas, tidak jauh dari situ adalah tempat rombongan dari NF yang akan menjemput berada. Akhirnya, seluruh ustaz, ustazah, dan santri berhasil keluar dari lokasi bencana dan kembali ke pesantren.

"Jadi, alhamdulillah timnya sampai ke daerah pengungsian. Lalu ada empat atau lima mobil itu. Kita lewat jalur alternatif yang melewati hutan dan kurang lebih tiga jam sampai ke pesantren," kata Ai.

Rombongan ini sudah berada di lokasi selama satu bulan lebih sejak 18 November 2018. Rencananya, mereka akan dikarantina sampai 18 Januari 2018 sebelum berangkat ke Turki pada 23 Januari 2018.

"Mereka adalah santri kelas 10 SMA Islam Nurul Fikri Boarding School, Serang, Banten yang mengikuti program International Education Progarm (IEP). Mereka melakukan hapalan Alquran 30 juz. Mereka adalah santri yang akan ke Turki untuk menghapal Alquran dan pengambilan sanad," kata salah satu guru SMA Islam NFBS, Andriono.

Ia mengatakan, saat ini para santri telah berada di pesantren untuk melanjutkan aktivitas menghafal Alquran. Suasana pesantren saat ini cukup sepi karena santri lainnya tengah menikmati waktu liburan. Setelah melalui masa karantina ini, mereka akan berangkat ke Turki bersama-sama. ...

Inilah Kisah Santri Penghafal Alquran Selamat dari Tsunami Selat Sunda, Subhanallahh !!!!


Ini kisah yang diaktori oleh seorang santri dia adalah seorang anak santri pesantren nakal namun juga mempunyai kecerdasan dibanding teman sekelilingnya sebut saja dia adalah kang Fulan.

Pada saat kang santri yang bisa kita sebut fulan tadi, kala itu ia masih belajar ditingkat kelas 6 Madhrasah Ibtida’iyah, kelas tingkat junior yang ada didalam pesantren. Maka wajarlah jika untuk kelas paling junior biasanya memang masih tergolong banyak memiliki sifat kekanak-kanakan, dan itu memang hal yang wajarlah. Hal tersebutlah yang menarik perhatian penulis untuk menceritakan kisah sang santri kecil nakal tapi cerdas, yang mungkin menarik buat kalian yang mempunyai hobi membaca kisah-kisah cerita santri.

Inilah ceritanya Kang fulan sang santri kecil ini juga belum lama tinggal di Pesantren, dia adalah seorang santri kecil yang juga merupakan santri baru, yang masih dalam tahap perbaikan dan proses dari sifat kekanak-kanakan menuju ke level yang lebih tinggi dan juga pengenalan tentang pendidikan yang ada didalam Pesantren.

Inilah kisah menariknya yang diambil dari dongengterbaru.blogspot.com
Nah, pada waktu itu hari kamis pagi. Seperti biasa tiap hari kamis pagi ada kultum yang di bawakan oleh pak yai atau biasa di panggil para santri dengan sebutan Abah. Kultum ini sifatnya umum. Artinya di peruntukan untuk semua kalangan santri tanpa memandang kelas dan tingkat pelajaranya. Karena pada kultum biasanya berisi tentang pesan-pesan tausiyah, bukan tentang pelajaran tertentu yang lebih husus, seperti nahwu, shorof, tafsir qur’an, atau ilmu fiqh yang di sesuakan dengan tingkat dan kelas sebagaimana sekolah.

Seperti biasa, selalu ada tiga santri ndablek(bandel) yang pasti datang belakangan. Biasanya mereka baru datang setelah di “razia” oleh para pengurus karena bersembunyi menghindar dari ikut ngaji kultum. Ada yang sembunyi di WC, dapur, atau bahkanada pula santri pura-pura masak atau nyuci. Tapi yang namanya pengurus pondok sudah hapal betul akan siasat seperti itu. Dan tentunya sudah hapal pula tempat persembunyian dan “pelarian” para santri bandel ini. Dan yang biasa menjadi langganan dan mendapat predikat santri “ndablek” level atas adalah tiga orang yang baru dating tadi, yaitu kang bahlul, kamso, dan sodrun.

Dan Abah juga sangat hapal dengan wajah-wajah santri ‘’ternama” ini.
“Haduh.. kalian lagi.. kalian lagi.. apa kalian gak bosan main kucing-kucingan terus sama pengurus”. Kata Abah.
Dan kang bahlul dkk tahu bahwa yang di maksud abah adalah mereka, mereka hanya bias tertunduk tak berani menjawab ataupun memandang abah. Kultum kemudian di mulai. Para santri terlihat mendengarkan tausiyah yang di sampaikan abah dengan serius dan seksama, tak terkecuali kang bahlu, kamso, dan badrun. Mereka juga terlihat husyuk atau mungkin pura-pura husyuk dalam mendengarkan tausiyah yang di sampaikan.

“Nah intinya dari semua yang telah saya sampaikan tadi.. jangan terlalu berat akan dunia. Belajarlah ikhlas akan segala hal. Jika kau kehilangan sesuatu, atau kau ingin memberikan sesuatu, maka kau harus ikhlas. Karena kita harus sadar, bahwa segala sesuatu di dunia ini bukan milik kita. Semua milik Allah, dan dia hanya menitipkanya saja kepada kita. Lalu ketika hal tersebut hilang, kita juga harus ikhlas. Karena pada dasarnya semua milik Allah, dan Allah juga berhak mengambilnya kembali jika DIA ingin. Faham semua?”. Kata abah.
“Faham yaiiiiiii..”. jawab para santri serentak.
“cukup sekian untuk kultum kali ini. Mari kita tutup dengan membaca al-hamdulillah dan do’a bersama. Wabillahit taufiq wal hidayah, wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..”. kata abah menutup kultum pagi itu. Dan para santri serentak menjawab dengan salam.

Al-kisah.. abah memiliki sebuah pohon jambu yang selalu dirawatnya dengan baik. Pohon jambu itu adalah kesayangan abah, karena buahnya sangat manis dan besar-besar. Pohon yang terletak di belakang rumah abah itu tak pernah ada santri yang berani mengambil buahnya, karena mereka tahu itu adalah pohon yang di sayangi oleh kyai mereka. Malam itu kang bahlul, kamso, dan badrun sedang asik bercengkrama dan bercanda di depan komplek. Karena malam jum’at, mereka tidak memiliki kegiatan. Karena rutinitas ngaji libur di malam jum’at. Hanya beberapa yang mengisinya dengan belajar dan membaca al-qur’an di kamar, selainya biasanya menghabiskan waktu dengan bersantai untuk mendinginkan otak dari rutinitas pondok.
“Kam, kamu ada duit tidak?”. Tanya kang bahlul pada kamso.
“Wah.. uang ku juga sudah mulai nipis lul, Tanya sama si badrun.. mungkin dananya sudah cair dapet kiriman”. Jawab kamso. Dan badrun yang merasa diriny di tuju hanya mengangkat bahu, tanda dia pun sama tak punya uang.
“Aduh, perut ku lapar nih brow, mau ikut aku gak cari makanan?”. Tanya kang bahlul pada dua temanya.
“Weh.. uang aja gak punya lul, mau nyari makanan pakai apa?”. Sanggah badrun.
“Kita petik jambu di belakang rumahnya abah yuk..”. ajak kang bahlul.
“Wah.. wah.. wah.. kamu ini cari perkara ya lul? Mau di marahin sama abah?”. Kata kamso.
“Sudahlah santai saja.. abah gak bakalan marah. Kalau kalian tak berani manjat, nanti biar aku yang manjat. Kalian ngantar aku aja nunggu di bawah. Kalau ada apa-apa, biar aku yang nanggung”. Kata kang bahlul meyakinkan kedua temanya.

Ahirnya karena begitu hebatnya rayuan kang bahlul, kamso dan badrun pun ahirnya nurut. Mereka menuju pohon jambu di belakang rumah abah. Sebagai mana kesepakatan, kang bahlul yang manjat pohon jambu. Sedangkan kamso dan badrun hanya menunggu di bawah. Ternyata abah mendengar akan keberadaan mereka. Karena merasa penasaran siapa yang malam-malam begini ada di belakang rumahnya, abah pun keluar untuk melihatnya dan berniat menegur. Begitu abah melihat ada tiga santri “tersohor” sedang asik memetik buah jambu kesayanganya, abah pun menghampiri mereka dan berniat untuk memarahinya.

“Hai.. sedang apa kalian malam-malam di sini? Mau nyolong jambu ya?”. Tegur abah.
Kontan saja kamso dan badrun di buat terkejut karena mereka tak menyadari kedatangan abah, tak terkecuali kang bahlul. Tapi bukan kang bahlul namanya kalau tidak mengeluarkan ilmu “mbondet” alias ilmu ruwet meruwetkan. Hehehe.. dengan berusaha santai, kang bahlul pun menjawab..

“Ma’af bah, saya tidak mencuri, tapi minta..”. jawab kang bahlul.
“Minta? Memangnya kamu sudah bilang sama pemiliknya? Ini kan pohon jambu punya saya, kamu belum minta izin sama saya”. Kata abah berusaha sabar.
“Eh.. abah salah.. sangat.. sangat salah.. segera bertaubat bah.. ingat pada yang maha kuasa..”. kata kang bahlul.
“Apa maksud mu lul?”. Tanya abah yang di buat bingung oleh kang bahlul.
“Sebagai mana yang abah sampaikan tadi pagi, segala hal didunia ini adalah milik Allah, kita manusia hany di titipi. Nah termasuk jambu ini juga milik Allah, saya tadi sudah minta izin sama Allah. Kenapa abah marah-marah?”. Jawab kang bahlul.
“Astaghfirullah al-‘adzim..”. kata abah sambil menahan amarahnya. Ternyata kini dia termakan oleh tausiyah yang di sampaiaknya sendiri, meski cara penggunaanya kurang tepat. Tapi abah sadar, apa yang di sampaiakan oleh kang bahlul itu memang benar. Dan ahirnya abah diam dan meninggalkan kang bahlul dkk begitu saja tanpa sepatah kata pun.

Ternyata kediaman abah tersebut membuat kang bahlul dkk sangat senang. Mereka mengira kini abah tak akan berani lagi memarahi mereka. Dan pada malam berikutnya, mereka mngulangi hal yang sama, kali ini dengan lebih berani dan terang-terangan tanpa takut di marahi. Tapi baru saja saja kang bahlul memanjat, tiba-tiba punggungnya di pukul dengan sebuah tongkat rotan. Meski tidak besar, tapi “panasnya” tetap terasa. Ternyata abah memang sudah menunggu mereka dari tadi di situ, abah sengaja duduk di kegelapan agar mereka tidak tahu keberadaanya.

Tentu saja kang bahlul teriak karena merasa terkejut dan kesakitan.. ketika dia tahu yang memukul itu kyai mereka, dia pun bertanya dengan nada sedikit protes.
“Bah.. kenapa mukul punggung saya bah? Kan sakit bah,,”. Kata kang bahlul sambil meringis dan mengusap pungungnya yang “panas” itu.
“Siapa yang memukul punggung mu lul? Akau Cuma memukul punggung milik Allah. Karena semua hal di dunia ini milik Allah. Dan tadi aku juga sudah minta izin sama Allah. Dan aku tadi minta izin mau memukul punggung milik Allah ini berulang-ulang kalau tetap masih bandel..”. kata abah dengan santainya.

Mendengar perkataan abah, kang bahlul langsung turun dengan cepat dari pohon jambu. Dan segera lari bersama badrun dan kamso kembali ke komplek pondok. Kini kang bahlul sadar, bahwa menggunakan pengetahuan untuk hal yang tidak baik itu adalah kesalahan besar. Dan kini dia juga mulai menyadari, yang namanya guru pasti memiliki trik untuk mengalahkan kebandelan seorang murid. Setelah kejadian malam itu, kang bahlul dkk tak berani lagi coba-coba memetik jambu “milik Allah” di belakang rumah abah. Karena dia takut jika “punggung milik Allah” kembali di pukul pakai rotan. Hehehe.. ^_^

Kisah Lucu Santri Kecil Nakal Tapi Cerdas, Humor Ala Santri


Bagi seseorang yang sedang menjalin hubungan atau pacaran sama santri yang masih di Pesantren mungkin disuatu sisi lain adalah hal yang melelahkan, tapi disisi lain menjalin cinta jarak jauh (LDR) sama santri tentu ada cerita cinta kelebihan hal positif yang bisa didapatkan. Walaupun sebetulnya kita tahu bahwasannya banyak seseorang santri itu adalah orang yang anti pacaran karena dianggap melanggar aturan agama dan tata tertib pesantren.

Namun tak semua santri seperti itu yang anti pacaran, masih ada juga yang nekad tetap pacaran, terlebih bagi mereka yang masih dalam masa-masa remaja pasti soal pacaran gak ketinggalan juga. Disini singkat cerita lupakan dulu masalah syariat hukum agama antara halal haram.

Nah, ada sebuah kisah cinta di Pesantren seorang santriwati menjalani long-distance relationship (LDR) dengan cowok yang sudah tidak lagi mondok atau katakanlah si cowok itu sudah lulus dari Pesantren. Suatu ketika santriwati menyadari apa yang selama ini ia jalani banyak memberikan dampak negatif. Mungkin bagi kalian sudah tau apa saja dampak-dampak pacaran. Namun dibalik itu ternyata ada hal lain sebuah manfaat yang bisa di petik saat menjalin hubungan jarak jauh. Berikut kelebihan LDR cerita cinta santriwati yang bisa diambil seperti yang dilansir dari Herbeauty.co

1. Lebih menghargai satu sama lain
Karena kalian dipisahkan jarak dan mungkin juga waktu, bertemu menjadi kesempatan langka dan patut disyukuri dan patut dilalui dengan penuh cinta. Karena setiap momen kebersamaan lebih berharga dari waktu lainnya.

2. Berbagi lebih banyak interaksi
Karena saling jauh, kalian belajar lebih terbuka dan jujur satu sama lain. Tak ada waktu untuk saling gengsi, apalagi bertengkar masalah sepele. Waktu begitu berarti untuk lebih banyak berinteraksi secara berkualitas.

3. Komunikasi lebih intens
Kalian mungkin akan mematikan ponsel selama kencan atau menolak memeriksa gadget dan tenggelam dalam media sosial. Karena kalian tahu bahwa komunikasi paling baik adalah dengan tetap mata dan bicara empat mata dengan jarak dekat. Tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa berkomunikasi sedekat ini.

4. Lebih mandiri
Mandiri itu pasti, apalagi jika kamu adalah tipe cewek manja. LDR akan jadi latihan menjaga diri, menjaga hati, memperkuat diri, mengajarkan untuk tangguh dan tidak selalu bergantung dan merepotkan.

5. Hubungan yang tidak mudah goyah
Pentingnya komitmen akan sangat terasa saat menjalani LDR. Karena kalian jauh sehingga harus berpegang hanya pada rasa percaya kepada pasangan. Jika tak bisa melaluinya dan bersikap dewasa, maka LDR tak akan berhasil.

6. Punya alasan untuk traveling
Mungkin selama ini tak pernah ada pikiran untuk traveling dalam hidupmu. Namun ketika melihat banyak pasangan bisa menghabiskan waktu bersama, ada rasa iri muncul. Dan karena inilah, kamu punya alasan untuk traveling, menghabiskan waktu menyenangkan bersama pasangan saat punya waktu.

7. Lebih romantis
Karena rasa rindu yang telah dibendung sekian lama akibat jarang bertemu, maka rasa rindu itu akan mekar sebagai bentuk sikap romantis pada pasangan. Segala hal yang dilalui bersamanya menjadi momen spesial.

Itu sekian hal yang bisa kamu ambil dari hubungan cinta jarak jauh. Bersyukurlah ketika rindu justru tidak berubah menjadi keinginan berpisah dan muak karena tak bisa bertemu, . Ini tanda bahwa kalian bisa mengambil manfaat dari cinta LDR.

Cerita Cinta Pacaran Sama Santriwati 7 Petikan Kelebihan LDR Yang Bisa Diambil


Setelah lulus ataupun keluar (Boyong) dari pesantren pasti setiap alumni banyak merindukan momen-momen dari Pondok  Pesantren tersebut. Pernah nyantri menjadikan setiap orang lulusan pesantren akan selalu rindukan masa-masa mondoknya. Walaupun sudah tidak lagi dinyatakan santri yang belajar di pondok tetapi nama seorang santri akan terus melekat dalam dirinya, terlebih hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang memandang dirinya adalah sosok generasi penerus tokoh-tokoh agama di kampungnya.

Dan disitulah kenapa seorang santri alumni akan selalu ingat/rindu momen-momen belajar di Pondok Pesantren, karena mungkin juga setiap hari mereka lebih sering terjun dalam aktivitas kegiatan yang hampir sama saat di Pondok.

Tentu banyak sekali sebuah kerinduan dan kenangan masa-masa mondok bagi seorang alumni. Mulai sejak awal masuk pesantren hingga boyong (Keluar). Namun, dari berbagai kenangan masa di pesantren yang kadang ingin terulang kembali, ada beberapa hal-hal dari yang paling terkonyol sampai terindah akan selalu membekas dari ingatanmu duhai para alumnni pesantren yang membaca artikel ini,

1.Meski kadang malas menghafalkan dan merasa menyebalkan dengan rutinitas masuk sekolah Madhrasah, namun kadang juga kangen.


Siapa nih yang masih ingat ketika masuk Madhrasah Diniyah harus mendapatkan tugas hafalan nadhom-nadhom bait Ilmu Nahwu Shorof  ? Persoalan hafalan memang kadang membuat malas dan merasa menyebalkan, dimana kamu sebagai seorang santri wajib hafal dan harus setoran dengan ustadz/zah yang mengajar.

Tidak hanya itu, segala hal kegiatan belajar di pondok yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang santri menjadi momen yang kamu rindukan, entah rindu disaat kamu gak hafal dan harus berdiri didepan teman-teman sekelasmu. Apalagi kalau mengingat hiruk-pikuk disaat jam mengaji dimulai, pasti momen itu adalah hal yang asyik serta membuat kangen. Terlebih juga bagi seorang santri putra jika melihat santri putri lewat dengan ciri khasnya.

2.Jam sekolah Madhrasah kosong adalah momen terindah bagi sebagian santri dan penikmat dagelan santri.


Hampir semua santri merasakan kebahagian saat jam mengaji di sekolah madharasah kosong, terlebih pelajaran disaat itu adalah jam yang kurang disukainya. Disaat momen jam kosong seperti ini, didalam kelas madharasah sudah pasti kelas dikuasai oleh para santri.

Mereka tentu ada yang memilih tidur dalam posisi ternyamannya. Sedangkan bagi para santri yang guoyanan atau sering dagel berkumpul dan bercerita/ngobrol dengan asyiknya membuly teman, menggoda santri putri (jika satu kelas), dan masih banyak hal lainya jika jam pelajaran kosong. Tetapi beda halnya dengan santri yang rajin, kadang dia bisa memecah suasana kelas untuk lebih hal yang positif yakni dengan lalaran bait-bait syair nadhom Nahwu Sharaf.

3.Telat masuk madharasah itu ada dua pilihan, menunggu jam kedua datang dan harus masuk secara diam-diam tanpa ada suara yang bisa menggemparkan suasana tenang mengaji.


Saat momen seperti ini, ada dua tipe santri yang bisa kita lihat. Mereka yang niat mengaji, biasanya masuk ke kelas dengan diam-diam biar tidak memecah suasana tenang mengaji (biasanya ketika ustadz/zah membaca kitab sedangkan santri memaknainya dengan khasnya yaitu pegon). Hal lainnya juga agar tidak diberi hukuman/pertanyaan dari guru yang mengampu pelajaran tersebut. Tetapi lain halnya juga dengan santri yang mempunyai adap dan akhlak yang mulia dia akan lebih sopan. Dan mereka yang memilih untuk bolos mengaji pasti akan putar balik mencari tempat yang aman dari jangkauan pengurus pesantren.

4. Momen razia dadakan. Antara panik ngumpetin hp, sampai pasrah Handpond disita bahkan dibakar (Jika pondok pesantren tersebut tidak memperbolehkan/melarang membawa Hp sejak awal yang kamu sudah ketahui sebelumnya).


Satu lagi momen menyebalkan bagi para santri yang sering melanggar aturan Pondok Pesantren namun setelah kita lulus justru selalu kita ingat dan tak terlupakam. Ialah momen dimana ketika pihak pengurus merazia dadakan, entah razia larangan membawa Hp, atau razia lainnya. Saat momen seperti ini, biasanya para santri yang nakal tidak sesuai peraturan pesantren akan menjadi buronan utama.

5.Kamu pasti rindu teman dalam satu kamar, yang kini masin-masing sudah memiliki aktivitas yang berbeda-beda.


Biasanya saat di Pesantren, santri akan memiliki banyak kenangan dalam satu gotakan (bahasa kamar santri) karena setiap hari bersama-sama. Makan bareng/masak bareng, tidur berdampingan bareng, canda tawa bareng sambil menikmati rokok dan segelas kopi, menata kamar ataupun memperbaiki kamar bersama-sama. Indahnya kebersamaan itulah menjadi kenangan rindu kangen pondok pesantren serasa ingin mengulanginya lagi namun hal yang mustahil karena kamu sekarang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dirumah baik itu juga dalam bermasyarakat.

6.Persoalan cinta masa nyantri menjadi hal yang tak terlupakan?


Salah satu momen indah seorang santri adalah ketika dia teringat kisah cintanya diantara kamu sebagai santri putri dan santri putra. Dari sinilah biasanya muncul cinta pertama, yang ternyata bersemi di masa mondok. Mungkin tak bertahan lama, tetapi gak akan bisa dilupakan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Apalagi jika dia menjadi pinangan pasangan halalmu sampai saat ini pasti kamu banyak mengenangnya bersama istrimu. Hhuhuhu syahduukan kisah asmaramu dulu walaupun harus ngumpet-ngumpet/diam-diam.

Momen inilah kamu untuk pertama kalinya mengenal rindu dengan lawan jenis, bahkan mungkin momen pertama kali kamu mengalami apa yang dinamakan cemburu karena di ternyata juga banyak disukai oleh teman dekatmu sendiri.

7.Acara perpisahan pesantren atau wisuda kelulusan, momen dimana semua sedang menyiapkan segala sesuatunya


Terakhir, momen yang paling kita rindukan adalah ketika wisuda kelulusan madhrasah terlebih memang pada saat itu memang kamu sudah tidak lagi mau mondok atau keluar sekalian dan juga mungkin pindaH pesantren lain demi mendalami Ilmu ditempat yang berbeda. Di masa ini semua teman santri kita sedang sekuat tenaga melakukan sandiwara sesuai perannya mulai dari awal sampai akhir kegiatan Haflah wisuda selesai.

Dan disaat itulah dalam acara tersebut ada santri baik putra maupun putri yang masih selalu tersenyum, yang bahagia, dan adapula yang meneteskan air mata sedih bahagia.

Sayangnya kejadian itu hanya semu, saat mereka yang tak melanjutkan belajar di Pesantren yang ia tinggali selama bertahun-tahun ini mereka pulang kerumah atau lanjut ketempat lain dan mulai menjalani kehidupan lain serta menjadi dirinya masing-masing. Kita juga sadar sebagaimana jikalau alumni yang membaca ini tempat mondok yang selama bertahun-tahun setiap hari ditinggali baik suka maupun duka dalam mengaji disana kini harus ditinggalkan.Semua hanya menyisakan dan mewarnai keindahan kenangan saja.

Masa Nyantri 7 Hal Ini Pasti Kamu Ingat Dan Rindukan Setelah Lama Tak Berkunjung Ke Pesantren


Masa-masa ketika di pesantren merupakan masa paling berkesan bagi setiap santri. Banyak hal-hal yang menjadi kenangan indah terajut dalam setiap momen di kehidupan perjuangan menuntut Ilmu di Pondok Pesantren. Salah satu yang paling menarik untuk dikenang adalah masa ketika santri jatuh cinta dan menjalin hubungan pacaran secara diam-diam tanpa sepengetahuan pihak pondok pesantren (pengurus maupun Kiai).

Hal ini tentu ada kisahnya, dari sebagian santri. Percintaan masa di pondok memang tak begitu populer, tetapi mereka yang mengalaminya pasti selalu memiliki nuansa tersendiri yang berbeda. Nuansa cinta monyet santri di Pesantren, sampai cinta pertama yang tidak bisa terlupakan menjadi dalih yang banyak digunakan untuk kembali membuka lembaran kenangan percintaan kala mondok.

Nah, mengenai kisah cinta masa di Pesantren, tentu tidak jarang mereka yang pacaran dengan teman satu pondok yang beda asrama saja ini, pasti ada banyak kisah seru bagi santriwati maupun santri putra ketika memiliki pacar dalam satu pondok pesantren, baik suka maupun duka. Apa sajakah kisah suka duka kesedihan jika anak pesantren jatuh cinta ?? Hingga menjalin hubungan pacaran secara diam-diam? Berikut 3 diantaranya.

1.Persoalannya jika mereka saling jatuh cinta dan menjalin hubungan pasti menjadi berita publik hingga terjadi pembulian atau selalu di pojokan oleh teman dalam satu asrama.

Cie cie, haiiow haiiow dan lain sebagainya tentu banyak teman yang memojokkannya, "jatuh cinta nie yee sama si fulan ???" serta masih banyak lagi kata-kata yang menyudutkannya. Hal inilah yang sering terjadi dan tidak mengenakan saat lagi jatuh cinta dengan salah satu teman satu pondok pesantren, terlebih lagi ketika mereka sudah pacaran. Wah . . . pastinya salah satu pasangan dari santri itu dijadikan bahan pemojokkan oleh temannya.

2.Jarang ketemu

Beda halnya dengan anak yang bukan santri di Pesantren. Atau katakanlah mereka yang sedang belajar disekolah umum. Mereka yang sekolah di lembaga pendidikan seperti SMP,SMA pasti lebih diuntungkan dibandingkan dengan santri. Jikalau anak sekolah umum lebih sering ketemu dan bisa asyik ngobrol empat mata tapi kalau santri lain halnya lagi. Terhalang oleh dinding tembok pesantren dan ketatnya pengawasan menjadi salah satu hal yang paling menjadi kisah sedih cinta kala di pondok pesantren

3.Dihukum jika ketahuan oleh pihak pesantren baik itu Pengasuh (Kiai) dan Oleh pihak kepengurusan pesantren

Selain Haram dalam islam, pesantren merupakan tempat tinggal sekaligus lembaga pendidikan Agama yang sangat melarang adanya hubungan pacaran diantara santri putri dan santri putra. Jikalau hal ini dilanggar santri tentu banyak ta'ziran/hukuma-hukuman yang berbagai jenis bagi si pelaku.

Itulah 3 hal suka duka memiliki pacar satu pesantren. Meskipun demikian penuh suka duka, namun jika kamu salah satu santri masa-masa itu sudah terlewati kamu bakalan senyum-senyum sendiri saat mengingatnya, terlebih jika pacar satu pesantrenmu itu akhirnya duduk dipelaminan bersama denganmu sebagai pasangan yang halal.

Baca Juga: Pacaran Dengan Anak Pondok 7 Hikmah Setelah Memiliki Mantan Pacar Pesantren InI Mengajarkan Kehidupan Yang Amat Dalam


Ketika Santri Jatuh Cinta Dan Pacaran Inilah 3 Suka Duka Sedihnya, Beda Denganmu Anak Sekolah Umum Gaess


Menjadi seorang santri generasi milenial memang diuntungkan dengan adanya berbagai kemudahan teknologi di zaman sekarang. Mulai dari kecanggihan teknologi komunikasi, transportasi, dan sarana prasarana lainnya, yang membuat semua orang lebih up to date. Walaupun mereka tidak semua santri mempunyai kisah asmara di pesantren namun dari beberapa sebagian anak santri tentu mempunyai cerita itu, dan biasanya pun kebanyakan dilakukan oleh anak pondok generasi milenial seperti sekrang ini terutama bagi mereka yang suka melanggar aturan-aturan yang ada di Pondok Pesantren serta juga yang diperbolehkan untuk membawa HP.

Nah jika menilik perbedaan kisah asmara santri jaman dulu pun pasti pernah mempunyai cerita cinta lebih dulu. Meski teknologi di zaman dulu belum seperti sekarang, namun untuk urusan percintaan seorang santri di zaman dulu yang mondok di pesantren bisa lebih romantis dan mendalam loh! Tidak heran jika sewaktu mondok di jaman dulu kisah cinta santri menjadi momen kenangan yang mengesan dan takkan terlupakan kenapa begitu ?? Berikut alasannya.

1.Belum ada handpond/ataupun aplikasi chating seperti sekarang ini

Di masa teknologi komunikasi belum sebanyak saat ini, pilihan terbaik bagi pasangan yang tengah dilanda rindu namun terpisah jarak adalah surat. Penantian yang dirasa ketika menunggu balasan surat dari pujaan hati tentu tak bisa dirasakan lagi oleh pasangan zaman sekarang yang bisa menuntaskan rindu dalam hitungan menit via aplikasi chatting.

2.Tidak mengenal yang namanya wakuncar
Pasti kenal betul istilah wakuncar atau waktu kunjung pacar, tetapi kalau istilah anak santri kalau jaman dulu mungkin berbeda yakni menyebutnya dengan istilah Taaruf.

3.Merasakan jauh lebih dari sekedar kata romantis, pasalnya mereka pacaran setelah pasangan yang halal. Disitulah mereka benar-benar merasakan keromantisan menjalin hubungan yang dimana mereka berdua belum pernah merasakan.

4.Surat-menyurat dibalik cinta yang terhalang oleh dinding Pesantren, hal ini tentu gak semua mereka melakukannya, tetapi pasti salah satu diantara dari sekian banyak anak pondok tentu ada.

5.Malu-malu diwaktu pertama kali menjadi pasangan yang sah, inilah sisi lain yang membedakan dari kisa santri jaman sekrang dengan jaman now.

Baca Juga:Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Santri Putra Dengan Santriwati Saat Di Pesantren

Kisah Cinta Santri Zaman Dulu Lebih Romantis Daripada Sekarang.Ini Alasannya


Saat seorang santri berkata atau saat ingin meminta izin pulang dari Pondok Pesantren ke pengurus atau pengasuh pesantren, biasanya mereka mempunyai siasat agar diizinkan pulang. Kata pulang disini bisa juga bisa diartikan pulang sementara ataupun juga boyong dari pesantren. Nah, ketika seorang santri berkeinginan untuk pulang pasti mereka mempunyai alasan-alasan yang berbeda-beda dihadapan pengurus pesantren juga ketika sowan Kiai (pengasuh pondok) untuk pulang.

Banyak motif mengapa kadang santri sangat ingin segera minta izin pulang sementara dan biasanya sering terjadi pada santri baru yang rumahnya bisa dijangkau dengan mudah dan dekat. Tetapi lain halnya ingin segera pulang untuk waktu yang lama/boyong faktor penyebab nya yang sering terjadi adalah karena akan segera menikah.

Namun jika santri yang hanya ingin sekedar pulang sementara ini lebih disering terjadi biasanya karena ingin sekedar melepas rindu keluarga/orang tua, masih belum merasa nyaman, dan keperluan-keperluan yang darurat dikampung halaman.

Berikut 4 siasat yang sering digunakan para santri untuk izin pulang dari pesantren, biasanya dia adalah seorang santri masih baru.



1. Sedang tak enak badan

Merasa sakit merupakan motif terbaik untuk izin pulang. Pihak pondok pesantren tentu tak akan meminta/memaksa santri tetap tinggal di pondok karena kesehatan Anda sedang terganggu. Hal ini pasti santri akan diizinkan pulang.

2. Ada keperluan keluarga yang mendadak

Salah satu motif yang paling biasa digunakan para santri untuk pulang cepat adalah adanya keperluan keluarga yang mendadak. Misalnya, santri beralasan ada salah satu keluarga sedang sakit dan tak ada yang bisa merawatnya di rumah.

Pikirkan situasi keluarga yang membutuhkan kehadiran Anda karena itu dapat membuat Anda bersungguh-sungguh saat meminta izin pulang cepat.

3.Ada acara perayaan bersama keluarga

Perayaan ulang tahun, pernikahan dan acara lain dapat menjadi salah satu siasat untuk pulang lebih cepat. Mereka cukup menyampaikan pada pihak pesantren seperti pengurus, ustad-ustadzah, Kiai , ada pernikahan saudara.

4.Lagi rindu/kangen suasana kampung baik itu kangen orang tua atau teman di kampung biasa juga sering terjadi oleh beberapa santri tetapi lebih banyak dialami oleh seorang yang masih baru nyantri.

Siasat Ketika Berkata Ingin Izin Pulang 4 Hal Ini Sering Jadi Alasan Ke Pengurus Atau Kiai Oleh Santri Baru


Anak santri pasti juga pernah merasakan jatuh cinta saat di pesantren, baik itu dari santriwati atau santri putra. Namun tidak semua seorang santri bakal mengungkapkan perasaannya tersebut, pada salah satu santri yang disukainya. 

Banyak dari santri putri ataupun santri putra ketika jatuh cinta dengan lawan jenis yang pasti juga sesama santri lebih memilih menyimpan perasaan suka itu, karena beberapa hal, entah itu malu atau gengsi ataupun takut dibilang "Santri Kok Pacaran".  Dan tentu mengungkapkan perasaan cinta yang tak lain pasti berujung menjalin hubungan pacaran, yang tentu sangat dilarang oleh Agama serta juga larangan keras saat di Pesantren. Maka dari situlah banyak kisah percintaan anak santri yang sering menjadi momen tak terlupakan kala di Pondok di masa-masa remaja.

Hal yang haram memang namun juga asyik untuk dibicarakan, nah berikut ini ada beberapa ciri ciri anak santri jatuh cinta tapi gengsi untuk mengungkapnnya yang dapat anda ketahui.

1. Diam-diam mencuri pandangan

Pernahkah anda memergoki teman lawan jenis anda memandangi dari jarak jauh namun setelah bertatapan mata malah memalingkan mukanya? Hal ini bisa menjadi tanda jika orang tersebut memiliki rasa kepada anda hanya saja gengsi untuk menunjukkannya. Sebenarnya dirinya ingin memberikan perhatian kepada anda, hanya saja dirinya merasa gengsi dan malu untuk mengungkapkannya dengan kata-kata. Jika memang anda juga memiliki perasaan yang sama, tidak ada salahnya jika anda juga membalas pandangannya tersebut dengan senyuman. Sehingga dirinya juga sadar jika anda juga menyukainya. (Kutipan Cintalia.com)

2. Tanpa sadar dia banyak menyebut nama dari orang yang disukainya

Perhatikan saat mengobrol dengan anda, jika memang orang tersebut jatuh cinta kepada anda maka akan seringkali menyebutkan nama anda. Tanpa disadarinya, nama anda memang menjadi hal yang palin indah dan enak untuk didengar baginya. Sehingga secara tidak sadar dia akan terus menerus menyebutkan nama anda.( Kutipan Cintalia.com)
3. Pura-Pura Cuek

Saat anda sedang membutuhkannya karena sesuatu hal, maka dirinya bisa bersikap cuek secara tiba-tiba. Meskipun anda memanggilanya berkali-kali, tetap saja panggilan dari anda tidak direspon. Hal ini dikarenakan dirinya memiliki alasan tertentu. Bisa jadi ini dilakukannya karena memang ingin anda lebih perhatian kepadanya. Ataupun dirinya merasa gugup jika berada di dekat anda. Mungkin juga dirinya khawatir jika anda mengabaikannya karena penampilannya saat itu.( Kutipan Cintalia.com)


4. Salah Tingkah Ketika Berada Di Dekat Anda

Jika memang dirinya menyukai anda, maka dapat dipastikan jika dirinya akan salah tingkah ketika berada di dekat anda. Meskipun dirinya gengsi menyatakan perasaannya. Mislanya saja bicara nya yang emnjadi kaku, kikuk saat bergerak, sering garuk-garuk kepala, berkeringat berlebih, muka memerah, dan lainnya. Ciri ciri ini menandakan jika dirinya sedang salah tingkah ketika berada di dekat anda. Jika seperti ini, maka anda bisa mencoba untuk memulai pembicaraan dengannya. Dan kemudian anda bisa melihat respon yang diberikannya.(Kutipan Cintalia.com)

5. Mencari Tahu Tentang Hal-Hal Yang Sifatnya Pribadi

Jika ada seseorang yang dekat dengan anda dan selalu berusaha untuk mencari informasi tentang hal-hal yang sifatnya pribadi kepada anda. Entah itu dari teman dekat bahkan dari anda secara pribadi ketika sedang mengobrol dengan anda. Sifat keingin tahuannya ini dikarenakan rasa tertarik yang dimilikinya. Dirinya akan berusaha mencari tahu apapun yang berkaitan dengan anda. Mulai dari siapa yang sedang dekat anda, apa yang anda sukai, hobi yang anda lakukan, dan lainnya. Bagi dirinya hal ini adalah hal penting agar dirinya dapat mengetahui apa yang anda sukai serta apa yang tidak anda sukai. (Kutipan Cintalia.com)

6. Senang Mencari Perhatian

Ciri ciri lainnya dari orang yang jatuh cinta namun gengsi adalah sikapnya yang sering mencari perhatian kepada anda. Dirinya akan melakukan hal-hal yang mana berkaitan dengan orang yang disukainya. Misalnya saja, tiba-tiba dia mengajak anda ngobrol, padahal selama ini hal tersebut tidak pernah dilakukannya. Tiba tiba menawarkan bantuan, padahal anda belum terlalu kenal dengannya. Namun ketika ditanya alasan, maka dirinya akan berusaha untuk mengelak dan menutup-nutupi. Padahal jika memang suka mengapa tidak diungkapkan saja.(Kutipan Cintalia.com)

7. Sering Jahil

Sikap jahil seseorang kepada anda perlu dicurigai sebagai tanda-tanda jika dirinya sedang jatuh cinta kepada anda. Jika sikap tersebut dilakukannya pada semua orang, maka itu memang sudah menjadi sifat dasarnya. Namun jika sikapnya tersebut hanya diperuntukkan untuk anda, maka hal ini bisa menunjukkan jika dirinya menyimpan perasaan untuk anda. Terkadang jahilnya tersebut hingga membuat anda kesal dan marah, padahal hal tersebut hanya akal-akalannya saja. Hal ini dilakukannya karena memang ingin dekat dengan anda dan mencari perhatian lebih dari anda. Intensitas jahilnya tersebut akan berbanding lurus dengan besarnya jatuh cinta yang dirasakannya. Jika ada orang seperti ini di dekat anda, maka tak perlu menanggapinya dengan emosi dan amarah.(Kutipan Cintalia.com)

8. Merapikan Penampilannya Saat Bertemu

Sikap ini sebenarnya adalah salah satu bentuk ketidakwajarannya yang berasal dari bawah sadarnya. Ketika bertemu dengan orang yang disukainya, maka secara tidak sadar orang tersebut akan berusaha untuk membuat agar penampilannya dapat terlihat rapi dan keren di mata orang yang disukainya. Hal ini sebenarnya secara tidak langsung datang dari nalurinya. Tapi ketika orang lain menanyakan mengenai siakpnya tersebut, dirinya akan selalu menyangkal. Padahal hal ini dilakukannya agar bisa terlihat menarik di mata anda.(Kutipan Cintalia.com)

9. Ingin Terlihat Lebih Di Mata Anda

Ciri ciri lainnya adalah dirinya selalu ingin jika di mata anda dirinya terlihat lebih di bandingkan dengan orang lainnya. Mereka ingin terlihat sempurna di mata anda. Sehingga dirinya cenderung untuk menunjukkan kelebihan dan kehebatannya di hadapan anda. (Kutipan Cintalia.com)

10. Mencari Kesempatan Untuk Bisa Berkomunikasi Dengan Anda

Entah karena malu ataupun gengsi yang dimilikinya, terkadang membuat seseorang bingung untuk memulai komunikasi dengan orang yang disukainya. Sehingga dirinya akan mencari cari segala kesempatan untuk bisa menghubungi anda, entah melalui telepon ataupun sms. Padahal alasan-alasan yang diberikannya tersebut tidak masuk akal.(Kutipan Cintalia.com)

Nah itu tadi beberapa ciri ciri anak santri jatuh cinta namun gengsi yang dapat anda ketahui. Semoga informasi versi santriyai.com yang diambil dari cintalia.com diatas dapat bermanfaat untuk anda.

10 Ciri Anak Santri Jatuh Cinta Tapi Malu/Gengsi Yang Jadi Kisah Saat Masa-Masa Remaja Mereka


Banyak orang berkata dan mempunyai alasan pernah menjadi seorang santri itu adalah hal yang selalu menjadi kisah paling menyenangkan. Ini merupakan sebuah fakta bahwa masuk pesantren memang selalu memberikan pengalaman-pengalaman yang berharga yang tak pernah terlupakan. Fakta itu terbukti dengan adanya cerita atau kisah santri yang selalu diceritakan oleh lulusan/alumni Pesantren. Kisah santri juga bisa dijadikan alasan-alasan masuk pesantren sekalipun itu bukan hal yang utama dijadikan sebuah alasan.


Meski banyak anak jaman sekarang yang enggan atau tidak tertarik masuk pesantren untuk mondok/belajar Ilmu karena hal itu disebabkan mereka yang banyak berpendapat seperti tidak bisa bertemu keluarga/orang tua, tidak boleh bermain gadget/ponsel/elektronik sepuasnya, makanan kurang enak, dan yang lebih umum biasanya karena mereka yang tidak mau mondok/masuk pesantren mempunyai alasan karena tidak bisa keluar dari area Pondok Pesantren dengan sesuka hati. Maka dari itu berikut ini adalah alasan masuk pesantren menjadi sebuah kisah santri paling berharga dan menyenangkan.

1.Menjadi santri itu lebih bisa merasakan kehangatan hidup berkumpul bersama teman-teman seperjuangan

2.Lika-liku jadi santri menjadi hal yang tak bisa ditemui selain di Pondok Pesantren

3.Lebih bisa mengenal tokoh-tokoh Ulama dari jaman dulu sampai sekarang menjadi hal paling bahagia yang selalu dirasakan melebihi segala-galanya.

4.Kamu sebagai seorang santri menjadi lebih mengerti akan hidup dalam kesejatian, lebih paham serta bisa mempersiapkan bekal-bekal hidup dengan nilai-nilai Agama.

5.Keseharian kamu di Pesantren menjadi hal rutinitas ibadah menjadi sangat teratur, belum tentu kalau kamu dirumah ibadahmu sama dengan kebiasaan kala di Pondok.

6.Kamu bakal selalu mengingat tentang mayoran atau makan bersama-sama satu nampan

7.Mempunyai penyakit kulit adalah salah satu pengalaman yang berharga dan mengingatkanmu betapa besar perjuangannmu dalam menuntut Ilmu

8.Hidup mandiri menjadi bukti nyata bahwa masuk Pesantren lebih dari segala-galanya

9.Terhindar dari hal tak perlu, terlebih berbau dosa. Yang bisa saja kita lakukan, jika kita tidak berada di lingkungan pesantren.

9 Alasan Masuk Pesantren Jadi Kisah Santri Paling Berharga


Bagi siapa saja yang pernah menjadi santri tentu tak akan lepas dari kebiasaan-kebiasaan unik yang banyak menuai kisah.Yah, seorang santri memang berbeda jauh dengan seseorang penuntut ilmu-ilmu di sekolah umum lainnya. Karena memang Pesantren adalah tempat pendidikan yang banyak di anggap masyarakat awam menjadi tempat pendidikan yang mempunyai anak didiknya mengalami kebiasaan-kebiasaan buruk, baik itu seorang anak didik santri laki-laki ataupun juga seorang santri putri. Namun kenyataannya hal-hal yang dianggap buruk, remeh, dan tentu menjadi topik pembicaraan masyarakat awam yang tak enak di dengar oleh sebagian santri. Namun kebiasaan tersebut malah menjadi sebuah tradisi/adat yang sering dilakukan anak pondokan baik itu santriwati/santri putra.

Dan biasanya yang dianggap buruk dalam lingkungan pesantren adalah dalam segi kesehatan, apalagi bila dipandang oleh dunia ilmu kedokteran, kehidupan lingkungan ponpes itu tentu sangat dianggap tidak layak apabila dilihat dari cara beraktivitasnya, Seperti cara makan dan minumnya para santri serta tempat-tempat lingkungannya yang rata-rata banyak ditemui kurangnya pemerhati kebersihan dalam kamar mandi. Memang betul dan fakta sebagian, banyak ditemui begitu. Tetapi tidak semua seperti itu juga, tapi biasanya hal ini paling banyak ditemui di lingkungan Pondok Pesantren Salaf (tradisional). Namun tetap saja mereka mempunyai banyak alasannya dan berbagai macam faktor penyebabnya.

Walaupun secara ilmu kedokteran dianggap tidak layak untuk diterapkan bagi para anak yang mondok dan juga anggapan-anggapan ini sangat tidak asing lagi bagi khalayak umumn yang awam untuk para santri, tetapi ini adalah sebuah fakta ilmiah mereka. Kenyataannya yang terjadi pada para santri semua itu tidak pas. Mereka para santri tetap saja berlawanan dengan ilmu kesehatan para dokter, terbukti sampai saat ini pula tentu masih banyak yang menjalani tradisi anak pesantren layaknya sudah turun temurun sejak dahulu kala. Lalu apa saja kebiasaan-kebiasaan unik para santri yang tergolong buruk tapi tetap saja aman dan ampuh untuk kesehatan mereka ?? Beriku ini adalah ulasannya:

1.Tradisi minum air kran

https://www.plukme.com/post/hanya-ada-di-dunia-santri-1519823367

Pengalaman ini juga di alami admin santriyai.com sendiri, terbukti bahwa minum air kran di lingkungan  pesantren tetap aman untuk kesehatan. Pasalnya admin juga saat di Pesantren bertahun-tahun minumannya paling banyak adalah air kran setiap hari. Baik itu air kran di masjid maupun di kolah pesantren. Tetapi hal ini apabila admin lakukan selain di lingkungan pesantren cukup mempunyai efek bagi tubuh yang kurang baik. Seperti terlalu sering kencing (buang air kecil) serta perut agak mulas. Mungkin menurut pengalaman prbadi memang itu adalah sebuah keyakinan dan sudah menjadi kebiasaan tradisi saat mondok di Pesantren. Jadi khasiatnya pun berbeda dan betul-betul nyata saya rasakan. Secara sudut pandang ini juga  memang disana tempat mulia karena setiap hari di iringi doa-doa dan tempatnya orang-orang penuntut ilmu. Jadi tidak menutup kemungkinan juga ini adalah sebuah keistimewaan yang di berikan Tuhan untuk kehidupan lingkungan Pondok Pesantren.

2.Sering begadang dengan ditemani kopi dan rokok setiap malam hari

https://www.qureta.com/post/kopi-santri-dan-nalar-akademisi

Yah, seorang santri salaf tentu sangat erat yang namanya kopi dan rokok untuk menemani hari-harinya belajar. Terlebih hal ini memang banyak dilakukan setiap malam hari. Tentu saja orang banyak memandang kopi dan rokok itu adalah teman yang dianggap kurang baik untuk kesehatan. Namun, bagi sebagian santri itu bukan suatu yang buruk tapi malah menjadi bahan untuk penyemangat dan menemani setiap langkahnya untuk belajar. Jangan tanya kenapa ? Memang itulah kenyataannya kok.he santri pasti banyak yang setuju kopi dan roko adalah teman sejatinya.

3. Tidak mengenal yang namanya makan pagi (Sarapan)

http://wardiantomuhammad.blogspot.com/2012/12/budaya-unik-masyarakat-pondok-pesantren.html

Diwaktu pagi hari sehabis ngaji ba'da subuh tentu kebanyakan santri suka tidur sampai siang bagi yang tidak sekolah umum. Jadi hal ini mereka jarang banget untuk sarapan, tidak begitu juga bagi mereka yang ada kegiatan sekolah umum, tak jarang mereka juga sering tidak sarapan. Mereka kadang malah memilih minum dan temani sebatang rokok sebelum persiapan untuk berangkat sekolah,

4.Membaca buku sambil tiduran

http://datariau.com

Fenomena membaca sambil tiduran pasti akan kita temui saat di pesantren, entah itu di kamarnya ataupun diserambi masjid. Hal ini akan lebih banyak di temui ketika di pesantren salaf (TRADISIONAL).

5.Kamar mandi banyak pakaian yang berserakan, yah namanya juga orang banyak tentu banyak berbagai macam sifat karakternya. 

https://docplayer.info/52669317-Pengaruh-pemahaman-keagamaan-terhadap-kebersihan-santri-pondok-pesantren-fadlun-minalloh-wonokromo-pleret-bantul.html

6.Memakai peralatan mandi secara rame-rame

http://www.pulsk.com/654022/77/

Nyata Kebiasaan Santri Yang Dianggap Buruk Untuk Kesehatan Tapi Malah Jadi Tradisi Dan Tetap Aman

santriyai-santri ganteng kebangetan
Foto Haluannews

Menarik perhatian cowok alumni Pesantren Idaman memang tak mudah. Perlu trik khusus agar mantan santri ponpes yang jadi idaman di kampung itu tetap nyaman saat di dekatmu/sekitar lingkunganmu. Nah, agar cintamu tak bertepuk sebelah tangan, ada baiknya kamu melakukan hal ini yang kemungkinan besar bisa di jadikan sebagai cara menaklukkan hati pria alumni Pesantren tersebut.

Sebagai bentuk perjuangan untuk mendapatkan hati pria alumni Pesantrenan tentu bagi wanita melakukan berbagai macam hal untuk mencuri perhatian mantan santri jebolan Pesantren itu. Terlebih dia memang sosok pria yang jadi idola di kampung tempat tinggalmu, entah itu karena ketampanannya, keshalehannya, kecerdasannya atau malah semuanya dia miliki, yang bisa dikatakan juga sosok lulusan santri Pesantren yang Multitalent. duhh perempuan mana yang enggak tergila-gila.

Berikut hal-hal yang harus dilakukan untuk menaklukan cowok lulusan pesantren idaman tersebut:

1.Tunjukin senyum bahagia lebarmu saat di dekatnya

Memiliki senyum ikhlas yang memperlihatkan bahagia secara ikhlas atau senyum yang nunjukin kamu mempunyai selera humor yang baik juga bisa menjadi alasan cowok jatuh hati dan tertarik untuk mengenal anda lebih. Kamu bisa tersenyum lebar saat dia sedikit memberikan lelucon, sehingga memungkinkan cowok tersebut berfikir bahwa guyonannya bisa menghibur kamu.

2.Milikilah sifat positif setiap saat gak cuma ketika ada dia saja

Perempuan yang tampak energik/ceria dan penuh semangat setiap kali ada event pertemuan, entah ketika saat ada musyawarah remaja atau perkumpulan apa pun itu di desamu dll sebagainya milikilah sifat itu. Sebagai bentuk perjuangan cinta agar dia tertarik padamu.

3.Berakhlak manis dan terlihat anggun

Jadilah wanita yang berakhlak baik, manis dan tampak anggun tapi sederhana. Usahakanlah tidak cerewet menggosip karena hal itu akan sedikit mengganggu dalam segi pandang dan kedengarannya gak enak untuk didengar. Tunjukinlah aja sikap manis penuh akhlak yang santun, sehingga ini akan memberikan peluang yang kemungkinan besar dia dapat kamu miliki.

4.Jadilah diri sendiri

Jadilah diri sendir jika kamu ingin didekati pria lulusan pesantren idaman, Pria akan mudah tertarik jika perempuan menjadi dirinya sendiri. Pria tentunya tidak akan mau mengenalmu lebih dalam apabila ada wanita yang menunjukan sifat palsu, Pria pada dasarnya sebagian besar banyak memilih wanita yang hanya ada dalam diri wanita tersebut yang sesungguhnya.

5.Pede (Percaya diri) pada penampilan

Tidak ada yang lebih baik selain bersyukur pada saat ini atas segala nikmat dan karunia Tuhan. Saat kamu percaya diri/optimis pada penampilan dan bersyukur pada penampilan anda, sang pujaan hati akan tentunya akan melihat kamu adalah sosok wanita yang spesial. Meski kamu hanya berpenampilan sederhana tanpa dandan, bahkan ala kadarnya tetapi tetap menjaga sopan santun seorang wanita sebagaimana mestinya.

Bagi para ladies yang ada rencana untuk mencuri perhatian cowok lulusan Pesantren, Hal diatas bisa di jadikan jurus paling ampuh yang kemungkinan besar peluang berhasil 100%. Tapi yang namanya jodoh tetap sudah ada yang ngatur, hal diatas jadikanlah sebagai bentuk perjuangan jemput bola saja.

Tips Mendapatkan Hati Cowok Alumni Pesantren Idaman Saat Di Kampung Catat 5 Hal Ini

Foto:AlaNu

Pagi itu, ba'da Subuh, mobil yang ditumpangi seorang kiai berangkat dari ndalem, meluncur menuju kesuatu daerah. Di dalam mobil hanya ada tiga orang; kiai, seorang sopir, dan seorang anak muda penderek, yang belum setahun nderekke kiainya.


Saat meluncur di jalan, si penderek ini bicara dalam hatinya sendiri, "Aduuh, perut saya agak perih. Lapar. Semalam memang tak sempat makan malam." Namun kemudian, dalam hitungan waktu kurang dari lima menit tiba-tiba dhawuh, "Gini ini yang enak cari sarapan dulu, ya?"

Antara kaget bercampur senang, sambil berusaha berlagak tetap tenang, si penderek merespon, Inggih Kiai. Saya Nderek."

"Nderek? Ya sudah pasti itu. Tapi sejujurnya, kamu setuju nggak?" tanya beliau.

"Nggih kiai, saya sangat setuju, "jawab si penderek.

"Ya begitu. Orang hidup itu harus jujur diri. Yang konsekuen. Jangan omong 'ya nderek Kiai' seolah benar-benar pasrah, padahal dalam hatinya sangat berharap. Duh gayanya saja pasrah. Jangan begitu. Ya sudah. Kita nanti sarapan di rumah makan langganan biasanya itu."lanjut beliau.

Mendengar dhawuh itu, si penderek semakin merasa lapar dan ingin rasanya segera sampai di warung makan. Dalam hati si penderek ingin sekali menikmati rasanya sarapan rawon. Saking pinginnya, seolah rasa rawon itu sudah di ujung lidahnya.

Beliau kemudian berkata, seolah hanya mengajak bercanda, "Tapi, kalau saya perhatikan, seringkali, menu yang kamu pilih itu sama dengan yang saya pilih. Sekarang begini. Kita bikin perjanjian. Kali ini, kamu tidak boleh milih menu yang sama dengan pilihan saya. Bagaimana, setuju?"

"Wah, Kiai ini serius?" pikir si penderek. Tapi gak masalah. Sebab sering kali di warung langganan itu, beliau memilih gulai. Memang gulainya itu yang disukai Kiai. Sedangkan sekarang, yang ia idamkan rawon.

"Nggih, Kiai. Saya tidak akan memilih menu yang sama dengan pilihan Kiai, "sahutnya.

Sampailah mobil di depan rumah makan. Seseuai janjinya, Kiai minta sopir agar berhenti untuk sarapan di warung langganan. Warung yang sederhana itu rupanya baru saja dibuka. Ibu si penjual kelihatan masih merapikan tatanan lauk dan kerupuk. Melihat Kiai datang, ibu itu tersenyum, langsung menyambut sambil mempersilahkan,

"Silahkan Kiai, pesan makan apa?"

Tanpa babibu, Kiai menjawab, Rawon!"

Duar! Kaget betul si penderek. Pesanan idamannya sudahdi pesan Kiai. Tak seperti yang dia bayangkan. Dia hanya bisa melongo, campur antara kaget dan bingung..

"Kalau masnya mau sarapan apa?"tanya si ibu.

Mungkin karena bingung, si penderek tidak segera jawab. Kiai menegurnya,

"Kita ini sedang ditunggu. Ayo kamu makan apa?"

Si penderek dengan agak ngawur dan terkesan asal jawab akhirnya menyebut, "Pe.. Pecel."

Tak, lama seporsi nasi rawon dihaturkan ke hadapan Kiai. Panasnya nasi Rawon itu masih mengepul asap. Herannya, Kiai Kiai tidak langsung mendaharnya. Beliau biarkan saja rawon itu di hadapannya. Tapi aroma kepulan asap rawon itu benar-benar menggiurkan selera si penderek.

"Monggo Kiai, dhahar duluan. Mumpung masih panas, "Kata si penderek mempersilahkan. Tapi dibalik itu, barangkali dia pingin segera menepis aroma rawon yang memasuki penciumannya itu. Tapi Kiai dhawuh,

'Nggaklah kita toleran. Nanti mulainya bareng,"

Beberapa saat kemudian, keluarlah seporsi nasi pecel. Maka mulailah makan bersama. Dalam menu pecel itu, sayurnya kelihatan masih segar. Bumbu pecelnya juga enak. Lauk yang menyertai bervariasi. Ada abon daging. Juga telur mata sapi serta tempe goreng yang tebal tampak baru saja diangkat dari penggorengan.

Setelah dua-tiga kali sendokan, dalam hati si penderek yang semula tidak begitu berhasrat terhadap pecel, akhirnya muncul pikiran, "Enak juga yaa pecel ini, "ia pun mulai lahap menikmatinya.

Tapi tiba-tiba Kiai menarik piring pecel, bersamaan dengan menyodorkan rawonnya ke hadapan penderek, sambil dhawuh, "Tukar. Supaya sama-sama merasakan."

Si penderek heran tak habis pikir, "Kiai ini bagaimana. Saya sudah memupus pingin saya pada rawon, dan sudah melupakannya, dan kini baru saja merasa nikmat dengan pecel itu, kok malah ditarik, ditukar dengan rawon yang saya sudah gak ingin lagi, "benaknya.

Setelah naik mobil, dalam perjalanan Kiai dhawuh,

" Orang menjalani hidup itu, jangan terpaku pada harapan, keinginan, target. Jangan. Silahkan kau bercita-cita, tapi jangan terpaku. Jangan kemudian menutup diri, jangan emoh terhadap selain cita citamu itu. Kenapa? Karena kalau kau hanya terpaku pada harapanmu, maka selamanya kau tak akan pernah meraskan kebahagian. Sebab yang namanya orang bahagia itu adalah orang yang lahir batinnya selalu siap menerima dan menghadapi kenyataan yang ada di depan matanya. Bahagia bukanlah terwujudnya harapan. Bukan. Itu tipuan nafsu. Itu semu dan sementara. Coba kau buktikan, ikuti kemauanmu, tak lama kok kamu akan bosan dan merasa sudah tidak bahagia lagi, padahal yang kamu mau itu masih ada di genggaman tanganmu."


Santri Nderek Kiai, Rangkuman Pengajian KH. Maimun Zubair ( Buku Oase Jiwa 2)


Banyak sekali cerita-cerita yang ada dalam kehidupan anak pesantren itu selalu menjadikan sebuah pengalaman yang paling berkesan dan selalu menjadi kebahagiaan sekaligus kenangan tersendiri bagi mereka para santri. Bagi para alumni ataupun kamu yang masih mondok tentu banyak mengalami berbagai pengalaman kehidupan di pesantren, dan tentu selain menuai banyak kesan bahagia hal lainnya yang paling menjadi momentum keadaan pahit manisnya derita yang selalu menjadi cobaan terberat bagi para santri adalah ketika mereka berhadapan dengan cobaan-cobaan berat.

Walaupun cobaan-cobaan selalu menghadangnya tetapi hal itu selalu mereka hadapi dengan tabah, dan ikhlas. Karena mereka sadar akan pentingnya menuntut Ilmu. Sadar memang menjadi umat muslim itu wajib hukumnya untuk menuntut Ilmu. Sehingga sampai ada yang rela mempertaruhkan segalanya demi sebuah Ilmu yang bermanfaat.

Perlu kita sadari sebagaimana mestinnya Ilmu itu akan selalu mendampingi kita kelak nanti di alam kubur nanti, ia akan membela kita dengan penuh sehingga kita bisa ditempatkan di Surga-Nya. Maka dari itu menuntut Ilmu adalah sangat penting, banyak sekali berbagai cara-cara untuk dilakukan demi mendapatkan Ilmu Agama.

Nah, berikut ini adalah suka duka derita anak pondok yang pasti akan dialami para santri.

1.Gudik

Gudik atau penyakit gatal-gatal ini akan selalu melekat bagi seorang santri. Boleh percaya boleh tidak, Slogannya pun dikalangan anak Pondok Pesantren yang paling populer biasanya "Belum disebut Santri Apabila belum terkena Gudikan atau gatal-gatal kudis" Aneh dan terkesan lucu memang kedengarnya. Namun hal itu menjadi sebuah fakta yang di alami anak pondok. Penyakit ini menjadi ospek yang harus dilewati bagi setiap santri.

2.Tekanan Hafal Menghafalkan

Kewajiban untuk menghafal di pesantren merupakan hal pokok yang utama dimanapun pesantren demi lancarnya utuk cepat memahami materi-materi pelajaran yang dikajinya, atau demi tujuan penting lainnya. Nah bagi seorang yang pemalasa tentunya hafal menghafal menjadi hal yang sangat menyiksanya, terlebih harus target dan target. Mereka sebetulnya bisa, tetapi mungkin yang menjadi faktor ia merasakan kesulitan adalah tidak terlalu fokus dan banyak malasnya serta malah ke hal-hal kegiatan lainnya.

3.Berpisah Dengan Keluarga

Diawal saat ia pertama kali masuk Pesantren tentu hal ini adalah menjadi beban derita yang sangat berat harus berpisah dengan keluarga. Untuk beberapa hari atau minggu pati akan merasakan berat rasanya harus berpisah dengan orang tua. Hal ini sering dialami ketika dia kesulitan untuk berkomunikasi atau beradaptasi.

4.Harus Selalu Bangun Pagi

Harus bangun pagi, kadang ini selalu dirasakan bagi para santri, seperti merasa jengkel karena lagi enak-enak tidur malah dibangunkan. Bangun pagi dengan di oprak-oprak oleh kepengurusan adalah hal yang selalu menjadi kebencian bagi sebagian santri, terlebih bagi santri nakal biasanya. Kadang pula malah ada yang ngumpet ditempat-tempat yang jarang dijangkau banyak orang. Adapula yang malah ketiduran di WC.

5.Harus Terbiasa Hidup Prihatin, Dan Harus Rela Hutang Menghutangi,Keprihatinan ini akan dialami bagi siapa saja anak rantau, terlebih umumnya akan dialami biasanya seorang pelajar.

6.Harus Menahan Diri Agar Tidak Terjebak Cinta Monyet,Cintaku terhalang oleh dinding Pesantren, seperti itulah kata-kata yang sering muncul pada kebanyakan para santri.

7.Harus Menghadapi Dalam Hal Antri Mengantri

8.Ikut Terkena Imbas Teman Yang Malas Dalam Hal Kebersihan

9.Terkadang Juga Harus Menghadapi Santri Senior Yang Sombong, Jail, dan Suka Menyuruh

Baca Juga:

9 Derita Kehidupan Anak Pesantren Yang Selalu Jadi Cobaan Beratnya


Bukan hanya anak remaja luar Pesantren saja yang memiliki cerita cinta, namun sebagian dari kalangan anak Pondok pun tentu ada yang memilki sebuah kisah cinta kala di Pondok Pesantren baik itu yang membahagiakan ataupun yang sangat menyakitkan dari salah satu santri yang mengalaminya. Setiap orang memiliki kisah-kisah cerita cinta yang berbeda-beda, ada yang berakhir yang hanya menyisakan sebuah cerita cinta yang menyakitkan saja karena tidak bisa sampai kejenjang pernikahan. Faktor penyebabnya pun pasti menuai berbagai alasan-alasan.

Menjalin hubungan dekat dengan lawan jenis atau biasanya disebut pacaran itu memang selalu banyak menyisakan cerita yang berakhir kesedihan. Namun ada juga sih yang berakhir bahagia sampai halal. Tetapi kebanyakan orang yang menjalin pacaran itu rata-rata akan berakhir Putus dan hanya membuat sedih saja. Bahkan ada juga yang tidak bisa melupakan kekasihnya tersebut. Secara logika saja dan dilihat secara pandangan umum tentu sebuah cinta pacaran itu memang banyak kenegatifannya. Jadi bagi kamu yang masih menjalin sebuah cinta baik diluar ataupun didalam Pondok Pesantren Khususunya, segera deh renungkan banyak baiknya atau buruknya, Ujung-ujungnya pasti rata-rata Putus. (Cinta Monyet Saja)

1.Hubungannya Diketahui Oleh Kepengurusan

Tata tertib yang umum didalam Pondok Pesantren tentu bagi siapa saja santri yang melanggar pasti akan dikenakan hukuman yang paling berat seperti halnya karena menjalin hubungan pacaran dengan lawan jenis.

Diantara akhir cerita cinta sepasang santri adalah ketika mereka berdua ketahuan oleh kepengurusan. Walapun keduanya tidak menjalin hubungan dalam tingkah kelakuan-kelakuan yang kelewat batas, tetapi tetap saja namanya sudah menyalahi tata tertib yang berlaku. Dan disitulah biasanya jika sudah ketahuan pasti keduanya akan mengakhiri hubungan dekatnya, sampai pada akhirnya mereka berdua benar-benar mengakhiri hubungan cinta terlarangnya di Pesantren.

2.Salah Satu Dari Mereka Sudah Di Perjodohkan

Walaupun jaman sekrang ini sudah jarang orang tua memperjodohkan anaknya, tetapi dari beberapa orang saat ini masih ada anak yang di perjodohkan. Dan ketika orang tua sudah menentukan pilihan pasangan untuk anaknya yang menurut orang tua tersebut layak dan pantas bagi anaknya disitulah akhir sebuah kisah cinta sedih ala santri tersebut.

3.Minta Putus Karena Terlalu Lama Menunggu Prosesi Pelamaran

Biasanya kebanyakan seorang wanita itu yang pertama kali meminta mengakhiri hubungan dekatnya, karena faktanya memang kebanyakan wanita itu selalu buru-buru meminta untuk segera dinikahi. Namun apa daya bagi seorang laki-laki justru rata-rata lebih santai dan faktornya pun ada yang bilang belum siap, belum mampu dll sebagainya. Sehingga disitulah pada akhirnya karena terlalu lama seorang wanita menunggu, dia meminta mengakhirinya. Mungkin dengan alasan lain juga dia sudah banyak orang yang melamar dan salah satu diantara orang yang melamarnya masuk pada kriteria tipe cowok yang disukainya.

Baca Juga:






Kisah Cinta Ala Santri Yang Sangat Menyakitkan Hati Biasanya Berakhir Karena 3 Hal Ini

Older Posts Home