Nafsu menjadi bagian dari emosional manusia dan menjadi bagian dari psikologis yang kekuatannya cukup besar dalam mempengaruhi dan mengendalikan pemikiran manusia. Nafsu inilah yang menyebabkan manusia memiliki banyak hasrat untuk dipenuhi. Nafsu juga berperan besar dalam mendorong manusia untuk menjadi tamak jika tak mampu mengendalikannya dengan logika. Jadi nafsu adalah dorongan yang datang dari dalam diri setiap manusia untuk melakukan berbagai hal yang diinginkan.

Nafsu, hawa dan syahwat adalah tiga hal yang berbeda namun selalu berdampingan dan berkaitan erat dengan nafsu. Hawa nafsu merupakan dorongan dari dalam diri yang kuat untuk melakukan sesuatu yang bersifat duniawi. Hawa nafsu bisa dihubungkan ke dalam banyak makna. Sementara, nafsu syahwat dihubungkan kebutuhan biologis manusia atau seksualitas. Nah, apa yang membedakan antara nafsu pria dan wanita? Berikut adalah perbandingan nafsu pria dan wanita.

1. Pria Syahwatnya Lebih Besar Dibanding Wanita
Syahwat bagian dari nafsu dan syahwat pada pria lebih besar dari pada wanita. Hal ini ditujukkan dengan keinginan seorang pria untuk berhubungan jauh lebih besar. Sementara banyak yang beranggapan bahwa nafsu wanita lebih besar lantaran kekuatan syahwat yang menguasinya. Sementara pada pria justru sebaliknya, ia mampu mengendalikan nafsu syahwat. Nafsu dan hasrat yang lebih besar ini yang menjadi alasan mengapa pria selingkuh meski cinta pasangannya, yakni karena nafsunya yang tak terpenuhi.

2. Pria Lebih Aktif Melampiaskan Nafsu Dibanding Wanita
Dalam hal pelampiasan nafsunya, seorang pria lebih aktif mencari pasangan yang bisa memuaskan nafsu yang dimilikiya. Tidak seperti wanita yang justru jarang melampiaskan nafsu dan lebih bisa meredamnya. Hal ini dikarenakan pria lebih membutuhkan pemenuhan hasrat dibanding wanita. Karena itu kamu harus tahu ciri-ciri pria mencintai karena nafsu saja dan ketahui pula ciri-ciri ciuman tanda cinta atau nafsu. Penting pula untuk mengetahui cara menahan hawa nafsu saat pacaran bagi pria dan wanita.

3. Nafsu pada Wanita Dipengaruhi oleh Lingkungan
Berbeda dengan pria, nafsu pada wanita dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan budaya. Contohnya saja pada beberapa negara, ada wanita yang bebas dan lebih terbuka soal seks dan di beberapa bagian negara lainnya kaum wanitanya justru lebih tertutup terhadap seks. Selain itu nafsu wanita akan terangsang dengan lingkungan yang romantis. Sementara pria justru lebih to the point dan tidak membutuhkan suasana yang romantis. Wanita yang berada dalam suasana romantis akan lebih mudah terpancing dan tentunya sebagian pria sudah mengetahuinya. Jadi nggak heran ya kenapa kaum wanita sangat menyukai hal-hal yang romantis.

4. Nafsu Wanita Terbagi dalam Banyak Hal
Nafsu dan keinginan wanita terbagi untuk banyak hal sehingga hasrat seksual bukanlah menjadi fokus utama. Sebut saja misalnya nafsu untuk menjadi menjadi yang tercantik dan terdepan dalam hal kemewahan. Sementara tidak demikian pada pria yang porsi untuk hasratnya jauh lebih besar dan nafsunya tidak terbagi untuk berbagai hal lainnya. Kamu juga perlu simak apa saja alasan wanita rela melepas keperawanan sebelum menikah yang juga dipengaruhi oleh nafsu.

5. Pria Lebih Banyak Berpikir Tentang Seks dari pada Wanita
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa porsi seks pada pria lebih besar sehingga membuat pria lebih sering memikirkan seks. Minimal kaum pria berpikir tentang nafsu ini satu kali dalam sehari. Sementara pada wanita hanya seperempat yang memiliki kecenderungan terhadap seks. Hal ini juga bisa menjadi alasan kenapa pria tidak bisa menahan hawa nafsu. Pria bisa bernafsu kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. Itulah mengapa para wanita dianjurkan berhati-hati jika berdekatan dengan pria.

6. Nafsu pada Wanita Dipengaruhi oleh Emosional dan Perasaan
Nafsu pada wanita dipengaruhi pula oleh perasaan dan emosi yang membuat wanita jadi kurang responsif terhadap nafsu yang dimilikinya. Nafsu pada wanita ini jauh lebih rumit dibanding pria karena juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis dan mental. Simak juga cara mengetahui nafsu wanita dalam bercinta dan cara mengetahui pacar cinta atau nafsu yang banyak membuat pasangannya menjadi korban pelampiasan saja.

Demikianlah 6 perbandingan nafsu pria dan wanita. Simak juga ciri-ciri nafsu laki-laki terhadap wanita, tanda pria hanya memanfaatkan wanita untuk pelampiasan nafsu semata yang masuk ke dalam ciri-ciri pria tidak serius dalam menjalin hubungan. Karena seperti yang telah kita dengar, pada kenyataan banyak wanita yang menjadi korban pelampiasan nafsu pria yang menghancurkan masa depannya.

6 Perbandingan Nafsu Pria dan Wanita


Bila kita lihat dunia yang berkembang pesat ini, kita bisa sadari mirisnya keadaan yang bisa mengancam generasi-generasi muda menjadi tak punya akhlakul karimah lagi, terlebih dalam hal ini adalah terlahirnya Aplikasi-aplikasi Media Social yang kian banyak serta tak terbendung lagi, hingga tersalahgunakan. Mulai dari Tiktok, Bigolive, Facebook, Instragam dan akun-akun media social lainya.

Semua memanjakan pengguna akun medsos dengan berbagai fiturnya dan juga dengan mudahnya menyebarkan berita-berita isu Hoax yang memicu satu sama lain menjadi terpecah ataupun saling berkelahi. Dan disinilah juga para pembisnis internet bergembira menikmati penghasilan, yang tak lain juga para penghianat bangsa, yang bergembira diatas terancamnya generasi milenial khususnya.

Inilah sebuah fakta yang terjadi, entah disadari atau tidak hal ini juga bisa mengancam generasi milenial menjadi rusak akhlak kepribadianyanya sehingga bisa juga mengancam bangsa ini terjajah lagi. Maka dari situlah pentingnya Akhlaq mulia, Karena Akhlak merupakan parameter utama keimanan, maka itulah yang seharusnya kita tanam sejak hari ini serta mengapa kita harus bangkit dan bersatu dalam menyerukan/menyebarkan semua tentang Akhlakul Karimah

Kenapa akhlak ataupun kepribadian bisa rusak bahkan bangsa ini??? Yah, karenanya bangsa ini akan bisa tetap berdiri tegak sampai hari akhir hanya dengan generasi-generasi mudanya yang tetap terjaga akhlakul karimahnya.

Nah, itulah sebabnya kenapa kita harus melawan medsos dengan share video atau menulis narasi tentang hal-hal positif saja/lebih baik tentang postingan yang menunjukan akhlak karimah, dan tak lain juga untuk menanggulangi pergerakan-pergerakan diatas kesempatan para penghianat bangsa yang menyelinap di tengah-tengah politik yang semakin panas antara pendukung Cebong Vs Kampret. Itulah cara sederhana yang bisa kita lakukan dengan cukup share secara serentak hal-hal positif tanpa memicu perkelahian pendapat yang sangat riskan terjadinya pertumpahan darah di akhir cerita.

Mengabaikan isu-isu negatif pemicu perselisihan lebih baik bagi kita yang hanya orang awam.

Milenial Terancam Medsos dan Cebong Vs Kampret, Orang Awam Lakukan Cara Sederhana Ini !!!!


Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, KH Asep Saifuddin Abdul Chalim mengemukakan tips kunci agar santri-santri sukses dalam menyerap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan.

“Ada sistem pengondisian agar santri bisa memahami ilmu kemudian ilmunya bermanfaat. Itu ada teorinya. Manfaat itu artnya memiliki keberdayaan dalam menghadapi masa depan. Teorinya itu satu, ajeg dalam berkesungguhan, jangan berkesungguahan dalam satu bulan saja, tapi terus-menerus,” katanya ketika ditemui NU Online di akhir Ramadhan lalu.

Kedua, tambah putra salah seorang pendiri NU asal Jawa Barat, KH Abdul Chalim, tidak boleh kenyang karena kalau sampai kenyang tidak bisa cerdas.

“Kenyang itu menghilangkan kecerdasan. Kenyang itu terjadi sepuluh menit, setelah berhenti makan. Bayangkan kalau orang pada saat makannya saja sudah kenyang apa yang akan terjadi 10 menit kemudian? Makanya Nabi melarang orang makan kenyang. Harus berhenti sebelum kenyang,” jelasnya.

Ketiga, tidak boleh maksiat karena maksiat itu beban. Ketika orang belajar dan mambaswa beban, apalagi beban psikologis, santri tidak akan bisa mengerti akan pelajarannya.

Keempat, santri harus punya wudlu karena wudlu itu cahaya. Sementara ilmu yang disampaikan oleh guru itu datangnya kepada pemikiran muridnya dalam bentuk abstrak, berupa sinar, cahaya. Ketika cahaya datang diterima oleh yang memiliki cahaya akan mudah terserap.

Kelima, sering membaca Al-Qur’an karena ketika orang membaca Al-Qur’an dengan dilihat teksnya, maka dia akan terlibat berpikir bagaimana menerapkan tajwidnya dalam bacaan yang dijabarkan. Apalagi lebih jauh dengan memahami ayat-ayatnya. Nah, ketika orang hanyut dalam berpikir, itu orang akan cerdas.

“Berikutnya, santri harus rajin shalat malam,” tambah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tersebut.

Yang terakhir, ketujuh, menjauhi makanan yang mendekati kotor, apalagi najis karena tidak barokah. “Makanan di luar yang dilihat oleh banyak orang termasuk oleh orang yang tidak punya uang, tidak barokah. Ketika orang yang tidak punya uang itu melihat, dia kepingin, tapi tidak bisa membeli makanan, yang terkondisikan demikian akan hilang barokahnya. Hal itu dibuktikan berpuluh-puluh kali bahwa anak yang ngantuk itu karena jajan di luar. Hal Sangat berpengaruh kepada kecerdasan anak,” jelasnya.

Jika seorang santri memegang yang tujuh tersebut, itu sudah perwujudan tawakal yang dijamin keberhasilannya. Pasti berhasil. (Abdullah Alawi)

http://www.nu.or.id/post/read/69641/7-kunci-kesuksesan-santri-dapat-ilmu-bermanfaat-

Santri Cerdas lmunya Bermanfaat Inilah 7 Kunci Sukses Di Pesantren


Jodoh merupakan sesuatu yang menjadi sebuah misteri bagi sebagian orang, pun juga khususnya disini tentang persoalan jodoh bagi santriwan-santriwati. Bagi para santri yang sudah siap untuk menjalin hubungan halal yaitu pernikahan, Tentu sebagian mereka banyak yang menginginkan bertemu jodoh yang tak jauh dari latar belakang sebagai anak pesantrenan. Misalnya ketika ada cowok santri yang sudah siap menikah tentu berharap juga mendapatkan sosok santriwati juga yang siap untuk diajak nikah. Tentu mereka pun banyak mempunyai alasan mengapa sebagai cowok pesantren juga ingin/berharap untuk meminang santriwati.

Nah, lalu hal apa saja cara yang dilakukan para santri untuk mendapatkan jodoh santriwati. Berikut link kontak-kontak sebagai sarana supaya di pertemukan jodoh sesama santri baik itu santriwati/santri putra.

1.Sowan Kiai atau pengasuh pesantrennya

Biasanya ketika ada santri yang sudah ingin segera menikah hal yang dilakukan adalah dengan sowan kiai. Mereka percaya dengan sowan ke guru bisa mendapatkan pujaan hatinya, dimana hal itu sebagai lantaran untuk menemukan pasangan saja. Dan tak cuma hal itu saja harapan mendapatkan berkah dari Kiai juga menjadi salah satu tujuan utama. Disamping itu calon pasangan yang akan dipilihkan kiai nantinya tentu menjadi sebuah pilihan tepat dan ampuh yang banyak dipercaya sebagai sepasang suami istri.

Hal lainnya seperti yang dilansir dari datdut.com cara santri menemukan jodoh belahan jiwanya adalah sebagai berikut:

2.Menggali informasi dari saudara teman seperjuangan mondok

Salah satu humor santri adalah pertanyaan: “kamu punya mbak tidak?” Di kalangan santri putra, pertanyaan ini sering dilontarkan pada santri lain yang lebih junior. Apalagi kalau santri junior itu tergolong ganteng dan imut-imut. Logikanya, kalau adik saja ganteng, pasti mbaknya cakep. Mungkin pertanyaan sejenis juga berlaku di kalangan santri putri, saya kurang tahu. Soal kenyataan bahwa si kakak ternyata beda wujud dari adiknya, itu urusan nanti.

Memang, mencari belahan jiwa lewat teman juga menjadi salah satu trend di pesantren. Alasannya karena teman yang punya saudara baik kakak atau adik akan bisa menjadi penghubung dengan pihak lawan jenis. Ada juga yang memang mencarikan jodoh buat saudaranya. Kalau yang ini, biasanya akan menawarkan kepada teman atau ustad yang ia anggap layak.

3.Ustad-Santriwati

Di sebagian besar pesantren, pemisahan antara santri putra dan putri belum bisa diikuti dengan menyediakan pengajar sesuai pemisahan jenis kelamin. Masih banyak ustad yang terpaksa ditempatkan di kelas putri. Biasanya diutamakan mereka yang sudah berkeluarga. Kalau tidak ada, maka ustad yang lumayan senior dan dewasa yang ditempatkan. Mungkin agar lebih bisa menjaga diri. Sekaligus agar si ustadz tersebut punya lebih banyak kesempatan untuk “memilih”.

Iya, memilih pasangan hidup. Dan, tidak sedikit lho para guru yang akhirnya memperistri santri putri binaan mereka. Sebenarnya tidak selalu dari kelas yang dibina oleh si ustad, kadang juga mendapat jodoh dari kelas lain.

4. Sesama Santri Abdi Dalem

Kalangan santri bukan ustadzatau pengurus, tapi bisa sering bertemu mbak pondok, sebutan umum santri putri, adalah bagian santri abdi dalem. Santri yang membantu pekerjaan rumah tangga kiai. Biasanya yang perempuan lebih sering bertugas di dapur, sedangkan yang cowok sering bertugas di luaran untuk belanja dan sebagainya. Kadang juga menjadi sopir kiai.

Tidak sedikit santri dari kalangan relawan di dapur kiai ini yang akhirnya mengikat cinta di pelaminan. Sering berinteraksi, bertegur sapa, kadang juga bercanda dalam batas wajar, membuat mereka saling tahu karakter masing-masing. Ketika cocok semua, baik kedua pihak maupun dengan izin kiai, tak perlu lama-lama mereka akhirnya menikah.

5.Dijodohkan Kiai

Bagi yang masih jomblo tulen, belum punya pacar maupun incaran, dijodohkan oleh kiai adalah karunia besar. Kalau ternyata dijodohkan dengan orang yang dari sisi fisik kurang ganteng ataupun kurang cantik, mereka masih berharap berkah dari doa dan restu sang guru. Kiai yang mendidik mereka. Kalau ternyata pasangan yang didapat sesuai selera, itu namanya ibarat mendapat durian runtuh.

Tapi tak jarang pula santri yang merasa kiamat ketika dijodohkan oleh kiai. Mereka dari kalangan santri yang sudah punya pilihan hati. Dilema antara harus taat dengan kiai atau taat dengan cinta mau tak mau menjadi pikiran sendiri. Kalau menuruti kiai, kekasih tersakiti. Kalau memilih kekasih, guru yang tersinggung. Nah, Anda menemukan pasangan hidup dari jalur mana?

Cari Jodoh Santriwati 5 Hal Yang Dilakukan Para Santri


Berjilbab merupakan suatu kewajiban bagi perempuan muslimah yang sudah dewasa atau dalam islam disebut baligh. Namun kewajiban yang seharusnya seorang muslimah harus memakai jilbab sampai saat ini seolah-olah hanya suara yang didengar lewat telinga kanan serta keluar dari telinga kiri saja. Nah, inilah yang harus kita perhatikan sebagai orang tua yang mempunyai anak perempuan tapi belum mau berjilbab.

Disinilah peran dari orang tua sangatlah penting untuk membuat bagaimana cara agar anak perempuan mau berljilbab sebelum anak beranjak menjadi perempuan yang baligh. Karena rambut adalah mahkota yang perlu dijaga.Salah satu alasan kenapa anak perempuan tidak mau memakai jilbab diantaranya adalah karena orangtua tidak mengajarkannya berhijab sejak dini.

Pembelajaran untuk anak perempuan menggunakan hijab sejak dini amatlah penting, Tapi bagaimana caranya, berikut ulasannya :

1.Seorang ibu harus mencontohkan kebiasaannya setiap hari untuk memakai Hijab.

Madhrasah pertama seorang anak itu terlahir dari seorang ibu kandung yang ikhlas membimbing dan memberikan contoh keteladanan setiap hari. Seperti halnya juga dalam hal memakai kerudung/jilbab hendaknya orang tua terlebih dahulu membiasakan untuk memakai jilbab dihadapannya mulai sejak dini, mulai dari memakai begitu juga alasannya ataupun kenapa harus mengenakan jilbab.

Dilansir dalam solusiislam.com dijelaskan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak mau berhijab dengan senang hati.

1. Keteladanan
Keteladanan dari orangtua memang sangat berpengaruh bagi anak, karena biasanya anak akan mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya.

Tapi saya pernah melihat justru orangtua yang sudah menutup aurat malah mendandani anaknya bak model, artis dan lainnya. Semoga itu tidak terjadi pada kita. Perlakukanlah anak layaknya anak-anaknya bukan orang dewasa.

2. Pembiasaan Sederhana
Pembiasaan memakai hijab bisa dilakukan saat anak ingin pergi bermain bersama teman. Pembiasaan awal memang agak sulit tapi ketika kita yakin bisa, insyaAllah akan dimudahkan.

Cara sederhana adalah ajak si kecil main tapi kita harus ingatkan bahwa kita akan main ke luar jadi harus pakai hijab begitu seterusnya setiap kali akan pergi main ke luar.

3. Tidak Memaksa
Ketika si kecil sudah senang memakai hijab saat bermain kemudian ia membukanya karena merasa gerah, sebaiknya kita tidak memaksa agar ia tidak melepasnya.

Biarkan ia membuka hijabnya, setelah ia merasa sudah nyaman, baru kita mulai mengingatkannya. Ingatkan dengan cara yang sederhana, “Dek, kita pakai lagi yuk hijabnya, biar disayang Allah.”

Meskipun belum mengerti insyaAllah ia akan mau memakai dengan suka rela.

4. Pemilihan Model Baju dan Hijab
Pilihlah model hijab yang sederhana, menyerap keringat, nyaman dipakai. Tidak mengapa jika ia memakai baju pendek tapi memakai hijab.

Usahakan agar ia memakai celana panjang saat bermain di luar. Sekarang ini banyak model gamis untuk anak-anak yang lucu, jika ia sudah bisa memakainya kita bisa menghadiahkan untuknya.

5. Memberikan Pujian
Tak segan kita memberikan pujian karena ia sudah memakai hijab, kerjasama dengan orang sekitar agar mereka ikut memuji. Pujian di awal sangat dibutuhkan tapi setelah berjalan lama, ia akan nyaman tanpa pujian.

6. Berikan Tempat Khusus Untuk Hijabnya
Sebaiknya ibu memberikan tempat khusus untuk hijabnya, agar saat ia mulai mengerti perintah kita bisa memintanya untuk mengambil dan menyimpannya kembali setelah digunakan, selain menjadi anak yang sholihah ia menjadi anak yang bertanggung jawab, insyaAllah.

7 Cara Melatih Anak Sejak Dini Agar Mau Berjilbab !!!


Terkadang ada banyak Cowok akan semakin berani mati-matian jika mereka sudah jatuh hati dengan seorang wanita, hingga si cowok terus mengejar tanpa henti untuk mengajak pacaran. Walaupun seorang wanita sudah menunjukkan sinyal cara-cara menolak yang secara tegas bahwa memang ia tak tertarik sama sekali, Padahal cowok sudah berkata akan segera melamar dan mengatakan dia benar-benar cinta serta mengungkapkan janji-janji manisnya kelak jika sudah menikah.

Tentu hal ini wanita akan menjadi terganggu serta tak nyaman, terlebih jika hal ini dialami oleh seorang santriwati yang masih belum selesai belajar di Pondok Pesantren. Pasalnya mereka tentu masih ingin banyak belajar Agama Islam di Pondok. Namun nggak cuma santri, wanita manapun sudah pasti akan merasa terusik dengan cowok yang suka ataupun jatuh cinta dengannya.

Cowok yang sudah gila cinta, buta mata hati akan cenderung terus mengejar-ngejar tanpa dia sadari sendiri. Mulai banyak chat kamu pagi hingga malam, menelpon kamu terus, berlebihan memberikan sesuatu, perhatiannya besar untuk kamu begitupun keluargamu. Hal ini juga bisa kita lihat apa-apa yang kamu sukai mulai dari makanan atau hal lainnya, laki-laki itu tentu akan memberi sepenuhnya yang terbaik. Perjuangannya tak henti supaya wanita yang ia cintai mau menjadi pasangannya.


Namun hal yang perlu di perhatikan juga saat menolak kata cinta yang diungkapan laki-laki baik dari segi usahanya untuk memperjuangkan cinta agar tak ditolak wanita. Jangan asal menolak dan terlihat sombong atau jual mahal kepada seseorang yang sudah mengatakan cinta padamu. Selain untuk menjaga hubungan silahturahim dan menghindari permusuhan, jawabanmu juga harus bisa menghargai usahanya karena sudah memberanikan diri mengatakan semua perasaannya padamu. Pasti penolakanmu itu akan menjadi hal yang tidak mudah untuknya bahkan membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Berikut tips yang juga berlaku untuk menolak ajakan pacaran dan lamaran untuk menikah:

1.Jujur mengatakan dengan apa adanya bahwa kamu tak tertarik dengannya

Berbohong adalah pangkal rusaknya ikatan jalinan silahturahim dengan seseorang dan tak akan membantu apapun terlebih dalam jangka panjang. Jadi sebaiknya katakan dengan jujur dan dengan cara yang baik agar dia tidak tersinggung.

2.Jawablah dengan tegas dan jangan menggantung supaya dia tak salah paham

Jika kamu memang benar-benar belum ingin pacaran atau menikah saat laki-laki datang mengungkapkan perasaannya ataupun melamar kamu jangan menjawab "Kasih aku waktu untuk menjawabnya". kata-kata jawaban seperti itu akan menunjukkan kamu terlihat ada harapan baginya. Dan jawaban seperti itu juga akan memberikan pikiran dia mempunyai rasa sedikit, bisa-bisa nanti jatuhnya jadi PHP. Hal ini akan lebih menyakitkan buat si cowok.

3.Ajak untuk berteman saja atau layaknya kalian berdua kerabat dekat tapi tetap batasan

Katakan kamu hanya nyaman kalau berteman saja dan lebih senang jika menjaga persahabatan layaknya saudara dekat dari keluargamu, tidak lebih dari itu. Dan mintalah dia untuk menghargai keputusanmu.

4.Bilang sama dia "Kamu itu terlalu baik denganku" Seperti ini udah banyak orang melakukannya, dalam urusan cinta dan jodoh tak bisa dipaksakan kok.

5.Jika kamu udah ada pasangan yang lain dan sudah siap untuk pergi kepelaminan katakan saja hal itu dengan terang-terangan

Jangan sungkan. Hal ini juga harus kamu katakan dengan bai-baik supaya dia mengerti dengan keadaanmu apa yang sebenarnya sudah terjadi.

6.Jika sudah sangat genting dan dia sudah kelewat batas atau berlebihan denganmu, 

Nomer lima diatas bisa kamu terapkan walaupun hanya berbohong. Biar kamu lebih nyaman, dan jika dia sudah ada jarak baru mulai dengan jujur dan minta maaf, untuk sekedar menyadarkan dia. Bisa jadi disaat itu dia lagi buta cinta buta hati.

7.Berikanlah penjelasan bahwa kamu masih ingin berkarir atau belajar di lembaga pendidikan tertetu (Katakanlah sesuai dengan apa yang masih kamu jalani)

Alasan ini adalah jawaban yang logis beberapa orang memang masih malas dan enggan untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Dari 7 cara diatas mungkin bisa kamu lakukan, jika ada cowok/lali-laki yang mengajak pacaran tapi kamu enggan tertarik padanya. Penolakan-penolakan diatas juga berlaku ketika kamu dilamar seseorang tanpa dia tersakiti hatinya.

Baca Juga:7 Alasan Cewek Yang Baru Kamu Kenal Malah Menghindar Saat Didekati. Nomer 1 Wajib Kamu Ketahui Agar Tidak Dicap Pembinor

Jadi Santriwati Yang Tegas Saat Di Ajak Pacaran Cowok, Inilah 7 Cara Menolak Agar Tak Menyakitinya


Saat seorang santri berkata atau saat ingin meminta izin pulang dari Pondok Pesantren ke pengurus atau pengasuh pesantren, biasanya mereka mempunyai siasat agar diizinkan pulang. Kata pulang disini bisa juga bisa diartikan pulang sementara ataupun juga boyong dari pesantren. Nah, ketika seorang santri berkeinginan untuk pulang pasti mereka mempunyai alasan-alasan yang berbeda-beda dihadapan pengurus pesantren juga ketika sowan Kiai (pengasuh pondok) untuk pulang.

Banyak motif mengapa kadang santri sangat ingin segera minta izin pulang sementara dan biasanya sering terjadi pada santri baru yang rumahnya bisa dijangkau dengan mudah dan dekat. Tetapi lain halnya ingin segera pulang untuk waktu yang lama/boyong faktor penyebab nya yang sering terjadi adalah karena akan segera menikah.

Namun jika santri yang hanya ingin sekedar pulang sementara ini lebih disering terjadi biasanya karena ingin sekedar melepas rindu keluarga/orang tua, masih belum merasa nyaman, dan keperluan-keperluan yang darurat dikampung halaman.

Berikut 4 siasat yang sering digunakan para santri untuk izin pulang dari pesantren, biasanya dia adalah seorang santri masih baru.



1. Sedang tak enak badan

Merasa sakit merupakan motif terbaik untuk izin pulang. Pihak pondok pesantren tentu tak akan meminta/memaksa santri tetap tinggal di pondok karena kesehatan Anda sedang terganggu. Hal ini pasti santri akan diizinkan pulang.

2. Ada keperluan keluarga yang mendadak

Salah satu motif yang paling biasa digunakan para santri untuk pulang cepat adalah adanya keperluan keluarga yang mendadak. Misalnya, santri beralasan ada salah satu keluarga sedang sakit dan tak ada yang bisa merawatnya di rumah.

Pikirkan situasi keluarga yang membutuhkan kehadiran Anda karena itu dapat membuat Anda bersungguh-sungguh saat meminta izin pulang cepat.

3.Ada acara perayaan bersama keluarga

Perayaan ulang tahun, pernikahan dan acara lain dapat menjadi salah satu siasat untuk pulang lebih cepat. Mereka cukup menyampaikan pada pihak pesantren seperti pengurus, ustad-ustadzah, Kiai , ada pernikahan saudara.

4.Lagi rindu/kangen suasana kampung baik itu kangen orang tua atau teman di kampung biasa juga sering terjadi oleh beberapa santri tetapi lebih banyak dialami oleh seorang yang masih baru nyantri.

Siasat Ketika Berkata Ingin Izin Pulang 4 Hal Ini Sering Jadi Alasan Ke Pengurus Atau Kiai Oleh Santri Baru

Older Posts Home