Setelah lulus ataupun keluar (Boyong) dari pesantren pasti setiap alumni banyak merindukan momen-momen dari Pondok  Pesantren tersebut. Pernah nyantri menjadikan setiap orang lulusan pesantren akan selalu rindukan masa-masa mondoknya. Walaupun sudah tidak lagi dinyatakan santri yang belajar di pondok tetapi nama seorang santri akan terus melekat dalam dirinya, terlebih hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang memandang dirinya adalah sosok generasi penerus tokoh-tokoh agama di kampungnya.

Dan disitulah kenapa seorang santri alumni akan selalu ingat/rindu momen-momen belajar di Pondok Pesantren, karena mungkin juga setiap hari mereka lebih sering terjun dalam aktivitas kegiatan yang hampir sama saat di Pondok.

Tentu banyak sekali sebuah kerinduan dan kenangan masa-masa mondok bagi seorang alumni. Mulai sejak awal masuk pesantren hingga boyong (Keluar). Namun, dari berbagai kenangan masa di pesantren yang kadang ingin terulang kembali, ada beberapa hal-hal dari yang paling terkonyol sampai terindah akan selalu membekas dari ingatanmu duhai para alumnni pesantren yang membaca artikel ini,

1.Meski kadang malas menghafalkan dan merasa menyebalkan dengan rutinitas masuk sekolah Madhrasah, namun kadang juga kangen.


Siapa nih yang masih ingat ketika masuk Madhrasah Diniyah harus mendapatkan tugas hafalan nadhom-nadhom bait Ilmu Nahwu Shorof  ? Persoalan hafalan memang kadang membuat malas dan merasa menyebalkan, dimana kamu sebagai seorang santri wajib hafal dan harus setoran dengan ustadz/zah yang mengajar.

Tidak hanya itu, segala hal kegiatan belajar di pondok yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang santri menjadi momen yang kamu rindukan, entah rindu disaat kamu gak hafal dan harus berdiri didepan teman-teman sekelasmu. Apalagi kalau mengingat hiruk-pikuk disaat jam mengaji dimulai, pasti momen itu adalah hal yang asyik serta membuat kangen. Terlebih juga bagi seorang santri putra jika melihat santri putri lewat dengan ciri khasnya.

2.Jam sekolah Madhrasah kosong adalah momen terindah bagi sebagian santri dan penikmat dagelan santri.


Hampir semua santri merasakan kebahagian saat jam mengaji di sekolah madharasah kosong, terlebih pelajaran disaat itu adalah jam yang kurang disukainya. Disaat momen jam kosong seperti ini, didalam kelas madharasah sudah pasti kelas dikuasai oleh para santri.

Mereka tentu ada yang memilih tidur dalam posisi ternyamannya. Sedangkan bagi para santri yang guoyanan atau sering dagel berkumpul dan bercerita/ngobrol dengan asyiknya membuly teman, menggoda santri putri (jika satu kelas), dan masih banyak hal lainya jika jam pelajaran kosong. Tetapi beda halnya dengan santri yang rajin, kadang dia bisa memecah suasana kelas untuk lebih hal yang positif yakni dengan lalaran bait-bait syair nadhom Nahwu Sharaf.

3.Telat masuk madharasah itu ada dua pilihan, menunggu jam kedua datang dan harus masuk secara diam-diam tanpa ada suara yang bisa menggemparkan suasana tenang mengaji.


Saat momen seperti ini, ada dua tipe santri yang bisa kita lihat. Mereka yang niat mengaji, biasanya masuk ke kelas dengan diam-diam biar tidak memecah suasana tenang mengaji (biasanya ketika ustadz/zah membaca kitab sedangkan santri memaknainya dengan khasnya yaitu pegon). Hal lainnya juga agar tidak diberi hukuman/pertanyaan dari guru yang mengampu pelajaran tersebut. Tetapi lain halnya juga dengan santri yang mempunyai adap dan akhlak yang mulia dia akan lebih sopan. Dan mereka yang memilih untuk bolos mengaji pasti akan putar balik mencari tempat yang aman dari jangkauan pengurus pesantren.

4. Momen razia dadakan. Antara panik ngumpetin hp, sampai pasrah Handpond disita bahkan dibakar (Jika pondok pesantren tersebut tidak memperbolehkan/melarang membawa Hp sejak awal yang kamu sudah ketahui sebelumnya).


Satu lagi momen menyebalkan bagi para santri yang sering melanggar aturan Pondok Pesantren namun setelah kita lulus justru selalu kita ingat dan tak terlupakam. Ialah momen dimana ketika pihak pengurus merazia dadakan, entah razia larangan membawa Hp, atau razia lainnya. Saat momen seperti ini, biasanya para santri yang nakal tidak sesuai peraturan pesantren akan menjadi buronan utama.

5.Kamu pasti rindu teman dalam satu kamar, yang kini masin-masing sudah memiliki aktivitas yang berbeda-beda.


Biasanya saat di Pesantren, santri akan memiliki banyak kenangan dalam satu gotakan (bahasa kamar santri) karena setiap hari bersama-sama. Makan bareng/masak bareng, tidur berdampingan bareng, canda tawa bareng sambil menikmati rokok dan segelas kopi, menata kamar ataupun memperbaiki kamar bersama-sama. Indahnya kebersamaan itulah menjadi kenangan rindu kangen pondok pesantren serasa ingin mengulanginya lagi namun hal yang mustahil karena kamu sekarang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dirumah baik itu juga dalam bermasyarakat.

6.Persoalan cinta masa nyantri menjadi hal yang tak terlupakan?


Salah satu momen indah seorang santri adalah ketika dia teringat kisah cintanya diantara kamu sebagai santri putri dan santri putra. Dari sinilah biasanya muncul cinta pertama, yang ternyata bersemi di masa mondok. Mungkin tak bertahan lama, tetapi gak akan bisa dilupakan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Apalagi jika dia menjadi pinangan pasangan halalmu sampai saat ini pasti kamu banyak mengenangnya bersama istrimu. Hhuhuhu syahduukan kisah asmaramu dulu walaupun harus ngumpet-ngumpet/diam-diam.

Momen inilah kamu untuk pertama kalinya mengenal rindu dengan lawan jenis, bahkan mungkin momen pertama kali kamu mengalami apa yang dinamakan cemburu karena di ternyata juga banyak disukai oleh teman dekatmu sendiri.

7.Acara perpisahan pesantren atau wisuda kelulusan, momen dimana semua sedang menyiapkan segala sesuatunya


Terakhir, momen yang paling kita rindukan adalah ketika wisuda kelulusan madhrasah terlebih memang pada saat itu memang kamu sudah tidak lagi mau mondok atau keluar sekalian dan juga mungkin pindaH pesantren lain demi mendalami Ilmu ditempat yang berbeda. Di masa ini semua teman santri kita sedang sekuat tenaga melakukan sandiwara sesuai perannya mulai dari awal sampai akhir kegiatan Haflah wisuda selesai.

Dan disaat itulah dalam acara tersebut ada santri baik putra maupun putri yang masih selalu tersenyum, yang bahagia, dan adapula yang meneteskan air mata sedih bahagia.

Sayangnya kejadian itu hanya semu, saat mereka yang tak melanjutkan belajar di Pesantren yang ia tinggali selama bertahun-tahun ini mereka pulang kerumah atau lanjut ketempat lain dan mulai menjalani kehidupan lain serta menjadi dirinya masing-masing. Kita juga sadar sebagaimana jikalau alumni yang membaca ini tempat mondok yang selama bertahun-tahun setiap hari ditinggali baik suka maupun duka dalam mengaji disana kini harus ditinggalkan.Semua hanya menyisakan dan mewarnai keindahan kenangan saja.

Masa Nyantri 7 Hal Ini Pasti Kamu Ingat Dan Rindukan Setelah Lama Tak Berkunjung Ke Pesantren


Pesantren sebagaimana kewajiban yang perlu kita laksanakan dengan penuh kesadaran, tetapi kadang juga menjelma jadi sesuatu yang menjenuhkan. Menuntut Ilmu di pesantren yang notabene kita kerjakan setiap hari dengan lancar dan enjoy kadang juga malah tersendat gara-gara kejenuhan yang kian berat dan terasa menyiksa. Ritme menjadi kunci sukses yang perlu diingat saat menuntut ilmu di pesantren, menuntut ilmu tanpa diimbangi dengan ritme yang sesuai bisa bikin kamu mengalami berbagai hal yang membosankan serta menyiksa. Belum lagi kamu harus menata suasana hati agar mesantren bukan jadi beban yang menyiksa melainkan tantangan yang harus dilawan. Tetapi kita kadang dalam belajar di Pesantren melawannya dengan sembrono, padahal sebenarnya bisa selesai dengan cara yang bijak.

Pesantren nggak bisa dilepaskan dengan urusan kesehatan (penyakit gudik biasanya, kegiatan hafal menghafal dll. Perlu dipahami bahwa anggapan pesantren adalah tempat yang menyiksa diri untuk mendapatkan keberkahan ilmu yang manfaat justru membuat keberhasilan nggak maksimal. Masuk pesantren yang kamu ambil pilihan sejak awal itu tiada kata menyiksa. Berikut kunci sukses mendapatkan ilmu yang perlu kita ingat.


1. Biarkan padatnya kesibukan jadwal mengaji/belajar mengalir, jika mood-mu terganggu dan menjadi beban buatmu, mending istirahat dulu sejenak atau juga bisa mencari hal-hal yang bisa membuatmu lepas dari beban yang kamu rasakan.

Menuntut ilmu di pesantren yang menyenangkan sebetulnya pasti juga kadang merasa bikin kepalamu berat, kadang juga bikin kamu merasa dirugikan karena waktu yang berkurang untuk bersenang-senang seperti orang-orang diluar sana. nyantri/belajar di pondok yang mengalir berarti kamu sedang mengerjakan hal yang menjadi kesukaanmu. Pun kalau mondok ini selalu menjenuhkanmu, cobalah untuk istrirahat sejenak yang bisa membuatmu tertawa lepas bahagia daripada moodmu rusak dan menjadi beban yang memberatkanmu.

2. Keadaan fisik yang menurun tak bisa dihindari, kamu butuh waktu sebentar untuk beristirahat agar pikiran kembali cemerlang

Selalu hemat tenaga dan harus pandai mengatur waktu, jangan karena terlalu asyik kamu lupa bahwa badanmu butuh istirahat dan asupan energi. Terlbih jika kamu mondok sambil kerja ataupun juga mondok sambil kuliah. Kamu punya banyak peluang untuk beristirahat, dan lumrah saja kamu menyisihkan beberapa menit untuk ngaso karena tak dimungkiri ini penting manfaatnya. Menuntut ilmu di pesantren yang menyenangkan, apalagi kalau memang mengaji ini adalah hobimu memang kadang membuatmu lupa waktu. Mesti rajin-rajin merasakan keadaan tubuhmu ini.

3. Lihat jam, jangan sampai deh belajar sampai larut malam sampai pagi jika disiang hari malah membuat kamu malas-malasan.

Kadang karena targetmu sendiri dan tekanan yang ada kamu jadi lupa waktu dan lupa jam. Hal ini malah perlahan menurunkan kualitas hidupmu. Jika disiang hari kamu tak bisa melakukan aktivitas sama sekali, beda hal jika kamu memang kuat dan semangat setiap waktu baik malam atau siang.

4. Rajin-rajin mengatur ritme waktu, ada kalanya belajar maraton perlu tapi nggak harus setiap hari seperti itu

Kegiatan harian yang wajib kala di Pesantren seperti bangun pagi, mandi, beraktivitas dan kembali tidur di malam hari bisa membuatmu jenuh. Pastikan saat kamu di pesantren kamu memiliki ritme yang bagus. Kamu harus paham kapan waktu yang tepat untuk istirahat dan kapan waktunya untuk belajar lagi. Kalau kamu melupakan hal ini bisa jadi beberapa tanggung jawabmu mengaji kitab-kitab, kamu selesaikan semaunya berlandaskan “yang penting mengaji”. Yah itu memang benar, tapi alangkah baiknya lebih bisa memuat bertambahnya potensi diri setiap hari. (Bertambahnya ilmu pengetahuan)

5. Lihat sekeliling, saat teman santri datang dan mengajakmu bermain ataupun hal-hal yang kurang positif, turuti kemauannya sesekali akan baik untuk menjaga kewarasan.

Ada-ada saja, kadang saat suasana hati sedang baik dan belajar sedang asyik-asyiknya dikerjakan dengan disiplin/istiqomah, teman santri malah datang mengalihkan konsentrasimu. Mungkin ini hal buruk bagimu jika sudah mepet banget dengan deadline PR yang diperintah ustad/zah (Guru). Tapi ada kalanya hal ini kamu syukuri, kamu bisa mengambil kesempatan menemani temanmu dengan sejenak beristirahat dari kesibukan ini. Toh, jika konsentrasi sudah buyar kamu nggak akan bisa mengerjakannya dengan ringan hati.

Pesantren yang kamu jalani setiap hari ini dan sudah mempunyai waktu yang cukup lama ini sekarang nggak akan membuatmu senang, ini seperti siksaan. Sebagai santri kamu harus jeli memilih aktivitas-aktivitas yang postif. Jangan sampai tenagamu habis hanya karena padatnya rutinitas ini, kamu perlu mengatur waktu istirahat, kamu nggak mau kan niat baikmu malah gugur karena luput menjaga kesehatan?

Jangan jadikan anggapan pesantren tempat yang menyiksa dan menjadikan kamu tak bisa menikmati hidup. Grafik potensi hidup kala di pesantren sebagai patokan. Ingat kamu adalah santri manusia biasa yang kelak akan jadi berlian ditengah-tengah masyarakat, butuh waktu mengumpulkan mood baik biar semua kesibukan bisa dieksekusi dengan nyaman.


Pesantren Tak Menyiksa Dan Bukan Pula Menjadikan Orang Tak Bisa Menikmati Hidup 5 Hal Ini kunci Sukses Mendapatkan Ilmu Perlu Diingat


Ungkapan penjara suci (Pesantren) saat kamu sebagai anak santri mulai terasa/merasakan kejam dari pada Ibu tiri yang jahat ataupun ungkapan lain ketika kamu berada di Pesantren mungkin sedang kamu rasakan.

Dari segala beban berat tanggung jawab jadwal kegiatan yang ada di Pesantren mulai kewajiban menghafal, larangan-larangan hal haram yang berlaku di pondok jadi terasa kejam dari pada Ibu tiri yang jahat. Dari hal itu sempat terbesit di pikiranmu untuk menyerah ditengah jalan atau ingin segera keluar dari Pondok Pesantren (boyongan), tapi keluar dari pesantren nggak bisa dilakukan dengan asal-asalan alasan yang kurang logis. Butuh banyak pertimbangan, nah untuk membantumu berpikir seraya memutuskan, santriyai.com akn memberikan 5 motivasi atau penyemangat diri untukmu yang saat ini mungkin sedang merasa ingin enyah dari pondok yang sudah mulai terasa lebih kejam dari ibu tiri.


1. Meski tanggungan belajar semakin terasa berat, kamu harus selalu ingat tekad diri untuk membuat orangtua bangga dengan kesuksesan menuntut ilmu ini.

Tanggungan mondok/belajar yang berat seringkali membuatmu berpikir untuk enyah saja dari pondok. Sebelum itu terjadi ingatlah tekadmu dari awal masuk pesantren dulu sebelum masuk pesantren, apakah itu sudah terlaksana? Apakah orangtuamu akan bangga melihat kamu pulang dengan belum jadi apa-apa. Ingat juga pesan mereka ‘sebelum pulang kamu sudah harus jadi orang yang lebih baik dan banyak memiliki pengetahuan Agama yang lebih’.

2.Saat merasa capek dengan tuntutan kegiatan belajar yang membebanimu, ingatlah orangtua yang selalu bertanya “kapan hafalanmu selesai nak (hal lain)?”

Nggak bisa dipungkiri bahwa beban apapun itu terasa lebih berat jika ditilik dari tahapan materi pelajaran dirimu di sana dan juga derita-derita yang dilalui saat jadi seorang santri, membayangkannya saja kadang pusing sendiri. Tapi bukankah itu sudah menjadi resiko yang harus kamu tanggung ketika memutuskan masuk pesantren? Sebelum kamu menyerah, pikirkan dulu sekali rencana, target untuk menjawab harapan dari orangtua yang berulangkali bertanya ‘kapan kamu hafal, Nak?’.

3.Pengurus galak dan kamu anggap nggak memanusiakan santri sempat bikin kamu ingin boyong. 

Tapi kamu mengingat lagi hal apa yang sudah kamu bisa selama ini, bahkan ternyata kamu sudah bertahun-tahun tinggal di Pesantren. Menyebalkan mungkin menjadi salah satu alasanmu untuk keluar, Sebelum kamu benar-benar melakukannya cobalah membuka mata akan banyaknya orang-orang awam jaman now di luar sana yang belum paham agama terlebih diri kita sendiri.

4. Kehidupan di pesantren yang semakin terasa berat dan mungkin kamu berkata kejam bikin kamu ingin kembali ke kampung halaman. Tapi ingatlah soal perolehan ilmu yang kamu dapatkan.

Tuntutan belajar yang ketat juga nggak ada habisnya seringkali membuatmu merasa ‘tua di pesantren’ membuatmu ingin pulang ke kampung halaman untuk bekerja sembari menikmati hidup. Sebelum itu terjadi ingatlah bahwa selalu ada harga yang sepadan untuk sesuatu yang berharga.

5. Dengan melihat banyaknya dunia ini semakin beraneka ragam arus negatif datang, otomatis relasi yang kamu dapatkan dari pesantren juga bagus untuk hidupmu ke depan.

Meskipun bebannya berat, tapi menuntut ilmu memungkinkanmu bertemu orang-orang hebat dan shaleh. Kamu nggak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, bisa saja beban berat mempermudah hidupmu di kemudian hari jikalau mau bersabar. Semoga masa depan cerah menyertaimu.

5 Hal Yang Jadi Penyemangat Kamu Sebagai Anak Santri, Saat Mulai Terasa Kejam Dari Ibu Tiri


"Jika Cinta yang Tulus Tak Pernah Dianggap, Buat Apa Mempertahankannya? " Nah cerita sedih ini merupakan sebuah kisah seseorang jatuh cinta dengan ketulusan dari hati yang paling dalam, namun seseorang yang dicintainya itu tak pernah menganggap ada cinta, Lantas Baca selengkapnya disini 

CERITA CINTA : Cerpen Romantis Paling Mengharukan ini merupakan sebuah tulisan yang ketika nantinya kamu baca akan membuat kamu menangis, terharu,Baca Selengkapnya disini

Kisah Nyata Cerita Cinta Segitiga Yang Membuat Menangis, Baca Selengkapnya disini




Salah satu Group media sosial yakni Facebook yang mengatasnamakan Santri serta mempunyai anggota ratusan ribu dengan sekitar 800.000an anggota sampai saat ini masih cukup dibilang memperhatikan. Pasalnya Group Facebook yang bernama DASI (Dagelan Ala Santri Indonesia), kini banyak memposting hal-hal yang tidak mencerminkan ciri-ciri anak santri. Group yang mempunyai slogan "Wahana Santri Belajar, Berbagi, dan Berhibur" yang mungkin sejak awal dibuat untuk tujuan yang positif bagi santri-santri seluruh Indonesia kini telah di Hack atau di ambil alih oleh admin-admin yang tak bertanggung jawab.

Banyak yang berkomentar groub tersebut sekarang di pegang oleh orang yang tidak suka dengan kalangan anak pesantren sekaligus katanya admin tersebut dari kalangan non muslim. Jadi, anggota-anggota groub tersebut banyak masuk akun kloningan dan mengepos gambar, tulisan yang berujung memecah belah satu sama lain dan serta yang lebih parah akun-akun palsu yang sering buat postingan nakal seperti memposting foto/gambar wanita tanpa busana.

Inilah yang harus di waspadai oleh pengguna facebook khususnya buat santriwan/santriwati untuk lebih cermat dan lebih cerdas dalam menggunakan medsos. Inilah screnshoot bukti bahwa DASI (Dagelan Ala Santri Indonesia) telah diambil alih oleh tangan-tangan yang tak bertanggung jawab.






Nah, dibalik dari sebuah groub tersebut yang telah di hack dan sudah tak lagi mencerminkan ciri anak pesantren, tak lagi mempunyai cerita santri yang bersifat hiburan, tak lagi berbagi info santri, belajar online dunia santri dan lain-lain yang sudah sangat melenceng dari namanya itu, sebetulnya yang cocok serta juga banyak diminati oleh santri adalah dengan postingan gambar kata-kata dan tulisan-tulisan ini menurut santriyai.com.

Berikut tema DAGELAN yang pantas dan cocok untuk hiburan para santri:


Dagelan santri jawa tebak-tebakan

Dagelan santri lucu berupa meme-meme santri

Dagelan santri tentang cerita cinta di Pesantren

Kata kata dagelan santri baik dagelan yang sifatnya humor/lucu, sedih dll

Cerita lucu seorang santri

Dan lain-lain yang membahas tentang kehidupan pesantren tentunya

Groub Facebook DASI Di Hack Tidak Mencerminkan Ciri Santri. Inilah Hiburan Yang Cocok Layak Diposting !!!


Masuk Pesantren seharusnya adalah alasan nyata tempat yang tepat kalau kamu mau mengembangkan Ilmu Agama. Dari tanda bukti bahwa mondok atau masuk Pesantren itu merupakan tempat yang paling sempurna untuk belajar Agama sudah ada bukti-bukti nyata. Dalam sejarahpun sebelum Indonesia merdeka bawasannya Pondok Pesantren merupakan Pendidikan yang paling baik dari waktu kewaktu sampai generasi milenial saat ini, tetap di percayai sebagai pencetak generasi terbaik lembaga pendidikan.

Namun jikalau kamu saat ini mondok sudah cukup lama bahkan belasan tahun tapi kamu masih mengalami semua tanda ini, itu tandanya kamu tidak berkembang disana dan ini seharusnya jadi pikiran utamamu apakah kamu harus pindah pesantren atau tetap disana.


1.Kamu tidak memiliki rasa kenyamanan dan bahagia menjalani kehidupan Pesantren

Hal yang utama yang bikin seorang santri itu gagal untuk berkembang dan sukses adalah ketika kamu saat berada di Pondok mempunyai ketidaknyamanan. Mungkin hal ini terjadi karena kamu hanya terpaksa dan tidak ikhlas dengan orang tua yang memasukkan kamu ke Pesantren. Ataupun juga kamu termasuk santri yang sering berulah atau disebut santri mbelink/nakal, hal inilah yang memicu kamu cenderung tidak memiliki teman baik dan kasih sayang dari pengasuh dan pengurus Ponpes. Maka di situlah kamu nantinya dalam waktu ke waktu kamu pasti akan merasa tidak nyaman yang mengakibatkanmu akan cepat boyong/keluar pondok sebelum Lulus.

2.Kamu tidak mengerti hal lain di luar jadwal kegiatan

Yang kamu tahu hanya masuk madrasah saja. Kamu tidak tahu bagaimana teman-teman santri di sekelilingmu bersosialisasi dengan baik, kamu tidak tahu bagaimana meluangkan waktu dengan sebaik-baiknya, seperti menghafal, membuka kitab-kitab setelah di kaji/muroja'ah kembali. Itulah termasuk tanda-tanda kamu gagal berkembang saat mondok atau belajar Ilmu Agama di Pesantren.

3.Kamu tidak mempunyai pribadi yang seimbang atas kenyamananmu selama bertahun-tahun

Semuanya merupakan segala kewajibanmu dalam belajar di Pesantren. Setiap hari, setiap detik mengaji. Kamu bahkan tanpa sadar bahwasannya mondok di Pesantren telah menghabiskan waktu bertahun-tahun tanpa ada sesuatu hasil yang kamu capai.

4.Kamu tidak memiliki rasa cinta terhadap Ilmu dan tidak cinta terhadap Ulama

Setiap hari langkah-langkahmu dalam menuntut Ilmu di Pondok Pesantren itu kamu sama sekali tidak merasakan cinta ulama dan Ilmu. Padahal hal yang paling utama yang bisa membuatmu memilki Ilmu yang berkah dan manfaat adalah dengan mempunyai alasan nyata yang terpanggil dari hati sanubari untuk mencintai Ilmu dan Ulama.

4 Alasan Masuk Pesantren Yang Membuatmu Tidak Bisa Berkembang Sukses

6 Hal Yang Dapat Jadi Inspirasi Ketika Mondok Sebelum Memutuskan Keluar/Boyong
Foto:IG Ala Santri
Masuk ke Pesantren adalah sebuah komitmen seseorang ataupun dilatar belakangi oleh kemauan orang tua yang sangat menginginkan anaknya mondok. Orang yang memutuskan masuk kepesantren adalah orang-orang yang berani berkomitmen demi kebahagian jangka panjang dalam menuju kehidupan yang hakiki dan juga tentunya semua demi memperjuangkan Agama.

Menjalani kehidupan jadi seorang santri itu memang tak mudah, selain saat di pesantren selalu ada cobaan terberat yang selalu hadir menemani setiap langkah dalam menuntut ilmu serta nantinya setelah keluar dari pesantren (boyong) seorang santri juga di tuntut menjadi PAKU, yang bisa menyatukan berbagi lapis masyarakat meski dia sendiri tak terlihat (Kata Inspirasi KH Abdul Aziz Manshur).

Bukan maksud mengolok-olok anak pesantren yang gak betah sebentar mondok atau tidak sampai lulus dan menguasai ilmu, karena santriyai.com pun juga begitu. Namun untuk melepas kepenatan pribadi sendiri maka dari situlah admin menulis artikel ini, yang barangkali menjadi sebuah inspirasi seorang santri yang mondok.

1.Sebetulnya mesantren lama ataupun sebentar adalah hak preogatif setiap masing-masing individu. Menuntut Ilmu di Pesantren itu emang harus didasari kemantapan/keyakinan hati untuk sebuah kemanfaatan diri sendiri serta tak lain untuk kemanfaatan keluarga juga masyarakat.

Namun kadang kita juga pernah mendengar dan juga perlu kita renungkan jika ada orang yang sebentar mondok tapi jago membaca kitab kosongan (GANDUL). Namun juga perlu di ketahui semacam itu hanya orang-orang tertentu saja dan biasanya orang yang sudah bernasab Kiai. Setiap orang bisa menguasai/mendapatkan Ilmu itu dengan berbagai cara yang berbeda dalam setiap langkah yang dijalaninya.

2.Masuk Pesantren bukan hanya sekedar hasil mendapatkan ilmu, namun soal bisa atau tidak itu urusan belakangan yang terpenting adalah mengaji dan mengaji saat di Pondok, nggak usah mikir ini itu. Karena Kamu tidak akan bisa mengubah apa yang kamu inginkan melainkan atas izin Tuhan.

Jangan pernah berfikir saat di Pesantren bisa buat kamu jadi anak orang yang paham Ilmu Agama seperti apa yang kamu harapkan. Karena itu malah bisa membuat merasa kecewa atas ekspetasimu yang berlebihan. Daripada berusaha mengubah setiap harapanmu mending berusaha untuk istiqomah belajar, tirakat dan menurut apa yang Kiaimu sarankan.

3.Latar belakang keluarga tentu menjadi salah satu yang bisa mempengaruhi seorang santri menjalani hidup di Pesantren jadi kurang full time/konsisten serta pasti terasa sulit karena mungkin keluarga cenderung ingin kamu cepet pulang karena berbagai hal sebab.

Orang tua/keluarga adalah hal yang utama bagi setiap orang merasa sedikit membuat bimbang saat kamu nyantri. Kalau keluarga nggak pernah mendorong atau memberikan hal apa kamu butuhkan ketika mondok tentu hal ini semakin terasa berat dan sulit. Namun, kata wejangan dari Guru santriyai.com yang pernah saya peroleh,

Tidak ada jalan mundur,” ujar Kiai, “Seperti halnya Khalid bin Walid yang membakar kapal-kapal tentara kaum muslimin saat ekspansi ke Eropa. Sehingga mereka tak lagi bisa mundur, takada pilihan lain selain maju bertempur. Maka begitulah semestinya pemuda, kalian-kalian ini, perjalanan masih panjang. Jangan sampai patah semangat!Dalam hidup tidak ada jalan mundur.”

4.Tentu banyak masyarakat kampung halamanmu kala mendengar anak yang mondok itu selalu dikaitkan dengan sosok orang generasi tokoh kampung dan hal ini juga tentu menjadi salah satu bagaimana kamu mempunyai cara agar tetap bisa bertahan di Pesantren sebelum akhirnya sesal menghampiri karena belum bisa menguasai.

Hal ini bisa jadi masalah di masa yang akan datang saat di kampung halamanmu, terlebih kamu membawa nama santri serta Pondok Pesantren yang kamu tinggali itu. Di saat kamu pulang sudah tak kembali lagi ke Pondok seiring berjalannya waktu tentu Ilmu seorang santri dibutuhkan oleh masyarakat.

5.Kebiasaan ketika di pesantren dan apa yang kamu terima kala mondok, itulah yang membawa seumur hidupmu jadi bagian hidup yang akan selalu bersanding dalam langkahmu.

Kalau kita masih masih mempunyai kebiasaan buruk dan masih mentah menelan Ilmu bersiap-siaplah menemui kehidupan bermasyarakat yang berbagai lapis. Dan hal yang terpenting adalah buat diri sendiri.

6.Ambisi soal pekerjaan yang mungkin jadi belenggu seorang santri, Ketakutan soal ladang pekerjaan mungkin cukup ngebuat cenderung mengalami keresahan bagi sebagian santri.

Inilah yang memang Kendala atau hambatan. Itu semua adalah tantangan. Paradigma semacam ini membentuk sikap yang berbeda. Kalau kita menganggap masalah sebagai hambatan, kita cenderung akan berusaha menghilangkannya. Tapi kalau anggapan kita adalah tantangan, maka kita akan berupaya menghadapinya.”

6 Hal Yang Dapat Jadi Inspirasi Ketika Nyantri Sebelum Memutuskan Keluar/Boyong


Santri juga manusia biasa,toh juga sama dengan seperti yang lainnya, memiliki quotes (kutipan-kutipan) kata sedih/galau mengharukan, karena memang manusia tak lepas dari unek-unek perasaan yang kapan saja bisa terketuk hatinya untuk merasakan sebuah cinta. Yaa sebuah quotes santri yang pasti selalu di iringi setiap saat oleh perasaan pernak-pernik cinta yang senang ataupun sedih kala menjalani kehidupan di Pesantren. Mereka setiap santri memiliki cara pandang berbeda dalam menyikapi jikalau sedang di ketuk hatinya dan cara mengutarakan sebuah perasaan ke orang tua pun tentu berbeda-beda.


Berikut 7 Quotes Santri Kepada Orang Tua

1.Di tengah kejauhan dari sosok orang tua, anak santri selalu mengharapkan doa dan keridhoan dari keluarga yang bisa jadi sebuah spirit batin anak dalam menimba ilmu.

2.Duhai Ibu dan Bapak jika engkau rindu serta menginginkan kepulanganku dari pesantren, tunggulah aku dan janganlah bersedih ,sampai aku kembali kerumah kampung kelahiran itu, untuk berkumpul dengan engkau yang membesarkanku. Bersabarlah menunggu kepulanganku menuntut ilmu, Waktu yang tepat kadang menjadi sebuah perjuangan pilihan hidup ini.

3.Senantiasa aku disini selalu bersyukur dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untukmu, karena engkau telah memasukkan aku ke pesantren. Sehingga aku sadar inilah takdir kewajiban yang harus kujalani dengan sebaik-baiknya

4.Di tengah cobaan, penderitaan atau suka duka menjadi seorang santri, mondok di pesantren selalu memberikan hikmah pembuka hati dan pikiranku lebih dewasa dalam menghadapi berbagai masalah. Mandiri adalah pilihan

5.Hidup hemat adalah bagian dari proses perjuangan. Aku yakin, tidak ada proses yang mengkhianati hasil,

6.Kesendirian dan kesepian perasaan kangen merindumu kadang selalu ku temui, Apakah aku sedih ???? Iya, tapi aku sadar ini merupakan bagian perjuangan.

7.Teruntuk orang tuaku, seiring berjalannya waktu kini aku semakin sadar bahwa engkau mengizinkanku ke pesantren ini menjadikanku lebih tahu arti sebuah hidup serta menjadikan hidup ini lebih berarti menjadi seseorang yang lebih kuat untuk menghadapi dunia yang fana ini.


Untuk Anak Yang Sedang Di Pesantren Inilah 7 Quotes Santri Terhadap Orang Tua

Mempunyai teman dekat seperjuangan kala menjadi santri di Pondok Pesantren semestinya bisa bikin yang menjalaninya nyaman dan bahagia serta semakin betah tinggal di Asrama Pesantren tersebut, sampai akhirnya kamu bisa lulus dengan meraih ilmu yang bermanfaat. Itu alasan kenapa mempunyai teman dekat santri saat di Pesantren begitu penting. Teman yang bisa nyambung dan cocok merupakan suatu langkah pertama, yang bikin kamu betah/kerasan sekaligus jadi sahabat terbaik yang bisa membuat jiwamu merasa lepas saat kamu nantinya dihampiri sebuah cobaan dan masalah-masalah lainnya.

Memiliki teman yang sekaligus sahabat saat mondok bisa ngebuat kamu menjalani pahit kerasnya kehidupan lingkungan pesantren. Dia akan menjadi salah satu teman yang selalu menemani setiap langkah perjuanganmu dalam belajar di pondok lebih terbuka, santai dan menyenangkan. Namun perlu kamu ketahui, apa saja sih yang menunjukan bahwa teman mondok (santri) itu mempunyai tanda-tanda dia adalah sahabat terbaikmu juga ???

1.Dia adalah tempat kamu curhat segala keluh kesahmu secara fisik empat mata

http://syihab-blog.blogspot.com/2013/02/pandai-memilih-teman-yang-membawa-kita.html
Ketika teman sudah seperti layaknya saudara kandung dirimu sendiri, kamu bakal mudah percaya sama dia. Bercerita hal-hal penting yang sedang kamu alami. Teman santri kala mondok bakal menjadi pertama kali kamu cari waktu saat ketemu kesulitan. Dan dia tentu bakal mendengarkan apa keluh kesahmu serta biasanya apabila kamu sudah sangat paham agama sebelumnya kamu sudah bermunajad/curhat kepada Tuhanmu terlebih dahulu.

2.Kamu lebih merasa nyaman dan bahagia kala sedang berkumpul dengannya


Kita tentu banyak sekali menghabiskan waktu dengan teman-teman yang hanya ala kadarnya berkumpul, ngobrol, nongkrong doang tanpa adanya faedah yang lebih kamu dapatkan. Memang itu perlu tapi tak seharusnya over hingga waktu kamu tidak tersadari habis dengan cuma-cuma. Namun apabila dia adalah betul-betul teman dekat terbaik dan bisa memberikan kamu faedah menjalani hidup di Pesantren lebih baik untuk kedepan tentu secara langsung seharusnya kamu bisa sadar, dia adalah sahabat yang nyaman serta bisa membuatmu bahagia karena kamu mendapatkan suatu yang lebih dari dia. Seperti belajar bareng, tukar pemikiran dll sebagainya.

3.Kamu merasa jelas/paham ketika dia menasehatimu

http://picbear.online/tag/pondokmahasiswa
Tidak semua orang merasa paham dan jelas ketika ada yang menasehati. Namun berbeda jikalau dia adalah sahabat terbaik tentu kamu akan lebih cepat paham dan menerima apa yang dia ucapkan.

4.Saling berbagi hobi, selera dan kesukaan

https://www.pontianakpost.co.id/lanjutkan-cita-cita-lama-ayahnya-yang-tertunda
Kamu bisa menganggap seseorang sebagai sahabat karena kecocokan dan kesamaannya denganmu. Ketika kamu dan teman santri dekatr punya banyak kesamaan, kamu bakal ngerasa dia adalah sahabatmu. Kamu dan dia sama-sama suka bola, traveling, vespa, atau The Beatles. Dan ini bisa jadi cerita seru buat kalian berdua.

5.Dia dan kamu mempunyai bahan candaan yang gak orang lain pahami

http://barudaksantrialhidayahnf.blogspot.com/2017/02/kumpulan-santri-alhidayah-nf-riung-asih.html
Kamu dan temanmu itu punya guyonan lucu yang bikin kalian berdua tertawa lepas, sampai kalian kadang ngerasa bersalah kalau ketawa keras-keras di tempat umum.

6.Kalaupun ada kesalahpahaman diantaranya kalian tetap santai dan hanya sejenak saja


7.Dia adalah lawan debat terfavoritmu.Seorang sahabat santri nggak cuma sharing tentang hobi, selera, dan kesukaan aja. Dia juga bisa jadi lawan debat favoritmu.



Baca Juga:Cara Menyenangkan Hati Sahabat, Kata-Kata Ini Yang Hanya Bisa Ku Persembahkan Kala di Pesantren

7 Tanda Teman Seperjuanganmu Di Pesantren Adalah Sahabat Terbaikmu Sekaligus Membuat Makin Kerasan Mondok

Newer Posts Older Posts Home