Bab Fi’il-fi’il (Kata Kerja)

Pembagian Fi’il dalam kitab jurumiyah terbagi  tiga :
Ø  Fiil Madhi
Ø  Fiil Mudhari’
Ø  Fiil Amr

Contohnya ضَرَبَ(madhi), (mudhari’) , يَضْرِبُ (‘amr) اِضْرِبْ

(1)    Tanda Fiil Madhi itu selalu di-fathah-kan selamanya

Bab Jurumiyah Pembagian Fiil (kata kerja) dan Tanda-Tanda Fiil Serta Contohnya
Pengertian Fiil Madhi dari Kata فعلماضberasal dari dua kata, yaitu فعلdan ماض.فعل adalah kata yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa yang terjadi pada suatu masa waktu tertentu.
كَلِمَةٌ دَلّتْ عَلَى مَعْنًى فِى نَفْسَهَا وَاقْتُرِنَتْ بِزَمَانٍ وَضْعًا
Kalimat kata yang menunjukkan makna mandiri dan di sertai dengan pengertian zaman.Sedangkanماض jika di artikan ke dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah dahuluzaman dahulu ataumasa lalu.[1]Jadi, maksud dari فعلماض sesuai istilah adalah :
مَادَلَّ عَلَى حَدَثٍ مُضَى وَنْقَضَى وَعَلَامَتُهُ اَنْ تَقْبَلْ تَاءَالتَّأْنِيْثِ السَّاكِنَةِ
Artinya : Lafaz yang menunjukkan kejadian (perbuatan) yang telah berlalu.
Baca Juga:Definisi I'rob dan Tanda-Tanda I'rob Nahwu

(2)   Tanda Fiil amar selalu di-jazm-kan, 

Contoh Fiil Amr

أَنْتَ
اِفْعَلْ
= (engkau -lk) kerjakanlah!
أَنْتِ
اِفْعَلِيْ
= (engkau -pr) kerjakanlah!
أَنْتُمَا
اِفْعَلاَ
= (kamu berdua) kerjakanlah!
أَنْتُمْ
اِفْعَلُوْا
= (kalian -lk) kerjakanlah!
أَنْتُنَّ
اِفْعَلْنَ
= (kalian -pr) kerjakanlah!

(3)  Tanda Fiil mudhari’ itu fiil yang di awalnya terdapat salah satu dari huruf tambahan yang empat yang terkumpul dalam perkataan  أَنَيْتُ(hamzah, nun, ya, dan ta). Fiil mudhari’ itu selalu di-rafa’-kan kecuali ada amil (huruf) nashab atau jazm yang masuk padanya.
Amil nashab (hal yang me-nashab-kan) itu ada sepuluh, yaitu:
أَنْ (bahwa), لَنْ (tak akan), إِذَنْ (jadi, kalau begitu), كَيْ(supaya),  لَامُ كَيْ (lam dengan makna supaya), لَامُ اَلْجُحُودِ (lam pengingkaran), حَتَّى (sehingga),        الْجَوَابُ بِالْفَاءِ, الْوَاوِ, أَوْ(kalimat jawab dengan fa, wa, dan aw).

Amil jazm (hal yang me-jazam-kan)  itu ada delapan belas, yaitu :

لَمْ (tidak), لَمَّا (belum), أَلَمْ (tidakkah?), أَلَمَّا (belumkah?),   لَامُ اَلْأَمْرِ وَالدُّعَاءِ (Lam untuk perintah dan permohonan) ”لَا” فِي اَلنَّهْيِ وَالدُّعَاءِ (La untuk larangan dan permohonan), إِنْ (jika) ،مَا(apa)               مَنْ (siapa) ،مَهْمَا(apapun), إِذْمَا (kalau)، أَيٌّ (mana, sesuatu apa)، مَتَى(kapan), أَيْنَ (dimana) أَيَّانَ (kapan),أَنَّى(bagaimana), حَيْثُمَا (dimanapun),كَيْفَمَا (bagaimanapun), إِذًا فِي اَلشِّعْرِ خاصة. (dan “Jika demikian” pada syair tertentu)

Adapun pemahaman/pengertian Fiil mudhari' adalah selama ada pada awal lafadz-nya salah satu dari 4 tambahan huruf seperti yang terangkum dalam ucapakan engkau "ANAITU, Yakni huruf (أَ) Alif (نَ) Nun  (يَ) Ya (تَ) Ta 
Keterangan : Untuk mempermudah pemahaman tentang ciri fiil mudhori, coba perhatikan contoh berikut ini ( أَضْرَبُ نَضْرَبُ يَضْرَبُ تَضْرَبُ) pada setiap awal lapadz DOROBA ditambahi huruf (أَ) Alif (نَ) Nun  (يَ) Ya (تَ)  yang di himpun pada lapadz "أَنَيْتُ". Dan inilah yang disebut fiil mudhori

 وَهُوَ مَرْفُوعٌ أَبَدًا,حَتَّى يَدْخُلَ عَلَيْهِ نَاصِبٌ أَوْ جَازِمٌ

Fiil Mudhori : adalah fiil yang di rafa'kan selama-nya sehingga masuk kepadanya Amil yang menasabkan atau amil yang menjazem-kan 



Bab Jurumiyah Pembagian Fiil (kata kerja) dan Tanda-Tanda Fiil Serta Contohnya

Pembahasan Tanda-Tanda Huruf Jar/Khafadh Dan Pemaknaan Konteks Kalimat

Tanda-Tanda Kalimah Isim Dan Contohnya
Pemahaman Cara Pertama

TANDA-TANDA KALIMAT ISIM

فالاسم يعرف: بالخفض، والتنوين، ودخول الألف واللام، وحروف الخفض
FAL-ISMU YU’ROFU: BIL-KHAFDHI, WAT-TANWIINI, WA DUKHUULIL-AALIFI WAL-LAAMI, WA HURUUFIL-KHAFDHI

Kalimat Isim dapat diketahui dengan (tanda-tandanya) 1. Khofadh, 2. Tanwin 3. Masuknya AL 4. Masuknya Huruf Jar/Khofadh.
Tanda bahwa Kalimat tersebut adalah Kalimat Isim sehingga dapat dibedakan dengan kalimat yg lain (Fi’il dan Huruf) adalah dengan mengetahui empat tanda-tandanya sebagai berikut :

Tanda Isim yg pertama, KHOFADH/JAR, contoh :
مررت بزيد
MARORTU BI ZAIDIN = aku berpapasan dengan Zaid
Lafazh ZAIDIN dikhofadhkan oleh huruf jar.

غلام زيد
GHULAAMU ZAIDIN = Pemudanya Zaid
Lafazh ZAIDIN dikhofahkan oleh Ghulaamu susunan idhofah.

Tanda Isim yg kedua, TANWIN, contoh :
مررت بزيد
MARORTU BI ZAIDIN = aku berpapasan dengan Zaid
Lafazh ZAIDIN dikhofadhkan oleh huruf jar.
زيدٌ، ورجلٌ
ZAIDUN WA ROJULUN = Zaid dan Seorang Pria
Lafazh ZAIDUN dan ROJULUN disebut kalimat Isim karena ada tanda TANWIN padanya.
Tanda Isim yg ketiga, MASUKNYA AL, contoh :
الرجل والغلام
AR-ROJULU WA AL-GHULAAMU = Seorang Pria dan Seorang Pemuda
Lafazh AR-ROJULU dan AL-GHULAAMU disebut kalimat Isim karena tanda dimasuki AL padanya.

Tanda Isim yg keempat, dimasuki HURUF KHOFADH/JAR, contoh :
مررت بزيد
MARORTU BI ZAIDIN = aku berpapasan dengan Zaid
Lafazh ZAIDIN disebut kalimat ISIM karena dimasuki oleh huruf Khofadh (kalimat huruf amil khofad/jar)

Pemahaman Cara Kedua

Isim-isim yang dikhafadhkan itu ada tiga bagian :
Ø  Dikhafadhkan dengan huruf khafadh
Ø  Dikhafadhkan dengan idhafah
Ø  Dikhafadhkan karena mengikuti yang sebelumnya

Adapun yang dijarkan dengan huruf khafadh yaitu apa-apa yang dijarkan dengan huruf:
مِنْ(dari), إِلَى(ke), عَنْ (dari), عَلَى(di atas),فِي (di), رُبَّ (jarang),بِ (dengan), كَ (seperti), لِ (untuk)
dan dengan huruf Qasam (sumpah)  yaitu:
اَلْوَاوُ, الْبَاءُ, التَّاءُِ   (ketiganya bermakna sumpah: demi)
dan dengan:       مُذْ, (sejak)  وَمُنْذُ (sejak)

Adapun yang dijarkan dengan idhafah maka contohnya:غُلَامُ زَيْدٍ (pembantu Zaid) dan yang dijarkan dengan idhafah itu ada dua, pertama yang di-taqdir-kan dengan lam dan kedua yang di-taqdir-kan dengan min.

Maka yang di-taqdir-kan dengan lam (bagi, kepunyaan) contohnya: غُلَامُ زَيْدٍ (pembantu (milik) Zaid)
Dan yang di-taqdir-kan dengan min (dari) contohnya: ثَوْبُ خَزٍّ (Baju (dari) sutera), بَابُ سَاجٍ (pintu (dari) kayu jati), خَاتَمُ حَدِيدٍ (Cincin (dari) besi)

Baca Juga:Bagian Kalam dan Tanda Kalam

Tanda-Tanda Kalimah Isim Dan Contohnya

BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM
Saya mulai dengan menyebut Asma Allah yg Maha Pemberi nikmat besar dan Maha Pemberi nikmat kecil
Pidato : Benar kata majemuk yang berguna dalam situasi ini .

Ala-Khalaaaanu: huwal-LAFZHUL-Nuhriokrkhabhula-MUFIIDU BIL-WADH


Kalam adalah kalimat biasa yang memberi faidah, dengan gumpalan '(disengaja / dalam bahasa Arab)

LAFAZH = suara huruf yg mecakup huruf-huruf hijaiyah. seperti ZAIDUN, AMRUN, BAKRUN, ALIY dsb.

MUROKKAB = tersusun dari dua kalimah atau lebih. contoh : QOOMA ZAIDUN, DHOROBA AMRUN, BAKRUN ‘AALIMUN dsb.

MUFIID = kata-kata memberikan faidah, contoh QOOMA ZAIDUN percaya bahwa zaid telah berdiri. sehingga pendengar memahami arti kata tanpa kerugian atau kesalahan, serta bagi pembicara untuk memiliki waqof dalam kalimat ini karena mengandung faidah. yang dalam istilah nahwu disebut YAHSUNUS-SUKUUT.

TIDAK ADA WADH'I = sengaja, sehingga kata-kata orang yang tidur atau tidak sadar tidak disebut kalam. Ada yang mengatakan bahwa Wadho 'adalah kata dalam bahasa Arab, jadi kata-kata orang tidak disebutkan oleh pengetahuan Nahwu.

Bagian-Bagian Kalam

Telah dikatakan penulis buku ini (As Shaikh Ash Shanhajy) rahimahullah:
Al kalam (kalimat) adalah Lafadz yang tersusun yang berfaedah dengan bahasa arab.

Dan tiga divisi : nama, dan akta, dan surat datang makna

REKOMENDASI ​​PRODUK KAMI: ISM, FI'LUN, TERMASUK MESIN N


Bagian-bagian dari kalam itu ada tiga kalimah: 1. Kalimah Isim, 2. Kalimah Fi’il, 3. Kalimah Huruf yg datang sebagai Huruf Ma’ani.

 KIMIMAH ISIM (kata benda) = kata yang menunjukkan arti bagi dirinya sendiri. dan tidak digunakan untuk waktu / waktu yang sama. contoh: ZAIDUN = zaid (nama alam / seseorang). ANA = saya (isim dhamir / kata ganti orang pertama) HADZA = ini (isyaroh / kata arah) dll.

Tanda-tanda Isim dapat diidentifikasi oleh keberadaan khafadh, tanwin, dan masuknya alif dan lam. Surat-surat khafadh adalah:
Saya(dari), إِلَى(ke), عَنْ (dari), عَلَى(di atas),فِي (di), رُبَّ (jarang),بِ (dengan), كَ (seperti), لِ (untuk)
Isim dapat dikenali juga dengan huruf qasam (sumpah) yaitu waw, ba dan ta.

 KALIMAH FI’IL (kata kerja) = kalimah yg menunjukkan suatu makna pada dirinya sendiri dan dipergunakan bersamaan dengan penggunaan masa/zaman/waktu.

kalau untuk masa lampau disebut FI’IL MADHI (kata kerja lampau) contoh QOOMA = telah berdiri.

kalau untuk masa sekarang dan akan datang disebut FI’IL MUDHARI’ (kata kerja berlangsung atau akan berlangsung) contoh YAQUUMU = sedang/akan berdiri.
kalau untuk menunjukkan penuntutan pada masa akan datang disebut FI’IL AMAR (kata kerja perintah) contoh QUM..! = berdirilah..!


Tanda-tanda Fiil itu dikenali dengan keberadaan:
Tinggi  (sungguh/terkadang), سَ (akan) , Sofa(akan) T, feminitas statis(ta ta’nits yang mati)
KALIMAH HURUF (tugas tugas) = ​​kalimat yang mencerminkan makna / makna kepada yang lain. contoh ILAA = to, HAL = is?, LAM = no.

 Huruf itu adalah sesuatu yang tidak memenuhi ciri-ciri isim dan fi’il
Pengurang Nama Pintu
Fokus pada permukaan rumah.
Fama almkhfvz balhrf FHV Ma ykhts bom, bola voli, tepatnya, VLY, VFY, Orb, valba’, valkaf, vallam, vbhrvf Aneh, melingkari Alva, valba’, VALTA’, vbvav Tuhan, vbmz, vmnz.





Bagian Kalam dan Tanda Kalam

Segala puji Bgi Allah Swt yang telah segala kenikmatan berupa apapun.Sehingga sampai detik ini kita diberi kesehatan dan masih bisa belajar ilmu agama Allah Swt yang tiada habisnya.Sholawat serta salam semoga tercurahkan kepda junjungan kita Nabi Muhamad Saw yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman yang terang benderang.Semoga kita mendapatkan syafaatnya di hari  akhir nanti.Amin

Kitab Jurumiyah merupakan ilmu Nahwu Shorof yang sering dikaji kaji dipesantren-pesantren.Bagi yang pernah nyantri maupun yang lagi nyantri pastinya pernah mengaji kitab ini.Kitab yang terdiri dari 26 Bab ini menjadi bagian penting dasar seseorang  belajar Bahasa Arab.Kitab ini membahas istilah-istilah Ilmu Nahwu seperti Isim,Fi’il dan Huruf.

Penulis atau pengarang Kitab kuning Matan Jurumiyah dalam Ilmu Nahwu ini adalah Abu ‘Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Ash-Shanhaji An-Nahwi yg terkenal dengan sebutan Ibnu Aajurruum, Aajurruum adalah bahasa ajam yg artinya seorang yg Faqir  Sufi nan Waro’. Beliau adalah salah satu Imam Nahwu yg dilahirkan pada tahun 674 H. dan wafat pada tahun 723 H. Nafa’anaallaahu bihi bi ‘uluumihi fid-daaroini  Amin.

Sedikit terjemah dan pembahasan  dalam Bab-bab  kitab matan jurumiyah akan tersaji sebagai  berikut  :

I.  BAB KALAM Kitab Jurumiyah


II. BAB I’ROB Kitab Jurumiyah


III.  BAB TANDA-TANDA I’RAB Kitab Jurumiyah


Nahwu Dalam Kitab Jurumiyah

Newer Posts Older Posts Home