(BAB MUBTADA & KHOBAR باب المبتدا والخبر) 

Pengertian/definisi Mubtada itu adalah..وهو الأسم المرفوع العاري عن العوامل الفظية ..isim yang harkatnya rofa’ dan tak ada amil/perintah yang berbentuk lafad. Dan apa itu Khobar ? 

Pengertian/definisi Khobar itu adalah وهو اسم امرفوع المسنداليه..adalah isim yang harkatnya rofa’ dang di sandarkan ke mubtada contoh..زيدقائم..zaed itu berdiri..dan sepertinya mubtada dan khobar adalah sesuatu yang tak bisa di pisahkan karena satu memerlukan sama yang lain..kalimat tidak akan sempurna kalau tidak kumplit(subject&object) kita kalau bicara zaedun aja ..orang bertanya ..apa..bagaimana zaed itu..dan kalau kita bicara..qo,imun aja ..orang akan bertanya siapa yang qoimun itu/berdiri itu ? jadi harus kumplit زيدقائم zaed berdiri

Pembagian Mubtada di bagi dua:

1.Mubtada isim dhohir..مبتد اسم الظاهر..contoh yang tadi itu kata zaedun nya.

2.Mubtada isim dhomir..contoh..هو قائم huwa qo,imun..zaed itu berdiri..kata huwa adalah mubtada isim domir..jumlah nya ada 14..yaitu..هو,,هما,,هم,,هي,,هما,,هن,,أنت,,أنتما,,انتم,,أنت,,أنتما,,أنتن,,أنا,,نحن..huwa huma,,hum,,hiya,,huma,,hunna,,anta,,antuma,,antum,,anti,,antuma,,antunna,,ana,,nahnu

Pembagian Khobar di bagi dua juga:

(1)Pengertian/definisi Khobar mufrad الخبرالمفرد..yaitu khobar yang terdiri dari satu kalimat contoh yang tadiزيد قائم zaedun qo.imun..kata qo,imun adalah khobar mufrad sebab terdiri dari satu kalimat

(2)Pengertian/definisi Khobar jumlah..الخبرالجملة..yaitu khobar yang terdiri dari kalimat jumlah..disini ada empat..(A) dorof&madruf الظرف والمظروف..atau wadah,tempat.

Contoh..زيد عندك..zaedun indaka..zaed ada di kamu..nah kata indaka عندك ..adalah khobar jumlah..terdiri dari dorof=inda&madruf isim domir=ka..(B) Jar& majrur الجر والمجرور..yang terdiri dari huruf jar& majrur kalimat yang di ikuti khuruf jar itu..contoh..زيد في الدار..zaedun fiddari..zaed di rumah..kata fiddari adalah khobar jumlah sebab terdiri dari huruf jar=fi & majrur = addari..(C) fiil&fail..yang terdiri dari fiil & fa’il.الفعل والفاعل.contoh زيد قام أبوه zaedun qoma’ abuhu zaed berdiri bapanya zaed..nah kata qoma’ abuhu adalah khobar jumalh sebab terdiri dari fiil=qoma’ & fa’il + abuhu…(D) terdiri dari mubta dan khobar .المبتد والخبر..contoh..زيد جاريته ذاهبة..zaedun jariyyatuhu dzahibatun..zaed pelayannya itu pergi..kata jariyyatuhu dzahibatun adalah khobar jumlah sebab terdiri dari mubtada =jariyyatuhu & khobar=dzahibatun…clear ?

(BABU YANG SUKA MENGATUR DANMERUBAH MUBTADA DAN KHOBAR..باب العوامل الداخلة على المبتد والخبر)

Bab ini mengatur sesuatu yang suka merubah kondisi mubtada dan khobar..disini di bagi tiga berikut pembagiannya.

1.Kana dan sudara sudaranya كان وأخوتها ..dan 
2.Inna dan saudara saudara nya..أنّ وأخوتها..dan..
3.Dhonna dan saudara saudara nya..

(1) kana dan saudara saudaranya..aksinya..ترفع الأسم وتنصب الخبر meng rofakan isimnya(mubtadanya) dan me nasabkan khobar nya.

Contoh كان زيدقائما kana zaedun qoiman..asalnya زيدقائم zaedun qoimun terus masuk lafad kana jadi rubah khobarnya nasab jadi kana zaedun qoiman..saudaranya adalah..كان,,ظل,,بات,,اضحى,,أصبح,,أمس,,صار,,ليس,ما زال,,مابرح,مافتئ,,ماأنفك,مادام,kana,,dolla,,bata,,adha,,asbaha,,amsa,soro,,laesa,,mazala,,mabariha,,mafati,a,,mainfakka,,madama..dan tasrifan nya dari semua ini..tasrifan dari kana..كان,,يكون,,كائن ,كن,,لا تكن kana,,yakunu,,kai,nun,,kun ,,latkun..contoh dari tasrif kana,,يكون زيد قويا yakunu qowiyyan..asalnya zaedun qowiyyun ..masuk yakunu robah khobarnya jadi kowiyyan…dan teman nya kana juga sama tasrif seperti itu…

(2) INNA dan sudaranya أنّ وأخوتها..aksiny adalah sebaliknya kana تنصب الأسم وترفع الخبر..menasabkan isimnya(mubtada) dan merofakan khobar nya 

Contoh..أنّ زيدا قائم..inna zaedan qooimun..asalnya zaedun qooimun terus masuk inna jadi rubah mubtadanya jadinya inna zaedan qooimun..saudara saudaranya adalah ,,أنّ,,أنّ لكنّ,,كأنّ ليت,,لعل..inna..annan..lakinna..kaanna,,laeta,,laala..contoh..لكن الأمر سهل..lakinna alamro sahlun..tapinya urusannya enteng..asalnya..al amru sahlun ..masuk lakinna jadi lakinna alamro sahlun

(3) DHONNA dan sudaranya….ظن و أخوتها..group ini sebenarnya bukan isim marfuat..melainkan amil nawasih ..sesuatu yang suka menyalin harkat mubtada dan khobar..yang aksinya..تنصب المبتدا والخبر..menasabkan mubtada dan khobar .

Contoh..ظننت زيدا منطلقا ..donantu zaedan muntoligon..asal nya زيد منطلق zaedun muntoliqun masuk lah kata donantu jadi donantu zaedan muntoliqon..rubahlah harkat kalimat maubtada dan khobar..group ini ada beberapa kata ya itu..ظننت ,حسبت ,حلت, رايت,donnantu , hasibtu ,hiltu, roaetu ,,dan sebagainya..kenapa mubtadu dan khobar di ubah menjadi nasab ? karena dua kalimat itu menjadi maful dua2nya dari donnantu yang menjadi fi’il dan fa’il kata donna adalah fii’l dan kata tu adalah fa’il…karena mubtada dan khobar jadi maf’ul maka harkatnya nasab karena maful isim mansubat..donna..dalam arti..menyangka/prasangka dan juga di artikan meyakinkan..contoh donantu zaedan muntolikon…aku sangka bahwa zaed berangkat…jelas kan ?

Pengertian Dan Pembagian Mubtada Khobar Serta Yang Bisa Merubahnya Dengan Tanda Dan Saudaranya

Sejarah Contoh Ilmu Nahwu tentang Zaid yang selalu memukul Amr adalah berasal dari cerita zaman dahulu ketika seseorang mempelajari mempelajari Bahasa Arab. Siapapun yang belajar Bahasa Arab tentu tak lepas dari salah satu nama Zaid dan Amar yang selalu dipukul. Hal ini tentu menjadikan penasaran, mengapa zaid dan umar selalu ada dalam contoh sebutan Ilmu Nahwu. Tidak bisa dipungkiri juga pertanyaan lain juga muncul ketika contoh Zaid yang selalu memukul Umar. Apakah alasan zaid memukul umar dalam Ilmu Nahwu ?

Fakta cerita Sejarah zaid yang memukul umar yang selalu sebagai contoh Ilmu Nahwu Bahasa Arab diambil dari cerita Kitab,

النظرات للشيخ مصطفى لطفي بن محمد لطفي المنفلوطي المتوفى ١٣٤٣ هجرية بمصر

Dalam jilid 1 halaman 307 di ceritakan

أراد داود باشا أحد الوزراء السالفين في الدولة العثمانية أن يتعلم اللغة العربية فأحضر أحد علماءهاسأل شيخه يوما ما الذي جناه عمرو من الذنوب حتى استحق أن يضربه زيد كل يوم ويقتله تقتيلا ويبرح به هذا التبريح المؤلموهل بلغ عمرو من الذل والعجز منزلة من يضعف عن الانتقام لنفسه وضرب ضاربه ضربة تقضى عليه القضاء الأخيرسأل شيخه هذا السؤال وهو يتحرق غيظا وحنقا ويضرب الأرض بقدميهفأجابه الشيخ : ليس هناك ضارب ولا مضروبوإنما هي أمثلة يأتي بها النحاة لتقريب القواعد من أذهان المتعلمينفلم يعجبه هذا الجوابفغضب عليه وأمر بسجنهثم أرسل إلى نحوي آخر فسأله كما سأل الأول فأجابه بنحو جوابه فسجنه كذالكثم مازال يأتي بهم واحدا بعد واحد حتى امتلأت السجون وأفقرت المدارسوأصبحت هذه القضية المشئومة الشغل الشاغل له عن جميع قضايا الدولة ومصالحهاثم بدا له أن يستوفد علماء بغداد فأمر بإحضارهم فحضروا وقد علموا قبل الوصول إليه ماذا يراد بهموكان رئيس هؤلاء العلماء بمكانة من الفضل والحذق والبصر بموارد الأمور ومصادرهافلما اجتمعوا في حضرة الوزير أعاد عليهم السؤال بعينهفقال داود الوزير ما هي جنايتهفقال له إنه هجم على اسم مولانا الوزير واغتصب منه الواو فسلط النحويون عليه زيدا يضربه كل يوم جزاء وقاحته وفضولهيشير إلى زيادة واو عمرو وإسقاط الواو الثانية من داود في الرسمفأعجب الوزير بهذا الجواب كل الإعجاب

وقال لرئيس العلماء :أنت أعلم من أقلته الغبراء وأظلته الخضراء فاقترح علي ما تشاءفلم يقترح عليه سوى إطلاق سبيل العلماء المسجونينفأمر بإطلاقهم وأنعم عليهم وعلى علماء بغداد بالجوائز والصلات

Kisah cerita unik Dan Umar mengenai hal ini. Dalam kitab An-Nadharat karya Syaikh Musthafa Luthfi bin Muhammad Luthfi Al-Manfalti (w=1343) Juz 1 hlm 307, disebutkan bahwa konon ada salah seorang menteri dalam pemerintahan Daulah Utsmaniyah yaitu Daud Basya ingin belajar Bahasa Arab. Lalu dia mendatangkan salah seorang ulama untuk mengajarinya. Setiap kali sang guru menjelaskan I’rab Rafa’ dan Nashab atau fa’il dan maf’ul, ia mencontohkan dengan lafadz “Dharaba Zaidun ‘Amran”, yang berarti Zaid memukul Amr. Sang menteri lalu bertanya:

“Apa kesalahan Amr sampai-sampai Zaid memukulnya tiap hari?, Apakah Amr punya kedudukan lebih rendah dari pada Zaid sehingga Zaid bebas memukulnya, menyiksanya dan Amr tidak bisa membela dirinya?”

Sang menteri menanyakan ini sambil menghentakkan kakinya ke tanah dengan marah-marah.

Gurunya menjawab :"Tidak ada yang memukul dan tidak ada yang dipukul!. Ini hanya contoh saja yang dibuat ulama nahwu untuk lebih memudahkan untuk belajar kaidah-kaidah nahwu”.

Rupanya jawaban ini tidak memuaskan hati sang menteri. Dia marah, lalu ia penjarakan ulama yang telah mengajarinya itu.

Kemdian ia menyuruh orang mencari ulama nahwu lain. Ia menanyakan pertanyaan tersebut kepada mereka. Jawabannya sama, hingga banyak di negerinya terpenjara akibat jawaban yang tidak dapat memuaskan hatinya. Penjara penuh dengan para ulama dan madrasah-madrasah semakin sunyi.

Kejadian ini menjadi pembahasan di mana-mana, hingga sang menteri mengutus anak buahnya untuk menjemput para ulama-ulama ahli Nahwu dari Bagdad. Mereka datang menghadiri udangan menteri dipimpin seorang ulama yang paling alim, cerdas, cakap, dan cerdik.

Di hadapan para ahli Nahwu Baghdad ini, Daud Basya bertanya lagi: “Apa kesalahan Amr hingga ia selalu dipukul Zaid?”

Ulama itu menjawab: “Kesalahan Amr adalah karena ia telah mencuri huruf wawu yang seharusnya itu milik Anda”.

Ia menunjuk adanya huruf wawu dalam lafadz Amr setelah huruf ro’. Ia melanjutkan jawabannya: “Dan huruf wawu ini lah yang saharusnya ada dalam lafadz Daud. Lihat! Wawu lafadz Daud hanya satu, yang seharusnya ada dua!”.

Selanjutnya ia berkata: “Oleh sebab itu, para ulama nahwu memberikan wewenang kepada Zaid untuk selalu memukul Amr, sebagai hukuman atas perbuatannya itu!”.
Mendengar jawaban itu, Sang menteri benar-benar puas dan memuji ulama tersebut. Ia menawarkan hadiah, apa saja yg kamu kehendaki. Namun ulama itu menjawab: “Aku hanya memohon agar para ulama yang anda penjarakan segera dibebaskan”.

Sang Menteri mengabulkannya dan memberikan hadiah kepada para ulama bagdad tersebut.

Kesimpulan dan Keyword

Mengapa Zaid dan Amr menjadi contoh Ilmu Nahwu ?
Cerita unik Contoh Nahwu Zaid dan Amr ?
Alasan Zaid memukul Amr ?
Sejarah Contoh Ilmu Nahwu ?
Contoh Zaid Dan Amar yang selalu di pukuli ?
Kenapa Zaid selalu memukul Amar ?
Apakah kesalahan Amr sehingga selau dipukul Zaid ?

Sejarah Contoh Ilmu Nahwu Zaid Yang Selalu Memukul Amr. Mengapa ?


Terjemah Kitab Alfiyah Ibnu Malik paling lengkap beserta penjelasannya secara detail. Terjemah dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia ini apabila kurang berkenan di Hati pembaca atau banyak kekurangannya, Mohon teguran dan koreksinya. Tak lain tulisan didalam blog ini untuk belajar secara pribadi serta mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain. Semoga terjemah Kitab Alfiyah Ibnu Malik ini membuat maslahah untuk dunia akhirat. Amin

MUQADDIMAH

قَـالَ مُحَمَّد هُوَ ابنُ مَـالِكِ ¤ أَحْمَدُ رَبِّي اللَّهَ خَيْرَ مَالِكِ
Muhammad Ibnu Malik berkata: Aku memuji kepada Allah Tuhanku sebaik-baiknya Dzat Yang Maha Memiliki.

 مُصَلِّيَاً عَلَى النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى ¤ وَآلِـــهِ الْمُسْــتَكْمِلِينَ الْشَّــرَفَا 
Dengan bersholawat atas Nabi terpilih dan atas keluarganya yang mencapai derajat kemulyaan.

وَأسْتَـعِيْنُ اللهَ فِيْ ألْفِــيَّهْ ¤ مَقَاصِدُ الْنَّحْوِ بِهَا مَحْوِيَّهْ 
Juga aku memohon kepada Allah untuk kitab Alfiyah, yang dengannya dapat mencakup seluruh materi Ilmu Nahwu..

 تُقَرِّبُ الأَقْصَى بِلَفْظٍ مُوْجَزِ ¤ وَتَبْسُـطُ الْبَذْلَ بِوَعْدٍ مُنْجَزِ 
Mendekatkan pengertian yang jauh dengan lafadz yang ringkas serta dapat menjabar perihal detail dengan janji yang cepat.

وَتَقْتَضِي رِضَاً بِغَيْرِ سُخْطِ ¤ فَـائِقَةً أَلْفِــــيَّةَ ابْنِ مُعْطِي
 Kitab ini mudah menuntut kerelaan tanpa kemarahan, melebihi kitab Alfiyahnya Ibnu Mu’thi.

 وَهْوَ بِسَبْقٍ حَائِزٌ تَفْضِيْلاً ¤  مُسْـتَوْجِبٌ ثَنَائِيَ الْجَمِيْلاَ
Beliau lebih memperoleh keutamaan karena lebih awal. Beliau behak atas sanjunganku yang indah.

.وَاللَّهُ يَقْضِي بِهِبَـاتٍ وَافِرَهْ ¤ لِي وَلَهُ فِي دَرَجَاتِ الآخِرَهْ
 Semoga Allah menetapkan karunianya yang luas untukku dan untuk beliau pada derajat-derajat tinggi akhirat..

Terjemah Kitab Alfiyaah Ibnu Malik Paling Lengkap Berbahasa Indonesia Beserta Penjelasannya

Definisi /Pengertian I’rab itu adalah berubahnya akhir kata karena perbedaan amil-amil yang masuk atasnya baik secara lafadz atau taqdir. Pembagian i’rab itu ada empat:
Ø  Rafa’
Ø  Nashab
Ø  Khofadh atau Jar
Ø  Jazm.

Setiap isim itu bisa dalam kondisi rafa’, nashab, khafad akan tetapi tidak mungkin dalam kondisi jazm
Setiap fi’il itu bisa dalam kondisi rafa’, nashab, jazm akan tetapi tidak mungkin dalam kondisi khafadh.

Mengenal tanda-tanda I’rab
A. Rafa’ memiliki  empat  tanda:
Ø  Dhammah
Ø  Huruf Waw
Ø  Huruf Alif
Ø  Huruf Nun

Tanda-Tanda Dhammah menjadi tanda bagi rafa’ pada empat tempat :
Ø  Isim Mufrad,
Ø  Jama’ taktsir
Ø  Jama’ muannas salim, dan
Ø  Fiil mudhari’ yang tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu

Tanda-Tanda Huruf Waw menjadi tanda bagi rafa’ pada  dua tempat :
Ø  Jama’ mudzakkar salim, dan
Ø  Isim-isim yang lima yaitu
أَبُوكَ, وَأَخُوكَ, وَحَمُوكَ, وَفُوكَ, وَذُو مَالٍ
(Bapak mu, saudara laki-laki mu , ipar mu, mulut mu, pemilik harta )

Huruf Alif menjadi tanda bagi rafa’ pada isim-isim tatsniyyah yang tertentu
Huruf Nun menjadi tanda bagi rafa’ pada fi’il mudhari yang bersambung dengan:
Ø  dhamir tatsniyah,
Ø  dhamir jama’, dan
Ø  dhamir muannats mukhatabah.

Tanda-Tanda  Nashab memiliki  :
Ø  Fathah
Ø  Huruf alif
Ø  kasrah
Ø  Huruf Ya
Ø  Hadzfunnuun (membuang nun)
Fathah menjadi tanda bagi nashab pada tiga tempat :
Ø  Pada Isim Mufrad
Ø  Jama’ taksir, dan
Ø  fi’il Mudhari apabila masuk atasnya amil yang menashobkan dan tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu pun

Huruf Alif menjadi tanda bagi nashab pada isim-isim yang lima contohnya :

رَأَيْتُ أَبَاكَ وَأَخَاكَ
(aku melihat bapakmu dan saudaramu) dan apa-apa yang menyerupai contoh ini.
Kasrah menjadi tanda bagi nashab pada jama’ muannats salim
Huruf Ya menjadi tanda bagi nashab pada tatsniyah dan jama’ (mudzakkar salim)
Hadzfunnuun (membuang huruf nun), menjadi tanda bagi nashab pada fi’il-fi’il yang lima yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.

Tanda-Tanda Khafadh memiliki  3 tanda:
Ø  Kasrah
Ø  Huruf Ya
Ø  Fathah

Tanda-Tanda Kasrah menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
Ø  Isim Mufrad yang menerima tanwin
Ø  jama’ taksir yang menerima tanwin, dan
Ø  jama’ muannats salim

Huruf ya menjadi tanda bagi khafadh pada tiga tempat:
Ø  Pada isim-isim yang lima (al asmaul khamsah)
Ø  Isim Tatsniyah, dan
Ø  jama’

Fathah menjadi tanda bagi khafadh pada isim-isim yang tidak menerima tanwin (isim ghairu munsharif)

Tanda-Tanda Jazm memiliki  2 tanda:
Ø  Sukun
Ø  Al hadzfu (membuang)
Sukun menjadi tanda bagi jazm pada fi’il yang shahih akhirnya
Al hadzfu menjadi tanda bagi jazm pada fi’il mudhari yang mu’tal akhirnya dan pada fi’il-fi’il yang ketika rafa’nya dengan tetap nun.

Baca Juga: Definisi Kalimah Huruf,Tanda-Tanda Kalimah Huruf/Harf Nahwu dan Contoh Kalimah Huruf

Definisi I'rob dan Tanda-Tanda I'rob Nahwu

Definisi Kalimah harf/huruf adalah lafadz yang tidak layak disertai tanda isim atau tanda fi’il. Ada pula yang mengartikan bahwa huruf adalah setiap kalimah yang tidak dapat memiliki makna kecuali apabila bersanding dengan kata lainnya. Kaidahnya:
وَ الحَرْفُ مَا لاَ يَصْلُحُ مَعَهُ دَلِيْلُ الاِسْمِ وَلَا دَلِيْلُ الفِعْلِ

(Huruf itu ialah lafadz yang tidak layak disertai tanda isim atau tanda fi’il)

الحَرْفُ هُوَ كُلّ كَلِمَة لَيْسَ لَهَا مَعْنًى اِلَّا مَعَ غَيْرهَا

(Pengertian Huruf adalah setiap kalimah yang tidak dapat memiliki makna kecuali bersama kalimah lainnya)
Penjelasan:
Kalimah huruf itu semuanya mabni, tidak dapat dirubah, tetap katanya dalam setiap keadaan. Kalimah huruf dibangun atas beberapa dasar dengan melihat harakat akhirnya, yaitu:


Dengan sukun. Contoh: لَنْ, هَلْ, كَى, فِى, اَوْ, اَمْ, بَلْ, لَمْ

Dengan fathah. Contoh:ثُمَّ, اِنَّ, اَنَّ, لَكِنَّ, لَيْتَ
Dengan dhammah. Contoh:مُنْذُ
Dengan kasrah. Contoh: بَاءُ الجَرِّ, لَامُ الجَرِّ


Dalam hubungannya dengan kalimah lain (baik itu kalimah fi’il ataupun isim) maka kalimah harf dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

Harf yang masuk pada kalimah isim (حروف تدخل على الاسم)
a. Harf jar (حروف الجر). Yaitu huruf yang men-jar-kan isim sesudahnya. Ada huruf.hur

b. Inna dan saudara-saudaranya (ان و اخواتها)
c. Har nida’ (حروف النداء)
d. Harf istisna’ (حرف الاستثناء)
e. Wawu ma’iyah (واو المعية)
f. Laamul ibtida’ (lam yang ditempatkan di awal kalimah) (لام الابتداء)


Harf yang masuk pada kalimah fi’il (حروف تدخل على الفعل)
a. Harf nashab (حروف النصب)

b. Harf jazm (حروف الجزم)
c. Maa dan laa (ما و لا)
d. Qad (قد)
e. Al-siin dan saufa (السين و سوف)


Harf yang bisa masuk pada kalimah fi’il dan isim (حروف تدخل على الإسم و على الفعل)
a. Harf ‘athaf (حروف العطف)

b. Dua harf istifham, yaitu hamzah dan hal (حرفا الاستفهام:الهموة و هل )
c. Wawu haal (واو الحال)
d. Laam qasam (لام القسم)

Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut:

HURUF YANG MASUK PADA KALIMAH ISIM (حروف تدخل على الاسم)
a. Harf jar (حروف الجر). Yaitu huruf yang men-jar-kan isim sesudahnya. Tanda jar biasanya kasrah, namun ada juga yang ya dan fathah. Untuk penjelasan lebih lanjut lihat bagian i’rab khafadh. Adapun macam-macam huruf jar adalah sebagaimana dikatakan dalam nadham berikut ini:

هَاكَ حُرُوفَ الْجَرِّ وَهْيَ مِنْ إلىَ # حَتَّى خَلا حَاشَا عَدَا في عَنْ عَلَى
(Ambillah sebagai Huruf Jar yaitu : Min, Ila, Hatta, Kholaa, Haasyaa, ‘Adaa, Fii, ‘An, ‘Alaa,)
مُذْ مُنْذُ رُبَّ اللّامُ كَيْ وَاوٌ وَتَا # وَالكَافُ وَالْبَا وَلَعَلَّ وَمَتَى
(Mudz, Mundzu, Rubba, Lam, Kay, Wau, Ta’, Kaf, Ba’, La’alla, dan Mataa)
Dari nadham di atas dapat dijelaskan, bahwa huruf-huruf jar adalah sebagai berikut:

Contoh-Contoh Huruf Jar
مِنْ.1(dari)

· اَنَا مِنَ القَرْيَةِ (saya dari desa)

· مَتَى تَرْجِعُ مِنَ المَدْرَسَةِ؟ (kapan kamu pulang dari sekolah)
· اَنَا تِلْمِيْذٌ مِنْ جَا كَرْتَا (saya siswa dari Jakarta)
· مِنَ الجِنَّةِ وَ النَّاسِ (dari bangsa jin dan manusia)
· هُوَ فَلَّاحٌ مِنَ القَرْيَةِ (dia petani dari desa)


إلىَ.2 (ke)
· سَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِد (aku akan pergi ke masjid)

· اَنْتَ تَسْتَمِعُ اِلَى شَرْحِ الأُسْتَاذِ (kamu mendengarkan penjelasan ustadz)
· اَنَا اَسْأَلُ اِلَى المُدَرِّسِ (saya bertanya kepada guru)
· هُوَ يَذْهَبُ اِلَى البَيْتِ (dia pergi ke rumah)
· مِنَ المَسْجِدِ الحَرَامِ اِلَى المَسْجِدِ الأَقْصَى (dari masjidil Haram ke masjidil Aqsha)


عَنْ.3 (tentang/dari)
· هَذَا الْحَدِيْثُ رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ (ini hadis yang diriwayatkan dari Aisyah)

· نَحْنُ نَتَكَلَّمُ عَنِ الدِّرَاسَةِ (kami berbicara tentang pelajaran)
· اِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الفَخْشَاءِ وَ المُنْكَرِ (sesungguhnya shalat itu mencegah dari kejelekan dan kemunkaran)
· يُعَلِّمُ الأُسْتَاذُ عَنِ الأَدَبِ (Ustadz mengajarkan tentang adab)
· سَمِعْتُ عَنْ مَعْرِضِ المَدْرَسَةِ (aku mendengarkan tentang pertunjukan sekolah)


عَلَى.4 (di atas)
· اَلْكِتَاُب عَلَى الْمَكْتَب (kitab di atas meja)

· الخَرِيْطَةُ عَلَى الحَاِئِط (peta di atas tembok)
· الوِسَادَةُ عَلَى السَّرِيْرِ (bantal di atas kasur)
· القَلَمُ عَلَى الكِتَابِ (pena di atas kitab)
· السَّاعَةُ عَلَى الحَائِطِ (jam di atas tembok)


في.5 (di dalam)
· فِى حَقِيْبَتِى قَلَمٌ وَ مِسْطَرَةٌ وَ كِتَابٌ (di dalam tasku ada pena, penggaris, dan kitab)

· اُمِّى تَطْبَحُ فِى المَطْبَحِ (ibuku masak di dalam dapur)
· المِسْطَرَةُ فِى الِمحْفَظَةِ (penggaris di dalam tas)
· اَنَا اَقْرَأُ القُرْآنَ فِى المَسْجِدِ (saya membaca al-Quran di masjid)
· مُحَمَّدٌ يَنَامُ فِى غُرْفَةِ النَّوْمِ (Muhammad tidur di kamar tidur)


الْبَاء.6 (dengan)
· اَنَا اَذْهَبُ اِلَى القَرْيَةِ بِا لسَّيَّارَةِ (saya pergi ke desa dengan mobil)

· هُوَ يَكْتُبُ بِا لقَلَمِ( dia menulis dengan pena)
· اَفْتَحُ الأَبْوَابَ اَوِ الخَزَائِنَ باِلمِفْتَاحِ (saya membuka pintu dan almari dengan kunci)
· اَمْشِى بِالرِّجْلَيْنِ (saya berjalan dengan kedua kaki)
· اَكْتُبُ عَلَى السَّبُّوْرَةِ بِالطَّبَاشِرِ (saya menulis di atas papan tulis dengan kapur tulis)


الكَافُ.7 (seperti)
· كَعَصْفٍ مَأْكُوْلٍ (seperti daun dimakan ulat)

· مُحَمَّدٌ بَشَرٌ لَا كَالبَشَرِ (Nabi Muhammad adalah manusia yang tidak sebagaimana manusia pada umumnya)
· اَحْمَد كَالأَسَدِ (Ahmad seperti singa)
· الوَقْتُ كَالسَّيْفِ (Waktu seperti pedang)
· المُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ (orang mukmin satu dengan lainnya seperti suatu bangunan)


اللّامُ.8 (untuk, bagi, milik)
· هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ(ini kitab milik Muhammad)

· هَذِهِ الأَرْضُ لِلنَّاسِ(bumi ini untuk manusia)
· لِلْمَدْرَسَةِ اِدَارَةٌ (madrasah memiliki kantor)
· لِلْأُسْتَاذِ كُتُبٌ كَثِيْرَةٌ (ustadz memiliki banyak kitab)
· هَذَا الكِتَابُ لِأَخِى (ini kitab miliki saudara laki-lakiku)


واو القسم.9
· وَ اللهِ (demi Allah)

تاء القسم.10
· تاَ اللهِ (Demi Allah)

حَتَّى.11 (sampai)
· أَكَلْتُ السَّمَكَ حَتَّى رَأْسِه (saya memakan ikan hingga bagian kepalanya)

· اُذَاكِرُالدُّرُوْسَ فِى غُرْفَةِ المُذَاكَرَةِ حَتَّى السَّاعَةِ التَّاسِعَةِ لَيْلًا (saya mengingat-ingat pelajaran di kamar belajar hingga pukul sembilan malam)
· حَتَّى مَطْلَعِ الفَجْرِ سَلَامٌ هِيَ (kesejahteraan sampai terbit fajar)

· 
رُبَّ.12 (banyak/sedikit sekali)

· رُبَّ رَجُلٍ عَاِلمٌ لَقَيْتُ (banyak/sedikit sekali lelaki alim yang telah kujumpai)

· رُبَّ عَمَلٍ صَالِحٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ (Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar nilainya disebabkan oleh niat)
· رُبَّ اَخٍ لَمْ تَلِدْهُ اُمُّكَ (banyak saudaramu yang tidak dilahirkan ibumu)
· رُبَّ رَيْثٍ يُعْقِبُ فَوْتًا (seringkali kelambatan itu mengakibatkan kehilangan)
· رُبَّ قَوْلٍ اَشَدُّ مِنْ صَوْلٍ (seringkali ucapan itu lebih berbahaya daripada terkaman)
· رُبَّ يَسِيْرٍ اَنْمَى مِنْ كَثِيْرٍ (adakalanya yang sedikit lebih berkah daripada yang melimpah)


مُنْذُ.13 danمُذْ (sejak)
· مَا رَأَيْتُهُ مُنْذُ الأُسْبُوْعِ الْمَاضِيَة (Aku tidak melihatnya semenjak seminggu yang lalu)

· ماَ رَاَيْتُهُ مُنْذُ يَوْمِنَا (aku tidak melihatnya sejak hari kita sekarang ini)
· ماَ رَاَيْتُهُ مُذْ يَوْمِ الجُمُعَةِ (aku tidak melihatnya sejak hari jumat)


عَدَا, خَلاَ, حَاشَا.14 (selain)
· رَجَعَ الطُّلاَّبُ خَلاَ مُحَمَّدٍ (para mahasiswa telah kembali kecuali muhammad)

· رَجَعَ الْحَاضِرُوْنَ خَلاَ مَحْمُوْدٍ (para hadirin telah kembali kecuali mahmud)


b. Inna dan saudara-saudaranya (ان و اخواتها). Adapun huruf-hurufnya adalah; اِنَّ , اَنَّ, لَكِنَّ , لَيْتَ , dan لَعَلَّ. Dalam kaidah dijelaskan sebagai berikut:
وَهِيَ اِنَّ وَ اَنَّ وَ لَكِنَّ وَكَأَنَّ وَلَيْتَ وَلَعَلَّ تَقُوْلُ اِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ وَلَيْتَ عَمْرًا شَاخِصٌ

( saudara-saudara inna adalah اِنَّ, اَنَّ, لَكِنَّ, كَأَنّ, لَيْتَ, لَعَلَّ seperti anda katakan اِنَّ زَيْدًا قَائِمٌ (sesungguhnya Zaid berdiri) dan لَيْتَ عَمْرًا شَاخِصٌ (Semoga Amr menampakkan diri).

(untuk penjelasan lebih lanjut lihat bagian yang menerangkan Inna dan saudara-saudaranya)


c. Har nida’ (حروف النداء). Huruf nida’ adalah huruf yang digunakan untuk memanggil. Adapun huruf-hurufnya yaitu; ياَ , هَيَا , اَيْ , أ (الهمزة المفتوحة) , آ (الهمزة الممدودة).

(untuk penjelasan lebih lanjut, lihat bagian Munada)

d. Harf istitsna’ (حرف الاستثناء). Huruf istitsna’ adalah huruf yang digunakan untuk pengecualian. Adapun huruf-hurufnya, yaitu; اِلَّا , سِوَى , حَاشَ , غَيْر , خَلَا , عَدَا.
(Untuk penjelasan lebih lanjut, lihat bagian istitsna’)


e. Wawu ma’iyah (واو المعية). Yaitu wawu yang bermakna ma’a (bersama). contoh:
· جَاءَ اَلْأَمِيرُ وَالْجَيْشَ (pemimpin telah datang bersama pasukan)
· وَاِسْتَوَى اَلْمَاءُ وَالْخَشَبَةَ (telah merata air bersama kayu)

f. Laamul ibtida’ (لام الابتداء). Lam yang ditempatkan di awal kalimah. Contoh: لَرَجُلٌ قَائِم: lelaki berdiri.


HURUF YANG BISA MASUK PADA KALIMAH FI'IL (حروف تدخل على الفعل)

a. Harf nashab (حروف النصب). Adalah huruf yang digunakan untuk menashabkan fi’il mudhari’. Adapun huruf-hurufnya yaitu:


· لَنْ contoh لَنْ يَفْعَلَ : dia tidak akan dapat berbuat
· اَنْ contoh اَنْ تَعْبُدُوْا : hendaknya kalian menyembah
(Untuk keterangan lebih lanjut lihat bagian i’rab nashab)

b. Harf jazm (حروف الجزم). Adapun huruf-hurufnya adalah:

لَمْ
اَلَمْ
لَمَّا
اَلَمَّا
لَام الأَمْر
لام الدعاء
لام النهى
لَا النَّاهِيَة


c. Maa dan laa (ما و لا). Merupakan dua huruf nahi. Huruf “maa” biasanya digunakan untuk fi’il madhi sedangkan “laa” huruf nahi yang digunakan untuk fi’il mudhari’. Contoh:

· مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى : hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya
· لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ : dan tidaklah aku menyembah apa yang kamu sembah

d. Qad (قد). Fungsinya sebagai ta’kid (penguat) apabila masuk pada fi’il madhi. Apabila masuk pada fi’il mudhari’ maka berfungsi sebagai taqlil (sedikit/jarang) atau taktsir (banyak). Contoh:
· قَدْ طَلَعَتْ الشَّمْسُ : Matahari benar-benar telah terbit
· قَدْ يَبْخَلُ البَخِيْلُ : orang yang pelit sering berbuat bakhil
· قَدْ يَجُوْدُ البَخِيْلُ : orang yang pelit terkadang dermawan

e. Al-siin dan saufa (السين و سوف). Huruf “al-siin” mempunyai faedah untuk menunjukkan waktu yang akan datang yang dekat/ sebentar lagi. Sedangkan “saufa” bertujuan waktu yang akan datang yang masih lama. Contoh:
· سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ : kalian akan mengetahu
· سَيَقُوْلُ السُّفَهَاءُ : orang-orang bodoh akan berkata


HURUF YANG BISA MASUK PADA KALIMAH FI'IL dan ISIM (حروف تدخل على الإسم و على الفعل)

a. Harf ‘athaf (حروف العطف). Huruf ‘athaf sering disebut kata penghubung. Adapun huruf-hurufnya sebagai berikut:

اَلْوَاوُ, وَالْفَاءُ, وَثُمَّ, وَأَوْ, وَأَمْ, وَإِمَّا, وَبَلْ, وَلَا, وَلَكِنْ, وَحَتَّى
Waw,(dan) fa,(maka) tsumma,(kemudian) aw,(atau) am,(atau) imma,(adakalanya) bal,(bahkan) la,(tidak) laakin,(akan tetapi) dan hatta Sehingga/sampai)

b. Dua harf istifham, yaitu hamzah dan hal (حرفا الاستفهام:الهموة و هل ). Berfungsi untuk menanyakan. Contoh:
· أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللَّهُ : “Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah (yg lebih mengetahui)?” (QS. Al-Baqarah: 140)
· هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا : “Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Allah (yang patut disembah)?” (QS. Maryam: 65)

c. Wawu haal (واو الحال). Wawu hal bisa diartikan ketika, sedangkan, dalam keadaan. Contoh:
· دَخَلْتُ المَسْجِدَ وَالإِمَامُ يَرْكَعُ : Aku masuk masjid ketika imam sedang ruku'.

d. Laam qasam (لام القسم). Huruf yang digunakan untuk bersumpah. Contoh:
· لآَ أُقُسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَمَةِ : aku bersumpah demi hari kiamat


Definisi Kalimah Huruf,Tanda-Tanda Kalimah Huruf/Harf Nahwu dan Contoh Kalimah Huruf

Older Posts Home

Search This Blog

Labels