Sebelum dikenal sebagai Wali, Mbah Kiai Musyafa’ dianggap orang Gila. Namun kemudian banyak orang yang menemukan Karomahnya. Karena itu, setelah dia meninggal, makamnya kerap didatangi peziarah.

Kota Kaliwungu, tepatnya di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah, tampak sangat anggun bila dilihat dari bukit yang terletak di Desa Proto Mulyo, sebelah timur Kampung Gadukan, Kutoarjo, Kaliwungu. Masjid Al-Muttaqin yang berada di pusat kota terlihat sangat dominan dan lebih besar dibanding bangunan lain yang ada di sekitarnya. Menara dan kubah masjid tampak sangat kukuh, seperti menegaskan betapa Allah SWT Mahabesar.

Dari ketinggian bukit itu, tampak kecantikan kota Kaliwungu yang mempesona. Disana terdapat makam alim ulama dan para penyiar agama Islam tempo dulu. Masyarakat menyebutnya sebagai makam Jabal (bukit), sebuah kawasan perbukitan. Salah seorang ulama besar yang dimakamkan disana adalah Kiai Musyafa’ bin Haji Bahram.

Seperti halnya makam wali-wali yang lain, makam Mbah Syafa’, demikian beliau biasa disapa, inipun kerap dikunjungi para peziarah, terlebih pada hari Kamis wage sore dan Jumat Kliwon. Pada kedua hari tersebut, ratusan bahkan ribuan peziarah datang kesana. Santri dari beberapa pesantren juga kerap menjadikannya sebagai tempat untuk melaksanakan riadah.

Selama hidup (antara tahun 1920 – 1969), Mbah Syafa’ dikenal sebagai sosok yang zuhud. Ia sangat sederhana, baik dalam berpakaian maupun dalam bertutur kata. Kesederhanaannya dalam berpakaian, membuat sebagian orang menganggap Mbah Syafa’ sebagai Kiai yang sangat miskin. Tidak jarang orang juga mengatakan bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila, karena ia memang kerap berperilaku Khawariqul Adah, yaitu berperilaku diluar kebiasaan manusia pada umumnya.

Anggur Mekkah

Sangkaan orang bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila sudah terdengar sebelum masyarakat mengetahui karomah dan kewaliannya. Pada suatu hari tetangga disekitar rumah Mbah Syafa’ di bikin geger. Pasalnya setelah musim haji, ada seorang haji yang datang ke sana, ia mengaku di titipi anggur oleh seseorang di Mekah untuk diserahkan kepada Mbah Syafa’, yang baru saja menunaikan ibadah haji di Mekah. Padahal tetangga Mbah Syafa’ menyaksikan sendiri, selama musim haji itu Mbah Syafa’ berada di rumahnya.

Sejak itu pandangan orang pada dirinya berubah, apalagi setelah karomah-karomahnya disaksikan orang-orang disekitarnya. Suatu saat Mbah Syafa’ menjamu tamu yang datang. Masing-masing tamu menuang sendiri air minum dari ceret yang sudah disediakan. Anehnya air minum yang berasal dari satu ceret itu di rasakan berbeda-beda oleh tamu yang minum.

Dalam kisah yang lain, sekitar tahun 1060-an, Mbah Syafa’ kedatangan seorang tentara. Tentara itu bermaksud memohon restu, karena sebagai pembela negara dia mendapat tugas ikut dalam rombongan pasukan Trikora yang akan membebaskan Irian Jaya dari pendudukan Belanda. Saat dia sampai di tempat tinggal Mbah Syafa’, dan mengemukakan maksudnya, Mbah Syafa’ tidak menjawab sepatah kata pun. Beliau hanya mengambil sebuah wajan yang telah di bakar hingga merah membara.

Oleh Mbah Syafa’ wajan itu di dekatkan ke kepala orang tersebut sambil dipukul beberapa kali. Sesaat kemudian beliau masuk kedalam rumah dan keluar dengan membawa tiga buah biji randu (Klentheng), lantas menyerahkannya pada orang itu. Orang tersebut tidak mengerti apa maksud Mbah Syafa’, namun ia tetap menyimpan biji randu pemberian Mbah Syafa’.

Di belakang hari, isyarat tersebut bisa diketahui setelah kapal yang ditumpangi tentara Indonesia hancur di tengah laut. Namun atas izin Allah orang tersebut selamat.

Dalam kisah yang lain diceritakan pada 1940an, suatu hari Mbah Syafa’ menggali tanah hingga dalam. Orang-orang disekitarnya merasa heran dengan apa yang dikerjakannya itu. Sebagian mengira tempat itu akan digunakan untuk memelihara ikan, sebagian yang lain menyangka akan dibuat sumur.

Setelah beberapa saat, orang baru sadar bahwa Mbah Syafa’ mengetahui peristiwa yang bakal terjadi belakangan. Karena tidak lama berselang, tentara Jepang menyerbu daerah Kaliwungu, dan lubang itu dipergunakan sebagai tempat persembunyian orang-orang yang ada di sekitarnya.

Berbagai peristiwa aneh terjadi termasuk setelah ia meninggal dunia pada 13 Maret 1969 (seperti yang tertulis pada nisannya). Suatu ketika saat sedang membersihkan Balai Desa Krajan Kulon, Mbah Rasyid, tukang sapu kantor tersebut, ditemui Mbah Syafa’ tanpa berbincang apapun. Mbah Syafa’ memberinya uang seribu rupiah, padahal ia telah meninggal dunia.

Anehnya, ketika sudah dibelanjakan, uang itu tetap utuh dan tetap ada di saku Mbah Rasyid begitu ia sampai di rumah. Hal itu berulang hingga tiga kali, membuat gundah Mbah Rasyid. Hatinya baru tenang setelah uang itu ia kembalikan ke kuburan Mbah Syafa’.


www.sufiz.com

Mbah Syafa’ Wali Allah Yang Dianggap Gila Dan Penuh Karomah


Tasawuf merupakan salah satu bidang study islam yang memusatkan perhatian pada pembersihan aspek rohani manusia yang dapat menimbulkan akhlak mulia.
Kemudian obyek kajian tasawuf adalah hati atau jiwa manusia , pembahasan tasawuf lebih banyak menekankan pada masalah jiwa manusia secara immateri.
Dalam membersihkan atau mensucikan hati ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapai derajat (maqam) yang tinggi disisi Allah, antara lain :
1.            Taubat
2.            Wara’
3.            Zuhud
4.            Fakir (al-Faqr)
5.            Sabar (as-Shabr)
6.            Tawakal
7.            Ridha (ar-Ridha)

Tasawuf memliki tujuan yang baik yaitu kebersihan diri dan taqorrub kepada Allah SWT. Yakni memperoleh hubungan langsung dengan Allah SWT. Sehingga seseorang akan merasa berada di hadirat-Nya.

Faedah Tasawuf ialah membersihkan hati agar sampai kepada Ma’rifat Allah SWT. Sebagai Ma’rifat yang sempurna untuk keselamatan diakhirat dan mendapatkan keridlaan Allah SWT. Dan mendapat kebahagiaan abadi.( http://blog.unnes.ac.id)

Berikut 8 Kelebihan Dan Manfaat Mempelajari Ilmu Tasawuf/Tarekat

1.Memantapkankan peribadatan yang di lalui secara syariat, misalnya dari mana asal gerakan gerakan yang ada dalam shalat, berdiri mengangkat kedua tangan  ketika takbirotul ihram , kenapa harus Q.S al fatihah yang wajib dibaca dalam sholat, dll

2.Membersihkan hati dari noda, kotoran dan dosa. meningkatkan akhlak, baik kepada Allah, kepada sesama dan kepada alam sekitar.

3. Meyakinkan diri bahwa ibadah itu semata mata kepada Allah. Tidak pamrih, ingin ini ingin itu. dan akan mampu menjawab pertanyaan; ibadah itu untuk apa, bagi siapa dan mengapa.

4.Melatih diri untuk tidak terbuai dengan kelezatan dunia (zuhud), sederhana menerima (qanaah ), ridha terhadap apa yang di berikan Allah. siap bersyukur setiap saat dan suka mengakui kesalahan( istighfar).

5. Mampu memasukkan lafadz Allah ke dalam hati, sehingga memperoleh keyakinan yang bertumpu dalam kalimat ; minallah (kita berasal dari Allah), fillah (menjadi satu dengan Allah), dan ilallah ( segala urusan kembali kepada Allah) termasuk mati.

6.Mendidik akhlak terpuji, mengatur hawa nafsu dan tidak terpengaruh dengan godaan syetan. sebaliknya menghiasi diri dengan sifat sifat Allah dan sifat sifat rosulullah ; sidiq, amanah, tabligh, fatonah.

7. Membuaahkan cinta kepada Allah dan rosulullah. untuk sampai kepada tingkat ini seseorang harus cinta kepada ulama dan bergaul dengan orang orang sholeh.

8. Mampu mengenal diri dengan baiik dan sekaligus mampu mengenal tuhannya ' barang siapa mampu mengenal dirinya, maka ia mampu mengenal tuhhannya'.(Buku Wisata Spiritual H.Mas'ud Khalid, MA)

8 Kelebihan Dan Manfaat Mempelajari Ilmu Tasawuf/Tarekat Dan Cara Untuk Mencapai Derajat Yang Tinggi Disisi Allah


Keharusan bersikap baik kepada seorang wanita terutama sosok Istri adalah sebuah kewajiban bagi setiap laki-laki ataupun suami. Istri adalah sosok wanita yang mempunyai sifat lemah lembut dan sangat membutuhkan peran suami dari perlakuan-perlakuan sikap baik. Sosok seorang istri tentunya juga sangat mempunyai keinginan dan harapan dari sang suami, keinginan dan harapan seorang istri terhadap suami menjadi sebuah kebutuhan pokok yang harus diperolehnya.

Dengan demikian seorang laki-laki/suami harus mempunyai kepekaan terhadap pasangannya/istri sebagai salah satu cara terbaik hidup yang selalu mengerti sebuah keinginan yang sangat dibutuhkan sang Istri. Sebelum mengetahui apa saja yang berkemungkinan menjadi keinginan dan harapan seorang istri dari suami, mari simak penjelasan-penjelasan menurut islam bahwasannya harus bersikap baik terhadap Istri atau Sosok Istri yang harus diperlakukan dengan sikap baik.

Nah, berikut penjelasan harus memiliki sikap baik terhadap Istri seperti yang di Lansir Nu Onlain Oleh Penulis Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta pada sebuah Khutbah hari Jumat.

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم}، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَانِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Di dalam Al-Qur’an, surah Luqman, ayat 14, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Artinya: “Dan kami perintahkan kepada manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua (ibu-bapa); ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah dan lemah yang beratambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada bapk ibumu. Hanya kepada-Ku lah kembalimu.”

Ayat diatas terutama ditujukan kepada anak-anak, baik mereka masih anak-anak maupun telah dewasa, agar mereka berbakti kepada kedua orang tuanya, khususnya ibu, sebab seorang ibu sedemikian berat tugasnya dalam hidup ini.

Uraian tentang kandungan ayat diatas sudah banyak disampaikan oleh para kiai atau ustadz, baik dalam pengajian-pengajian maupun khutbah-khutbah Jum’ah. Tetapi dalam kesempatan ini khatib ingin mengajak kepada para suami atau bapak-bapak untuk memahami lebih dalam. Ayat diatas memang secara langsung ditujukan kepada anak, namun secara tidak langsung, Allah SWT sebenarnya juga mengingatkan kepada para suami bahwa tugas seorang istri dalam rumah tangga sangatlah berat.

Ayat yang berbunyi حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ “ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah payah” sebenarnya tidak hanya mengingatkan kepada kita semua bahwa ibu-ibu dahulu sewaktu mengandung kita selama kira-kira 9 bulan memikul beban yang sangat berat, tetapi juga mengingatkan bahwa ketika istri kita mengandung anak-anak yang akan menjadi darah daging dan penerus kita, istri kita memikul beban yang sama beratnya dengan ibu-ibu kita.

Tentunya masih kuat dalam ingatan kita betapa beratnya kondisi istri sewaktu ia mengandung anak kita. Berbagai risiko harus ditanggungnya seperti keguguran, janin meninggal dalam kandungan, hamil di luar rahim, dan sebagainya. Semua risiko itu berdampak langsung terhadap keselamatan baik fisik maupun jiwanya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kita sebagai laki-laki yang oleh Allah diberi kekuatan fisik yang lebih besar, tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban istri yang sedang mengadung. Ini karena tugas mengandung memang sepenuhnya menjadi kodrat perempuan yang takkan mungkin bisa digantikan oleh laki-laki.

Setelah kira-kira 9 bulan mengandung, tugas istri selanjutnya adalah melahirkan. Tugas ini ber-risiko tinggi karena secara langsung berkaitan dengan keselamatan jiwa. Tentunya telah sering kita dengar beberapa perempuan meninggal saat melahirkan. Dalam proses melahirkan ini, seorang suami juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban istrinya. Beberapa suami yang lain tak sanggup dan tak tega menyaksikan istri sedang berjuang melahirkan karena penderitaan yang dialaminya sangat berat dengan nyawa sebagai taruhannya.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Setelah melahirkan, tugas istri berikutnya adalah menyusui. Al-Quran memberitakan masa menyusui adalah dua tahun sebagaimana bunyi ayat وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ “dan menyapihnya dalam dua tahun.” Dalam masa menyusui, seorang istri harus berhati-hati dan selalu menjaga dirinya sebaik mungkin karena apa yang terjadi pada dirinya bisa berdampak langsung pada si bayi. Istri harus sanggup berjaga menahan kantuk, baik siang maupun malam. Ketika si bayi haus dan lapar dan membutuhkan ASI, seorang ibu harus selalu siap memberikannya. Dalam tugas ini, suami juga tidak bisa berbuat banyak untuk meringankan beban istri..

Mengingat beratnya tugas perempuan terkait dengan mengandung, melahirkan dan menyusui, maka Allah SWT memberikan keringanan kepada perempuan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan dengan kompensasi tertentu sebagaimana diatur dalam fiqih. Keringanan ini merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan Allah SWT kepada para perempuan atau ibu-ibu bahwa tugas mereka memang sangat berat. Pengakuan dan penghargaan seperti ini tidak diberikan kepada laki-laki karena faktanya tugas alamiah laki-laki tidak seberat perempuan.

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Nabi Muhammad SAW juga memberikan penghargaan yang besar kepada perempuan. Lewat beberapa hadistnya, Rasulullah SAW menujukkan kedudukan perempuan yang tinggi di mata Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda:

اَلْجَنَّةُ تَحْتَ أَقْدَامِ الأُمَّهَاتِ

Artinya: “Surga itu di bawah telapak kaki ibu.”

Kita semua tahu bahwa telapak kaki adalah bagian paling bawah atau rendah dari organ manusia. Sedangkan surga berada di bawah telapak kaki ibu-ibu. Namun, maksud hadits ini adalah tidak mungkin seorang anak bisa masuk surga tanpa ketundukan kepada seorang ibu. Maka pertanyaannya adalah bagaimana bisa seorang anak tunduk kepada ibunya jika ia tidak diajari, tidak dididik dan tidak dilatih?

Untuk itu, seorang suami juga berkewajiban mendidik anak-anaknya agar mereka tunduk dan menghormati kepada ibunya tanpa harus merasa disaingi atau dikalahkan oleh mereka sebab Nabi Muhammad SAW telah menegaskan bahwa seorang anak harus bersikap baik dan hormat kepada ibunya tiga kali lebih besar daripada kepada ayahnya sebagai mana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:

جَاءَ رَجُلٌ اِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ اَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِيْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ اُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ اَبُوْكَ

Artinya: “Suatu hari datanglah seorang laki-laki kepada Rasulillah SAW. Orang itu bertanya kepada Rasulullah, siapakah diantara manusia yang paling berhak kami sikapi dengan baik. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi, siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi, siapa lagi setelah itu. Nabi menjawab, ibumu. Orang itu bertanya lagi. Nabi kemudian menjawab, kemudian ayahmu.

Memperhatikan hadits diatas, maka menjadi penting bagi seorang suami untuk menciptakan suasana kondusif di dalam keluarga agar seluruh anggota keluarga menaruh hormat kepada istrinya atau ibu bagi anak-anaknya. Kondisi ini bisa mudah dicapai jika seorang suami senantiasa menujukkan sikap penghargaannya kepada istri dalam rangka memberikan contoh bagi anak-anaknya. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِى

Artinya: ”Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik sikapnya terhadap keluarga. Dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap keluargku.” (HR. Tirmidzi).

Berbicara tentang keluarga, maka dari sudut pandang suami, istri adalah orang pertama yang kemudian diikuti anak-anak sehingga hadits tersebut juga bermakna sebaik-baik suami adalah yang terbaik sikapnya kepada istri. Dari situ pulalah anak-anak mengikuti sikap baik ayahnya untuk bersikap baik kepada ibunya.

Selian itu, di dalam Al Quran juga ditegaskan dalam Surah Annisa’, ayat 19:

وَعَاشِرُوْهُنَّ بِاْلمَعْرُوْفِ

Artinya: “Pergaulilah istrimu dengan baik.”

Dengan adanya ketegasan Al-Qur'an dan hadits seperti itu, marilah lewat mimbar ini khatib mengajak kepada para suami atau bapak-bapak untuk senantiasa menghargai istri dengan bersikap baik kepadanya. Jangan sampai istri yang telah berjasa besar dan bersusah payah membantu kita menyelesaikan banyak pekerjaan dari bangun tidur hingga bangun tidur lagi justru menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga atau sering disingkat KDRT. Naúdzu billahi min dzalik.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمانِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ


Itulah penjelasan-penjelasan tentang bersikap baik terhadap istri. Lalu apa saja keinginan dan harapan yang biasanya sangat dibutuhkan dari seorang istri ?

Pada dasarnya dia tak jauh berbeda dengan seseorang lainnya, diperlakukan dengan baik adalah dambaan bagi setiap orang begitu juga wanitamu. Dalam perkara harta mungkin adalah keinginan dan harapan yang kedua, namun perlakukan baik terhadapnya adalah menjadi hal yang selalu di idamkannya. Seperti halnya 10 Ulasan berikut Ini

1. Keinginannya yang selalu ingin di cintai dengan tulus penuh keikhlasan dan selalu memghormatinya dalam sebuah tindakan yang dilakukannya.

Menghormatinya layaknya Ibu kandung adalah sebuah keinginan dan harapannya yang begitu besar sangat dibutuhkan dari sosok sang suami. Jangn sampai menyia-nyiakan pengorbanan dalam sebuah tindakan yang dilakukanya suopaya tidak tersakiti.

2. Sifat yang selalu ingin dipahami menjadi keinginannya

Terkadang memang wanita tidak bisa menyatakan secara langsung keinginan hatinya, dengan berbekal tanda-tanda khusus yang kami tunjukan, kami sesungguhnya sangat berharap suami-suami kami bisa memahami apa yang kami inginkan. Kami sangat berharap suami-suami kami bisa melatih kepekaan mereka dan bukan malah sikap egois mereka yang lebih ditonjolkan.

3. Dahulukan kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadi
Ketika sudah berumah tangga kami sangat berharap Anda bisa bersikap lebih dewasa daripada ketika masih berpacaran dulu, Anda tidak bisa lagi bebas menuruti keinginan hati Anda karena Anda telah menjadi seorang suami dan memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

4. Berikan kami kebebasan
Kami sangat tidak berharap bisa hidup di sebuah sangkar emas tapi hati kami terpenjara. Berikanlah kami kebebasan untuk melakukan aktivitas, berekspresi, berkreasi, bekerja dan hal-hal lainnya, agar supaya kami dapat mengisi hari-hari kami dengan hal-hal yang bermanfaat untuk diri sendiri dan keluarga.

5. Janganlah jadikan kami hanya sebagai pemuas nafsu
Beri kami hak untuk menyampaikan pendapat dan bukan hanya diberi tanggung jawab mengurus di belakang rumah.

6. Bersikaplah selalu romantis
Sebagai wanita kami sangat senang bila diperlakukan dengan romantis apalagi oleh suami kami. Kami tidak mengharapkan banyak, tetapi bila Anda bisa mengucapkan kalimat "Aku cinta kamu" dengan tulus itu sudah lebih dari cukup.

7. Bersikaplah selalu jujur
Sebagai wanita perasaan kami akan sangat hancur bila mengetahui suami yang sangat kami cintai dan banggakan ternyata kedapatan berlaku tidak jujur. Mohon janganlah selingkuh dan jujurlah dengan masalah keuangan, bahaslah setiap masalah secara terus terang bersama kami, dan kami pasti akan berupaya dengan sekuat tenaga untuk membantu Anda.

8. Bicaralah dengan lembut
Meskipun mungkin tanpa kami sadari kami telah membuat Anda emosi dan ingin marah, tetapi kami mohon berusahalah untuk berbicara secara lembut kepada kami. Janganlah mencaci-maki karena itu sangat menyakitkan bagi kami.

Baca Juga: Sedikit Tips Menjaga Keharmonisan Utuhnya Cinta,Kasih dan Sayang 

Penjelasan Istri Harus Diperlakukan Dengan Baik Dan 10 Keinginan Ini Yang Sangat Dibutuhkan Istri


Para Ulama kalangan ahlu sunnah salafi Nahdhatul Ulama khususnya, telah bersepakat bahwa Wali Allah Swt itu benar-benar ada sekaligus memiliki macam-macam bentuk kisah cerita yang nyata dengan jenis maupun bentuk kesaktian karomah yang dimiliki-Nya. Kehebatan para Wali Allah memang tidak bisa diragukan lagi, hal itu terbukti bahwa masyarakat pada umumnya masih mempercayai dan melihat faktanya sendiri.

Karomah yang dimiliki Wali Allah adalah kejadian yang sangat luar biasa dikaruniakan oleh Allah SWT kepada beberapa Wali-Wali-Nya. Di dalam ayat Al-Quran pun juga ada gambaran tentang sebagian karomah/kehebatan kesaktian seperti halnya kisah Ashabul Kahfi yang tertidur 309 tahun, kisah Sayidah Maryam, Dzul Qornain dan lainnya.

Didunia ini banyak sekali umat Nabi Muhamad SAW yang diberi karunia oleh Allah Swt dengan berbagai kesaktian, kehebatan atau karomah-karomah yang dimiliki para Wali-wali Allah Swt. Fakta dari cerita ilmu-ilmu hikmah para wali Allah tentu banyak kita dengarkan baik itu dari cerita walyullah perempuan, waliyullah kyai-kyai yang mempunyai banyak karomah tinggi, Ulama-ulama salaf seperti juga para Habaib.

Khusus tentang Kisah para aulia di Indonesia yang terjadi sampai saat ini, juga masih banyak bisa kita temukan nama-nama wali Allah Swt tetap menjadi sebuah keyakinan masyarakat bahwa ilmu-ilmu hebat ulama memang benar ada.

Berikut ini adalah 20 jenis/macam bentuk-bentuk cerita karomah kesaktian yang terjadi, menurut sebagian ulama:

1.Menghidupkan yang mati.

Ini adalah karomah tertinggi. Abu Ubaid al Busri pernah mengalaminya. Beliau berperang dengan membawa hewan tunggangannya. Selepas perang, hewan tunggangannya mati sehingga ia pun tidak dapat pulang ke kotanya. Ia pun berdoa kepada Allah agar menghidupkan kembali kudanya itu, maka Allah pun menghidupkan kembali kudanya agar ia dapat pulang. Setelah sampai di kotanya, kuda itu mati kembali.

Begitupula Mufarrij ad Damami as Shoidi, ketika dihidangkan burung panggang, ia mengatakan “Terbanglah dengan izin Allah.” Maka burung itu pun terbang kembali.

Syaikh al Ahdal memiliki kucing kesayangan. Suatu hari pembantunya memukulnya sehingga kucing itu mati, kemudian ia membuang bangkainya. Tiga hari kemudian, Syaikh menanyakan keberadaan kucingnya tetapi pembantunya malah mengatakan: ”Aku tidak tahu.” Lalu Syaikh memanggil kucingnya itu dan secara ajaib kucingnya datang kepadanya sambil berlari.

Al Kailani pernah meletakkan tanganya di atas tulang ayam yang telah ia makan sambil berkata, “Berdirilah dengan izin Allah yang menghidupkan tulang belulang.” Maka ayam itupun kembali hidup.

2.Berbicara dengan yang mati

Karomah jenis ini sangat sering terjadi. Syaikh Abdul Qodir Al Jailani dan banyak para wali lain pernah melakukannya. Syaikh Islam as Syaraof Al Munawi pernah berbicara dengan Imam Syafii, maka Imam Syafii mengajaknya bicara dari kuburnya.

3.Membelah laut dan mengeringkannya

Ada salah satu wali yang jatuh sakit di atas perahu kemudian mati. Ketika jenazahnya telah diurus dan hendak dilemparkan ke laut, laut terbelah dua. Perahu itupun menyentuh tanah, lalu mereka menggali kubur di sana kemudian jenazah itu pun dikuburkan. Setelah selesai, air kembali seperti semula.

Di antaranya juga adalah berjalan di atas air dan ini banyak terjadi sebagaimana terjadi pada Imam Ibnu Daqiqil Id.

4.Merubah benda

Diantaranya yang terjadi pada Hitar al Yamani. Sebagian orang yang suka mengejeknya mengirimkan dua botol minuman keras kepadanya. Lalu beliau pun mengalirkan keduanya, salah satunya menjadi madu dan yang lain menjadi samin. Kemudian beliau menghidangkannya kepada orang-orang yang hadir di sana.

5.Terlipatnya bumi

Sebagian mereka ada yang berada di kota Thurtus kemudian ia merindukan untuk menziarahi tanah Haram. Maka ia pun memasukan kepala ke dalam pakaiannya, kemudian ia mengeluarkannya dan ia sudah berada di tanah haram. Banyak sekali kejadian serupa sampai kepada derajat tawatur dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang keras kepala.

6.Berbicara dengan hewan, tumbuhan dan benda mati.

Ini juga banyak terjadi. Di antaranya kisah Ibrahim bin Adham ketika duduk di bawah pohon delima. Pohon itu berkata padanya, “Hai Abu Ishaq, muliakan aku dengan cara engkau makan dari buahku.” Beliau pun memakannya.

Asyibli pernah berkehendak memakan buah dari suatu pohon. Ketika ia menjulurkan tangan, pohon itu berkata, “Jangan memakan buahku karena aku adalah pohon milik seorang Yahudi.”

7.Menyembuhkan penyakit

Imam Abdul Qodir al Jailani pernah berkata kepada anak kecil yang lumpuh dan buta. “Berdirilah dengan izin Allah.” Maka ia pun berdiri tanpa terisa penyakit apapun lagi padanya.

8.Tunduknya hewan kepada mereka

Al Mihani dan beberapa wali lainya dapat menunggangi singa. Bahkan sebagian mereka ditaati oleh benda mati. Imam Ibnu Abdis Salam pernah mengatakan kepada angin ketika menghadapi musuh dalam pepeangan, “Hai angin, serbulah mereka.” Maka anginpun bertiup kencang pada mereka.

9, 10, 11. Meringkas waktu, memanjangkannya dan terkabulkannya doa.

Ini sangat banyak terjadi di antara mereka.

Memberi kabar mengenai sebagian hal ghaib dengan izin Allah.
Di antaranya adalah kasyaf. Peristiwa yang seperti ini tidak dapat dihitung saking banyaknya. Yang dimaksud bukan semua hal ghaib, tapi sebagian hal ghaib dengan izin Allah.

12.diri tidak makan dan minum dalam masa yang lama
Ini banyak terjadi dan masih dapat disaksikan pada sebagian orang.

13.Maqomut tasrif (seperti mengatur turun hujan dengan izin Allah)
Ini banyak terjadi di setiap masa.

14.Makan sejumlah besar makanan
Sebagaimana dinnukilkan Syaikh Dimradasy pernah diundang salah satu penguasa untuk menghadiri hidangan makanan. Penguasa itu mengundangnya dan jamaahnya. Syaikh datang kepadanya sendiri, penguasa itu heran dan mengatakan, “Siapa nanti yang akan menghabiskan makanan?” Maka beliau pun memakan semua makanan yang ada di sana.

15.Terjaga dari yang haram
Harits al Muhasibi jika dihidangkan makanan yang mengandung syubhat maka salah satu uratnya bergerak. Sedangkan al Mursi bergerak semua uratnya.

16.Melihat tempat yang jauh dari balik hijab
Syaikh Abu Ishaq as Syirozi menyaksikan Kakbah padahal ketika itu ia berada di Baghdad.

17.Kewibawaan yang besar
Sebagian mereka ada yang memiliki kewibawaan yang sangat besar sehingga pernah orang yang melihatnya mati karena haibahnya. Ini terjadi pada Abi Yazid al Bisthomi dan Syaikh Ahmad al Badawi.

Allah menghancurkan orang yang menghendaki keburukan pada mereka.
Sebagaimana terjadi pada salah seorang dari wali, ketika ia berdesakan dengan seseorang kemudian orang itu menampar wajahnya. Maka tiba-tiba tangannya terlepas bersama dengan pukulan itu. Ia mengatakan, “Demi Allah aku tidak menghendakinya, akan tetapi Tuhan pemilik anggota Tubuh itu yang merasa cemburu dengannya.”

18.Merubah rupa
Terjadi pada Qodhib al Bani al Maushili, ada seorang faqih yang mengingkarinya karena tidak melihatnya melakukan shalat. Maka ia pun berubah bentuk dalam sekejap dalam berbagai bentuk yang berbeda-beda. Lalu ia berkata, “Dalam bentuk yang manana engkau tidak melihat aku melaksanakan shalat?”


Sumber: al Kawakib ad Durriyah fi Tarojim as Sadah as Sufiyah lis Syaikh Zainuddin Muhammad Abdur Rouf al Munawi

18 Macam Bentuk Kisah Nyata Kesaktian Karomah Yang Dimiliki Para Wali Allah Swt Semasa Hidupnya


Sholawat Nariyah adalah satu dari sekian banyaknya shalawat yang sering dilantukan umat Islam. Shalawat Nariyah juga sangat dikenal dengan keutamaan-keutamaan/fadhilah berkah bagi orang yang mengamalkannya. Khususnya untuk shalawat Nariyah ini biasanya sering di amalkan orang-orang Nu. Walaupun masih banyak orang dari golongan umat islam yang berpendapat bahwa mengamalkan shalawat adalah haram, bidah atau juga sirik.

Namun dari pendapat-pendapat tentang yang mengatakan Shalawat itu haram, sampai saat ini Shalawat masih tetap populer/exis gak ada matinya. Membiasakan membaca shalawat juga sangatlah penting dengan tujuan utama agar kelak dapat syafaat dari Nabi kita Nabi Muhammad SAW, serta kelebihan/keutamaan dari membiasakan shalawat biasanya adalah sebagai mempercepat menyelesaikan persoalan masalah hidup seperti halnya jodoh, urusan rezeki/untuk kekayaan harta, terjerat hutang dll.

Nah, dalam pembahasan ini khususnya tentang mengenal keutamaan, fadhilah, dari keampuhan wirid Sholawat Nariyah. Untuk biasanya orang-orang yang mengamalkan dan juga tentunya untuk memperoleh Khasiat dari Shalawat Nariyah kebanyakan di kenal dengan angka 4444. Seperti halnya berdasarkan pengalamn-pengalaman yang terjadi di masyarakat umum khususnya orang NU maupun lembaga pendidikan salaf/PondoK-Pondok Pesantren sering berjamaah/bersama-sama mengamalkan Shalawat Nariyah dalam satu majlis membaca sampai khatam hingga 4444.

Lalu siapakah yang menyusun/mengarang lirik syair dari Shalawat Nariyah ?

Menurut Syaikh Abdullah al-Ghummari, penamaan dengan Nariyah karena terjadi tashif atau perubahan dari kata yang sebenarnya taziyah. Sebab keduanya memiliki kemiripan dalam tulisan Arab, yaitu النارية dan التازية yang berbeda pada titik huruf. Di Maroko sendiri shalawat ini dikenal dengan shalawat Taziyah, sesuai nama kota pengarangnya.

Sementara dalam kitab Khazinatul Asrar, sebuah kitab yang banyak memuat ilmu tasawuf dan tarekat karya Syaikh Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili, disebutkan bahwa Syaikh Al-Qurthubi menamai shalawat ini dengan nama Shalawat Tafrijiyah, yang diambil dari teks yang terdapat di dalamnya yaitu (تنفرج).

Demikian halnya Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani menyebut dengan nama shalawat At-Tafrijiyah dalam kitabnya Afdlal ash-Shalawat ala Sayidi as-Sadat pada urutan ke 63.

“Semua syubhat (propaganda) dalam shalawat Nariyah telah kita ketahui dalilnya sehingga boleh kita amalkan. (Abdullah Alawi Nu Onlain)


Menurut para ulama, shalawat nariyah mempunyai faedah dan keutamaan bagi siapa yang membaca atau mengamalkannya. Seperti halnya yang sering di amalkan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien Kalibening Salatiga Jawa Tengah setiap hari Jumat ba,da Shalat Subuh.

Keutamaan/Fadhilah dari Membaca Shalawat Nariyah yang sudah turun temurun sejak dulu.

1.Barang siapa yang membaca shalawat nariyah sebanyak 11 x sehabis shalat fardu maka Allah akan memudahkan riziqinya dan derajatnya akan diangkat di mata masyarakat.

2.Barang siapa membaca shalawat nariyah sebanyak 31 kali setiap sehabis shalat fardu akan dimudahkan segala urusannya.

3.Dan barang siapa yang mau mengamalkan shalawat nariyah dengan membacanya sebanyak 90 kali setiap harinya akan dimudahkan rezekinya, dibukakan pintu kebijakan, di jauhi dari segala penyakit oleh Allah SWT.

4.Apabila kita mau membaca shalawat nariyah sebanyak 300 kali setiap habis shalat fardu maka Allah akan mengabulkan segala hajat besar kita dan menjauhkan kita dari macam bahaya yang besar.

5.Faedah terakhir membaca shalawat nariyah yang kami tahu, barang siapa yang membaca shalawat nariyah sebanyak 4.444 kali semua yang dikehendakinya akan tercapai dengan cepat.

Demikianlah ulasan informasi tentang Shalawat khususnya Shalawat Nariyah, sebenarnya tidak hanya shalawat nariyah saja yang memiliki faedah namun shalawat lainnya juga memiliki faedah.

Namun yang perlu diperhatikan, agar semua keinginan kita dikabulkan Allah jangan lupa untuk berusaha dan selalu tawaqal kepada Allah. Tentu juga semuanya harus di amalkan sesuai petunjuk Guru/kiyai maka sebelum mengamalkan sesuatu amalan alangkah baiknya tetap harus meminta ijazah ke kiyai dulu, biar mendapatkan sanat atau hubungan khusus. Wallahualam

Inilah 5 Keutamaaan Dari Sholawat Nariyah. Siapakah Penyusun/Pengarangnya ?


Sholat tahajud adalah salah satu solat sunat muakkadah yang sangat di tuntut dalam Islam. Kebaikan solat ini di jelaskan sendiri oleh Allah SWT di dalam al-Quran.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
“Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji” (QS. al-Israa’ : 79)

Firman-Nya yang lain,

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ () آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ () كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ () وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan mata air, mereka mengambil apa yang diberikan Tuhan kepada mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat baik; mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam; dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. al-Dzaariyaat : 15-18).
Berikut ini ada beberapa tips mudah cara bangun tengah malam untuk menunaikan sholat sunnah Tahajud:

Pertama
Hal yang paling utama agar boleh bangun malam adalah minta tolong kepada Allah SWT dengan berdoa sebelum tidur. Jika sudah terjaga daripada tidur maka cepat-cepat bangun.

Kedua
Biasakan tidur siang, 30 menit sebelum zuhur atau tidur selepas solat zuhur. Sabda Rasullah SAW, “Lakukanlah Qailulah, kerana sesungguhnya syaitan itu tidak berani Qailulah” (Hadis Riwayat ai-Tabrani)

Apa itu Qailulah? Qailulah ialah tidur sebentar pada siang hari.

Kapan waktu paling sesuai untuk amalkan Qailulah? Mengikut pengalaman mereka yang istiqamah mengamalkan Qailulah, waktu paling baik ialah antara pukul 12 tengahari sehingga sebelum Zuhur. Namun boleh juga dilakukan selepas Zuhur.

Ketiga
Tidur lebih awal, jangan biasakan tidur lewat yang menyebabkan sukar nak bangun tahajud. Selewat-lewatnya jam 11 malam.

Keempat
Ketahui jadual tidur anda setiap malam, dengan begitu anda boleh menentukan jam malam anda untuk tidur sesuai dengan keinginan anda mau bangun jam berapa pun.

Untuk mengetahuinya cubalah uji dengan tidur lebih awal, kemudian pasang jam locing dengan waktu 4 pagi jika terjaga cuba bangun dan mulakan solat 2 rakaat dulu.

Kelima
Mintalah isteri anda untuk membangunkan anda pada sepertiga malam kerana biasanya wanita akan lebih mudah terjaga.

Keenam
Anda juga boleh minta bantuan pada teman-teman untuk saling membangunkan baik melalui telefon mahupun sms, dengan begitu anda juga sudah menerapkan tolong menolong dalam kebaikan.

Ketujuh
Banyak-banyak minum sebelum tidur, dengan begitu kita akan sering buang air kecil. Setiap kita buang air kecil maka minumlah kembali air putih yang banyak, dengan begitu kita akan mudah terjaga sampai pada waktu sepertiga malam.

Kedelapan
Sebagai latihan, anda boleh mulakan bangun malam anda setengah jam sebelum subuh dan solat yang ringan, jika sudah terbiasa maka dipercepat lagi menjadi 1 jam sebelum subuh dengan jumlah rakaatnya ditambah, begitu seterusnya.

Kesembilan
Berwuduk, membaca al-Qur’an sebelum tidur dan gunakan adab-adab dan cara tidur yang diajarkan Rasulullah SAW.

Kesepuluh
Jangan Makan terlalu banyak sebelum tidur, kerana akan membuat kita menjadi malas untuk bangun tahajud.

Kesebelas
Jangan tidur dalam keadaan berhadas besar kerana juga akan membuat kita malas untuk bangun tahajud.

Keduabelas
Jangan berbuat maksiat, kerana setiap dosa yang kita lakukan akan membuat kita sukar bangun malam. Seterbiasa apapun anda bangun malam jika pada siang harinya anda berbuat maksiat maka insya Allah pada malam harinya anda akan akan untuk bangun malam.

Itulah beberapa cara yang boleh anda cuba lakukan agar mudah bangun malam. Semoga tips cara mudah bangun malam untuk solat Tahajud di atas boleh bermanfaat bagi anda semua.

Sumber: islamituindah.my



12 Cara Termudah Bangun Malam Untuk Shalat Tahajud

Older Posts Home

Random