KH Maimoen Zubair (almaghfurlah) akhirnya dimakamkan di pemakaman Al-Ma'la, Makkah, Arab Saudi, Selasa 6 Agustus 2019. Hal itu sesuai dengan keputusan keluarga ulama karismatik NU.

Proses pemakaman sangat mengharukan. Karena, Mbah Moen dikelan sebagai Pasak Ulama di Nusantara.

Umat Islam, khususnya warga Nahdliyin memanjatkan doa kepada jenazah KH Maimun Zubair saat prosesi pemakaman itu. Jenazah Mbah Moen dimakamkan di dekat kuburan istri Rasulullah, Siti Khadijah.

"Bada Zuhur tadi, jenazah almarhum sedang disalatkan di Masjidil Haram. Jenazah almarhum akan dimakamkan di Makkah. Pusarannya terletak di Ma'la," kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Semarang, KH Anasom.

Mbah Moen dimakamkan di Pemakaman Ma'la baru. Sementara istri nabi, Siti Khadijah, berada di Ma'la lama. Keduanya terpisah dengan jalan raya.

Terkait lokasi pemakaman di Tanan Suci, KH Musthofa Aqil Siroj menantu Mbah Moen mengungkapkan, sesaat setelah melakukan musyawarah keluarga besar Mbah Moen.

Kiai Musthofa Aqil mengungkapkan karena di sama merupakan tanah suci.

Jamaah yang berada di Makkah telah menyolatkan jenazah ulama berusia 91 tahun tersebut di Masjidil Haram siang hari ini.

Berikut video lengkap prosesi pemakanan KH Maimoen Zubair:

Baca Juga:Sekilas Profil Dan Perjalanan Syaikhuna KH Maimun Zubair Menimba Ilmu Lengkap Dengan Guru-Guru Beliau




Mengharukan, Video Proses Pemakaman Mbah Moen di Ma'la Makkah


Usai shalat Dhuhur di Masjidil Haram, hari ini jenazah KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen dimakamkan di pemakaman kuno Al Ma’la, sekitar 1 kilometer sebelah utara Masjidil Haram di Kota Mekah. Pemakaman dilaksanakan sekitar pukul 17.00 WIB.

Mbah Moen meninggal di RS Al-Noor Mekkah hari Selasa pagi, dalam usia 91 tahun. Mbah Moen wafat lima hari sebelum pelaksanaan yaitu Wuquf yang jatuh pada hari Sabtu 10 Agustus 2019, bertepatan dengan 9 Dzulhijah 1440 H.

Baca Juga:Pemakaman KH Maimun Zubair Akan Dimakamkan Di Mekkah

Ratusan jamaah ikut mengantar pemakaman Mbah Moen, termasuk Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin dan Habib Rizieq Shihab yang sudah beberapa lama berada di Arab Saudi.

Sebelumnya terjadi silang pendapat, Mbah Moen dimakamkan di Mekkah atau jenazahnya dibawa pulang ke Indonesia, tepatnya di Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Tetapi pihak keluarga yang turut mendampingi akhirnya menyatakan setuju jenazah Mbah Moen dimakamkan di Al-Ma’la, Mekkah

Baca Juga:Sekilas Profil Dan Perjalanan Syaikhuna KH Maimun Zubair Menimba Ilmu Lengkap Dengan Guru-Guru Beliau

Jenazah Mbah Moen Dimakamkan Ratusan Jamaah Termasuk Menteri dan Habib Rizieq Shihab


Kabar dimana dan kapan pastinya jadwal pemakaman KH Maimun Zubair di makamkan menurut sumber KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan dalam Negeri Abdul Ghaffar Rozin menyampaikan bahwa jenazah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kiai Haji Maimun Zubair akan dimakamkan di Mekkah. Kiai Haji Maimun Zubair meninggal dunia saat melakukan rangkaian ibadah haji pada Selasa (6/8/2019). "Keluarga menghendaki almarhum dimakamkan di Mekkah," ujar pria yang akrab disapa Gus Rozin ini kepada Kompas.com, Selasa (6/8/2019). Baca juga: Maimun Zubair, Ulama Rujukan Politisi, Termasuk Jokowi dan Prabowo Menurut Gus Rozin, jenazah almarhum Mbah Maimun akan dishalatkan di Masjidil Haram selepas waktu shalat dzuhur. Setelah itu, jenazah dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma'la. Namun, Gus Rozin belum dapat memastikan apakah Presiden Joko Widodo akan bertolak ke Mekkah untuk memberikan penghormatan terakhir bagi almarhum Maimun Zubair atau tidak.  "Rencananya dishalatkan di Masjidil Haram usai jemaah dzuhur dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Ma’la," kata Gus Rozin.

Baca Juga: Sekilas Profil Dan Perjalanan Syaikhuna KH Maimun Zubair Menimba Ilmu Lengkap Dengan Guru-Guru Beliau

KH Maimun Zubair merupakan salah satu tokoh sepuh di PPP yang menjabat sebagai ketua Majelis Syariah. Dia dikenal sebagai pimpinan Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Dalam dunia politik, Kiai Maimun Zubair dikenal dekat dengan berbagai kalangan.


Pemakaman KH Maimun Zubair Akan Dimakamkan Di Mekkah


Miris rasanya setelah santriyai.com tidak sengaja membaca artikel dari liputan6.com tentang "Kisah Tragis Sang Santri Usai Menolak Cinta". Berita atau cerita kisah sedih anak santri ini sudah belasan tahun, tepatnya ditahun 2003 seperti dalam unggahan liputan6.com Banyuwangi.

Cerita sedih anak santri ini bernama Juhriati salah satu santri di Pondok Pesantren Majlisus Sa`adah Glenmore dan Usia sang santriwati ini pun masih cukup muda yaitu 18, salah satu warga Afdeling Muktironggo, Desa Karanghardjo, Glenmore. Dia adalah seorang anak santriwati yang menjadi korban pembunuhan sekaligus kejahatan seksual oleh tetangganya sendiri, lantaran tersangka ini jatuh cinta namun ditolak oleh santriwati yang bernama Juhriati.

Awal mula korban pembunuhan dan kejahatan seksual ini ditemukan oleh Habibullah, seorang warga di sekitar Perkebunan Kalikempit dan Kaliredjo, Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur. Dia memang sudah biasa dan hampir setiap hari melintasi jalan setapak yakni perkebunan cokelat, Namun diwaktu lain Habibullah pada bulan Februari, ia menemukan pemandangan lain yang tak wajar seperti hari biasanya. Dia melihat mayat seorang remaja putri, yang terikat di pohon cokelat dengan penuh luka dibagian perut yang mengangga.

Melihat kejadian itu Habibullah antara sadar dan tidak sadar pasalnya peristiwa itu baru pertama kalinya ia lihat, hingga ia mengucek-ngucek matanya. Merasa dan yakin itu bukanlah mimpi Habibullah melaporkan kejadian itu ke pengelola perkebunan. Seperti yang dilansir liputan.com, Penemuan mayat itu akhirnya bak estafet, menyebar dari mulut ke mulut. Warga Kalikampit dan Kaliredjo pun gempar. Kegemparan itu pula yang akhirnya mengundang polisi segera mengusut kasus tersebut.

Belakangan, menurut Kepala Satuan Reserse Polres Banyuwangi Ajun Komisaris Polisi Imam Sunarno, mayat perempuan muda berjilbab itu diketahui bernama Juhriati (18), warga Afdeling Muktironggo, Desa Karanghardjo, Glenmore. Juhriati tercatat sebagai santri di Pondok Pesantren Majlisus Sa`adah Glenmore.

Tak lama berselang, polisi kemudian dapat meringkus Mohammad Arifin (27), tetangga dekat korban. Beberapa jam sebelum terjadi pembunuhan, dia diketahui menjemput Juhriati dari pondok pesantren. Arifin ditangkap saat tengah tidur di rumahnya. Pemuda yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu ternyata bukan sekadar mengaku telah membunuh tetapi juga memperkosa dan menggantung mayat korban.

Arifin mengakui perempuan yang dibunuh itu sebenarnya adalah gadis idamannya. Namun tersangka kecewa, lantaran Juhriati selalu menolak cintanya. Padahal, keinginan untuk mempersunting gadis tetangganya itu sudah diutarakan sejak lama. Kekecewaan tersangka akibat cinta yang bertepuk sebelah tangan terus memuncak hingga akhirnya nekat untuk menghabisi nyawa sang idaman.

Kematian Juhriati yang tewas secara mengenaskan menimbulkan duka mendalam bagi keluarganya. Apalagi setelah mengetahui yang menghabisi putri ketiganya itu adalah tetangga sendiri. Solehuddin, ayah korban, berkisah, sehari sebelum tragedi mengenaskan terjadi ia memang meminta Arifin mengantarkan buah pisang dan uang iuran bulanan Juhriati ke pondok pesantren. "Saya menitipkan uang kepadanya sebesar Rp 30 ribu," kata Solehuddin.

Solehuddin sungguh tak menyangka jika kemudian Arifin, orang yang diberi kepercayaan itu, justru memperkosa dan membunuh anaknya. Solehuddin berharap, tersangka yang membunuh anak perempuan satu-satunya itu dihukum seberat-beratnya.

Pembunuhan yang dilakukan Arifin juga membuat sedih Niyu, ayah tersangka. Apalagi selama ini sebagai tetangga hubungan dengan orang tua korban sangat akrab. Karena itu, ia tak keberatan jika anak sulungnya itu dihukum seberat-beratnya. "Tak apa dia dihukum karena dia punya kesalahan. Saya tidak bisa membela orang yang salah. Apalagi kesalahannya dibuat sendiri," kata Niyu.

Suasana duka atas tewasnya Juhriati juga dirasakan warga Pesantren Majlisus Sa`adah Glenmore. Kiai Haji Luthfi, pimpinan pondok pesantren setingkat sekolah lanjutan atas menyesalkan pembunuhan yang menimpa anak didiknya. Izin yang diberikan kepada Juhriati untuk meninggalkan pondok, menurut Luthfi, karena yang menjemput korban adalah sosok yang menjadi kepercayaan orang tuanya.

Tak hanya pimpinan pondok pesantren yang merasa kehilangan, teman-teman korban pun mengalami perasaan yang sama. Nurhalimah, misalnya, mengaku sedih atas kepergian teman yang dinilai baik dan cerdas itu. "Kasihan banget. Apalagi dia diperkosa. Dia anak yang baik dan cerdas," tutur Nurhalimah, sedih. Kini Nurhalimah dan rekan-rekan lainnya hanya dapat mendoakan dan melantunkan surat Yasin untuk menghantar kepergian Juhriati.

Tetap saja semua itu sudah menjadi takdir dan hanya menyisakan kisah sedih atau cerita sedih bagi keluarga, teman dam semua kerabat dekat anak santri itu. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggal selalu tabah, tawaqal dan ikhlas...Aamiin

TRAGIS:Kisah Sedih Anak Santri Setelah Menolak Cinta, Nyata!!!

KH Said Aqil Siroj mempunyai harapan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2018 yang saat ini tinggal menghitung hari, seperti yang kita ketahui hari santri nasioanal akan selalu diperingati pada tanggal 22 Oktober 2018. Tahun 2018 ini PBNU mengadakan konferensi pers yang mempunyai tema "Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri". Seperti yang dilansir dari NuOnline.or.id pengurus besar Nahdlatul Ulama meluncurkan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2018 di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (12/9.

Menurut Kiai Said, tema kemandirian diambil pada tahun ini dengan harapan menjadi visi bersama untuk mengabdi kepada negeri membangun kedaulatan, keadilan dan kemakmuran Indonesia secara berkelanjutan, serta mampu menempatkan Indonesia sebagai mercusuar peradaban dunia.

Ia menambahkan, Hari Santri tidak hanya untuk santri, tapi semua orang yang berwatak santri. Watak menurut dia adalah orang yang beakhlakul karimah berkata baik, dan memiliki sisi cinta tanah air.

Cinta tanah air para santri terbukti sepanjang sejarah hingga hari ini. "Seandainya tidak ada fatwa KH Hasyim Asy'ari belum tentu semangat perlawanan, intifadhoh masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkobar seperti yang terkenal itu (10 November)," tegasnya.

Pada kesempatan itu ia kembali mengingatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas pengakuan pemerintahan Joko Widodo ata perjuangan para santri.

Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2018 H. Marsudi Syuhud menyampaikan ragam rangkaian peringatan mulai dari lomba, shalawatan, doa bersama, hingga apel kebangsaan.

Kegiatan itu dilakukan sebelum hingga setelah puncak peringatan Hari Santri 2018 yaitu pada 22 Oktober. Direncanakan rangkaian acara akan sampai 10 November. (Abdullah Alawi)

PBNU Luncurkan Peringatan Hari Santri 2018
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meluncurkan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2018 di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (12/9) dengan tema Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri.

Peluncuran Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU H. Marsudi Syuhud dan Robikin Emhas, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, dan Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam Luthfi At-Tamimi.

Menurut Kiai Said, tema kemandirian diambil pada tahun ini dengan harapan menjadi visi bersama untuk mengabdi kepada negeri membangun kedaulatan, keadilan dan kemakmuran Indonesia secara berkelanjutan, serta mampu menempatkan Indonesia sebagai mercusuar peradaban dunia.

Ia menambahkan, Hari Santri tidak hanya untuk santri, tapi semua orang yang berwatak santri. Watak menurut dia adalah orang yang beakhlakul karimah berkata baik, dan memiliki sisi cinta tanah air.

Cinta tanah air para santri terbukti sepanjang sejarah hingga hari ini. "Seandainya tidak ada fatwa KH Hasyim Asy'ari belum tentu semangat perlawanan, intifadhoh masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkobar seperti yang terkenal itu (10 November)," tegasnya.

Pada kesempatan itu ia kembali mengingatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas pengakuan pemerintahan Joko Widodo ata perjuangan para santri.

Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2018 H. Marsudi Syuhud menyampaikan ragam rangkaian peringatan mulai dari lomba, shalawatan, doa bersama, hingga apel kebangsaan.

Kegiatan itu dilakukan sebelum hingga setelah puncak peringatan Hari Santri 2018 yaitu pada 22 Oktober. Direncanakan rangkaian acara akan sampai 10 November. (Abdullah Alawi)





Harapan Dan Visi Hari Santri Nasional 2019 Dengan Tema Kemandirian Inilah Kata KH Said Aqil Siroj

Mengenal apa itu Hari Santri Nasional. Awal mula Sejarah Hari Santri Nasional adalah dari adanya Resolusi jihad yang dicetuskan oleh salah satu ulama yaitu pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 di Surabaya. Hal ini dilakukan sebagai car untuk mengantisipasi kembalinya penjajah kolonial Belanda yang mengatasnamakan diri mereka sebagai NICA.

Menurut KH. Hasyim Asy’ari hukum dalam membela tanah air itu hukumnya wajib (fardlu’ain) bagi setiap orang.

Generasi emas para santri telah banyak memberikan pelajaran berharga bagaimana para santri menancapkan rasa kebangsaan yang tinggi dengan nilai-nilai luhur demi keutuhan umat dan menyelamatkan bangsa dan Negara.

Lalu bagaimana pandangan para santri yang sekarang menempati posisi atau jabatan penting untuk melakukan perubahan di negeri ini? berikut ini adalah hasil wawancara pustakacompass.com kepada para tokoh santri.


Cak Imin : Hari Santri Nasional Pererat Persatuan Bangsa

Berbicara tentang santri dan segala keunikan serta sepak terjangnya di negeri ini, Cak Imin mengatakan, “Kaum santri sangat berpengalaman menjadikan agama sebagai landasan etis dalam kehidupan terhadap lingkungan hidup.”

Keakraban santri dengan budaya asli lokal menghasilkan kreasi budaya yang bisa atasi kesenjangan sosial budaya antar golongan. Terikait ini ia tegas mengatakan “Siapa yang berani nyangkal, kalau perkembangan masa depan Islam di negeri tercinta ini, banyak ditentukan peran budaya santri.” Ini adalah sebuah penegasan yang berani.

Kaum santri punya komitmen menjalankan Islam Nusantara dengan pemikiran, gerakan dan kebersamaan. Karena kaum santri punya sejarah panjang. Terhubung dari ulama era walisongo dan tersambung dalam pengetahuan serta keakraban.

Cak Imin mengajak warga Indonesia dan umat Islam khususnya untuk menyambut Hari Santri Nasional pada 22 Oktober. “Saatnya kaum santri meraih tempat di negeri ini yang sudah menjadi haknya.” ujarnya.

Dalam pandangan Cak Imin, wujud penghargaan peran santri salah satunya adalah Perang Rakyat Semesta 10 November yang diawali Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Hari itu, santri menggemakan Perang Rakyat Semesta dengan resolusi jihadnya merupakan pertama dalam sejarah kita melawan penjajah.

“Ini pertanda sikap kaum santri bahwa pembentukan RI 17 Agustus 1945 sah hukumnya!” tandas Ketua Umum PKB ini. Karenanya, penetapan Hari Santri 22 Oktober haqqul yaqinpererat persatuan bangsa. Sejarah santri nusantara adalah sejarah kemashlahatan umat. Dan santri juga selalu menjunjung kesatuan dan keragaman.

Selain itu, Penetapan Hari Santri 22 Oktober merupakan ungkapan ‘sense of destiny’ (rasa kesejarahan) kita terhadap peran santri bagi negeri. Sebaga Ketum PKB ia menyampaikan bahwa “Kita kader PKB dan kaum santri bangga bisa membangun budaya egaliter yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan.”

Terakhir, kepada seluruh Santri Indonesia, Muhaimin berpesan dengan mengajak “Ayo! Kaum Santri sebagai putra-putri terbaik bangsa, derapkan langkah ke poros peradaban Indonesia. Insya Allah! Santri menjadi komunitas penting yang menopang Indonesia sejahtera di masa datang.”

Pandangan Cak Jazil Tentang Santri

Pribadinyabegitu ramah dan sederhana.Tuturnya jelas,apa adanya.Iajuga sosok yang sangat religius. Inilah Jazilul Fawaid, Anggota F-PKB DPR RI.

Di tengah kesibukkannya yang luar biasa, Jazil menyempatkan waktu untuk wawancara eksklusif dengan pustakacompass.com. Sejak dilantik sebagai Anggota DPR, Jazil dipercaya menempati kursi Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR. Selain itu, ia juga duduk sebagai Anggota Komisi V DPR.

Menyikapi diresmikannya Hari Santri Nasional, peraih magister Ulumul Qur’an-Hadits IIQ ini berpandangan bahwa “makna Hari Santri tentu bukan makna seremonial, tapi sebagai simbol eksistensi santri. Dan itu tidak hanya milik santri, melainkan milik semua anak bangsa.”

Karena itu, yang terpenting adalah nilai-nilai kesantrian yang harus dipegang teguh. Nilai-nilai tersebut adalah, nilai perjuangan, karena santri itu pendakwah dan pasti berjuang, nilai kemandirian, karena santri itu pasti mandiri. Dari awal santri diajarkan untuk mandiri dalam sikap maupun beraktifitas dan terakhir nilai pengabdian. Nilai pertama dan kedua akan sia-sia jika tidak diabdikan. “nilai yang ketiga ini, lambat laun sudah berkurang” tuturnya.

Ketiga nilai itu lahir dan selalu dipegang santri dari zaman penjajahan. “Dahulu, santri adalah antitesa dari penjajah, berada di luar kekuasaan”, kata Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Managemen UNJ ini. Santri mandiri sebagai kelas pedagang dan aktif dalam kegiatan ekonomi. Dari sinilah santri bisa berjuang dan mengabdi untuk tanah air dan merebut kemerdekaan.

Sekarang, justru santri harus mengambil posisi strategis dalam politik, baik di pemerintahan atau parlemen. Posisi yang penting menurut Jazil dalam parlemen adalah berjuang di bidang anggaran. Dan ia sendiri sedang berjuang di bagian ini sebagai wakil ketua Banggar. Bagaiamana berjuangnya? Ia mengatakan “uang yang diperoleh dari rakyat harus dikembalikan secepatnya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat”.

Ia mempunyai prinsip bahwa hidup ini harus punya misi perjuangan. Dan tantang perjuangan santri di parlemen adalah memecahkan masalah-masalah rakyat. Terakhir, Jazil berpesan “untuk Santri dan Pesantren kedepannya yang terpenting adalah menjaga nilai-nilainya, berjuang dan mengabdi”.

Peran Santri Menurut Fathan Subhi

Fathan terpilih sebagai anggota DPR RI di periode 2014-2019. Menempati posisi anggota Komisi VIII (sosial, agama, pemberdayaan perempuan) sebagai Wakil Ketua. Lalu pada masa sidang pertama 2015-2016, Fathan dipindahkan ke Komisi V yang mebidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Pada tahun 2015 juga, ia dipercaya dan dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PW IKA-PMII DKI Jakarta periode 2015-2020.

Fathan berpandangan, Santri yang berkarir dan berjuang dalam dunia politik sudah banyak. Santri harus bergeser ke sektor lain khususnya sektor ekonomi. Terkait peran santri, “Saya kira santri juga harus mengevalusi diri dan meningkatkan kapasitasnya” jelasnya. Pendapatnya ini tidak main-main, mengingat ia adalah anggota Departemen Bidang Ekonomi MUI Pusat dan pernah menjabat sebagai Pengurus Lembaga Perekonomian NU tahun 2010-2015.

Terkait posisi santri dalam pemerintahan, ia menyampaikan “Peran dalam politik sudah banyak, namun dalam sektor yang lain, sosial, budaya dan ekonomi belum terjamah secara menyeluruh”. Dam dalam bidang ekonomi belum dirambah secara luas.

Oleh karena itu, menurut Fathan, santri dan pemerintah harus menyusun langkah-langkah bersama ke depan, sehingga sektor ekonomi menjadi konsen dari garapan santri. Jika santri sudah bergerak dalam bidang ekonomi, tentunya akan meningkatkan derajat umat. “Saya menekankan fokus pada pengembangan ekonomi rakyat kecil”, tegas orang yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPNU PBNU ini.

Pemerintah harus memberikan akses yang sebesar-besar kepada Santri, karena selama ini masyarakta santri dipandang sebelah mata. Dengan adanya Hari Santri ini, tentunya menjadi tanda pengakuan negara terhadap eksistensi santri sebagai komponen bangsa yang ikut dalam perjuangan, pergerakan dan reformasi. “Saya kira santri sudah harus menjadi aktor pembangunan”, tuturnya, mengakhiri.

Suryadi Hendarman : Santri Harus Punya Landasan Ideologi kebangsaan yang Kuat

Ir. H. Suryadi Hendarman MM. adalah salah seorang santri yang merasa sangat beruntung karena pernah menjadi murid utama Abah Anom, pengasuh Pondok Pesantren Suryalaya dan Pimpinan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Suryadi menjadi santri sukses dan menjadi panutan seperti sekarang ini, tidak lain karena berkah pengabdiannya pada kiainya dan kepatuhannya kepada kedua orang tuanya Drs. H. Mulyono Soetarmo (Alm) dan Ibunda Rr. Hj. Widaningsih.

Kembali bercerita tentang pesantrennya, Suryadi mengaku mengalami banyak perubahan setelah mendalami ilmu agama di Pesantren, diantaranya ia dapat hidup bahagia, merasakan kedamaian dan lebih menghormati orang lain tanpa melihat kedudukan.

Ia mengingat betul pesan Abah Anom yang sekarang masih melekat. “Waktu kamu di dalam Pesantren sampai kamu keluar, sampai kamu meninggal, jangan sekali-kali meninggalkan Shalat wajib, jangan sekali-kali kamu meninggalkan shalat sunnah dhuha.” “Begitu dawuh Abah Anom”.

Di peringatan Hari santri Nasional ini, ia berpesan kepada para santri seluruh Indonesia, bahwa santri harus punya landasan ideologi kebangsaan yang kuat untuk NKRI, pancasila dan pemahaman Islam rahmatan lil alamin. Pemahaman tersebut adalah paket doktrin yang harus ditanamkan dan dijalankan oleh santri sejak dini.

Asrorun Ni’am : Etos Keagamaan Santri

Asrorun Niam Sholeh, seorang santri aktivis muda, penuh semangat, dan mempunyai pembawaan yang ramah. Ia sekarang menjabat sebagai Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Mantan Ketua PP IPNU yang lahir di Nganjuk, 31 Mei 1976 ini memiliki pengalaman organisasi dan pendidikan yang sangat panjang.

Sejak menjabat sebagai Ketua Umum PMII (1998-1999) dan berperan dalam menggulingkan rezim orde baru, namanya mulai diperhitungkan. Karirnya dalam organisasi dan pendidikan terus melejit. Lulus dari UIN Jakarta ia belajar ke Al-Azhar Mesir tahun 1999, dan kembali lagi tahun 2003 untuk mengajar di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Jakarta.

Sebagai seorang praktisi, strategi dan pencapaiannya tidak lepas dari etos keagamaan santri yang ia pegang. Bagi Niam, “Santri harus bisa menjalankan nilai-nilai keagamaan yang menjadi kekuatannya untuk diimplementasi dalam kehidupan sekarang. Terkait dengan isu hak asasi, demokratisasi, penyusunan peraturan perundang-undangan, penyusunan kebijakan publik” jelasnya.

Menurutnya, Penetapan hari santri pada 22 Oktober itu sebagai penanda atau prasasti untuk mengingatkan bahwa di dalam proses perjuangan bangsa Indonesia ada peran santri yang sangat signifikan. Tapi terlepas ada atau tidak adanya perngakuan negara, sejarah tidak mungkin bisa dihapus. Ia mengatakan “Ini satu hal yang menjadi prasasti historik, Tetapi ada hal yang lebih penting, yaitu bagaimana etos keagamaan kaum santri dan juga semangat kesantrian itu bisa menjelma mewarnai di dalam proses berbangsa dan bernegara.”

Di sini NU harus menjadi jembatan bagi mobilitas santri – dengan nilai-nilai kesantriannya- agar bisa mengakses peran-peran dalam berbagai bidang di pemerintahan, baik sosial-politik maupun ekonomi. Terakhir, Asrorun Niam mewanti-wanti jangan sampai Hari Santri ini hanya menjadi sebuah prasasti belaka dan membuat kita bernostalgia.

Ida Fauziyah : Hari Santri Harus dinikmati Masyarakat Luas

Ida Fauziyah seorang politisi perempuan cukup senior dan disegani di parlemen. Selain karena tiga periode berturut-turut selalu masuk ke senayan, pengalaman dan dedikasinya membuatnya semakin diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Sebagai seorag santri, ia bersama PKB sedang memperjuangkan RUU Pendidikan Madrasah dan Pesantren.

Pesantren itu berbeda dengan lembaga pendidikan lain. Lulus dari pondok pesantren, Ida fauziyah merasakan sendiri pengaruhnya di dunia luar. Karena dari pesantren, ia belajar kemasyarakatan dan kemandirian serta belajar berorganisasi secara langsung. Jadi itu yang membedakannya. “Saya ketika di pesantren misalnya, sudah belajar berkomunikasi dengan masyarakat melalui pengajian-pengajian yang kita adakan. “ ceritanya.

Menurutnya tantangan yang harus dihadapi oleh pesantren dan santrinya, adalah bagaimana santri di tengah masyarakat modern dan kemajuan teknologi ini bisa menyampaikan dakwahnya. Sehinga santri bisa menjawab kebutuhan zaman yang berkembang.

Terkait Hari Santri Nasional yang ditetapkan pemerintah, Ida memilih memaknai santri menjadi lebih luas. Yaitu bagaimana hari santri itu, menjadi harinya bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia pun ikut menikmati dengan kehadiran hari santri.

Dangan adanya apresiasi ini, ia mengatakan bahwa “santri harus membangun pemahaman masyarakat di luar santri bahwa santri itu bagian integral dari bangsa ini. berbicara semangat kebangsaan, mereka para santri tidak kalah, justru berada di garda depan membela negara.” Karena itu menurut Ida, Santri perlu melakukan upaya untuk, bagaiman Hari santri ini dinikmati masyarakat lebih luas.

Sumber:Jaringansantri.com

Mengenal Apa Itu Hari Santri Nasional Menurut Tokoh Santri


Sosok santri mabni dalam menjomblo tidak sedikit pun merasakan malu tanpa ada pasangan kekasih. Bukan berarti anak pesantren tak punya rasa untuk menjalin cinta ataupun tak mampu untuk mencari pasangan. Maksud santri jomblo mabni yang happy disini karena di kehidupannya selalu fokus akan yang namanya tembelan, lalaran, syawir, roan, dsb. Dengan kata lain jenis ini berada pada maqom "Ghoyatussidqi fil ibadah" (tujuan fokus untuk ibadah).

Seorang santri yang memilih menjomblo walaupun sudah tidak mondok, ketika berkumpul dengan teman lingkungan desanya atau berkumpul dengan orang-orang yang bukan berlatar belakang pesantren si santri jomblo mabni tetap berbahagia. Dia mempunyai trik jawaban jomblo untuk menyiasati sindiran ataupun agar tetap happy atas kesendiriannya tanpa pasangan kekasih ( Pacar ).

Berikut trik agar tetap menjadi happy menjomblo dan tetap menjadi pilihan idaman para mertua

1.Tetap menjadi orang yang ramah dan hangat, tapi tetap membuat batas yang jelas untuk setiap lawan jenis yang mendekat
Cara Ramah dan hangat dalam pergaulan tentu pelajaran pendidikan di Pesantren yang telah dikaji seperti halnya kitab akhlakul banin yang di ajarkan para Ustad/Ustadzah Madrasah. Seseorang nggak harus menjadi sosok yang super misterius untuk bisa membuat seseorang penasaran sehinga akhirnya tertarik. Menjadi sosok yang jinak-jinak merpati juga akan membuat orang jadi tergila-gila. Artinya, dia selalu menjadi sosok yang terbuka, ramah, hangat, serta seru diajak hangout bareng.

2.Menjadi santri jomblo mabni yang nggak gampang mengeluh di media sosial. Ingat, meski jomblo bukan berarti kamu harus menderita
Untuk menjadi jomblo idaman mertua, seorang santri mempunyai cara seperti harus membuat dunia percaya bahwa dia tidak masalah dengan status jomblo. Bahwa dia justru merasa lebih bahagia dengan kesendirian dan mencari pasangan secepat-cepatnya bukan tujuan utama anak santri pondok.

Cara santri jomblo adalah, memasang pengendalian diri ekstra saat main media sosial. Tidak gampang ngeluh ini dan itu. Makan sendiri, ngeluh. Belanja sendiri, ngeluh. Sakit nggak ada yang ngurus, ngeluh. Nggak ada yang SMS, ngeluh. Hujan sendiri sepi, ngeluh. Itu namanya bukan jomblo happy dan idaman, tapi jomblo mengenaskan.hehehe
biar orang tahu bahwa kamu bukan jomblo sembarangan, kamu juga harus punya kriteria. Lagi-lagi maknanya adalah bahwa meskipun jomblo, kamu juga

3.Mempunyai prinsip itu tak kalah penting. Single sekarang, tapi langgeng berhubungan di masa depan samapai akhirat

Salah satu cara membuat orang kagum dan banyak dicari mertua memilihkan anak-nya pasangan adalah dengan mempunyai prinsip hidup yang oke dan berkomitmen untuk menjalaninya. Menunjukkan bahwa status jomblo saat ini bukan masalah besar. Toh memang prinsip rencana untuk menjomblo memang untuk langgeng di masa depan.

Karena itu, dia nggak akan sembarangan memilih pasangan, karena orientasimu jauh ke depan. Bukan sekadar cari teman supaya nggak kesepian. Yang bisa diajak malam mingguan mungkin banyak, tapi yang bisa diajak bersama setiap malam dengan halal ada nggak?

4.Menunjukkan bahwa status jomblo yang punya kriteria, nggak cuma jadi budaknya cinta

Biar orang tahu bahwa status jomblo mabni itu bukan jomblo sembarangan, kamu juga harus punya kriteria. Lagi-lagi maknanya adalah bahwa meskipun jomblo, kamu juga punya kriteria ini dan itu untuk calon pasanganmu kelak. Tentunya kamu ingin seseorang yang baik bukan?

Itu juga berarti, kamu memilih menunggu orang yang tepat, meski itu membuatmu menyandang predikat jomblo abadi, daripada menerima siapapun yang datang menghampiri.

5.Upgrade pengetahuan, biar bisa menjadi lawan bicara yang menyenangkan dan terlihat berpengalaman

Nggak jarang saat ditanya apa yang membuat jatuh cinta pada pasangan adalah rasa nyaman yang muncul saat bersamanya. Rasa nyaman itu bisa diciptakan lho, terutama soal komunikasi. Rasa ‘nyambung’ saat ngobrol berdua akan menimbulkan benih-benih rasa nyaman yang agung itu. Karena itu, menjadi jomblo idaman juga harus smart dan rajin meng-upgrade pengetahuan. Agar bisa menjadi teman diskusi untuk topik apapun. Ketika pembicaraan bisa berlangsung dua arah, mudah untuk membuat obrolan menjadi seru dan nagih!

6.Bersyukur Kepada Tuhan

Hal ini adalah yang pertama kali harus dilakukan, yaitu bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur karena kamu telah diberi hidup dan bersyukur atas status kejombloanmu. Kenapa harus disyukuri? Siapa tahu Tuhan mempunyai rencana lain akan putusnya kamu dengan sang mantan sehingga kamu menyandang status jomblo. Mungkin Tuhan telah mempersiapkan orang yang lebih pantas untukmu. Maka dari itu kamu harus bersyukur dalam segala hal. Dengan bersyukur kita bisa mengurangi rasa sedih kita sedikit demi sedikit dan belajar untuk mengikhlaskan apa yang sudah terjadi di masa lalu.

7.Ikhlas

Apapun yang membuat kamu menjadi seorang jomblo, belajarlah untuk mengikhlaskan itu semua. Dengan kamu belajar ikhlas maka satu persatu beban kesedihanmu akan berkurang dan kamu bisa dengan lapang dada dengan hal tersebut. Menjadi jomblo bukan hal yang perlu disedihkan hingga berlarut-larut.

Memang benar jika putus dari mantan bukan hal yang mudah untuk move on, namun dengan kamu belajar ikhlas kamu bisa lebih mudah untuk move on dan kembali berkarya serta membahagiakan dirimu sendiri.

Dengan belajar ikhlas kamu bisa belajar untuk mencari kebahagiaanmu sendiri atau bisa jadi kamu belajar untuk siap membuka kembali pintu hatimu untuk orang lain.

8.Mencari Kesibukan

Ketika kita bersedih, usahakan untuk mencari kesibukan dengan melakukan banyak hal yang positive. Kamu bisa saja bekerja, berlibur, atau menghasilkan karya seni yang bisa menyita banyak waktumu agar tidak memikirkan hal yang membuatmu bersedih.

Usahakan kamu bisa membuat jadwalmu sepadat mungkin agar kamu bisa fokus pada apa yang kamu kerjakan.

Dengan kamu melakukan banyak hal, kamu bisa saja sedikit demi sedikit bisa melupakan kesedihanmu, dan kamu bisa mengisi waktumu agar lebih hidup untuk dirimu sendiri.

Jadilah single yang punya standar, bukan merasakan cinta tapi seolah-olah sedang dikejar-kejar. Jomblo itu pilihan, tinggal bagaimana caramu yang menentukan.

Dilarang galau sebelum digalaukan

Cara Santri Menjadi Jomblo Mabni Yang Happy Dan Tetap Menjadi Idaman Menantu Mertua Dengan 8 Hal Ini

Older Posts Home