Ingat Erlina Bila?

Sosok Erlina Bila menjadi viral sebagai sosok kasir Alfamart cantik.

Bagaimana kabar Erlina Bila sekarang?

Sosok Erlina Bila sempat viral pada tahun 2017 lalu, begini kabar terbaru Erlina Bila sekarang

Nama Erlina Bila sempat viral pada tahun 2017 lalu.

Erlina Bila yang berprofesi sebagai kasir Alfamart menjadi buah bibir karena kecantikannya.

Foto-fotonya dengan seragam minimarket tersebut beredar di berbagai media sosial

Bahkan wajahnya juga menjadi meme yang bertebaran di Instagram.

Netizen pun menjadi penasaran dengan sosok gadis asal Purwakarta tersebut.

Alhasil, kala itu Erlina Bila pun mendapat berbagai tawaran endorse.

Salah satu endorse yang diingat adalah saat dirinya didapuk menjadi model jersey salah satu klub Liga Inggris, Chelsea.

Dibalut jersey tandang Chelsea musim 2016-2017, pesona kecantikan Bila makin terpancar dari wajahnya.

Selain itu, dirinya juga kebanjiran endorse dari produk kecantikan, fashion, dan lain-lain.

Kini tak lagi menjadi sorotan, bagaimana kabar Erlina Bila sekarang?

Ternyata, Erlina Bila masih aktif di media sosial Instagram.

Dirinya bahkan memiliki 124 ribu pengikut di Instagramnya pada Selasa, 16 Oktober 2019.

Ternyata, ada fakta yang mengejutkan mengenai Eelina Bila kini.

Dilihat dari akun Instagramnya, Erlina Bila tampak masih bekerja di Alfamart.

Erlina Bila kerap memposting foto dirinya tengah bekerja di minimarket tersebut.

Namun, penampilannya kini berbeda karena Erlina Bila mengenakan hijab.

Memakai hijab pun membuat Erlina Bila semakin cantik.

Yuk lihat foto-fotonya!

1. Tampak masih bekerja sebagai kasir


'lebaran tetep masyukkkk kerjaahh'

2. Berasal dari Purwakarta


'janganlah jadi pendendam, jadilah pribadi yang selalu memaafkan'

3. Sering posting saat masih bekerja


4. Penampilannya makin adem


'jangan diliatin terus'

5. Hobi travelling


'giliran mau kerja ngantuk, dipaksain tidur dulu ga tidur2, dasar aku '

6. Sering mendapat endorse

7. Selfie


8. Kasual

9. Sempat diundang ke televisi


10. Bak model

Dulu Viral Sebagai Kasir Alfamart Cantik, Sosok Erlina Bila Sekarang Miliki Fakta Mengejutkan

SERANG, TOPmedia - Sebanyak 50 karyawan Alfamart melakukan aksi di depan Kantor Cabang Alfamart Serang, Jalan Raya Legok, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Kamis (16/5/2019).

Dalam aksinya, mereka mencurigai adanya dugaan penggelapan dana Bonus Akhir Tahun (BAT) dan juga uang lemburan karyawan.

"Manajamen di tahun ini sangat membingungkan, karena yang kebagian BAT hanya orang dalam
Cabang Alfarmat Serang saja. Sedangkan, para anak toko tidak kebagian BAT," kata Koordinator Aksi dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Cabang Alfamart Serang, Fajar, di sela-sela aksi Alfamart.

Fajar juga menjelaskan, bahwa sebelumnya pembagian BAT dan uang lembur karyawan pada manajemen lama, seluruh karyawan Alfamart terbagi dengan rata.

Tetapi, pada 2017 pembagian BAT dan uang lembur karyawan mulai dikurangi setengahnya, dengan alasan yang tidak jelas. Lalu, kata Fajar, di 2018 dan 2019 mendadak BAT dan uang lembur karyawan menjadi hilang.

"Ini yang menjadi pertanyaan kami dan kami pun akan terus melakukan aksi hingga tuntutan dipenuhi," jelasnya.

Sementara itu, Kadisnaker Kota Serang, Ahmad Banbela menjelaskan, bahwa perusahaan Alfamart telah melanggar peraturan PP 78 nomor 2015, tentang hak-hak tenaga kerja yang harus dipenuhi.

"Kita pun akan berupaya untuk melakukan penyelesaiannya dan solusi terbaik," katannya.

Ahmad Benbela juga menjelaskan, bahwa tindakan yang dilakukan oleh Perusahaan Alfamart dapat merugikan pihaknya sendiri, karena harus membayar tuntutan yang lebih besar.

"Jadi bisa melebihi dari tuntutan yang diajukan dan dipenuhi," tegasnnya.

Ahmad Benbela juga mengaku, akan mengambil langkah Tripartit, apabila tuntutan karyawan Alfamart tidak dipenuhi.

"Makanya hingga kini kita masih nunggu hasil, apakah tuntutan dipenuhi atau tidak," tegasnya.

Seperti diketahui, aksi puluhan karyawan Alfamart Serang itu pun dilakukan pada pukul 07:00 WIB dan berakhir dibubarkan pada pukul 12.00 WIB tanpa kejelasan dari pihak Alfamart. Para karayawan itupun, berniat akan kembali melakukan aksi hingga tuntutannya dipenuhi.

Diduga Gelapkan Bonus Akhir Tahun dan Uang Lembur, Kantor Alfamart Didemo Karyawannya

SERANG, TOPmedia - PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) atau biasa dikenal dengan sebutan Alfamart, sebentar lagi akan melaksanakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20. Tetapi diumur berkepala dua tersebut, masih menyimpan banyak persoalan. Salah satunya, kesejahteraan karyawan yang belum terwujud hingga kini.

Hal itupun terungkap dari aksi puluhan karyawan Alfamart Branch Serang-Cilegon, di depan Kantor Alfamart cabang Serang-Cilegon, Jalan Raya Legok, Selasa (17/9/2019).

Aksi itupun terbilang sudah memasuki ketiga kali, dimulai pada hari Kamis 16 Mei 2019 sampai dengan hari ini Selasa 17 September 2019. Tuntutan yang sama yaitu, Upah Lembur, Bonus Akhir Tahun (BAT) dan juga pemecatan sepihak terhadap 6 karyawan tanpa dibayarkan gaji.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) cabang Alfamart Serang, Fajar Dwinata mengatakan, bahwa Alfamart merupakan perusahan besar yang telah memiliki toko di setiap seluruh titik di Indonesia. Tetapi, kata dia, Manajemen yang diberlakukan oleh Alfamart sangatlah tidak jelas dan sudah melanggar aturan ketenagakerjaan.

Baca Juga:Pengalaman Nombok 2,1 Juta Akhirnya Gue Resign Kerja Alfamart !!!!!

"Hal ini terbukti dari adannya pemecatan secara sepihak terhadap keenam karyawan yang berada di zona Labuan, bahkan gajinya pun tidak dibayarkan selama bekerja. Sungguh terlalu dzolim," ungkap Fajar, yang merupakan salah satu karyawan Alfamart di bagian Kepala Toko dan sudah bekerja selama 12 tahun, ditemui di sela-sela aksi, Selasa (17/9/2019).

Apalagi, dikatakan Fajar, Alfamart sebentar lagi akan merasakan HUT Alfamart ke-20, dengan persoalan yang belum terselesaikan. "Harapan kami diumur ke-20 tolong benahi manajemen di Alfamart cabang Serang-Cilegon. Ini suara kami dari para karyawan, mohon didengarkan. Jangan bertindak semena-mena dan dzolim," jelasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan. Pihak Manajemen Alfamart belum dapat dikonfirmasi, lantaran masih melakukan Audiensi bersama Disnakerstrans Kota Serang.

Diketahui, dalam aksi itupun para karyawan membawa spanduk wajah seorang Mananger yang dinilai telah berbuat dzolim dengan memecat karyawan dengan tidak memberikan gaji. Berikut 10 tuntutan yang belum dikabulkan.

1 Perusahaan PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) Branch Serang Memeperkerjakan kembali keenam karyawan zona labuan. Yang diberhentikan secara sepihak tanpa dibayarkan upah gaji.

2 Agar Perusahaan Alfamart membayarkan Bonus Akhir Tahun (BAT) tahun 2018. UU No 13 tahun 2003 mengenai Ketenaga kerjaan.

3 Alfamart menjalankan jam kerja sesuai dengan undang-undang Ketenaga kerjaan yang berlaku UUD no 13 tahun 2003 pasal 77 sampai dengan pasal 85.

4 Membayarkan Upah Lembur.

5 mencantumkan rincian upah lembur pada slip gaji.

6 menghilangkan loyalitas kerja.

7 memberikan Tunjangan masa kerja (TMK) sesuai dengan masa kerja.

8 Menghilangkan Nota Barang Hilang (NBH) dan Nota Selisih Barang (NSB) sebesar 0,30 persen.

9 mengubah beban proxy karyawan karena membebani karyawan.

10 menghapus pergantian Selisih plastik belanja karyawan. Karena plastik sangat membebani konsumen.

Diusia ke-20 Tahun, Karyawan Toko Sebut Alfamart Dzolim

Berikut ini adalah foto paling kece anak-anak toko karyawan Alfamart dalam rangka semarak Ulang tahun Alfamart di tahun 2019 ini, yang di unggah di Group Facebook Kasir (Komunitas Kasir Seluruh Indonesia)











Pemicu Pertempuran (Abadi) Indomaret vs Alfamart


Tutup mata kalian, bayangkanlah Indonesia, negara kepulauan yang setiap jengkal tanahnya didominasi dua jaringan besar minimarket. Kenapa bisa begini ya?

Ketika ada bangunan memasang logo Indomaret, hampir pasti akan muncul Alfamart di sekitarnya. Begitu pula sebaliknya. Persaingan dua jaringan minimarket itu tampaknya segera abadi dalam khazanah budaya pop, sekaligus menjadi kearifan lokal yang membuat masyarakat tak bisa lepas dari gurita bisnis mereka di berbagai wilayah. Pertanyaannya, bagaimana bisa dua perusahaan yang bersaing ketat ini selalu punya cabang berdekatan hingga ke pelosok kecamatan?

Tujuh tahun lalu, saya ingat sekali, sangat sulit menemukan minimarket semacam Indomaret ataupun Alfamart di luar Pulau Jawa. Sesudah mendaki Gunung Rinjani, saya mencari toko ritel di pinggir Pantai Senggigi untuk membeli pembalut. Hasilnya nihil. Hanya berselang setahun, ketika saya kembali ke Lombok, di area yang sama minimarket sangat mudah ditemukan. Seperti yang terjadi di Jakarta, Bandung, atau kota besar lain Pulau Jawa, minimarket di Senggigi itu adalah Indomaret dan Alfamart yang saling berdekatan. Harus banget sebelahan ya.

Faktor kedekatan lokasi Alfamart dan Indomart ini adalah praktik bisnis yang diakui oleh petinggi perusahaan. Wiwiek Yusuf selaku Marketing Director PT Indomarco Prismatama yang memegang lisensi Indomaret, menuding Alfamart—perusahaan di bawah naungan PT Sumber Alfaria Trijaya—sengaja meniru strategi bisnis mereka. Dilaporkan beberapa media di Tanah Air, banyak pula karyawan Indomaret yang hengkang ke minimarket pesaing atau sebaliknya. Keduanya juga sempat mengembangkan kepemilikan gerai melalui sistem waralaba dengan masyarakat, faktor pemicu bisnis minimarket ini meledak satu dekade terakhir.

"Kita sudah mulai berdiri dari 1985, berjalannya waktu mulai 2000-an (gerai) mereka belajar dari kita, sebagian (karyawan) kita masuk ke mereka. Mereka targetnya sama, kita sudah survei tempat, lalu katakanlah mereka curi start kita," kata Wiwiek saat ditemui awak media di Jakarta.

Wiwiek mengatakan soal jarak antar minimarket yang saling berdekatan tak hanya mengganggu konsumen ataupun warga biasa. Pihaknya pun merasa risih. "Kalau dibilang mengganggu pasti. Positifnya, kita berlomba-lomba sama-sama memberikan pelayanan pada konsumen," ujarnya.

Pengamat bisnis ritel Universitas Bina Nusantara, Asnan Furinto, menyatakan persaingan ekstrem dari dua perusahaan minimarket ini terjadi akibat kelengahan pemerintah ketika keduanya sedang bertumbuh. Sekarang pasar ritel kecil terlanjur mengalami dominasi oleh Indomaret dan Alfamart, tanpa ada peluang pemain baru muncul. Kedua perusahaan itu mengontrol 95 persen pangsa pasar minimarket Tanah Air. Tak heran bila manajemen kedua perusahaan itu terpaksa harus melakukan: a) membuka cabang sebanyak-banyaknya di wilayah yang masih memungkinkan; serta b) jangan sampai memberi kesempatan kompetitor menguasai satu wilayah tanpa gangguan. Sehingga tak perlu heran jika kalian melihat dua gerai minimarket berhadap-hadapan di sudut kampung, lalu berjarak 500 meter, ada lagi dua gerai yang sama bersebelahan.

"Itu konsekuensi market yang dikuasai oleh hanya dua perusahaan," kata Asnan kepada VICE Indonesia. Dia melihat, dampak buruknya sudah langsung terasa pada pengusaha ritel kecil. "Hanya dua itu yang punya kapitalisasi besar untuk melakukan ekspansi. Yang lain enggak akan sanggup menguasai irama dan investasinya."

Merujuk data terakhir, Indomaret mengoperasikan lebih dari 12.800 gerai di Sumatra, Jawa, dan Madura, yang mana 60 persen gerai dimiliki langsung perusahaan sementara sisanya dipunyai masyarakat melalui sistem waralaba. Adapun Alfamart sesuai data 2016, bersiap menambah 1.000 gerai baru di seluruh Indonesia tahun ini, belum termasuk 200 gerai Alfamidi yang konsepnya mendekati supermarket. Bahkan Alfamart hendak mengekspor dominasi itu ke negara lain. Alfamart bersiap membuka 200 unit cabang di Filipina dalam waktu dekat.

Faktor lain yang menyebabkan kejayaan (atau tepatnya penjajahan) Indomaret dan Alfamart di Tanah Air adalah karakteristik gaya belanja masyarakat Indonesia. Menurut Asnan, orang Indonesia cenderung lebih senang membeli barang setengah jadi, tapi tak suka terlalu banyak pilihan, sehingga minimarket dipilih dibanding supermarket. "Orang Indonesia masih lebih membutuhkan supermarket kelas kecil untuk dibawa pulang dan diolah di rumah, tidak seperti convenient store yang sifatnya hanya dibutuhkan sesaat untuk digunakan saat itu juga," ujarnya.

Karakteristik belanja ini pula yang membuat satu pemain baru, jaringan Seven Eleven di bawah naungan PT Modern International Tbk yang sempat mengobarkan persaingan, akhirnya jatuh terseok-seok dua tahun terakhir. Orang Indonesia ternyata tak segitunya menyukai konsep oplosan minimarket dan kafetaria.

Seperti dominasi di belahan dunia manapun, Indomaret dan Alfamart membuat bangkrut ribuan warung skala kecil. Beberapa pemda melarang jaringan ritel itu masuk karena khawatir akan memicu kelesuan UMKM setempat. DKI Jakarta, kota yang dijejali ribuan gerai dua minimarket itu, sempat membuat aturan agar Indormaret dan Alfamart tak menghabisi pemain kecil.

Sesuai Pasal 9 Perda DKI 2/2002, penyelenggara usaha minimarket harus memenuhi ketentuan, salah satunya memastikan harga jual barang-barang sejenis tidak boleh jauh lebih rendah dari warung dan toko sekitarnya. Realitanya jauh panggang dari api. Beragam promo dan persaingan membuat harga minimarket lebih murah. Apalagi semua gerai Indomaret dan Alfamart dibekali pendingin udara, rak-rak menarik, dan sokongan modal seakan tak ada batasnya. Siapa sanggup melawan mereka?

Sekilas cerita dominasi minimarket ini mirip kisah Daud melawan Goliath. Bedanya si Goliath terlanjur membuat Daud sakaratul maut karena cuma melawan pakai ketapel. Mungkinkah situasi berbalik di masa mendatang?

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Tutum Rahanta, meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Alasannya si Goliath pasar minimarket Indonesia tak cuma satu sosok, melainkan ada dua. Itupun mereka tidak akur. Sehingga, persaingan kedua perusahaan itu akan menguntungkan konsumen karena mengerek harga jual setiap produk menjadi rendah. Bakal jadi masalah serius jika salah satu dari Indomaret atau Alfamart tumbang. Bisa muncul pasar tak setara dalam bisnis ritel Indonesia yang membahayakan perekonomian.

"[Gerainya sampai sebelahan] karena memang sudah sangat tipis dan sempit persaingannya untuk space, tapi selama mereka tidak memiliki sifat yang oligopoli maka sah-sah saja. Toh yang mendapatkan manfaat itu konsumen," kata Tutum kepada VICE Indonesia. "Sejauh persaingan itu masih sama-sama kuat, saya rasa tidak ada masalah."

Baca Juga



11 Foto Narsis Paling Kece SUA Alfamart 2019 Yang Diunggah Di Group Facebook KASIR Indonesia

Tidak ada yang tidak tahu kehadiran Indomart dan Alfamart yang menjamur dimana-mana sekarang ini, seperti tidak ada yang tidak tahu President Jokowi adalah president Indonesia sekarang.

Tapi fakta-fakta Indomart dan Alfamart yang seruaja.com hadirkan dibawah ini, admin sangat yakin tidak banyak yang tahu. Jadi keep scrolling ya!

Dimana Ada Alfamart Disitu Ada Indomaret dan Sebaliknya.

Coba kalian perhatikan jika di suatu area sudah dibuka gerai alfamart baru, maka beberapa minggu atau bulan kemudian akan dibuka juga gerai indomaret baru. lokasinya biasanya dalam radius 100-300 meter. bahkan seringkali bangunannya bersebelahan.

Indomaret Lebih Tua dari Alfamart
Karena kehadiran Indomaret dan Alfamart selalu berdekatan, pastinya kita sering kali berpikir bahwa keduanya adalah saudara kembar yang lahir bersaaan. Tetapi fakta yang seruaja.com dapatkan, ternyata si Indomaret lebih tua 11 tahun dari Alfamart. Seperti yang dikutip dari Wikipedia.org, Indomaret dirintis pertama kali pada tahun 1988 dan dikelola oleh PT. Indomarco Prismatama sementara Alfamart yang toko pertamanya bernama Alfa Minimart didirikan pertama kali pada tanggal 18 Oktober 1999

Sama-sama Menjalankan Metode Franchise
“Wah Franchise apa tuh? Berat banget bahasanya.”

Santai dulu ladies dan gentlemen, Franchise itu semacam jenis bisnis yang menggunakan sistem waralaba. Waralaba itu sendiri adalah metode bisnis dengan model hubungan kerjasama bisnis antara franchisor (pemilik usaha) dengan franchisee (pemilik modal/investor).

Jadi kalo lu olang lu olang punya modal, tinggal minta kerjasama aja sama pemilik usaha yang udah punya brand ternama serta sistem dan usaha lu jalan deh, dapet untung tanpa lelah-lelah membangun brand.

Pernah Terjadi Perang Twitter
Kepopuleran kedua minimarket ini pernah menimbulkan perang di twitter beberapa waktu yang lalu hanya gara-gara produk celana dalam. Akun @AlfamartToko menyindir akun @InfoIndomaret yang tidak memiliki produk celana dalam sendiri yang kemudian merembet menjadi saling sindir mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tidak mau kalah, akun-akun mini market lainnya seperti Ceria Mart, Yomart, Mini Stop, hingga waralaba supermarket seperti Daily Hall dan Ranch Market juga ikut saling sindir. Tetapi di ending cerita perang twittan ini, pihak Indomaret mengklarifikasi bahwa akun-akun yang berperang bukanlah akun asli mereka yang sudah memiliki lambing verified.

Sama-sama Memiliki Maskot Lebah
Netizen pastinya sudah banyak yang tahu kalau kedua mini market ini sama-sama memiliki maskot bernama si Domar dan si Albi yang sama-sama merupakan seekor lebah. Maskot Indomaret merupakan maskot hasil buatan masyarakat Indonesia lho.. si Domar ini adalah maskot hasil dari lomba yang diadakan indomaret beberapa waktu yang lalu. Sayangnya tak ada penjelasan apapun mengenai maskot ini yang admin temukan, sementara maskot si Albi memiliki penjelasan fungsi dirinya di website resmi milik Alfamart.

Indomaret Lebih besar dari Alfamart
Selain jumlah grosir yang lebih banyak tersebar di Indonesia, luas bangunan Indomaret juga cenderung lebih besar dibandingkan dengan luas Alfamart. Biar yakin, coba cek aja besar kedua mini market ini di wilayah kalian!

Alfamart Populer Diperbincangkan Netizen
Ada banyak sekali variasi perbincangan tentang Alfamart oleh netizen di sosmed yang populer. Dari tentang Alfamart yang buka 24 jam dan ucapan selamat pagi dan malam oleh kasir Alfamart yang digadang-gadang para jomblo, jargon mereka, sampai kemana aliran sumbangan recehan dari konsumen membuat perbincangan tentang Alfamart lebih bervariasi dibicarakan oleh netizen.

Jadi.. Pilih belanja dimana? Aku sih warung tetangga aja.

Fakta Alfamart & Indomaret ini Bikin Kaget

Aksi perampokan satu minimarket di kawasan Medan, Sumatera Utara pada 28 April 2019 lalu berhasil diungkap aparat kepolisian.
Dari kasus tersebut sebanyak tiga pelaku perampokan berhasil diringkus.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, ketiga pelaku bernama Dodi Yolanda Lubis alias Dodi (40), Robert Manurung (35), dan Riky Maulana Lubis (26).

"Dari tiga pelaku tersebut satu orang ditembak mati petugas yaitu Riky.
Dia berusaha melawan saat mencoba melarikan diri," kata Dadang saat pengungkapan kasus di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (2/9/2019).
Dadang menuturkan peristiwa itu terjadi pukul 09.00 WIB.
Para pelaku datang menggunakan sepeda motor mendatangi supermarket tersebut kemudian menodongkan senjata tajam ke karyawati yang berjaga saat itu.
Pelaku Riki meyekap karyawati ke dalam kamar mandi.
Ia juga melucuti baju karyawati tersebut.
Sementara pelaku Dodi mengambil uang Rp 17,9 juta dari laci kasir.

Mereka juga mengambil ponsel, uang, KTP, dan ATM milik karyawati.
Peristiwa itu dilaporkan pada 29 April.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku Dodi dan Robert di Jalan Veteran Helvetia, Pasar 8 Marelan, Jumat (30/8/2019).
Kedua pelaku mengatakan mereka melakukan aksinya bersama tersangka Riky.

Setelah melakukan pengembangan, polisi menangkap Riky saat sedang duduk di salah satu warung di Jalan Setia Budi pada Sabtu (31/8/2019) dini hari.
Petugas melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti pisau yang digunakan pelaku dalam menjalankan aksinya.
Namun, saat pengembangan di Pasar V Tembung pelaku Riky berusaha melawan dengan merebut senjata petugas.
Polisi kemudian menembak Riky.
"Pelaku dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk mendapat pertolongan.
Namun, dalam perjalanan pelaku meninggal dunia.

Kita juga memberi tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku Dodi," jelas Dadang.
Dadang mengatakan, pelaku merencanakan aksinya di rumah Robert.
Mereka juga membagikan uang Rp 200.000 hasil rampokan kepada Robert.
Dodi mendapat Rp 8 juta dan Riky mendapat Rp 7 juta.

Dodi sempat membeli sepeda motor dari uang itu.
Namun, sepeda motor yang dibelinya dijualnya kembali.
Uang tersebut juga mereka gunakan untuk membeli sabu.
Dadang menuturkan, Riky merupakan residivis dalam kasus yang sama pada 2014.
Kemudian pelaku keluar penjara pada 2016 dan melakukan aksi begal.
Pengakuan karyawati Salah satu karyawati yang menjadi korban, Misna mengatakan, saat kejadian para pelaku masuk menggunakan helm.


Awalnya dia menduga mereka merupakan pembeli karena salah satu di antaranya menanyakan tempat produk tertentu.
"Kami kira customer, jadi kami diikutilah sama Bia (karyawati lain)," katanya.
Tiba-tiba salah seorang pelaku menodongkan pisau ke perut Bia.
Sedangkan Misna dirangkul dan ditodongkan pisau di lehernya lalu diseret ke kamar mandi.

Di dalam kamar mandi, Misna dan Bia dipaksa membuka pakaian atasan oleh pelaku.
"Pelaku lainnya mengambil uang, ponsel dan barang-barang di kasir.
Tapi itu hanya sebentar saja, mereka terus lari," katanya.
Pengakuan pelaku tersangka Dodi yang duduk di kursi roda dengan perban di kedua betisnya mengaku diajak oleh Riky dan baru sekali merampok.
Menurut pria yang berprofesi sebagai tukang las itu, dia dan Riki tidak memilih toko mana yang akan dijadikan sasaran.
"Sistemnya jalan-jalan nyari mana yang sepi.
Tak ada kami gambar targetnya.
Uang itu kami belikan sepeda motor, tapi dijual lagi," ujarnya.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 356 KUHPidana, dengan ancaman hukuman di atas 7 tahun penjara. (Kontributor Medan, Dewantoro)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Cerita Lengkap Perampokan di Medan, Baju Korban Dilucuti hingga Pelaku Ditembak Mati

Perampok Yang Paksa Lucuti Pakaian Pegawai Minimarket Alfamart Dibekuk


Sedikit berbagi pengalaman nih broow, blog santriyai.com yang merupakan blog gado-gado memang mempunyai beberapa artikel tentang pengalaman kerja di perusahaan ritel seperti Alfamart dan Indomaret. Pasalnya admin sendiri juga merupakan eks Alfamart yang bisa dikatakan baru-baru ini resign kerja atau fix keluar untuk selama-lamanya berhenti kerja di Alfamart.

Padahal kurang lebih hampir 2 setengah tahun ane bekerja untuk Alfamart, sejak awal tahun 2017 hingga akhir bulan juni 2019 kemaren, pengalaman pahit bekerja adalah menimpa beban saldo NBH/NSB hingga 2,1 Juta. Bulan demi bulan seiring berjalannya waktu mulai awal masuk kerja hingga detik-detik akhir kemaren adalah yang paling menyakitkan.

Yaa, Walaupun sebelumnya memang ada beban barang hilang yang ditanggungkan ke karyawan bahkan awal bulan masuk pertamakali pun sudah menanggung beban hutang, namun di akhir bulan juni kemaren adalah beban yang paling mengerikan.

Pada awal periode-periode sebelumnya hal ini ane anggap hal yang wajar bilamana beban-beban barang hilang di bebankan oleh karyawan toko, karena mungkin gak seberapa dan masih ane anggap wajar dan hal yang lumrah serta masih sebanding dengan gaji yang diterima. Seperti halnya gaji terima 2 juta rupiah dapat potongan barang hilang 100ribu sampai 200 ribu ane masih legowo, tetapi ketika sudah di ambang batas kemampuan masak saldo hutang yang dibebankan mencapai 2,1 juta  . . . . . .Apa Kata Dunia .????

Akhirnya ane memantapkan hati dan memutuskan untuk resign bekerja dari Alfamart, Bye-bye Alfamart. 



Pengalaman Nombok 2,1 Juta Akhirnya Gue Resign Kerja Alfamart !!!!!

Older Posts Home