Setelah lulus ataupun keluar (Boyong) dari pesantren pasti setiap alumni banyak merindukan momen-momen dari Pondok  Pesantren tersebut. Pernah nyantri menjadikan setiap orang lulusan pesantren akan selalu rindukan masa-masa mondoknya. Walaupun sudah tidak lagi dinyatakan santri yang belajar di pondok tetapi nama seorang santri akan terus melekat dalam dirinya, terlebih hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang memandang dirinya adalah sosok generasi penerus tokoh-tokoh agama di kampungnya.

Dan disitulah kenapa seorang santri alumni akan selalu ingat/rindu momen-momen belajar di Pondok Pesantren, karena mungkin juga setiap hari mereka lebih sering terjun dalam aktivitas kegiatan yang hampir sama saat di Pondok.

Tentu banyak sekali sebuah kerinduan dan kenangan masa-masa mondok bagi seorang alumni. Mulai sejak awal masuk pesantren hingga boyong (Keluar). Namun, dari berbagai kenangan masa di pesantren yang kadang ingin terulang kembali, ada beberapa hal-hal dari yang paling terkonyol sampai terindah akan selalu membekas dari ingatanmu duhai para alumnni pesantren yang membaca artikel ini,

1.Meski kadang malas menghafalkan dan merasa menyebalkan dengan rutinitas masuk sekolah Madhrasah, namun kadang juga kangen.


Siapa nih yang masih ingat ketika masuk Madhrasah Diniyah harus mendapatkan tugas hafalan nadhom-nadhom bait Ilmu Nahwu Shorof  ? Persoalan hafalan memang kadang membuat malas dan merasa menyebalkan, dimana kamu sebagai seorang santri wajib hafal dan harus setoran dengan ustadz/zah yang mengajar.

Tidak hanya itu, segala hal kegiatan belajar di pondok yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang santri menjadi momen yang kamu rindukan, entah rindu disaat kamu gak hafal dan harus berdiri didepan teman-teman sekelasmu. Apalagi kalau mengingat hiruk-pikuk disaat jam mengaji dimulai, pasti momen itu adalah hal yang asyik serta membuat kangen. Terlebih juga bagi seorang santri putra jika melihat santri putri lewat dengan ciri khasnya.

2.Jam sekolah Madhrasah kosong adalah momen terindah bagi sebagian santri dan penikmat dagelan santri.


Hampir semua santri merasakan kebahagian saat jam mengaji di sekolah madharasah kosong, terlebih pelajaran disaat itu adalah jam yang kurang disukainya. Disaat momen jam kosong seperti ini, didalam kelas madharasah sudah pasti kelas dikuasai oleh para santri.

Mereka tentu ada yang memilih tidur dalam posisi ternyamannya. Sedangkan bagi para santri yang guoyanan atau sering dagel berkumpul dan bercerita/ngobrol dengan asyiknya membuly teman, menggoda santri putri (jika satu kelas), dan masih banyak hal lainya jika jam pelajaran kosong. Tetapi beda halnya dengan santri yang rajin, kadang dia bisa memecah suasana kelas untuk lebih hal yang positif yakni dengan lalaran bait-bait syair nadhom Nahwu Sharaf.

3.Telat masuk madharasah itu ada dua pilihan, menunggu jam kedua datang dan harus masuk secara diam-diam tanpa ada suara yang bisa menggemparkan suasana tenang mengaji.


Saat momen seperti ini, ada dua tipe santri yang bisa kita lihat. Mereka yang niat mengaji, biasanya masuk ke kelas dengan diam-diam biar tidak memecah suasana tenang mengaji (biasanya ketika ustadz/zah membaca kitab sedangkan santri memaknainya dengan khasnya yaitu pegon). Hal lainnya juga agar tidak diberi hukuman/pertanyaan dari guru yang mengampu pelajaran tersebut. Tetapi lain halnya juga dengan santri yang mempunyai adap dan akhlak yang mulia dia akan lebih sopan. Dan mereka yang memilih untuk bolos mengaji pasti akan putar balik mencari tempat yang aman dari jangkauan pengurus pesantren.

4. Momen razia dadakan. Antara panik ngumpetin hp, sampai pasrah Handpond disita bahkan dibakar (Jika pondok pesantren tersebut tidak memperbolehkan/melarang membawa Hp sejak awal yang kamu sudah ketahui sebelumnya).


Satu lagi momen menyebalkan bagi para santri yang sering melanggar aturan Pondok Pesantren namun setelah kita lulus justru selalu kita ingat dan tak terlupakam. Ialah momen dimana ketika pihak pengurus merazia dadakan, entah razia larangan membawa Hp, atau razia lainnya. Saat momen seperti ini, biasanya para santri yang nakal tidak sesuai peraturan pesantren akan menjadi buronan utama.

5.Kamu pasti rindu teman dalam satu kamar, yang kini masin-masing sudah memiliki aktivitas yang berbeda-beda.


Biasanya saat di Pesantren, santri akan memiliki banyak kenangan dalam satu gotakan (bahasa kamar santri) karena setiap hari bersama-sama. Makan bareng/masak bareng, tidur berdampingan bareng, canda tawa bareng sambil menikmati rokok dan segelas kopi, menata kamar ataupun memperbaiki kamar bersama-sama. Indahnya kebersamaan itulah menjadi kenangan rindu kangen pondok pesantren serasa ingin mengulanginya lagi namun hal yang mustahil karena kamu sekarang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dirumah baik itu juga dalam bermasyarakat.

6.Persoalan cinta masa nyantri menjadi hal yang tak terlupakan?


Salah satu momen indah seorang santri adalah ketika dia teringat kisah cintanya diantara kamu sebagai santri putri dan santri putra. Dari sinilah biasanya muncul cinta pertama, yang ternyata bersemi di masa mondok. Mungkin tak bertahan lama, tetapi gak akan bisa dilupakan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Apalagi jika dia menjadi pinangan pasangan halalmu sampai saat ini pasti kamu banyak mengenangnya bersama istrimu. Hhuhuhu syahduukan kisah asmaramu dulu walaupun harus ngumpet-ngumpet/diam-diam.

Momen inilah kamu untuk pertama kalinya mengenal rindu dengan lawan jenis, bahkan mungkin momen pertama kali kamu mengalami apa yang dinamakan cemburu karena di ternyata juga banyak disukai oleh teman dekatmu sendiri.

7.Acara perpisahan pesantren atau wisuda kelulusan, momen dimana semua sedang menyiapkan segala sesuatunya


Terakhir, momen yang paling kita rindukan adalah ketika wisuda kelulusan madhrasah terlebih memang pada saat itu memang kamu sudah tidak lagi mau mondok atau keluar sekalian dan juga mungkin pindaH pesantren lain demi mendalami Ilmu ditempat yang berbeda. Di masa ini semua teman santri kita sedang sekuat tenaga melakukan sandiwara sesuai perannya mulai dari awal sampai akhir kegiatan Haflah wisuda selesai.

Dan disaat itulah dalam acara tersebut ada santri baik putra maupun putri yang masih selalu tersenyum, yang bahagia, dan adapula yang meneteskan air mata sedih bahagia.

Sayangnya kejadian itu hanya semu, saat mereka yang tak melanjutkan belajar di Pesantren yang ia tinggali selama bertahun-tahun ini mereka pulang kerumah atau lanjut ketempat lain dan mulai menjalani kehidupan lain serta menjadi dirinya masing-masing. Kita juga sadar sebagaimana jikalau alumni yang membaca ini tempat mondok yang selama bertahun-tahun setiap hari ditinggali baik suka maupun duka dalam mengaji disana kini harus ditinggalkan.Semua hanya menyisakan dan mewarnai keindahan kenangan saja.

Masa Nyantri 7 Hal Ini Pasti Kamu Ingat Dan Rindukan Setelah Lama Tak Berkunjung Ke Pesantren

Loading...

Setelah lulus ataupun keluar (Boyong) dari pesantren pasti setiap alumni banyak merindukan momen-momen dari Pondok  Pesantren tersebut. Pernah nyantri menjadikan setiap orang lulusan pesantren akan selalu rindukan masa-masa mondoknya. Walaupun sudah tidak lagi dinyatakan santri yang belajar di pondok tetapi nama seorang santri akan terus melekat dalam dirinya, terlebih hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang memandang dirinya adalah sosok generasi penerus tokoh-tokoh agama di kampungnya.

Dan disitulah kenapa seorang santri alumni akan selalu ingat/rindu momen-momen belajar di Pondok Pesantren, karena mungkin juga setiap hari mereka lebih sering terjun dalam aktivitas kegiatan yang hampir sama saat di Pondok.

Tentu banyak sekali sebuah kerinduan dan kenangan masa-masa mondok bagi seorang alumni. Mulai sejak awal masuk pesantren hingga boyong (Keluar). Namun, dari berbagai kenangan masa di pesantren yang kadang ingin terulang kembali, ada beberapa hal-hal dari yang paling terkonyol sampai terindah akan selalu membekas dari ingatanmu duhai para alumnni pesantren yang membaca artikel ini,

1.Meski kadang malas menghafalkan dan merasa menyebalkan dengan rutinitas masuk sekolah Madhrasah, namun kadang juga kangen.


Siapa nih yang masih ingat ketika masuk Madhrasah Diniyah harus mendapatkan tugas hafalan nadhom-nadhom bait Ilmu Nahwu Shorof  ? Persoalan hafalan memang kadang membuat malas dan merasa menyebalkan, dimana kamu sebagai seorang santri wajib hafal dan harus setoran dengan ustadz/zah yang mengajar.

Tidak hanya itu, segala hal kegiatan belajar di pondok yang menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang santri menjadi momen yang kamu rindukan, entah rindu disaat kamu gak hafal dan harus berdiri didepan teman-teman sekelasmu. Apalagi kalau mengingat hiruk-pikuk disaat jam mengaji dimulai, pasti momen itu adalah hal yang asyik serta membuat kangen. Terlebih juga bagi seorang santri putra jika melihat santri putri lewat dengan ciri khasnya.

2.Jam sekolah Madhrasah kosong adalah momen terindah bagi sebagian santri dan penikmat dagelan santri.


Hampir semua santri merasakan kebahagian saat jam mengaji di sekolah madharasah kosong, terlebih pelajaran disaat itu adalah jam yang kurang disukainya. Disaat momen jam kosong seperti ini, didalam kelas madharasah sudah pasti kelas dikuasai oleh para santri.

Mereka tentu ada yang memilih tidur dalam posisi ternyamannya. Sedangkan bagi para santri yang guoyanan atau sering dagel berkumpul dan bercerita/ngobrol dengan asyiknya membuly teman, menggoda santri putri (jika satu kelas), dan masih banyak hal lainya jika jam pelajaran kosong. Tetapi beda halnya dengan santri yang rajin, kadang dia bisa memecah suasana kelas untuk lebih hal yang positif yakni dengan lalaran bait-bait syair nadhom Nahwu Sharaf.

3.Telat masuk madharasah itu ada dua pilihan, menunggu jam kedua datang dan harus masuk secara diam-diam tanpa ada suara yang bisa menggemparkan suasana tenang mengaji.


Saat momen seperti ini, ada dua tipe santri yang bisa kita lihat. Mereka yang niat mengaji, biasanya masuk ke kelas dengan diam-diam biar tidak memecah suasana tenang mengaji (biasanya ketika ustadz/zah membaca kitab sedangkan santri memaknainya dengan khasnya yaitu pegon). Hal lainnya juga agar tidak diberi hukuman/pertanyaan dari guru yang mengampu pelajaran tersebut. Tetapi lain halnya juga dengan santri yang mempunyai adap dan akhlak yang mulia dia akan lebih sopan. Dan mereka yang memilih untuk bolos mengaji pasti akan putar balik mencari tempat yang aman dari jangkauan pengurus pesantren.

4. Momen razia dadakan. Antara panik ngumpetin hp, sampai pasrah Handpond disita bahkan dibakar (Jika pondok pesantren tersebut tidak memperbolehkan/melarang membawa Hp sejak awal yang kamu sudah ketahui sebelumnya).


Satu lagi momen menyebalkan bagi para santri yang sering melanggar aturan Pondok Pesantren namun setelah kita lulus justru selalu kita ingat dan tak terlupakam. Ialah momen dimana ketika pihak pengurus merazia dadakan, entah razia larangan membawa Hp, atau razia lainnya. Saat momen seperti ini, biasanya para santri yang nakal tidak sesuai peraturan pesantren akan menjadi buronan utama.

5.Kamu pasti rindu teman dalam satu kamar, yang kini masin-masing sudah memiliki aktivitas yang berbeda-beda.


Biasanya saat di Pesantren, santri akan memiliki banyak kenangan dalam satu gotakan (bahasa kamar santri) karena setiap hari bersama-sama. Makan bareng/masak bareng, tidur berdampingan bareng, canda tawa bareng sambil menikmati rokok dan segelas kopi, menata kamar ataupun memperbaiki kamar bersama-sama. Indahnya kebersamaan itulah menjadi kenangan rindu kangen pondok pesantren serasa ingin mengulanginya lagi namun hal yang mustahil karena kamu sekarang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggung jawab yang lebih berat dirumah baik itu juga dalam bermasyarakat.

6.Persoalan cinta masa nyantri menjadi hal yang tak terlupakan?


Salah satu momen indah seorang santri adalah ketika dia teringat kisah cintanya diantara kamu sebagai santri putri dan santri putra. Dari sinilah biasanya muncul cinta pertama, yang ternyata bersemi di masa mondok. Mungkin tak bertahan lama, tetapi gak akan bisa dilupakan bahkan setelah bertahun-tahun berlalu. Apalagi jika dia menjadi pinangan pasangan halalmu sampai saat ini pasti kamu banyak mengenangnya bersama istrimu. Hhuhuhu syahduukan kisah asmaramu dulu walaupun harus ngumpet-ngumpet/diam-diam.

Momen inilah kamu untuk pertama kalinya mengenal rindu dengan lawan jenis, bahkan mungkin momen pertama kali kamu mengalami apa yang dinamakan cemburu karena di ternyata juga banyak disukai oleh teman dekatmu sendiri.

7.Acara perpisahan pesantren atau wisuda kelulusan, momen dimana semua sedang menyiapkan segala sesuatunya


Terakhir, momen yang paling kita rindukan adalah ketika wisuda kelulusan madhrasah terlebih memang pada saat itu memang kamu sudah tidak lagi mau mondok atau keluar sekalian dan juga mungkin pindaH pesantren lain demi mendalami Ilmu ditempat yang berbeda. Di masa ini semua teman santri kita sedang sekuat tenaga melakukan sandiwara sesuai perannya mulai dari awal sampai akhir kegiatan Haflah wisuda selesai.

Dan disaat itulah dalam acara tersebut ada santri baik putra maupun putri yang masih selalu tersenyum, yang bahagia, dan adapula yang meneteskan air mata sedih bahagia.

Sayangnya kejadian itu hanya semu, saat mereka yang tak melanjutkan belajar di Pesantren yang ia tinggali selama bertahun-tahun ini mereka pulang kerumah atau lanjut ketempat lain dan mulai menjalani kehidupan lain serta menjadi dirinya masing-masing. Kita juga sadar sebagaimana jikalau alumni yang membaca ini tempat mondok yang selama bertahun-tahun setiap hari ditinggali baik suka maupun duka dalam mengaji disana kini harus ditinggalkan.Semua hanya menyisakan dan mewarnai keindahan kenangan saja.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random