Pesantren sebagaimana kewajiban yang perlu kita laksanakan dengan penuh kesadaran, tetapi kadang juga menjelma jadi sesuatu yang menjenuhkan. Menuntut Ilmu di pesantren yang notabene kita kerjakan setiap hari dengan lancar dan enjoy kadang juga malah tersendat gara-gara kejenuhan yang kian berat dan terasa menyiksa. Ritme menjadi kunci sukses yang perlu diingat saat menuntut ilmu di pesantren, menuntut ilmu tanpa diimbangi dengan ritme yang sesuai bisa bikin kamu mengalami berbagai hal yang membosankan serta menyiksa. Belum lagi kamu harus menata suasana hati agar mesantren bukan jadi beban yang menyiksa melainkan tantangan yang harus dilawan. Tetapi kita kadang dalam belajar di Pesantren melawannya dengan sembrono, padahal sebenarnya bisa selesai dengan cara yang bijak.

Pesantren nggak bisa dilepaskan dengan urusan kesehatan (penyakit gudik biasanya, kegiatan hafal menghafal dll. Perlu dipahami bahwa anggapan pesantren adalah tempat yang menyiksa diri untuk mendapatkan keberkahan ilmu yang manfaat justru membuat keberhasilan nggak maksimal. Masuk pesantren yang kamu ambil pilihan sejak awal itu tiada kata menyiksa. Berikut kunci sukses mendapatkan ilmu yang perlu kita ingat.


1. Biarkan padatnya kesibukan jadwal mengaji/belajar mengalir, jika mood-mu terganggu dan menjadi beban buatmu, mending istirahat dulu sejenak atau juga bisa mencari hal-hal yang bisa membuatmu lepas dari beban yang kamu rasakan.

Menuntut ilmu di pesantren yang menyenangkan sebetulnya pasti juga kadang merasa bikin kepalamu berat, kadang juga bikin kamu merasa dirugikan karena waktu yang berkurang untuk bersenang-senang seperti orang-orang diluar sana. nyantri/belajar di pondok yang mengalir berarti kamu sedang mengerjakan hal yang menjadi kesukaanmu. Pun kalau mondok ini selalu menjenuhkanmu, cobalah untuk istrirahat sejenak yang bisa membuatmu tertawa lepas bahagia daripada moodmu rusak dan menjadi beban yang memberatkanmu.

2. Keadaan fisik yang menurun tak bisa dihindari, kamu butuh waktu sebentar untuk beristirahat agar pikiran kembali cemerlang

Selalu hemat tenaga dan harus pandai mengatur waktu, jangan karena terlalu asyik kamu lupa bahwa badanmu butuh istirahat dan asupan energi. Terlbih jika kamu mondok sambil kerja ataupun juga mondok sambil kuliah. Kamu punya banyak peluang untuk beristirahat, dan lumrah saja kamu menyisihkan beberapa menit untuk ngaso karena tak dimungkiri ini penting manfaatnya. Menuntut ilmu di pesantren yang menyenangkan, apalagi kalau memang mengaji ini adalah hobimu memang kadang membuatmu lupa waktu. Mesti rajin-rajin merasakan keadaan tubuhmu ini.

3. Lihat jam, jangan sampai deh belajar sampai larut malam sampai pagi jika disiang hari malah membuat kamu malas-malasan.

Kadang karena targetmu sendiri dan tekanan yang ada kamu jadi lupa waktu dan lupa jam. Hal ini malah perlahan menurunkan kualitas hidupmu. Jika disiang hari kamu tak bisa melakukan aktivitas sama sekali, beda hal jika kamu memang kuat dan semangat setiap waktu baik malam atau siang.

4. Rajin-rajin mengatur ritme waktu, ada kalanya belajar maraton perlu tapi nggak harus setiap hari seperti itu

Kegiatan harian yang wajib kala di Pesantren seperti bangun pagi, mandi, beraktivitas dan kembali tidur di malam hari bisa membuatmu jenuh. Pastikan saat kamu di pesantren kamu memiliki ritme yang bagus. Kamu harus paham kapan waktu yang tepat untuk istirahat dan kapan waktunya untuk belajar lagi. Kalau kamu melupakan hal ini bisa jadi beberapa tanggung jawabmu mengaji kitab-kitab, kamu selesaikan semaunya berlandaskan “yang penting mengaji”. Yah itu memang benar, tapi alangkah baiknya lebih bisa memuat bertambahnya potensi diri setiap hari. (Bertambahnya ilmu pengetahuan)

5. Lihat sekeliling, saat teman santri datang dan mengajakmu bermain ataupun hal-hal yang kurang positif, turuti kemauannya sesekali akan baik untuk menjaga kewarasan.

Ada-ada saja, kadang saat suasana hati sedang baik dan belajar sedang asyik-asyiknya dikerjakan dengan disiplin/istiqomah, teman santri malah datang mengalihkan konsentrasimu. Mungkin ini hal buruk bagimu jika sudah mepet banget dengan deadline PR yang diperintah ustad/zah (Guru). Tapi ada kalanya hal ini kamu syukuri, kamu bisa mengambil kesempatan menemani temanmu dengan sejenak beristirahat dari kesibukan ini. Toh, jika konsentrasi sudah buyar kamu nggak akan bisa mengerjakannya dengan ringan hati.

Pesantren yang kamu jalani setiap hari ini dan sudah mempunyai waktu yang cukup lama ini sekarang nggak akan membuatmu senang, ini seperti siksaan. Sebagai santri kamu harus jeli memilih aktivitas-aktivitas yang postif. Jangan sampai tenagamu habis hanya karena padatnya rutinitas ini, kamu perlu mengatur waktu istirahat, kamu nggak mau kan niat baikmu malah gugur karena luput menjaga kesehatan?

Jangan jadikan anggapan pesantren tempat yang menyiksa dan menjadikan kamu tak bisa menikmati hidup. Grafik potensi hidup kala di pesantren sebagai patokan. Ingat kamu adalah santri manusia biasa yang kelak akan jadi berlian ditengah-tengah masyarakat, butuh waktu mengumpulkan mood baik biar semua kesibukan bisa dieksekusi dengan nyaman.


Pesantren Tak Menyiksa Dan Bukan Pula Menjadikan Orang Tak Bisa Menikmati Hidup 5 Hal Ini kunci Sukses Mendapatkan Ilmu Perlu Diingat

Loading...

Pesantren sebagaimana kewajiban yang perlu kita laksanakan dengan penuh kesadaran, tetapi kadang juga menjelma jadi sesuatu yang menjenuhkan. Menuntut Ilmu di pesantren yang notabene kita kerjakan setiap hari dengan lancar dan enjoy kadang juga malah tersendat gara-gara kejenuhan yang kian berat dan terasa menyiksa. Ritme menjadi kunci sukses yang perlu diingat saat menuntut ilmu di pesantren, menuntut ilmu tanpa diimbangi dengan ritme yang sesuai bisa bikin kamu mengalami berbagai hal yang membosankan serta menyiksa. Belum lagi kamu harus menata suasana hati agar mesantren bukan jadi beban yang menyiksa melainkan tantangan yang harus dilawan. Tetapi kita kadang dalam belajar di Pesantren melawannya dengan sembrono, padahal sebenarnya bisa selesai dengan cara yang bijak.

Pesantren nggak bisa dilepaskan dengan urusan kesehatan (penyakit gudik biasanya, kegiatan hafal menghafal dll. Perlu dipahami bahwa anggapan pesantren adalah tempat yang menyiksa diri untuk mendapatkan keberkahan ilmu yang manfaat justru membuat keberhasilan nggak maksimal. Masuk pesantren yang kamu ambil pilihan sejak awal itu tiada kata menyiksa. Berikut kunci sukses mendapatkan ilmu yang perlu kita ingat.


1. Biarkan padatnya kesibukan jadwal mengaji/belajar mengalir, jika mood-mu terganggu dan menjadi beban buatmu, mending istirahat dulu sejenak atau juga bisa mencari hal-hal yang bisa membuatmu lepas dari beban yang kamu rasakan.

Menuntut ilmu di pesantren yang menyenangkan sebetulnya pasti juga kadang merasa bikin kepalamu berat, kadang juga bikin kamu merasa dirugikan karena waktu yang berkurang untuk bersenang-senang seperti orang-orang diluar sana. nyantri/belajar di pondok yang mengalir berarti kamu sedang mengerjakan hal yang menjadi kesukaanmu. Pun kalau mondok ini selalu menjenuhkanmu, cobalah untuk istrirahat sejenak yang bisa membuatmu tertawa lepas bahagia daripada moodmu rusak dan menjadi beban yang memberatkanmu.

2. Keadaan fisik yang menurun tak bisa dihindari, kamu butuh waktu sebentar untuk beristirahat agar pikiran kembali cemerlang

Selalu hemat tenaga dan harus pandai mengatur waktu, jangan karena terlalu asyik kamu lupa bahwa badanmu butuh istirahat dan asupan energi. Terlbih jika kamu mondok sambil kerja ataupun juga mondok sambil kuliah. Kamu punya banyak peluang untuk beristirahat, dan lumrah saja kamu menyisihkan beberapa menit untuk ngaso karena tak dimungkiri ini penting manfaatnya. Menuntut ilmu di pesantren yang menyenangkan, apalagi kalau memang mengaji ini adalah hobimu memang kadang membuatmu lupa waktu. Mesti rajin-rajin merasakan keadaan tubuhmu ini.

3. Lihat jam, jangan sampai deh belajar sampai larut malam sampai pagi jika disiang hari malah membuat kamu malas-malasan.

Kadang karena targetmu sendiri dan tekanan yang ada kamu jadi lupa waktu dan lupa jam. Hal ini malah perlahan menurunkan kualitas hidupmu. Jika disiang hari kamu tak bisa melakukan aktivitas sama sekali, beda hal jika kamu memang kuat dan semangat setiap waktu baik malam atau siang.

4. Rajin-rajin mengatur ritme waktu, ada kalanya belajar maraton perlu tapi nggak harus setiap hari seperti itu

Kegiatan harian yang wajib kala di Pesantren seperti bangun pagi, mandi, beraktivitas dan kembali tidur di malam hari bisa membuatmu jenuh. Pastikan saat kamu di pesantren kamu memiliki ritme yang bagus. Kamu harus paham kapan waktu yang tepat untuk istirahat dan kapan waktunya untuk belajar lagi. Kalau kamu melupakan hal ini bisa jadi beberapa tanggung jawabmu mengaji kitab-kitab, kamu selesaikan semaunya berlandaskan “yang penting mengaji”. Yah itu memang benar, tapi alangkah baiknya lebih bisa memuat bertambahnya potensi diri setiap hari. (Bertambahnya ilmu pengetahuan)

5. Lihat sekeliling, saat teman santri datang dan mengajakmu bermain ataupun hal-hal yang kurang positif, turuti kemauannya sesekali akan baik untuk menjaga kewarasan.

Ada-ada saja, kadang saat suasana hati sedang baik dan belajar sedang asyik-asyiknya dikerjakan dengan disiplin/istiqomah, teman santri malah datang mengalihkan konsentrasimu. Mungkin ini hal buruk bagimu jika sudah mepet banget dengan deadline PR yang diperintah ustad/zah (Guru). Tapi ada kalanya hal ini kamu syukuri, kamu bisa mengambil kesempatan menemani temanmu dengan sejenak beristirahat dari kesibukan ini. Toh, jika konsentrasi sudah buyar kamu nggak akan bisa mengerjakannya dengan ringan hati.

Pesantren yang kamu jalani setiap hari ini dan sudah mempunyai waktu yang cukup lama ini sekarang nggak akan membuatmu senang, ini seperti siksaan. Sebagai santri kamu harus jeli memilih aktivitas-aktivitas yang postif. Jangan sampai tenagamu habis hanya karena padatnya rutinitas ini, kamu perlu mengatur waktu istirahat, kamu nggak mau kan niat baikmu malah gugur karena luput menjaga kesehatan?

Jangan jadikan anggapan pesantren tempat yang menyiksa dan menjadikan kamu tak bisa menikmati hidup. Grafik potensi hidup kala di pesantren sebagai patokan. Ingat kamu adalah santri manusia biasa yang kelak akan jadi berlian ditengah-tengah masyarakat, butuh waktu mengumpulkan mood baik biar semua kesibukan bisa dieksekusi dengan nyaman.


Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random