Menjadi seorang santri generasi milenial memang diuntungkan dengan adanya berbagai kemudahan teknologi di zaman sekarang. Mulai dari kecanggihan teknologi komunikasi, transportasi, dan sarana prasarana lainnya, yang membuat semua orang lebih up to date. Walaupun mereka tidak semua santri mempunyai kisah asmara di pesantren namun dari beberapa sebagian anak santri tentu mempunyai cerita itu, dan biasanya pun kebanyakan dilakukan oleh anak pondok generasi milenial seperti sekrang ini terutama bagi mereka yang suka melanggar aturan-aturan yang ada di Pondok Pesantren serta juga yang diperbolehkan untuk membawa HP.

Nah jika menilik perbedaan kisah asmara santri jaman dulu pun pasti pernah mempunyai cerita cinta lebih dulu. Meski teknologi di zaman dulu belum seperti sekarang, namun untuk urusan percintaan seorang santri di zaman dulu yang mondok di pesantren bisa lebih romantis dan mendalam loh! Tidak heran jika sewaktu mondok di jaman dulu kisah cinta santri menjadi momen kenangan yang mengesan dan takkan terlupakan kenapa begitu ?? Berikut alasannya.

1.Belum ada handpond/ataupun aplikasi chating seperti sekarang ini

Di masa teknologi komunikasi belum sebanyak saat ini, pilihan terbaik bagi pasangan yang tengah dilanda rindu namun terpisah jarak adalah surat. Penantian yang dirasa ketika menunggu balasan surat dari pujaan hati tentu tak bisa dirasakan lagi oleh pasangan zaman sekarang yang bisa menuntaskan rindu dalam hitungan menit via aplikasi chatting.

2.Tidak mengenal yang namanya wakuncar
Pasti kenal betul istilah wakuncar atau waktu kunjung pacar, tetapi kalau istilah anak santri kalau jaman dulu mungkin berbeda yakni menyebutnya dengan istilah Taaruf.

3.Merasakan jauh lebih dari sekedar kata romantis, pasalnya mereka pacaran setelah pasangan yang halal. Disitulah mereka benar-benar merasakan keromantisan menjalin hubungan yang dimana mereka berdua belum pernah merasakan.

4.Surat-menyurat dibalik cinta yang terhalang oleh dinding Pesantren, hal ini tentu gak semua mereka melakukannya, tetapi pasti salah satu diantara dari sekian banyak anak pondok tentu ada.

5.Malu-malu diwaktu pertama kali menjadi pasangan yang sah, inilah sisi lain yang membedakan dari kisa santri jaman sekrang dengan jaman now.

Baca Juga:Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Santri Putra Dengan Santriwati Saat Di Pesantren

Kisah Cinta Santri Zaman Dulu Lebih Romantis Daripada Sekarang.Ini Alasannya

Loading...

Menjadi seorang santri generasi milenial memang diuntungkan dengan adanya berbagai kemudahan teknologi di zaman sekarang. Mulai dari kecanggihan teknologi komunikasi, transportasi, dan sarana prasarana lainnya, yang membuat semua orang lebih up to date. Walaupun mereka tidak semua santri mempunyai kisah asmara di pesantren namun dari beberapa sebagian anak santri tentu mempunyai cerita itu, dan biasanya pun kebanyakan dilakukan oleh anak pondok generasi milenial seperti sekrang ini terutama bagi mereka yang suka melanggar aturan-aturan yang ada di Pondok Pesantren serta juga yang diperbolehkan untuk membawa HP.

Nah jika menilik perbedaan kisah asmara santri jaman dulu pun pasti pernah mempunyai cerita cinta lebih dulu. Meski teknologi di zaman dulu belum seperti sekarang, namun untuk urusan percintaan seorang santri di zaman dulu yang mondok di pesantren bisa lebih romantis dan mendalam loh! Tidak heran jika sewaktu mondok di jaman dulu kisah cinta santri menjadi momen kenangan yang mengesan dan takkan terlupakan kenapa begitu ?? Berikut alasannya.

1.Belum ada handpond/ataupun aplikasi chating seperti sekarang ini

Di masa teknologi komunikasi belum sebanyak saat ini, pilihan terbaik bagi pasangan yang tengah dilanda rindu namun terpisah jarak adalah surat. Penantian yang dirasa ketika menunggu balasan surat dari pujaan hati tentu tak bisa dirasakan lagi oleh pasangan zaman sekarang yang bisa menuntaskan rindu dalam hitungan menit via aplikasi chatting.

2.Tidak mengenal yang namanya wakuncar
Pasti kenal betul istilah wakuncar atau waktu kunjung pacar, tetapi kalau istilah anak santri kalau jaman dulu mungkin berbeda yakni menyebutnya dengan istilah Taaruf.

3.Merasakan jauh lebih dari sekedar kata romantis, pasalnya mereka pacaran setelah pasangan yang halal. Disitulah mereka benar-benar merasakan keromantisan menjalin hubungan yang dimana mereka berdua belum pernah merasakan.

4.Surat-menyurat dibalik cinta yang terhalang oleh dinding Pesantren, hal ini tentu gak semua mereka melakukannya, tetapi pasti salah satu diantara dari sekian banyak anak pondok tentu ada.

5.Malu-malu diwaktu pertama kali menjadi pasangan yang sah, inilah sisi lain yang membedakan dari kisa santri jaman sekrang dengan jaman now.

Baca Juga:Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Santri Putra Dengan Santriwati Saat Di Pesantren

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random