Mendengar pengalaman hijrah ataupun merantau pertama kali kita masuk pesantren (mondok) keluar kota, tentu hal yang paling mengesankan dan adakalanya juga hal yang dirasakan anak rantau, yaitu seorang santri yang baru pertama kali merasakan masa-masa sulit yang harus dihadapi. Merantau ke Pesantren atau hijrah untuk mondok tentu harus beradaptasi dengan lingkungan baru serta teman-teman yang baru.

Disisi lain juga hal itu tentu membuat seseorang yang mempunyai tipe tak mau merantau ke pesantren, dan hal lainnya juga, merantau untuk kuliah yang jauh, bekerja dll. Hijrah dari kampung halaman meninggalkan keluarga, teman termasuk pengorbanan yang harus dijalani dengan lapang dada demi meraih cita-cita masa depan yang lebih baik.

Perlu kita ketahui hai anak rantau, kemanapun kita hijrah entah itu dalam dunia pendidikan pesantren, bekerja ataupun kuliah ke luar daerah tentu kita akan banyak memiliki pengalaman yang lebih. Lalu apa saja sih kelebihan ataupun manfaat yang bisa kita dapatkan saat hijrah ke kejauhan dari zona nyaman yang sebelumnya kita tinggali itu, apalagi disaat kita masih muda:

1.Hidup sebagai anak rantau dari kejauhan keluarga tentu kita akan lebih bisa mandiri

Merantau atau hijrah membuat keberadaan tempat yang kita tinggali itu menjadikan kita secara otomatis untuk dituntut berbagai hal melakukan dengan tangan kita sendiri. Kebiasaan tersebut bisa menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Untuk kita yang sebelumnya kala dirumah melakukan apa-apa harus ada bantuan orang tua, tapi kalau dengan kita hijrah atau merantau tentu ada kelebihan dan manfaatnya sendiri bagi kita.

2.Tanggung jawab ditanah rantau lebih kita kerjakan dengan penuh rasa dan menjadi lebih puas kita selesaikan sendiri

Hal yang paling besar dalam hidup itu adalah tentang menjalani kewajiban atas tanggung jawab yang kita miliki sewaktu berjauhan dari keluarga atau orang tua. Seperti halnya dalam hal mencuci pakaian, tugas-tugas dari sekolah serta segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari.Dari hal itu kita akan dibiasakan menjadi sosok pribadi yang bisa di pertanggungjawabkan kelak.

3.Hidup bersosial harus kita tempuh guna untuk beradaptasi dengan lingkungan

Tuntutan yang terketuk atau datang dari hati dan pikiran saat ditanah hijrah tentu banyak hal-hal baru yang kita dapatkan, salah satunya yaitu harus hidup bersosial menjaga ikatan silahturahmi dengan lingkungan baru itu. Mulai dari perbedaan yang kita temui, adat lingkungan itu, dan lain-lain sebagainya yang harus kita pelajari.

Awal mulanya pasti kita menganggap aneh orang-orang yang berada dilingkungan baru kita tersebut. Tetapi sebenarnya kita banyak belajar dari situ. Kemudian jika nantinya kita berada dalam lingkungan baru tentu kita akan secara cepat dan mudah beradaptasi tanpa memerlukan cara-cara yang rumit lagi.

4.Mempunyai Managenent untuk bertahan hidup selalu ada cara itu pasti

Dihari-hari tertentu seperti tengah bulan, akhir bulan sebagai anak rantau entah santri, mahasiswa, pekerja tentu kebanyakan rata-rata selalu kehabisan bekal atau menipis uangnya. Karena hidup jauh dari orang tua sudah pasti dikala merantau akan mempunyai segala cara untuk tetap bisa bertahan hidup. Dari sinilah seorang anak rantau mulai tumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih tahan akan halangan dan rintangan.

5.Benci tantangan yang dihadapi namun kita tetap akan dituntut untuk menyukainya

Apapun itu halang rintang cobaannya yang sebetulnya tak kita sukai, namun apa daya sebagai anak rantau tentu kita akan dintuntut untuk menghadapinya dengan suka cita. Hal tersebut kita juga akan dibiasakan olehnya, jika nanti kita menemuinya lagi kala ditanah kelahiran rintangan cobaan itu menjadi hal kecil yang kita hadapi.

6.Kita mengambil keputusan sendiri dengan tegas

Secara pribadi kita lebih diuntungkan banyak berpenglaman dalam segi memutuskan segala sesuatu saat diperantauan itu, kamu akan lebih gampang dalam mempertimbangkan segala sesuatu.

7.Banyak belajar tentang mengikhlaskan sesuatu

Mengikhlaskan segala sesuatu itu memang tidak mudah, apalagi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Namun ketika kamu tinggal di tanah perantauan, maka kamu akan banyak mendapatkan pelajaran tentang keikhlasan.

8.Lebih percaya diri berhadapan dengan siapapun

Mungkin sebelum kita hijrah, kita adalah seseorang yang pemalu dan tidak percaya diri. Namun setelah kita pergi merantau seiring berjalannya waktu, rasa pede tentu akan muncul dengan sendirinya. Pasalnya didalam keseharian perantauan kita harus sering berkomunikasi dengan orang-orang baru, belajar menyesuaikan lingkungan baru seperti : bersilaturahmi dengan tetangga atau sekedar berkenalan dan mengurus surat tinggalmu dengan pak RT.

9.Lebih cerdas dalam memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam segala pergaulan

Disaat merantau kita tentu sebagai seorang harus pintar-pintar dalam memilah hal yang positif dan mana yang buruk biar perjalanan ini gak sia-sia. Nah untuk mereka yang belum sama sekali merantau tentu sangatlah beda dengan yang merantau. Semua perlu kita sadari lebih cerdas agar tak mengecewakan keluarga.

Nah, apabila kita memang benar-benar mempunyai niat dan tujuan yang kuat tentu hal ini secara tidak langsung kita akan bertambah kelebihan kita dan akan mendapatkan banyak manfaat. Dan dari situlah kita akan lebih memahami sesuatu terlebih dahulu sebelum pilihan yang negatif itu terjadi.

10.Secara tidak langsung kita lama kelamaan akan mempunyai niatan untuk menghilangkan sifat-sifat arogan

Mungkin kita adalah sosok orang yang di pandang oleh masyarakat di kampung karena orang tuamu memiliki kedudukan di daerahmu. Namun, saat kamu berada di tanah rantau orang-orang akan menilai kamu dari nol.

Di saat itulah kita mulai belajar untuk membangun suatu hubungan pertemanan yang baru di tanah perantauan. Dari situ sifat arogan yang dulu kita punya saat di kampung perlahan akan mulai menghilang dari kehidupan.

10 Kelebihan Dan Manfaat Hijrahmu Kuliah, Bekerja Ataupun Mesantren. Anak Rantau Wajib Baca

Loading...

Mendengar pengalaman hijrah ataupun merantau pertama kali kita masuk pesantren (mondok) keluar kota, tentu hal yang paling mengesankan dan adakalanya juga hal yang dirasakan anak rantau, yaitu seorang santri yang baru pertama kali merasakan masa-masa sulit yang harus dihadapi. Merantau ke Pesantren atau hijrah untuk mondok tentu harus beradaptasi dengan lingkungan baru serta teman-teman yang baru.

Disisi lain juga hal itu tentu membuat seseorang yang mempunyai tipe tak mau merantau ke pesantren, dan hal lainnya juga, merantau untuk kuliah yang jauh, bekerja dll. Hijrah dari kampung halaman meninggalkan keluarga, teman termasuk pengorbanan yang harus dijalani dengan lapang dada demi meraih cita-cita masa depan yang lebih baik.

Perlu kita ketahui hai anak rantau, kemanapun kita hijrah entah itu dalam dunia pendidikan pesantren, bekerja ataupun kuliah ke luar daerah tentu kita akan banyak memiliki pengalaman yang lebih. Lalu apa saja sih kelebihan ataupun manfaat yang bisa kita dapatkan saat hijrah ke kejauhan dari zona nyaman yang sebelumnya kita tinggali itu, apalagi disaat kita masih muda:

1.Hidup sebagai anak rantau dari kejauhan keluarga tentu kita akan lebih bisa mandiri

Merantau atau hijrah membuat keberadaan tempat yang kita tinggali itu menjadikan kita secara otomatis untuk dituntut berbagai hal melakukan dengan tangan kita sendiri. Kebiasaan tersebut bisa menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih mandiri.

Untuk kita yang sebelumnya kala dirumah melakukan apa-apa harus ada bantuan orang tua, tapi kalau dengan kita hijrah atau merantau tentu ada kelebihan dan manfaatnya sendiri bagi kita.

2.Tanggung jawab ditanah rantau lebih kita kerjakan dengan penuh rasa dan menjadi lebih puas kita selesaikan sendiri

Hal yang paling besar dalam hidup itu adalah tentang menjalani kewajiban atas tanggung jawab yang kita miliki sewaktu berjauhan dari keluarga atau orang tua. Seperti halnya dalam hal mencuci pakaian, tugas-tugas dari sekolah serta segala hal yang berhubungan dengan kegiatan yang kita lakukan sehari-hari.Dari hal itu kita akan dibiasakan menjadi sosok pribadi yang bisa di pertanggungjawabkan kelak.

3.Hidup bersosial harus kita tempuh guna untuk beradaptasi dengan lingkungan

Tuntutan yang terketuk atau datang dari hati dan pikiran saat ditanah hijrah tentu banyak hal-hal baru yang kita dapatkan, salah satunya yaitu harus hidup bersosial menjaga ikatan silahturahmi dengan lingkungan baru itu. Mulai dari perbedaan yang kita temui, adat lingkungan itu, dan lain-lain sebagainya yang harus kita pelajari.

Awal mulanya pasti kita menganggap aneh orang-orang yang berada dilingkungan baru kita tersebut. Tetapi sebenarnya kita banyak belajar dari situ. Kemudian jika nantinya kita berada dalam lingkungan baru tentu kita akan secara cepat dan mudah beradaptasi tanpa memerlukan cara-cara yang rumit lagi.

4.Mempunyai Managenent untuk bertahan hidup selalu ada cara itu pasti

Dihari-hari tertentu seperti tengah bulan, akhir bulan sebagai anak rantau entah santri, mahasiswa, pekerja tentu kebanyakan rata-rata selalu kehabisan bekal atau menipis uangnya. Karena hidup jauh dari orang tua sudah pasti dikala merantau akan mempunyai segala cara untuk tetap bisa bertahan hidup. Dari sinilah seorang anak rantau mulai tumbuh untuk menjadi pribadi yang lebih tahan akan halangan dan rintangan.

5.Benci tantangan yang dihadapi namun kita tetap akan dituntut untuk menyukainya

Apapun itu halang rintang cobaannya yang sebetulnya tak kita sukai, namun apa daya sebagai anak rantau tentu kita akan dintuntut untuk menghadapinya dengan suka cita. Hal tersebut kita juga akan dibiasakan olehnya, jika nanti kita menemuinya lagi kala ditanah kelahiran rintangan cobaan itu menjadi hal kecil yang kita hadapi.

6.Kita mengambil keputusan sendiri dengan tegas

Secara pribadi kita lebih diuntungkan banyak berpenglaman dalam segi memutuskan segala sesuatu saat diperantauan itu, kamu akan lebih gampang dalam mempertimbangkan segala sesuatu.

7.Banyak belajar tentang mengikhlaskan sesuatu

Mengikhlaskan segala sesuatu itu memang tidak mudah, apalagi hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Namun ketika kamu tinggal di tanah perantauan, maka kamu akan banyak mendapatkan pelajaran tentang keikhlasan.

8.Lebih percaya diri berhadapan dengan siapapun

Mungkin sebelum kita hijrah, kita adalah seseorang yang pemalu dan tidak percaya diri. Namun setelah kita pergi merantau seiring berjalannya waktu, rasa pede tentu akan muncul dengan sendirinya. Pasalnya didalam keseharian perantauan kita harus sering berkomunikasi dengan orang-orang baru, belajar menyesuaikan lingkungan baru seperti : bersilaturahmi dengan tetangga atau sekedar berkenalan dan mengurus surat tinggalmu dengan pak RT.

9.Lebih cerdas dalam memilih mana yang baik dan mana yang buruk dalam segala pergaulan

Disaat merantau kita tentu sebagai seorang harus pintar-pintar dalam memilah hal yang positif dan mana yang buruk biar perjalanan ini gak sia-sia. Nah untuk mereka yang belum sama sekali merantau tentu sangatlah beda dengan yang merantau. Semua perlu kita sadari lebih cerdas agar tak mengecewakan keluarga.

Nah, apabila kita memang benar-benar mempunyai niat dan tujuan yang kuat tentu hal ini secara tidak langsung kita akan bertambah kelebihan kita dan akan mendapatkan banyak manfaat. Dan dari situlah kita akan lebih memahami sesuatu terlebih dahulu sebelum pilihan yang negatif itu terjadi.

10.Secara tidak langsung kita lama kelamaan akan mempunyai niatan untuk menghilangkan sifat-sifat arogan

Mungkin kita adalah sosok orang yang di pandang oleh masyarakat di kampung karena orang tuamu memiliki kedudukan di daerahmu. Namun, saat kamu berada di tanah rantau orang-orang akan menilai kamu dari nol.

Di saat itulah kita mulai belajar untuk membangun suatu hubungan pertemanan yang baru di tanah perantauan. Dari situ sifat arogan yang dulu kita punya saat di kampung perlahan akan mulai menghilang dari kehidupan.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random