Menjalani kehidupan di Pondok Pesantren emang nggak mudah. Ada tantangan-tantangan yang perlu di hadapi, terlebih kamu saat ini menjadi seorang santri yang tergolong santri generasi milenial. Tantangan itulah yang biasanya bisa membuat menyerah. Karena santri jaman sekarang so pasti di tuntut berbagi hal yang otomatis berjalan mengikuti arus dunia ini yang semakin maju.

Yaaa, bagi seorang santri yang masih setia tinggal di Pesantren bahkan hingga belasan tahun mondok, berusahalah keras untuk lebih berkembang menjadi pribadi yang sukses. Bukan hanya sekedar bertahan lama tinggal di Pondok Pesantren tetapi bertahan sekaligus berkembang sukses saat mondok yang juga hal ini jarang di lakukan orang lain.

Biar kamu bisa bertahan saat di rantauan pesantren sekaligus sukses berkembang, kamu juga harus melakukan peran-peran penting menjalani kehidupan sebagai seorang santri generasi milenial. Ada hal-hal yang perlu kamu lakukan. Mulai dari bersikap keras pada diri sendiri  mengingat ada keluarga yang diam-diam mendoakanmu dalam hati setiap harinya.

Berikut 6 tantangan yang harus kamu hadapi sebagai seorang santri jaman now (jaman sekarang):

1.Buanglah rasa malas pada diri sendiri, Disitulah santri bisa lebih mandiri dan berani

Hidup di Pesantren tidak secara otomatis membuat anak santri jadi mandiri. Memiliki rasa malas tentu akan selalu ada. Tinggal bagaiamana kamu sebagai seorang santri menyikapinya. Namun, bersikap keras terhadap diri sendiri itu menjadi pilihan yang semestinya tertanam dalam diri. Bersikap keras pada diri sendiri bukan berarti kamu menyiksa diri. Namun kamu bersikap lebih dari biasanya. Lebih rajin. Lebih sadar kesehatan. Atau lebih berani dalam mengambil tindakan. Dari bersikap keras pada diri sendiri, kamu jadi lebih mandiri dan berani dalam menjalani kehidupan di perantauan.

2.Tetaplah berteman dengan siapa saja, namun kamu juga wajib ngerti tanda teman santri yang baik, suapaya kamu lebih terjaga dan bisa lebih waspada terhadap pergaulan teman yang tak patut kamu tiru.

3.Aktiflah dengan berbagai kesukaan yang sesuai dengan pilihanmu, hobi serta cita-citamu perlu kamu lakukan. Dari situlah kamu bisa nyaman tinggal di pesantren dan lebih berkembang.

4.Tuntutan belajar yang sangat ketat, seperti mengahafal perlu kamu sikapi dengan bijak sebagai bentuk kedewasaan seorang santri. Lelah dan sulit untuk menghafal saat mondok itu bukan suatu alasan yang tepat, coba lagi dan jangan menyerah pada keadaan yang membuat kamu jadi pribadi yang nggak berkembang.

5.Disaat santri kehabisan bekal/Menipis, janganlah kamu memberi kabar orang tua dengan tergesa-gesa. Coba carilah peluang usaha yang pas dan cocok di Pesantren siapa tahu ada peluang.

6.Kamu mungkin sangat lama bertahan di pesantren, bahkan belasan tahun, Karena nyaman sekali di Pesantren karena mungkin kamu mondok sambil bekerja.

Tapi perlu di perhatikan juga, sisihkan sedikit penghasilan itu untuk keperluan kelurga dan buat jenjang masa depanmu terlebih tabungan buat ke pernikahan nanti.

7.Disaat kamu didera cobaan penyakit itulah yang seharusnya kamu sadari, itu menjadi bagian hidup bahwa kamu semestinya bisa sehat lagi dengan caramu sendiri. Karena sembuh dengan cara keyakinan diri sendiri itu adalah obat utama paling manjur. Apalagi kamu jauh dari keluarga yang udah pasti seharusnya itulah kamu lakukan. Siapa lagi kalau bukan dirimu sendiri.

8.Meskipun seorang santri jauh dari orang tua, mereka tentu selalu mendoakanmu diam-diam. Maka teruslah berjuang sampai titik terang jalan kamu terlihat.

Santri Generasi Milenial 8 Tantangan Agar Berkembang Sukses Ini Perlu Dilakukan Saat Di Pesantren


Menjalani kehidupan di Pondok Pesantren emang nggak mudah. Ada tantangan-tantangan yang perlu di hadapi, terlebih kamu saat ini menjadi seorang santri yang tergolong santri generasi milenial. Tantangan itulah yang biasanya bisa membuat menyerah. Karena santri jaman sekarang so pasti di tuntut berbagi hal yang otomatis berjalan mengikuti arus dunia ini yang semakin maju.

Yaaa, bagi seorang santri yang masih setia tinggal di Pesantren bahkan hingga belasan tahun mondok, berusahalah keras untuk lebih berkembang menjadi pribadi yang sukses. Bukan hanya sekedar bertahan lama tinggal di Pondok Pesantren tetapi bertahan sekaligus berkembang sukses saat mondok yang juga hal ini jarang di lakukan orang lain.

Biar kamu bisa bertahan saat di rantauan pesantren sekaligus sukses berkembang, kamu juga harus melakukan peran-peran penting menjalani kehidupan sebagai seorang santri generasi milenial. Ada hal-hal yang perlu kamu lakukan. Mulai dari bersikap keras pada diri sendiri  mengingat ada keluarga yang diam-diam mendoakanmu dalam hati setiap harinya.

Berikut 6 tantangan yang harus kamu hadapi sebagai seorang santri jaman now (jaman sekarang):

1.Buanglah rasa malas pada diri sendiri, Disitulah santri bisa lebih mandiri dan berani

Hidup di Pesantren tidak secara otomatis membuat anak santri jadi mandiri. Memiliki rasa malas tentu akan selalu ada. Tinggal bagaiamana kamu sebagai seorang santri menyikapinya. Namun, bersikap keras terhadap diri sendiri itu menjadi pilihan yang semestinya tertanam dalam diri. Bersikap keras pada diri sendiri bukan berarti kamu menyiksa diri. Namun kamu bersikap lebih dari biasanya. Lebih rajin. Lebih sadar kesehatan. Atau lebih berani dalam mengambil tindakan. Dari bersikap keras pada diri sendiri, kamu jadi lebih mandiri dan berani dalam menjalani kehidupan di perantauan.

2.Tetaplah berteman dengan siapa saja, namun kamu juga wajib ngerti tanda teman santri yang baik, suapaya kamu lebih terjaga dan bisa lebih waspada terhadap pergaulan teman yang tak patut kamu tiru.

3.Aktiflah dengan berbagai kesukaan yang sesuai dengan pilihanmu, hobi serta cita-citamu perlu kamu lakukan. Dari situlah kamu bisa nyaman tinggal di pesantren dan lebih berkembang.

4.Tuntutan belajar yang sangat ketat, seperti mengahafal perlu kamu sikapi dengan bijak sebagai bentuk kedewasaan seorang santri. Lelah dan sulit untuk menghafal saat mondok itu bukan suatu alasan yang tepat, coba lagi dan jangan menyerah pada keadaan yang membuat kamu jadi pribadi yang nggak berkembang.

5.Disaat santri kehabisan bekal/Menipis, janganlah kamu memberi kabar orang tua dengan tergesa-gesa. Coba carilah peluang usaha yang pas dan cocok di Pesantren siapa tahu ada peluang.

6.Kamu mungkin sangat lama bertahan di pesantren, bahkan belasan tahun, Karena nyaman sekali di Pesantren karena mungkin kamu mondok sambil bekerja.

Tapi perlu di perhatikan juga, sisihkan sedikit penghasilan itu untuk keperluan kelurga dan buat jenjang masa depanmu terlebih tabungan buat ke pernikahan nanti.

7.Disaat kamu didera cobaan penyakit itulah yang seharusnya kamu sadari, itu menjadi bagian hidup bahwa kamu semestinya bisa sehat lagi dengan caramu sendiri. Karena sembuh dengan cara keyakinan diri sendiri itu adalah obat utama paling manjur. Apalagi kamu jauh dari keluarga yang udah pasti seharusnya itulah kamu lakukan. Siapa lagi kalau bukan dirimu sendiri.

8.Meskipun seorang santri jauh dari orang tua, mereka tentu selalu mendoakanmu diam-diam. Maka teruslah berjuang sampai titik terang jalan kamu terlihat.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random