sumber foto:redaksiindonesia.com

Suatu hari ada seorang muhibbin bertanya kepada Hbib Gasim bin Ahmad Baharun. "Usatadz. Anda ini sungguh mengagumkan sekali, mempunyai anak dan semuanya menjadi ulama yang bermanfaat. Bukan baik untuk diri sendiri, tapi juga bisa memperbaiki umat. Kalau boleh tahu, apa tips dan rahasianya agar memiliki putra yang menjadi ulama?"

Habib Gasim balik bertanya, Kamu berapa kali mendoakan anakmu?"

"Tiap kali saya doakan diri saya, saya juga mendoakan anak saya."

"Berapa kali kamu mendoakan dirimu sendiri?"

"Setiap selesai melaksanakan shalat, saya berdoa untuk saya dan juga anak saya."

"Hmm.. Kamu tahu, semenjak anak saya bayi sampai dia sekolah, setiap saya melihatnya saya selalu berdoa untuknya. Ketika melihat dia sedang main-main, saya berdoa, Ya Allah baguskan nasibnya.' Ketika melihat dia sedang menonton film kartun, 'Ya Allah bahagiakan hidupnya dunia akhirat.' Saya melihat anak saya sedang makan, 'Ya Allah karuniakan rizki yang melimpah baginya, yang berkah dan membawa kebaikan. 'Saya melihat anak saya sedang tidur. 'Ya Allah pandanglah ia dengan pandangan kasih sayang-Mu. Tiap kali saya melihat anak saya, saya doakan dia. Doa apa saja yang terlintas dalam pikiran, karena saya yakin entah sekarang atau lusa, pasti ada di antara doa-doa tersebut yang diijabah oleh Allah.

Itulah bagaimana cara memiliki anak agar menjadi ulama/Kiai, dengan setiap saat mendoakan anak ketika melihatnya mulai sejak lahir hingga beranjak dewasa tanpa henti. Wejangan diatas diambil dari Buku Oase Jiwa 2, buku yang mengambil rangkuman-rangkuman pengajian mbah KH. Maimun Zubair. Bagi siapa saja yang ingin memiliki buku Oase Jiwa 2 bisa klik whatshap disini.

Tips Dan Rahasia Agar Memiliki Anak Yang Menjadi Ulama/Kiai Oleh Habib Gasim Bin Baharun

sumber foto:redaksiindonesia.com

Suatu hari ada seorang muhibbin bertanya kepada Hbib Gasim bin Ahmad Baharun. "Usatadz. Anda ini sungguh mengagumkan sekali, mempunyai anak dan semuanya menjadi ulama yang bermanfaat. Bukan baik untuk diri sendiri, tapi juga bisa memperbaiki umat. Kalau boleh tahu, apa tips dan rahasianya agar memiliki putra yang menjadi ulama?"

Habib Gasim balik bertanya, Kamu berapa kali mendoakan anakmu?"

"Tiap kali saya doakan diri saya, saya juga mendoakan anak saya."

"Berapa kali kamu mendoakan dirimu sendiri?"

"Setiap selesai melaksanakan shalat, saya berdoa untuk saya dan juga anak saya."

"Hmm.. Kamu tahu, semenjak anak saya bayi sampai dia sekolah, setiap saya melihatnya saya selalu berdoa untuknya. Ketika melihat dia sedang main-main, saya berdoa, Ya Allah baguskan nasibnya.' Ketika melihat dia sedang menonton film kartun, 'Ya Allah bahagiakan hidupnya dunia akhirat.' Saya melihat anak saya sedang makan, 'Ya Allah karuniakan rizki yang melimpah baginya, yang berkah dan membawa kebaikan. 'Saya melihat anak saya sedang tidur. 'Ya Allah pandanglah ia dengan pandangan kasih sayang-Mu. Tiap kali saya melihat anak saya, saya doakan dia. Doa apa saja yang terlintas dalam pikiran, karena saya yakin entah sekarang atau lusa, pasti ada di antara doa-doa tersebut yang diijabah oleh Allah.

Itulah bagaimana cara memiliki anak agar menjadi ulama/Kiai, dengan setiap saat mendoakan anak ketika melihatnya mulai sejak lahir hingga beranjak dewasa tanpa henti. Wejangan diatas diambil dari Buku Oase Jiwa 2, buku yang mengambil rangkuman-rangkuman pengajian mbah KH. Maimun Zubair. Bagi siapa saja yang ingin memiliki buku Oase Jiwa 2 bisa klik whatshap disini.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random