Mungkin bagi siapa saja tentu mempunyai cerita-cerita nyata pengorbanan tentang cinta, tak lain juga seorang santri. Meski hidup di Pesantren dan so pasti terhalang oleh tembok dinding Pesantren serta peraturan yang ada, baik secara hukum Agama atau aturan-aturan Ponpes tetap saja ada yang namanya kisah cinta antara santriwan dengan santriwati. Yah, Seperti yang dialami juga oleh santriyai.com yang juga mempunyai sebuah kisah nyata pengorbanan cinta terhadap santriwati/santri putri yang menjalani hubungan diam-diam saat di Pesantren, tanpa sepengetahuan oleh pengasuh dan pengurus Ponpes.

Kisah ini muncul saat awal-awal ketika itu santriyai.com menjadi santri baru di salah satu pondok di Jawa. Dimana pada suatu ketika bertemu dengan sosok wanita pesantren yang membuat jantung ini berdebar-debar hingga ane jatuh cinta kepadannya. Pada saat itulah seiring berjalannya waktu saya mempunyai tekad untuk mendekatinya dengan berfikiran ia bisa menjadi pacar, yang tentunya tanpa sepengetahuan pihak-pihak pengurus ponpes. Karena apabila ketahuan sudah pasti akan dihukum berat bahkan bisa jadi dikeluarkan dari pondok.

Sebut saja dia namanya fulan seorang santriwati yang dimana menjadi pandangan pertama kali saya yang membuat hati ini campur aduk tak karuan. Karena tempat mondok saya memperbolehkan para santrinya membawa handpondne (HP) maka di situlah saya bisa mengambil keuntungan untuk mendekati santri putri tersebut.

Berawal dari mencari-cari akun Facebooknya disitulah saya bisa tahu informasinya. Ya, namanya juga masih tergolong santri jaman now hal yang lumrah dan sangat mudah untuk berbuat nakal. Mulai inbok dia lewat akun fb sekedar basa-basi demi bermodus mendapatkan nomer teleponnya. Dan di saat itulah hatiku bertambah berdebar kencang karena dia ternyata juga meresponku dengan baik hingga memberikan nomer teleponnya. Setelah mendapatkan nomer telepon hingga action untuk menaklukkan hatinya dengan cara chattingan di mulai hingga beberapa hari. Ku gombali dia dengan kata rayuan-rayuan manis cinta akhirnya selang seminggu dia bisa menjadi cinta monyet (PACAR)hehehe

Pengorbanan-pengorbanan cinta pun dimulai walaupun berakhir dengan sedih dan penyesalan itu cukup memberikan pengalaman pacaran di Pesantren yang bisa buat pelajaran yang berharga. Karena di kala itu cukup menguras tenaga dan sedikit uang demi rasa cinta terhdapnya tetap bisa terjaga. Mulai dari hujan-hujan dimalam hari untuk membeli makanan dia bersama-teman-temannya santri putri di asrama, ku tetap berjuang menjaga hubungan itu. Padahal waktu itu uang yang ada didalam kantongku ngepres banget tidak cukup untuk bertahan sampai kiriman masuk rekening. Semua kulakukan demi dia bisa makin bertambah cinta sehingga di saat itu yang ada dalam pikiranku hanya kelak dia bisa jadi istriku.hehehe

Namun kisah cinta saat di Pesantren itu berakhir penyesalan sedih menyiksa batin. Karena saat di dalam madrasah mendapat sindiran-sindiran dari ustad tentang tema pergaulan anak santri jaman sekarang. Jadi ku putuskan saja dia namun tetap masih menjalin komunikasi dengan baik dan tetap menjalani hari-hari seperti biasa dengan menganggap dia hanyalah teman seperjuangan menuntut ilmu di Pondok.

Tetapi seiring bejalannya waktu dia ternyata makin menjauh denganku, mulai hilang kontak dan di sudah boyong (keluar dari pesantren duluan). Hingga lama-lama tak saling komunikasi terdengar dia akan menikah dan sampai saat ini sudah mempunyai anak.huhuhuhu

Begitulah jatuh cinta anak remaja, terkadang di saat jatuh cinta dengan wanita merasa dia adalah sosok pasangan yang tepat dan mempunyai keyakinan dia adalah jodoh untuk dirinya. Tetapi semua itu rata-rata hanyalah pembohongan diri, yang berarti nafsu saja. Banyak orang mengalami pacaran lama tetapi berakhir dengan sakit hati walaupun juga tidak sedikit yang samapai kejenjang pernikahan. Namun jika dilihat dengan seksama saat pacaran itu banyak hal kerugian-kerugian yang dialami kedua pasangan, mulai dari saling adu pendapat dan biasanya berakhir pertengkaran, saling benci-membenci, saling mepersalahkan, curhat dengan teman dekat ngegosipin dia dll sebagainya.


Kisah Nyata Pengorbanan Cinta Santri Putra Dengan Santriwati Saat Di Pesantren

Loading...

Mungkin bagi siapa saja tentu mempunyai cerita-cerita nyata pengorbanan tentang cinta, tak lain juga seorang santri. Meski hidup di Pesantren dan so pasti terhalang oleh tembok dinding Pesantren serta peraturan yang ada, baik secara hukum Agama atau aturan-aturan Ponpes tetap saja ada yang namanya kisah cinta antara santriwan dengan santriwati. Yah, Seperti yang dialami juga oleh santriyai.com yang juga mempunyai sebuah kisah nyata pengorbanan cinta terhadap santriwati/santri putri yang menjalani hubungan diam-diam saat di Pesantren, tanpa sepengetahuan oleh pengasuh dan pengurus Ponpes.

Kisah ini muncul saat awal-awal ketika itu santriyai.com menjadi santri baru di salah satu pondok di Jawa. Dimana pada suatu ketika bertemu dengan sosok wanita pesantren yang membuat jantung ini berdebar-debar hingga ane jatuh cinta kepadannya. Pada saat itulah seiring berjalannya waktu saya mempunyai tekad untuk mendekatinya dengan berfikiran ia bisa menjadi pacar, yang tentunya tanpa sepengetahuan pihak-pihak pengurus ponpes. Karena apabila ketahuan sudah pasti akan dihukum berat bahkan bisa jadi dikeluarkan dari pondok.

Sebut saja dia namanya fulan seorang santriwati yang dimana menjadi pandangan pertama kali saya yang membuat hati ini campur aduk tak karuan. Karena tempat mondok saya memperbolehkan para santrinya membawa handpondne (HP) maka di situlah saya bisa mengambil keuntungan untuk mendekati santri putri tersebut.

Berawal dari mencari-cari akun Facebooknya disitulah saya bisa tahu informasinya. Ya, namanya juga masih tergolong santri jaman now hal yang lumrah dan sangat mudah untuk berbuat nakal. Mulai inbok dia lewat akun fb sekedar basa-basi demi bermodus mendapatkan nomer teleponnya. Dan di saat itulah hatiku bertambah berdebar kencang karena dia ternyata juga meresponku dengan baik hingga memberikan nomer teleponnya. Setelah mendapatkan nomer telepon hingga action untuk menaklukkan hatinya dengan cara chattingan di mulai hingga beberapa hari. Ku gombali dia dengan kata rayuan-rayuan manis cinta akhirnya selang seminggu dia bisa menjadi cinta monyet (PACAR)hehehe

Pengorbanan-pengorbanan cinta pun dimulai walaupun berakhir dengan sedih dan penyesalan itu cukup memberikan pengalaman pacaran di Pesantren yang bisa buat pelajaran yang berharga. Karena di kala itu cukup menguras tenaga dan sedikit uang demi rasa cinta terhdapnya tetap bisa terjaga. Mulai dari hujan-hujan dimalam hari untuk membeli makanan dia bersama-teman-temannya santri putri di asrama, ku tetap berjuang menjaga hubungan itu. Padahal waktu itu uang yang ada didalam kantongku ngepres banget tidak cukup untuk bertahan sampai kiriman masuk rekening. Semua kulakukan demi dia bisa makin bertambah cinta sehingga di saat itu yang ada dalam pikiranku hanya kelak dia bisa jadi istriku.hehehe

Namun kisah cinta saat di Pesantren itu berakhir penyesalan sedih menyiksa batin. Karena saat di dalam madrasah mendapat sindiran-sindiran dari ustad tentang tema pergaulan anak santri jaman sekarang. Jadi ku putuskan saja dia namun tetap masih menjalin komunikasi dengan baik dan tetap menjalani hari-hari seperti biasa dengan menganggap dia hanyalah teman seperjuangan menuntut ilmu di Pondok.

Tetapi seiring bejalannya waktu dia ternyata makin menjauh denganku, mulai hilang kontak dan di sudah boyong (keluar dari pesantren duluan). Hingga lama-lama tak saling komunikasi terdengar dia akan menikah dan sampai saat ini sudah mempunyai anak.huhuhuhu

Begitulah jatuh cinta anak remaja, terkadang di saat jatuh cinta dengan wanita merasa dia adalah sosok pasangan yang tepat dan mempunyai keyakinan dia adalah jodoh untuk dirinya. Tetapi semua itu rata-rata hanyalah pembohongan diri, yang berarti nafsu saja. Banyak orang mengalami pacaran lama tetapi berakhir dengan sakit hati walaupun juga tidak sedikit yang samapai kejenjang pernikahan. Namun jika dilihat dengan seksama saat pacaran itu banyak hal kerugian-kerugian yang dialami kedua pasangan, mulai dari saling adu pendapat dan biasanya berakhir pertengkaran, saling benci-membenci, saling mepersalahkan, curhat dengan teman dekat ngegosipin dia dll sebagainya.


Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random