Banyak sekali cerita-cerita yang ada dalam kehidupan anak pesantren itu selalu menjadikan sebuah pengalaman yang paling berkesan dan selalu menjadi kebahagiaan sekaligus kenangan tersendiri bagi mereka para santri. Bagi para alumni ataupun kamu yang masih mondok tentu banyak mengalami berbagai pengalaman kehidupan di pesantren, dan tentu selain menuai banyak kesan bahagia hal lainnya yang paling menjadi momentum keadaan pahit manisnya derita yang selalu menjadi cobaan terberat bagi para santri adalah ketika mereka berhadapan dengan cobaan-cobaan berat.

Walaupun cobaan-cobaan selalu menghadangnya tetapi hal itu selalu mereka hadapi dengan tabah, dan ikhlas. Karena mereka sadar akan pentingnya menuntut Ilmu. Sadar memang menjadi umat muslim itu wajib hukumnya untuk menuntut Ilmu. Sehingga sampai ada yang rela mempertaruhkan segalanya demi sebuah Ilmu yang bermanfaat.

Perlu kita sadari sebagaimana mestinnya Ilmu itu akan selalu mendampingi kita kelak nanti di alam kubur nanti, ia akan membela kita dengan penuh sehingga kita bisa ditempatkan di Surga-Nya. Maka dari itu menuntut Ilmu adalah sangat penting, banyak sekali berbagai cara-cara untuk dilakukan demi mendapatkan Ilmu Agama.

Nah, berikut ini adalah suka duka derita anak pondok yang pasti akan dialami para santri.

1.Gudik

Gudik atau penyakit gatal-gatal ini akan selalu melekat bagi seorang santri. Boleh percaya boleh tidak, Slogannya pun dikalangan anak Pondok Pesantren yang paling populer biasanya "Belum disebut Santri Apabila belum terkena Gudikan atau gatal-gatal kudis" Aneh dan terkesan lucu memang kedengarnya. Namun hal itu menjadi sebuah fakta yang di alami anak pondok. Penyakit ini menjadi ospek yang harus dilewati bagi setiap santri.

2.Tekanan Hafal Menghafalkan

Kewajiban untuk menghafal di pesantren merupakan hal pokok yang utama dimanapun pesantren demi lancarnya utuk cepat memahami materi-materi pelajaran yang dikajinya, atau demi tujuan penting lainnya. Nah bagi seorang yang pemalasa tentunya hafal menghafal menjadi hal yang sangat menyiksanya, terlebih harus target dan target. Mereka sebetulnya bisa, tetapi mungkin yang menjadi faktor ia merasakan kesulitan adalah tidak terlalu fokus dan banyak malasnya serta malah ke hal-hal kegiatan lainnya.

3.Berpisah Dengan Keluarga

Diawal saat ia pertama kali masuk Pesantren tentu hal ini adalah menjadi beban derita yang sangat berat harus berpisah dengan keluarga. Untuk beberapa hari atau minggu pati akan merasakan berat rasanya harus berpisah dengan orang tua. Hal ini sering dialami ketika dia kesulitan untuk berkomunikasi atau beradaptasi.

4.Harus Selalu Bangun Pagi

Harus bangun pagi, kadang ini selalu dirasakan bagi para santri, seperti merasa jengkel karena lagi enak-enak tidur malah dibangunkan. Bangun pagi dengan di oprak-oprak oleh kepengurusan adalah hal yang selalu menjadi kebencian bagi sebagian santri, terlebih bagi santri nakal biasanya. Kadang pula malah ada yang ngumpet ditempat-tempat yang jarang dijangkau banyak orang. Adapula yang malah ketiduran di WC.

5.Harus Terbiasa Hidup Prihatin, Dan Harus Rela Hutang Menghutangi,Keprihatinan ini akan dialami bagi siapa saja anak rantau, terlebih umumnya akan dialami biasanya seorang pelajar.

6.Harus Menahan Diri Agar Tidak Terjebak Cinta Monyet,Cintaku terhalang oleh dinding Pesantren, seperti itulah kata-kata yang sering muncul pada kebanyakan para santri.

7.Harus Menghadapi Dalam Hal Antri Mengantri

8.Ikut Terkena Imbas Teman Yang Malas Dalam Hal Kebersihan

9.Terkadang Juga Harus Menghadapi Santri Senior Yang Sombong, Jail, dan Suka Menyuruh

Baca Juga:

9 Derita Kehidupan Anak Pesantren Yang Selalu Jadi Cobaan Beratnya

Loading...

Banyak sekali cerita-cerita yang ada dalam kehidupan anak pesantren itu selalu menjadikan sebuah pengalaman yang paling berkesan dan selalu menjadi kebahagiaan sekaligus kenangan tersendiri bagi mereka para santri. Bagi para alumni ataupun kamu yang masih mondok tentu banyak mengalami berbagai pengalaman kehidupan di pesantren, dan tentu selain menuai banyak kesan bahagia hal lainnya yang paling menjadi momentum keadaan pahit manisnya derita yang selalu menjadi cobaan terberat bagi para santri adalah ketika mereka berhadapan dengan cobaan-cobaan berat.

Walaupun cobaan-cobaan selalu menghadangnya tetapi hal itu selalu mereka hadapi dengan tabah, dan ikhlas. Karena mereka sadar akan pentingnya menuntut Ilmu. Sadar memang menjadi umat muslim itu wajib hukumnya untuk menuntut Ilmu. Sehingga sampai ada yang rela mempertaruhkan segalanya demi sebuah Ilmu yang bermanfaat.

Perlu kita sadari sebagaimana mestinnya Ilmu itu akan selalu mendampingi kita kelak nanti di alam kubur nanti, ia akan membela kita dengan penuh sehingga kita bisa ditempatkan di Surga-Nya. Maka dari itu menuntut Ilmu adalah sangat penting, banyak sekali berbagai cara-cara untuk dilakukan demi mendapatkan Ilmu Agama.

Nah, berikut ini adalah suka duka derita anak pondok yang pasti akan dialami para santri.

1.Gudik

Gudik atau penyakit gatal-gatal ini akan selalu melekat bagi seorang santri. Boleh percaya boleh tidak, Slogannya pun dikalangan anak Pondok Pesantren yang paling populer biasanya "Belum disebut Santri Apabila belum terkena Gudikan atau gatal-gatal kudis" Aneh dan terkesan lucu memang kedengarnya. Namun hal itu menjadi sebuah fakta yang di alami anak pondok. Penyakit ini menjadi ospek yang harus dilewati bagi setiap santri.

2.Tekanan Hafal Menghafalkan

Kewajiban untuk menghafal di pesantren merupakan hal pokok yang utama dimanapun pesantren demi lancarnya utuk cepat memahami materi-materi pelajaran yang dikajinya, atau demi tujuan penting lainnya. Nah bagi seorang yang pemalasa tentunya hafal menghafal menjadi hal yang sangat menyiksanya, terlebih harus target dan target. Mereka sebetulnya bisa, tetapi mungkin yang menjadi faktor ia merasakan kesulitan adalah tidak terlalu fokus dan banyak malasnya serta malah ke hal-hal kegiatan lainnya.

3.Berpisah Dengan Keluarga

Diawal saat ia pertama kali masuk Pesantren tentu hal ini adalah menjadi beban derita yang sangat berat harus berpisah dengan keluarga. Untuk beberapa hari atau minggu pati akan merasakan berat rasanya harus berpisah dengan orang tua. Hal ini sering dialami ketika dia kesulitan untuk berkomunikasi atau beradaptasi.

4.Harus Selalu Bangun Pagi

Harus bangun pagi, kadang ini selalu dirasakan bagi para santri, seperti merasa jengkel karena lagi enak-enak tidur malah dibangunkan. Bangun pagi dengan di oprak-oprak oleh kepengurusan adalah hal yang selalu menjadi kebencian bagi sebagian santri, terlebih bagi santri nakal biasanya. Kadang pula malah ada yang ngumpet ditempat-tempat yang jarang dijangkau banyak orang. Adapula yang malah ketiduran di WC.

5.Harus Terbiasa Hidup Prihatin, Dan Harus Rela Hutang Menghutangi,Keprihatinan ini akan dialami bagi siapa saja anak rantau, terlebih umumnya akan dialami biasanya seorang pelajar.

6.Harus Menahan Diri Agar Tidak Terjebak Cinta Monyet,Cintaku terhalang oleh dinding Pesantren, seperti itulah kata-kata yang sering muncul pada kebanyakan para santri.

7.Harus Menghadapi Dalam Hal Antri Mengantri

8.Ikut Terkena Imbas Teman Yang Malas Dalam Hal Kebersihan

9.Terkadang Juga Harus Menghadapi Santri Senior Yang Sombong, Jail, dan Suka Menyuruh

Baca Juga:
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random