Sebuah nama kata santri itu tak akan pernah hilang dari hidup kita, Walaupun kita hanya sebentar mondok cap perkataan dari orang lain (Sebagai Mantan Santri) maupun pada saat kita merenung pikiran itu pasti akan teringat dan tertuju dalam masa indah hidup menjadi santri.

Hal yang sangat dirindukan dan hal yang mengecewakan tentunya bagi seorang yang pernah mondok tetapi hanya sebentar dan hanya berlalu begitu saja, serta hanya memiliki kata nama mantan santri aja. Sangat disayangkan buat orang yang pernah mondok tetapi tak pernah menunjukan lagi sikap menjadi sosok sebagaimana seorang santri ataupun juga sudah tak lagi ingat jasa-jasa yang pernah ia terima saat tinggal di Pondok Pesantren.

Kita kadang sadar dan mempunyai rasa kesal yang menyelimuti amat dalam tak bisa lagi berjuang menuntut Ilmu sebagaimana mestinya dan tak bisa membantu memperjuangkan tempat dimana kita mendapatkan Ilmu-Ilmu yang berharga. Beliau-beliau para kiai/ustad-ustadzah menerima dengan suka cita dan penuh semangat dalam mendidik . Tanpa imbalan sedikit pun seperti yang telah kita dengar bahwasan-nya para guru di Pondok Pesantren itu tidak ada yang membayar dalam segi finansial. Keikhlasan dalam mendidik yang terlahir dari hati demi memperjuangkan agama Allah dan hal-hal lainya menjadi perjuangan yang layak kita teladani. Kita mungkin tak bisa sampai seperti ini sekarang berkat dari lantaran-lantaran beliau.



Jangan tinggalkan begitu saja Pondok Pesantren yang telah banyak memberikan Ilmu Pendidikan Agama, Kita harus tetap santri selamanya dengan 4 Hal Ini

1.Mendoakan guru-guru dan teman-teman yang menuntut Ilmu di Pondok Pesantren adalah hal yang seharusnya kita lakukan setiap hari.

Doa mengingatkan bahwa kita tak sendiri. Ada yang mengasihi dan setia mendengar kita walaupun kita sudah lama banget keluar pondok dan sudah jauh dari jangkauan pondok pesantren. Doa adalah suatu ikatan batin dan Katanya berdoa itu tak hanya untuk memohon, tapi juga melepaskan rasa penat yang dialami juga.

Kita juga tidak bisa membalas jasa-jasa yang pernah diberikan-nya melebihi apa yang telah diberikan-nya, Mendoakannya agar sehat selalu dan diberikan kemudahan dari berbagai hal adalah yang meski kita harus lakukan agar kita tetap menjadi santri yang budiman.

2.Menjalin Silahturahim dengan kiyai/ustad-ustadzah yang mendidik kita di Pondok Pesantren

Menyambung silaturahmi merupakan suatu amal shaleh yang penuh berkah, memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya ia dicintai Allah SWT di manapun ia berada. Banyak sekali tentunya santri-santri yang sudah tidak lagi menjalin ikatan silahturahim dengan lingkungan pesantren. Faktornya mungkin sudah tidak kenal lagi dengan santri yang baru, malu karena dulu hanya sebentar mondoknya, dan alasan-alasan lainnya. Santri yang baik itu tetap menjaga silahturahim.

3.Menyempatan waktu untuk membantu kegiatan yang ada di Pondok Pesantren sesekali dalam event-event tertentu.

4.Mengikuti kegiatan pertemuan alumni Pondok yang biasanya untuk mengaji kitab-kitab tertentu dalam bulanan atau hal-hal kegiatan lainnya.

Tiada Kata Mantan Santri, Meski Sudah Keluar Kita Masih Tetap Santri Selama Dengan Menjaga 4 Ikatan ini

Loading...

Sebuah nama kata santri itu tak akan pernah hilang dari hidup kita, Walaupun kita hanya sebentar mondok cap perkataan dari orang lain (Sebagai Mantan Santri) maupun pada saat kita merenung pikiran itu pasti akan teringat dan tertuju dalam masa indah hidup menjadi santri.

Hal yang sangat dirindukan dan hal yang mengecewakan tentunya bagi seorang yang pernah mondok tetapi hanya sebentar dan hanya berlalu begitu saja, serta hanya memiliki kata nama mantan santri aja. Sangat disayangkan buat orang yang pernah mondok tetapi tak pernah menunjukan lagi sikap menjadi sosok sebagaimana seorang santri ataupun juga sudah tak lagi ingat jasa-jasa yang pernah ia terima saat tinggal di Pondok Pesantren.

Kita kadang sadar dan mempunyai rasa kesal yang menyelimuti amat dalam tak bisa lagi berjuang menuntut Ilmu sebagaimana mestinya dan tak bisa membantu memperjuangkan tempat dimana kita mendapatkan Ilmu-Ilmu yang berharga. Beliau-beliau para kiai/ustad-ustadzah menerima dengan suka cita dan penuh semangat dalam mendidik . Tanpa imbalan sedikit pun seperti yang telah kita dengar bahwasan-nya para guru di Pondok Pesantren itu tidak ada yang membayar dalam segi finansial. Keikhlasan dalam mendidik yang terlahir dari hati demi memperjuangkan agama Allah dan hal-hal lainya menjadi perjuangan yang layak kita teladani. Kita mungkin tak bisa sampai seperti ini sekarang berkat dari lantaran-lantaran beliau.



Jangan tinggalkan begitu saja Pondok Pesantren yang telah banyak memberikan Ilmu Pendidikan Agama, Kita harus tetap santri selamanya dengan 4 Hal Ini

1.Mendoakan guru-guru dan teman-teman yang menuntut Ilmu di Pondok Pesantren adalah hal yang seharusnya kita lakukan setiap hari.

Doa mengingatkan bahwa kita tak sendiri. Ada yang mengasihi dan setia mendengar kita walaupun kita sudah lama banget keluar pondok dan sudah jauh dari jangkauan pondok pesantren. Doa adalah suatu ikatan batin dan Katanya berdoa itu tak hanya untuk memohon, tapi juga melepaskan rasa penat yang dialami juga.

Kita juga tidak bisa membalas jasa-jasa yang pernah diberikan-nya melebihi apa yang telah diberikan-nya, Mendoakannya agar sehat selalu dan diberikan kemudahan dari berbagai hal adalah yang meski kita harus lakukan agar kita tetap menjadi santri yang budiman.

2.Menjalin Silahturahim dengan kiyai/ustad-ustadzah yang mendidik kita di Pondok Pesantren

Menyambung silaturahmi merupakan suatu amal shaleh yang penuh berkah, memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya ia dicintai Allah SWT di manapun ia berada. Banyak sekali tentunya santri-santri yang sudah tidak lagi menjalin ikatan silahturahim dengan lingkungan pesantren. Faktornya mungkin sudah tidak kenal lagi dengan santri yang baru, malu karena dulu hanya sebentar mondoknya, dan alasan-alasan lainnya. Santri yang baik itu tetap menjaga silahturahim.

3.Menyempatan waktu untuk membantu kegiatan yang ada di Pondok Pesantren sesekali dalam event-event tertentu.

4.Mengikuti kegiatan pertemuan alumni Pondok yang biasanya untuk mengaji kitab-kitab tertentu dalam bulanan atau hal-hal kegiatan lainnya.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random