Bagi siapa saja yang pernah nyantri tentu mengakui kehidupan di Pondok Pesantren adalah hal yang mempunyai keunikan cerita pengalaman yang berbeda dari tempat-tempat lain. Mengenal Kehidupan Pondok Pesantren yang memiliki beribu-ribu keunikan serta berbagai cerita pengalaman lainnya saat di Pesantren/saat mondok pasti adalah hal yang paling indah dan paling berkesan sepanjang sejarah kehidupan sebagai seorang santri.

Nama yang semula berawal si Fulan (Si salah satu nama dari seorang santri) disana berubah menjadi sebutan "kang santri" saat di Pesantren, yaitu adalah orang yang belajar Ilmu Pendidikan Agama Islam. Mereka seorang santri yang di kenal juga mempunyai segudang keunikan cerita pengalaman hidup saat di Pondok karena memilki berbagai macam aktivitas yang padat, disamping itu juga memberikan kesan paling indah nan berharga bagi mereka seorang santri.

Mengenal kehidupan di Pondok Pesantren, lalu apa saja hal keunikan yang tidak dapat di temui di tempat lain ? Berikut Ini adalah 9 Ulasan Cerita pengalaman unik santri yang sudah menjadi fakta-fakta dalam lingkungan Pondok Pesantren.

1. Para santri ngetel(memasak sendiri)
Masak sendiri merupakan salah satu hal mendewasakan dalam dunia pesantren. Namun, sekarang jarang yang memasak sendiri, seiring dengan perkembangan zaman. Jika mencari santri masak didapur, silahakan cari pondok masih salaf.

2. Makan selengser bersama
Inilah yang membuat makanan akan terasa enak. Ketiaka sudah selesai memasak, makanan dituang ke lengser atau daun pisang, kemudian dimakan bersama-sama oleh orang 5-10 orang. Meski sayur dan nasi masih panas, para santri tak peduli untuk melahapnya. Soal tangan gosong atau lidah terbakar, itu soal nanti. Masalahnya, kalau tidak berani ambil resiko itu, dijamin tidak kenyang karena kalah dengan yang lain nya.

3. Antri mandi
Apabila sebuah pesantren yang jumlah santri nya ribuan, ketika pagi dan sore hari akan ada pemandangan menarik dikamar mandi atau sungai.

4. Terserang penyakit kulit
Penyakit kulit atau kudis, akrab bagi santri baru. Hal ini seakan menjadi “ujian” pertama bagi santri apakah nanti nya ia akan betah tinggal dipesantren atau tidak. Saking parahnya, santri yang terkena penyakit ini kadang smpai tidak bisa duduk atau sulit jalan. Mau dibawa kerumah sakit,dokter, tak jua sembuh-sembuh. Hanya waktu yang bisa menyembuhkan nya, hingga badan kebal dan penyakit merasa bosan sendiri. Namun itu dulu, pesantren sekarang sudah banyak memiliki air bersih dan fasilitas yang memadahi.

5. Dikejar setoran
Setoran disini bukanlah setoran yang lazim terjadi antara sopir angkot dengan juragan nya, namun, setoran hafalan nadzaman dan syair-syair kitab. Biasanya, seminggu sekali para santri setoran tersebut kepada ustadz. Jika tidak memenuhi target santri akan dita’zir dan lebih ekstrem nya lagi tak bisa naik kelas.

6. Mayoran (masak-masak besama)
Ini adalah manifestasi kekompakan atau rasa syukur santri setelah mengkhatamkan kitab. Namun, sepertinya tradisi mayoran ini sekarang lekang oleh waktu karena masakan mewah sudah ada dimana-mana.

7. Ta’zir (hukuman)
Pesantren dimana pun pasti memiliki peraturan. Jika ada santri yanhg melanggar, ia akan dihukum sesuai bobot pelanggarannya. Adaa yang dicebur kan kekoalam atau disungai, dicukur gundul atau dipajang di depan pesantren dengan memakai kalung yang bertuliskan kesalahannya. Ketika terjadi ta’ziran ini, bisanya santri menonton dan menyoraki. Ini pelajaran sekaligus tes mental dan melatih tanggung jawab.

8. Berebut mencium tangan kiai
Pesantren salaf mengajarkan santri untuk memuliakan ilmu dan ahlinya. Salah satunya bentuk memuliakan tersebut adalah bersalaman dan mencium tangan kiai. Selain itu, bersalaman dan mencium tanagan kiai adalah sebuah upaya ngalap barokah agar mendapat ridla dari sang kiai.

9. Tirakat
Terakhir dalam tulisan ini adalah tirakat. Para santri biasnya minta ijazah kepada kiai akan amalan tertentu seperti ngrowot(tidak makan nasi),puasa,sholat jama’ah,manaqib,mujahadah,dalil dll.

Demikian fakta-fakta keunikan menarik tentang santri dipesantren salaf. Mungkin dan pasti bagi pembaca yang pernah nyantri. Masih ada keunikan santri selain yang sudah saya sebutakan.

Semoga kedepan para santri terus dapat berkiprah membangun masyarakat, negara, dan bangsa.#AMIIN



http://faktauniksantri.blogspot.co.id/

Mengenal 9 Keunikan Cerita Pengalaman Hidup Di Pondok Pesantren Yang Hanya Di Rasakan Seorang Santri


Bagi siapa saja yang pernah nyantri tentu mengakui kehidupan di Pondok Pesantren adalah hal yang mempunyai keunikan cerita pengalaman yang berbeda dari tempat-tempat lain. Mengenal Kehidupan Pondok Pesantren yang memiliki beribu-ribu keunikan serta berbagai cerita pengalaman lainnya saat di Pesantren/saat mondok pasti adalah hal yang paling indah dan paling berkesan sepanjang sejarah kehidupan sebagai seorang santri.

Nama yang semula berawal si Fulan (Si salah satu nama dari seorang santri) disana berubah menjadi sebutan "kang santri" saat di Pesantren, yaitu adalah orang yang belajar Ilmu Pendidikan Agama Islam. Mereka seorang santri yang di kenal juga mempunyai segudang keunikan cerita pengalaman hidup saat di Pondok karena memilki berbagai macam aktivitas yang padat, disamping itu juga memberikan kesan paling indah nan berharga bagi mereka seorang santri.

Mengenal kehidupan di Pondok Pesantren, lalu apa saja hal keunikan yang tidak dapat di temui di tempat lain ? Berikut Ini adalah 9 Ulasan Cerita pengalaman unik santri yang sudah menjadi fakta-fakta dalam lingkungan Pondok Pesantren.

1. Para santri ngetel(memasak sendiri)
Masak sendiri merupakan salah satu hal mendewasakan dalam dunia pesantren. Namun, sekarang jarang yang memasak sendiri, seiring dengan perkembangan zaman. Jika mencari santri masak didapur, silahakan cari pondok masih salaf.

2. Makan selengser bersama
Inilah yang membuat makanan akan terasa enak. Ketiaka sudah selesai memasak, makanan dituang ke lengser atau daun pisang, kemudian dimakan bersama-sama oleh orang 5-10 orang. Meski sayur dan nasi masih panas, para santri tak peduli untuk melahapnya. Soal tangan gosong atau lidah terbakar, itu soal nanti. Masalahnya, kalau tidak berani ambil resiko itu, dijamin tidak kenyang karena kalah dengan yang lain nya.

3. Antri mandi
Apabila sebuah pesantren yang jumlah santri nya ribuan, ketika pagi dan sore hari akan ada pemandangan menarik dikamar mandi atau sungai.

4. Terserang penyakit kulit
Penyakit kulit atau kudis, akrab bagi santri baru. Hal ini seakan menjadi “ujian” pertama bagi santri apakah nanti nya ia akan betah tinggal dipesantren atau tidak. Saking parahnya, santri yang terkena penyakit ini kadang smpai tidak bisa duduk atau sulit jalan. Mau dibawa kerumah sakit,dokter, tak jua sembuh-sembuh. Hanya waktu yang bisa menyembuhkan nya, hingga badan kebal dan penyakit merasa bosan sendiri. Namun itu dulu, pesantren sekarang sudah banyak memiliki air bersih dan fasilitas yang memadahi.

5. Dikejar setoran
Setoran disini bukanlah setoran yang lazim terjadi antara sopir angkot dengan juragan nya, namun, setoran hafalan nadzaman dan syair-syair kitab. Biasanya, seminggu sekali para santri setoran tersebut kepada ustadz. Jika tidak memenuhi target santri akan dita’zir dan lebih ekstrem nya lagi tak bisa naik kelas.

6. Mayoran (masak-masak besama)
Ini adalah manifestasi kekompakan atau rasa syukur santri setelah mengkhatamkan kitab. Namun, sepertinya tradisi mayoran ini sekarang lekang oleh waktu karena masakan mewah sudah ada dimana-mana.

7. Ta’zir (hukuman)
Pesantren dimana pun pasti memiliki peraturan. Jika ada santri yanhg melanggar, ia akan dihukum sesuai bobot pelanggarannya. Adaa yang dicebur kan kekoalam atau disungai, dicukur gundul atau dipajang di depan pesantren dengan memakai kalung yang bertuliskan kesalahannya. Ketika terjadi ta’ziran ini, bisanya santri menonton dan menyoraki. Ini pelajaran sekaligus tes mental dan melatih tanggung jawab.

8. Berebut mencium tangan kiai
Pesantren salaf mengajarkan santri untuk memuliakan ilmu dan ahlinya. Salah satunya bentuk memuliakan tersebut adalah bersalaman dan mencium tangan kiai. Selain itu, bersalaman dan mencium tanagan kiai adalah sebuah upaya ngalap barokah agar mendapat ridla dari sang kiai.

9. Tirakat
Terakhir dalam tulisan ini adalah tirakat. Para santri biasnya minta ijazah kepada kiai akan amalan tertentu seperti ngrowot(tidak makan nasi),puasa,sholat jama’ah,manaqib,mujahadah,dalil dll.

Demikian fakta-fakta keunikan menarik tentang santri dipesantren salaf. Mungkin dan pasti bagi pembaca yang pernah nyantri. Masih ada keunikan santri selain yang sudah saya sebutakan.

Semoga kedepan para santri terus dapat berkiprah membangun masyarakat, negara, dan bangsa.#AMIIN



http://faktauniksantri.blogspot.co.id/
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random