5 Alasan Logis Cowok Cewek Pondok Pesantren Kuat Berstatus Jomblo-santriyai

Latar belakang sebagai Cowok Ataupun Cewek Pondok Pesantren tak membuat gentar pertanyaan-pertanyaan kenapa dia kuat menyandang status jomblo. Mereka bisa menjawab dengan beberapa alasan-alasan logis kenapa kebanyakan anak santri pondok pesantren baik itu cowok maupun cewek lebih kuat berstatus jomblo. Cara menanggapi sebuah pertanyaan mengapa mereka menjomblo pun setiap anak pesantren tentu berbeda-beda.

Kita semua pasti pernah bertemu seorang anak santri Pondok Pesantren baik itu teman cewek atupun cowok yang umurnya bisa dibilang sudah ideal untuk menikah, tapi masih belum mempunyai pasangan hidup alias masih jomblo. Terkadang kita juga berfikir agak sedikit bertanya-tanya, kepo seperti wartawan "Kenapa ya nih ya anak santri Pondok Pesantren cowok-cewek belum juga punya pasangan dan terus bertahan menjadi jomblo ?" Kuat banget sih mereka ???
Memang banyak hal dan alasan yang melatar belakangi untuk cewek ataupun cowok dalam memilih jalan hidupnya yang terus menjomblo, bukan karena dia tidak cantik, ganteng, tidak kaya, atau kurang bergaul, melainkan ada alasan pribadi atau psikologis yang biasanya melatar belakangi mereka untuk terus menjadi jomblowan jomblowati. Berikut beberapa alasan logis mengapa cewek-cowok Pondok Pesantren terus memilih menjadi jomblo:
1.Sibuk Mencari Ilmu

Kesibukannya dalam mencari Ilmu di Pesantren menjadikan alasan kuat mengapa belum juga segera menikah. Sisi lainnya juga saat masih mondok atau belajar Ilmu Agama memberikan alasan kebanyakan pria atau wanita Pondok Pesantren menjadi lebih merasa memilki energi positif, karena itu mereka mampu bertahan dan kuat menyandang status jomblo.

2.Tidak Menganggap Pacaran Sebelum Menikah Begitu Penting Dan Bermanfaat

Anggapan untuk memiliki pasangan pacar sebelum menikah menjadi tidak begitu penting dan bermanfaat karena mereka percaya dan yakin bahwa jodoh sudah ada yang menentukan. Logikanya yang mesti adalah karena soal jodoh sudah ada yang mengatur dan nanti apabila sudah waktunya pasti akan bertemu serta tidak usah ambil pusing dengan permasalahan urusan jodoh. Tetapi yang seperti itu tidak hanya satu atau dua orang, sebagaian juga ada yang berusaha bagaimana agar cepat di pertemukan jodoh ( istilahnya jemput bola ). Biasanya anggapan atau alasan nomer dua ini menjadi alasan anak pondok baik itu santriwati/santri putra yang masih serius dengan belajar dan memilki keimanan yang kuat tidak mendekati yang negatif, lebih mengutamakan sisi yang bermanfaat terlebih dahulu.

3.Takut Dosa

Salah satu yang menjadi alasan kuat bertahan jomblo walaupun sudah dikatakan santri tua yaitu dengan takut dosa. Karena memang hal ini akan berkaitan dengan hukum halal haram boleh tidaknya menjalin hubungan dekat dengan seorang lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa ketakutan akan dosa apabila berpacaran menjadi alasan yang super untuk menjawab pertanyaan kenapa masih menjomblo.

4.Untuk Sementara Waktu Lebih Suka Menjomblo Karena Lebih Dianggapnya Nyaman dan Bahagia. 

Kenyamanan seseorang menjomblo terkadang menyebabkan mereka malah bahagia, untuk sementara. Karena mungkin dia takut kalo udah pacaran dan akhirnya putus itu malah gak enak di kedua belah pihak. Entah rasa canggung satu sama lain ataupun rasa cuek “dia bukan siapa siapa gue lagi”. Coba kalo temenan / sahabatan? Berantem entar juga baikan lagi. Ya gak??

5.Lebih Memilih Menunggu Di Perjodohkan Dengan Teman Nyantri Pesantren Putri Jadi Teman Hidup Yang Halal ( Teman Nyantri Jadi Teman Hidup)

Bagi kebanyakan anak pesantren memilih di perjodohkan dengan teman nyantri di pesantren putri begitu juga sebaliknya anak pesantren putri adalah hal yang ditunggu-tunggu dan menjadi idamannya setelah saatnya nanti untuk kembali ke kampung halaman. Membawa oleh-oleh teman nyantri jadi teman hidup sebagai idola pasangan halal untuk keluarga dirumah, sebagai harapan sekaligus tujuannya di akhir mondok.

Dari kelima alasan diatas itulah alasan-alasan yang mungkin terjadi dari kebanyakan pria/wanita Pondok Pesantren, Bukan masalah dia minder, kuper, dari ejekan yang biasanya dterlontarkan masyarakat remaja milenial bahwa anak pesantren itu kurang gaul dll sebagaianya.







5 Alasan Logis Cowok/Cewek Pondok Pesantren Kuat Berstatus Jomblo

5 Alasan Logis Cowok Cewek Pondok Pesantren Kuat Berstatus Jomblo-santriyai

Latar belakang sebagai Cowok Ataupun Cewek Pondok Pesantren tak membuat gentar pertanyaan-pertanyaan kenapa dia kuat menyandang status jomblo. Mereka bisa menjawab dengan beberapa alasan-alasan logis kenapa kebanyakan anak santri pondok pesantren baik itu cowok maupun cewek lebih kuat berstatus jomblo. Cara menanggapi sebuah pertanyaan mengapa mereka menjomblo pun setiap anak pesantren tentu berbeda-beda.

Kita semua pasti pernah bertemu seorang anak santri Pondok Pesantren baik itu teman cewek atupun cowok yang umurnya bisa dibilang sudah ideal untuk menikah, tapi masih belum mempunyai pasangan hidup alias masih jomblo. Terkadang kita juga berfikir agak sedikit bertanya-tanya, kepo seperti wartawan "Kenapa ya nih ya anak santri Pondok Pesantren cowok-cewek belum juga punya pasangan dan terus bertahan menjadi jomblo ?" Kuat banget sih mereka ???
Memang banyak hal dan alasan yang melatar belakangi untuk cewek ataupun cowok dalam memilih jalan hidupnya yang terus menjomblo, bukan karena dia tidak cantik, ganteng, tidak kaya, atau kurang bergaul, melainkan ada alasan pribadi atau psikologis yang biasanya melatar belakangi mereka untuk terus menjadi jomblowan jomblowati. Berikut beberapa alasan logis mengapa cewek-cowok Pondok Pesantren terus memilih menjadi jomblo:
1.Sibuk Mencari Ilmu

Kesibukannya dalam mencari Ilmu di Pesantren menjadikan alasan kuat mengapa belum juga segera menikah. Sisi lainnya juga saat masih mondok atau belajar Ilmu Agama memberikan alasan kebanyakan pria atau wanita Pondok Pesantren menjadi lebih merasa memilki energi positif, karena itu mereka mampu bertahan dan kuat menyandang status jomblo.

2.Tidak Menganggap Pacaran Sebelum Menikah Begitu Penting Dan Bermanfaat

Anggapan untuk memiliki pasangan pacar sebelum menikah menjadi tidak begitu penting dan bermanfaat karena mereka percaya dan yakin bahwa jodoh sudah ada yang menentukan. Logikanya yang mesti adalah karena soal jodoh sudah ada yang mengatur dan nanti apabila sudah waktunya pasti akan bertemu serta tidak usah ambil pusing dengan permasalahan urusan jodoh. Tetapi yang seperti itu tidak hanya satu atau dua orang, sebagaian juga ada yang berusaha bagaimana agar cepat di pertemukan jodoh ( istilahnya jemput bola ). Biasanya anggapan atau alasan nomer dua ini menjadi alasan anak pondok baik itu santriwati/santri putra yang masih serius dengan belajar dan memilki keimanan yang kuat tidak mendekati yang negatif, lebih mengutamakan sisi yang bermanfaat terlebih dahulu.

3.Takut Dosa

Salah satu yang menjadi alasan kuat bertahan jomblo walaupun sudah dikatakan santri tua yaitu dengan takut dosa. Karena memang hal ini akan berkaitan dengan hukum halal haram boleh tidaknya menjalin hubungan dekat dengan seorang lawan jenis yang bukan mahramnya. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa ketakutan akan dosa apabila berpacaran menjadi alasan yang super untuk menjawab pertanyaan kenapa masih menjomblo.

4.Untuk Sementara Waktu Lebih Suka Menjomblo Karena Lebih Dianggapnya Nyaman dan Bahagia. 

Kenyamanan seseorang menjomblo terkadang menyebabkan mereka malah bahagia, untuk sementara. Karena mungkin dia takut kalo udah pacaran dan akhirnya putus itu malah gak enak di kedua belah pihak. Entah rasa canggung satu sama lain ataupun rasa cuek “dia bukan siapa siapa gue lagi”. Coba kalo temenan / sahabatan? Berantem entar juga baikan lagi. Ya gak??

5.Lebih Memilih Menunggu Di Perjodohkan Dengan Teman Nyantri Pesantren Putri Jadi Teman Hidup Yang Halal ( Teman Nyantri Jadi Teman Hidup)

Bagi kebanyakan anak pesantren memilih di perjodohkan dengan teman nyantri di pesantren putri begitu juga sebaliknya anak pesantren putri adalah hal yang ditunggu-tunggu dan menjadi idamannya setelah saatnya nanti untuk kembali ke kampung halaman. Membawa oleh-oleh teman nyantri jadi teman hidup sebagai idola pasangan halal untuk keluarga dirumah, sebagai harapan sekaligus tujuannya di akhir mondok.

Dari kelima alasan diatas itulah alasan-alasan yang mungkin terjadi dari kebanyakan pria/wanita Pondok Pesantren, Bukan masalah dia minder, kuper, dari ejekan yang biasanya dterlontarkan masyarakat remaja milenial bahwa anak pesantren itu kurang gaul dll sebagaianya.







Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random