Tidak semua orang, baik itu kalangan santri pesantren khususnya, memanfaatkan tradisi mudik/pulang kampung saat lebaran. Padahal kebanyakan orang Indonesia tradisi pulang kampung saat Idul Fitri biasanya adalah hal-hal yang paling ditunggu. Berkumpul dengan keluarga besar, saling silahturahim diantara keluarga dan masyarakat,dimana ia dilahirkan menjadi euforia yang dimanfaatkan oleh sebagian orang. Namun tidak semua orang begitu, adapula yang anti mudik karena beberapa faktor penyebab alasan.

Nah, yang akan dibahas disini adalah kenapa santri tidak pulang/mudik saat lebaran tiba. Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar dan menemui hal itu dari sekeliling kita, tentang sebagian orang yang sedang mondok, tidaK mudik saat lebaran. Padahal di pesantren sudah tidak ada kegiatan atau lebih jelasnya yaitu liburan panjang selama Ramadhan-Syawal.

Berikut inilah alasan kenapa anak Pondok Pesantren tidak pulang/mudik kampung halaman saat lebaran.

1.Rumah Jauh

Tiket apapun pasti mahal pas Lebaran, mau itu tiket pesawat, kereta, kapal, Dufan, kebun binatang, dll. Kalo emang ada santri yang jauh rumahnya seperti luar jawa misal pengennya pulang tepat pada Hari Raya, santri harus merogoh kocek lebih dalam. Kalo dia emang sanggup sih gak apa-apa. Cuma ya itu, kita gak ngeromendasikan mudik pas Lebaran karena emang mahal banget. Mending duitnya dialokasikan ke tempat lain atau dibuat bekal nantinya saat setelah lebaran demi melanjutkan masa mondok/menuntut Ilmu.

Dari beberapa pengalaman admin ketika di Pondok Pesantren ada santri yang tidak pulang kampung saat lebaran karena mempunyai alasan yaitu rumahnya yang terlalu jauh. Seperti halnya santri kang fulan misalnya, ia pernah bercerita dan menyampaikan alasan kenapa ia tidak mudik, karena jarak tempuh dari pondok kerumah yang sangat jauh dan harus mengeluarkan banyak uang untuk sampai ke kampung halaman jadi ia harus mau enggak mau tetap harus di Pondok. Si Fulan adalah si santri dari luar jawa karena biaya transportasi yang mahal membuatnya ia tetap tinggal di Pondok Pesantren meski hanya ada beberapa teman saja.

2.Ingin Mengetahui Lebih Dalam Tradisi Yang Ada Dilingkungan Pesantren

Pengalaman itu memang mahal harganya dan Ilmu yang bisa dikatakan top banget adalah pengalaman. Nah mungkin ada beberapa sebagian santri memang sengaja tidak pulang/mudik. Hal itu bukan karena hal apa-apa yang di takutkan atau mempunyai masalah di kampung halaman, namun dia seorang santri memang ingin Mengetahui Lebih Dalam Tradisi Yang Ada Dilingkungan Pesantren. Di setiap daerah pasti terdapat berbeda-beda tradisi saat lebaran, mulai dari silahturahimnya lah, dari suasana, dll sebagainya. Dengan begitu di seorang santri hanya mempunyai maksud ingin menikmati suana lebaran di Lingkungan pesantren bersama masyarakat pondok dan ingin tahu bagaimana tradisi yang ada disana. Jadi jika kita menemui seperti itu di sekitar kita janganlan berburuk sangka dahulu.

3.Bernazar/Berjanji

Nazar/janji adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan bagi seseorang yang telah mengucapkannya. Seperti halnya santri misalnya, ia berjanji tidak akan pulang apapun keadaanya karena telah besekukuh pantang pulang sebelum hafal alquran dll sebgaianya. Jadi walaupun lebaran jika belum hafal ia tetap akan tinggal di Pondok Pesantren.



3 Alasan Kenapa Anak Santri Tidak Mudik Saat Lebaran

Loading...

Tidak semua orang, baik itu kalangan santri pesantren khususnya, memanfaatkan tradisi mudik/pulang kampung saat lebaran. Padahal kebanyakan orang Indonesia tradisi pulang kampung saat Idul Fitri biasanya adalah hal-hal yang paling ditunggu. Berkumpul dengan keluarga besar, saling silahturahim diantara keluarga dan masyarakat,dimana ia dilahirkan menjadi euforia yang dimanfaatkan oleh sebagian orang. Namun tidak semua orang begitu, adapula yang anti mudik karena beberapa faktor penyebab alasan.

Nah, yang akan dibahas disini adalah kenapa santri tidak pulang/mudik saat lebaran tiba. Mungkin sebagian dari kita pernah mendengar dan menemui hal itu dari sekeliling kita, tentang sebagian orang yang sedang mondok, tidaK mudik saat lebaran. Padahal di pesantren sudah tidak ada kegiatan atau lebih jelasnya yaitu liburan panjang selama Ramadhan-Syawal.

Berikut inilah alasan kenapa anak Pondok Pesantren tidak pulang/mudik kampung halaman saat lebaran.

1.Rumah Jauh

Tiket apapun pasti mahal pas Lebaran, mau itu tiket pesawat, kereta, kapal, Dufan, kebun binatang, dll. Kalo emang ada santri yang jauh rumahnya seperti luar jawa misal pengennya pulang tepat pada Hari Raya, santri harus merogoh kocek lebih dalam. Kalo dia emang sanggup sih gak apa-apa. Cuma ya itu, kita gak ngeromendasikan mudik pas Lebaran karena emang mahal banget. Mending duitnya dialokasikan ke tempat lain atau dibuat bekal nantinya saat setelah lebaran demi melanjutkan masa mondok/menuntut Ilmu.

Dari beberapa pengalaman admin ketika di Pondok Pesantren ada santri yang tidak pulang kampung saat lebaran karena mempunyai alasan yaitu rumahnya yang terlalu jauh. Seperti halnya santri kang fulan misalnya, ia pernah bercerita dan menyampaikan alasan kenapa ia tidak mudik, karena jarak tempuh dari pondok kerumah yang sangat jauh dan harus mengeluarkan banyak uang untuk sampai ke kampung halaman jadi ia harus mau enggak mau tetap harus di Pondok. Si Fulan adalah si santri dari luar jawa karena biaya transportasi yang mahal membuatnya ia tetap tinggal di Pondok Pesantren meski hanya ada beberapa teman saja.

2.Ingin Mengetahui Lebih Dalam Tradisi Yang Ada Dilingkungan Pesantren

Pengalaman itu memang mahal harganya dan Ilmu yang bisa dikatakan top banget adalah pengalaman. Nah mungkin ada beberapa sebagian santri memang sengaja tidak pulang/mudik. Hal itu bukan karena hal apa-apa yang di takutkan atau mempunyai masalah di kampung halaman, namun dia seorang santri memang ingin Mengetahui Lebih Dalam Tradisi Yang Ada Dilingkungan Pesantren. Di setiap daerah pasti terdapat berbeda-beda tradisi saat lebaran, mulai dari silahturahimnya lah, dari suasana, dll sebagainya. Dengan begitu di seorang santri hanya mempunyai maksud ingin menikmati suana lebaran di Lingkungan pesantren bersama masyarakat pondok dan ingin tahu bagaimana tradisi yang ada disana. Jadi jika kita menemui seperti itu di sekitar kita janganlan berburuk sangka dahulu.

3.Bernazar/Berjanji

Nazar/janji adalah sebuah kewajiban yang harus dijalankan bagi seseorang yang telah mengucapkannya. Seperti halnya santri misalnya, ia berjanji tidak akan pulang apapun keadaanya karena telah besekukuh pantang pulang sebelum hafal alquran dll sebgaianya. Jadi walaupun lebaran jika belum hafal ia tetap akan tinggal di Pondok Pesantren.



Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random