Beruntung banget deh jika kamu memilih lembaga pendidikan di sebuah pesantren sekaligus merangkap sebagai anak sekolah umum. Asyiknya menjadi anak pondok dan belajar di sekolah umum bakal kamu rasakan disana. Bukan hanya kebahagiaan saja keuntungan sekaligus manfaat yang luar biasa bisa kamu temukan saat menjalani masa-masa bersekolah dan mengaji di Pondok. Walaupun begitu setiap orang yang sedang dalam tahap meniti masa depan dengan belajar dipondok dan sekolah umum, ataupun seseorang yang sedang mengorbankan segala sesuatu demi mencapai cita-cita masa depannya, tentu tak akan luput dengan yang namanya jatuh bangun, suka duka, penderitaan dan kesakitan saat berjuang.

Kehidupan didunia ini memang sangat keras dengan berbagai halang rintang cobaan yang menghadapi ditengah-tengahnya, jalan yang terjal penuh lika-liku harus kamu lewati untuk menuju titik terang. Mau enggak mau harus tetap menorobos bendungan itu sebagai salah satu syarat suksesnya dalam dunia pendidikan tau hal lainnya, khususnya dipembahasan anak sekolah umum yang merangkap mengaji hidup di pondok.

Nah, yuk kita ulas apa saja keuntungan sekolah dan mondok sekaligus derita suka dukanya menjadi anak sekolah umum dan anak pondokan. Judul yang panjang soalnya semuanya memang berkaitan, asyik bahagianya dan keuntungan manfaat itu tak akan jauh dari derita suka duka halang yang menghampiri.

Pilihan paling tepat sekali jika Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Agama Serta Yang Ada Sekolah Umum/dekat dengan sekolah umum Bagi Kamu inilah kelebihan, keuntungan , dan Suka dukanya, yaitu:

Pertama
Pondok Pesantren menekankan pendidikan dengan basis mengharus utamakan kecerdasan spiritual (SQ) disamping kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ) bagi para santri. Sehingga para santri akan memiliki kecerdasan dan karakter yang kuat dan mudah bersosialisasi di masyarakat. Hal ini yang menyebabkan para santri lebih mudah diterima dan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Tentunya hal ini memliki susah senang sperti halnya tekanan yang kuat, hukuman jika tidak sesuai target dan hal-hal lainya.

Kedua 
Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di bumi nusantara ini yang didirikan oleh para wali, kyai dan penyebar Agama Islam yang melakukan tafaqquh fi Al-Diin dengan Ikhlas. Mereka adalah orang-orang yang bersih batinnya dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini yang menyebabkan Ilmu yang diperoleh di Pondok Pesantren menjadi lebih berkah. Namun kebiasaan santri atau adat yang sudah pasti ada dan sudah menjadi keyakinan untuk memperoleh Ilmu berkah biasanya seorang santri harus menderita penyakit Gudik/ Gatal-gatal diarea kulitnya.

Ketiga 
Saat ini kita sedang khawatir dari beragam pengaruh negatif yang ada di tengah-tengah masyarakat. Narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan lain sebagainya sedang mengancam teman, tetangga bahkan keluarga kita sendiri. Nah, di Pondok Pesantren dengan pengawasan penuh dari Kyai, Guru-guru dan Pengurus Pondok Pesantren, santri sepenuhnya bisa dikontrol dan dilindungi dari pengaruh negatif tersebut. Dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Nusantara, Pondok Pesantren menjadi lembaga yang memiliki daya tahan (imun) dari berbagai ancaman pengaruh negatif.

Keempat 
Pondok Pesantren akan menghasilkan alumni santri yang memiliki solidaritas berbasis Islam yang kuat. Hidup bersama tunggal liwet, tunggal bancik selama bertahun-tahun telah membentuk santri menjadi pribadi yang memiliki rasa solidaritas dengan sesama.

Kelima
Santri akan mampu mengintegrasikan ilmu yang didapat melalui madrasah formal dengan ilmu agama yang didapat melalui pendidikan pesantren dengan kitab kuning-nya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu inilah yang akan memudahkan para santri untuk memahami makna hidup yang sesungguhnya. Hidup mandiri, terpisah dari orang tua, fasilitas apa adanya, akan membentuk santri sebagai muslim yang bertanggung jawab dan terbiasa memotivasi dirinya sendiri untuk lebih baik.

Keenam 
Sebagai lembaga pendidikan unggulan, Pondok Pesantren mampu melakukan pembentukan karakter Muslim Nusantara yang sesuai dengan ajaran Islam yang berpadu dengan nilai-nilai tradisi, budaya dan kearifan lokal pada semua sisi kehidupan, sehingga melahirkan Pribadi Muslim Nusantara yang mencintai Islam, berkomitmen penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bertoleransi dalam keberagaman, menghargai kemajemukan, dan selalu menebarkan perdamaian. Nah, dengan begitu nantinya yang harus dihadapi bagi setiap santri adalah banyak menemukan permasalahan problematika mulai dari perbedaan pendapat, tradisi yang menyimpang dari agama, dan hal lainnya pada suatu saat nanti.

Asyiknya Sekolah Umum Dan Mengaji Di Pondok.Inilah 6 Keuntungan Serta Suka Duka Yang Bakal Kamu Alami

Loading...

Beruntung banget deh jika kamu memilih lembaga pendidikan di sebuah pesantren sekaligus merangkap sebagai anak sekolah umum. Asyiknya menjadi anak pondok dan belajar di sekolah umum bakal kamu rasakan disana. Bukan hanya kebahagiaan saja keuntungan sekaligus manfaat yang luar biasa bisa kamu temukan saat menjalani masa-masa bersekolah dan mengaji di Pondok. Walaupun begitu setiap orang yang sedang dalam tahap meniti masa depan dengan belajar dipondok dan sekolah umum, ataupun seseorang yang sedang mengorbankan segala sesuatu demi mencapai cita-cita masa depannya, tentu tak akan luput dengan yang namanya jatuh bangun, suka duka, penderitaan dan kesakitan saat berjuang.

Kehidupan didunia ini memang sangat keras dengan berbagai halang rintang cobaan yang menghadapi ditengah-tengahnya, jalan yang terjal penuh lika-liku harus kamu lewati untuk menuju titik terang. Mau enggak mau harus tetap menorobos bendungan itu sebagai salah satu syarat suksesnya dalam dunia pendidikan tau hal lainnya, khususnya dipembahasan anak sekolah umum yang merangkap mengaji hidup di pondok.

Nah, yuk kita ulas apa saja keuntungan sekolah dan mondok sekaligus derita suka dukanya menjadi anak sekolah umum dan anak pondokan. Judul yang panjang soalnya semuanya memang berkaitan, asyik bahagianya dan keuntungan manfaat itu tak akan jauh dari derita suka duka halang yang menghampiri.

Pilihan paling tepat sekali jika Pondok Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Agama Serta Yang Ada Sekolah Umum/dekat dengan sekolah umum Bagi Kamu inilah kelebihan, keuntungan , dan Suka dukanya, yaitu:

Pertama
Pondok Pesantren menekankan pendidikan dengan basis mengharus utamakan kecerdasan spiritual (SQ) disamping kecerdasan intelektual (IQ) dan emosional (EQ) bagi para santri. Sehingga para santri akan memiliki kecerdasan dan karakter yang kuat dan mudah bersosialisasi di masyarakat. Hal ini yang menyebabkan para santri lebih mudah diterima dan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat. Tentunya hal ini memliki susah senang sperti halnya tekanan yang kuat, hukuman jika tidak sesuai target dan hal-hal lainya.

Kedua 
Pondok Pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di bumi nusantara ini yang didirikan oleh para wali, kyai dan penyebar Agama Islam yang melakukan tafaqquh fi Al-Diin dengan Ikhlas. Mereka adalah orang-orang yang bersih batinnya dan selalu mendekatkan diri kepada Allah. Hal ini yang menyebabkan Ilmu yang diperoleh di Pondok Pesantren menjadi lebih berkah. Namun kebiasaan santri atau adat yang sudah pasti ada dan sudah menjadi keyakinan untuk memperoleh Ilmu berkah biasanya seorang santri harus menderita penyakit Gudik/ Gatal-gatal diarea kulitnya.

Ketiga 
Saat ini kita sedang khawatir dari beragam pengaruh negatif yang ada di tengah-tengah masyarakat. Narkoba, pergaulan bebas, kenakalan remaja, dan lain sebagainya sedang mengancam teman, tetangga bahkan keluarga kita sendiri. Nah, di Pondok Pesantren dengan pengawasan penuh dari Kyai, Guru-guru dan Pengurus Pondok Pesantren, santri sepenuhnya bisa dikontrol dan dilindungi dari pengaruh negatif tersebut. Dengan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam Nusantara, Pondok Pesantren menjadi lembaga yang memiliki daya tahan (imun) dari berbagai ancaman pengaruh negatif.

Keempat 
Pondok Pesantren akan menghasilkan alumni santri yang memiliki solidaritas berbasis Islam yang kuat. Hidup bersama tunggal liwet, tunggal bancik selama bertahun-tahun telah membentuk santri menjadi pribadi yang memiliki rasa solidaritas dengan sesama.

Kelima
Santri akan mampu mengintegrasikan ilmu yang didapat melalui madrasah formal dengan ilmu agama yang didapat melalui pendidikan pesantren dengan kitab kuning-nya dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu inilah yang akan memudahkan para santri untuk memahami makna hidup yang sesungguhnya. Hidup mandiri, terpisah dari orang tua, fasilitas apa adanya, akan membentuk santri sebagai muslim yang bertanggung jawab dan terbiasa memotivasi dirinya sendiri untuk lebih baik.

Keenam 
Sebagai lembaga pendidikan unggulan, Pondok Pesantren mampu melakukan pembentukan karakter Muslim Nusantara yang sesuai dengan ajaran Islam yang berpadu dengan nilai-nilai tradisi, budaya dan kearifan lokal pada semua sisi kehidupan, sehingga melahirkan Pribadi Muslim Nusantara yang mencintai Islam, berkomitmen penuh pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bertoleransi dalam keberagaman, menghargai kemajemukan, dan selalu menebarkan perdamaian. Nah, dengan begitu nantinya yang harus dihadapi bagi setiap santri adalah banyak menemukan permasalahan problematika mulai dari perbedaan pendapat, tradisi yang menyimpang dari agama, dan hal lainnya pada suatu saat nanti.
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random