Saat ini fenomena Mondok Sambil Sekolah adalah menjadi pilihan paling banyak yang diminati, entah dari kemauan seorang anak maupun memang dorongan kuat dari orang tua yang sangat menganjurkan-nya. Ketika kita menjalani hidup Hidup dipesantren sekaligus sekolah umum sudah menjadi pilihan terbaik dari kita maupun orang tua, Maka sepatutnya kita banyak-banyak bersyukur karena juga semuanya tak lain karena sudah kehendak Allah swt. Tenang saja semua sudah ada yang mengatur kok ....

Namun saat keraguan dan gelisah melanda, karena faktor merasa bahwa hidup di Pesantren sambil sekolah terasa melelahkan, bahkan muncul perasaan mondok sambil sekolah itu malah menjadikan beban berat kita, maka buanglah jauh-jauh perasaan itu. Sebenernya menjadi anak pesantren sekaligus anak sekolah itu enggak terasa berat kok, asal semua dijalani dengan ikhlas dan melakukan tip-tips hidup di pesantren yang baik dan benar.

Memang sih ada salah satu orang yang mengalahkan satu diantaranya demi menghindar dari suatu masalah perasaan yang sering muncul seperti mengeluh karena alasan-alasan kurang tepat, juga halnya berkata ah "aku enggak betah mondok/sekolah", berat banget mondok sambil sekolah karena jadwalnya padet full belajar dan belajar terus setiap hari...bla..blaa..blaa ini itulah tetap saja semua itu adalah sebuah perkataan yang ujung-ujungnya tetap dinamakan alasan.

Berikut 6 tips hidup di Pesantren/ Mondok sambil Sekolah:

1. Atur planning harian secara rutin. Konsistensinya harus kamu jaga!

Melakukan kewajiban menuntut Ilmu di Pondok sekaligus sekolah umum tentu membuat waktu luang kita berkurang. Karena keterbatasan itulah, kita perlu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Membuat planning harian dengan cara mencatat apa saja yang akan kita kerjakan besok, dapat membuat tubuh dan pikiran selangkah lebih siap.

Cukup luangkan waktu 5 menit untuk menyusun planning yang dapat meminimalisir pemborosan waktu kita esok hari. Jadwal yang terkontrol akan membuat kita menghadapi aktifitas dengan lebih rileks dan pede. Percaya, deh!

2. Berani menolak ajakan diluar prioritas, kecuali kita memang benar-benar punya waktu luang

Menjaga konsistensi agar aktifitas harian kita sesuai planning, bukan tanpa kendala. Kita akan disuguhi berbagai ajakan yang bisa memalingka dari tujuan awal. Jika ajakan itu memang tak terlalu penting, ketegasan kita untuk menolak sangat diperlukan. Sebagai orang yang terbilang sibuk, kita memang harus punya prioritas dalam memilah mana kegiatan yang mendesak dan mana yang kurang.

3.Jangan sungkan meminta bantuan teman jika kita kurang paham dengan tugas-tugas yang ada

Daripada kita menghabiskan waktu menekuni satu tugas yang kita sendiri kurang paham, cobalah untuk tidak sungkan bertanya atau mendatangi teman dan meminta bantuannya. Ingat, cuma dibantu, ya! Bukan dikerjakan teman secara utuh. Sebab yang terpenting itu bukan hanya tugas yang selesai, tapi kita pun paham ilmunya.

Mempunyai teman sebagai partner belajar sangat penting, lho! Dia tak hanya akan membantu tugas kita, tapi juga mengingatkan seandainya kesibukkan aktivitas yang membuat lalai atau lupa pada tugas . Jadi, milikilah partner belajar dari sekarang!

4.Saat kita didera lelah, berbanggalah sebab waktu muda tak terbuang percuma

Justru harus bangga karena bisa selangkah lebih maju dari mereka yang tidak bekerja. Bersyukurlah, sebab waktu kita lebih bernilai dan tak terbuang percuma. Tuhan telah memberi kesehatan dan kekuatan, itu artinya kamu memang sanggup melewati perjuangan ini.

Tak sedikit teman kita yang justru terjerumus pada hal negatif karena kesenggangan waktu mereka, kan?

5.Manfaatkan waktu senggang sebaik-baiknya untuk rileks tanpa gadget, tubuh butuh istirahat lho

Membuka medsos atau informasi di internet saat waktu senggang memang sudah menjadi kebiasaan generasi milenial. Boleh-boleh saja kita bermedsos, tapi batasi waktunya! Lebih baik kamu rilekskan badan, tidur-tiduran atau istirahat sekejap agar tubuh lelah kembali segar.

Mondok sambil sekolah tentu sudah menguras energi, kan? Karena itu sayangilah tubuh dengan memberinya waktu beristirahat.

6.Menyicil tugas sebelum deadline dan hilangkan kebiasaan menunda

Kita pasti sering mendapat tugas besar dari dosen dengan deadline tertentu, kan? Menyicil pengerjaannya adalah kunci buat kita yang sibuk dengan job sampingan. Kita bisa memecah perampungan tugas ke dalam bagian-bagian kecil setiap harinya. Hilangkan kebiasaan menunda karena waktu tak banyak!

Dengan mengerjakan tugas secara bertahap, kita bisa tetap menghemat energi dan tugas kita gak keteteran saat deadline datang. Bahkan kita mungkin masih punya waktu untuk mengevaluasi hasil. Coba bayangkan jika kita malah menunda tugas sampai akhir deadline sedang waktu kita sempit? Kita pasti stres sendiri!

Baca juga:

Inilah 6 Tips Hidup Di Pesantren Sambil Sekolah Agar Tidak Terasa Berat, Jangan Sampai Menduakan Mondoknya YA


Saat ini fenomena Mondok Sambil Sekolah adalah menjadi pilihan paling banyak yang diminati, entah dari kemauan seorang anak maupun memang dorongan kuat dari orang tua yang sangat menganjurkan-nya. Ketika kita menjalani hidup Hidup dipesantren sekaligus sekolah umum sudah menjadi pilihan terbaik dari kita maupun orang tua, Maka sepatutnya kita banyak-banyak bersyukur karena juga semuanya tak lain karena sudah kehendak Allah swt. Tenang saja semua sudah ada yang mengatur kok ....

Namun saat keraguan dan gelisah melanda, karena faktor merasa bahwa hidup di Pesantren sambil sekolah terasa melelahkan, bahkan muncul perasaan mondok sambil sekolah itu malah menjadikan beban berat kita, maka buanglah jauh-jauh perasaan itu. Sebenernya menjadi anak pesantren sekaligus anak sekolah itu enggak terasa berat kok, asal semua dijalani dengan ikhlas dan melakukan tip-tips hidup di pesantren yang baik dan benar.

Memang sih ada salah satu orang yang mengalahkan satu diantaranya demi menghindar dari suatu masalah perasaan yang sering muncul seperti mengeluh karena alasan-alasan kurang tepat, juga halnya berkata ah "aku enggak betah mondok/sekolah", berat banget mondok sambil sekolah karena jadwalnya padet full belajar dan belajar terus setiap hari...bla..blaa..blaa ini itulah tetap saja semua itu adalah sebuah perkataan yang ujung-ujungnya tetap dinamakan alasan.

Berikut 6 tips hidup di Pesantren/ Mondok sambil Sekolah:

1. Atur planning harian secara rutin. Konsistensinya harus kamu jaga!

Melakukan kewajiban menuntut Ilmu di Pondok sekaligus sekolah umum tentu membuat waktu luang kita berkurang. Karena keterbatasan itulah, kita perlu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Membuat planning harian dengan cara mencatat apa saja yang akan kita kerjakan besok, dapat membuat tubuh dan pikiran selangkah lebih siap.

Cukup luangkan waktu 5 menit untuk menyusun planning yang dapat meminimalisir pemborosan waktu kita esok hari. Jadwal yang terkontrol akan membuat kita menghadapi aktifitas dengan lebih rileks dan pede. Percaya, deh!

2. Berani menolak ajakan diluar prioritas, kecuali kita memang benar-benar punya waktu luang

Menjaga konsistensi agar aktifitas harian kita sesuai planning, bukan tanpa kendala. Kita akan disuguhi berbagai ajakan yang bisa memalingka dari tujuan awal. Jika ajakan itu memang tak terlalu penting, ketegasan kita untuk menolak sangat diperlukan. Sebagai orang yang terbilang sibuk, kita memang harus punya prioritas dalam memilah mana kegiatan yang mendesak dan mana yang kurang.

3.Jangan sungkan meminta bantuan teman jika kita kurang paham dengan tugas-tugas yang ada

Daripada kita menghabiskan waktu menekuni satu tugas yang kita sendiri kurang paham, cobalah untuk tidak sungkan bertanya atau mendatangi teman dan meminta bantuannya. Ingat, cuma dibantu, ya! Bukan dikerjakan teman secara utuh. Sebab yang terpenting itu bukan hanya tugas yang selesai, tapi kita pun paham ilmunya.

Mempunyai teman sebagai partner belajar sangat penting, lho! Dia tak hanya akan membantu tugas kita, tapi juga mengingatkan seandainya kesibukkan aktivitas yang membuat lalai atau lupa pada tugas . Jadi, milikilah partner belajar dari sekarang!

4.Saat kita didera lelah, berbanggalah sebab waktu muda tak terbuang percuma

Justru harus bangga karena bisa selangkah lebih maju dari mereka yang tidak bekerja. Bersyukurlah, sebab waktu kita lebih bernilai dan tak terbuang percuma. Tuhan telah memberi kesehatan dan kekuatan, itu artinya kamu memang sanggup melewati perjuangan ini.

Tak sedikit teman kita yang justru terjerumus pada hal negatif karena kesenggangan waktu mereka, kan?

5.Manfaatkan waktu senggang sebaik-baiknya untuk rileks tanpa gadget, tubuh butuh istirahat lho

Membuka medsos atau informasi di internet saat waktu senggang memang sudah menjadi kebiasaan generasi milenial. Boleh-boleh saja kita bermedsos, tapi batasi waktunya! Lebih baik kamu rilekskan badan, tidur-tiduran atau istirahat sekejap agar tubuh lelah kembali segar.

Mondok sambil sekolah tentu sudah menguras energi, kan? Karena itu sayangilah tubuh dengan memberinya waktu beristirahat.

6.Menyicil tugas sebelum deadline dan hilangkan kebiasaan menunda

Kita pasti sering mendapat tugas besar dari dosen dengan deadline tertentu, kan? Menyicil pengerjaannya adalah kunci buat kita yang sibuk dengan job sampingan. Kita bisa memecah perampungan tugas ke dalam bagian-bagian kecil setiap harinya. Hilangkan kebiasaan menunda karena waktu tak banyak!

Dengan mengerjakan tugas secara bertahap, kita bisa tetap menghemat energi dan tugas kita gak keteteran saat deadline datang. Bahkan kita mungkin masih punya waktu untuk mengevaluasi hasil. Coba bayangkan jika kita malah menunda tugas sampai akhir deadline sedang waktu kita sempit? Kita pasti stres sendiri!

Baca juga:
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random