5 cara maupun langkah yang digunakan santri dalam menghafal

Tradisi menghfalkan di Pondok Pesantren adalah suatu bagian yang sudah wajib di jalankan sebagai seorang santri. Budaya tradisi menghafal di Pesantren juga menjadi ciri khas kental Pondok Pesantren dimanapun berada. Materi yang sering digunakan khususnya dalam hal hafal-menghafal, biasanya yaitu mulai dari hafalan Al-Quran, Syair-syair nadzdhom Alfiyah Ibnu Malik, Jurumiyah, atau lebih pasnya adalah Nahwu Shorof. Hal ini biasanya, menjadi momok para sebagian santri karena jadwal kegiatan yang sangat padat/banyak mulai dari: Muthala’ah, Mahfuzhat, Mufrodat, dan lain-lain.

Padahal masih banyak sebagian orang di Dunia ini beralasan bahwa menghafal banyak materi pelajaran (maddah) adalah cara yang sulit untuk dilakukan dan mustahil. Namun bagi seorang santri , menghafal adalah suatu kewajiban dan bahwasannya setiap orang pasti mempunyai trik atau cara-cara ampuh tersendiri untuk menghafalkan.

Didalam Pondok Pesantren seorang santri yang tinggal disana banyak menyimpan cerita tentang cara menghafal agar cepat dan selalu istiqomah/konsisten, serta tempat-tempat yang dijadikan santri untuk mengahfal, menjadi ciri-ciri khas pribadi masing-masing santri dalam menyelesaikan tugas ngafal yang ada.

Nah, lalu bagaimana cara maupun langkah yang digunakan para santri agar cepat berhasil menghafal ?

Berikut adalah 5 cara maupun langkah yang digunakan santri dalam menghafal ketika di Pondok :

1.Santri yang mempunyai tipe menghafal dengan suara yang keras/teriak-teriak menjadi tipe pribadinya seorang anak pondok dan merasa bahwa itu cara yang mudah menghafalkan.


Cara ini juga sangat banyak digunakan para santri daerah manapun biasanya, pasalnya dengan berteriak bersuara keras, suara yang nyaring maupun juga fales dan lantang akan terdengar oleh telinga, lalu ditransfer ke dalam memori /otak. Melalui proses tersebut hafalan akan cepat diserap dan bertahan cukup lama. Cara ini juga memiliki kelebihan lain, yaitu meminimalisir rasa ngantuk.

2.Menggunakan metode menulis sebagai sarana cara cepat berhasil menghafal


Metode ini digunakan santri karena tiga alasan yaitu :

Pertama, dapat menguatkan daya ingat lebih kuat dan tidak mudah lupa dari hafalan yang sebelumnya.

Kedua, melatih kreatifitas dan lebih menambah wawasan serta dapat menanggulangi suatu saat ketika lalai. Juga cara ini bisa digunakan sebagai diary kenangan santri.

Ketiga, dapat menghubungkan otak kiri dan otak kanan.

Metode cara ini juga tidak dianggap mengganggu teman-teman di sekitar dan tidak perlu menggunakan suara yang keras.

Mungkin banyak yang mengira menghafal dengan cara ini adalah hal yang “aneh bin mustahil dilakukan”, namun ada aja santri yang menggunakan cara ini karena menurut mereka lebih mudah dan nggak perlu repot-repot membawa buku atau kitab. Cara ini-pun harus dilakukan secara terus menerus. Metode ini punya kelemahan tersendiri, yaitu hafalan tidak bertahan lama dan bentuk tulisan tidak dapat diketahui.

4.Mencari tempat yang sepi menjadi langkah terbaiknya


langkah ini digunakan dengan cara mencari suasana yang sepi dan tenang agar tidak diganggu oleh teman, dan biasanya metode ini digunakan oleh santri yang pintar secara akademis dan mendapat “rengking” kelas.

5. Metode Biasa.


Metode ini adalah metode membaca sebuah teks/kitab berulang-ulang. Mungkin kebanyakan orang sering menggunakan cara ini, tidak berbeda dengan santri, mereka membaca materi pelajaran secara perlahan dan diulang-ulang hingga mampu menyerap dan menghafalnya dengan baik.

Yap.. demikian lima cara menghafal ala santri yang harus kamu ketahui. Jangan menyerah saat menghafal dan betapapun susahnya kita menghafal pasti tidak akan sia-sia. Orang bijak menyebutkan bahwa ”ngafal itu tidaklah susah namun menjaganya yang sulit”. 


Tradisi Menghafalkan Di Pesantren.5 Cara Ini Langkah Yang Digunakan Santri Agar Berhasil Menghafal

5 cara maupun langkah yang digunakan santri dalam menghafal

Tradisi menghfalkan di Pondok Pesantren adalah suatu bagian yang sudah wajib di jalankan sebagai seorang santri. Budaya tradisi menghafal di Pesantren juga menjadi ciri khas kental Pondok Pesantren dimanapun berada. Materi yang sering digunakan khususnya dalam hal hafal-menghafal, biasanya yaitu mulai dari hafalan Al-Quran, Syair-syair nadzdhom Alfiyah Ibnu Malik, Jurumiyah, atau lebih pasnya adalah Nahwu Shorof. Hal ini biasanya, menjadi momok para sebagian santri karena jadwal kegiatan yang sangat padat/banyak mulai dari: Muthala’ah, Mahfuzhat, Mufrodat, dan lain-lain.

Padahal masih banyak sebagian orang di Dunia ini beralasan bahwa menghafal banyak materi pelajaran (maddah) adalah cara yang sulit untuk dilakukan dan mustahil. Namun bagi seorang santri , menghafal adalah suatu kewajiban dan bahwasannya setiap orang pasti mempunyai trik atau cara-cara ampuh tersendiri untuk menghafalkan.

Didalam Pondok Pesantren seorang santri yang tinggal disana banyak menyimpan cerita tentang cara menghafal agar cepat dan selalu istiqomah/konsisten, serta tempat-tempat yang dijadikan santri untuk mengahfal, menjadi ciri-ciri khas pribadi masing-masing santri dalam menyelesaikan tugas ngafal yang ada.

Nah, lalu bagaimana cara maupun langkah yang digunakan para santri agar cepat berhasil menghafal ?

Berikut adalah 5 cara maupun langkah yang digunakan santri dalam menghafal ketika di Pondok :

1.Santri yang mempunyai tipe menghafal dengan suara yang keras/teriak-teriak menjadi tipe pribadinya seorang anak pondok dan merasa bahwa itu cara yang mudah menghafalkan.


Cara ini juga sangat banyak digunakan para santri daerah manapun biasanya, pasalnya dengan berteriak bersuara keras, suara yang nyaring maupun juga fales dan lantang akan terdengar oleh telinga, lalu ditransfer ke dalam memori /otak. Melalui proses tersebut hafalan akan cepat diserap dan bertahan cukup lama. Cara ini juga memiliki kelebihan lain, yaitu meminimalisir rasa ngantuk.

2.Menggunakan metode menulis sebagai sarana cara cepat berhasil menghafal


Metode ini digunakan santri karena tiga alasan yaitu :

Pertama, dapat menguatkan daya ingat lebih kuat dan tidak mudah lupa dari hafalan yang sebelumnya.

Kedua, melatih kreatifitas dan lebih menambah wawasan serta dapat menanggulangi suatu saat ketika lalai. Juga cara ini bisa digunakan sebagai diary kenangan santri.

Ketiga, dapat menghubungkan otak kiri dan otak kanan.

Metode cara ini juga tidak dianggap mengganggu teman-teman di sekitar dan tidak perlu menggunakan suara yang keras.

Mungkin banyak yang mengira menghafal dengan cara ini adalah hal yang “aneh bin mustahil dilakukan”, namun ada aja santri yang menggunakan cara ini karena menurut mereka lebih mudah dan nggak perlu repot-repot membawa buku atau kitab. Cara ini-pun harus dilakukan secara terus menerus. Metode ini punya kelemahan tersendiri, yaitu hafalan tidak bertahan lama dan bentuk tulisan tidak dapat diketahui.

4.Mencari tempat yang sepi menjadi langkah terbaiknya


langkah ini digunakan dengan cara mencari suasana yang sepi dan tenang agar tidak diganggu oleh teman, dan biasanya metode ini digunakan oleh santri yang pintar secara akademis dan mendapat “rengking” kelas.

5. Metode Biasa.


Metode ini adalah metode membaca sebuah teks/kitab berulang-ulang. Mungkin kebanyakan orang sering menggunakan cara ini, tidak berbeda dengan santri, mereka membaca materi pelajaran secara perlahan dan diulang-ulang hingga mampu menyerap dan menghafalnya dengan baik.

Yap.. demikian lima cara menghafal ala santri yang harus kamu ketahui. Jangan menyerah saat menghafal dan betapapun susahnya kita menghafal pasti tidak akan sia-sia. Orang bijak menyebutkan bahwa ”ngafal itu tidaklah susah namun menjaganya yang sulit”. 


Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random