Mencari jodoh wanita pesantren yang sudah benar-benar siap untuk menikah adalah hal yang banyak diprioritaskan laki-laki dalam memilih pasangan hidup untuk berumah tangga, khususnya bagi cowok-cowok pesantren. Namun banyak juga sebagian laki-laki umum yang mengedepankan seorang santriwati cantik di Pondok Pesantren untuk dijadikan pasangan serius.

Setiap orang juga mempunyai cara yang berbeda dalam bertemu jodohnya, dan berbagai macam cara dilakukan untuk menemukan jodoh ataupun dengan istilah jemput bola dimana-mana demi mendapatkan pasangan idamannya. Walaupun juga kadang harus melewati bertahun-tahun dulu, namun jodohnya ternyata berasal dari sahabat sendiri dan masih banyak lagi. Kalau ditanya soal ketemu dimana, pasti sambil senyum-senyum menjawabnya saking bahagia. Namun ada satu cara bertemu dengan jodoh atau pasangan yang masih dianggap tabu sampai sekarang.

Nah, lalu kapan wanita pesantren bisa dikatakan untuk siap menikah ataupun siap mencari jodoh dan segera mungkin boyong dari pesantren. Santriwati-santriwati yang sudah memilik sifat dewasa dan cukup paham Ilmu tentang menikah serta tata caranya saat berumah tangga menurut agama islam biasanya mulai siap nikah dan akan direstui orang tuanya/guru dipesantrennya.

1. Sudah Lulus Dari Pesantren Atau Juga Sudah Khatam Beberapa Kitab-Kitab Tertentu
Santri-santri putri yang Lulus dari Pondok dan sudah dibilang cukup umur tidak menutup kemungkinan mereka adalah santri yang memiliki tanda-tanda bahwa kemungkinan besar merupakan wanita muslimah yang siap nikah bahkan kadang itu adalah tanda-tanda segera mungkin siap untuk di nikahi.

2. Memberi kode kepada orang tua, teman dekat, serta laki-laki yang mendekatinya
Sikap dan tingkah laku dalam segi pembicaraannya atau hal lainnya kepada orang tua,teman dekat, banyak memmberikan kode bahwa dia butuh dukungan penuh untuk bisa segera menikah.

3. Sangat Gemar Memperdalam Kitab-Kitab Bab Nikah
Saat masih di pesantren khususnya atau di tempay lain dia sangat suka memperbincangkan ilmu-ilmu nikah sperti dalam kitab pembahasan qurotul uyun yang biasa dikaji di pesantren.

4. Semangat Dalam Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga
Wanita/cewek manapun yang sudah siap menikah tentu akan banyak belajar cara mengelola hidup berumah tangga yang baik dan bernar sesuai pada umumnya. Seperti contoh dia sudah bisa memasak makanan yang macam-macam rasa enak. Termasuk dia mampu mengatur keuangan pemasukan dan pengeluarannya.

5. Mempunyai Kesiapan Fisik Dan Mental
Dalam kesiapan fisik dan mental menikah juga berkaitan dengan faktor usia yang bisa dikatakan sudah cukup matang, biasanya banyak umur ditas 25 tahun keatas rata-ratanya. Dalam artian tidak memiliki pemikiran seperti anak kecil lagi, sudah meninggalkan sifat hura-hura atau masih berkeinginan bebas.

6. Tujuan Dan Keinginan Di Pondok Pesantren Sudah Mampu Dicapainya
Tujuan dan niatnya sudah mampu dicapainya seperti halnya sudah hafal alquran 30 juz, bisa membaca kitab kuning juga sebagai ciri bahwa santri putri itu siap di boyong kerumah.

7. Rajin Dalam Mengerjakan Amal Ibadah
Rajin dalam menjalankan ibadah berdoa setiap hari agar cepat ditemukan jodoh yang tepat baginya, Sebuah gerak-gerik tingkah laku yang menunjukkan bahwa dia sudah sangat mendambakan sosok suami yang membawa kebahagian yang haqiqi.

8. Bersedia Diajak Berkenalan Dengan Keluarga Cowok Yang Mendekatinya
Dia bahkan bersedia untuk diajak silahturahim bersama-sama keluarganya untuk saling mengenal satu sama lain.

9.  Selalu Mencari Info Tentang Pernikahan
Dimana pun ia berada selalu bertanya tentang informasi pernikahan, mulai dari cara, sikap dan hal-hal lainnya.


Tanda Wanita Pesantren Yang Sudah Siap Nikah Biasanya Setelah 9 Hal Ini

Loading...

Mencari jodoh wanita pesantren yang sudah benar-benar siap untuk menikah adalah hal yang banyak diprioritaskan laki-laki dalam memilih pasangan hidup untuk berumah tangga, khususnya bagi cowok-cowok pesantren. Namun banyak juga sebagian laki-laki umum yang mengedepankan seorang santriwati cantik di Pondok Pesantren untuk dijadikan pasangan serius.

Setiap orang juga mempunyai cara yang berbeda dalam bertemu jodohnya, dan berbagai macam cara dilakukan untuk menemukan jodoh ataupun dengan istilah jemput bola dimana-mana demi mendapatkan pasangan idamannya. Walaupun juga kadang harus melewati bertahun-tahun dulu, namun jodohnya ternyata berasal dari sahabat sendiri dan masih banyak lagi. Kalau ditanya soal ketemu dimana, pasti sambil senyum-senyum menjawabnya saking bahagia. Namun ada satu cara bertemu dengan jodoh atau pasangan yang masih dianggap tabu sampai sekarang.

Nah, lalu kapan wanita pesantren bisa dikatakan untuk siap menikah ataupun siap mencari jodoh dan segera mungkin boyong dari pesantren. Santriwati-santriwati yang sudah memilik sifat dewasa dan cukup paham Ilmu tentang menikah serta tata caranya saat berumah tangga menurut agama islam biasanya mulai siap nikah dan akan direstui orang tuanya/guru dipesantrennya.

1. Sudah Lulus Dari Pesantren Atau Juga Sudah Khatam Beberapa Kitab-Kitab Tertentu
Santri-santri putri yang Lulus dari Pondok dan sudah dibilang cukup umur tidak menutup kemungkinan mereka adalah santri yang memiliki tanda-tanda bahwa kemungkinan besar merupakan wanita muslimah yang siap nikah bahkan kadang itu adalah tanda-tanda segera mungkin siap untuk di nikahi.

2. Memberi kode kepada orang tua, teman dekat, serta laki-laki yang mendekatinya
Sikap dan tingkah laku dalam segi pembicaraannya atau hal lainnya kepada orang tua,teman dekat, banyak memmberikan kode bahwa dia butuh dukungan penuh untuk bisa segera menikah.

3. Sangat Gemar Memperdalam Kitab-Kitab Bab Nikah
Saat masih di pesantren khususnya atau di tempay lain dia sangat suka memperbincangkan ilmu-ilmu nikah sperti dalam kitab pembahasan qurotul uyun yang biasa dikaji di pesantren.

4. Semangat Dalam Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga
Wanita/cewek manapun yang sudah siap menikah tentu akan banyak belajar cara mengelola hidup berumah tangga yang baik dan bernar sesuai pada umumnya. Seperti contoh dia sudah bisa memasak makanan yang macam-macam rasa enak. Termasuk dia mampu mengatur keuangan pemasukan dan pengeluarannya.

5. Mempunyai Kesiapan Fisik Dan Mental
Dalam kesiapan fisik dan mental menikah juga berkaitan dengan faktor usia yang bisa dikatakan sudah cukup matang, biasanya banyak umur ditas 25 tahun keatas rata-ratanya. Dalam artian tidak memiliki pemikiran seperti anak kecil lagi, sudah meninggalkan sifat hura-hura atau masih berkeinginan bebas.

6. Tujuan Dan Keinginan Di Pondok Pesantren Sudah Mampu Dicapainya
Tujuan dan niatnya sudah mampu dicapainya seperti halnya sudah hafal alquran 30 juz, bisa membaca kitab kuning juga sebagai ciri bahwa santri putri itu siap di boyong kerumah.

7. Rajin Dalam Mengerjakan Amal Ibadah
Rajin dalam menjalankan ibadah berdoa setiap hari agar cepat ditemukan jodoh yang tepat baginya, Sebuah gerak-gerik tingkah laku yang menunjukkan bahwa dia sudah sangat mendambakan sosok suami yang membawa kebahagian yang haqiqi.

8. Bersedia Diajak Berkenalan Dengan Keluarga Cowok Yang Mendekatinya
Dia bahkan bersedia untuk diajak silahturahim bersama-sama keluarganya untuk saling mengenal satu sama lain.

9.  Selalu Mencari Info Tentang Pernikahan
Dimana pun ia berada selalu bertanya tentang informasi pernikahan, mulai dari cara, sikap dan hal-hal lainnya.


Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random