Macam-Macam Hukuman Di Pesantren 14 Hal Ini Pasti Menjadi Kenangan Santri Mbelink/Nakal

Pertanyaan, apa saja jenis-jenis hukuman yang ada di pesantren ? Adalah ungkapan bagi seseorang yang baru pertama kali mau masuk Pesantren. Ingin Mengetahui macam-macam hukuman yang nantinya akan di alami di Pondok, pasti akan muncul ketika seseorang yang akan mondok di pesantren modern seperti misalnya Pondok pesantren Gontor serta pondok-pondok lain yang sangat mengedepankan tata tertib.

Arti sebuah hukuman yang ada di pesantren adalah tanggung jawab dan kedisiplinan dalam mentaati peraturan yang berlaku. Setiap santri nakal/mbelink yang melanggar tentu harus menerima konsekuensinya yaitu harus menerima hukuman-hukuman yang telah berlaku dan di sepakati bersama biasanya.

Nah, lalu apa saja macam-macam jenis hukuman yang berlaku di pesantren ? Berikut 10 Konsekuensi yang harus diterima santri nakal/mbelink:

1. Harus pasrah menerima ketika rambut harus di botakin/digundul hingga tiada satu helai rambut tersisa


Hukuman diplontos atau digundul biasanya berlaku buat santri yang melakukan pelanggaran berat, seperti bolos sekolah, pulang ke rumah tanpa izin atau ke luar dari lingkungan pesantren dengan menggunakan pakaian yang tak melambangkan sebagai santri. Hukuman ini sangat mencolok di mata santri lain karena perubahan penampilan rambut secara drastis.

Apapun kondisimu setelah digundul, semua teman-teman sesama santri tetap mengajakmu bermain, belajar dan bercanda bersama. Tak ada yang perlu disesali, digundul menjadi hukuman buat santri yang melanggar agar instropeksi diri terhadap kesalahan yang diperbuat.

2. Mau enggak mau harus menjalankan tugas hafalan yang harus segera di selesaikan


Hukuman ini biasanya diberikan kepada santri yang tidak salat berjamaah, lupa mengerjakan tugas atau tidur saat pengajian. Meski hal ini sebuah hukuman ringan, hafalan malah membuat santri tersebut memiliki bekal untuk memahami beberapa mata pelajaran.

3. Mengaji/membaca ayat-ayat Alqur'an hingga beberapa juz


Kamu yang suka bolos pengajian diwajibkan membaca beberapa ayat di Alquran. Biasanya hukuman ini dilakukan di serambi masjid, surat-surat yang disuruh untuk dibaca pun kebanyakan surat panjang atau beberapa halaman bahkan sampai berjuz-juz.

4. Barang bawaan dari rumah yang dilarang dibawa ke pondok harus terpaksa di sita
Kamu dilarang membawa alat musik, handphone atau barang elektronik lain. Ustaz sebagai petugas akan menggeledah dan mengambil barang tersebut. Namun jangan khawatir, barang-barang itu dikembalikan kepada orangtua santri.

5. Bersih-bersih halaman masjid dan pondok


Hukuman ini untuk mengajarkan arti kebersihan kepada para santri. Membersihkan lingkungan masjid dan pondok juga berpahala lho.

6. Menata sandal di depan masjid


Hukuman yang terbilang sering diterima santri, apalagi buat santri yang sering telat berjamaah. Siap-siap deh mengatur sandal agar tertata rapi.

7. Membersihkan kamar mandi santri


Kebersihan sebagian daripada iman. Santri sudah sangat familiar dengan kata mutiara tersebut. So, hukuman menguras dan membersihkan kamar mandi santri mewakili kata mutiara tersebut. Makanya, jangan sering melanggar di pondok.

8. Denda


Dend merpakan hukuman ke dua setlah hukuman lainnya berlku dikenal dengan istilah tajir. Sehigga jika ditajir, biasanya santri akan berpikir dua kaliuntuk melakukan pelanggaran. Sebab, uang yang dikirim orang tua sangat terbatas. Tidak seperti uang anak rumahan yang setiap kali habis langsung dapat minta.

9. Jilid

Dijillid atau dipukul bagian telapak kaki menggunakan sejadah yang telah di ikat rpanya masih berlaku untuk para santri salafi. 10-20 jilid rupanya mampu membuat santri jer untk melanggar peraturan pondok pesantern.

10. Orangtua dipanggil ke pondok


Hukuman di pesantren terkadang tidak mempan bagi sebagian santri. Nah, saat itulah orangtua santri itu dipanggil untuk diajak mengobrol dan mengajak si santri berbicara dari hati ke hati.

11. Mencangkul/menggali lubang untuk tempat pembuangan sampah


Menggali lubang untuk tempat pembuangan sampah terjadi agar si santri nakal merasakan betapa beratnya orang tua mencarikan bekalnya untuk hidup di pesantren. 

12. Resiko harus menerima hukuman menguras kobokan kaki


Menguras kobokan kaki memang masih banyak dilakukan pihak-pihak pesantren untuk dilakukan bagi santri mbelink.

13.Parahnya bila santri yang sudah akut nakalnya harus menguras tempat penyimpanan B.A.B/ Sapiteng



14. Diguyur/dimandiin air comberan/got oleh pengurus




Macam-Macam Hukuman Di Pesantren 14 Hal Ini Pasti Menjadi Kenangan Santri Mbelink/Nakal

Loading...
Macam-Macam Hukuman Di Pesantren 14 Hal Ini Pasti Menjadi Kenangan Santri Mbelink/Nakal

Pertanyaan, apa saja jenis-jenis hukuman yang ada di pesantren ? Adalah ungkapan bagi seseorang yang baru pertama kali mau masuk Pesantren. Ingin Mengetahui macam-macam hukuman yang nantinya akan di alami di Pondok, pasti akan muncul ketika seseorang yang akan mondok di pesantren modern seperti misalnya Pondok pesantren Gontor serta pondok-pondok lain yang sangat mengedepankan tata tertib.

Arti sebuah hukuman yang ada di pesantren adalah tanggung jawab dan kedisiplinan dalam mentaati peraturan yang berlaku. Setiap santri nakal/mbelink yang melanggar tentu harus menerima konsekuensinya yaitu harus menerima hukuman-hukuman yang telah berlaku dan di sepakati bersama biasanya.

Nah, lalu apa saja macam-macam jenis hukuman yang berlaku di pesantren ? Berikut 10 Konsekuensi yang harus diterima santri nakal/mbelink:

1. Harus pasrah menerima ketika rambut harus di botakin/digundul hingga tiada satu helai rambut tersisa


Hukuman diplontos atau digundul biasanya berlaku buat santri yang melakukan pelanggaran berat, seperti bolos sekolah, pulang ke rumah tanpa izin atau ke luar dari lingkungan pesantren dengan menggunakan pakaian yang tak melambangkan sebagai santri. Hukuman ini sangat mencolok di mata santri lain karena perubahan penampilan rambut secara drastis.

Apapun kondisimu setelah digundul, semua teman-teman sesama santri tetap mengajakmu bermain, belajar dan bercanda bersama. Tak ada yang perlu disesali, digundul menjadi hukuman buat santri yang melanggar agar instropeksi diri terhadap kesalahan yang diperbuat.

2. Mau enggak mau harus menjalankan tugas hafalan yang harus segera di selesaikan


Hukuman ini biasanya diberikan kepada santri yang tidak salat berjamaah, lupa mengerjakan tugas atau tidur saat pengajian. Meski hal ini sebuah hukuman ringan, hafalan malah membuat santri tersebut memiliki bekal untuk memahami beberapa mata pelajaran.

3. Mengaji/membaca ayat-ayat Alqur'an hingga beberapa juz


Kamu yang suka bolos pengajian diwajibkan membaca beberapa ayat di Alquran. Biasanya hukuman ini dilakukan di serambi masjid, surat-surat yang disuruh untuk dibaca pun kebanyakan surat panjang atau beberapa halaman bahkan sampai berjuz-juz.

4. Barang bawaan dari rumah yang dilarang dibawa ke pondok harus terpaksa di sita
Kamu dilarang membawa alat musik, handphone atau barang elektronik lain. Ustaz sebagai petugas akan menggeledah dan mengambil barang tersebut. Namun jangan khawatir, barang-barang itu dikembalikan kepada orangtua santri.

5. Bersih-bersih halaman masjid dan pondok


Hukuman ini untuk mengajarkan arti kebersihan kepada para santri. Membersihkan lingkungan masjid dan pondok juga berpahala lho.

6. Menata sandal di depan masjid


Hukuman yang terbilang sering diterima santri, apalagi buat santri yang sering telat berjamaah. Siap-siap deh mengatur sandal agar tertata rapi.

7. Membersihkan kamar mandi santri


Kebersihan sebagian daripada iman. Santri sudah sangat familiar dengan kata mutiara tersebut. So, hukuman menguras dan membersihkan kamar mandi santri mewakili kata mutiara tersebut. Makanya, jangan sering melanggar di pondok.

8. Denda


Dend merpakan hukuman ke dua setlah hukuman lainnya berlku dikenal dengan istilah tajir. Sehigga jika ditajir, biasanya santri akan berpikir dua kaliuntuk melakukan pelanggaran. Sebab, uang yang dikirim orang tua sangat terbatas. Tidak seperti uang anak rumahan yang setiap kali habis langsung dapat minta.

9. Jilid

Dijillid atau dipukul bagian telapak kaki menggunakan sejadah yang telah di ikat rpanya masih berlaku untuk para santri salafi. 10-20 jilid rupanya mampu membuat santri jer untk melanggar peraturan pondok pesantern.

10. Orangtua dipanggil ke pondok


Hukuman di pesantren terkadang tidak mempan bagi sebagian santri. Nah, saat itulah orangtua santri itu dipanggil untuk diajak mengobrol dan mengajak si santri berbicara dari hati ke hati.

11. Mencangkul/menggali lubang untuk tempat pembuangan sampah


Menggali lubang untuk tempat pembuangan sampah terjadi agar si santri nakal merasakan betapa beratnya orang tua mencarikan bekalnya untuk hidup di pesantren. 

12. Resiko harus menerima hukuman menguras kobokan kaki


Menguras kobokan kaki memang masih banyak dilakukan pihak-pihak pesantren untuk dilakukan bagi santri mbelink.

13.Parahnya bila santri yang sudah akut nakalnya harus menguras tempat penyimpanan B.A.B/ Sapiteng



14. Diguyur/dimandiin air comberan/got oleh pengurus




Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random