Sumber foto: IG AlaSantri

Menjadi seorang santri itu memang menjadikan salah satu kebahagian tersendiri, menjalani kehidupan bersama teman sesama santri seperjuangan di Pondok pahit manis, suka duka, tertawa bareng, kebersamaan layaknya keluarga sendiri memberikan sebuah kenangan terindah, sampai selama-lamanya hingga akhir hayat. Sampai-sampai Senangnya kebahagian ketika mondok tak akan bisa di ucapkan dengan sebuah kata-kata. Hmmm... mungkin buat para alumni jaman-jamanya mondok pasti bakal kangen banget setelah mendengarkan kata-kata kenangan indah mondok di pesantren.

Nah, kemungkinan besar dari salah satu dari kenangan indahnya waktu di pondok paling di sukai/senangi adalah ketika menjadi seorang santri pengasuh atau juga bisa disebut santri abdi dhalem. Ketika seorang santri sudah menjadi bagian penting dari keluarga Pak Kiyai hal ini tentu akan membuat bahagia tersendiri. Betul Nggak Sih ? Pasti dong...jika kamu waktu mondok menjadi abdi dhalem tentunya kamu akan lebih dikenal dekat dengan keluarga dhalem sebagai lantaran ngalap berkah ilmu manfaat dari pak kiyai. Berkah-berkah tinggal dipesantren itu memang banyak macamnya salah satunya yang paling banyak diminati/sukai ya dari pengasuh pondok langsung.

Santri-santri abdi dhalem nih tentu sangat senang sekali ketika di pondok ada beliau gus kecil, Menjaga dan bermain bersama gus kecil dengan penuh keikhlasan yang mengeluarkan sebuah senyuman kebahagiaan indah sebagai bukti kamu sebagai santri sejati. Dari hati yang paling dalam berdoa semoga adanya keberkahan Ilmu yang bakal membuat manfaat baik untuk diri sendiri juga orang lain. Tetap saja semuannya bukan tanpa alasan karena sudah menjadi hal yang lumrah menjadi seorang manusia.

Untuk lebih jelasnya alasan santri menjadi abdhi dhalem pak kiai dan senang jagain Gus Kecil nih santriyai.com rincikan betul nggak ya.

1.Ingin Dekat Dengan Keluarga Dhalem Layaknya Keluarga Dekat Sendiri


Berdasarkan cerita pengalaman kalau di pesantren Lirboyo Jawa Timur menjadi seorang santri abdhi dhalem katanya disana malah berebutan. Dari ribuan santri Lirboyo banyak berlomba-lomba menjadi santri dhalem tapi untuklebih jelasnya langsung aja deh cek kesana atau tanya seorang yang pernah kesana baik mondok atau tidak.

2.Mendapatkan Berkah Yang Sudah Dipercayai Turun-temurun Dari Generasi Kegenerasi


Semua santri pondok-pondok dimanapun pasti ingin mendapatkan Ilmu yang berkah dan manfaat. Ilmu berkah manfaat ladhuni ( tanpa belajar bisa ) kadang menjadi harapan-harapannya seorang santri dhalem. Fakta Cerita Keberkahan ilmu tanpa belajar memang betul adanya di jamn-jaman dahulu namun saat ini mungkin hanya mempunyai perbandingan 1000 banding 1.

Entah karena faktor apa, mungkin juga pengaruh zamannya yang sudah berbeda. Dulu banyak kisah cerita nyata orang-orang mondok tanpa mengaji bisa menguasai banyak ilmu karena sangat takdhimnya dengan guru sepenuh hati. Sebuah fakta cerita nyata Ilmu ladhuni samapai saat ini masih populer di bicarakan santri-santri dimanapun berdasarkan pengalaman silahturahim dengan santri yang berasal dari daerah-daerah lain.

3.Lebih Aman Dari Pengurus Keamanan Yang Suka Memberi Hukuman/Ta'zir Jika Tidak Mengaji atau Membolos dengan alasan karena merawat gus kecil, bantu-bantu bu nyai, dan hal-hal lainnya. Tipikal santri seperti ini menurut santriyai bisa dikatakan santri pemalas yang mempunyai 1000 alasan bla bla yang kreatif.hehehe

4.Berharap Nantinya Direkomendasikan Pilihan Pasangan Jodoh Yang Baik

Berharap Nantinya Direkomendasikan Pilihan Pasangan Jodoh Yang Baik

Ngaji sampai Rabi adalah sebuah slogan santri yang mungkin sudah tidak asing lagi buat masyarakat awam. Slogan mondok sampai rabi adalah sebuah kata seorang santri yang berprinsip besar juga mencerminkan bahwa dia sangat betah lama tinggal di Pondok. Dengan begitu lama dia mondok seiring berjalannya waktu dia akan dekat dengan pengasuh dan tentunya akan menjadi abdhi dhalem, dengan harapan begitu tak lain adalah berharap saat ia boyong sudah diberi calon pasangan jodoh. Biasanya juga dengan sesama santri yang sudah direkomendasikan/dipilihkan, kebiasaan adat kebanyakan terjadi santri berjodoh dengan santri.


5.Mau Banyak Belajar Praktek Tentang Kehidupan Sesuai Ajaran Islami

praktek mencuci syariat islam

Memang betul adanya dengan menjadi santri abdhi dhalem anak pondok bisa banyak belajar tentang kehidupan dengan baik serta secara Islami. Seperti halnya dalam urusan fiqih yang mempraktekkan hal cuci mencuci, masak memasak, melayani tamu, dan hal-hal lainya. Biasanya mereka akan banyak belajar dari Bu Nyai Istri dari pengasuh pondok khususnya bagi santri putri nih menjadi yang akan menjadi sosok ibu rumah tangga nantinya.

Jamannya Mondok Senang Jagain Gus Kecil Putra Pak Kiyai Mungkin Ini 5 Alasan Santri Abdhi Dhalem

Sumber foto: IG AlaSantri

Menjadi seorang santri itu memang menjadikan salah satu kebahagian tersendiri, menjalani kehidupan bersama teman sesama santri seperjuangan di Pondok pahit manis, suka duka, tertawa bareng, kebersamaan layaknya keluarga sendiri memberikan sebuah kenangan terindah, sampai selama-lamanya hingga akhir hayat. Sampai-sampai Senangnya kebahagian ketika mondok tak akan bisa di ucapkan dengan sebuah kata-kata. Hmmm... mungkin buat para alumni jaman-jamanya mondok pasti bakal kangen banget setelah mendengarkan kata-kata kenangan indah mondok di pesantren.

Nah, kemungkinan besar dari salah satu dari kenangan indahnya waktu di pondok paling di sukai/senangi adalah ketika menjadi seorang santri pengasuh atau juga bisa disebut santri abdi dhalem. Ketika seorang santri sudah menjadi bagian penting dari keluarga Pak Kiyai hal ini tentu akan membuat bahagia tersendiri. Betul Nggak Sih ? Pasti dong...jika kamu waktu mondok menjadi abdi dhalem tentunya kamu akan lebih dikenal dekat dengan keluarga dhalem sebagai lantaran ngalap berkah ilmu manfaat dari pak kiyai. Berkah-berkah tinggal dipesantren itu memang banyak macamnya salah satunya yang paling banyak diminati/sukai ya dari pengasuh pondok langsung.

Santri-santri abdi dhalem nih tentu sangat senang sekali ketika di pondok ada beliau gus kecil, Menjaga dan bermain bersama gus kecil dengan penuh keikhlasan yang mengeluarkan sebuah senyuman kebahagiaan indah sebagai bukti kamu sebagai santri sejati. Dari hati yang paling dalam berdoa semoga adanya keberkahan Ilmu yang bakal membuat manfaat baik untuk diri sendiri juga orang lain. Tetap saja semuannya bukan tanpa alasan karena sudah menjadi hal yang lumrah menjadi seorang manusia.

Untuk lebih jelasnya alasan santri menjadi abdhi dhalem pak kiai dan senang jagain Gus Kecil nih santriyai.com rincikan betul nggak ya.

1.Ingin Dekat Dengan Keluarga Dhalem Layaknya Keluarga Dekat Sendiri


Berdasarkan cerita pengalaman kalau di pesantren Lirboyo Jawa Timur menjadi seorang santri abdhi dhalem katanya disana malah berebutan. Dari ribuan santri Lirboyo banyak berlomba-lomba menjadi santri dhalem tapi untuklebih jelasnya langsung aja deh cek kesana atau tanya seorang yang pernah kesana baik mondok atau tidak.

2.Mendapatkan Berkah Yang Sudah Dipercayai Turun-temurun Dari Generasi Kegenerasi


Semua santri pondok-pondok dimanapun pasti ingin mendapatkan Ilmu yang berkah dan manfaat. Ilmu berkah manfaat ladhuni ( tanpa belajar bisa ) kadang menjadi harapan-harapannya seorang santri dhalem. Fakta Cerita Keberkahan ilmu tanpa belajar memang betul adanya di jamn-jaman dahulu namun saat ini mungkin hanya mempunyai perbandingan 1000 banding 1.

Entah karena faktor apa, mungkin juga pengaruh zamannya yang sudah berbeda. Dulu banyak kisah cerita nyata orang-orang mondok tanpa mengaji bisa menguasai banyak ilmu karena sangat takdhimnya dengan guru sepenuh hati. Sebuah fakta cerita nyata Ilmu ladhuni samapai saat ini masih populer di bicarakan santri-santri dimanapun berdasarkan pengalaman silahturahim dengan santri yang berasal dari daerah-daerah lain.

3.Lebih Aman Dari Pengurus Keamanan Yang Suka Memberi Hukuman/Ta'zir Jika Tidak Mengaji atau Membolos dengan alasan karena merawat gus kecil, bantu-bantu bu nyai, dan hal-hal lainnya. Tipikal santri seperti ini menurut santriyai bisa dikatakan santri pemalas yang mempunyai 1000 alasan bla bla yang kreatif.hehehe

4.Berharap Nantinya Direkomendasikan Pilihan Pasangan Jodoh Yang Baik

Berharap Nantinya Direkomendasikan Pilihan Pasangan Jodoh Yang Baik

Ngaji sampai Rabi adalah sebuah slogan santri yang mungkin sudah tidak asing lagi buat masyarakat awam. Slogan mondok sampai rabi adalah sebuah kata seorang santri yang berprinsip besar juga mencerminkan bahwa dia sangat betah lama tinggal di Pondok. Dengan begitu lama dia mondok seiring berjalannya waktu dia akan dekat dengan pengasuh dan tentunya akan menjadi abdhi dhalem, dengan harapan begitu tak lain adalah berharap saat ia boyong sudah diberi calon pasangan jodoh. Biasanya juga dengan sesama santri yang sudah direkomendasikan/dipilihkan, kebiasaan adat kebanyakan terjadi santri berjodoh dengan santri.


5.Mau Banyak Belajar Praktek Tentang Kehidupan Sesuai Ajaran Islami

praktek mencuci syariat islam

Memang betul adanya dengan menjadi santri abdhi dhalem anak pondok bisa banyak belajar tentang kehidupan dengan baik serta secara Islami. Seperti halnya dalam urusan fiqih yang mempraktekkan hal cuci mencuci, masak memasak, melayani tamu, dan hal-hal lainya. Biasanya mereka akan banyak belajar dari Bu Nyai Istri dari pengasuh pondok khususnya bagi santri putri nih menjadi yang akan menjadi sosok ibu rumah tangga nantinya.
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random