5 Cara Santri Bertahan Hidup Saat Krisis Uang.

Santri memang penuh cerita indah dan memprihatinkan demi berjuang dan bertahan hidup di Pondok Pesantren. Keunikan santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari selalu menyimpan kebahagian tersendiri. Seperti halnya ketika santri kehabisan bekal/sedang krisis keuangan karena faktor-faktor tertentu.

Solusi maupun cara dan trik menyiasati ketika kehabisan bekal selalu ada, Khususnya bagi santri yang mandiri sudah tidak mengandalkan kiriman dari orang tua. Cara hidup yang sederhana ala santri ketika bokek hanyalah satu sifat yaitu hanya membuang rasa sikap gengsi. Ini mungkin yang juga membuat beda dari anak-anak pelajar lainnya saat di perantauan. Seperti halnya pelajar anak kos bisa jadi mereka cukup bisa dibilang anak yang gengsian bila harus hidup seperti ala santri. Karena kebanyakan mereka memilih jadi anak kos dari pada mondok. Bukan maksut menjelekan tapi ini hanya opini santriyai.com


Nah, mau tahu cara santri saat krisis keuangan hanya untuk mengganjal perut lapar? Yuk intip menu makanan ala santri bokek berikut ini. Jangan nangis ya pemirsaa. Hehehe

1. Nasi Putih Campur Garam Menjadi Cara Solusi Yang Tepat Untuk Mengisi Perut Kroncongan


Walaupun saat ini banyak orang tua yang mampu tanpa harus telat mengirim uang saku kepada anaknya saat di perantauan tapi hal ini masih banyak yang terjadi karena hal-hal tertentu yang terjadi. Mungkin santri jaman dahulu lebih banyak mengalaminya dari pada santri jaman now. Ini sepertinya sudah cara umum di masyarakat. Ketika tidak ada lauk dan tidak ada sayur, agar nasi tawar bisa diterima lidah, dicampur sedikit garam. Lumayanlah daripada hambar. Syukur-syukur kalau dapat kelapa untuk diparut. Jadilah nasi krawu sederhana.

Trik ini biasanya hanya dilakukan oleh santri yang memang tidak bergabung dengan kelompok masak. Alasannya mungkin beragam. Dari tidak ada uang untuk ikutan iuran, sampai sedang menjalani pola hidup masak sendiri.

Kalau rekan ada yang tahu si santri makan model begini biasanya juga dibantu dengan memberi atau menawarkan sayurnya. Bagi santri yang benar-benar tidak mau dikasihani, dia akan makan model begini sembunyi sembunyi.

2. Makan Lauk Cobek

Ini cara yang agak lebih nikmat ketimbang makan cuma lauk garam. Tinggal datang ke dapur umum, dan tuangkan nasi hangat-hangat ke dalam cobek umum. Tekan-tekan sedikit dengan menggunakan ulek-ulek, dan jadilah nasi tawar itu bercampur dengan sambal segala rasa sisa penggerusan bumbu.

3. Makan Lauk Wajan


Cara ketiga ini dilakukan juga dengan sembunyi-sembunyi. Menunggu rekan-rekan yang masak normal meninggalkan dapur. Biasanya di dapur juga terdapat wajan umum yang dipakai bergantian.

Kalau ada kelompok masak yang habis masak enak dan berkuah, lumayanlah buat menambah rasa nasi. Kalaupun bukan sayur berkuah, maka sayur oseng-oseng juga menyisakan minyak dan kuah berbumbu di wajannya. Inilah sasaran si santri krisis tadi.

Cukup bermodal nasi putih, lalu dituang ke wajan yang habis digunakan masak sayur. Di oles-oleskan ke wajan, rasanya lumayan buat menambah nafsu makan.

4. Trik Unik Mengakali Pengen Makan Mie Kuah


Pengen makan mie kuah di kantin tapi duitnya nipis? Bagaimana cara unik santri menyiasatinya? Lupakan ego dan gengsi. Masuk kantin beli kerupuk barang satu atau dua bungkus. Para santri lain banyak yang beli mie instan siap santap di kantin.

Kalau jenis mie rebus, biasanya tidak dihabiskan hingga kuahnya. Pasti tersisa. Itulah yang bisa dipakai untuk meredam keinginan yang belum kesampaian.

Mangkok yang ditinggalkan begitu saja dan masih tersisa kuah lumayan banyak. Tinggal kerupuk yang baru dibeli dibuka, diremas biar hancur, lalu masukkan ke dalam kuah mie rebus tersebut. Jadilah kerupuk rasa mie rebus instan. Rasanya nggak jauh amat kok dengan mie yang baru dimakan santri lainnya tadi.

5. Begini Cara Bikin Nasi Gurih ala Santri

Nasi gurih biasanya dibuat dengan resep khusus. Diberi kunyit hingga memberi warna kuning alami yang menarik. Dengan tambahan bawang goreng dan suwiran daging. Tapi santri saat krisis bekal juga bisa kok membuat nasi gurih.

Caranya dengan memasak nasi dan langsung dicampur garam saat memasaknya. Kadang ada yang aneh-aneh dengan sekalian mencampurkan penyedap rasa. Atau kalau ada sisa bumbu di penyimpanan, dan nggak bisa beli sayuran, ya bumbu seadaanya itu dibuatlah sambal lalu dicampurkan sekalian dengan nasi saat menanak. Tujuannya biar rasa bumbunya merata.

Begitulah sebagian cara santri yang lagi krisis menjalani masa sulitnya. Ngenes ya? Atau justru Anda adalah alumni pesantren yang pernah mengalami salah satu pengalaman diatas? Selamat bernostalgia saja …

Baca Juga: 8 Cara Hidup Sederhana Anak Pesantren Meski Dengan Uang Pas-Pasan

Inilah 5 Cara Santri Bertahan Hidup Saat Krisis Uang Lagi Mepet. Sungguh Sangat Memprihatinkan

Loading...
 5 Cara Santri Bertahan Hidup Saat Krisis Uang.

Santri memang penuh cerita indah dan memprihatinkan demi berjuang dan bertahan hidup di Pondok Pesantren. Keunikan santri dalam menjalani kehidupan sehari-hari selalu menyimpan kebahagian tersendiri. Seperti halnya ketika santri kehabisan bekal/sedang krisis keuangan karena faktor-faktor tertentu.

Solusi maupun cara dan trik menyiasati ketika kehabisan bekal selalu ada, Khususnya bagi santri yang mandiri sudah tidak mengandalkan kiriman dari orang tua. Cara hidup yang sederhana ala santri ketika bokek hanyalah satu sifat yaitu hanya membuang rasa sikap gengsi. Ini mungkin yang juga membuat beda dari anak-anak pelajar lainnya saat di perantauan. Seperti halnya pelajar anak kos bisa jadi mereka cukup bisa dibilang anak yang gengsian bila harus hidup seperti ala santri. Karena kebanyakan mereka memilih jadi anak kos dari pada mondok. Bukan maksut menjelekan tapi ini hanya opini santriyai.com


Nah, mau tahu cara santri saat krisis keuangan hanya untuk mengganjal perut lapar? Yuk intip menu makanan ala santri bokek berikut ini. Jangan nangis ya pemirsaa. Hehehe

1. Nasi Putih Campur Garam Menjadi Cara Solusi Yang Tepat Untuk Mengisi Perut Kroncongan


Walaupun saat ini banyak orang tua yang mampu tanpa harus telat mengirim uang saku kepada anaknya saat di perantauan tapi hal ini masih banyak yang terjadi karena hal-hal tertentu yang terjadi. Mungkin santri jaman dahulu lebih banyak mengalaminya dari pada santri jaman now. Ini sepertinya sudah cara umum di masyarakat. Ketika tidak ada lauk dan tidak ada sayur, agar nasi tawar bisa diterima lidah, dicampur sedikit garam. Lumayanlah daripada hambar. Syukur-syukur kalau dapat kelapa untuk diparut. Jadilah nasi krawu sederhana.

Trik ini biasanya hanya dilakukan oleh santri yang memang tidak bergabung dengan kelompok masak. Alasannya mungkin beragam. Dari tidak ada uang untuk ikutan iuran, sampai sedang menjalani pola hidup masak sendiri.

Kalau rekan ada yang tahu si santri makan model begini biasanya juga dibantu dengan memberi atau menawarkan sayurnya. Bagi santri yang benar-benar tidak mau dikasihani, dia akan makan model begini sembunyi sembunyi.

2. Makan Lauk Cobek

Ini cara yang agak lebih nikmat ketimbang makan cuma lauk garam. Tinggal datang ke dapur umum, dan tuangkan nasi hangat-hangat ke dalam cobek umum. Tekan-tekan sedikit dengan menggunakan ulek-ulek, dan jadilah nasi tawar itu bercampur dengan sambal segala rasa sisa penggerusan bumbu.

3. Makan Lauk Wajan


Cara ketiga ini dilakukan juga dengan sembunyi-sembunyi. Menunggu rekan-rekan yang masak normal meninggalkan dapur. Biasanya di dapur juga terdapat wajan umum yang dipakai bergantian.

Kalau ada kelompok masak yang habis masak enak dan berkuah, lumayanlah buat menambah rasa nasi. Kalaupun bukan sayur berkuah, maka sayur oseng-oseng juga menyisakan minyak dan kuah berbumbu di wajannya. Inilah sasaran si santri krisis tadi.

Cukup bermodal nasi putih, lalu dituang ke wajan yang habis digunakan masak sayur. Di oles-oleskan ke wajan, rasanya lumayan buat menambah nafsu makan.

4. Trik Unik Mengakali Pengen Makan Mie Kuah


Pengen makan mie kuah di kantin tapi duitnya nipis? Bagaimana cara unik santri menyiasatinya? Lupakan ego dan gengsi. Masuk kantin beli kerupuk barang satu atau dua bungkus. Para santri lain banyak yang beli mie instan siap santap di kantin.

Kalau jenis mie rebus, biasanya tidak dihabiskan hingga kuahnya. Pasti tersisa. Itulah yang bisa dipakai untuk meredam keinginan yang belum kesampaian.

Mangkok yang ditinggalkan begitu saja dan masih tersisa kuah lumayan banyak. Tinggal kerupuk yang baru dibeli dibuka, diremas biar hancur, lalu masukkan ke dalam kuah mie rebus tersebut. Jadilah kerupuk rasa mie rebus instan. Rasanya nggak jauh amat kok dengan mie yang baru dimakan santri lainnya tadi.

5. Begini Cara Bikin Nasi Gurih ala Santri

Nasi gurih biasanya dibuat dengan resep khusus. Diberi kunyit hingga memberi warna kuning alami yang menarik. Dengan tambahan bawang goreng dan suwiran daging. Tapi santri saat krisis bekal juga bisa kok membuat nasi gurih.

Caranya dengan memasak nasi dan langsung dicampur garam saat memasaknya. Kadang ada yang aneh-aneh dengan sekalian mencampurkan penyedap rasa. Atau kalau ada sisa bumbu di penyimpanan, dan nggak bisa beli sayuran, ya bumbu seadaanya itu dibuatlah sambal lalu dicampurkan sekalian dengan nasi saat menanak. Tujuannya biar rasa bumbunya merata.

Begitulah sebagian cara santri yang lagi krisis menjalani masa sulitnya. Ngenes ya? Atau justru Anda adalah alumni pesantren yang pernah mengalami salah satu pengalaman diatas? Selamat bernostalgia saja …

Baca Juga: 8 Cara Hidup Sederhana Anak Pesantren Meski Dengan Uang Pas-Pasan
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random