Kehidupan Pondok Pesantren memang sangat indah yang membuat anak-anak santri disana betah karena dunia kebersamaannya menjadikan sebuah keluarga. Sehingga lingkungan anak Pondok Pesantren ini mempunyai daya tarik oleh para sutradara/produser untuk diangkat dalam sebuah dunia perfileman. Dunia Perfileman tentang kehidupan pesantren sebetulnya di Indonesia sendiri sudah banyak tayang di layar lebar dari waktu-kewaktu dan terus ada yang terbaru. Meski film-film ini mengangkat tema tentang pesantren tetap saja masih banyak diminati untuk ditonton oleh masyarakat umum.

Film yang mengandalkan inspirasi dari latar tempat pesantren sebagai movie cerita religi tanah air ini mempunyai tema berbeda-beda seperti tema cinta anak pondok pesantren, Kehidupan Islami, Motivasi, dan lain-lainnya. Berikut 6 Film yang mengangkat dari sumber kehidupan Pondok Pesantren:

1.Cahaya Cinta Pesantren.


Film yang mengusung dari santri dengan judul Cahaya Cinta Pesantren sekaligus merasakan kehidupan nyata mondok bercerita mengenai keluarga, persahabatan, pendidikan, sampai cinta ala santri muda yang sedang puber. Film ini menggaet artis-artis muda seperti Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Elma Theana, Tabah Penemuan, Zeezee Shahab, Fachri Muhammad serta Wirda Mansur.

Film ini juga di Produseri oleh seorang pengasuh pondok pesantren hafidz terkemuka oleh beliau Ustad Yusuf Mansur. Film anak-anak Pondok ini mengangkat dari cerita kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau toba bernama shila yang akhirnya bersekolah di sekolah swasta sekaligus mondok di pesantren setelah tak lolos di sekolah negeri idamannya.

2.Pesantren Impian.


Film ini diperankan  oleh para artis pemain yang sudah cukup populer dalam dunia perfilman tanah air, yaitu Prisia Nasution, Fachri Albar, Dinda Kanya Dewi, Indah Permatasari, dan Deddy Sutomo.

Film ini bercerita 10 orang dengan latar belakang berbeda yang diundang untuk hidup di pesantren. Sepuluh orang itu menyimpan cerita sendiri-sendiri, mulai yang terlibat kasus narkoba, skandal pelacuran, hamil di luar nikah, hingga polisi yang mencari tersangka pembunuhan.

Hingga pada akhirnya pesantren itu tiba-tiba diserang. Satu per satu orang terbunuh hingga membuat santri di sana ketakutan. Mereka pun harus berjuang mengalahkan teror yang muncul di Pesantren Impian itu.

3.Kalam-Kalam Langit.


Film yang dibintangi Dimas Seto, Elyzia Mulachela dan Ibnu Jamil ini mengambil setting di Lombok. Film ini diproduksi untuk menyambut gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 di Mataram pada 2016 lalu.

Film ini mengisahkan tentang Ja'far yang punya suara bagus dan bermimpi ingin jadi juara MTQ. Namun sejak kecil ayahnya menentang Ja'far ikut MTQ karena dianggap memperjualbelikan kalam kalam Illahi hanya demi popularitas dan mendapatkan hadiah semata.

Hingga akhirnya ia hidup di lingkungan pesantren dengan berbagai karakter dan tetap berjuang meraih mimpi kecilnya dan memperjuangkan cintanya.

4.Negeri 5 Menara.


Film yang dirilis 1 Maret 2012 ini bisa dibilang salah satu film bertema pesantren yang cukup laris. Tak lain karena film ini diangkat dari novel populer karya Ahmad Fuadi dengan judul yang sama.

Film ini memotret aktivitas santri di Pesantren Darussalam Gontor, salah satu pesantren dengan sistem pendidikan yang cukup ketat. Dari film ini, penonton pun bisa melihat realitas seperti apa kehidupan para santri.

Film ini menceritakan tentang 5 sahabat di pesantren yang punya mimpi masing-masing. Semangat yang dilecut di Pesantren Gontor membuat mereka termotivasi untuk meraih mimpi masing-masing.

5.3 Doa 3 Cinta.


Film tahun 2008 ini mempertemukan kembali Nicholas Saputra dengan Dian Sastrowardoyo. Film garapan Nurman Hakim ini bercerita tentang Huda (Nicholas Saputra) yang baru saja lulus pesantren di Jawa Tengah.

Saat mencari ibunya di Jakarta, ia malah dipertemukan dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo), seorang penyanyi dangdut pemula. Benih-benih cinta di antara mereka akhirnya muncul.

Film ini mendapatkan 7 nominasi Festival Film Indonesia 2008 dan meraih Grand Jury Prize di Vesoul International Film Festival Perancis 2009. Selain itu 3 Doa 3 Cinta masuk seleksi resmi di berbagai festival film international seperti Dubai International Film Festival 2008, Pusan International Film Festival 2009, Goteborg International Film Festival 2009, Asian Pacific Screen Award Australia dan lain sebagainya.

Meski mendapat banyak apresiasi, nyatanya film ini tak populer di pasaran.

6.Perempuan Berkalung Sorban.


Film ini termasuk film religi terlaris pada tahunnya. Bercerita tentang perjalanan hidup Annisa (Revalina S Temat), seorang wanita berkarakter cerdas, berani, dan berpendirian kuat. Kehidupan Annisa di lingkungan pesantren yang konservatif membuat buku-buku modern dianggap menyimpang.

Dalam film ini, diceritakan sosok perempuan yang harus tunduk pada laki-laki. Perempuan juga tak perlu belajar terlalu jauh karena akan menimbulkan fitnah. Film yang diangkat dari novel Abidah El Khalieqy berusaha memotret tradisi konservatif yang diberlakukan kepada wanita.




6 Dunia Perfileman Yang Mengangkat Kehidupan Pondok Pesantren Ini Banyak Ditonton Nggak Ya ?



Kehidupan Pondok Pesantren memang sangat indah yang membuat anak-anak santri disana betah karena dunia kebersamaannya menjadikan sebuah keluarga. Sehingga lingkungan anak Pondok Pesantren ini mempunyai daya tarik oleh para sutradara/produser untuk diangkat dalam sebuah dunia perfileman. Dunia Perfileman tentang kehidupan pesantren sebetulnya di Indonesia sendiri sudah banyak tayang di layar lebar dari waktu-kewaktu dan terus ada yang terbaru. Meski film-film ini mengangkat tema tentang pesantren tetap saja masih banyak diminati untuk ditonton oleh masyarakat umum.

Film yang mengandalkan inspirasi dari latar tempat pesantren sebagai movie cerita religi tanah air ini mempunyai tema berbeda-beda seperti tema cinta anak pondok pesantren, Kehidupan Islami, Motivasi, dan lain-lainnya. Berikut 6 Film yang mengangkat dari sumber kehidupan Pondok Pesantren:

1.Cahaya Cinta Pesantren.


Film yang mengusung dari santri dengan judul Cahaya Cinta Pesantren sekaligus merasakan kehidupan nyata mondok bercerita mengenai keluarga, persahabatan, pendidikan, sampai cinta ala santri muda yang sedang puber. Film ini menggaet artis-artis muda seperti Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Silvia Blink, Rizky Febian, Elma Theana, Tabah Penemuan, Zeezee Shahab, Fachri Muhammad serta Wirda Mansur.

Film ini juga di Produseri oleh seorang pengasuh pondok pesantren hafidz terkemuka oleh beliau Ustad Yusuf Mansur. Film anak-anak Pondok ini mengangkat dari cerita kisah kehidupan seorang anak nelayan di danau toba bernama shila yang akhirnya bersekolah di sekolah swasta sekaligus mondok di pesantren setelah tak lolos di sekolah negeri idamannya.

2.Pesantren Impian.


Film ini diperankan  oleh para artis pemain yang sudah cukup populer dalam dunia perfilman tanah air, yaitu Prisia Nasution, Fachri Albar, Dinda Kanya Dewi, Indah Permatasari, dan Deddy Sutomo.

Film ini bercerita 10 orang dengan latar belakang berbeda yang diundang untuk hidup di pesantren. Sepuluh orang itu menyimpan cerita sendiri-sendiri, mulai yang terlibat kasus narkoba, skandal pelacuran, hamil di luar nikah, hingga polisi yang mencari tersangka pembunuhan.

Hingga pada akhirnya pesantren itu tiba-tiba diserang. Satu per satu orang terbunuh hingga membuat santri di sana ketakutan. Mereka pun harus berjuang mengalahkan teror yang muncul di Pesantren Impian itu.

3.Kalam-Kalam Langit.


Film yang dibintangi Dimas Seto, Elyzia Mulachela dan Ibnu Jamil ini mengambil setting di Lombok. Film ini diproduksi untuk menyambut gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 di Mataram pada 2016 lalu.

Film ini mengisahkan tentang Ja'far yang punya suara bagus dan bermimpi ingin jadi juara MTQ. Namun sejak kecil ayahnya menentang Ja'far ikut MTQ karena dianggap memperjualbelikan kalam kalam Illahi hanya demi popularitas dan mendapatkan hadiah semata.

Hingga akhirnya ia hidup di lingkungan pesantren dengan berbagai karakter dan tetap berjuang meraih mimpi kecilnya dan memperjuangkan cintanya.

4.Negeri 5 Menara.


Film yang dirilis 1 Maret 2012 ini bisa dibilang salah satu film bertema pesantren yang cukup laris. Tak lain karena film ini diangkat dari novel populer karya Ahmad Fuadi dengan judul yang sama.

Film ini memotret aktivitas santri di Pesantren Darussalam Gontor, salah satu pesantren dengan sistem pendidikan yang cukup ketat. Dari film ini, penonton pun bisa melihat realitas seperti apa kehidupan para santri.

Film ini menceritakan tentang 5 sahabat di pesantren yang punya mimpi masing-masing. Semangat yang dilecut di Pesantren Gontor membuat mereka termotivasi untuk meraih mimpi masing-masing.

5.3 Doa 3 Cinta.


Film tahun 2008 ini mempertemukan kembali Nicholas Saputra dengan Dian Sastrowardoyo. Film garapan Nurman Hakim ini bercerita tentang Huda (Nicholas Saputra) yang baru saja lulus pesantren di Jawa Tengah.

Saat mencari ibunya di Jakarta, ia malah dipertemukan dengan Dona Satelit (Dian Sastrowardoyo), seorang penyanyi dangdut pemula. Benih-benih cinta di antara mereka akhirnya muncul.

Film ini mendapatkan 7 nominasi Festival Film Indonesia 2008 dan meraih Grand Jury Prize di Vesoul International Film Festival Perancis 2009. Selain itu 3 Doa 3 Cinta masuk seleksi resmi di berbagai festival film international seperti Dubai International Film Festival 2008, Pusan International Film Festival 2009, Goteborg International Film Festival 2009, Asian Pacific Screen Award Australia dan lain sebagainya.

Meski mendapat banyak apresiasi, nyatanya film ini tak populer di pasaran.

6.Perempuan Berkalung Sorban.


Film ini termasuk film religi terlaris pada tahunnya. Bercerita tentang perjalanan hidup Annisa (Revalina S Temat), seorang wanita berkarakter cerdas, berani, dan berpendirian kuat. Kehidupan Annisa di lingkungan pesantren yang konservatif membuat buku-buku modern dianggap menyimpang.

Dalam film ini, diceritakan sosok perempuan yang harus tunduk pada laki-laki. Perempuan juga tak perlu belajar terlalu jauh karena akan menimbulkan fitnah. Film yang diangkat dari novel Abidah El Khalieqy berusaha memotret tradisi konservatif yang diberlakukan kepada wanita.




Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random