Fakta kehidupan Santri Putri adalah sebuah cerita yang sangat menarik bagi santri putra saat di Pondok Pesantren yang sudah turun-temurun. Bagi Santri Putra memperbincangkan Santriwati merupakan hal yang lumrah terjadi di sela-sela waktu saat berkumpul bersama teman lainya. Pasalnya tingkah-tingkah/kelakuan Kebiasaan Santriwati di di dalam Pesantren ini membuat kesan berbeda dengan cewek-cewek pada umumnya. Uniknya tentang santriwati/cewek pesantren memang membuat lebih asyik dan hot untuk di omongkan bagi cowok-cowok pesantren putra dari pada wanita lain. 

Kebiasan unik santriwati/santri putri saat dipesantren adalah sebuah pesona kehidupan di Pondok yang sudah turun-temurun yang lazim terjadi dan wajar di perbincangkan oleh lawan jenis karena faktor satu lingkungan. Berikut fakta kebiasaan ketika mondok oleh santri putri yang sudah turun-temurun.

1.Selalu Memenuhi Jalan Saat Jalan Bareng atau Bergerombol

Hal ini biasa dilakukan santri putri. Misalnya nih, lagi jalan berlima, maka kelima santri putri ini akan berjejer ke samping, pokoknya sampai menuhin jalan.

Kalau udah diklakson oleh pengendara motor atau mobil dari belakang, baru deh mencar sendiri-sendiri. Anehnya lagi, kejadian seperti itu akan dilakukan berulang kali. Memang para santriwati ini bisa disebut pasukan berani mati, ya.

2. Sering Kali Berhenti Kalau Melihat Kaca

Lagi-lagi menurut saya ini adalah kebiasaan unik. Ya, kebanyakan santri putri kalau lagi mau keluar ke mana gitu, pasti dandannya lama. Apalagi kalau ada kegiatan bareng santri putra. Wah…wah, bisa langsung habis tuh bedak wa akhwatuha.

Kalau sudah dandan cakep terus jalan dan terlintas di hadapan para santriwati ini sebuah kaca, maka mereka akan berhenti. Enggak peduli deh mau kaca spion, kaca rumah warga, bahkan kaca rumah kiainya pun dijadikan tempat untuk memastikan keanggunan wajahnya. Bukan lebay atau apalah, ya, mungkin karena mbak-mbak santri yang cantik ini ingin terlihat perfect, lah ya.

3. Paling Seneng Kalau Diutus Keluarga Ndalem (Keluarga Kiai)

Yang namanya santri itu ya pasti susah banget kalau mau jalan-jalan keluar dari pesantren. Ngaji, hafalan, jamaah, roan, lalaran (mengulang hafalan–red.) dan apalah itu segala macam kegiatan yang berkaitan dengan pesantren sudah menjadi lahapan para santri.

Bukan hanya santri putri, loh ya. Kalau sudah jenuh, rasanya ingin main keluar pondok. Di saat suntuk-suntuknya dan kepengen keluar, eh disuruh Pak Yai atau Bu Nyai untuk keluar. Nah, itu tentu sangat membahagiakan sekali. Hitung-hitung bisa melihat suasana luar pondok tanpa harus izin pengurus dan bebas dari takziran.

4. Suka Niup ke Arah Kening (Benerin Jilbab)

Yang santri putri pasti berpengalaman, ya. Khusus santri putri nih, kalau sedang mengenakan jilbab pasti enggak ketinggalan niup ke arah kening. Dengan tujuan posisi jilbab pas di tengah-tengah.

Memang dengan begitu hasilnya lebih rapi. Tapi, kalau sudah sekian kali tak kunjung rapi yang terjadi adalah marah-marah sendiri sampai yang paling fatal adalah ganti jilbab yang lain.

5. Selalu Menundukkan Kepala Ketika Bertemu dengan Santri Putra

Sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi nih, ya. Rata-rata santri putri kalau ketemu kang santri pasti menunduk. Enggak mau saling tatap menatap satu sama lain. Sepertinya mbak santri sangat menegakkan syariat Islam yang melarang saling pandang-memandang dengan yang bukan mahramnya.

Tapi perlu diingat ya, biasanya kalau kang santrinya udah lewat para santri putri ini menoleh ke belakang ke arah kang santri tadi. Kalau kang santrinya enggak noleh, itu berarti sedang beruntung. Tapi yang bikin pipi jadi merah ketika kang santri menoleh juga ke arah mbak santri.

Nah, itu dia kebiasaan unik para santri putri. Ya, sedikit banyak itu adalah pengalaman pribadi saya ketika masih nyantri dulu.



5 Fakta Santri Putri Yang Sudah Menjadi Kebiasaan Turun Temurun


Fakta kehidupan Santri Putri adalah sebuah cerita yang sangat menarik bagi santri putra saat di Pondok Pesantren yang sudah turun-temurun. Bagi Santri Putra memperbincangkan Santriwati merupakan hal yang lumrah terjadi di sela-sela waktu saat berkumpul bersama teman lainya. Pasalnya tingkah-tingkah/kelakuan Kebiasaan Santriwati di di dalam Pesantren ini membuat kesan berbeda dengan cewek-cewek pada umumnya. Uniknya tentang santriwati/cewek pesantren memang membuat lebih asyik dan hot untuk di omongkan bagi cowok-cowok pesantren putra dari pada wanita lain. 

Kebiasan unik santriwati/santri putri saat dipesantren adalah sebuah pesona kehidupan di Pondok yang sudah turun-temurun yang lazim terjadi dan wajar di perbincangkan oleh lawan jenis karena faktor satu lingkungan. Berikut fakta kebiasaan ketika mondok oleh santri putri yang sudah turun-temurun.

1.Selalu Memenuhi Jalan Saat Jalan Bareng atau Bergerombol

Hal ini biasa dilakukan santri putri. Misalnya nih, lagi jalan berlima, maka kelima santri putri ini akan berjejer ke samping, pokoknya sampai menuhin jalan.

Kalau udah diklakson oleh pengendara motor atau mobil dari belakang, baru deh mencar sendiri-sendiri. Anehnya lagi, kejadian seperti itu akan dilakukan berulang kali. Memang para santriwati ini bisa disebut pasukan berani mati, ya.

2. Sering Kali Berhenti Kalau Melihat Kaca

Lagi-lagi menurut saya ini adalah kebiasaan unik. Ya, kebanyakan santri putri kalau lagi mau keluar ke mana gitu, pasti dandannya lama. Apalagi kalau ada kegiatan bareng santri putra. Wah…wah, bisa langsung habis tuh bedak wa akhwatuha.

Kalau sudah dandan cakep terus jalan dan terlintas di hadapan para santriwati ini sebuah kaca, maka mereka akan berhenti. Enggak peduli deh mau kaca spion, kaca rumah warga, bahkan kaca rumah kiainya pun dijadikan tempat untuk memastikan keanggunan wajahnya. Bukan lebay atau apalah, ya, mungkin karena mbak-mbak santri yang cantik ini ingin terlihat perfect, lah ya.

3. Paling Seneng Kalau Diutus Keluarga Ndalem (Keluarga Kiai)

Yang namanya santri itu ya pasti susah banget kalau mau jalan-jalan keluar dari pesantren. Ngaji, hafalan, jamaah, roan, lalaran (mengulang hafalan–red.) dan apalah itu segala macam kegiatan yang berkaitan dengan pesantren sudah menjadi lahapan para santri.

Bukan hanya santri putri, loh ya. Kalau sudah jenuh, rasanya ingin main keluar pondok. Di saat suntuk-suntuknya dan kepengen keluar, eh disuruh Pak Yai atau Bu Nyai untuk keluar. Nah, itu tentu sangat membahagiakan sekali. Hitung-hitung bisa melihat suasana luar pondok tanpa harus izin pengurus dan bebas dari takziran.

4. Suka Niup ke Arah Kening (Benerin Jilbab)

Yang santri putri pasti berpengalaman, ya. Khusus santri putri nih, kalau sedang mengenakan jilbab pasti enggak ketinggalan niup ke arah kening. Dengan tujuan posisi jilbab pas di tengah-tengah.

Memang dengan begitu hasilnya lebih rapi. Tapi, kalau sudah sekian kali tak kunjung rapi yang terjadi adalah marah-marah sendiri sampai yang paling fatal adalah ganti jilbab yang lain.

5. Selalu Menundukkan Kepala Ketika Bertemu dengan Santri Putra

Sedikit bercerita tentang pengalaman pribadi nih, ya. Rata-rata santri putri kalau ketemu kang santri pasti menunduk. Enggak mau saling tatap menatap satu sama lain. Sepertinya mbak santri sangat menegakkan syariat Islam yang melarang saling pandang-memandang dengan yang bukan mahramnya.

Tapi perlu diingat ya, biasanya kalau kang santrinya udah lewat para santri putri ini menoleh ke belakang ke arah kang santri tadi. Kalau kang santrinya enggak noleh, itu berarti sedang beruntung. Tapi yang bikin pipi jadi merah ketika kang santri menoleh juga ke arah mbak santri.

Nah, itu dia kebiasaan unik para santri putri. Ya, sedikit banyak itu adalah pengalaman pribadi saya ketika masih nyantri dulu.



Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random