Alasan Seorang Santri Juga Ada Yang Cuti Mondok

Cerita santri cuti mondok mungkin baru pertama kali kamu dengar, dan membuat bertanya-tanya kok ada yang namanya cuti mondok ? kenapa dan bagaimana bisa terjadi ? 

Memang betul adanya bukan tanpa alasan seorang santri yang cuti mondok. Dari beberapa pesantren yang tersebar di Nusantara ini banyak kok yang terjadi, biasanya ini hanya ada di pesantren-pesantren traadisional yang mempunyai toleransi besar. Biasanya hanya terjadi di pondok pesantren bebas dalam artian enggak semau gue. 

Lalu dimana tempat pondok pesantren yang ada cuti mondok atau pondok pesantren yang bebas ? Nah kamu bisa surve ke pondok-pondok yang jauh dari perkotaan atau biasanya di kampung-kampung deso, tentu kamu akan menemukannya dan bisa menemukan cerita-cerita unik santri yang mondok disana juga jarang kamu ketahui.

Berikut cerita dibalik adanya alasan santri yang cuti mondok

1.Ada kepentingan keluarga
Faktor adanya seorang santri yang cuti mondok adalah karena adanya kepentingan keluarga yang mengharuskan meninggalkan pondok pesantren dalam jangka waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Seperti halnya kepentingan keluarga karena situasi keadaan apabila ada saudara yang menikah yang tempatnya jauh, saudara ada yang meninggal, dan kepentingan lainya.

2.Sakit
Kedua yang menjadi penyebab santri berhenti mondok sementara adalah karena sakit yang harus dirawat dirumah. Biasanya dia adalah santri-santri yang mempunyai sakit parah sehingga harus cuti mengaji/mondok.

3.Terlilit kebutuhan ekonomi
Yang ketiga ini merupakan santri yang yang mandiri tidak mengandalkan uang saku dari keluarga. Keinginan-nya yang kuat untuk mondok tetapi dikendalai keuarga yang tak mampu membiyayai menjadi sebab adanya santri cuti mondok. Sehingga santri ini harus sementara bekerja di luar daerah untuk memenuhi kebutuhan baik untuk yang sebelumnya atau waktu selanjutnya.

4.Stres dengan aktivitas belajar
Aktivitas menuntut ilmu agama memang sangat banyak, Nah biasanya ini terjadi karena hafalan yang tak kunjung di capainya dan membuat seorang santri stres dan putus asa untuk sementara waktu. Stres disini bukan gila lho maksutnya, dalam artian hanya terlalu pusing menghafalkan atau terlalu pusing dengan kegiatan belajar. Jadi dengan putus asanya dia mengamhbil langkah untuk cuti mondok baik sepengetahuan pihak pesantren atau langsung menghilang begitu saja. Nanti bila suda waktunya dia akan kembali dengan tiba-tiba di pesantren.

5.Karena situasi keadaan lingkungan pondok pesantren
Keadaan lingkungan pesantren ini menjadikan alasan santri cuti mondok, Karena kemungkinan dia resah dengan situasi atau ada masalah diantara teman atau pengurus dengan kesalahpahaman keduanya.

6.Scorsing dari pihak pesantren
Nah kalau yang ini adalah akibat dari santri mbeling yang melakukan kesalahan sangat fatal. Santri mbeling ini terjerat pergaulan luar dan suka keluar pondok diam-diam, yang menjadikan pihak pesantren merehatkan dia dirumah dalam kurung waktu yang ditentukan atau bahkan juga bisa di keluarkan. Santri mbeling ini tetap akan di keluarkan sementara sampai dia benar-benar tobat dan mengakui kesalahan sampai tidak mengulang lagi kesalahan. Jika sudah dia akan kembali ke pondok dan pihak pesantrenpun menerimanya kembali dengan lapang dada

7.Tidak serius menuntut ilmu ( Pancen Ora Niat )
hahahaa ini merupakan kelanjutan dari santri mbeling, Ketidakseriusan santri atau niat yang kuat untuk mengaji menjadikan dia bolak-balik kampung dan pondok, yang begini biasanya dia akan meminta izin lebih lama untuk di rumah sampai benar-benar futuh hatinya lagi (TERBUKA HATINYA )

8.Adanya tugas kuliah yang padat
Faktor jadwal kegiatan kuliah yang padat bisa menjadi sebab berhenti ngaji sementara, seperti halnya ada KKN, progam aktivis mahasiswa, study tour dan lain sebagainya

Demikianlah toleransi-toleransi dari beberapa pesantren yang ada, jadi kalau yang ingin mondok enggak usah takut dengan momok kegiatan yang padat atau hal lainnya yang membuat ragu untuk menuntut ilmu di pesantren. Walaupun sudah nikah bisa kok suami istri mondok berdua kalau belum punya anak.hehehe




Alasan Seorang Santri Juga Ada Yang Cuti Mondok. Nomer 7 Banyak Terjadi Lhoo

Loading...
Alasan Seorang Santri Juga Ada Yang Cuti Mondok

Cerita santri cuti mondok mungkin baru pertama kali kamu dengar, dan membuat bertanya-tanya kok ada yang namanya cuti mondok ? kenapa dan bagaimana bisa terjadi ? 

Memang betul adanya bukan tanpa alasan seorang santri yang cuti mondok. Dari beberapa pesantren yang tersebar di Nusantara ini banyak kok yang terjadi, biasanya ini hanya ada di pesantren-pesantren traadisional yang mempunyai toleransi besar. Biasanya hanya terjadi di pondok pesantren bebas dalam artian enggak semau gue. 

Lalu dimana tempat pondok pesantren yang ada cuti mondok atau pondok pesantren yang bebas ? Nah kamu bisa surve ke pondok-pondok yang jauh dari perkotaan atau biasanya di kampung-kampung deso, tentu kamu akan menemukannya dan bisa menemukan cerita-cerita unik santri yang mondok disana juga jarang kamu ketahui.

Berikut cerita dibalik adanya alasan santri yang cuti mondok

1.Ada kepentingan keluarga
Faktor adanya seorang santri yang cuti mondok adalah karena adanya kepentingan keluarga yang mengharuskan meninggalkan pondok pesantren dalam jangka waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan. Seperti halnya kepentingan keluarga karena situasi keadaan apabila ada saudara yang menikah yang tempatnya jauh, saudara ada yang meninggal, dan kepentingan lainya.

2.Sakit
Kedua yang menjadi penyebab santri berhenti mondok sementara adalah karena sakit yang harus dirawat dirumah. Biasanya dia adalah santri-santri yang mempunyai sakit parah sehingga harus cuti mengaji/mondok.

3.Terlilit kebutuhan ekonomi
Yang ketiga ini merupakan santri yang yang mandiri tidak mengandalkan uang saku dari keluarga. Keinginan-nya yang kuat untuk mondok tetapi dikendalai keuarga yang tak mampu membiyayai menjadi sebab adanya santri cuti mondok. Sehingga santri ini harus sementara bekerja di luar daerah untuk memenuhi kebutuhan baik untuk yang sebelumnya atau waktu selanjutnya.

4.Stres dengan aktivitas belajar
Aktivitas menuntut ilmu agama memang sangat banyak, Nah biasanya ini terjadi karena hafalan yang tak kunjung di capainya dan membuat seorang santri stres dan putus asa untuk sementara waktu. Stres disini bukan gila lho maksutnya, dalam artian hanya terlalu pusing menghafalkan atau terlalu pusing dengan kegiatan belajar. Jadi dengan putus asanya dia mengamhbil langkah untuk cuti mondok baik sepengetahuan pihak pesantren atau langsung menghilang begitu saja. Nanti bila suda waktunya dia akan kembali dengan tiba-tiba di pesantren.

5.Karena situasi keadaan lingkungan pondok pesantren
Keadaan lingkungan pesantren ini menjadikan alasan santri cuti mondok, Karena kemungkinan dia resah dengan situasi atau ada masalah diantara teman atau pengurus dengan kesalahpahaman keduanya.

6.Scorsing dari pihak pesantren
Nah kalau yang ini adalah akibat dari santri mbeling yang melakukan kesalahan sangat fatal. Santri mbeling ini terjerat pergaulan luar dan suka keluar pondok diam-diam, yang menjadikan pihak pesantren merehatkan dia dirumah dalam kurung waktu yang ditentukan atau bahkan juga bisa di keluarkan. Santri mbeling ini tetap akan di keluarkan sementara sampai dia benar-benar tobat dan mengakui kesalahan sampai tidak mengulang lagi kesalahan. Jika sudah dia akan kembali ke pondok dan pihak pesantrenpun menerimanya kembali dengan lapang dada

7.Tidak serius menuntut ilmu ( Pancen Ora Niat )
hahahaa ini merupakan kelanjutan dari santri mbeling, Ketidakseriusan santri atau niat yang kuat untuk mengaji menjadikan dia bolak-balik kampung dan pondok, yang begini biasanya dia akan meminta izin lebih lama untuk di rumah sampai benar-benar futuh hatinya lagi (TERBUKA HATINYA )

8.Adanya tugas kuliah yang padat
Faktor jadwal kegiatan kuliah yang padat bisa menjadi sebab berhenti ngaji sementara, seperti halnya ada KKN, progam aktivis mahasiswa, study tour dan lain sebagainya

Demikianlah toleransi-toleransi dari beberapa pesantren yang ada, jadi kalau yang ingin mondok enggak usah takut dengan momok kegiatan yang padat atau hal lainnya yang membuat ragu untuk menuntut ilmu di pesantren. Walaupun sudah nikah bisa kok suami istri mondok berdua kalau belum punya anak.hehehe




Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random