Alasan Mengapa Pendidikan Seksual  Dipesantren Menjadi Lebih Asyik Dan Favorit

Senyam-senyum sendiri. Itu yang pasti dirasakan para santri saat dulu sang ustadz mulai membuka kitab kuning Qurratul Uyun dan membacakan pasal pertama. Perkaranya “nikah dan hukumnya”. Mendengar kata nikah santri-santri tersebut cuma bisa tersenyum. Bahkan ada yang tersipu malu. Maklum lah. Mereka masih usia muda. Baru saja aqil baligh. Namun meski tersipu malu, pelajaran soal risalah pernikahan dalam Qurratul Uyun selalu jadi favorit dan pasti akan didengarkan dengan seksama oleh para santri.

Bukan atas dasar mesum atau nakal. Namun mereka memperhatikan dengan seksama karena ada banyak aturan-aturan yang harus dipenuhi dalam hal pernikahan. Mulai dari bagaimana menjadi suami dan istri yang baik hingga perkara hubungan seksualnya. Menurut pesantren, pengetahuan ini penting. Karena demi menjalin hubungan pernikahan yang baik, harus ada pengetahuan yang mendasarinya.

Nah Bagi sebagian santri pendidikan seksual yang dikaji dipesantren menjadi pelajaran favorit khususnya bagi santri yang sudah lama menghabiskan waktu dipesantren dan tentunya sudah dewasa. Mengapa Pendidikan seksual ini banyak disukai santri berikut alasannya.

1.Bagi orang yang sudah tumbuh dewasa fitrah dan hasrat untuk segera menikah mulai terjadi. Mereka yang sudah tahu apa yang harus dilakukan sebelum menikah. Dengan adanya kitab fiqih Quratul Uyun yang membahas ilmu dalam Islam yang mengajarkan soal hukum dan tata cara dalam Islam. Cakupannya luas. Kegiatan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi ada aturannya dalam ilmu fiqih. Tak terkecuali perkara hubungan suami-istri.

2.Pembahsannya tidak membuat pusing, pasalnya yang sering terjadi pelajaran ini banyak humornya. Hal yang lumrah dimanapun pelajaran seksual identik dengan pemikiran yang negatif. Walaupun begitu setiap ilmu tetap ada batasannya kok. Nah untuk perkara bab nikah ini yang sudah boleh ikut mempelajarinya adalah santri-santri yang sudah dewasa atau sudah masuk aqil baligh. Hal ini sangat dijaga ketat. Pemahaman anak-anak dan mereka yang sudah dewasa sangat berbeda. Hal ini yang jadi alasan kenapa untuk perkara bab nikah, hanya yang sudah dewasa yang boleh belajar. Jadi nggak asal

3.Pelajaran pendidikan seksual lebih asyik diperbincangkan dengan berdiskusi membahas sesama teman bagaimana cara menghormati pasangan. Melihat perkembangan zaman yang semakin hari semakin bebas pergaulannya, tentunya urgensi adanya pendidikan seksual sangatlah tinggi saat ini. Lihatlah banyaknya kasus pelecehan seksual, kehamilan di luar nikah hingga perkara aborsi yang meningkat tiap tahunnya. Kalau tak adanya pendidikan seksual karena bingung konsepnya, kenapa tak mencontoh seperti apa yang diajarkan di pesantren saja?

3 Alasan Mengapa Pendidikan Seksual Dipesantren Menjadi Lebih Asyik Dan Favorit Sebagian Santri

Alasan Mengapa Pendidikan Seksual  Dipesantren Menjadi Lebih Asyik Dan Favorit

Senyam-senyum sendiri. Itu yang pasti dirasakan para santri saat dulu sang ustadz mulai membuka kitab kuning Qurratul Uyun dan membacakan pasal pertama. Perkaranya “nikah dan hukumnya”. Mendengar kata nikah santri-santri tersebut cuma bisa tersenyum. Bahkan ada yang tersipu malu. Maklum lah. Mereka masih usia muda. Baru saja aqil baligh. Namun meski tersipu malu, pelajaran soal risalah pernikahan dalam Qurratul Uyun selalu jadi favorit dan pasti akan didengarkan dengan seksama oleh para santri.

Bukan atas dasar mesum atau nakal. Namun mereka memperhatikan dengan seksama karena ada banyak aturan-aturan yang harus dipenuhi dalam hal pernikahan. Mulai dari bagaimana menjadi suami dan istri yang baik hingga perkara hubungan seksualnya. Menurut pesantren, pengetahuan ini penting. Karena demi menjalin hubungan pernikahan yang baik, harus ada pengetahuan yang mendasarinya.

Nah Bagi sebagian santri pendidikan seksual yang dikaji dipesantren menjadi pelajaran favorit khususnya bagi santri yang sudah lama menghabiskan waktu dipesantren dan tentunya sudah dewasa. Mengapa Pendidikan seksual ini banyak disukai santri berikut alasannya.

1.Bagi orang yang sudah tumbuh dewasa fitrah dan hasrat untuk segera menikah mulai terjadi. Mereka yang sudah tahu apa yang harus dilakukan sebelum menikah. Dengan adanya kitab fiqih Quratul Uyun yang membahas ilmu dalam Islam yang mengajarkan soal hukum dan tata cara dalam Islam. Cakupannya luas. Kegiatan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi ada aturannya dalam ilmu fiqih. Tak terkecuali perkara hubungan suami-istri.

2.Pembahsannya tidak membuat pusing, pasalnya yang sering terjadi pelajaran ini banyak humornya. Hal yang lumrah dimanapun pelajaran seksual identik dengan pemikiran yang negatif. Walaupun begitu setiap ilmu tetap ada batasannya kok. Nah untuk perkara bab nikah ini yang sudah boleh ikut mempelajarinya adalah santri-santri yang sudah dewasa atau sudah masuk aqil baligh. Hal ini sangat dijaga ketat. Pemahaman anak-anak dan mereka yang sudah dewasa sangat berbeda. Hal ini yang jadi alasan kenapa untuk perkara bab nikah, hanya yang sudah dewasa yang boleh belajar. Jadi nggak asal

3.Pelajaran pendidikan seksual lebih asyik diperbincangkan dengan berdiskusi membahas sesama teman bagaimana cara menghormati pasangan. Melihat perkembangan zaman yang semakin hari semakin bebas pergaulannya, tentunya urgensi adanya pendidikan seksual sangatlah tinggi saat ini. Lihatlah banyaknya kasus pelecehan seksual, kehamilan di luar nikah hingga perkara aborsi yang meningkat tiap tahunnya. Kalau tak adanya pendidikan seksual karena bingung konsepnya, kenapa tak mencontoh seperti apa yang diajarkan di pesantren saja?
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random