Larangan Mengapa Valentain Merupakan Budaya Yang Tidak Boleh Ditiru Orang Islam Menurut Sebagian Ulama

Inilah alasan kenapa budaya mengikuti atau merayakan hari valentain tidak boleh ditiru orang muslim. Biasanya bulan Febuari merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pasangan suami-isteri atau orang yang menjalin cinta/pacaran.Yah tanggal 14 febuari hari dimana jalinan kasih sayang begitulah kebanyakan orang menyebutnya.Kebanyakan remaja khususnya wanita menyukai hari itu, menunggu pasangannya memberikan momen romantis penuh manja dengan berharap ada sesuatu yang diberikan.Entahlah kenapa Hari valentain ini identik dengan pemberian cokelat.Saya juga kurang tahu. Yang saya ketahui hanyalah larangan umat muslim merayakannya.

Perlu diketahui hukumnya valentain merupakan budaya-budaya nasrani yang tidak boleh ditiru oleh umat muslim. Ya tentu saja saya setuju dengan larangan itu seperti yang dikatakan banyak sebagian ulama berpendapat,melarang untuk ikut merayakan hari valentain.

Sudah sangat jelas kita melihat kejadian-kejadian valentain,yang mengidentasikan dengan pasangan yang belum sah/pacaran.Jelas dong dalam islam sendiri tidak ada yang namanya pacaran bahkan hal ini dilarang keras. Mengapa bisa begitu???

Dalam islampun ada larangan perintah jangan mendekati zina.Pacaran sendiri merupakan area pendekatan zina,maka dari itu dilarang.Banyak kategori tentang zina, khusunya dalam pembahasan pacaran. Seperti halnya yang akan terjadi pastinya secara otomatis atau secara tidak langsung menjadikan zina mulut, zina mata, bahkan bisa menimbulkan syahwat.Yang akan memicu perbuatan negatif dari keduanya.Lebih mengerikan lagi sampai yang akan terjadi hilangnya kehormatannya sebab keblabasan berbuat zina yang dosanya kata guru-guru saya 40 tahun dosanya tidak diampuni.

Berikut ayat dan hadist yang melarang kita mengikuti Orang yahudi dan nasrani:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS : al-Maidah : 51)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ



“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam

Iqtidho’ [hal. 1/269]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻻَ ﻳَﺼْﺒُﻐُﻮﻥَ ، ﻓَﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻫُﻢْ

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103)

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.Katakanlah.

“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“

Larangan Mengapa Valentain Merupakan Budaya Yang Tidak Boleh Ditiru Orang Islam Menurut Sebagian Ulama

Loading...
Larangan Mengapa Valentain Merupakan Budaya Yang Tidak Boleh Ditiru Orang Islam Menurut Sebagian Ulama

Inilah alasan kenapa budaya mengikuti atau merayakan hari valentain tidak boleh ditiru orang muslim. Biasanya bulan Febuari merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pasangan suami-isteri atau orang yang menjalin cinta/pacaran.Yah tanggal 14 febuari hari dimana jalinan kasih sayang begitulah kebanyakan orang menyebutnya.Kebanyakan remaja khususnya wanita menyukai hari itu, menunggu pasangannya memberikan momen romantis penuh manja dengan berharap ada sesuatu yang diberikan.Entahlah kenapa Hari valentain ini identik dengan pemberian cokelat.Saya juga kurang tahu. Yang saya ketahui hanyalah larangan umat muslim merayakannya.

Perlu diketahui hukumnya valentain merupakan budaya-budaya nasrani yang tidak boleh ditiru oleh umat muslim. Ya tentu saja saya setuju dengan larangan itu seperti yang dikatakan banyak sebagian ulama berpendapat,melarang untuk ikut merayakan hari valentain.

Sudah sangat jelas kita melihat kejadian-kejadian valentain,yang mengidentasikan dengan pasangan yang belum sah/pacaran.Jelas dong dalam islam sendiri tidak ada yang namanya pacaran bahkan hal ini dilarang keras. Mengapa bisa begitu???

Dalam islampun ada larangan perintah jangan mendekati zina.Pacaran sendiri merupakan area pendekatan zina,maka dari itu dilarang.Banyak kategori tentang zina, khusunya dalam pembahasan pacaran. Seperti halnya yang akan terjadi pastinya secara otomatis atau secara tidak langsung menjadikan zina mulut, zina mata, bahkan bisa menimbulkan syahwat.Yang akan memicu perbuatan negatif dari keduanya.Lebih mengerikan lagi sampai yang akan terjadi hilangnya kehormatannya sebab keblabasan berbuat zina yang dosanya kata guru-guru saya 40 tahun dosanya tidak diampuni.

Berikut ayat dan hadist yang melarang kita mengikuti Orang yahudi dan nasrani:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Barangsiapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”. (QS : al-Maidah : 51)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,



ﻣَﻦْ ﺗَﺸَﺒَّﻪَ ﺑِﻘَﻮْﻡٍ ﻓَﻬُﻮَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ



“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam

Iqtidho’ [hal. 1/269]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻴَﻬُﻮﺩَ ﻭَﺍﻟﻨَّﺼَﺎﺭَﻯ ﻻَ ﻳَﺼْﺒُﻐُﻮﻥَ ، ﻓَﺨَﺎﻟِﻔُﻮﻫُﻢْ

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103)

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.Katakanlah.

“Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random