Kelebihan Anak Santri Nakal Dipesantren Jika Dididik Dengan Baik

Kata-kata anak nakal memang menjadi kedengaran yang sering di ucapkan sebagian orang. Apalagi fenomena anak pesantren yang nakal menjadi topik perbincangan sebagian orang-orang kenapa anak santri pesantren kenakalannya bisa melebihi anak yang tidak mondok. Kebenaran itu terkadang memang tak bisa dipungkiri,benar adanya kenakalan santri bisa melebihi anak pada umunnya.

Nah tapi janganlah remehkan anak nakal atau anak santri yang nakalnya minta ampun. Topik pembahasan anak nakal yang khususnya, mereka sedang menjalani masa-masa pendidikan sekolah umum atau masa pendidikan formal seperti pesantren kerap menjengkelkan dan melelahkan guru pendidik sekolah umum atau juga seorang ustad/ustadzah di Madrasah pesantren. Pasalnya kehadiran seorang anak nakal memang cukup memberikan efek negatif bagi teman maupun hal-hal lainya. Mulai dari ketidak hadiran anak nakal, banyak berbicara ketika dalam pembelajaran kelas dll

Sebetulnya anak nakal yang dalam masa pendidikan memiliki kelebihan dan potensi prestasi yang baik jika di didik dengan baik dan benar serta profesional. Maka janganlah remehkan dulu anak nakal/anak santri pesantren sebenarnya memiliki kelebihan dan yang patut kita kagumi.Berikut kelebihan anak Santri nakal diPesantren jika dididik dengan baik:

1. Rata-rata Anak Nakal/Anak Santri Biasanya Mereka Mandiri

Nakal adalah kata yang sering kita gunakan untuk anak-anak yang memikirkan diri mereka sendiri. Sementara keseragaman merupakan hal yang dikagumi di sekolah umum/pesantren, para pengusaha, seniman, dan ilmuwan hebat melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Seringkali, kualitas dari anak-anak ini tidak dihargai hingga di kemudian hari, di saat kemampuan mereka untuk memikirkan diri mereka sendiri dan mewujudkan hal-hal yang mereka pikirkan menjadikan mereka orang-orang yang sukses. Pikirkan Richard Branson, Albert Einstein, dan Lady Gaga; mereka semua ‘gagal’ di sekolah.

2. Kelebihan Anak Nakal Biasanya Banyak Yang kreatif

Anak-anak nakal tidak hanya memikirkan diri mereka sendiri, hanya saja pola pikir mereka seringkali berbeda daripada anak-anak lain. Kreativitas mereka tidak dapat dikekang. Sementara orang dewasa diminta untuk ‘berpikir diluar kotak’, anak-anak ini bahkan tidak pernah berada didalam kotak.

3. Kelebihan Mereka juga peka ini yang menjadikan sebagian orang menjadi kagum

Seringkali, kebanyakan anak yang peka adalah mereka yang dicap sebagai anak nakal. Mereka tidak berdiam diri jika mereka merasakan sakit atau ketidakadilan, dan mulai mengambil sikap jika mereka melihatnya. Semakin mereka bertumbuh dewasa dan kemampuan mereka berempati semakin berkembang, kepekaan mereka dapat bertumbuh menjadi kebaikan kepada mereka yang membutuhkan.

4. Memiliki keyakinan merupakan tipikal kelebihan anak nakal

Pemimpin-peminpin besar yang mengubah dunia; Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Aung Sang Suu Kyi, tidak dapat dideskripsikan sebagai orang yang biasa saja. Namun mereka hidup dengan keyakinan dan determinasi, melawan ketidakadilan meskipun mereka terancam dipenjara dan dihukum, dan menggulingkan regim yang berkuasa sebagai hasilnya. Mungkin tidak begitu menginspirasi jika ‘regim yang berkuasa’ merupakan orang tua yang ingin anak mereka memakan sayuran!

5. Mereka kuat

Manusia adalah makhluk sosial. Memiliki kemauan untuk bangkit berdiri dari tekanan sosial adalah suatu hal yang mengesankan. Anak-anak yang pergi melawan arus, berpakaian berbeda, mengikuti kemauan mereka sendiri dan berbicara apa yang ada di pikiran mereka menunjukkan keberanian dan kekuatan. Saat menginjak usia remaja, ketika terpisah dari pengawasan orangtua adalah suatu hal yang normal, mereka dapat benar-benar menjadi kasar dan menjengkelkan, namun tetap buktikan kepada anak-anak bahwa mereka masih memiliki rasa aman dari kasih sayang orang tua mereka.

6. Mereka ingin dimengerti

Anak-anak sering berteriak atau emosi saat mereka merasa tidak dihargai atau didengar. Meskipun cara ini bukanlah cara paling konstruktif untuk menyampaikan maksud yang ada di pikiran mereka, anak-anak ini telah menemukan cara untuk menyampaikan keinginan mereka, sesuatu yang sulit kita lakukan karena kita sibuk mengurusi keinginan orang lain (termasuk keinginan anak-anak tersebut!). Seringkali, anak-anak akan tenang jika mereka merasa anda memahami mereka, meskipun jawabannya tetap ‘tidak’.

7. Mereka mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka

Kita telah mengalami masa dimana seorang anak mengatakan apa yang ada di pikiran mereka, dengan nada yang tinggi. Mereka berkata kepada saudara-saudara saat mereka tidak menyukai hadiah mahal yang mereka terima. Mereka menunjuk dan menatap orang-orang yang memiliki penglihatan buruk. Meskipun komentar yang dilontarkan anak-anak anda mungkin kasar, namun keterusterangan mereka merupakan bentuk kejujuran tanpa maksud yang buruk. Mereka tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan orang lain. Mereka dipenuhi oleh rasa ingin tahu, bukan menghakimi, mengenai orang-orang yang nampak berbeda. Dan mereka akan berbicara sejujurnya terhadap hal yang dipikirkan oleh orang lain namun tidak berani diungkapkan. (Baca juga: Mengajarkan Kejujuran Pada Anak)

8. Mereka memiliki energi

Meskipun mereka nampak seperti malaikat saat mereka tertidur, energi anak anda sangatlah luar biasa. Energi tersebut merupakan energi milik atlet, petualang, dan pemimpin. Sama seperti anak anjing, anak-anak anda perlu diberi kesempatan (baik secara fisik dan mental) untuk menggunakan energi tersebut. Beragam aktivitas akan mengembangkan kapasitas dan kemampuan mereka untuk mengendalikan diri mereka sendiri.

9. Mereka ambisius

Pernahkah anda membayangkan sesuatu di pikiran anda, namun saat anda mencoba menggambarnya, hasilnya tidak seperti yang anda bayangkan? Anak-anak anda belum memahami bahwa hal ini wajar terjadi. Mereka belum mengerti bagaimana cara mengatasi rasa frustasi. Emosi yang kemudian muncul adalah ekspresi dari celah antara kualitas visi awal mereka dan ketidakmampuan mereka untuk merealisasikan visi tersebut dengan sempurna. Hal tersebut mencerminkan ambisi dan kecerdasan mereka.

10. Mereka adalah ilmuwan

Anak-anak (sama seperti diri kita) belajar berdasarkan pengalaman. Mereka adalah pemberi solusi yang handal, penuh dengan akal dan sumber daya. Mereka belajar dengan mencoba melakukan sesuatu dan melihat apa yang terjadi. Anak-anak ‘nakal’ hanyalah anak-anak yang sedang mencoba melakukan banyak hal; mungkin dengan membuat kegaduhan, merusak, mencoba sesuatu yang sulit. Namun begitulah cara mereka menemukan bahwa anda, sebagai orang tua mereka, tetap menyayangi mereka, meskipun mereka berbuat nakal.

11. Mereka disayang

Anak-anak adalah bagian dari diri anda, dan disaat yang bersamaan mereka juga merupakan diri mereka sendiri. Satu alasan mengapa sulit untuk mengambil tindakan tegas saat mereka berbuat nakal adalah karena anda sangat menyayangi mereka. Anda ingin mereka berhasil. Anda ingin mereka dihargai oleh orang lain. Anda ingin mereka bahagia. (Baca juga: Bagaimana Menjadi Orang Tua Luar Biasa)

Jadi ingatlah, bersikap baik setiap saat hanya akan mengekang mereka. Dan anda tidak menginginkan hal tersebut bukan? Dan galilah potensi dan kelebihan mereka dengan perhatian khusus mendidik anak nakal/santri nakal. Gunakanlan cara-cara mempengaruhi supaya anak tidak nakal lagi.Semoga Bermanfaat.

11 Kelebihan Anak Santri Nakal Dipesantren Jika Dididik Dengan Baik

Loading...
Kelebihan Anak Santri Nakal Dipesantren Jika Dididik Dengan Baik

Kata-kata anak nakal memang menjadi kedengaran yang sering di ucapkan sebagian orang. Apalagi fenomena anak pesantren yang nakal menjadi topik perbincangan sebagian orang-orang kenapa anak santri pesantren kenakalannya bisa melebihi anak yang tidak mondok. Kebenaran itu terkadang memang tak bisa dipungkiri,benar adanya kenakalan santri bisa melebihi anak pada umunnya.

Nah tapi janganlah remehkan anak nakal atau anak santri yang nakalnya minta ampun. Topik pembahasan anak nakal yang khususnya, mereka sedang menjalani masa-masa pendidikan sekolah umum atau masa pendidikan formal seperti pesantren kerap menjengkelkan dan melelahkan guru pendidik sekolah umum atau juga seorang ustad/ustadzah di Madrasah pesantren. Pasalnya kehadiran seorang anak nakal memang cukup memberikan efek negatif bagi teman maupun hal-hal lainya. Mulai dari ketidak hadiran anak nakal, banyak berbicara ketika dalam pembelajaran kelas dll

Sebetulnya anak nakal yang dalam masa pendidikan memiliki kelebihan dan potensi prestasi yang baik jika di didik dengan baik dan benar serta profesional. Maka janganlah remehkan dulu anak nakal/anak santri pesantren sebenarnya memiliki kelebihan dan yang patut kita kagumi.Berikut kelebihan anak Santri nakal diPesantren jika dididik dengan baik:

1. Rata-rata Anak Nakal/Anak Santri Biasanya Mereka Mandiri

Nakal adalah kata yang sering kita gunakan untuk anak-anak yang memikirkan diri mereka sendiri. Sementara keseragaman merupakan hal yang dikagumi di sekolah umum/pesantren, para pengusaha, seniman, dan ilmuwan hebat melakukan sesuatu sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Seringkali, kualitas dari anak-anak ini tidak dihargai hingga di kemudian hari, di saat kemampuan mereka untuk memikirkan diri mereka sendiri dan mewujudkan hal-hal yang mereka pikirkan menjadikan mereka orang-orang yang sukses. Pikirkan Richard Branson, Albert Einstein, dan Lady Gaga; mereka semua ‘gagal’ di sekolah.

2. Kelebihan Anak Nakal Biasanya Banyak Yang kreatif

Anak-anak nakal tidak hanya memikirkan diri mereka sendiri, hanya saja pola pikir mereka seringkali berbeda daripada anak-anak lain. Kreativitas mereka tidak dapat dikekang. Sementara orang dewasa diminta untuk ‘berpikir diluar kotak’, anak-anak ini bahkan tidak pernah berada didalam kotak.

3. Kelebihan Mereka juga peka ini yang menjadikan sebagian orang menjadi kagum

Seringkali, kebanyakan anak yang peka adalah mereka yang dicap sebagai anak nakal. Mereka tidak berdiam diri jika mereka merasakan sakit atau ketidakadilan, dan mulai mengambil sikap jika mereka melihatnya. Semakin mereka bertumbuh dewasa dan kemampuan mereka berempati semakin berkembang, kepekaan mereka dapat bertumbuh menjadi kebaikan kepada mereka yang membutuhkan.

4. Memiliki keyakinan merupakan tipikal kelebihan anak nakal

Pemimpin-peminpin besar yang mengubah dunia; Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Aung Sang Suu Kyi, tidak dapat dideskripsikan sebagai orang yang biasa saja. Namun mereka hidup dengan keyakinan dan determinasi, melawan ketidakadilan meskipun mereka terancam dipenjara dan dihukum, dan menggulingkan regim yang berkuasa sebagai hasilnya. Mungkin tidak begitu menginspirasi jika ‘regim yang berkuasa’ merupakan orang tua yang ingin anak mereka memakan sayuran!

5. Mereka kuat

Manusia adalah makhluk sosial. Memiliki kemauan untuk bangkit berdiri dari tekanan sosial adalah suatu hal yang mengesankan. Anak-anak yang pergi melawan arus, berpakaian berbeda, mengikuti kemauan mereka sendiri dan berbicara apa yang ada di pikiran mereka menunjukkan keberanian dan kekuatan. Saat menginjak usia remaja, ketika terpisah dari pengawasan orangtua adalah suatu hal yang normal, mereka dapat benar-benar menjadi kasar dan menjengkelkan, namun tetap buktikan kepada anak-anak bahwa mereka masih memiliki rasa aman dari kasih sayang orang tua mereka.

6. Mereka ingin dimengerti

Anak-anak sering berteriak atau emosi saat mereka merasa tidak dihargai atau didengar. Meskipun cara ini bukanlah cara paling konstruktif untuk menyampaikan maksud yang ada di pikiran mereka, anak-anak ini telah menemukan cara untuk menyampaikan keinginan mereka, sesuatu yang sulit kita lakukan karena kita sibuk mengurusi keinginan orang lain (termasuk keinginan anak-anak tersebut!). Seringkali, anak-anak akan tenang jika mereka merasa anda memahami mereka, meskipun jawabannya tetap ‘tidak’.

7. Mereka mengungkapkan apa yang ada di pikiran mereka

Kita telah mengalami masa dimana seorang anak mengatakan apa yang ada di pikiran mereka, dengan nada yang tinggi. Mereka berkata kepada saudara-saudara saat mereka tidak menyukai hadiah mahal yang mereka terima. Mereka menunjuk dan menatap orang-orang yang memiliki penglihatan buruk. Meskipun komentar yang dilontarkan anak-anak anda mungkin kasar, namun keterusterangan mereka merupakan bentuk kejujuran tanpa maksud yang buruk. Mereka tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan orang lain. Mereka dipenuhi oleh rasa ingin tahu, bukan menghakimi, mengenai orang-orang yang nampak berbeda. Dan mereka akan berbicara sejujurnya terhadap hal yang dipikirkan oleh orang lain namun tidak berani diungkapkan. (Baca juga: Mengajarkan Kejujuran Pada Anak)

8. Mereka memiliki energi

Meskipun mereka nampak seperti malaikat saat mereka tertidur, energi anak anda sangatlah luar biasa. Energi tersebut merupakan energi milik atlet, petualang, dan pemimpin. Sama seperti anak anjing, anak-anak anda perlu diberi kesempatan (baik secara fisik dan mental) untuk menggunakan energi tersebut. Beragam aktivitas akan mengembangkan kapasitas dan kemampuan mereka untuk mengendalikan diri mereka sendiri.

9. Mereka ambisius

Pernahkah anda membayangkan sesuatu di pikiran anda, namun saat anda mencoba menggambarnya, hasilnya tidak seperti yang anda bayangkan? Anak-anak anda belum memahami bahwa hal ini wajar terjadi. Mereka belum mengerti bagaimana cara mengatasi rasa frustasi. Emosi yang kemudian muncul adalah ekspresi dari celah antara kualitas visi awal mereka dan ketidakmampuan mereka untuk merealisasikan visi tersebut dengan sempurna. Hal tersebut mencerminkan ambisi dan kecerdasan mereka.

10. Mereka adalah ilmuwan

Anak-anak (sama seperti diri kita) belajar berdasarkan pengalaman. Mereka adalah pemberi solusi yang handal, penuh dengan akal dan sumber daya. Mereka belajar dengan mencoba melakukan sesuatu dan melihat apa yang terjadi. Anak-anak ‘nakal’ hanyalah anak-anak yang sedang mencoba melakukan banyak hal; mungkin dengan membuat kegaduhan, merusak, mencoba sesuatu yang sulit. Namun begitulah cara mereka menemukan bahwa anda, sebagai orang tua mereka, tetap menyayangi mereka, meskipun mereka berbuat nakal.

11. Mereka disayang

Anak-anak adalah bagian dari diri anda, dan disaat yang bersamaan mereka juga merupakan diri mereka sendiri. Satu alasan mengapa sulit untuk mengambil tindakan tegas saat mereka berbuat nakal adalah karena anda sangat menyayangi mereka. Anda ingin mereka berhasil. Anda ingin mereka dihargai oleh orang lain. Anda ingin mereka bahagia. (Baca juga: Bagaimana Menjadi Orang Tua Luar Biasa)

Jadi ingatlah, bersikap baik setiap saat hanya akan mengekang mereka. Dan anda tidak menginginkan hal tersebut bukan? Dan galilah potensi dan kelebihan mereka dengan perhatian khusus mendidik anak nakal/santri nakal. Gunakanlan cara-cara mempengaruhi supaya anak tidak nakal lagi.Semoga Bermanfaat.
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random