Tahukah Kalian tentang kehidupan yang terjadi di Pesantren. Bagi seorang yang pernah hidup dipesantren atau sampai saat ini masih berstatus santri, Serta penduduk sekitar lingkungan pesantren tentunya sudah tidak asing lagi, Dengan apa yang terjadi pada budaya-budaya kehidupan santri saat di Pesantren. Santri memiliki Budaya-budaya paling seru dan asyik yang pasti bakal terjadi hingga nantinya akan membuat rasa kangen, Semuanya pasti akan menjadi pengalaman terindah tak terlupakan sampai hari tua Nanti.Lalu apakah budaya bagi anak pesantren yang sering ada.Berikut 7 Budaya anak lingkungan pondok.

1.Masak Bareng Makan Bersama

Budaya hidup bersama apa-apa yang dilakukan bareng menjadi suatu hal yang tidak luput dari kehidupan anak pesantren. Seperti halnya masak dan makan bareng-bareng ini menjadikan suatu budaya indahnya kesederhanaan santri. Keseruan ini terlihat saat sekelompok grub santri pergi ke pawon atau dapur pondok untuk memasak Nasi disela-sela kegiatan belajar mengajar. Mencari sayur yang hidup dilungkungan sekitar wilayah ponpes dengan berbagai macam tumbuhan seperti Bayam, Pepaya, Daun Pepaya, Kembang Pepaya, serta tanaman yang tumbuh di sela-sela sawah warga asli penduduk lingkungan ponpes.

2.Antri Mandi.

Pesantren yang jumlah belasan santri hingga ribuan, ketika pagi dan sore hari akan ada pemandangan menarik di kamar mandi atau kali (sungai). Satu kamar mandi, bisa antre tiga orang. Jika tak sabar, yang ngantri akan menggedor-gedor pintu. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya buang hajat dengan pintu digedor-gedor. Berbeda dengan kamar mandi, kalau mandi di sungai antrinya petelesan celana untuk santri putra. Sungguh menggelikan.

3.Terserang Penyakit Kulit.

Penyakit kulit atau kudis, akrab bagi santri baru. Hal ini seakan menjadi “ujian” pertama bagi santri; apakah nantinya ia akan betah tinggal di pesantren atau tidak. Saking parahnya, santri yang terkena penyakit ini kadang sampai tak bisa duduk atau sulit jalan. Mau dibawa ke rumah sakit, dokter, tak jua sembuh-sembuh. Hanya waktu yang bisa menyembuhkannya, hingga badan kebal dan penyakit merasa bosan sendiri.Namun, itu dulu. Pesantren sekarang sudah banyak memiliki air bersih dan memadahi.

4.Mencium Tangan Kiyai

Bersalaman dengan Guru menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan santri, pasalnya hal ini mereka dapat mencium tangan kiyai yang di percayai mempunyai berkah tersendiri. Ataupun sebagai wujud hormat/ketaqdhiman kepada hadratussyaikh.

5.Tirakat

Budaya santri dipesantren yang sering dilakukan pada umumnya adalah tirakat. Tirakat adalah sebuah bentuk pendidikan yang diajarkan sebagi bentuk keprihatinan hidup sebelum menemui titik terang kesuksesan. Tirakat yang sering dilakukan biasanya puasa yang telah di ijazahkkan oleh guru/kiyai.

6.Bersarung dan berpeci

Sarungan dan berpeci sudah membudaya bagi santri, kemana-mana pakaian ini yang memberikan ciri khas seorang santri. Walaupun ke ke Kota bahkan ke mol/swalayan modern tetap memakai seragam santri.

7.Ngopi Dan Join Rokok


Ngopi dan merokok bersama merupakan hal yang biasa dilakukan santri dan sudah budaya ritual kebersaman asyik pesantren. Ritual minum kopi sudah dijadikan kebiasan bagi para santri sepanjang masa hidupnya di pesantren. Mulai dari merek yang berbobot sampai yang tidak berbibitpun mereka minum. Apapun nama kopinya mereka nikmati bersama dalam segala suasana, saat mengkaji suatu masalah atau problamatika, diskusi lintas madzhab, bahkan ketika sebelum makanpun hendak meminumnya terlebih dahulu. Namun, yang kerap dan marak diminum oleh mereka adalah kopi-kopi yang berwarna hitam pekat. Sebab, kopi hitam bagi asumsi mereka adalah kopi yang bisa menghilangkan rasa ngantuk. Dan bisa memberikan semangat belajar (agak lama) di waktu malam, leluasa, dan sebagai sumber inspirasi santri di tengah gelapnya malam yang pekat dan sunyi.

Jika usai liburan, para santri sering membawa oleh-oleh dari masing-masing tanah kelahiran mereka. Yang menjadi prioritas adalah oleh-oleh aneka kopi. Sebab, kopi yang mereka bawa ke pesanteren akan menjadi buah bibir dan bahan perbandingan antara satu dengan yang lain, tentu tentang kenikmatan cita rasanya. Mulai dari kopi Madura, Lombok, Bali, Sumatera, pokoknya dari Sabang Sampai Meraoke. Kebiasaan ini sudah berlangsung lama, sejak pesantren masih menggunakan lampu teplok sebagai sarana penerangan hingga kinipun masih sangat trend.

Inilah Budaya Santri yang saya admin ketahui, Sebetulnya budaya-budaya kehidupan pesantren masih banyak. Namun admin hanya mampu menuliskan sampai disini. Untuk lebih lanjut update dan terus pantengin blog santriyai. Tunggu artikel terbarunya.

7 Budaya Kehidupan Santri Dipesantren Paling Seru Dan Asyik Yang Sering Terjadi Di Pondok

Loading...
Tahukah Kalian tentang kehidupan yang terjadi di Pesantren. Bagi seorang yang pernah hidup dipesantren atau sampai saat ini masih berstatus santri, Serta penduduk sekitar lingkungan pesantren tentunya sudah tidak asing lagi, Dengan apa yang terjadi pada budaya-budaya kehidupan santri saat di Pesantren. Santri memiliki Budaya-budaya paling seru dan asyik yang pasti bakal terjadi hingga nantinya akan membuat rasa kangen, Semuanya pasti akan menjadi pengalaman terindah tak terlupakan sampai hari tua Nanti.Lalu apakah budaya bagi anak pesantren yang sering ada.Berikut 7 Budaya anak lingkungan pondok.

1.Masak Bareng Makan Bersama

Budaya hidup bersama apa-apa yang dilakukan bareng menjadi suatu hal yang tidak luput dari kehidupan anak pesantren. Seperti halnya masak dan makan bareng-bareng ini menjadikan suatu budaya indahnya kesederhanaan santri. Keseruan ini terlihat saat sekelompok grub santri pergi ke pawon atau dapur pondok untuk memasak Nasi disela-sela kegiatan belajar mengajar. Mencari sayur yang hidup dilungkungan sekitar wilayah ponpes dengan berbagai macam tumbuhan seperti Bayam, Pepaya, Daun Pepaya, Kembang Pepaya, serta tanaman yang tumbuh di sela-sela sawah warga asli penduduk lingkungan ponpes.

2.Antri Mandi.

Pesantren yang jumlah belasan santri hingga ribuan, ketika pagi dan sore hari akan ada pemandangan menarik di kamar mandi atau kali (sungai). Satu kamar mandi, bisa antre tiga orang. Jika tak sabar, yang ngantri akan menggedor-gedor pintu. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya buang hajat dengan pintu digedor-gedor. Berbeda dengan kamar mandi, kalau mandi di sungai antrinya petelesan celana untuk santri putra. Sungguh menggelikan.

3.Terserang Penyakit Kulit.

Penyakit kulit atau kudis, akrab bagi santri baru. Hal ini seakan menjadi “ujian” pertama bagi santri; apakah nantinya ia akan betah tinggal di pesantren atau tidak. Saking parahnya, santri yang terkena penyakit ini kadang sampai tak bisa duduk atau sulit jalan. Mau dibawa ke rumah sakit, dokter, tak jua sembuh-sembuh. Hanya waktu yang bisa menyembuhkannya, hingga badan kebal dan penyakit merasa bosan sendiri.Namun, itu dulu. Pesantren sekarang sudah banyak memiliki air bersih dan memadahi.

4.Mencium Tangan Kiyai

Bersalaman dengan Guru menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan santri, pasalnya hal ini mereka dapat mencium tangan kiyai yang di percayai mempunyai berkah tersendiri. Ataupun sebagai wujud hormat/ketaqdhiman kepada hadratussyaikh.

5.Tirakat

Budaya santri dipesantren yang sering dilakukan pada umumnya adalah tirakat. Tirakat adalah sebuah bentuk pendidikan yang diajarkan sebagi bentuk keprihatinan hidup sebelum menemui titik terang kesuksesan. Tirakat yang sering dilakukan biasanya puasa yang telah di ijazahkkan oleh guru/kiyai.

6.Bersarung dan berpeci

Sarungan dan berpeci sudah membudaya bagi santri, kemana-mana pakaian ini yang memberikan ciri khas seorang santri. Walaupun ke ke Kota bahkan ke mol/swalayan modern tetap memakai seragam santri.

7.Ngopi Dan Join Rokok


Ngopi dan merokok bersama merupakan hal yang biasa dilakukan santri dan sudah budaya ritual kebersaman asyik pesantren. Ritual minum kopi sudah dijadikan kebiasan bagi para santri sepanjang masa hidupnya di pesantren. Mulai dari merek yang berbobot sampai yang tidak berbibitpun mereka minum. Apapun nama kopinya mereka nikmati bersama dalam segala suasana, saat mengkaji suatu masalah atau problamatika, diskusi lintas madzhab, bahkan ketika sebelum makanpun hendak meminumnya terlebih dahulu. Namun, yang kerap dan marak diminum oleh mereka adalah kopi-kopi yang berwarna hitam pekat. Sebab, kopi hitam bagi asumsi mereka adalah kopi yang bisa menghilangkan rasa ngantuk. Dan bisa memberikan semangat belajar (agak lama) di waktu malam, leluasa, dan sebagai sumber inspirasi santri di tengah gelapnya malam yang pekat dan sunyi.

Jika usai liburan, para santri sering membawa oleh-oleh dari masing-masing tanah kelahiran mereka. Yang menjadi prioritas adalah oleh-oleh aneka kopi. Sebab, kopi yang mereka bawa ke pesanteren akan menjadi buah bibir dan bahan perbandingan antara satu dengan yang lain, tentu tentang kenikmatan cita rasanya. Mulai dari kopi Madura, Lombok, Bali, Sumatera, pokoknya dari Sabang Sampai Meraoke. Kebiasaan ini sudah berlangsung lama, sejak pesantren masih menggunakan lampu teplok sebagai sarana penerangan hingga kinipun masih sangat trend.

Inilah Budaya Santri yang saya admin ketahui, Sebetulnya budaya-budaya kehidupan pesantren masih banyak. Namun admin hanya mampu menuliskan sampai disini. Untuk lebih lanjut update dan terus pantengin blog santriyai. Tunggu artikel terbarunya.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random