Kerugian Banyak Bermain Sosial Media Yang Bisa Menghancurkan Masa Depan Alasan Sebagian Pondok Pesantren Melarang Membawa HP

Banyak sebagian Pondok Pesantren melarang para santrinya membawa Handpond/Hp karena alasan-alasan tertentu yang akan berdampak bagi para santri. Mungkin karena kekhawatiran jika nantinya santri-santri malah banyak dirugikan oleh sosial media. Dampak kerugian sosial media facebook contohnya bisa menghancurkan pupusnya harapan cita-cita masa depan santri. Memang benar adanya jika terlalu banyak bermain sosial media mereka akan lalai apa yang menjadi tanggung jawab aktivititas kegiatan yang ada dipondok. Nah Lalu apa aja dampak kerugian sosial media seperti facebook yang dapat bisa menghancurkan cita-cita masa depan. Berikut ini ulasan kerugian besar jika terlalu banyak menggunakan sosial media seperti FB dll khususnya di pondok pesantren atau lembaga-lembaga pendidikan sekolah.


Contohnya Facebook dengan pengguna mencapai 2 miliar di seluruh dunia, facebook saat ini masih menjadi media sosial yang paling populer. Di Indonesia sendiri penggunanya sudah mencapai 100 juta lebih. Menduduki posisi ketiga sebagai negara dengan pengakses facebook terbanyak. Jumlah tersebut tentunya akan terus bertambah kedepannya. Semakin populernya facebook tersebut, dampak apakah yang facebook berikan bagi kehidupan manusia? Apakah menjadikannya lebih baik atau malah sebaliknya? Tidak ada data yang pasti untuk menjawab pertanyaan tersebut, tapi kita bisa melihat sendiri dampaknya di sekeliling kita.

Saya pribadi sudah menggunakan facebook hampir 9 Tahun lamanya. Banyak hal yang saya dapatkan dari facebook, dari hal positif sampai negatif.Dampak positifnya sudah jelas, bisa berkomunikasi dengan orang-orang jauh, bisa mencari teman yang lama tidak ketemu, bahkan bisa juga dipakai sebagai tempat jualan.Untuk dampak negatifnya jujur tidak terlalu terasa, khususnya ketika baru pertama menggunakan facebook.Setelah cukup lama menggunakan facebook baru terasa banyak hal-hal negatif yang saya rasakan.Dampak tersebut juga saya lihat dari orang-orang terdekat saya yang mulai aktif menggunakan facebook, banyak yang berubah dari mereka. Apa saja yang berubah? di bawah adalah beberapa dampak negatif facebook bagi penggunanya menurut pengalaman dan juga pengamatan saya:

1. Membuat Ketagian dan Sulit Dihentikan

Mungkin banyak yang tidak menyangka kalau facebook sebenernya sama seperti Narkoba, bisa membuat ketagihan dan sulit untuk dihentikan. Facebook memang sengaja dibuat supaya penggunanya menjadi ketagihan. Alasannya karena penghasilan utama facebook adalah dari iklan. Semakin lama seorang mengakses facebook, semakin banyak pula iklan yang dilihat. Semakin banyak iklan yang dilihat, semakin banyak uang yang facebook dapatkan. Bagi facebook sendiri tentunya menjadi keuntungan besar, karena uang mereka menjadi semakin banyak, tapi bagi penggunanya, apakah ada manfaat yang didapatkan dari berlama-lama mengakses facebook?

Begitulah mengapa kebanyakan sebagian pesantren beralasan melarang membawa elektronik karena nantinya lama kelamaan para santri kecanduan atau ketagihan sosial media. Jika sudah ketagihan tentu membuat para santri lalai apa yang menjadi tugasnya.

2. Membuang Waktu Berharga

Bukan maanfaat yang kita dapatkan, dari ketagihan facebook tersebut justru dapat merugikan kita sendiri. Salah satu kerugiannya adalah waktu berharga kita menjadi terbuang sia-sia hanya untuk berlama-lama di facebook tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif malah dihabiskan hanya untuk sekedar baca status, like status, komen status, stalking facebook orang, dll.

Waktu bagi seorang yang sedang dalam pendidikan sangatlah berarti, bagaikan pedang yang membabi buta benda dengan sesuka suka nya tanpa terasa semua habis dimakan waktu. Inilah antisipasi sebagian pondok pesantren mengapa tak diperbolehkan santri membawa hp.

3. Menimbulkan Rasa Depresi

Pengguna facebook umumnya hanya menampilkan sisi baik dari kehidupannya dan menyembunyikan sisi jeleknya di facebook. Hal tersebut membentuk keyakinan di dalam benak pengguna kalau teman-teman mereka di facebook memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan lebih indah.

Contohnya pengguna facebook yang jomblo. Ketika mereka melihat pasangan yang meng-upload foto mesra di facebook, mereka langsung merasa depresi berat dan merasa menjadi jomblo paling ngenes di dunia. Padahal sebenernya di luar sana banyak sekali jomblo-jomblo bahagia, hanya saja mereka tidak menghabiskan waktunya di facebook.

4. Menjadi Narsis dan Suka Pamer

Dari rasa depresi tersebut mulailah muncul sifat narsis dan suka pamer dari para pengguna facebook.

Mereka mulai senang memposting segala aspek dari kehidupannya di facebook. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya mereka dokumentasikan di facebook.

Tidak lupa setiap mereka membeli barang-barang baru mereka langsung mempostingnya di facebook.

Sifat ini muncul karena mereka ingin mendapatkan pengakuan bahwa kehidupannya juga bahagia dan indah seperti teman-temannya di facebook.

5. Menurunkan Kemampuan Berkomunikasi

Ketika pengguna facebook sudah mulai kecanduan, mereka menjadi malas bersosialisasi di dunia nyata. Akibatnya kemampuan berkomunikasi mereka menjadi berkurang.

Hal ini cukup mengkhawatirkan, khususnya bagi pengguna facebook usia anak dan remaja. Waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak dihabiskan bersama teman-teman di facebook yang biasanya hanya membahas sesuatu yang tidak penting.

Terus harus bagaimana?
Facebook sebenernya tidaklah buruk, yang membuatnya buruk adalah bagaimana cara kita menggunakannya. Banyak kok manfaat yang bisa didapatkan dari facebook selama kita menggunakannya dengan cara yang benar.

Dampak buruk yang sudah saya tulis di atas hanya akan terjadi jika kita menggunakan facebook secara berlebihan tanpa maksud dan tujuan yang jelas.

6.Menurunnya tingkat kesehatan

Sehat itu mahal, dan percayakah anda jika sosial media ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan kita? Mau tidak mau anda harus percaya karena dampak ini telah terbukti benar setelah dilakukan oleh banyak peneliti di dunia. Jika anda sudah terlalu asyik memainkan sosial media maka mata anda akan selalu terpaku kepada layar smartphone yang tentu akan mengganggu kesehatan mata anda. (Baca juga: Sejarah Perkembangan Alat Komunikasi)

Terlebih jika anda terus menerus melakukan aktivitas tersebut hingga larut malam, selain akan mengganggu kesehatan mata, berat badan anda bisa saja naik. Hal tersebut pernah dikemukakan oleh para peneliti Nothwestern University, mereka menyatakan penggunaan smartphone saat di jam-jam tidur akan dapat menyebabkan obesitas karena paparan sinar biru dari smartphone dapat meningkatkan hormone ghrelin yang berfungsi memberi sinyal lapar pada tubuh seseorang

7.Memungkinkan menjadi seorang yang individualis

Inilah hal yang sering kita lihat di sekeliling kita, karena sudah banyak kita temui orang-orang yang asyik sendiri dengan gadgetnya. Jika seseorang terlalu menikmati dengan adanya sosial media ini maka sifat individualis lambat laun akan muncul. Sehingga seseorang ini lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun ketika bertemu dengan banyak orang.

8.Menimbulkan sikap acuh terhadap orang-orang disekeliling

Dari dampak individualis penggunaan sosial media juga menjadikan seseorang lemah dalam bersimpati bahkan berempati terhadap keadaan sekelilingnya karena perhatiannya akan selalu tertuju pada layar smartphonenya. Hal ini banyak kita temukan di tempat-tempat umum. Misalnya saat di kendaraan umum.

9.Menurunkan produktivitas

Salah satu yang dapat memicu menurunnya produktivitas seseorang adalah ketika fokusnya tergantikan oleh hal-hal yang lain. Tentu penggunaan sosial media yang berlebih maka akan membuat anda enggan untuk melakukan hal-hal lain yang lebi bermanfaat dan bisa anda lakukan.

10.Bisa melalaikan sesuatu yang menjadi kewajiban

Seseorang tentu mempunyai kewajiban yang seharusnya bisa sesegera mungkin dilakukan. Seperti misalnya bagi seseorang yang beragama Islam setiap harinya harus melaksanakan sholat yang merupakan ibadah wajib yang tidak boleh dilalaikan. Bagi seorang pelajar juga mempunyai kewajiban untuk belajar. Disini sosial media tentu berperan untuk membuat seseorang menunda pekerjaaannya.

Yang disayangkan pelajar-pelajar saat ini banyak yang mengalihkan fokusnya untuk kegiatannya bersosial media. Tidak hanya di rumah, ketika di sekolah pun tempat yang seharusnya digunakan sebagai tempat menuntut ilmu ada kalanya tergangggu ketika seorang murid lebih sering menggunkan handphonenya di dalam kelas untuk kegiatan diluar pembelajaran.

11.Menghambat mimpi dan cita-cita

Masih berkaitan dengan point di nomor 5, ketika produktivitas-produktivitas seseorang mulai menurun maka hal-hal yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan kita akan terhambat dikarenakan seseorang tersebut telah berada di zona nyaman yang membuat enggan bergerak sehingga mengakibatkan lupa bahwasannya seseorang tersebut mempunyai mimpi yang harus dikejar.

12.Melabilkan emosi

Mungkin yang menjadi pertanyaan anda adalah kapan sosial media dapat berperan memainkan emosi seseorang? Emosi seseorang akan cenderung terganggu ketika melihat suatu berita dan tulisan yang tidak sesuai dengan perasaan orang tersebut.

13.Membuat hidup lebih konsumtif

Kehidupan di era modern seperti ini nampaknya semakin menambahkan kebutuhan seseorang. Salah satunya kebutuhan untuk pembelian paket data. Bagi seseorang yang sudah mengalami ketergantungan terhadap internet terutama sosial media ketika kuota maupun paket data yang dimiliki sudah habis tanpa pikir panjang tentu akan menyegerakan untuk mengisinya kembali tanpa memikirkan keperluan yang harus diutamakan.

Mungkin hal ini tidak terlalu penting bagi seseorang yang berada dikalangan menengah ke atas.

14.Mudahnya akses untuk mendapatkan informasi yang tidak baik

Selain beredarnya hoax, nyatanya sosial media juga memudahkan akses untuk menyebar informasi berupa isu-isu negatif, pornografi dan lainnya. Terkait isu-isu negatif seperti hal-hal yang mengandung SARA tentu dapat menimbulkan perpecahan antar suku, ras dan agama.

Dan hal-hal yang berbau pornografi bukan merupakan sesuatu yang begitu saja bisa diabaikan terutama untuk anak-anak yang masih dibawah umur.

15.Menurunkan daya ingat

Ketika seseorang sudah terlalu asyik memainkan gadget dan berbincang di sosial media maka daya ingat seseorang tersebut semisal jadi rentan lupa terhadap waktu.

16.Menurunkan kreativitas
Selain menurunkan produktivitas bermain sosial media juga mampu menurunkan kreativitas.

17.Tersebarnya perilaku yang kurang baik
Adanya sosial media pada akhirnya juga menambah kegiatan kerja pemerintah kita. Jika dulu hanya media televisi diharuskan untuk menyensor acara yang ditayangkan saat ini dari sosial media nyatanya yang harus lebih diperhatikan. Sosial media mempunyai akses yang lebih mudah dan tidak semua yang berada di sosial media merupakan hal-hal baik. Ketika seseorang terutama pada usia anak-anak dan remaja menyaksikan suatu tontonan yang tidak baik maka muncul dorongan-dorongan untuk meniru perilaku apa yang telah ditontonnya.

Itulah 17 cara-cara sosial media yang bisa menimbulkan kesengsaran hrapan tujuan cita-cita masa depan seseorang. Kita harus pandai-pandai mebaginya dan pandai memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Semua yang diatas bila tidak diwaspadai dengan baik sosial media akan memberikan dampak kerugian yang besar terhadap pecandu yang terus-terusan banyak menggunakan  sosmed.  Tapi ada juga pesantren yang memperbolehkan membawa hp. Karena beralasan dunia maya sosial media juga bermanfaat demi kelangsungan hidup jaman yang terus maju. Manfaat dunia maya atau sosial media lingkup pesantren atau pondok juga banyak yang merasakan tentu denganlah sesuai tidak melebihi batas. Manfaat dan kelebihan dunia maya sosial media dengan alat elektronik hp,latop dan sebagainya dapat menguntungkan bagi diri santri ataupun seseorang yang menggunakannya. serta pihak-pihak lain dengan berbagi alasan faedahnya.

Semoga bermanfaat ya browww

17 Kerugian Banyak Bermain Sosial Media Yang Bisa Menghancurkan Masa Depan Alasan Sebagian Pondok Pesantren Melarang Membawa HP

Loading...
Kerugian Banyak Bermain Sosial Media Yang Bisa Menghancurkan Masa Depan Alasan Sebagian Pondok Pesantren Melarang Membawa HP

Banyak sebagian Pondok Pesantren melarang para santrinya membawa Handpond/Hp karena alasan-alasan tertentu yang akan berdampak bagi para santri. Mungkin karena kekhawatiran jika nantinya santri-santri malah banyak dirugikan oleh sosial media. Dampak kerugian sosial media facebook contohnya bisa menghancurkan pupusnya harapan cita-cita masa depan santri. Memang benar adanya jika terlalu banyak bermain sosial media mereka akan lalai apa yang menjadi tanggung jawab aktivititas kegiatan yang ada dipondok. Nah Lalu apa aja dampak kerugian sosial media seperti facebook yang dapat bisa menghancurkan cita-cita masa depan. Berikut ini ulasan kerugian besar jika terlalu banyak menggunakan sosial media seperti FB dll khususnya di pondok pesantren atau lembaga-lembaga pendidikan sekolah.


Contohnya Facebook dengan pengguna mencapai 2 miliar di seluruh dunia, facebook saat ini masih menjadi media sosial yang paling populer. Di Indonesia sendiri penggunanya sudah mencapai 100 juta lebih. Menduduki posisi ketiga sebagai negara dengan pengakses facebook terbanyak. Jumlah tersebut tentunya akan terus bertambah kedepannya. Semakin populernya facebook tersebut, dampak apakah yang facebook berikan bagi kehidupan manusia? Apakah menjadikannya lebih baik atau malah sebaliknya? Tidak ada data yang pasti untuk menjawab pertanyaan tersebut, tapi kita bisa melihat sendiri dampaknya di sekeliling kita.

Saya pribadi sudah menggunakan facebook hampir 9 Tahun lamanya. Banyak hal yang saya dapatkan dari facebook, dari hal positif sampai negatif.Dampak positifnya sudah jelas, bisa berkomunikasi dengan orang-orang jauh, bisa mencari teman yang lama tidak ketemu, bahkan bisa juga dipakai sebagai tempat jualan.Untuk dampak negatifnya jujur tidak terlalu terasa, khususnya ketika baru pertama menggunakan facebook.Setelah cukup lama menggunakan facebook baru terasa banyak hal-hal negatif yang saya rasakan.Dampak tersebut juga saya lihat dari orang-orang terdekat saya yang mulai aktif menggunakan facebook, banyak yang berubah dari mereka. Apa saja yang berubah? di bawah adalah beberapa dampak negatif facebook bagi penggunanya menurut pengalaman dan juga pengamatan saya:

1. Membuat Ketagian dan Sulit Dihentikan

Mungkin banyak yang tidak menyangka kalau facebook sebenernya sama seperti Narkoba, bisa membuat ketagihan dan sulit untuk dihentikan. Facebook memang sengaja dibuat supaya penggunanya menjadi ketagihan. Alasannya karena penghasilan utama facebook adalah dari iklan. Semakin lama seorang mengakses facebook, semakin banyak pula iklan yang dilihat. Semakin banyak iklan yang dilihat, semakin banyak uang yang facebook dapatkan. Bagi facebook sendiri tentunya menjadi keuntungan besar, karena uang mereka menjadi semakin banyak, tapi bagi penggunanya, apakah ada manfaat yang didapatkan dari berlama-lama mengakses facebook?

Begitulah mengapa kebanyakan sebagian pesantren beralasan melarang membawa elektronik karena nantinya lama kelamaan para santri kecanduan atau ketagihan sosial media. Jika sudah ketagihan tentu membuat para santri lalai apa yang menjadi tugasnya.

2. Membuang Waktu Berharga

Bukan maanfaat yang kita dapatkan, dari ketagihan facebook tersebut justru dapat merugikan kita sendiri. Salah satu kerugiannya adalah waktu berharga kita menjadi terbuang sia-sia hanya untuk berlama-lama di facebook tanpa maksud dan tujuan yang jelas. Waktu yang seharusnya digunakan untuk hal-hal produktif malah dihabiskan hanya untuk sekedar baca status, like status, komen status, stalking facebook orang, dll.

Waktu bagi seorang yang sedang dalam pendidikan sangatlah berarti, bagaikan pedang yang membabi buta benda dengan sesuka suka nya tanpa terasa semua habis dimakan waktu. Inilah antisipasi sebagian pondok pesantren mengapa tak diperbolehkan santri membawa hp.

3. Menimbulkan Rasa Depresi

Pengguna facebook umumnya hanya menampilkan sisi baik dari kehidupannya dan menyembunyikan sisi jeleknya di facebook. Hal tersebut membentuk keyakinan di dalam benak pengguna kalau teman-teman mereka di facebook memiliki kehidupan yang lebih bahagia dan lebih indah.

Contohnya pengguna facebook yang jomblo. Ketika mereka melihat pasangan yang meng-upload foto mesra di facebook, mereka langsung merasa depresi berat dan merasa menjadi jomblo paling ngenes di dunia. Padahal sebenernya di luar sana banyak sekali jomblo-jomblo bahagia, hanya saja mereka tidak menghabiskan waktunya di facebook.

4. Menjadi Narsis dan Suka Pamer

Dari rasa depresi tersebut mulailah muncul sifat narsis dan suka pamer dari para pengguna facebook.

Mereka mulai senang memposting segala aspek dari kehidupannya di facebook. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi semuanya mereka dokumentasikan di facebook.

Tidak lupa setiap mereka membeli barang-barang baru mereka langsung mempostingnya di facebook.

Sifat ini muncul karena mereka ingin mendapatkan pengakuan bahwa kehidupannya juga bahagia dan indah seperti teman-temannya di facebook.

5. Menurunkan Kemampuan Berkomunikasi

Ketika pengguna facebook sudah mulai kecanduan, mereka menjadi malas bersosialisasi di dunia nyata. Akibatnya kemampuan berkomunikasi mereka menjadi berkurang.

Hal ini cukup mengkhawatirkan, khususnya bagi pengguna facebook usia anak dan remaja. Waktu yang seharusnya dipakai untuk belajar sosialisai dengan lingkungan justru lebih banyak dihabiskan bersama teman-teman di facebook yang biasanya hanya membahas sesuatu yang tidak penting.

Terus harus bagaimana?
Facebook sebenernya tidaklah buruk, yang membuatnya buruk adalah bagaimana cara kita menggunakannya. Banyak kok manfaat yang bisa didapatkan dari facebook selama kita menggunakannya dengan cara yang benar.

Dampak buruk yang sudah saya tulis di atas hanya akan terjadi jika kita menggunakan facebook secara berlebihan tanpa maksud dan tujuan yang jelas.

6.Menurunnya tingkat kesehatan

Sehat itu mahal, dan percayakah anda jika sosial media ternyata memiliki pengaruh terhadap kesehatan kita? Mau tidak mau anda harus percaya karena dampak ini telah terbukti benar setelah dilakukan oleh banyak peneliti di dunia. Jika anda sudah terlalu asyik memainkan sosial media maka mata anda akan selalu terpaku kepada layar smartphone yang tentu akan mengganggu kesehatan mata anda. (Baca juga: Sejarah Perkembangan Alat Komunikasi)

Terlebih jika anda terus menerus melakukan aktivitas tersebut hingga larut malam, selain akan mengganggu kesehatan mata, berat badan anda bisa saja naik. Hal tersebut pernah dikemukakan oleh para peneliti Nothwestern University, mereka menyatakan penggunaan smartphone saat di jam-jam tidur akan dapat menyebabkan obesitas karena paparan sinar biru dari smartphone dapat meningkatkan hormone ghrelin yang berfungsi memberi sinyal lapar pada tubuh seseorang

7.Memungkinkan menjadi seorang yang individualis

Inilah hal yang sering kita lihat di sekeliling kita, karena sudah banyak kita temui orang-orang yang asyik sendiri dengan gadgetnya. Jika seseorang terlalu menikmati dengan adanya sosial media ini maka sifat individualis lambat laun akan muncul. Sehingga seseorang ini lebih menikmati keberadaannya sendiri sekalipun ketika bertemu dengan banyak orang.

8.Menimbulkan sikap acuh terhadap orang-orang disekeliling

Dari dampak individualis penggunaan sosial media juga menjadikan seseorang lemah dalam bersimpati bahkan berempati terhadap keadaan sekelilingnya karena perhatiannya akan selalu tertuju pada layar smartphonenya. Hal ini banyak kita temukan di tempat-tempat umum. Misalnya saat di kendaraan umum.

9.Menurunkan produktivitas

Salah satu yang dapat memicu menurunnya produktivitas seseorang adalah ketika fokusnya tergantikan oleh hal-hal yang lain. Tentu penggunaan sosial media yang berlebih maka akan membuat anda enggan untuk melakukan hal-hal lain yang lebi bermanfaat dan bisa anda lakukan.

10.Bisa melalaikan sesuatu yang menjadi kewajiban

Seseorang tentu mempunyai kewajiban yang seharusnya bisa sesegera mungkin dilakukan. Seperti misalnya bagi seseorang yang beragama Islam setiap harinya harus melaksanakan sholat yang merupakan ibadah wajib yang tidak boleh dilalaikan. Bagi seorang pelajar juga mempunyai kewajiban untuk belajar. Disini sosial media tentu berperan untuk membuat seseorang menunda pekerjaaannya.

Yang disayangkan pelajar-pelajar saat ini banyak yang mengalihkan fokusnya untuk kegiatannya bersosial media. Tidak hanya di rumah, ketika di sekolah pun tempat yang seharusnya digunakan sebagai tempat menuntut ilmu ada kalanya tergangggu ketika seorang murid lebih sering menggunkan handphonenya di dalam kelas untuk kegiatan diluar pembelajaran.

11.Menghambat mimpi dan cita-cita

Masih berkaitan dengan point di nomor 5, ketika produktivitas-produktivitas seseorang mulai menurun maka hal-hal yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan kita akan terhambat dikarenakan seseorang tersebut telah berada di zona nyaman yang membuat enggan bergerak sehingga mengakibatkan lupa bahwasannya seseorang tersebut mempunyai mimpi yang harus dikejar.

12.Melabilkan emosi

Mungkin yang menjadi pertanyaan anda adalah kapan sosial media dapat berperan memainkan emosi seseorang? Emosi seseorang akan cenderung terganggu ketika melihat suatu berita dan tulisan yang tidak sesuai dengan perasaan orang tersebut.

13.Membuat hidup lebih konsumtif

Kehidupan di era modern seperti ini nampaknya semakin menambahkan kebutuhan seseorang. Salah satunya kebutuhan untuk pembelian paket data. Bagi seseorang yang sudah mengalami ketergantungan terhadap internet terutama sosial media ketika kuota maupun paket data yang dimiliki sudah habis tanpa pikir panjang tentu akan menyegerakan untuk mengisinya kembali tanpa memikirkan keperluan yang harus diutamakan.

Mungkin hal ini tidak terlalu penting bagi seseorang yang berada dikalangan menengah ke atas.

14.Mudahnya akses untuk mendapatkan informasi yang tidak baik

Selain beredarnya hoax, nyatanya sosial media juga memudahkan akses untuk menyebar informasi berupa isu-isu negatif, pornografi dan lainnya. Terkait isu-isu negatif seperti hal-hal yang mengandung SARA tentu dapat menimbulkan perpecahan antar suku, ras dan agama.

Dan hal-hal yang berbau pornografi bukan merupakan sesuatu yang begitu saja bisa diabaikan terutama untuk anak-anak yang masih dibawah umur.

15.Menurunkan daya ingat

Ketika seseorang sudah terlalu asyik memainkan gadget dan berbincang di sosial media maka daya ingat seseorang tersebut semisal jadi rentan lupa terhadap waktu.

16.Menurunkan kreativitas
Selain menurunkan produktivitas bermain sosial media juga mampu menurunkan kreativitas.

17.Tersebarnya perilaku yang kurang baik
Adanya sosial media pada akhirnya juga menambah kegiatan kerja pemerintah kita. Jika dulu hanya media televisi diharuskan untuk menyensor acara yang ditayangkan saat ini dari sosial media nyatanya yang harus lebih diperhatikan. Sosial media mempunyai akses yang lebih mudah dan tidak semua yang berada di sosial media merupakan hal-hal baik. Ketika seseorang terutama pada usia anak-anak dan remaja menyaksikan suatu tontonan yang tidak baik maka muncul dorongan-dorongan untuk meniru perilaku apa yang telah ditontonnya.

Itulah 17 cara-cara sosial media yang bisa menimbulkan kesengsaran hrapan tujuan cita-cita masa depan seseorang. Kita harus pandai-pandai mebaginya dan pandai memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Semua yang diatas bila tidak diwaspadai dengan baik sosial media akan memberikan dampak kerugian yang besar terhadap pecandu yang terus-terusan banyak menggunakan  sosmed.  Tapi ada juga pesantren yang memperbolehkan membawa hp. Karena beralasan dunia maya sosial media juga bermanfaat demi kelangsungan hidup jaman yang terus maju. Manfaat dunia maya atau sosial media lingkup pesantren atau pondok juga banyak yang merasakan tentu denganlah sesuai tidak melebihi batas. Manfaat dan kelebihan dunia maya sosial media dengan alat elektronik hp,latop dan sebagainya dapat menguntungkan bagi diri santri ataupun seseorang yang menggunakannya. serta pihak-pihak lain dengan berbagi alasan faedahnya.

Semoga bermanfaat ya browww
Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random