Dunia ini terus berputar seiring masih berjalannya waktu. Hari demi hari zaman semakin tumbuh pesat dengan berbagai macam kehidupan yang serba modern. Anak zaman now (anak jamaan sekarang) secara otomotis tanpa disadari mereka bagaimanapun akan erbawa arus global. Mulai dari gaya hidup yang serba elektronik maupun model gaya hidup yang mengikuti ala orang-orang barat, Artis, dan lingkungan pergaulan yang bebas. Anak zaman now (Zaman Sekarang) semakin pandai dan cepat mengikuti arus global yang ada. Problematika seperti ini harus diwaspadai terutama Orang tua si anak. Jangan samapai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada diharri seorang anak. Perhatian dan pendidikan khusus menjadi hal utama yang harus dilakukan. Seperti halnya orang tua zaman now memasukan anak dipesantren. Dan kenapa anak zaman now harus Nyantri masuk pesantren. Inilah 10 alasan kenapa harus menjadi santri:

 1.Eletronik Komunikasi Yang Mudah dijangkau Anak


Perhatikan dilingkungan sekitar kita mulai dari seorang anak kecil sampai seorang separuh bayapun menggunakan elektronik komunikasi yang mengarah jejaring sosial yang akan berdampak merubah pola pikir dan gaya hidup seseorang. Bila diperhatiakan dengan baik dan seksama hal ini merupakan hal problem yang semestinya disadari orang tua. Mereka akan hanyut diterpa pengaruh global dan akan lalai apa makna hidup ini. Mak dari itu orang tua setidaknya untuk memberikan dorongan si anak untuk masuk kepesantren. Karena pesantren merupakan tempat yang paling lengkap dari segala hal dan yang paling utama memberikan pengetahauan tentang hidup didunia ini. Meskipun jauh, jangan takut untuk menitipkan anak-anaknya ke Pesantren. Dimanapun tempatnya, yang penting berkualitas dan mampu mendidik anak-anak menjadi generasi Muslim yang bertaqwa, sholeh dan sholehah.

2.Pendidikan Agama Wajib dan Yang Terutama

Menuntut ilmu itu jihad dan bagian dari ibadah. Orang tua diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menjaga, merawat dan mendidik anaknya sesuai dengan perintah-Nya. Orang tualah yang menghantarkan anak-anaknya, ingin menjadi apa, mau dibawa kemana, dan harus bagaimana. Semoga para orang tua diberikan hidayah untuk menyadari betapa pentingnya nilai-nilai keIslaman pada anak-anaknya.

3.Tempat Menimba Ilmu Agama Paling Lengkap


Tidak hanya memperoleh pelajaran “Agama Islam” saja seperti di sekolah-sekolah umum. Di Pesantren, akan diajarkan Nahwu dan Shorof, Ta’lim Muta’alim, Fiqih, Hadits, Tarikh (sejarah), Dakwah, Mengahafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan lain sebagainya secara lebih mendalam. Karena hal tersebut sangat diprioritaskan. Jika anak tidak memiliki aqidah atau keyakinan yang kuat, tentu di masa yang akan datang ketika ia berada di tengah-tengah masyarakat umum, akan mudah terpengaruh dan terpedaya dengan hal-hal baru. Mudah terpengaruh karena ngajinya cuma inti-intinya saja, tidak sampai pada penjabarannya.

4.Lebih Mengerti Akhlak Yang Baik

Di Pesantren tentu diajarkan bagaimana cara menghormati gurunya, orangtuanya, orang yang lebih tua, memperlakukan orang yang lebih muda, berbicara dan berperilaku sopan dan baik. Pembelajaran tersebut tentu akan berdampak pada kesehariannya. Akhlaknya akan tertanam dan menjadi adat atau kebiasaan dalam hidupnya. Memang di setiap lembaga pendidikan manapun pasti menanamkan sifat menghormati guru. Namun berbeda dengan Pesantren, ta’dzim kepada guru sangatlah luar biasa. Disana akan diajarkan bagaimana memuliakan orang yang berilmu. Menanamkan kebiasaan terpuji membutuhkan orang yang benar-benar bisa menjadi teladan, yang patut dan layak untuk dicontoh, ditiru dan diikuti. Sebagian besar, akhlak para santri akan jauh lebih baik dibandingkan anak-anak yang hidup di lingkungan yang penuh kebebasan

5.Hidup Sederhana, Dewasa dan Lebih Mandiri


Di Pesantren, anak akan diajarkan bagaimana hidup jauh dari orang tua. Mereka harus mencuci pakaiannya sendiri, menyiapkan segala kebutuhan belajarnya sendiri, tidak ketergantungan pada orang lain, apapun dilakukan sendiri dan berlaku sederhana baik dalam berpakaian, makan, tempat tinggal, dan gaya hidup. Dengan hal-hal tersebut maka para santri akan terlatih hidup sederhana dan lebih mandiri. Lihat bagaimana perbedaan anak-anak yang selalu dimanjakan oleh orang tuanya, dengan mereka yang terbiasa hidup di pondok pesantren. Tentu dari segi kedewasaannya pun sudah terlihat. Anak-anak yang sudah bisa mandiri tentu akan lebih teliti, hati-hati, bersikap dan berperilaku dewasa.

6.Disiplin

Anak akan terbiasa untuk hidup disiplin. Disiplin ibadahnya, disiplin waktunya, disiplin dalam mentaati peraturan, disiplin belajarnya, dan lain sebagainya. Di Pesantren, waktu berlalu dengan kegiatan-kegiatan rutin, tidak ada waktu senggang. Berbeda jika anak hidup terbiasa bebas di rumah, bisa bangun tidur semaunya, sholat seingetnya, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sebelum shubuh, biasanya para santri sudah sibuk meyiapkan setorannya, pergi ke masjid, sorogan, hafalan dan lain sebagainya. Dengan kebiasaan tersebut, maka si anak akan terbiasa bangun pagi meskipun sedang berada di rumahnya

7.Menjadi Generasi Penerus Ulama


Pesantren merupakan salah satu pencetak generasi ulama nomer satu yang tidak terkalahkan. Lembaga pendidikan yang terus mencetak generasi sholihin dan sholihat setiap waktu. Dan fakta terjadi pastinya keshalehan seseorang pasti dilandasi dengan adanya ilmu agama yang kuat. Amal tanpa ilmu adalah batil dan sia-sia.

8.Penerus Perjuangan Rasulullah SAW

Penerus perjuangan Rasul dari masa kemasa karena pesantren pasti mempunyai sanat dari guru keguru yang pasti sampai ke Nabi Muhamamad SAW

9.Terhindar dari Lingkungan yang Kurang Baik

Lingkungan mempunyai pengaruh utama dan peran utama dalam membentuk karakter seseorang anak.

10.Berlomba-lomba Meraih Prestasi 

 Keseharian bersama-sama dengan banyak teman dan datang teman baru tentu seseorang anak akan mempunyai motivasi tersendiri, Demi mengimbangi teman yang sudah lihai/pandai serta agar tidak disalib dengan santri baru.

10 Alasan Anak Zaman Now Harus Nyantri Masuk Pesantren


Dunia ini terus berputar seiring masih berjalannya waktu. Hari demi hari zaman semakin tumbuh pesat dengan berbagai macam kehidupan yang serba modern. Anak zaman now (anak jamaan sekarang) secara otomotis tanpa disadari mereka bagaimanapun akan erbawa arus global. Mulai dari gaya hidup yang serba elektronik maupun model gaya hidup yang mengikuti ala orang-orang barat, Artis, dan lingkungan pergaulan yang bebas. Anak zaman now (Zaman Sekarang) semakin pandai dan cepat mengikuti arus global yang ada. Problematika seperti ini harus diwaspadai terutama Orang tua si anak. Jangan samapai hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada diharri seorang anak. Perhatian dan pendidikan khusus menjadi hal utama yang harus dilakukan. Seperti halnya orang tua zaman now memasukan anak dipesantren. Dan kenapa anak zaman now harus Nyantri masuk pesantren. Inilah 10 alasan kenapa harus menjadi santri:

 1.Eletronik Komunikasi Yang Mudah dijangkau Anak


Perhatikan dilingkungan sekitar kita mulai dari seorang anak kecil sampai seorang separuh bayapun menggunakan elektronik komunikasi yang mengarah jejaring sosial yang akan berdampak merubah pola pikir dan gaya hidup seseorang. Bila diperhatiakan dengan baik dan seksama hal ini merupakan hal problem yang semestinya disadari orang tua. Mereka akan hanyut diterpa pengaruh global dan akan lalai apa makna hidup ini. Mak dari itu orang tua setidaknya untuk memberikan dorongan si anak untuk masuk kepesantren. Karena pesantren merupakan tempat yang paling lengkap dari segala hal dan yang paling utama memberikan pengetahauan tentang hidup didunia ini. Meskipun jauh, jangan takut untuk menitipkan anak-anaknya ke Pesantren. Dimanapun tempatnya, yang penting berkualitas dan mampu mendidik anak-anak menjadi generasi Muslim yang bertaqwa, sholeh dan sholehah.

2.Pendidikan Agama Wajib dan Yang Terutama

Menuntut ilmu itu jihad dan bagian dari ibadah. Orang tua diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menjaga, merawat dan mendidik anaknya sesuai dengan perintah-Nya. Orang tualah yang menghantarkan anak-anaknya, ingin menjadi apa, mau dibawa kemana, dan harus bagaimana. Semoga para orang tua diberikan hidayah untuk menyadari betapa pentingnya nilai-nilai keIslaman pada anak-anaknya.

3.Tempat Menimba Ilmu Agama Paling Lengkap


Tidak hanya memperoleh pelajaran “Agama Islam” saja seperti di sekolah-sekolah umum. Di Pesantren, akan diajarkan Nahwu dan Shorof, Ta’lim Muta’alim, Fiqih, Hadits, Tarikh (sejarah), Dakwah, Mengahafal ayat-ayat Al-Qur’an, dan lain sebagainya secara lebih mendalam. Karena hal tersebut sangat diprioritaskan. Jika anak tidak memiliki aqidah atau keyakinan yang kuat, tentu di masa yang akan datang ketika ia berada di tengah-tengah masyarakat umum, akan mudah terpengaruh dan terpedaya dengan hal-hal baru. Mudah terpengaruh karena ngajinya cuma inti-intinya saja, tidak sampai pada penjabarannya.

4.Lebih Mengerti Akhlak Yang Baik

Di Pesantren tentu diajarkan bagaimana cara menghormati gurunya, orangtuanya, orang yang lebih tua, memperlakukan orang yang lebih muda, berbicara dan berperilaku sopan dan baik. Pembelajaran tersebut tentu akan berdampak pada kesehariannya. Akhlaknya akan tertanam dan menjadi adat atau kebiasaan dalam hidupnya. Memang di setiap lembaga pendidikan manapun pasti menanamkan sifat menghormati guru. Namun berbeda dengan Pesantren, ta’dzim kepada guru sangatlah luar biasa. Disana akan diajarkan bagaimana memuliakan orang yang berilmu. Menanamkan kebiasaan terpuji membutuhkan orang yang benar-benar bisa menjadi teladan, yang patut dan layak untuk dicontoh, ditiru dan diikuti. Sebagian besar, akhlak para santri akan jauh lebih baik dibandingkan anak-anak yang hidup di lingkungan yang penuh kebebasan

5.Hidup Sederhana, Dewasa dan Lebih Mandiri


Di Pesantren, anak akan diajarkan bagaimana hidup jauh dari orang tua. Mereka harus mencuci pakaiannya sendiri, menyiapkan segala kebutuhan belajarnya sendiri, tidak ketergantungan pada orang lain, apapun dilakukan sendiri dan berlaku sederhana baik dalam berpakaian, makan, tempat tinggal, dan gaya hidup. Dengan hal-hal tersebut maka para santri akan terlatih hidup sederhana dan lebih mandiri. Lihat bagaimana perbedaan anak-anak yang selalu dimanjakan oleh orang tuanya, dengan mereka yang terbiasa hidup di pondok pesantren. Tentu dari segi kedewasaannya pun sudah terlihat. Anak-anak yang sudah bisa mandiri tentu akan lebih teliti, hati-hati, bersikap dan berperilaku dewasa.

6.Disiplin

Anak akan terbiasa untuk hidup disiplin. Disiplin ibadahnya, disiplin waktunya, disiplin dalam mentaati peraturan, disiplin belajarnya, dan lain sebagainya. Di Pesantren, waktu berlalu dengan kegiatan-kegiatan rutin, tidak ada waktu senggang. Berbeda jika anak hidup terbiasa bebas di rumah, bisa bangun tidur semaunya, sholat seingetnya, bermalas-malasan dan lain sebagainya. Sebelum shubuh, biasanya para santri sudah sibuk meyiapkan setorannya, pergi ke masjid, sorogan, hafalan dan lain sebagainya. Dengan kebiasaan tersebut, maka si anak akan terbiasa bangun pagi meskipun sedang berada di rumahnya

7.Menjadi Generasi Penerus Ulama


Pesantren merupakan salah satu pencetak generasi ulama nomer satu yang tidak terkalahkan. Lembaga pendidikan yang terus mencetak generasi sholihin dan sholihat setiap waktu. Dan fakta terjadi pastinya keshalehan seseorang pasti dilandasi dengan adanya ilmu agama yang kuat. Amal tanpa ilmu adalah batil dan sia-sia.

8.Penerus Perjuangan Rasulullah SAW

Penerus perjuangan Rasul dari masa kemasa karena pesantren pasti mempunyai sanat dari guru keguru yang pasti sampai ke Nabi Muhamamad SAW

9.Terhindar dari Lingkungan yang Kurang Baik

Lingkungan mempunyai pengaruh utama dan peran utama dalam membentuk karakter seseorang anak.

10.Berlomba-lomba Meraih Prestasi 

 Keseharian bersama-sama dengan banyak teman dan datang teman baru tentu seseorang anak akan mempunyai motivasi tersendiri, Demi mengimbangi teman yang sudah lihai/pandai serta agar tidak disalib dengan santri baru.

Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random