Hai anak pesantren , Anak kos, Alumni pesantren, Hai juga Anak kos. Semua yang membaca tulisan ini, Sapaan admin untuk semua pembaca bukan hanya untuk orang yang dipesantren maupun anak kos juga yang pernah mengalami menjadi anak pesantren/Santri serta anak kos.

Kali ini admin menulis tentang fakta paling menarik kehidupan anak pesantren dan anak kos. Mereka yang sedang menjalani kehidupan maupun sudah pernah mengalami sebagai anak pesantren/santri dan anak kos kehidupan mereka pasti tak jauh berbeda. 

Keduanya meninggalkan tempat kampung halaman salah satunya untuk menuntut ilmu, Bekerja dan lain sebgainya. Kontek ini bisa dikatakan sebagai seseorang yang mengembara merantau untuk sesuatu tujuan tertentu.Keduanya pasti mengalami kehidupan yang tak jauh berbeda, Keprihatinan keduanya hampir sama.

Berikut fakta paling menarik (unik) keprihatinan duka penderitaan anak pesantren dengan anak kos. Anak pesantren/santri dan anak kos tentu sudah kenyang dengan hal ini.


1.Berpisah dengan kedua orang tua dalam beberapa waktu yang cukup lama

Mendengarkan kata berpisah merupakan hal yang menyedihkan karena kata berpisah mempunyai makna sifat kesedihan.  Berpisah dengan kedua orang tua atau keluarga memang hal yang menyedihkan, Hal ini sangat terasa berat di saat hari pertama meninggalkan kampung halaman/keluarga. Namun setelah beberapa hari atau hitungan bulan biasanya akan hilang. Momen yang ditunggu hanya saat mereka anak pesantren/santri dan anak kos mempunya waktu luang libut panjang dan kemudian pergi pulang berjumapa dengan keluarga. Kesimpulanya menjadi anak pesantren/santri dan kos memang membuat keprihatinan,siksaan,dukaan penderitaan teralami. Bagi mereka yang pernah mengalami merupakan hal yang harus dijalani karena memang resiko nya seperti itu untung merantau mengembara meraih masa depan yang lebih baik.

2.Masak, Makan sendiri ataupun bareng-bareng Teman

Makan sendiri maupun bareng-bareng teman seperjuangan memang membuat seseorang akan lebih dewasa. Pasalnya hal ini seorang anak pesantren/santri dan anak kos tidak dilayani oleh keluarga. Mereka belajar mandiri untuk bisa mempertahankan hidup secara pribadi atau gotong royong bersama teman. 

3.Terjerat Hutang Kepada Teman  Atau Warung Langganan

Seseorang yang jauh dari keluarga atau merantau kebanyakan mereka mempunyai hutang. Fakta ini saya alami dkebanyakan anak rantau seperti juga santri dan anak kos kebanyakan mereka mempunyai hutang. Sebanya hidup bergaul diluar dengan banyak relasi tentu akan menyebabkan anak raantau atau santri dan kos mempunyai pengeluaran yang lebih tinggi. Sehingga belum saatnya jatuh tempo kiriman dari orang tua/keluarga cair uang habis kemudian menjadi tekanan untuk bertahan hidup harus berhutang kepada teman atau warung makan langganan. Intinya semua itu merupakan bentuk siksaan penderitaan duka keprihatinan anak kos dan santri.

4.Dikejar Tugas Kewajiban Yang Mau Enggak Mau Harus Dikerjakan (

Hal ini dirasakan oleh para santri dan anak kos yang mempunyai tugas dari Sekolah maupun Madrasah. Mulai dari Hafalan, PR mata pelajaran,  Suruh inilah itulah pasti terjadi. Yang sudah menjadi kewajiban mereka sebagai anak pelajar.


5.Mie Instan Menjadi Jurus Ampuh Mengisi Perut

Makanan siap saji ini selain cepat untuk mengobati rasa lapar juga makanan ini mudah ditemukan disaat dalam waktu dan tempat diamanapun. Biasanya anak mereka kebanyakan memilih mie instan untuk mengisi perut yang lapar. Bahkan ada yang setiap minggu beberapa kali dijadikan makanan dalam kurung waktu sehari. Hal ini terjadi karena bisa membuat pengiritan uang saku yang telah diberikan orang tua. Agar uang masih tersisa sebelum jatuh tempo.Anak kos lebih sering dari pada santri dalam hal ini.

6.Menagih Hutang Rasanya Kaya Orang Pengemis

Dari sekian banyaknya teman tentu anak pesantren maupun anak kos pasti mengalami uang saku di hutang teman. Rela tolong menolong hal ini sudah otomatis terjadi bagi mereka. Tapi yang menyakitkan kalau hutang kita tak kunjung dibayar dan terpaksa harus menagih hutang teman dengan berbagai gaya bahasa agar tetap menjaga perasaan teman. Hal ini dilakukan biasanya disaat uang saku mulai menipis. Yang ngaku dan pernah jadi santri pesantren maupun anak kos pasti ini terjadi sebagian

7.Ikut Terkena Dampak Teman Yang Jorok 

Hidup bersama teman banyak seperjuangan tentu dari salah satu mereka mempunyai sifat yang berbeda. Hal jorok inilah salah satunya yang membuat kita menjadi tidak nyaman berada dikamar khusus nya ketika kita lagi PW PW nya atau capek hal jorok menambah sesuatu problematika selanjutnya.



Secara singkat mereka diantaranya mempuanyai hal-hal ini:

  1. Penyakit gatal-gatal
  2. Harus tetap bangun pagi
  3. Enggak boleh pelit dan tetap berbagi
  4. Cemilan atau makanan menjadi rebutan
  5. Tetap harus bangu pagi menjalani aktifitas
  6. Antri Mandi
  7. dll tambahkan sendiri ya


7 Fakta Anak Pesantren dan Anak Kos Prihatinnya Tak Jauh Berbeda.Paling Menarik (Unik)

Loading...

Hai anak pesantren , Anak kos, Alumni pesantren, Hai juga Anak kos. Semua yang membaca tulisan ini, Sapaan admin untuk semua pembaca bukan hanya untuk orang yang dipesantren maupun anak kos juga yang pernah mengalami menjadi anak pesantren/Santri serta anak kos.

Kali ini admin menulis tentang fakta paling menarik kehidupan anak pesantren dan anak kos. Mereka yang sedang menjalani kehidupan maupun sudah pernah mengalami sebagai anak pesantren/santri dan anak kos kehidupan mereka pasti tak jauh berbeda. 

Keduanya meninggalkan tempat kampung halaman salah satunya untuk menuntut ilmu, Bekerja dan lain sebgainya. Kontek ini bisa dikatakan sebagai seseorang yang mengembara merantau untuk sesuatu tujuan tertentu.Keduanya pasti mengalami kehidupan yang tak jauh berbeda, Keprihatinan keduanya hampir sama.

Berikut fakta paling menarik (unik) keprihatinan duka penderitaan anak pesantren dengan anak kos. Anak pesantren/santri dan anak kos tentu sudah kenyang dengan hal ini.


1.Berpisah dengan kedua orang tua dalam beberapa waktu yang cukup lama

Mendengarkan kata berpisah merupakan hal yang menyedihkan karena kata berpisah mempunyai makna sifat kesedihan.  Berpisah dengan kedua orang tua atau keluarga memang hal yang menyedihkan, Hal ini sangat terasa berat di saat hari pertama meninggalkan kampung halaman/keluarga. Namun setelah beberapa hari atau hitungan bulan biasanya akan hilang. Momen yang ditunggu hanya saat mereka anak pesantren/santri dan anak kos mempunya waktu luang libut panjang dan kemudian pergi pulang berjumapa dengan keluarga. Kesimpulanya menjadi anak pesantren/santri dan kos memang membuat keprihatinan,siksaan,dukaan penderitaan teralami. Bagi mereka yang pernah mengalami merupakan hal yang harus dijalani karena memang resiko nya seperti itu untung merantau mengembara meraih masa depan yang lebih baik.

2.Masak, Makan sendiri ataupun bareng-bareng Teman

Makan sendiri maupun bareng-bareng teman seperjuangan memang membuat seseorang akan lebih dewasa. Pasalnya hal ini seorang anak pesantren/santri dan anak kos tidak dilayani oleh keluarga. Mereka belajar mandiri untuk bisa mempertahankan hidup secara pribadi atau gotong royong bersama teman. 

3.Terjerat Hutang Kepada Teman  Atau Warung Langganan

Seseorang yang jauh dari keluarga atau merantau kebanyakan mereka mempunyai hutang. Fakta ini saya alami dkebanyakan anak rantau seperti juga santri dan anak kos kebanyakan mereka mempunyai hutang. Sebanya hidup bergaul diluar dengan banyak relasi tentu akan menyebabkan anak raantau atau santri dan kos mempunyai pengeluaran yang lebih tinggi. Sehingga belum saatnya jatuh tempo kiriman dari orang tua/keluarga cair uang habis kemudian menjadi tekanan untuk bertahan hidup harus berhutang kepada teman atau warung makan langganan. Intinya semua itu merupakan bentuk siksaan penderitaan duka keprihatinan anak kos dan santri.

4.Dikejar Tugas Kewajiban Yang Mau Enggak Mau Harus Dikerjakan (

Hal ini dirasakan oleh para santri dan anak kos yang mempunyai tugas dari Sekolah maupun Madrasah. Mulai dari Hafalan, PR mata pelajaran,  Suruh inilah itulah pasti terjadi. Yang sudah menjadi kewajiban mereka sebagai anak pelajar.


5.Mie Instan Menjadi Jurus Ampuh Mengisi Perut

Makanan siap saji ini selain cepat untuk mengobati rasa lapar juga makanan ini mudah ditemukan disaat dalam waktu dan tempat diamanapun. Biasanya anak mereka kebanyakan memilih mie instan untuk mengisi perut yang lapar. Bahkan ada yang setiap minggu beberapa kali dijadikan makanan dalam kurung waktu sehari. Hal ini terjadi karena bisa membuat pengiritan uang saku yang telah diberikan orang tua. Agar uang masih tersisa sebelum jatuh tempo.Anak kos lebih sering dari pada santri dalam hal ini.

6.Menagih Hutang Rasanya Kaya Orang Pengemis

Dari sekian banyaknya teman tentu anak pesantren maupun anak kos pasti mengalami uang saku di hutang teman. Rela tolong menolong hal ini sudah otomatis terjadi bagi mereka. Tapi yang menyakitkan kalau hutang kita tak kunjung dibayar dan terpaksa harus menagih hutang teman dengan berbagai gaya bahasa agar tetap menjaga perasaan teman. Hal ini dilakukan biasanya disaat uang saku mulai menipis. Yang ngaku dan pernah jadi santri pesantren maupun anak kos pasti ini terjadi sebagian

7.Ikut Terkena Dampak Teman Yang Jorok 

Hidup bersama teman banyak seperjuangan tentu dari salah satu mereka mempunyai sifat yang berbeda. Hal jorok inilah salah satunya yang membuat kita menjadi tidak nyaman berada dikamar khusus nya ketika kita lagi PW PW nya atau capek hal jorok menambah sesuatu problematika selanjutnya.



Secara singkat mereka diantaranya mempuanyai hal-hal ini:

  1. Penyakit gatal-gatal
  2. Harus tetap bangun pagi
  3. Enggak boleh pelit dan tetap berbagi
  4. Cemilan atau makanan menjadi rebutan
  5. Tetap harus bangu pagi menjalani aktifitas
  6. Antri Mandi
  7. dll tambahkan sendiri ya


Baca Juga
Loading...
Post a Comment

Random