Sebagai seorang wanita tentu kamu mengetahui dan merasakan bagaimana persis cowok yang ada disekitarmu itu memiliki tanda-tanda suka atau jatuh cinta denganmu. Namun tak semua cowok yang jatuh cinta terhadap cewek itu bisa berani langsung mengatakan/menembak/menyatakan bahwa ia cinta. Nah, hal ini perlu kamu ketahui sebagai seorang wanita, bahwasannya seorang cowok itu tentu mempunyai banyak alasan mengapa tidak mengatakan cinta meski dia sudah kamu ketahui memiliki banyak ciri-ciri suka terhadapmu.

Nah, dan dari situlah kamu sebagai seorang wanita mulai berfikiran mengapa dia si cowok tidak lekas menyatakan cinta, serta kamu pasti akan berkata "tidak mungkin apabila cewek menyatakan cinta terlebih dahaulu pada orang yang disukai". Karena memang hal itu pasti akan terasa sangat sulit dan menakutkan. Masak sih cewek harus nyatain cinta dahulu ???

Kamu pasti tidak setuju, hal itu terjadi. Maka dari itu kenalilah kenapa cowok sulit mengatakan cinta, berikut ulasannya:

Meski hanya sekedar menyampaikan apa yang ada dalam pikiran, tetap saja kata-kata itu akan sangat susah keluar dari mulut kita. Namun, setiap orang pasti memiliki alasan yang berbeda mengapa mereka takut untuk menyatakan cinta terlebih dahulu. Mau tau apa saja alasannya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini seperti yang ada dalam artikel shopback.co.id yang berjudul "Alasan Orang Takut Menyatakan Cinta".

1. Malu

Yup, bener banget. Alasan utama orang takut menyatakan cinta adalah karena rasa malu yang ada dalam dirinya. Untuk mencoba mendekati atau sebatas mengirim pesan singkat saja malu, apalagi kalau harus menyatakan cinta pada orang yang disukai? Wah, bisa pucat dan kaku pasti, ya?

2. Gengsi tinggi

Menyatakan cinta terlebih dahulu dianggap sebagai kewajiban seorang pria. Inilah alasannya kenapa banyak wanita merasa takut untuk menyatakan cintanya pada pria yang disukainya. Padahal, zaman sudah berkembang dan seorang wanita sah-sah saja untuk menyatakan cintanya pada orang lain, karena jika tidak ada inisiatif maka tidak akan ada yang bergerak lebih dulu.

3. Takut ditolak

Ada juga yang takut menyatakan cinta karena belum siap menerima kenyataan kalau ternyata si dia menolak cintanya. Hmm, ada baiknya untuk tidak memikirkan hal yang belum tentu terjadi, kan? Sering dengar kan pepatah yang bilang, “you’ll never know if you never try”?

4. Si dia masih punya pacar

Cinta memang tidak bisa memilih, maka pasti ada saja orang yang menyukai seseorang yang jelas-jelas masih memiliki seorang pacar. Kalau sudah begini sih biasanya posisinya serba salah. Mau menyatakan cinta takut pacarnya marah, kalau tidak menyatakan maka hati tidak akan lega.

5. Berbeda keyakinan

Perbedaan keyakinan memang kerap kali menjadi penghalang bagi suatu hubungan percintaan manusia. Bahkan, hal ini pun berlaku bagi mereka yang masih belum menjalin hubungan. Perbedaan ini membuatnya tidak yakin kalau seorang yang disukainya akan membalas cintanya. Akhirnya, banyak orang yang akhirnya mengurungkan niatnya untuk menyatakan cintanya ini. Sayang sekali, ya?

6. Si dia suka pada orang lain

Suka dengan seseorang yang notabenenya adalah teman sendiri adalah hal yang banyak terjadi di sekitar kita. Namun, akan berbeda ceritanya jika kita sudah dekat dengan teman tersebut dan tau kalau si dia menyukai orang lain yang bukan kamu, maka rasanya akan sangat menyebalkan sekali. Inilah yang akhirnya membuatmu takut untuk menyatakan cinta pada si dia. Di satu sisi karena sudah tau kalau si dia tidak ada perasaan untuk kamu, di sisi lain kamu takut hubungan pertemanan yang sudah terjalin dekat akan hancur jika si dia tau kalau kamu menyukainya. Serba salah lagi ya rasanya.

7. Usianya jauh lebih tua

Rasa minder pasti akan muncul jika kamu menyukai seseorang yang usianya lebih tua dan memiliki pengalaman lebih banyak dari kamu. Wajar saja sih, tapi tidak ada salahnya juga untuk mencoba, kan? Siapa tau si dia juga sedang menunggu kamu menyatakan perasaan untuknya.

Dari beberapa alasan di atas, mana yang sering membuat kamu mengurungkan niat untuk menyatakan cinta terlebih dahulu pada orang yang disukai? Well, coba kesampingkan dulu rasa malu, gengsi, dan ketakutan akan penolakan untuk memperjuangkan cinta kamu. Namun, pastikan bahwa kalian berdua sudah saling mengenal satu sama lain sebelum memantapkan niat untuk menyatakan cinta, ya! Good luck!

Alasan Cowok Tak Mengatakan Jatuh Cinta Meski Suka 7 Inilah Yang Buat Ragu


KH Said Aqil Siroj mempunyai harapan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2018 yang saat ini tinggal menghitung hari, seperti yang kita ketahui hari santri nasioanal akan selalu diperingati pada tanggal 22 Oktober 2018. Tahun 2018 ini PBNU mengadakan konferensi pers yang mempunyai tema "Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri". Seperti yang dilansir dari NuOnline.or.id pengurus besar Nahdlatul Ulama meluncurkan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2018 di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (12/9.

Menurut Kiai Said, tema kemandirian diambil pada tahun ini dengan harapan menjadi visi bersama untuk mengabdi kepada negeri membangun kedaulatan, keadilan dan kemakmuran Indonesia secara berkelanjutan, serta mampu menempatkan Indonesia sebagai mercusuar peradaban dunia.

Ia menambahkan, Hari Santri tidak hanya untuk santri, tapi semua orang yang berwatak santri. Watak menurut dia adalah orang yang beakhlakul karimah berkata baik, dan memiliki sisi cinta tanah air.

Cinta tanah air para santri terbukti sepanjang sejarah hingga hari ini. "Seandainya tidak ada fatwa KH Hasyim Asy'ari belum tentu semangat perlawanan, intifadhoh masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkobar seperti yang terkenal itu (10 November)," tegasnya.

Pada kesempatan itu ia kembali mengingatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas pengakuan pemerintahan Joko Widodo ata perjuangan para santri.

Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2018 H. Marsudi Syuhud menyampaikan ragam rangkaian peringatan mulai dari lomba, shalawatan, doa bersama, hingga apel kebangsaan.

Kegiatan itu dilakukan sebelum hingga setelah puncak peringatan Hari Santri 2018 yaitu pada 22 Oktober. Direncanakan rangkaian acara akan sampai 10 November. (Abdullah Alawi)

PBNU Luncurkan Peringatan Hari Santri 2018
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama meluncurkan rangkaian acara peringatan Hari Santri 2018 di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (12/9) dengan tema Dedikasi Santri untuk Indonesia Mandiri.

Peluncuran Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua PBNU H. Marsudi Syuhud dan Robikin Emhas, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini, dan Sekretaris Lembaga Persahabatan Ormas Islam Luthfi At-Tamimi.

Menurut Kiai Said, tema kemandirian diambil pada tahun ini dengan harapan menjadi visi bersama untuk mengabdi kepada negeri membangun kedaulatan, keadilan dan kemakmuran Indonesia secara berkelanjutan, serta mampu menempatkan Indonesia sebagai mercusuar peradaban dunia.

Ia menambahkan, Hari Santri tidak hanya untuk santri, tapi semua orang yang berwatak santri. Watak menurut dia adalah orang yang beakhlakul karimah berkata baik, dan memiliki sisi cinta tanah air.

Cinta tanah air para santri terbukti sepanjang sejarah hingga hari ini. "Seandainya tidak ada fatwa KH Hasyim Asy'ari belum tentu semangat perlawanan, intifadhoh masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkobar seperti yang terkenal itu (10 November)," tegasnya.

Pada kesempatan itu ia kembali mengingatkan rasa syukurnya kepada Allah subhanahu wa ta’ala atas pengakuan pemerintahan Joko Widodo ata perjuangan para santri.

Ketua Panitia Peringatan Hari Santri 2018 H. Marsudi Syuhud menyampaikan ragam rangkaian peringatan mulai dari lomba, shalawatan, doa bersama, hingga apel kebangsaan.

Kegiatan itu dilakukan sebelum hingga setelah puncak peringatan Hari Santri 2018 yaitu pada 22 Oktober. Direncanakan rangkaian acara akan sampai 10 November. (Abdullah Alawi)





Harapan Dan Visi Hari Santri Nasional 2018 Dengan Tema Kemandirian Inilah Kata KH Said Aqil Siroj


Mengenal apa itu Hari Santri Nasional. Awal mula Sejarah Hari Santri Nasional adalah dari adanya Resolusi jihad yang dicetuskan oleh salah satu ulama yaitu pendiri NU KH. Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 di Surabaya. Hal ini dilakukan sebagai car untuk mengantisipasi kembalinya penjajah kolonial Belanda yang mengatasnamakan diri mereka sebagai NICA.

Menurut KH. Hasyim Asy’ari hukum dalam membela tanah air itu hukumnya wajib (fardlu’ain) bagi setiap orang.

Generasi emas para santri telah banyak memberikan pelajaran berharga bagaimana para santri menancapkan rasa kebangsaan yang tinggi dengan nilai-nilai luhur demi keutuhan umat dan menyelamatkan bangsa dan Negara.

Lalu bagaimana pandangan para santri yang sekarang menempati posisi atau jabatan penting untuk melakukan perubahan di negeri ini? berikut ini adalah hasil wawancara pustakacompass.com kepada para tokoh santri.


Cak Imin : Hari Santri Nasional Pererat Persatuan Bangsa

Berbicara tentang santri dan segala keunikan serta sepak terjangnya di negeri ini, Cak Imin mengatakan, “Kaum santri sangat berpengalaman menjadikan agama sebagai landasan etis dalam kehidupan terhadap lingkungan hidup.”

Keakraban santri dengan budaya asli lokal menghasilkan kreasi budaya yang bisa atasi kesenjangan sosial budaya antar golongan. Terikait ini ia tegas mengatakan “Siapa yang berani nyangkal, kalau perkembangan masa depan Islam di negeri tercinta ini, banyak ditentukan peran budaya santri.” Ini adalah sebuah penegasan yang berani.

Kaum santri punya komitmen menjalankan Islam Nusantara dengan pemikiran, gerakan dan kebersamaan. Karena kaum santri punya sejarah panjang. Terhubung dari ulama era walisongo dan tersambung dalam pengetahuan serta keakraban.

Cak Imin mengajak warga Indonesia dan umat Islam khususnya untuk menyambut Hari Santri Nasional pada 22 Oktober. “Saatnya kaum santri meraih tempat di negeri ini yang sudah menjadi haknya.” ujarnya.

Dalam pandangan Cak Imin, wujud penghargaan peran santri salah satunya adalah Perang Rakyat Semesta 10 November yang diawali Resolusi Jihad 22 Oktober 1945. Hari itu, santri menggemakan Perang Rakyat Semesta dengan resolusi jihadnya merupakan pertama dalam sejarah kita melawan penjajah.

“Ini pertanda sikap kaum santri bahwa pembentukan RI 17 Agustus 1945 sah hukumnya!” tandas Ketua Umum PKB ini. Karenanya, penetapan Hari Santri 22 Oktober haqqul yaqinpererat persatuan bangsa. Sejarah santri nusantara adalah sejarah kemashlahatan umat. Dan santri juga selalu menjunjung kesatuan dan keragaman.

Selain itu, Penetapan Hari Santri 22 Oktober merupakan ungkapan ‘sense of destiny’ (rasa kesejarahan) kita terhadap peran santri bagi negeri. Sebaga Ketum PKB ia menyampaikan bahwa “Kita kader PKB dan kaum santri bangga bisa membangun budaya egaliter yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan.”

Terakhir, kepada seluruh Santri Indonesia, Muhaimin berpesan dengan mengajak “Ayo! Kaum Santri sebagai putra-putri terbaik bangsa, derapkan langkah ke poros peradaban Indonesia. Insya Allah! Santri menjadi komunitas penting yang menopang Indonesia sejahtera di masa datang.”

Pandangan Cak Jazil Tentang Santri

Pribadinyabegitu ramah dan sederhana.Tuturnya jelas,apa adanya.Iajuga sosok yang sangat religius. Inilah Jazilul Fawaid, Anggota F-PKB DPR RI.

Di tengah kesibukkannya yang luar biasa, Jazil menyempatkan waktu untuk wawancara eksklusif dengan pustakacompass.com. Sejak dilantik sebagai Anggota DPR, Jazil dipercaya menempati kursi Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR. Selain itu, ia juga duduk sebagai Anggota Komisi V DPR.

Menyikapi diresmikannya Hari Santri Nasional, peraih magister Ulumul Qur’an-Hadits IIQ ini berpandangan bahwa “makna Hari Santri tentu bukan makna seremonial, tapi sebagai simbol eksistensi santri. Dan itu tidak hanya milik santri, melainkan milik semua anak bangsa.”

Karena itu, yang terpenting adalah nilai-nilai kesantrian yang harus dipegang teguh. Nilai-nilai tersebut adalah, nilai perjuangan, karena santri itu pendakwah dan pasti berjuang, nilai kemandirian, karena santri itu pasti mandiri. Dari awal santri diajarkan untuk mandiri dalam sikap maupun beraktifitas dan terakhir nilai pengabdian. Nilai pertama dan kedua akan sia-sia jika tidak diabdikan. “nilai yang ketiga ini, lambat laun sudah berkurang” tuturnya.

Ketiga nilai itu lahir dan selalu dipegang santri dari zaman penjajahan. “Dahulu, santri adalah antitesa dari penjajah, berada di luar kekuasaan”, kata Mahasiswa S3 Program Studi Ilmu Managemen UNJ ini. Santri mandiri sebagai kelas pedagang dan aktif dalam kegiatan ekonomi. Dari sinilah santri bisa berjuang dan mengabdi untuk tanah air dan merebut kemerdekaan.

Sekarang, justru santri harus mengambil posisi strategis dalam politik, baik di pemerintahan atau parlemen. Posisi yang penting menurut Jazil dalam parlemen adalah berjuang di bidang anggaran. Dan ia sendiri sedang berjuang di bagian ini sebagai wakil ketua Banggar. Bagaiamana berjuangnya? Ia mengatakan “uang yang diperoleh dari rakyat harus dikembalikan secepatnya untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat”.

Ia mempunyai prinsip bahwa hidup ini harus punya misi perjuangan. Dan tantang perjuangan santri di parlemen adalah memecahkan masalah-masalah rakyat. Terakhir, Jazil berpesan “untuk Santri dan Pesantren kedepannya yang terpenting adalah menjaga nilai-nilainya, berjuang dan mengabdi”.

Peran Santri Menurut Fathan Subhi

Fathan terpilih sebagai anggota DPR RI di periode 2014-2019. Menempati posisi anggota Komisi VIII (sosial, agama, pemberdayaan perempuan) sebagai Wakil Ketua. Lalu pada masa sidang pertama 2015-2016, Fathan dipindahkan ke Komisi V yang mebidangi Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal, Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.

Pada tahun 2015 juga, ia dipercaya dan dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PW IKA-PMII DKI Jakarta periode 2015-2020.

Fathan berpandangan, Santri yang berkarir dan berjuang dalam dunia politik sudah banyak. Santri harus bergeser ke sektor lain khususnya sektor ekonomi. Terkait peran santri, “Saya kira santri juga harus mengevalusi diri dan meningkatkan kapasitasnya” jelasnya. Pendapatnya ini tidak main-main, mengingat ia adalah anggota Departemen Bidang Ekonomi MUI Pusat dan pernah menjabat sebagai Pengurus Lembaga Perekonomian NU tahun 2010-2015.

Terkait posisi santri dalam pemerintahan, ia menyampaikan “Peran dalam politik sudah banyak, namun dalam sektor yang lain, sosial, budaya dan ekonomi belum terjamah secara menyeluruh”. Dam dalam bidang ekonomi belum dirambah secara luas.

Oleh karena itu, menurut Fathan, santri dan pemerintah harus menyusun langkah-langkah bersama ke depan, sehingga sektor ekonomi menjadi konsen dari garapan santri. Jika santri sudah bergerak dalam bidang ekonomi, tentunya akan meningkatkan derajat umat. “Saya menekankan fokus pada pengembangan ekonomi rakyat kecil”, tegas orang yang juga menjabat sebagai Sekretaris LPNU PBNU ini.

Pemerintah harus memberikan akses yang sebesar-besar kepada Santri, karena selama ini masyarakta santri dipandang sebelah mata. Dengan adanya Hari Santri ini, tentunya menjadi tanda pengakuan negara terhadap eksistensi santri sebagai komponen bangsa yang ikut dalam perjuangan, pergerakan dan reformasi. “Saya kira santri sudah harus menjadi aktor pembangunan”, tuturnya, mengakhiri.

Suryadi Hendarman : Santri Harus Punya Landasan Ideologi kebangsaan yang Kuat

Ir. H. Suryadi Hendarman MM. adalah salah seorang santri yang merasa sangat beruntung karena pernah menjadi murid utama Abah Anom, pengasuh Pondok Pesantren Suryalaya dan Pimpinan Thariqah Qadiriyah Naqsabandiyah. Suryadi menjadi santri sukses dan menjadi panutan seperti sekarang ini, tidak lain karena berkah pengabdiannya pada kiainya dan kepatuhannya kepada kedua orang tuanya Drs. H. Mulyono Soetarmo (Alm) dan Ibunda Rr. Hj. Widaningsih.

Kembali bercerita tentang pesantrennya, Suryadi mengaku mengalami banyak perubahan setelah mendalami ilmu agama di Pesantren, diantaranya ia dapat hidup bahagia, merasakan kedamaian dan lebih menghormati orang lain tanpa melihat kedudukan.

Ia mengingat betul pesan Abah Anom yang sekarang masih melekat. “Waktu kamu di dalam Pesantren sampai kamu keluar, sampai kamu meninggal, jangan sekali-kali meninggalkan Shalat wajib, jangan sekali-kali kamu meninggalkan shalat sunnah dhuha.” “Begitu dawuh Abah Anom”.

Di peringatan Hari santri Nasional ini, ia berpesan kepada para santri seluruh Indonesia, bahwa santri harus punya landasan ideologi kebangsaan yang kuat untuk NKRI, pancasila dan pemahaman Islam rahmatan lil alamin. Pemahaman tersebut adalah paket doktrin yang harus ditanamkan dan dijalankan oleh santri sejak dini.

Asrorun Ni’am : Etos Keagamaan Santri

Asrorun Niam Sholeh, seorang santri aktivis muda, penuh semangat, dan mempunyai pembawaan yang ramah. Ia sekarang menjabat sebagai Ketua KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia). Mantan Ketua PP IPNU yang lahir di Nganjuk, 31 Mei 1976 ini memiliki pengalaman organisasi dan pendidikan yang sangat panjang.

Sejak menjabat sebagai Ketua Umum PMII (1998-1999) dan berperan dalam menggulingkan rezim orde baru, namanya mulai diperhitungkan. Karirnya dalam organisasi dan pendidikan terus melejit. Lulus dari UIN Jakarta ia belajar ke Al-Azhar Mesir tahun 1999, dan kembali lagi tahun 2003 untuk mengajar di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Jakarta.

Sebagai seorang praktisi, strategi dan pencapaiannya tidak lepas dari etos keagamaan santri yang ia pegang. Bagi Niam, “Santri harus bisa menjalankan nilai-nilai keagamaan yang menjadi kekuatannya untuk diimplementasi dalam kehidupan sekarang. Terkait dengan isu hak asasi, demokratisasi, penyusunan peraturan perundang-undangan, penyusunan kebijakan publik” jelasnya.

Menurutnya, Penetapan hari santri pada 22 Oktober itu sebagai penanda atau prasasti untuk mengingatkan bahwa di dalam proses perjuangan bangsa Indonesia ada peran santri yang sangat signifikan. Tapi terlepas ada atau tidak adanya perngakuan negara, sejarah tidak mungkin bisa dihapus. Ia mengatakan “Ini satu hal yang menjadi prasasti historik, Tetapi ada hal yang lebih penting, yaitu bagaimana etos keagamaan kaum santri dan juga semangat kesantrian itu bisa menjelma mewarnai di dalam proses berbangsa dan bernegara.”

Di sini NU harus menjadi jembatan bagi mobilitas santri – dengan nilai-nilai kesantriannya- agar bisa mengakses peran-peran dalam berbagai bidang di pemerintahan, baik sosial-politik maupun ekonomi. Terakhir, Asrorun Niam mewanti-wanti jangan sampai Hari Santri ini hanya menjadi sebuah prasasti belaka dan membuat kita bernostalgia.

Ida Fauziyah : Hari Santri Harus dinikmati Masyarakat Luas

Ida Fauziyah seorang politisi perempuan cukup senior dan disegani di parlemen. Selain karena tiga periode berturut-turut selalu masuk ke senayan, pengalaman dan dedikasinya membuatnya semakin diperhitungkan dalam kancah politik nasional. Sebagai seorag santri, ia bersama PKB sedang memperjuangkan RUU Pendidikan Madrasah dan Pesantren.

Pesantren itu berbeda dengan lembaga pendidikan lain. Lulus dari pondok pesantren, Ida fauziyah merasakan sendiri pengaruhnya di dunia luar. Karena dari pesantren, ia belajar kemasyarakatan dan kemandirian serta belajar berorganisasi secara langsung. Jadi itu yang membedakannya. “Saya ketika di pesantren misalnya, sudah belajar berkomunikasi dengan masyarakat melalui pengajian-pengajian yang kita adakan. “ ceritanya.

Menurutnya tantangan yang harus dihadapi oleh pesantren dan santrinya, adalah bagaimana santri di tengah masyarakat modern dan kemajuan teknologi ini bisa menyampaikan dakwahnya. Sehinga santri bisa menjawab kebutuhan zaman yang berkembang.

Terkait Hari Santri Nasional yang ditetapkan pemerintah, Ida memilih memaknai santri menjadi lebih luas. Yaitu bagaimana hari santri itu, menjadi harinya bangsa Indonesia. Masyarakat Indonesia pun ikut menikmati dengan kehadiran hari santri.

Dangan adanya apresiasi ini, ia mengatakan bahwa “santri harus membangun pemahaman masyarakat di luar santri bahwa santri itu bagian integral dari bangsa ini. berbicara semangat kebangsaan, mereka para santri tidak kalah, justru berada di garda depan membela negara.” Karena itu menurut Ida, Santri perlu melakukan upaya untuk, bagaiman Hari santri ini dinikmati masyarakat lebih luas.

Sumber:Jaringansantri.com

Mengenal Apa Itu Hari Santri Nasional Menurut Tokoh Santri


Sebelum kita membaca puisi berantai lucu dibawah ini alangkah baiknya kita mengenal lebih dulu "apa itu puisi berantai" ? Pengertian puisi berantai adalah puisi yang menggabungkan isi, diksi, metafora sangat jauh berbeda serta kontradiksi satu sama lain. Seperti contoh bagaimana 3 tema yang beragam bisa menyatu dalam satu pementasan pembacaan.

Pengertian lain puisi berantai juga adalah penggabungan puisi dari beberapa tema namun saling berkaitan dan menimbulakan kesukaan tersendiri bagi yang menciptakannya serta cara membaca puisinya tersebut juga harus tergabuing antara satu dengan yang lain. Seperti contoh puisi berantai lucu dibawah ini yang harus dibaca 3 orang:


Puisi Berantai Lucu - Santri, anak cerdas, anak alay
Januari 11, 2018
Puisi berantai Seorang santri , anak Cerdas & anak Alay
ket : S = santri
C = anak Cerdas
A = anak Alay

Santri: Assalamu’alaikum Wr.Wb perkenalkan saya santri , saya tinggal di pondok pesantren, dan saya akan membacakan puisi yang berjudul “Anak Yang Religius”.

Cerdas : Pagi semua , Saya juga akan membacakan puisi yang berjudul “Anak IPA Yang Sedang Jatuh Cinta.

Alay: hayy Gays , kenalin gue Si Cantik yang datang dari Jerman , Jejer kandeman. Gue mau bacain puisi yang judulnya “Anak Lebay yang Sok Cantik”

Santri : Simaklah lembaran lembaran kisahku , seorang santri pondok pesantren nan baik . Duhai para pencari ilmu, tiada rugi kalian mendengarkan aku. Insyaallah bagi kalian yang mendengarkan pastilah..

Cerdas: Tidak normal , sungguh tidak normal. Tekanan Cinta seorang anak IPA , yang berusaha mendapatkan arus-arus cinta dari sang pujangga . kan kucurahkan dalam puisi ilmiahku ini. Semoga perasaanku ini bisa menggugah.

Alay : Cowok ganteng yang disana , yang disana , disana ,disana , disana, banyak deh pokoknya, kok pada liatin aku yaa?? Ihhh,,pada naksir yaa..? mana ada cowok yang tahan ama cewek secantik gue .. iya gak? Nama gue Mona , lengkapnya Monalisa Ratu Elisabeth Resikfi Marthatilaar. Gue cewek lebay, alay, centil dan sok seksi, kalo ada cowok yang liat gue pasti bilang.

Santri : Alhamdulillah, nikmat dan indahnya menjadi seorang istri, eh maafmakhsudnya Santri, hoby mengaji doyan ngopi sambil makan.

Cerdas : Tabung reaksi, perasaanku ini terus melaju cepat hingga akhirnya menggumpal pada katoda hatimu. Terbentuklah medan magnet padamu , ingin kusentuh permukaan.

Alay: Jerawat ?? nggak lahyau, cewek secantik gueberjerawat ? tiap hari ke salon maskeran ,luluran , pedi cure medi cure ,dan so pasti tidak lupa pakai.

Santri : Sarung dijemuran , tidak lupa aku pakai dengan kuat , agar tidak mudah mplorot . Memakai sarung janganlah terlalu tinggi dan terlalu rendah. kotoran dan najis mudah hinggap ,jika sarung terlalu rendah namun jika terlalu tinggi maka akan terlihat.

Cerdas: Besar dan panjang sekali , interverensi cahaya matamu yang jatuhke dalam dadaku. Volume cintamu membuat dadaku.

Alay : Mulus kulitku ini, tubuhku ini sudah seksi, wajahku sudah cantik , pacarku dimana-mana. Aduh enaknya jadi cewek.

Santri : Yang enak dinikmatin sepert surga. Ya pasti libur ngaji, nerakanya ya pas kena sangsi. Gak punya pacar nggak rugi , gak punya motor gak gengsi , gak ngaji ya tidur aja..

Cerdas : Denganku, Cinta kita seperti model atom dal ton yang partikel terkecilnya sudah tidak dapat terbagi. Kaulah kodomain dari funsi hatiku, kulah hasil dari.

Alay : Deodorant, bedak , lipstik, hand body, harus yang mahal dan bermerk, gak pernah gue beli yang murah , apalagi KW. Iyyuuhhh.. apa kata.

Santri : Pak kyai, tauksiyahmu menyejukkan hati , nasihatmu slalu aku simpan dlm memori. Jasamu sangatlah murni , hingga melekat di sanubari kau mampu melenyapkan kegelapan ,kesehatan, dan kebodohan yang terletak di.

Cerdas : otakmu dan otakku, adalah dua buah organ yang mempunyai koordinasi tunggal. Setiap hari, neuron dalam otakku selalu mengingatkan akan dirimu . Teringat detik itu, engkau memanggilku dengan frekuensi yang menggetarkan.

Alay : Rokku , rokku yang sangat indah membuat semua cowok terpana . Gue emang menawan , keleuss.. liat nih wedges yang gue pake setinggi.

Santri : Menara masjid, telah mengumandangkan adzan . tanda panggilan Tuhan . Segera aku berwudhu di pancuran . Menghilangkan hadas dan kotoran.

Cerdas: Manusia , yang tersebar banyak di seluruh bangsa dan benua. Memiliki warna yang bermacam-macam. Ada yang berwarna kuning, coklat, dan juga hitam. Itulah ras-ras manusia yang equivalen dengan cintaku padamu . tak memandang bangsa dan warna. Aku hanya memandang.

Alay : Dalam celana pendekku, kuambil coklat, aku suka coklat , tapi akyu takut kalo nanti kebanyakan bisa gendut, trus gak sexsi lagi deh. Nanti cowokku yang ganteng gak mau lagi ma akyu, dan cowokku nanti gak mau lagi membuat akyu.

Santri : Bergairah, seluruh jiwaku, tak kala mendengar senandung bacaan Al-Qur’an . membuat aku sadar. Akan kebesaran Tuhan, dan aku hanyalah seorang manusia biasa yang.

Cerdas : Lemah Syahwat ,ibarat aku tanpamu . Lebih bak aku terurai oleh decomposer jika tak ada kamu. Kau mengingatkan aku, akan sesuatu yang keluar dari.

Alay : Gerombolan cabe-cabean, hah..? kurang ajar beraninya bilang gue cabe-cabean . Gue itu terong-terongan tauu. Terong terongan yang.

Santri : Puaanjang..Bulat..Buesarr.. haa,,itulah bentuk kenthongan yang aa di Masjid pondokku. Ketika dipukul, nyaring sekali bunyinya. Apalagi kalau dipukul dengan.

Cerdas: Kepalaku, itulah tempatku menyimpan memori-memori tentangmu . Gelombang senyummu terpaku pada neuronku. Raut mukamu penuh energi, matamu memancarkan cahaya . Bibirmu berkarisma, Gigimu.

Alay : Penuh dengan binatang peliharaanku. Ada banyak dirumah, ada hamster, ular, anjing, kucing, monyet , simpanse, orangutan

Santri : Ciswanto, Aceng, Triyanto dan pakwo. Mereka semua adalah kawanku di pondok pesantren. Oh kawanku, maaf apabila puisi ini tidak sopan . Karena saya bukan muridnya Kahlil Gibran. Namun aku hanya anak pondokan yang berusaha mempertahankan keimanan.

Itulah puisi berantai 3 orang yang lumayan unik dan lucu yang ditulis di "martasagitabtg.blogspot.com' semoga bermanfaat dan bisa kamu baca dalam pentas atau acara-acara saat di panggung pemmentasan nanti.

Puisi Lucu Berantai 3 Orang.Santri, Anak Cerdas, Anak Lebay


Seperti yang kita ketahui pacaran adalah hal yang dilarang, namun sekarang ini menjadi hal yang dianggap biasa-biasa saja seolah menjalin hubungan layaknya mahram sendiri. Sebenarnya tiada kata larangan untuk jatuh cinta, namun jika berujung pacaran sebelum menikah dikhawatirkan menyebabkan pacaran-pacaran parah, karena pada dasarnya pacaran itu adalah hal yang mendekati zina.

Maka dari itulah alangkah lebih baiknya bila kamu pacaran setelah menikah, mengapa? agar hatimu tidak mudah patah, agar terhindar dari zina, baik zina mata, zina hati dan hal-hal lain yang tentu banyak madharatnya.

Seperti yang dilansir dari Humairoh.com yang berjudul "Jatuh Cintalah Setelah Menikah, Agar Hatimu Tak Patah. Sebab Cinta Sejati Datang Setelah Menikah"

Sebab, cinta yang sebenarnya atau yang disebut dengan cinta sejati itu datang setelah menikah, setelah jalinan kasih sayang yang ada terbentuk dari restu dan ridho Allah yang disebut dengan “akad pernikahan”.

Maka dari itu, jangan mudah memualai cinta sebelum kamu memulainya dengan ijab qabul yang sakral, karena bukti bahwa cinta itu nyata ketika kamu telah memilikinya dalam keadaan halal.

Percayalah, Cinta Sebelum Pernikahan Tidak Akan Menjamin Membawa Bahagia Hingga Pelaminan

Dan percayalah, cinta sebelum pernikahan itu tidak akan menjamin membawamu bahagia hingga pelaminan tiba, kenapa? karena belum tentu dia yang kamu akui sebagai cinta akan Allah restui menjadi nyata.

Lantas, jika memang kamu penasaran dia jodohmu atau bukan, segeralah ikat dia dalam akad pernikahan, jangan sampai akhirnya kamu menyesal karena ternyata kamu menjaga jodoh orang.

Cinta Sebelum Pernikahan Akan Senantiasa Menimbulkan Harapan, dan Tak Semua Harapan Itu Bisa Menjadi Nyata

Karena cinta sebelum pernikahan akan senantiasa menimbulkan harapan, dan yang jelas tak semua harapan itu bisa menjadi nyata.

Buktinya, banyak orang yang menjalin cinta dalam pacaran hingga bertahun-tahun lamanya, tapi akhirnya harapan untuk bersama pupus karena Allah tak mengizinkannya bersama.

Bukan jodoh, tidak! perkara jodoh atau tidaknya kamu sendiri yang memilih dan Allah lah yang merestui. Nah, bila kamu teledor dan akhirnya bosan lalu putus, itu karena kecerobohanmu yang tak mau beri’tikad baik.

Cinta Sebelum Pernikahan Sangat Mudah Dimasuki Hawa Nafsu dan Tipu Daya Setan, Maka Pastikan Kamu Ingat yang Demikian

Intinya, jalinlah cinta dengan cara dan jalan yang telah Allah haturkan, karena cinta sejati itu datang takala ikhtiarmu sudah benar dalam aturan Allah.

Jangan bermain cinta sebelum masanya halal, karena cinta sebelum perikahan sangat mudah dimsuki hawa nafsu dan tipu daya setan, maka pastikan kamu selalu ingat yang demikian.

Cinta Sebelum Pernikahan Akan Menyakitkan Bila Berujung Pada Ketidak Pastian, Maka Pastikan Kamu Bijak Dalam Menjalin Cinta

Ketahuilah, cinta sebelum pernikahan akan menyakitkan bila berujung pada ketidak pastian, maka pastikan dirimu selalu bijaksana dalam menjalin cinta.

Pastikanlah kamu membentengi hati agar tak ceroboh mengingini rasa yang semestinya tidak kamu ingini, karena bila kamu terus penasaran lalu mencoba, maka bersiaplah untuk patah hati bila Allah tak merestui.

Jatuh Cintalah Setelah Menikah, Agar Hatimu Tidak Patah. Walau Menikah Bukan Jaminan Bahagia, Tapi Ridho Allah Pasti Akan Selalu Membahagiakan

Oleh karenanya, selalu berupayalah menjaga hati dengan baik, jangan mudah baper, jangan mudah mempenasari cinta seperti halnya “pacaran”, percayalah cinta yang datang sebelum masanya halal bahagianya adalah semu.

Jadi, jatuh cintalah setelah menikah saja, agar hatimu tidak mudah patah. Dan walau benar cinta setelah menikah bukan satu-satunya jaminan bahagia, tapi percayalah ridho Allah pasti akan selalu membahagiakan.





Pacaranlah Setelah Menikah, Sebab Itu Adalah Indahnya Jatuh Cinta


Bagi seseorang yang sedang menjalin hubungan atau pacaran sama santri yang masih di Pesantren mungkin disuatu sisi lain adalah hal yang melelahkan, tapi disisi lain menjalin cinta jarak jauh (LDR) sama santri tentu ada cerita cinta kelebihan hal positif yang bisa didapatkan. Walaupun sebetulnya kita tahu bahwasannya banyak seseorang santri itu adalah orang yang anti pacaran karena dianggap melanggar aturan agama dan tata tertib pesantren.

Namun tak semua santri seperti itu yang anti pacaran, masih ada juga yang nekad tetap pacaran, terlebih bagi mereka yang masih dalam masa-masa remaja pasti soal pacaran gak ketinggalan juga. Disini singkat cerita lupakan dulu masalah syariat hukum agama antara halal haram.

Nah, ada sebuah kisah cinta di Pesantren seorang santriwati menjalani long-distance relationship (LDR) dengan cowok yang sudah tidak lagi mondok atau katakanlah si cowok itu sudah lulus dari Pesantren. Suatu ketika santriwati menyadari apa yang selama ini ia jalani banyak memberikan dampak negatif. Mungkin bagi kalian sudah tau apa saja dampak-dampak pacaran. Namun dibalik itu ternyata ada hal lain sebuah manfaat yang bisa di petik saat menjalin hubungan jarak jauh. Berikut kelebihan LDR cerita cinta santriwati yang bisa diambil seperti yang dilansir dari Herbeauty.co

1. Lebih menghargai satu sama lain
Karena kalian dipisahkan jarak dan mungkin juga waktu, bertemu menjadi kesempatan langka dan patut disyukuri dan patut dilalui dengan penuh cinta. Karena setiap momen kebersamaan lebih berharga dari waktu lainnya.

2. Berbagi lebih banyak interaksi
Karena saling jauh, kalian belajar lebih terbuka dan jujur satu sama lain. Tak ada waktu untuk saling gengsi, apalagi bertengkar masalah sepele. Waktu begitu berarti untuk lebih banyak berinteraksi secara berkualitas.

3. Komunikasi lebih intens
Kalian mungkin akan mematikan ponsel selama kencan atau menolak memeriksa gadget dan tenggelam dalam media sosial. Karena kalian tahu bahwa komunikasi paling baik adalah dengan tetap mata dan bicara empat mata dengan jarak dekat. Tak ada yang lebih menyenangkan selain bisa berkomunikasi sedekat ini.

4. Lebih mandiri
Mandiri itu pasti, apalagi jika kamu adalah tipe cewek manja. LDR akan jadi latihan menjaga diri, menjaga hati, memperkuat diri, mengajarkan untuk tangguh dan tidak selalu bergantung dan merepotkan.

5. Hubungan yang tidak mudah goyah
Pentingnya komitmen akan sangat terasa saat menjalani LDR. Karena kalian jauh sehingga harus berpegang hanya pada rasa percaya kepada pasangan. Jika tak bisa melaluinya dan bersikap dewasa, maka LDR tak akan berhasil.

6. Punya alasan untuk traveling
Mungkin selama ini tak pernah ada pikiran untuk traveling dalam hidupmu. Namun ketika melihat banyak pasangan bisa menghabiskan waktu bersama, ada rasa iri muncul. Dan karena inilah, kamu punya alasan untuk traveling, menghabiskan waktu menyenangkan bersama pasangan saat punya waktu.

7. Lebih romantis
Karena rasa rindu yang telah dibendung sekian lama akibat jarang bertemu, maka rasa rindu itu akan mekar sebagai bentuk sikap romantis pada pasangan. Segala hal yang dilalui bersamanya menjadi momen spesial.

Itu sekian hal yang bisa kamu ambil dari hubungan cinta jarak jauh. Bersyukurlah ketika rindu justru tidak berubah menjadi keinginan berpisah dan muak karena tak bisa bertemu, . Ini tanda bahwa kalian bisa mengambil manfaat dari cinta LDR.

Cerita Cinta Pacaran Sama Santriwati 7 Petikan Kelebihan LDR Yang Bisa Diambil


Lembaga pendidikan Sekolah umum dan Pesantren tentu memiliki perbedaan dalam mencetak karakter akhlak generasi muda . Yah, berbicara tentang kelebihan santri Vs anak sekolah terhadap orang tua yang sudah meninggal tentu anak santri lebih diunggulkan dibanding dengan anak lulusan sekolah umum. Terlebih memang pesantren merupakan tempat lembaga pendidikan Agama yang sudah tak diragukan lagi.

Sebagai anak pesantren, tentu dalam urusan pendidikan berbakti kepada orang tua adalah suatu kewajiban pelajaran yang dikaji setiap harinnya. Baik itu santri laki-laki dan juga santri perempuan semua wajib untuk memperdalam/mempelajari dan mengerti cara menghormati orang tua. Di Pesantrenlah santri akan dilatih bagaimana agar dapat berbakti kepada orang tua, karena itu merupakan salah satu cara untuk membalas semua jasa-jasa orang tua. Walaupun semua jasa orang tua tak bisa diganti dengan apapun bentuknya, namun setidaknya kajian tentang berbakti dengan Orang tua adalah hal yang utama terlebih jika orang tua sudah meninggal.

Ketika orang tua sudah meninggal anak sholeh lah yang bisa membantu meringankan beban orang tua di tempat kedua itu. Berbakti kepada orang tua bukan hanya saat orang tua masih hidup. Nah, inilah yang sangat membedakan dan juga sangat penting diketahui orang tua, pada saat ini. Dimana ketika mempunyai anak santri atau anak lulusan pesantren itu sangatlah penting kelak jika nyawa ini telah dicabut. Jadi janganlah ragu atau sampai tidak memasukkan anak ke pesantren.

Seperti juga yang dilansir dari cintalia.com 7 Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua yang Sudah Meninggal Paling Penting. Namun admin konversi anak santri lebih diunggulkan dalam hal ini. Anak-anak juga perlu berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal. Tentu Saja selama anak tersebut masih hidup sampai mewariskan kebaktiannya kepada keturunannya. Hanya saja, caranya berbeda ketika orang tua masih hidup. Kira-kira seperti apa cara berbakti kepada orang tua yang sudah meninggal? Berikut kewajiban anak kepada terhadap orang tua yang sudah meninggal.

1. Selalu mendoakan orang tuanya

Cara yang paling mudah untuk kewajiban anak kepada orang tua yang sudah meninggal adalah selalu mendoakannya. Lagi pula, di dalam agama Islam, amalan yang tidak akan pernah putus ada 3 yaitu sedekah, ilmu pengetahuan, dan doa anak yang sholeh. Maka dari itu, sebagai anak yang sholeh, sudah sewajarnya untuk selalu mendoakan orang tuanya.

2. Selalu menyambung silaturahmi dengan keluarga besar

Salah satu kewajiban lainnya adalah sering menjaga silaturahi dengan keluarga besar ibu dan bapak. Selain keluarga besar, teman-teman dan orang-orang terdekat orang tua juga jangan sampai putus begitu saja. Sebab, selain dapat memanjangkan umur, hal-hal tersebut juga dapat mendatangkan rezeki. Maka dari itu, jika masih ada permasalahan dalam keluarga, cobalah untuk segera akhiri secepatnya dan cari cara mendamaikan keluarga yang bertengkar.

3. Ziarah ke makamnya

Sebagai anak yang sholeh dan berbakti ke pada orang tua, sudah sepatutnya untuk pergi berziarah ke makamnya. Tentu zirah ke makam buakan hanya sekadar datang lalu pergi begitu saja. Doakanlah beliau melalui pembacaan ayat suci Al-Quran yaitu surat Yasin. Lalu lihat kondisi makamnya, kalau terlihat kotor, bersihkanlah. Kalau bisa juga perbagus makamnya juga. Akan tetapi jangan lupa dengan tujuan awal ziarah ke makam.

4. Jalankan wasiat kedua orang tua

Apabila sebelum meninggal orang tua sudah berwasiat untuk melakukan suatu hal, maka anak yang di wasiatkan harus wajib melaksanakannya. Hal tersebut merupakan salah satu kewajiban anak terhadap kedua orang tuanya yang sudah meninggal. Sebaiknya wasiat tersebut harus segera di tuntaskan agar beban orang tua bisa diringankan. Sebab, jika tidak dituntaskan akan sangat membebani yang bersangkutan.

5. Lunasi hutang-hutang orang tuanya

Utang tetap wajib harus dilunasi. Meskipun yang bersangkutan sudah meninggal, bukan berarti utangnya hilang begitu saja. Apabila orang tua meninggal dengan membawa utang, maka utang tersebut otomastis dilunaskan pada anggota keluarganya, terutama anak-anaknya. Untuk masalah utang ini sebenarnya bisa saja dibantu oleh keluarga yang lain. Hanya saja untuk kasus ini, hanyalah orang paling dekat yang paling bertanggung jawab untuk melunasinya, yakni anak-anaknya. Maka dari itu, jika kesulitan dalam membayar utang, cobalah untuk berdoa dan meminta petunjuk kepada Allah SWT untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut.

6. Tetaplah menjadi anak sholeh untuk setiap orang

Peran orang tua ketika mendidik anaknya adalah inigin menjadikan anaknya menjadi sholeh. Sebab, anak yang sholeh akan tetap berbakti kepada orang tua, selalu mendoakan yang terbaik untuk orang tua, berbuat baik kepada siapapun dan tidak akan tergoda untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama. Jadi, meskipun pergaulan masa kini begitu memprihatinkan, hal-hal negatif tersebut tidak akan memengaruhi anak yang sholeh. Di tambah lagi, keutamaan berbakti kepada orang tua salah satunya adalah mendapatkan pahala yang tinggi dari Allah SWT. Sudah banyak kisah berbakti kepada orang tua yang terbukti dapat pelajaran yang bermanfaat untuk anak tersebut.

7. Ajari keturunannya untuk ikut berbakti

Untuk kamu yang sudah menikah, ajarilah anak-anakmu untuk ikut berbakti kepada kakek dan neneknya yang sudah meninggal. Hal tersebut memang salah satu alasan keinginan dari orang tua yang menginginkan anak yang sholeh. Sebab Anak yang sholeh akan mengajarkan keturunannya juga untuk ikut mendoakan arwah kakek dan neneknya dan akan terus menerus secara turun-temurun. Oleh sebab itulah kenapa doa anak yang sholeh adalah salah satu amalan yang tidak akan pernah putus.

Itulah kewajiban anak terhadap orang tua yang sudah meninggal. Untuk kamu yang orang tuanya masih hidup, syukurilah. Sebab tidak semua anak mempunyai orang tua yang lengkap. Ada anak yang kehilangan bapaknya atau juga anak yang kehilangan ibunya saja. Meskipun nantinya orang tuanya menikah kembali, kasih sayangnya tidak bisa dibandingkan dengan kasih sayang orang tua yag sudah meninggal. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu semua.

Santri VS Sekolah 7 Perbedaan Kelebihan Lulusan Pesantren Terhadap Orang Tua Sudah Meninggal


Sebelum dikenal sebagai Wali, Mbah Kiai Musyafa’ dianggap orang Gila. Namun kemudian banyak orang yang menemukan Karomahnya. Karena itu, setelah dia meninggal, makamnya kerap didatangi peziarah.

Kota Kaliwungu, tepatnya di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Kendal Jawa Tengah, tampak sangat anggun bila dilihat dari bukit yang terletak di Desa Proto Mulyo, sebelah timur Kampung Gadukan, Kutoarjo, Kaliwungu. Masjid Al-Muttaqin yang berada di pusat kota terlihat sangat dominan dan lebih besar dibanding bangunan lain yang ada di sekitarnya. Menara dan kubah masjid tampak sangat kukuh, seperti menegaskan betapa Allah SWT Mahabesar.

Dari ketinggian bukit itu, tampak kecantikan kota Kaliwungu yang mempesona. Disana terdapat makam alim ulama dan para penyiar agama Islam tempo dulu. Masyarakat menyebutnya sebagai makam Jabal (bukit), sebuah kawasan perbukitan. Salah seorang ulama besar yang dimakamkan disana adalah Kiai Musyafa’ bin Haji Bahram.

Seperti halnya makam wali-wali yang lain, makam Mbah Syafa’, demikian beliau biasa disapa, inipun kerap dikunjungi para peziarah, terlebih pada hari Kamis wage sore dan Jumat Kliwon. Pada kedua hari tersebut, ratusan bahkan ribuan peziarah datang kesana. Santri dari beberapa pesantren juga kerap menjadikannya sebagai tempat untuk melaksanakan riadah.

Selama hidup (antara tahun 1920 – 1969), Mbah Syafa’ dikenal sebagai sosok yang zuhud. Ia sangat sederhana, baik dalam berpakaian maupun dalam bertutur kata. Kesederhanaannya dalam berpakaian, membuat sebagian orang menganggap Mbah Syafa’ sebagai Kiai yang sangat miskin. Tidak jarang orang juga mengatakan bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila, karena ia memang kerap berperilaku Khawariqul Adah, yaitu berperilaku diluar kebiasaan manusia pada umumnya.

Anggur Mekkah

Sangkaan orang bahwa Mbah Syafa’ adalah orang gila sudah terdengar sebelum masyarakat mengetahui karomah dan kewaliannya. Pada suatu hari tetangga disekitar rumah Mbah Syafa’ di bikin geger. Pasalnya setelah musim haji, ada seorang haji yang datang ke sana, ia mengaku di titipi anggur oleh seseorang di Mekah untuk diserahkan kepada Mbah Syafa’, yang baru saja menunaikan ibadah haji di Mekah. Padahal tetangga Mbah Syafa’ menyaksikan sendiri, selama musim haji itu Mbah Syafa’ berada di rumahnya.

Sejak itu pandangan orang pada dirinya berubah, apalagi setelah karomah-karomahnya disaksikan orang-orang disekitarnya. Suatu saat Mbah Syafa’ menjamu tamu yang datang. Masing-masing tamu menuang sendiri air minum dari ceret yang sudah disediakan. Anehnya air minum yang berasal dari satu ceret itu di rasakan berbeda-beda oleh tamu yang minum.

Dalam kisah yang lain, sekitar tahun 1060-an, Mbah Syafa’ kedatangan seorang tentara. Tentara itu bermaksud memohon restu, karena sebagai pembela negara dia mendapat tugas ikut dalam rombongan pasukan Trikora yang akan membebaskan Irian Jaya dari pendudukan Belanda. Saat dia sampai di tempat tinggal Mbah Syafa’, dan mengemukakan maksudnya, Mbah Syafa’ tidak menjawab sepatah kata pun. Beliau hanya mengambil sebuah wajan yang telah di bakar hingga merah membara.

Oleh Mbah Syafa’ wajan itu di dekatkan ke kepala orang tersebut sambil dipukul beberapa kali. Sesaat kemudian beliau masuk kedalam rumah dan keluar dengan membawa tiga buah biji randu (Klentheng), lantas menyerahkannya pada orang itu. Orang tersebut tidak mengerti apa maksud Mbah Syafa’, namun ia tetap menyimpan biji randu pemberian Mbah Syafa’.

Di belakang hari, isyarat tersebut bisa diketahui setelah kapal yang ditumpangi tentara Indonesia hancur di tengah laut. Namun atas izin Allah orang tersebut selamat.

Dalam kisah yang lain diceritakan pada 1940an, suatu hari Mbah Syafa’ menggali tanah hingga dalam. Orang-orang disekitarnya merasa heran dengan apa yang dikerjakannya itu. Sebagian mengira tempat itu akan digunakan untuk memelihara ikan, sebagian yang lain menyangka akan dibuat sumur.

Setelah beberapa saat, orang baru sadar bahwa Mbah Syafa’ mengetahui peristiwa yang bakal terjadi belakangan. Karena tidak lama berselang, tentara Jepang menyerbu daerah Kaliwungu, dan lubang itu dipergunakan sebagai tempat persembunyian orang-orang yang ada di sekitarnya.

Berbagai peristiwa aneh terjadi termasuk setelah ia meninggal dunia pada 13 Maret 1969 (seperti yang tertulis pada nisannya). Suatu ketika saat sedang membersihkan Balai Desa Krajan Kulon, Mbah Rasyid, tukang sapu kantor tersebut, ditemui Mbah Syafa’ tanpa berbincang apapun. Mbah Syafa’ memberinya uang seribu rupiah, padahal ia telah meninggal dunia.

Anehnya, ketika sudah dibelanjakan, uang itu tetap utuh dan tetap ada di saku Mbah Rasyid begitu ia sampai di rumah. Hal itu berulang hingga tiga kali, membuat gundah Mbah Rasyid. Hatinya baru tenang setelah uang itu ia kembalikan ke kuburan Mbah Syafa’.


www.sufiz.com

Mbah Syafa’ Wali Allah Yang Dianggap Gila Dan Penuh Karomah


Kata-kata KH Maimun Zubair memang sudah populer di Masyarakat, baik itu berupa gambar kata-kata ataupun hanya tulisan saja. Berikut 20 Kumpulan kata-kata KH Maimun Zubair yang dikutip dari www.ahmadfarieds.blogspot.com

1. Wong Yahudi iku biyen gelem mulang angger dibayar, tapi akehe kiyai saiki ngalor ngidul karo rokoan ora gelem mulang nak ora dibayar, gelem mulang angger dibayar. (Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kyai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang).

2. Wong neng dunyo iku ono bungahe lan ono susahe, kabeh iku supoyo biso dadek’ake parek marang Allah, Tapi nak neng akhirat nak susah susah tok rupane nang neroko, tapi nak seneng yo seneng tok rupane neng suargo (Orang di dunia itu ada yang senang dan ada yang susah. Semua itu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi kalau di akhirat susah terus yaitu ketika di Neraka, dan senang terus ketika di Surga).

3. Kanggone wong islam nak susah yo disabari nak bungah disyukuri. (Untuk orang Islam ketika susah disabari dan ketika senang disyukuri).

4. Apik-apik’e dunyo iku nalikone pisah antarane apik lan olo. Sakwali’e, elek-elek’e dunyo iku nalikone campur antarane apik lan olo. Mulane apik iku kanggone wong Islam, lan elek iku kanggone wong kafir. (Bagusnya dunia itu ketika pisah antara bagus dan jelek, sebaliknya jeleknya dunia itu ketika campur antara bagus dan jelek).

5. Apik-apik’e wong iku taqwo marang Allah yoiku ora ngelakoni doso mboh iku doso cilik utowo doso gede kabeh iku di tinggal. (Bagus-bagusnya orang itu ialah orang yang bertaqwa, yaitu tidak mau melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar semuanya ditinggal).

6. Zaman akhir iku senengane podo ngatur pangeran. yaiku podo akeh-akehan istighosahan koyo-koyo demo marang pangeran. (Zaman akhir itu banyak orang yang mendemo Tuhan yaitu dengan cara Istighosah, seolah-olah seperti mengatur Tuhan).

7.Ngandikone bapakku : ﺣََِﻔَﻂ َﺷُﻴﺌﺎ ﻭﻏﺎ ﺑﺖ ﻋﻨﻪ ﺍ
ﺷﻴﺎﺀ akehe wong iku ngertine pekoro siji liyane ora
ngerti koyo dene wong haji ngertine mong bab kaji, pembangunan masjid yo iku tok, ora ngerti bahwa sodakoh iku yo ono wong miskin mbarang. (Ayah saya pernah mengatakan bahwa banyak orang yang tahu perkara satu tetapi yang lain tidak diketahui, seperti halnya orang tahunya hanya bab haji saja, atau shodaqoh pembangunan masjid saja, tetapi tidak tau bahwa sodaqoh itu juga ada yang buat fakir miskin).

8.Nak wong ahli toriqoh utowo ahli tasawuf iku ora ono bedone doso iku gede utowo cilik podo bae kabeh didohi. (Kalau orang Ahli Toriqoh atau Tasawuf tidak ada bedanya dosa itu baik besar atau kecil semuanya ditinggalkan).

9.Wong iku seng apik ora kena nyepeleake doso senajan cilik, lan ora keno anggak karo amal senajan akeh amale. (Orang itu yang bagus ialah tidak menyepelekan dosa meskipun kecil dan tidak sombong ketika punya amal meskipun banyak).

10. Dunyo iku dadi tepo tulodone neng akhirat:
الدنيا مراة في الاخرة
(Dunia itu menjadi contoh atau cermin di akhirat).

11. Ngalamate Qiamat iku angger wong tani iku wes aras-arasen tani, mergo untunge iku sitik. (Termasuk tanda Qiyamat itu orang sudah malas untuk bertani, karena untungnya sedikit).

12. Gusti Allah iku gawe opo bae mergo sebab awae dewe 'kembang seberat mekar dewe'. (Allah itu membuat apa saja sebab diri sendiri 'Bunga berat berkembang sendiri').

13. Nabi bersabda : ﺍﻧﻜﻢ ﺳﺘﻤﺼﺮﻭﻥ ﺍﻣﺼﺎﺭﺍ seng artine kuwe kabeh ko bakal gawe kota dewe-dewe. (Wong sugih iku ko bakal gawe kota dewe-dewe, wong mlarat iku podo gawe deso dewe-dewe. artinya “Bahwasannya nabi telah bersabda yang artinya: Orang kaya itu akan membuat kota sendiri-sendiri, sedangkan orang Miskin nanti akan membuat desa sendiri-sendiri).

14. Endi-endi barang iku bakale ilang. Wong mangan daging eyo bakale ilang, tapi ono seng ora ilang, iyoiku barang seng ora ketok koyo dene ruh, kang ora sebab opo-opo, langsung pepareng soko Allah ora melalui proses. (Semua barang itu akan hilang, orang makan daging juga akan hilang dagingnya, tetapi ada yang tidak hilang yaitu Ruh, ini pemberian lansung dari Allah tanpa proses).

15. Wali iku nak katok iku wes ora disiplin wali, masalahe wali iku ora keno kanggo conto, asale tingkahe iku selalu nulayani adat. (Yang namanya Wali kalau kelihatan itu sudah tidak disiplin Wali, karena Wali itu tidak boleh dicontoh, karena tingkahnya selalu berselisih dengan kebiasaan).

16. Alamate wali iku wes ora biso guneman karo menungso, masalahe wong nak guneman karo menungso iku yo ora biso dzikir karo Allah (Tanda wali itu sudah tidak bisa berkomunikasi dengan manusia karena kalau berdiskusi dengan manusia biasanya tidak bisa dzikir dengan Allah).

17. Barang yen positif iku ora katon , bisone katon iku angger ono negatif, koyo kuwe biso reti padang yen wes weruh peteng, wong biso ngerti Allah angger wes ngerti liyane Allah. (Sesuatu yang bagus itu tidak kelihatan, dan akan kelihatan ketika ada yang tidak bagus, contoh kamu tau terang kalau sudah gelap, dan kamu tau Allah ketika kamu tau selain Allah).

18. Wong iku yen solat bengi kok ajak-ajak iku berati ora pati ikhlas, masalahe mbengi iku wayah turu, lah wong solat iku kudune soko karepe dewe. (Orang ketika salat malam mengajak-ajak berati itu menandakan tidak begitu ikhlas, karena waktu malam itu waktu istirahat, kalau mau salat memang dari keinginan diri sendiri).

19. Sepiro senenge tangi soko kubur, iku sepiro enakke neng alam akhirat. (Seberapa senangnya orang bangun dari kubur, seberapa senangnya di akhirat).

20. Wong naliko metu soko wetenge simbok iku kudu susah, tapi yen wong metu soko dunyo alias mati iku kudu roso seneng, iki alamate wong seng bakal urip seneng. (Orang ketika keluar dari kandungan sang Ibu harus susah, sedangkan keluar dari dunia yaitu meninggal harus senang ini alamatnya orang akan senang).

20 Kata-Kata KH Maimun Zubair:Mutiara, Hikmah, Bijak


Menurut santriyai.com adalah hal yang rugi bilamana sebagai orang tua tidak memasukkan anak ke Pesantren atau malah menghalang-halangi anak yang berkemauan untuk belajar di Pondok Pesantren. Hal ini bisa kita lihat dari lingkup kehidupan yang ada di sekitar kita, masih banyak dari mereka sebagai orang tua yang anaknya tidak belajar di pesantren. Tentu dengan berbagai pendapat dan alasan seperti lebih mendukung untuk fokus dalam pendidikan umum saja dan lain sebagainya.

Padahal jika kita pikir matang-matang memasukkan anak ke lembaga pendidikan Pesantren itu lebih banyak manfaatnya baik didunia maupun di akhirat nanti. Alangkah baiknya perlu direnungkan secara mendalam, dengan melihat gejolak arus dunia ini yang hari kehari semakin memperhatinkan terlebih bagi kelangsungan anak yang sudah beranjak remaja ke fase dewasa. Hal ini perlu kita waspadai betul baik didalam lingkup keluarga dan pergaulan si anak.

Pergaulan merupakan sumber utama dalam menentukan perkembangan karakter anak dari waktu-kewaktu. Was-was dengan bagaimana dia bergaul dan hal apa saja yang mereka lakukan setiap hari di jaman ini perlu adanya perhatian khusus, terlebih mereka pasti disuguhi era yang serba digital mulai dari gadget, dll bisa menjadikan mereka ke hal yang fatal.

Fatal disini dengan maraknya dunia gadget yang lengkap dengan berbagai fitur media sosial dan sangat mudah bagi siapapun untuk mengaksesnnya. Disanalah dalam medsos banyak berbagai hal yang kurang baik/negatif seperti berita hoax yang ujung2nya hanya mempengaruhi pemikiran seseorang, lebih parahnya lagi didalam medsos pasti banyak akan ditemui foto ataupun video yang kurang beradab.

Nah, dari situlah akan banyak kerugian apabila anak tidak mengenal dunia pendidikan yang di kaji di pesantren. Seperti halnya dalam artikel ini yang lebih menjurus ke dalam pentingnya pendidikan seks yang di kaji di Pesantren, tenyata banyak manfaatnya apabila dipelajari anak sejak dini. Seperti yang dilansir di IDNtimes.com pentinya mengenalkan pendidikan seks sejak dini.

Masalah seksualitas di negara indonesia merupakan hal yang tabu. Hal tersebut disebabkan prihal budaya kita yang menganut adat ketimuran. Meski begitu ternyata memberikan pendidikan seks kepada anak sangat penting dan memberikan banyak manfaat. Nah ini dia 6 manfaat akan pentingnya pendidikan seks, simak yuk apa aja.

1. Lebih terbukanya pikiran anak terhadap topik yang berkaitan dengan masalah seksual

Mereka tidak akan malu membicarakan masalah seksual, terlebih jika mereka ingin menanyakan hal yang sangat privat terhadap orang tuanya. Hal ini dapat meningkatkan hubungan antara orang tua dan anak.

2. Mengerti dan memahami peran dari jenis gender

Memberikan pendidikan seks terhadap anak tentunya akan membuat anak tersebut mengerti akan peran yang ia lakukan. Seperti anak perempuan ia akan tumbuh menjadi anak perempuan yang sesungguhnya.

3. Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat

Supaya anak tidak mencari tahu sendiri masalah seksualitas melalui teman, komik, video atau media lainya yang berbau seks, maka diberikanlah pendidikan seks.

4. Menyadari masalah yang akan timbul akibat dari seks bebas

Pemberian pendidikan seks ini akan menghindarkanya dari bahaya seks bebas pada kalangan remaja. Seperti bahaya akan tertular penyakit kelamin dan HIV / AIDS.

5. Memiliki kesadaran akan fungsi seksualnya

Dengan memberikan pengetahuan ini akan membuat mereka mengerti tentang perubahan yang terjadi pada bagian tubuh terutama organ yang sensitif. Dengan begitu mereka tidak akan kaget, bingung dan takut untuk menghadapinya.

6. Menciptakan rasa percaya diri

Percaya diri akan timbul jika seorang anak nyaman dengan bentuk dan bagian-bagian tubuhnya. Sehingga ia akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
Sudah tahu manfaatnya, yuk mulai sekarang terapkan pendidikan seks pada anak.

Percaya diri akan timbul jika seorang anak nyaman dengan bentuk dan bagian-bagian tubuhnya. Sehingga ia akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Sudah tahu manfaatnya, yuk mulai sekarang terapkan pendidikan seks pada anak.

Pendidikan Seks Penting Rugilah Jika Anak Tak Masuk Pesantren Inilah 6 Manfaatnya


Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, KH Asep Saifuddin Abdul Chalim mengemukakan tips kunci agar santri-santri sukses dalam menyerap ilmu pengetahuan dan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan.

“Ada sistem pengondisian agar santri bisa memahami ilmu kemudian ilmunya bermanfaat. Itu ada teorinya. Manfaat itu artnya memiliki keberdayaan dalam menghadapi masa depan. Teorinya itu satu, ajeg dalam berkesungguhan, jangan berkesungguahan dalam satu bulan saja, tapi terus-menerus,” katanya ketika ditemui NU Online di akhir Ramadhan lalu.

Kedua, tambah putra salah seorang pendiri NU asal Jawa Barat, KH Abdul Chalim, tidak boleh kenyang karena kalau sampai kenyang tidak bisa cerdas.

“Kenyang itu menghilangkan kecerdasan. Kenyang itu terjadi sepuluh menit, setelah berhenti makan. Bayangkan kalau orang pada saat makannya saja sudah kenyang apa yang akan terjadi 10 menit kemudian? Makanya Nabi melarang orang makan kenyang. Harus berhenti sebelum kenyang,” jelasnya.

Ketiga, tidak boleh maksiat karena maksiat itu beban. Ketika orang belajar dan mambaswa beban, apalagi beban psikologis, santri tidak akan bisa mengerti akan pelajarannya.

Keempat, santri harus punya wudlu karena wudlu itu cahaya. Sementara ilmu yang disampaikan oleh guru itu datangnya kepada pemikiran muridnya dalam bentuk abstrak, berupa sinar, cahaya. Ketika cahaya datang diterima oleh yang memiliki cahaya akan mudah terserap.

Kelima, sering membaca Al-Qur’an karena ketika orang membaca Al-Qur’an dengan dilihat teksnya, maka dia akan terlibat berpikir bagaimana menerapkan tajwidnya dalam bacaan yang dijabarkan. Apalagi lebih jauh dengan memahami ayat-ayatnya. Nah, ketika orang hanyut dalam berpikir, itu orang akan cerdas.

“Berikutnya, santri harus rajin shalat malam,” tambah Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) tersebut.

Yang terakhir, ketujuh, menjauhi makanan yang mendekati kotor, apalagi najis karena tidak barokah. “Makanan di luar yang dilihat oleh banyak orang termasuk oleh orang yang tidak punya uang, tidak barokah. Ketika orang yang tidak punya uang itu melihat, dia kepingin, tapi tidak bisa membeli makanan, yang terkondisikan demikian akan hilang barokahnya. Hal itu dibuktikan berpuluh-puluh kali bahwa anak yang ngantuk itu karena jajan di luar. Hal Sangat berpengaruh kepada kecerdasan anak,” jelasnya.

Jika seorang santri memegang yang tujuh tersebut, itu sudah perwujudan tawakal yang dijamin keberhasilannya. Pasti berhasil. (Abdullah Alawi)

http://www.nu.or.id/post/read/69641/7-kunci-kesuksesan-santri-dapat-ilmu-bermanfaat-

Santri Cerdas lmunya Bermanfaat Inilah 7 Kunci Sukses Di Pesantren


Hal yang sangat menarik ketika membaca artikel tentang cuma satu kali mandi dalam sehari,ternyata mempunyai fakta yang positif atau baik untuk kesehatan. Seperti yang dilansir oleh ilfscience.com (9/2/2018). Dengan adanya kebiasaan sebagian orang yang biasanya mandi dalam sehari itu harus dua kali ataupun yang sudah dipercaya baik untuk kesehatan, ternyata ada fakta lian dibalik hal itu.

Jika ada teman yang hanya mandi satu kali biasanya akan dicap sebagai orang yang jorok. Tapi menurut sebuah penelitian mandi sehari satu kali justru baik untuk kesehatan. Dilansir dari ilfscience.com (9/2/2018) sebuah studi mengungkapkan fakta tentang mandi. Studi ini meneliti sebuah suku primitif Yanomami di pedalaman hutan Amazon. Orang-orang suku ini sangat jarang bersentuhan dengan air. Hal ini bertujuan untuk melindungi diri dari ancaman “predator”. Dengan tidak bersentuhan dengan air, kompleksitas bakteri dalam tubuh mereka menjadi tinggi dan menjadi antibiotik alami bagi tubuh. Hasilnya, tubuh orang-orang suku Yanomami lebih kebal terhadap serangan virus penyakit.

Kompleksitas bakteri sendiri merupakan sekumpulan mikro bioma yang penting untuk kesehatan tubuh. Jika kompleksitas bakteri berkurang, tubuh akan rentan terhadap virus dan penyakit. Apalagi jika orang-orang tersebut berada daerah tropis seperti Indonesia. Jadi, tetap akan mandi dua kali atau hanya satu kali dalam sehari? Eits, yang penting tetap harus mandi minimal sekali dalam sehari ya!

Fakta Satu Kali Mandi Sehari Ternyata Baik Untuk Kesehatan


Jodoh merupakan sesuatu yang menjadi sebuah misteri bagi sebagian orang, pun juga khususnya disini tentang persoalan jodoh bagi santriwan-santriwati. Bagi para santri yang sudah siap untuk menjalin hubungan halal yaitu pernikahan, Tentu sebagian mereka banyak yang menginginkan bertemu jodoh yang tak jauh dari latar belakang sebagai anak pesantrenan. Misalnya ketika ada cowok santri yang sudah siap menikah tentu berharap juga mendapatkan sosok santriwati juga yang siap untuk diajak nikah. Tentu mereka pun banyak mempunyai alasan mengapa sebagai cowok pesantren juga ingin/berharap untuk meminang santriwati.

Nah, lalu hal apa saja cara yang dilakukan para santri untuk mendapatkan jodoh santriwati. Berikut link kontak-kontak sebagai sarana supaya di pertemukan jodoh sesama santri baik itu santriwati/santri putra.

1.Sowan Kiai atau pengasuh pesantrennya

Biasanya ketika ada santri yang sudah ingin segera menikah hal yang dilakukan adalah dengan sowan kiai. Mereka percaya dengan sowan ke guru bisa mendapatkan pujaan hatinya, dimana hal itu sebagai lantaran untuk menemukan pasangan saja. Dan tak cuma hal itu saja harapan mendapatkan berkah dari Kiai juga menjadi salah satu tujuan utama. Disamping itu calon pasangan yang akan dipilihkan kiai nantinya tentu menjadi sebuah pilihan tepat dan ampuh yang banyak dipercaya sebagai sepasang suami istri.

Hal lainnya seperti yang dilansir dari datdut.com cara santri menemukan jodoh belahan jiwanya adalah sebagai berikut:

2.Menggali informasi dari saudara teman seperjuangan mondok

Salah satu humor santri adalah pertanyaan: “kamu punya mbak tidak?” Di kalangan santri putra, pertanyaan ini sering dilontarkan pada santri lain yang lebih junior. Apalagi kalau santri junior itu tergolong ganteng dan imut-imut. Logikanya, kalau adik saja ganteng, pasti mbaknya cakep. Mungkin pertanyaan sejenis juga berlaku di kalangan santri putri, saya kurang tahu. Soal kenyataan bahwa si kakak ternyata beda wujud dari adiknya, itu urusan nanti.

Memang, mencari belahan jiwa lewat teman juga menjadi salah satu trend di pesantren. Alasannya karena teman yang punya saudara baik kakak atau adik akan bisa menjadi penghubung dengan pihak lawan jenis. Ada juga yang memang mencarikan jodoh buat saudaranya. Kalau yang ini, biasanya akan menawarkan kepada teman atau ustad yang ia anggap layak.

3.Ustad-Santriwati

Di sebagian besar pesantren, pemisahan antara santri putra dan putri belum bisa diikuti dengan menyediakan pengajar sesuai pemisahan jenis kelamin. Masih banyak ustad yang terpaksa ditempatkan di kelas putri. Biasanya diutamakan mereka yang sudah berkeluarga. Kalau tidak ada, maka ustad yang lumayan senior dan dewasa yang ditempatkan. Mungkin agar lebih bisa menjaga diri. Sekaligus agar si ustadz tersebut punya lebih banyak kesempatan untuk “memilih”.

Iya, memilih pasangan hidup. Dan, tidak sedikit lho para guru yang akhirnya memperistri santri putri binaan mereka. Sebenarnya tidak selalu dari kelas yang dibina oleh si ustad, kadang juga mendapat jodoh dari kelas lain.

4. Sesama Santri Abdi Dalem

Kalangan santri bukan ustadzatau pengurus, tapi bisa sering bertemu mbak pondok, sebutan umum santri putri, adalah bagian santri abdi dalem. Santri yang membantu pekerjaan rumah tangga kiai. Biasanya yang perempuan lebih sering bertugas di dapur, sedangkan yang cowok sering bertugas di luaran untuk belanja dan sebagainya. Kadang juga menjadi sopir kiai.

Tidak sedikit santri dari kalangan relawan di dapur kiai ini yang akhirnya mengikat cinta di pelaminan. Sering berinteraksi, bertegur sapa, kadang juga bercanda dalam batas wajar, membuat mereka saling tahu karakter masing-masing. Ketika cocok semua, baik kedua pihak maupun dengan izin kiai, tak perlu lama-lama mereka akhirnya menikah.

5.Dijodohkan Kiai

Bagi yang masih jomblo tulen, belum punya pacar maupun incaran, dijodohkan oleh kiai adalah karunia besar. Kalau ternyata dijodohkan dengan orang yang dari sisi fisik kurang ganteng ataupun kurang cantik, mereka masih berharap berkah dari doa dan restu sang guru. Kiai yang mendidik mereka. Kalau ternyata pasangan yang didapat sesuai selera, itu namanya ibarat mendapat durian runtuh.

Tapi tak jarang pula santri yang merasa kiamat ketika dijodohkan oleh kiai. Mereka dari kalangan santri yang sudah punya pilihan hati. Dilema antara harus taat dengan kiai atau taat dengan cinta mau tak mau menjadi pikiran sendiri. Kalau menuruti kiai, kekasih tersakiti. Kalau memilih kekasih, guru yang tersinggung. Nah, Anda menemukan pasangan hidup dari jalur mana?

Cari Jodoh Santriwati 5 Hal Yang Dilakukan Para Santri


Berjilbab merupakan suatu kewajiban bagi perempuan muslimah yang sudah dewasa atau dalam islam disebut baligh. Namun kewajiban yang seharusnya seorang muslimah harus memakai jilbab sampai saat ini seolah-olah hanya suara yang didengar lewat telinga kanan serta keluar dari telinga kiri saja. Nah, inilah yang harus kita perhatikan sebagai orang tua yang mempunyai anak perempuan tapi belum mau berjilbab.

Disinilah peran dari orang tua sangatlah penting untuk membuat bagaimana cara agar anak perempuan mau berljilbab sebelum anak beranjak menjadi perempuan yang baligh. Karena rambut adalah mahkota yang perlu dijaga.Salah satu alasan kenapa anak perempuan tidak mau memakai jilbab diantaranya adalah karena orangtua tidak mengajarkannya berhijab sejak dini.

Pembelajaran untuk anak perempuan menggunakan hijab sejak dini amatlah penting, Tapi bagaimana caranya, berikut ulasannya :

1.Seorang ibu harus mencontohkan kebiasaannya setiap hari untuk memakai Hijab.

Madhrasah pertama seorang anak itu terlahir dari seorang ibu kandung yang ikhlas membimbing dan memberikan contoh keteladanan setiap hari. Seperti halnya juga dalam hal memakai kerudung/jilbab hendaknya orang tua terlebih dahulu membiasakan untuk memakai jilbab dihadapannya mulai sejak dini, mulai dari memakai begitu juga alasannya ataupun kenapa harus mengenakan jilbab.

Dilansir dalam solusiislam.com dijelaskan bahwa ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak mau berhijab dengan senang hati.

1. Keteladanan
Keteladanan dari orangtua memang sangat berpengaruh bagi anak, karena biasanya anak akan mengikuti apa yang dilakukan orangtuanya.

Tapi saya pernah melihat justru orangtua yang sudah menutup aurat malah mendandani anaknya bak model, artis dan lainnya. Semoga itu tidak terjadi pada kita. Perlakukanlah anak layaknya anak-anaknya bukan orang dewasa.

2. Pembiasaan Sederhana
Pembiasaan memakai hijab bisa dilakukan saat anak ingin pergi bermain bersama teman. Pembiasaan awal memang agak sulit tapi ketika kita yakin bisa, insyaAllah akan dimudahkan.

Cara sederhana adalah ajak si kecil main tapi kita harus ingatkan bahwa kita akan main ke luar jadi harus pakai hijab begitu seterusnya setiap kali akan pergi main ke luar.

3. Tidak Memaksa
Ketika si kecil sudah senang memakai hijab saat bermain kemudian ia membukanya karena merasa gerah, sebaiknya kita tidak memaksa agar ia tidak melepasnya.

Biarkan ia membuka hijabnya, setelah ia merasa sudah nyaman, baru kita mulai mengingatkannya. Ingatkan dengan cara yang sederhana, “Dek, kita pakai lagi yuk hijabnya, biar disayang Allah.”

Meskipun belum mengerti insyaAllah ia akan mau memakai dengan suka rela.

4. Pemilihan Model Baju dan Hijab
Pilihlah model hijab yang sederhana, menyerap keringat, nyaman dipakai. Tidak mengapa jika ia memakai baju pendek tapi memakai hijab.

Usahakan agar ia memakai celana panjang saat bermain di luar. Sekarang ini banyak model gamis untuk anak-anak yang lucu, jika ia sudah bisa memakainya kita bisa menghadiahkan untuknya.

5. Memberikan Pujian
Tak segan kita memberikan pujian karena ia sudah memakai hijab, kerjasama dengan orang sekitar agar mereka ikut memuji. Pujian di awal sangat dibutuhkan tapi setelah berjalan lama, ia akan nyaman tanpa pujian.

6. Berikan Tempat Khusus Untuk Hijabnya
Sebaiknya ibu memberikan tempat khusus untuk hijabnya, agar saat ia mulai mengerti perintah kita bisa memintanya untuk mengambil dan menyimpannya kembali setelah digunakan, selain menjadi anak yang sholihah ia menjadi anak yang bertanggung jawab, insyaAllah.

7 Cara Melatih Anak Sejak Dini Agar Mau Berjilbab !!!

Older Posts Home

Random