4 Fakta !!! Cerita Mitos Cowok Atau Cewek Pesantren Tentang Perasaan Cinta dan Kekinian

Jadi cowok cewek pondok pesantren memang selalu menjadi pusat perhatian masyarakat khususnya kaum milenial luar pesantren. Bukan dilihat karena mereka terpesona , tapi justru karena mereka menganggap bahwa cowok maupun cewek pesantren itu lain dari pada yang lain. Unik, aneh, dan banyak lagi kata-kata yang diperlembut untuk cewek ataupun cowok pesantren ini, biasanya menggambarkan bahwa anak pondok pesantren itu tidak seperti anak-nak jaman now (sekarang). Ungkapannya tentu berbeda-beda seperti halnya katrok, kudetlah dll sebagainya.

Banyak juga mitos-mitos yang sering kali dilabelkan pada anak-anak pesantren. Padahal kan enggak semua anak pesantren baik itu cowok maupun cewek sama dengan cerita mitos-mitos jelek negatif ataupun kurang kekinian.

Nah mau tahu mitos santri putra/santriwati yang ada dalam pondok pesantren ? Berikut ulasannya,

1. Sering di salah artikan menyukai sesama jenis atau sering di sebut lesbian atau homo

Tentu saja mitos ini ngawur. Banyak kok santriwan dengan santriwati yang menikah, punya anak, bahkan lebih harmonis dari pasangan yang lain. Tentu banyak juga yang menikah dengan selain santri atau menikah dengan orang yangbukan latar belakang santri.

2. Nggak bisa Gaul dan kurang kereen

Karena gayanya yang unik, selalu memakai pakaian khas, seperti sarung, baju koko dan pecis kemanapun berpergian ini menjadi cerita-cerita kaum milenial mengangap bahwa anak pesantren itu norak, nggak keren dan angapan lainnya yang dianggap remeh. Namun tak selamanya bahwa pakaian khas santri yang selalu nempel di badannya di pakai untuk kemana-mana, walaupun ada juga yang memakainya untuk ke mol, tempat hiburan anak remaja gaul jaman sekrang.

Sisi lain mengapa mereka seperti itu tentu banyak alasannya, mulai anjuran dari peraturan yang ada, entah mereka tetap mau membawa nama baik santri ataupun pondok pesantrennya, ataupun juga mengikuti sunah-sunah nabi dan masih banyak lagi pastinya.

Mungkin sudah menjadi sugesti masyarakat saja khususnya kaum milenial yang gak mondok menganggap bahwa mereka tidak bisa menempatkan posisi dan memandang nggak keren, gaul, dll sebagainya.

3.Hobinya hanya mengaji dan tidur

Anggapan sepele tetapi menyakitkan bagi kaum santri yang katanya hanya bisa mengaji dan tidur itu salah besar. Dibalik sebuah mengaji dan tidur bagi kalangan pesantren tersimpan sejuta kebaikan yang belum di ketahui masyarakat awam milenial. Lalu apakah sejuta kebaikan itu ?

Sejuta kebaikan dari anggapan yang hobinya hanya mengaji dan tidur itu biasanya terdapat pada perjuangannya dalam mempelajari ilmu-ilmu allah yang tiada habisnya. Karena sudah menjadi tradisi kebanyakan pesantren faktor yang membuat mereka banyak tidur karena begadang, tetapi begadangnya seorang santri yang setiap malam belajar, musyawarah, ibadah, menghafal serta lain sebagainya. Jam-jam malam banyak dipilih oleh kalangan santri/pesantren untuk belajar karena termasuk waktu malam itu banyak keutamaannya.

4.Katanya lulusan pesantren itu bisa apa, mau kerja apa, nasib finansialnya kurang layak untuk masa depan.

Perkataan itu adalah hal yang lumrah diucapakan oleh orang-orang luar pesantren, mungkin hanya belum tahu saja. Bahwasannya mereka seorang santri juga banyak yang sukses dalam urusan duniawi lhoo. Mungkin masyarakat luar saja yang kurang update.hehehe




4 Fakta !!! Cerita Mitos Cowok Atau Cewek Pesantren Tentang Perasaan Cinta dan Kekinian

4 Fakta !!! Cerita Mitos Cowok Atau Cewek Pesantren Tentang Perasaan Cinta dan Kekinian

Jadi cowok cewek pondok pesantren memang selalu menjadi pusat perhatian masyarakat khususnya kaum milenial luar pesantren. Bukan dilihat karena mereka terpesona , tapi justru karena mereka menganggap bahwa cowok maupun cewek pesantren itu lain dari pada yang lain. Unik, aneh, dan banyak lagi kata-kata yang diperlembut untuk cewek ataupun cowok pesantren ini, biasanya menggambarkan bahwa anak pondok pesantren itu tidak seperti anak-nak jaman now (sekarang). Ungkapannya tentu berbeda-beda seperti halnya katrok, kudetlah dll sebagainya.

Banyak juga mitos-mitos yang sering kali dilabelkan pada anak-anak pesantren. Padahal kan enggak semua anak pesantren baik itu cowok maupun cewek sama dengan cerita mitos-mitos jelek negatif ataupun kurang kekinian.

Nah mau tahu mitos santri putra/santriwati yang ada dalam pondok pesantren ? Berikut ulasannya,

1. Sering di salah artikan menyukai sesama jenis atau sering di sebut lesbian atau homo

Tentu saja mitos ini ngawur. Banyak kok santriwan dengan santriwati yang menikah, punya anak, bahkan lebih harmonis dari pasangan yang lain. Tentu banyak juga yang menikah dengan selain santri atau menikah dengan orang yangbukan latar belakang santri.

2. Nggak bisa Gaul dan kurang kereen

Karena gayanya yang unik, selalu memakai pakaian khas, seperti sarung, baju koko dan pecis kemanapun berpergian ini menjadi cerita-cerita kaum milenial mengangap bahwa anak pesantren itu norak, nggak keren dan angapan lainnya yang dianggap remeh. Namun tak selamanya bahwa pakaian khas santri yang selalu nempel di badannya di pakai untuk kemana-mana, walaupun ada juga yang memakainya untuk ke mol, tempat hiburan anak remaja gaul jaman sekrang.

Sisi lain mengapa mereka seperti itu tentu banyak alasannya, mulai anjuran dari peraturan yang ada, entah mereka tetap mau membawa nama baik santri ataupun pondok pesantrennya, ataupun juga mengikuti sunah-sunah nabi dan masih banyak lagi pastinya.

Mungkin sudah menjadi sugesti masyarakat saja khususnya kaum milenial yang gak mondok menganggap bahwa mereka tidak bisa menempatkan posisi dan memandang nggak keren, gaul, dll sebagainya.

3.Hobinya hanya mengaji dan tidur

Anggapan sepele tetapi menyakitkan bagi kaum santri yang katanya hanya bisa mengaji dan tidur itu salah besar. Dibalik sebuah mengaji dan tidur bagi kalangan pesantren tersimpan sejuta kebaikan yang belum di ketahui masyarakat awam milenial. Lalu apakah sejuta kebaikan itu ?

Sejuta kebaikan dari anggapan yang hobinya hanya mengaji dan tidur itu biasanya terdapat pada perjuangannya dalam mempelajari ilmu-ilmu allah yang tiada habisnya. Karena sudah menjadi tradisi kebanyakan pesantren faktor yang membuat mereka banyak tidur karena begadang, tetapi begadangnya seorang santri yang setiap malam belajar, musyawarah, ibadah, menghafal serta lain sebagainya. Jam-jam malam banyak dipilih oleh kalangan santri/pesantren untuk belajar karena termasuk waktu malam itu banyak keutamaannya.

4.Katanya lulusan pesantren itu bisa apa, mau kerja apa, nasib finansialnya kurang layak untuk masa depan.

Perkataan itu adalah hal yang lumrah diucapakan oleh orang-orang luar pesantren, mungkin hanya belum tahu saja. Bahwasannya mereka seorang santri juga banyak yang sukses dalam urusan duniawi lhoo. Mungkin masyarakat luar saja yang kurang update.hehehe




BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random