Alasan Orang Sering Update Status Vs Jarang Update Status Di Whatshap, BBM, Facebook ( Social Media ) menurut admin menarik untuk dibahas pasalnya sekarang ini jamannya sudah jaman now bukan lagi jaman old ( Dulu), Siapa sih di jaman now (sekarang) ini yang enggak punya gadget ??.

Kebanyakan orang-orang jaman sekarang pasti memiliki gadget kan ? Mulai dari anak-anak sampai lansia, pun rata-rata memiliki kecanggihan teknologi yang ada dan sangat berkembang pesat sampai saat ini. Nah, Seiring kemajuan teknologi orang-orang di seluruh penjuru dunia ini tentu banyak bermunculan ragam-ragam fenomena baru seperti halnya yang akan dibahas di Santriyai.com ini yaitu alasan-alasan orang sering/rajin update status via whatshap, Facebook, BBM ( Social Media ) VS Alasan orang yang jarang/enggak pernah update status di Facebook, Whatshap, BBM dan sebagainya.

Mengenai tentang adanya orang sering/rajin update status ini adalah bagian salah satu dari pekembangan media yang berbasis internet atau yang sering disebut dengan media social atau Social Media. Social media sendiri saat ini sudah tidak terpisahkan lagi dari gaya hidup modern, bahkan menjadi salah satu kebutuhan. Media Sosial sendiri pada dasarnya bertujuan untuk membantu seseorang berkomunikasi melintasi jarak dan ruang. Akan tetapi semakin bergesernya konsep gaya hidup yang berkembang saat ini, fungsi media social juga mengalami perubahan.

Saat ini juga media social menjadi salah satu ajang untuk mengekspresikan perasaan atau untuk menunjukan sesuatu kepada orang lain, hanya saja hal tersebut tak jarang dilakukan secara berlebih bahkan mengumbar urusan pribadi yang tidak seharusnya diperlihatkan. Dikalangan remaja, media sosial juga sering kali digunakan sebagai ajang pamer.

Lalu apasih sebenarnya alasan seseorang terlalu sering meng-update di sosial media? Berikut beberapa alasannya :

Mungkin Dengan Gemar Update Status Orang Merasa Puas Perasaannya dan Menganggap Itu Menjadi Bagian Yang Menyenangkan

Sebenanya jika kita pikir-pikir lagi apa sih manfaatnya kita meng-update keberadaan kita seperti di aplikasi sosial media, atau menulis status yang hanya sekedar menyatakan kita berada dimana dan sedang makan apa. Akan tetapi menurut penelitian terakhir kecenderungan seseorang menceritakan tentang dirinya mempengaruhi pelepasan senyawa kimia di otak yang memberikan perasaan menyenangkan, dalam pandangan psikologi sendiri dikenal sebagai Asertif yaitu kita menyampaikan perasaan kita sehingga dapat menimbulkan perasaan lebih lega atau menyenangkan.

Kebutuhan untuk didengarkan atau ingin lebih di respon banyak orang dengan alasan yang tidak terucapkan yang aslinya sangat membutuhkan teman untuk memperhatikan curahan hatinya

Mungkin bagi sebagian orang tidak mudah untuk menceritakan seseuatu dengan orang lain secara langsung, atau bisa jadi jadi tidak banyak juga orang yang mau mendengarkan keluh kesah orang lain. nah, alasan inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang lebih sering curhat dan mencurahkan isi hatinya melalui sosial media. Kebutuhan untuk didengarkan ternyata menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia, bahkan Dale Carnegie, seorang penulis Amerika, dalam penelitiannya menunjukan bahwa kebutuhan manusia untuk didengarkan sertara dengan kebutuhan untuk makan, kesehatan, tempat tinggal, dan seks. Wajar saja yaa begitu banyak orang yang sering mengungkapkan perasaannya di sosial media, tapi alangkah baiknya jika kita lebih mengembangkan komunikasi secara langsung, selain dapat mempererat hubungan juga lebih minim resiko akibat curhat di media sosial.

Kebutuhan untuk Dikenal sebagai bentuk kepuasan diri apa yang di alaminya atas presatasi atau yang dianggap dirinya memiliki kelebihan tersendiri

Menurut pandangan psikologi salah satu alasan seseorang eksis di media sosial adalah karena kecenderungan ingin dikenal dan dilihat banyak orang. Tidak dipungkiri bahwa dengan terkenal maka orang secara psikologis akan merasa lebih bangga, hal tersebut juga merupakan hal yang wajar. Akan tetapi fenomena yang berkembang saat ini adalah pengguna media sosial mengekspresikan dirinya secara berlebihan dan bertentangan dengan nilai moral yang dijunjung dalam masyarakat. Dan tidak jarang postingan yang berkonten negatif tersebut menjadi trend dan dianggap goals bagi sebagian orang.

Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai pengguna sosial media dengan lebih bijak dan mulailah lebih peka terhadap masalah dan dampak yang akan terjadi baik bagi diri sendiri atau bagi lingkungan sekitar, dan mulai memahami bahwa ketenaran karena sebuah prestasi lah yang patut dibanggakan. Akan tetapi jika ketenaran tersebut berasal dari benda-benda yang bersifat materi yang dipamerkan di media sosial bukanlah sebuah prestasi.

Lalu apasih sebenarnya alasan seseorang jarang meng-update di sosial media? Berikut beberapa alasannya ???

1.Kurang percaya diri

Kurang percaya diri mungkin menjadi faktor mengapa orang jarang banget update status via sosmed, mungkin karena juga dia bimbang saat mau update takut malah membuang waktu dengan percumah atau juga takut apabila tidak ada respon dari pengguna medsos lainnya. Hal ini lah yang mungkin menjadi penyebab mengapa orang jarang banget update status

2.Takut dibilang ALAY/Berlebihan!!

3.Mungkin Ada Maksud Tertentu, Biasanya Privasi sih!

4.Adanya pemikiran yang Katanya Agar tidak Terlihat Seperti Kekanak-Kanakan

5.Kesibukan-nya dalam dunia nyata menjadikan alasan mengapa dia jarang banget update status via facebook, BBM, Whatshap dll.

Alasan Orang Sering Update Status Vs Jarang Update Status Di Whatshap, BBM, Facebook ( Social Media )


Alasan Orang Sering Update Status Vs Jarang Update Status Di Whatshap, BBM, Facebook ( Social Media ) menurut admin menarik untuk dibahas pasalnya sekarang ini jamannya sudah jaman now bukan lagi jaman old ( Dulu), Siapa sih di jaman now (sekarang) ini yang enggak punya gadget ??.

Kebanyakan orang-orang jaman sekarang pasti memiliki gadget kan ? Mulai dari anak-anak sampai lansia, pun rata-rata memiliki kecanggihan teknologi yang ada dan sangat berkembang pesat sampai saat ini. Nah, Seiring kemajuan teknologi orang-orang di seluruh penjuru dunia ini tentu banyak bermunculan ragam-ragam fenomena baru seperti halnya yang akan dibahas di Santriyai.com ini yaitu alasan-alasan orang sering/rajin update status via whatshap, Facebook, BBM ( Social Media ) VS Alasan orang yang jarang/enggak pernah update status di Facebook, Whatshap, BBM dan sebagainya.

Mengenai tentang adanya orang sering/rajin update status ini adalah bagian salah satu dari pekembangan media yang berbasis internet atau yang sering disebut dengan media social atau Social Media. Social media sendiri saat ini sudah tidak terpisahkan lagi dari gaya hidup modern, bahkan menjadi salah satu kebutuhan. Media Sosial sendiri pada dasarnya bertujuan untuk membantu seseorang berkomunikasi melintasi jarak dan ruang. Akan tetapi semakin bergesernya konsep gaya hidup yang berkembang saat ini, fungsi media social juga mengalami perubahan.

Saat ini juga media social menjadi salah satu ajang untuk mengekspresikan perasaan atau untuk menunjukan sesuatu kepada orang lain, hanya saja hal tersebut tak jarang dilakukan secara berlebih bahkan mengumbar urusan pribadi yang tidak seharusnya diperlihatkan. Dikalangan remaja, media sosial juga sering kali digunakan sebagai ajang pamer.

Lalu apasih sebenarnya alasan seseorang terlalu sering meng-update di sosial media? Berikut beberapa alasannya :

Mungkin Dengan Gemar Update Status Orang Merasa Puas Perasaannya dan Menganggap Itu Menjadi Bagian Yang Menyenangkan

Sebenanya jika kita pikir-pikir lagi apa sih manfaatnya kita meng-update keberadaan kita seperti di aplikasi sosial media, atau menulis status yang hanya sekedar menyatakan kita berada dimana dan sedang makan apa. Akan tetapi menurut penelitian terakhir kecenderungan seseorang menceritakan tentang dirinya mempengaruhi pelepasan senyawa kimia di otak yang memberikan perasaan menyenangkan, dalam pandangan psikologi sendiri dikenal sebagai Asertif yaitu kita menyampaikan perasaan kita sehingga dapat menimbulkan perasaan lebih lega atau menyenangkan.

Kebutuhan untuk didengarkan atau ingin lebih di respon banyak orang dengan alasan yang tidak terucapkan yang aslinya sangat membutuhkan teman untuk memperhatikan curahan hatinya

Mungkin bagi sebagian orang tidak mudah untuk menceritakan seseuatu dengan orang lain secara langsung, atau bisa jadi jadi tidak banyak juga orang yang mau mendengarkan keluh kesah orang lain. nah, alasan inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang lebih sering curhat dan mencurahkan isi hatinya melalui sosial media. Kebutuhan untuk didengarkan ternyata menjadi salah satu kebutuhan dasar manusia, bahkan Dale Carnegie, seorang penulis Amerika, dalam penelitiannya menunjukan bahwa kebutuhan manusia untuk didengarkan sertara dengan kebutuhan untuk makan, kesehatan, tempat tinggal, dan seks. Wajar saja yaa begitu banyak orang yang sering mengungkapkan perasaannya di sosial media, tapi alangkah baiknya jika kita lebih mengembangkan komunikasi secara langsung, selain dapat mempererat hubungan juga lebih minim resiko akibat curhat di media sosial.

Kebutuhan untuk Dikenal sebagai bentuk kepuasan diri apa yang di alaminya atas presatasi atau yang dianggap dirinya memiliki kelebihan tersendiri

Menurut pandangan psikologi salah satu alasan seseorang eksis di media sosial adalah karena kecenderungan ingin dikenal dan dilihat banyak orang. Tidak dipungkiri bahwa dengan terkenal maka orang secara psikologis akan merasa lebih bangga, hal tersebut juga merupakan hal yang wajar. Akan tetapi fenomena yang berkembang saat ini adalah pengguna media sosial mengekspresikan dirinya secara berlebihan dan bertentangan dengan nilai moral yang dijunjung dalam masyarakat. Dan tidak jarang postingan yang berkonten negatif tersebut menjadi trend dan dianggap goals bagi sebagian orang.

Oleh karena itu, sebaiknya kita sebagai pengguna sosial media dengan lebih bijak dan mulailah lebih peka terhadap masalah dan dampak yang akan terjadi baik bagi diri sendiri atau bagi lingkungan sekitar, dan mulai memahami bahwa ketenaran karena sebuah prestasi lah yang patut dibanggakan. Akan tetapi jika ketenaran tersebut berasal dari benda-benda yang bersifat materi yang dipamerkan di media sosial bukanlah sebuah prestasi.

Lalu apasih sebenarnya alasan seseorang jarang meng-update di sosial media? Berikut beberapa alasannya ???

1.Kurang percaya diri

Kurang percaya diri mungkin menjadi faktor mengapa orang jarang banget update status via sosmed, mungkin karena juga dia bimbang saat mau update takut malah membuang waktu dengan percumah atau juga takut apabila tidak ada respon dari pengguna medsos lainnya. Hal ini lah yang mungkin menjadi penyebab mengapa orang jarang banget update status

2.Takut dibilang ALAY/Berlebihan!!

3.Mungkin Ada Maksud Tertentu, Biasanya Privasi sih!

4.Adanya pemikiran yang Katanya Agar tidak Terlihat Seperti Kekanak-Kanakan

5.Kesibukan-nya dalam dunia nyata menjadikan alasan mengapa dia jarang banget update status via facebook, BBM, Whatshap dll.

BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random