Inilah 9 Cara Agar Lulusan Pondok Sukses Dengan Ilmu Yang Berkah Dan Manfaat, Salah Satunya Menghindari Pacaran Saat Mondok

Sebagai manusia memiliki keinginan sukses tentu menjadi pilihan paling favorit, entah sukses duniawi ataupun akhirat. Lalu siapa orang yang gak mau sukses mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat di pesantren? Tentu semuanya akan menganggukan kepala.

Dari pengalaman-pengalaman saat dipesantren maupun dari orang-orang yang pernah mondok, ciri-ciri santri/anak pesantren yang akan sukses mendapatkan ilmu berkah dan manfaat adalah dengan melihat dan mengenali kegiatan aktivitas sehari-harinya. Keaktifan belajar mengaji maupun menuntut ilmu dipesantren menjadi tanda bahwa seorang santri akan sukses menjadi lulusan pondok.

Mengenal santri yang akan sukses mendapatkan ilmu berkah serta manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain seperti orang tua, saudara adik/kakak, juga keluarga besar dan tentunya masyarakat sekeliling, masyarakat luas bahkan bangsa Negara Republik Indonesia Ini sangatlah penting untuk para orang tua dan juga guru pendidik dalam mengawasi anak-anak yang sedang dalam tahap belajar. ( Khususnya didalam Pondok Pesantren dalam pembahasan ini )

Nah, salah satunya adalah dengan melihat tanda-tanda keakfifan seorang anak. Namun yang sangat perlu di perhatikan untuk jaman sekarang adalah memperhatikan gerak-gerik tingkah laku anak agar terhindar dari pacaran yang melebihi batas, agar tidak fatal.

Bagi santri saat dipesantren maupun seseorang lainnya berkut ini adalah cara menghindari pacaran saat dipondok agar lebih barokah. Para orang tua/guru pendidik juga perlu memerhatikan tanda maupun cirri-cirinya dalam gerak tingkah laku anak sehari-hari.

1.Bersungguh-Sungguh Dalam Belajar
Niat kita di pondok pesantren untuk menghapus kebodohan ,meraih Ridho Allah Swt,ngurip-ngurip Agamanya Allah dll.Belajar sampai mendapatkan ilmu yang banyak dan berkah manfaat ilmu tentunya prioritas paten dalam diri santri, lalu ngapain ngurusin pacaran,hehehe.

Jangan urus yang namanya pacaran kita lakukan apa yang di wajibkan di pondok, kita harus unggul di pondok, itu harus kita pikirkan, kalau kita di pondok hanya memikirkan Perempuan,kelak nantinya kita pulang ke halaman rumah akan merasakan kekecewaan.Waktu mengaji kita tidak bisa diulang lagi tapi nanti ketika kita sudah waktunya kita akan mendapatkan wanita lebih cantik dan sholehah dari wanita yang dulu ingin kita jadikan pacar .

2.Berkumpul Dengan Teman Yang Rajin Dan Dewasa
Nah yang kedua ...siapa bilang kalau di pondok itu anaknya rajin rajin atau sholeh semua ! tidak lah karena anak di pondok kan itu supaya menjadi anak yang sholeh,Makanya kita di pondok harus mencari teman yang lebih pintar atau yang lebih rajin dari kita supaya kita nanti bisa tertular kepintaran dan kesholeh an nya ! hehehe

3. Jangan Pedulikan Pacaran
Yang nomor 3 ini sepertinya udah jelas ...ya untuk apa lagi bro pacaran, apa sih itu untung nya untuk kita! emang bener sih ketika kita pacaran di awal akan terasa sangat maniss sekali bisa menambah semangat tapi nanti ketika di belakang, rasanya akan seperti buah yang sangat lengit, apalagi nanti ketika sudah putus, Uhhhhh rasanya sangat pahit sekali ,,,dan itu bisa mengganggu aktifitas pondok kita kang.

4.Telanjur dan Sudah Putus
Ya gimana lagi kalo kita udah terlanjur ya udah gak apa apa, asal jangan selalu mengenang masa lalau yang sangat manis itu, jangan mengenang mantan pacar kita karena itu bisa sangat menyakitkan !!! Mantan pacar kita itu bukan untuk dikenang tapi harus dibuang jauh jauh dan jangan di pikirkan lagi.Hapus semua kenangan tentang dia, Emang mantan kita.

5.Tidak Membiarkan Diri Kita Terlalu Larut Pada Lawan Jenis
Remaja sering kali terlarut perasaan yang terlalu mendalam terhadap lawan jenis. Biasanya kebutuhannya simple, hanya ingin diperhatikan atau mendapat perhatian. Sering kali anak-anak muda dan remaja terbawa hanyut oleh perasaan sendiri terhadap lawan jenis. Jika perasaan ini tidak dikontrol tentu saja akan membawa pada perilaku pacaran yang kurang baik. Untuk itu, jangan sampai membiarkan diri kita terlarut jauh terbawa emosional. Apalagi terhadap lawan jenis yang belum sah sebagai suami/istri.

6.Mempelajari Hal Yang Baru
Di masa muda atau remaja, rasa kurioritas dan penasaran yang tinggi menjadi hal yang sangat dinanti-nanti dan disukai. Untuk itu, menghindari pacaran kita bisa banyak mempelajari hal baru. Mempelajari hal baru bisa membuat kita tetap berfokus pada ilmu pengetahuan dan karir yang kita tuju. Untuk itu, lebih baik mempelajari hal baru ketimbang harus melakukan pacaran.

7.Memersiapkan Karir Dari Pada Pacaran
Untuk menghindari pacaran, kita bisa mempersiapkan diri terhadap karir atau impian yang kita miliki. Dengan mempersiapkan diri untuk karir maka kita akan lebih fokus terhadap masa depan karir terlebih dahulu ketimbang dari pacaran. Karir adalah hal penting dalam hidup. Dengan karir kita bisa menjalankan tujuan hidup kita sebagai manusia.

8.Mengisi Pikiran Dengan Hal-Hal Yang Positif
Perilaku pacaran bisa terjadi ketika diri kita tidak dipenuhi oleh hal-hal yang positif. Terlalu banyak memikirkan hal-hal yang bersifat emosional dan perasaan, maka biasanya sangat mudah untuk terjeremus hal-hal yang negatif. Perasaan yang positif, penuh semangat dan hikmah akan mengkondisikan diri kita untuk bisa mengontrol diri dan mendapatkan banyak hal dari diri sendiri ketimbang dari orang yang diharapkan atau yang disebut dengan pacar.

9.Melakukan Aktifitas Produktif
Aktivitas produktif adalah salah satu hal yang bisa menjauhkan kita pada kegiatan yang negatif dan kegiatan yang sia-sia. Dengan beraktivitas produktif kita bisa mendapatkan lebih banyak manfaat, tidak akan berpikiran aneh-aneh, atau bahkan terjerumus dalam pemikiran yang dilingkupi oleh hawa nafsu. Untuk itu, mereka yang produktif akan banyak menghasilkan karya dan manfaat. Sedangkan mereka yang sering menunda-nunda waktu atau bahkan menunda-nunda pekerjaan, akan mudah terpengaruh pada pikiran dan aktivitas yang negatif.
Udah Gitu Aja yaaa bye bye

Inilah 9 Cara Agar Lulusan Pondok Sukses Dengan Ilmu Yang Berkah Dan Manfaat, Salah Satunya Menghindari Pacaran Saat Mondok

Inilah 9 Cara Agar Lulusan Pondok Sukses Dengan Ilmu Yang Berkah Dan Manfaat, Salah Satunya Menghindari Pacaran Saat Mondok

Sebagai manusia memiliki keinginan sukses tentu menjadi pilihan paling favorit, entah sukses duniawi ataupun akhirat. Lalu siapa orang yang gak mau sukses mendapatkan ilmu yang berkah dan manfaat di pesantren? Tentu semuanya akan menganggukan kepala.

Dari pengalaman-pengalaman saat dipesantren maupun dari orang-orang yang pernah mondok, ciri-ciri santri/anak pesantren yang akan sukses mendapatkan ilmu berkah dan manfaat adalah dengan melihat dan mengenali kegiatan aktivitas sehari-harinya. Keaktifan belajar mengaji maupun menuntut ilmu dipesantren menjadi tanda bahwa seorang santri akan sukses menjadi lulusan pondok.

Mengenal santri yang akan sukses mendapatkan ilmu berkah serta manfaat untuk diri sendiri maupun orang lain seperti orang tua, saudara adik/kakak, juga keluarga besar dan tentunya masyarakat sekeliling, masyarakat luas bahkan bangsa Negara Republik Indonesia Ini sangatlah penting untuk para orang tua dan juga guru pendidik dalam mengawasi anak-anak yang sedang dalam tahap belajar. ( Khususnya didalam Pondok Pesantren dalam pembahasan ini )

Nah, salah satunya adalah dengan melihat tanda-tanda keakfifan seorang anak. Namun yang sangat perlu di perhatikan untuk jaman sekarang adalah memperhatikan gerak-gerik tingkah laku anak agar terhindar dari pacaran yang melebihi batas, agar tidak fatal.

Bagi santri saat dipesantren maupun seseorang lainnya berkut ini adalah cara menghindari pacaran saat dipondok agar lebih barokah. Para orang tua/guru pendidik juga perlu memerhatikan tanda maupun cirri-cirinya dalam gerak tingkah laku anak sehari-hari.

1.Bersungguh-Sungguh Dalam Belajar
Niat kita di pondok pesantren untuk menghapus kebodohan ,meraih Ridho Allah Swt,ngurip-ngurip Agamanya Allah dll.Belajar sampai mendapatkan ilmu yang banyak dan berkah manfaat ilmu tentunya prioritas paten dalam diri santri, lalu ngapain ngurusin pacaran,hehehe.

Jangan urus yang namanya pacaran kita lakukan apa yang di wajibkan di pondok, kita harus unggul di pondok, itu harus kita pikirkan, kalau kita di pondok hanya memikirkan Perempuan,kelak nantinya kita pulang ke halaman rumah akan merasakan kekecewaan.Waktu mengaji kita tidak bisa diulang lagi tapi nanti ketika kita sudah waktunya kita akan mendapatkan wanita lebih cantik dan sholehah dari wanita yang dulu ingin kita jadikan pacar .

2.Berkumpul Dengan Teman Yang Rajin Dan Dewasa
Nah yang kedua ...siapa bilang kalau di pondok itu anaknya rajin rajin atau sholeh semua ! tidak lah karena anak di pondok kan itu supaya menjadi anak yang sholeh,Makanya kita di pondok harus mencari teman yang lebih pintar atau yang lebih rajin dari kita supaya kita nanti bisa tertular kepintaran dan kesholeh an nya ! hehehe

3. Jangan Pedulikan Pacaran
Yang nomor 3 ini sepertinya udah jelas ...ya untuk apa lagi bro pacaran, apa sih itu untung nya untuk kita! emang bener sih ketika kita pacaran di awal akan terasa sangat maniss sekali bisa menambah semangat tapi nanti ketika di belakang, rasanya akan seperti buah yang sangat lengit, apalagi nanti ketika sudah putus, Uhhhhh rasanya sangat pahit sekali ,,,dan itu bisa mengganggu aktifitas pondok kita kang.

4.Telanjur dan Sudah Putus
Ya gimana lagi kalo kita udah terlanjur ya udah gak apa apa, asal jangan selalu mengenang masa lalau yang sangat manis itu, jangan mengenang mantan pacar kita karena itu bisa sangat menyakitkan !!! Mantan pacar kita itu bukan untuk dikenang tapi harus dibuang jauh jauh dan jangan di pikirkan lagi.Hapus semua kenangan tentang dia, Emang mantan kita.

5.Tidak Membiarkan Diri Kita Terlalu Larut Pada Lawan Jenis
Remaja sering kali terlarut perasaan yang terlalu mendalam terhadap lawan jenis. Biasanya kebutuhannya simple, hanya ingin diperhatikan atau mendapat perhatian. Sering kali anak-anak muda dan remaja terbawa hanyut oleh perasaan sendiri terhadap lawan jenis. Jika perasaan ini tidak dikontrol tentu saja akan membawa pada perilaku pacaran yang kurang baik. Untuk itu, jangan sampai membiarkan diri kita terlarut jauh terbawa emosional. Apalagi terhadap lawan jenis yang belum sah sebagai suami/istri.

6.Mempelajari Hal Yang Baru
Di masa muda atau remaja, rasa kurioritas dan penasaran yang tinggi menjadi hal yang sangat dinanti-nanti dan disukai. Untuk itu, menghindari pacaran kita bisa banyak mempelajari hal baru. Mempelajari hal baru bisa membuat kita tetap berfokus pada ilmu pengetahuan dan karir yang kita tuju. Untuk itu, lebih baik mempelajari hal baru ketimbang harus melakukan pacaran.

7.Memersiapkan Karir Dari Pada Pacaran
Untuk menghindari pacaran, kita bisa mempersiapkan diri terhadap karir atau impian yang kita miliki. Dengan mempersiapkan diri untuk karir maka kita akan lebih fokus terhadap masa depan karir terlebih dahulu ketimbang dari pacaran. Karir adalah hal penting dalam hidup. Dengan karir kita bisa menjalankan tujuan hidup kita sebagai manusia.

8.Mengisi Pikiran Dengan Hal-Hal Yang Positif
Perilaku pacaran bisa terjadi ketika diri kita tidak dipenuhi oleh hal-hal yang positif. Terlalu banyak memikirkan hal-hal yang bersifat emosional dan perasaan, maka biasanya sangat mudah untuk terjeremus hal-hal yang negatif. Perasaan yang positif, penuh semangat dan hikmah akan mengkondisikan diri kita untuk bisa mengontrol diri dan mendapatkan banyak hal dari diri sendiri ketimbang dari orang yang diharapkan atau yang disebut dengan pacar.

9.Melakukan Aktifitas Produktif
Aktivitas produktif adalah salah satu hal yang bisa menjauhkan kita pada kegiatan yang negatif dan kegiatan yang sia-sia. Dengan beraktivitas produktif kita bisa mendapatkan lebih banyak manfaat, tidak akan berpikiran aneh-aneh, atau bahkan terjerumus dalam pemikiran yang dilingkupi oleh hawa nafsu. Untuk itu, mereka yang produktif akan banyak menghasilkan karya dan manfaat. Sedangkan mereka yang sering menunda-nunda waktu atau bahkan menunda-nunda pekerjaan, akan mudah terpengaruh pada pikiran dan aktivitas yang negatif.
Udah Gitu Aja yaaa bye bye

BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random