Kisah Nyata Orang Kesurupan Dimasuki Makhluk Ghaib

Kesurupan adalah kondisi saat tubuh manusia dimasukii atau dihuni oleh makhluk asral atau arwah lainnya. Terkadang hal ini terjadi akibat manusia terlalu sering melamun atau dalam kondisi yang kurang prima.

Nah, mau tahu seperti apa rasanya melihat orang lain kerasukan? Seperti IDN Times sudah rangkum cerita dari 10 orang yang pernah mengalami hal ini.

1. Muridku di pojok sana.

Muridku di pojok sana.

Hari itu seperti biasa aku mengajar di sebuah sekolah menengah pertama. Aku masuk kelas, suasana kelas sudah tidak mengenakkan bagiku siang itu. Aku memulai pelajaran seperti biasa. Namun, yang aku bingungkan adalah salah satu muridku yang ada di pojok kelas. Padahal dia tidak termasuk murid pemalas dan tidak biasa duduk di belakang. Tumben sekali, menurutku. Ketika sesi tanya-jawab, aku pun sengaja memanggil namanya. Aku panggil terus, dia tidak menjawab. Teman sekelasnya pun telah melihatnya kebingungan. Dia hanya duduk tertunduk. Aku pun kembali memanggil namanya. Dia kemudian mulai tertawa. Tertawanya pun beda, suaranya seperti leher sedang tercekik. Perasaanku mulai tidak enak dan benar saja, dia mulai tertawa sendiri. Matanya tertutup, tapi dia seperti tidak bisa mengontrol diri dan terus tertawa. Suasana kelas mulai panik, dan aku meminta para murid untuk keluar dari kelas kemudian meminta ketua kelas untuk memanggil guru dan staf sekolah.

Kemudian, dia malah mulai menangis. Dia berkata "Aku juga mau ikut belajar. Aku nggak mau di sini terus. Aku ikut dia terus, ya." Bulu kudukku pun berdiri. Jujur, aku panik dan takut murid-murid lain terkena hal serupa. Akhirnya, guru lain pun datang dan bantu menenangkannya. Dia terus berteriak meminta para guru memanjatkan doa di dekatnya. Sekitar 10 menit guru berjibaku dengan makhluk yang ada di dalamnya. Akhirnya dia tenang, meskipun diakhiri dengan tawa yang membuat diriku merinding.

2. Temanku terlalu 'tidak tahu diri'.

Temanku terlalu 'tidak tahu diri'.

Seperti biasa aku nongkrong dengan teman-temanku pada sore hari. Menjelang maghrib, aku dan teman-teman lain ingin pulang, tapi Putri tidak mau. Dia bersikeras untuk nongkrong dulu. Kami pun mengalah. Namun, yang menjadi masalah adalah tingkah laku Putri yang seperti tidak mengindahkan sejumlah larangan di tempat nongkrong kamu. Dia mulai merokok dan buang sampah seenaknya. Melewati adzan Maghrib, Putri mulai terdiam. Dia tidak merokok ataupun ngobrol dengan kita. Salah satu temanku pun menepuknya dan berkata "Hoi, kan lu yang ngajak kita nongkrong lagi, kok diam sih."

Putri mulai menangis dan meronta-ronta. Dia pun berteriak "Kurang ajar kamu! Kurang ajar kalian! Pergi! Pergi!". Kami panik, berusaha menenangkannya. Kami sadar kalau dia kerasukan. Kami pun segera meminta tolong satpam di pos jaga depan. Satpam tersebut sadar bahwa ada yang tidak beres dan segera berlari ke arah kami. Putri terus memberontak dan mencakar teman-teman laki-laki yang menahannya. Satpam tersebut seperti sudah paham cara mengusir makhluk yang ada dalam tubuh Putri. "Hei! Jangan ganggu! Biarkan mereka main!" kata Satpam. "Dia nggak sopan. Rumahku dibuangi sampah! Pergi! Pergi!" balas Putri. Bapak Satpam tersebut pun habis-habisan baca doa dan Putri kembali memberontak.

Lebih dari 20 menit, sampai akhirnya makhluk itu pergi. Putri diangkat ke pos satpam dan kami diceramahi habis-habisan oleh bapak itu.

3. Makhluk itu berpindah-pindah.

Makhluk itu berpindah-pindah.

Kelasku waktu itu kosong, jam menunjukkan pukul 13.00. Guru kami tidak masuk dan tidak ada guru pengganti. Kami pun hanya bermain-main. Namun semuanya terdiam ketika salah satu teman kami tertawa dengan suara nyaring. Kami memintanya untuk lebih tenang agar tidak dimarahi guru dari kelas lain. Dia tidak bisa diam, sampai akhirnya mulai kejang-kejang. Kami panik, teman-temanku yang perempuan mulai ketakutan. Guru di kelas sebelah mendatangi kami dengan raut wajah marah. Ketua kelas kami berusaha menjelaskan dan akhirnya para cowok dan guru tersebut mengangkat teman yang kesurupan ini ke UKS.

Di sana, beberapa guru ikut berkumpul dan baca doa. Sebentar saja setelah dibacai doa, dia sudah tenang. Namun, teriakan terdengar dari kelas kami lagi. Ternyata murid lain juga terkena hal serupa. Guru pun berlari ke kelas. Kembali doa-doa berhasil mengusir makhluk itu. Namun murid lain di kelas kami pun berteriak lagi. Guru-guru kebingungan terus membaca doa sampai 10 menit kemudian. Keadaan lebih tenang dan murid-murid langsung dipulangkan.

4. Anak tetanggaku diikuti dan terus dirasuki.

 4. Anak tetanggaku diikuti dan terus dirasuki.

Jadi, singkatnya malam itu anak tetanggaku sakit panas. Demam tinggi, kata orangtuanya saat meminta es batu di rumahku. Semalaman aku bisa mendengar anaknya mengerang. Kemudian, keesokkan harinya dia lebih tenang. Namun malamnya, suhu badannya kembali naik dan dia kembali mengerang. Karena curiga, warga lain meminta keluarga itu untuk memeriksakan anaknya ke paranornal. Akhirnya paranormal dipanggil sore itu. Anak tersebut langsung lari ketakutan dan berteriak-teriak ketika melihat sang paranormal. Kemudian anak itu mulai berteriak ketika sang paranormal mengucap doa.

"Panas! Panas! Berhenti!" kata anak itu. Sang orangtua yang tidak tega pun meminta paranormal untuk menghentikannya. Namun, sang paranormal tidak mau dan memberitahu bahwa anaknya telah diikuti oleh genderuwo dan setiap malam ingin merasuki tubuh anak itu agar bisa mendapat energi dari manusia. Pasrah, orangtuanya pun ikuti memanjatkan doa bersama paranormal itu. Anak tersebut terus mengerang kesakitan dan kepanasan. Hingga cukup lama, akhirnya tenang dan sadar. Dia mengatakan "Ma, om bulu-bulunya masih ada di depan rumah." Sang dukun pun membantu keluarga tersebut mengusir makhluk hidup.

5. Pembantu baruku dapat 'teman' baru.

Pembantu baruku dapat 'teman' baru.

Bulan lalu aku mendapat pembantu baru setelah tiga bulan aku kesulitan mendapatkan yang cocok. Pembantu baruku ini pekerja keras dan jujur. Dia juga baik hati kepada keluargaku. Dua bulan pertama, dia mulai melaporkan padaku kalau kurang enak dengan suasana kamarnya di dekat dapur. Aku memahami kondisinya, mungkin dia terlalu peka. Bagiku karena tingkahnya yang baik, aku berikan pula yang dia inginkan dengan kamar kosong lainnya di dekat kamar anakku.

Tidak ada komplain lagi darinya selama dua minggu. Namun, suatu malam dia berteriak-teriak dan menggedor-gedor dinding kamarnya. Anakku yang panik langsung nangis dan aku serta suami pun langsung menenangkan anak dan mengecek pembantu. Ketika diketuk tidak ada respon, hanya teriakan dari kamarnya. Kami panik dan meminta sopir kami untuk membantu suami mendobrak pintu kamarnya. Terlihat dia sudah di lantai dengan badan sudah kejang-kejang sambil teriak. Kami pun langsung meminta supir untuk meminta tolong tetangga seberang rumah yang memang punya kemampuan lebih. Tak lama dia datang dan mengatakan bahwa pembantu kami sedang diperebutkan dua makhluk.

Keduanya saling keluar masuk dari tubuhnya. Tetangga kami segera membaca doa-doa sambil membawa Al Quran. Dia terus menerus membaca sambil mengarahkan Al Quran ke pembantu kami. "Pergi, jangan ganggu keluarga ini! Kalian tidak bisa punya satu tubuh untuk kalian sendiri!" Terus menerus doa dipanjatkan. Hampir 45 menit semua ini terjadi, sampai pembantu kami lebih tenang dan diberi air yang sebelumnya sudah didoakan. Setelah beres, kami akhirnya memindahkan semua anggota keluarga serta pembantu di lantai dasar dan kamar berdekatan.

6. Adik iparku menarik makhluk lain.

Adik iparku menarik makhluk lain.

Rumahku memang terkenal angker. Namun, anggota keluargaku tidak pernah ada yang kesurupan. Mungkin hanya suara-suara benda digerakkan dan lari-larian saja. Kami merasa tidak masalah. Namun, semunya berubah ketika adik suamiku menginap di rumah kami. Dia bermalam selama dua hari, tapi di malam kedua dia mulai mengeluhkan bahwa sering dicolek dan dipanggil namanya. Suamiku berusaha menenangkannya dan memintanya sekamar dengan anak kami.

Dan malam terakhir justru jadi malam puncaknya. Makhluk yang selama ini mengganggunya merasuki tubuhnya. Dia mengerang, menangis, kemudian tertawa. "Aku senang sama dia, tidak seperti kalian, sangat nyaman masuk dalam tubuhnya." ujar adik iparku. Suamiku panik dan membawa air sembari membacakan doa. Adik iparku pun semakin tidak karuan, menangis dan meminta ampun. Akhirnya suamiku bilang, "Pergi dari rumah ini, selamanya, jangan ganggu keluarga saya lagi." Namun, makhluk itu gigih. Tetangga kami yang merasa terganggu mendatangi rumah kami. Kemudian, menyadari apa yang terjadi dia langsung membantu doakan.

Aku tidak tahu apa kemampuan tetanggaku, tapi seakan-akan dia punya energi besar sampai makhluk itu minta ampun sejadi-jadinya. Hanya butuh lima menit dan makhluk itu keluar.

7. Toilet sekolahku.

 Toilet sekolahku

Temanku, sebut saja Tasya, memang punya indera keenam. Dia memang sering kerasukan. Namun, ini pertama kalinya aku melihat dia kerasukan secara langsung. Kami ke toilet bersama. Ketika masuk, dia hanya dia, aku ajak ngobrol dia diam. Aku pun membiarkannya. Keluar dari toilet, aku cuci tangan di wastafel. Tasya masih diam saja. Namun, ketika aku mengajaknya keluar dia tidak mau dan mulai tertawa. Tawanya seperti tawa-tawa hantu perempuan di televisi. Seram deh!

Tasya cekikikan sambil memandangku. Tasya berkata "Mau ikut aku?" Aku panik dan berteriak. Aku berteriak sekeras mungkin. Tasya masih menunjukku dan terus mengatakan hal sama sambil tertawa. Pegawai sekolah yang mendengar teriakanku langsung masuk ke toilet dan menanyakan penyebab aku teriak. Aku menunjuk Tasya. Pegawai itu lalu memintaku segera keluar. Tasya masih berdiri di situ, wajahnya semakin pucat. Guru-guru datang bersama pegawai lain dan berusaha membawa Tasya keluar dari toilet.

Dia meronta dan berteriak "Nggak mau, aku mau dia. Lepas! Dia mau ikut aku." Aku semakin panik dan tidak kuat menahan air mata. Akhirnya Tasya berhasil dikeluarkan dari toilet, tapi kondisinya sama. Mulai dibacakan doa, tapi malah hanya tertawa. Kepala sekolah pun datang dengan seorang paranormal. 15 menit lebih paranormal tersebut mengusir makhluk itu. Dia terus mengatakan bahwa Tasya bersedia pergi dengannya. Namun, akhirnya berhasil dikeluarkan dan Tasya berangsur tenang.

8. Sepupuku yang terlalu peka.


Sepupuku baru berusia 15 tahun dan punya indera keenam. Hari itu kami sedang acara keluarga. Kami bermain dengan sepupu-sepupu lainnya yang masih kecil. Salah satu sepupuku yang kecil berkata padanya, "Mbak Titi, ada temannya di belakang." Padahal kami bermain di belakang rumah dan belakang Titi tidak ada orang. Aku parno, Titi berusaha mengelak. Aku berusaha tidak panik, tapi Titi mulai merasa aneh dan dia utarakan padaku. Aku semakin panik dan meminta para sepupuku yang kecil masuk untuk memanggil orangtua Titi.

Benar saja, tidak lama setelah mereka masuk, Titi mulai menangis sendiri. "Aku mau pulang, aku mau pulang, tolong, tolong." ujar Titi. Aku panik dan berteriak kepada ayah Titi. Ayahnya yang sadar dengan kondisi Titi segera menuju ke belakang. Satu rumah gempar, anak-anak sepupu yang kecil mulai ditemani ke tempat lain agar tidak diganggu. Pamanku dan ayahku mulai membaca doa, sembari ibunya Titi terus memanggilnya. Tidak lama, Titi tidak menangis lagi. Namun, dia malah tertawa sekarang.

Panik kembali berlanjut. Para bapak-bapak terus membaca doa. Akhirnya Titi lebih tenang dan sadarkan diri setelah 30 menit.

9. Muridku berteriak dan menangis.


Sore itu pelajaran tambahan untuk SMA kelas tiga dalam rangka UN. Namun kejadian aneh terjadi di hari terakhir pelajaran tambahan. Sesaat sebelum memulai belajar, dua murid dari masing-masing kelas di lantai atas dan dasar kerasukan. Keempat murid itu ada yang berteriak histeris. Ada juga yang menangis minta tolong. Kepanikan terjadi. Beberapa siswa yang penasaran hanya celingak-celinguk. Aku dan beberapa guru serta murid laki-laki lainnya berusaha menempatkan keempatnya dalam satu ruangan yang sama.

Kami bingung, bagaimana caranya menghentikan ini. Kami terus menerus membaca doa. Kami bingung karena kondisi keempatnya tidak berubah. Kami pun meminta murid-murid untuk membubarkan diri dan agar menghubungi orangtua keempat murid ini. Setengah jam kondisi mereka tidak membaik. Akhirnya wakil kepala sekolah akhirnya meminta bantuan paranormal. Paranormal yang didatangkan pun dua sekaligus. Justru setelah kedatangan kedua paranormal, keempat murid malah jadi tertawa semua. Seperti menertawai keputusan kami.

Akhirnya, kedua paranormal itu berjuang dengan doa dan sesajen yang dibawa. Orangtua keempat murid itu tiba dan membantu memanggil serta berdoa untuk anaknya. Dua jam kemudian, paranormal baru berhasil mengeluarkan satu. Ketiganya masih terus berubah-ubah. Menangis, tertawa, meminta ampun, sampai ada yang mengatakan bahwa tubuh murid ini telah jadi miliknya.

Kami akhirnya berhasil membebaskan tiga murid saat adzan Maghrib berkumandang. Makhluk-makhluk itu seperti benar-benar panik dan keluar dari tubuh mereka.

10. Lokasi wisata angker.

Hari itu aku dan keluarga memutuskan untuk berkunjung ke vila kami. Ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, pikirku. Baru malam pertama, istriku sudah kerasukan. Dia kejang-kejang sambil menangis. Aku yang kebingungan terus membacakan doa. Cukup lama kondisi istriku tidak berubah, tapi memang ada saja bantuan dari Tuhan. Penjaga rumah kami terbangun dan segera mencari orang pintar kenalannya.

15 menit kemudian dia kembali bersama sang dukun. Dukun mengatakan bahwa arwah penasaran dekat vila kamilah yang merasuki istri. Aku berusaha menenangkan anakku yang terus menangis memanggil mamanya. Paranormal sempat mengaku kesulitan karena energi yang dimiliki makhluk itu besar. Dimintalah sejumlah sesajen untuk makhluk itu. Doa-doa pun ikut saya panjatkan. Penjaga rumah kami juga terus membantu sang dukun untuk membaca doa dan menekan ujung jempol kaki istriku.

Cukup lama sampai akhirnya dia tenang. Meski begitu, sang paranormal akui bahwa makhluk tersebut masih mengawasi istriku. Benar saja, tidak lama istriku mulai berteriak-teriak lagi. Paranormal seperti kehilangan akal, tapi berusaha untuk terus menggunakan jampi-jampinya. Selama 30 menit, sejumlah sesajen dan sejenis hadiah kepada makhluk itu diberikan agar segera keluar dari tubuh istriku. Akhirnya berhasil dan istriku berangsur normal. Paranormal tersebut bahkan sampai lari ke depan rumah untuk benar-benar mengejar dan mengusir makhluk itu dari vila kami.

Subuhnya aku dan keluarga langsung pulang.

Pengalaman-pengalaman di atas ini memang akan buat kita panik dan khawatir, apalagi orang-orang terdekat kita yang alami itu. Pernah alami hal serupa? Coba di-share!

10 Kisah Nyata Orang Kesurupan Dimasuki Makhluk Ghaib Ini Bakal Buatmu Merinding

Kisah Nyata Orang Kesurupan Dimasuki Makhluk Ghaib

Kesurupan adalah kondisi saat tubuh manusia dimasukii atau dihuni oleh makhluk asral atau arwah lainnya. Terkadang hal ini terjadi akibat manusia terlalu sering melamun atau dalam kondisi yang kurang prima.

Nah, mau tahu seperti apa rasanya melihat orang lain kerasukan? Seperti IDN Times sudah rangkum cerita dari 10 orang yang pernah mengalami hal ini.

1. Muridku di pojok sana.

Muridku di pojok sana.

Hari itu seperti biasa aku mengajar di sebuah sekolah menengah pertama. Aku masuk kelas, suasana kelas sudah tidak mengenakkan bagiku siang itu. Aku memulai pelajaran seperti biasa. Namun, yang aku bingungkan adalah salah satu muridku yang ada di pojok kelas. Padahal dia tidak termasuk murid pemalas dan tidak biasa duduk di belakang. Tumben sekali, menurutku. Ketika sesi tanya-jawab, aku pun sengaja memanggil namanya. Aku panggil terus, dia tidak menjawab. Teman sekelasnya pun telah melihatnya kebingungan. Dia hanya duduk tertunduk. Aku pun kembali memanggil namanya. Dia kemudian mulai tertawa. Tertawanya pun beda, suaranya seperti leher sedang tercekik. Perasaanku mulai tidak enak dan benar saja, dia mulai tertawa sendiri. Matanya tertutup, tapi dia seperti tidak bisa mengontrol diri dan terus tertawa. Suasana kelas mulai panik, dan aku meminta para murid untuk keluar dari kelas kemudian meminta ketua kelas untuk memanggil guru dan staf sekolah.

Kemudian, dia malah mulai menangis. Dia berkata "Aku juga mau ikut belajar. Aku nggak mau di sini terus. Aku ikut dia terus, ya." Bulu kudukku pun berdiri. Jujur, aku panik dan takut murid-murid lain terkena hal serupa. Akhirnya, guru lain pun datang dan bantu menenangkannya. Dia terus berteriak meminta para guru memanjatkan doa di dekatnya. Sekitar 10 menit guru berjibaku dengan makhluk yang ada di dalamnya. Akhirnya dia tenang, meskipun diakhiri dengan tawa yang membuat diriku merinding.

2. Temanku terlalu 'tidak tahu diri'.

Temanku terlalu 'tidak tahu diri'.

Seperti biasa aku nongkrong dengan teman-temanku pada sore hari. Menjelang maghrib, aku dan teman-teman lain ingin pulang, tapi Putri tidak mau. Dia bersikeras untuk nongkrong dulu. Kami pun mengalah. Namun, yang menjadi masalah adalah tingkah laku Putri yang seperti tidak mengindahkan sejumlah larangan di tempat nongkrong kamu. Dia mulai merokok dan buang sampah seenaknya. Melewati adzan Maghrib, Putri mulai terdiam. Dia tidak merokok ataupun ngobrol dengan kita. Salah satu temanku pun menepuknya dan berkata "Hoi, kan lu yang ngajak kita nongkrong lagi, kok diam sih."

Putri mulai menangis dan meronta-ronta. Dia pun berteriak "Kurang ajar kamu! Kurang ajar kalian! Pergi! Pergi!". Kami panik, berusaha menenangkannya. Kami sadar kalau dia kerasukan. Kami pun segera meminta tolong satpam di pos jaga depan. Satpam tersebut sadar bahwa ada yang tidak beres dan segera berlari ke arah kami. Putri terus memberontak dan mencakar teman-teman laki-laki yang menahannya. Satpam tersebut seperti sudah paham cara mengusir makhluk yang ada dalam tubuh Putri. "Hei! Jangan ganggu! Biarkan mereka main!" kata Satpam. "Dia nggak sopan. Rumahku dibuangi sampah! Pergi! Pergi!" balas Putri. Bapak Satpam tersebut pun habis-habisan baca doa dan Putri kembali memberontak.

Lebih dari 20 menit, sampai akhirnya makhluk itu pergi. Putri diangkat ke pos satpam dan kami diceramahi habis-habisan oleh bapak itu.

3. Makhluk itu berpindah-pindah.

Makhluk itu berpindah-pindah.

Kelasku waktu itu kosong, jam menunjukkan pukul 13.00. Guru kami tidak masuk dan tidak ada guru pengganti. Kami pun hanya bermain-main. Namun semuanya terdiam ketika salah satu teman kami tertawa dengan suara nyaring. Kami memintanya untuk lebih tenang agar tidak dimarahi guru dari kelas lain. Dia tidak bisa diam, sampai akhirnya mulai kejang-kejang. Kami panik, teman-temanku yang perempuan mulai ketakutan. Guru di kelas sebelah mendatangi kami dengan raut wajah marah. Ketua kelas kami berusaha menjelaskan dan akhirnya para cowok dan guru tersebut mengangkat teman yang kesurupan ini ke UKS.

Di sana, beberapa guru ikut berkumpul dan baca doa. Sebentar saja setelah dibacai doa, dia sudah tenang. Namun, teriakan terdengar dari kelas kami lagi. Ternyata murid lain juga terkena hal serupa. Guru pun berlari ke kelas. Kembali doa-doa berhasil mengusir makhluk itu. Namun murid lain di kelas kami pun berteriak lagi. Guru-guru kebingungan terus membaca doa sampai 10 menit kemudian. Keadaan lebih tenang dan murid-murid langsung dipulangkan.

4. Anak tetanggaku diikuti dan terus dirasuki.

 4. Anak tetanggaku diikuti dan terus dirasuki.

Jadi, singkatnya malam itu anak tetanggaku sakit panas. Demam tinggi, kata orangtuanya saat meminta es batu di rumahku. Semalaman aku bisa mendengar anaknya mengerang. Kemudian, keesokkan harinya dia lebih tenang. Namun malamnya, suhu badannya kembali naik dan dia kembali mengerang. Karena curiga, warga lain meminta keluarga itu untuk memeriksakan anaknya ke paranornal. Akhirnya paranormal dipanggil sore itu. Anak tersebut langsung lari ketakutan dan berteriak-teriak ketika melihat sang paranormal. Kemudian anak itu mulai berteriak ketika sang paranormal mengucap doa.

"Panas! Panas! Berhenti!" kata anak itu. Sang orangtua yang tidak tega pun meminta paranormal untuk menghentikannya. Namun, sang paranormal tidak mau dan memberitahu bahwa anaknya telah diikuti oleh genderuwo dan setiap malam ingin merasuki tubuh anak itu agar bisa mendapat energi dari manusia. Pasrah, orangtuanya pun ikuti memanjatkan doa bersama paranormal itu. Anak tersebut terus mengerang kesakitan dan kepanasan. Hingga cukup lama, akhirnya tenang dan sadar. Dia mengatakan "Ma, om bulu-bulunya masih ada di depan rumah." Sang dukun pun membantu keluarga tersebut mengusir makhluk hidup.

5. Pembantu baruku dapat 'teman' baru.

Pembantu baruku dapat 'teman' baru.

Bulan lalu aku mendapat pembantu baru setelah tiga bulan aku kesulitan mendapatkan yang cocok. Pembantu baruku ini pekerja keras dan jujur. Dia juga baik hati kepada keluargaku. Dua bulan pertama, dia mulai melaporkan padaku kalau kurang enak dengan suasana kamarnya di dekat dapur. Aku memahami kondisinya, mungkin dia terlalu peka. Bagiku karena tingkahnya yang baik, aku berikan pula yang dia inginkan dengan kamar kosong lainnya di dekat kamar anakku.

Tidak ada komplain lagi darinya selama dua minggu. Namun, suatu malam dia berteriak-teriak dan menggedor-gedor dinding kamarnya. Anakku yang panik langsung nangis dan aku serta suami pun langsung menenangkan anak dan mengecek pembantu. Ketika diketuk tidak ada respon, hanya teriakan dari kamarnya. Kami panik dan meminta sopir kami untuk membantu suami mendobrak pintu kamarnya. Terlihat dia sudah di lantai dengan badan sudah kejang-kejang sambil teriak. Kami pun langsung meminta supir untuk meminta tolong tetangga seberang rumah yang memang punya kemampuan lebih. Tak lama dia datang dan mengatakan bahwa pembantu kami sedang diperebutkan dua makhluk.

Keduanya saling keluar masuk dari tubuhnya. Tetangga kami segera membaca doa-doa sambil membawa Al Quran. Dia terus menerus membaca sambil mengarahkan Al Quran ke pembantu kami. "Pergi, jangan ganggu keluarga ini! Kalian tidak bisa punya satu tubuh untuk kalian sendiri!" Terus menerus doa dipanjatkan. Hampir 45 menit semua ini terjadi, sampai pembantu kami lebih tenang dan diberi air yang sebelumnya sudah didoakan. Setelah beres, kami akhirnya memindahkan semua anggota keluarga serta pembantu di lantai dasar dan kamar berdekatan.

6. Adik iparku menarik makhluk lain.

Adik iparku menarik makhluk lain.

Rumahku memang terkenal angker. Namun, anggota keluargaku tidak pernah ada yang kesurupan. Mungkin hanya suara-suara benda digerakkan dan lari-larian saja. Kami merasa tidak masalah. Namun, semunya berubah ketika adik suamiku menginap di rumah kami. Dia bermalam selama dua hari, tapi di malam kedua dia mulai mengeluhkan bahwa sering dicolek dan dipanggil namanya. Suamiku berusaha menenangkannya dan memintanya sekamar dengan anak kami.

Dan malam terakhir justru jadi malam puncaknya. Makhluk yang selama ini mengganggunya merasuki tubuhnya. Dia mengerang, menangis, kemudian tertawa. "Aku senang sama dia, tidak seperti kalian, sangat nyaman masuk dalam tubuhnya." ujar adik iparku. Suamiku panik dan membawa air sembari membacakan doa. Adik iparku pun semakin tidak karuan, menangis dan meminta ampun. Akhirnya suamiku bilang, "Pergi dari rumah ini, selamanya, jangan ganggu keluarga saya lagi." Namun, makhluk itu gigih. Tetangga kami yang merasa terganggu mendatangi rumah kami. Kemudian, menyadari apa yang terjadi dia langsung membantu doakan.

Aku tidak tahu apa kemampuan tetanggaku, tapi seakan-akan dia punya energi besar sampai makhluk itu minta ampun sejadi-jadinya. Hanya butuh lima menit dan makhluk itu keluar.

7. Toilet sekolahku.

 Toilet sekolahku

Temanku, sebut saja Tasya, memang punya indera keenam. Dia memang sering kerasukan. Namun, ini pertama kalinya aku melihat dia kerasukan secara langsung. Kami ke toilet bersama. Ketika masuk, dia hanya dia, aku ajak ngobrol dia diam. Aku pun membiarkannya. Keluar dari toilet, aku cuci tangan di wastafel. Tasya masih diam saja. Namun, ketika aku mengajaknya keluar dia tidak mau dan mulai tertawa. Tawanya seperti tawa-tawa hantu perempuan di televisi. Seram deh!

Tasya cekikikan sambil memandangku. Tasya berkata "Mau ikut aku?" Aku panik dan berteriak. Aku berteriak sekeras mungkin. Tasya masih menunjukku dan terus mengatakan hal sama sambil tertawa. Pegawai sekolah yang mendengar teriakanku langsung masuk ke toilet dan menanyakan penyebab aku teriak. Aku menunjuk Tasya. Pegawai itu lalu memintaku segera keluar. Tasya masih berdiri di situ, wajahnya semakin pucat. Guru-guru datang bersama pegawai lain dan berusaha membawa Tasya keluar dari toilet.

Dia meronta dan berteriak "Nggak mau, aku mau dia. Lepas! Dia mau ikut aku." Aku semakin panik dan tidak kuat menahan air mata. Akhirnya Tasya berhasil dikeluarkan dari toilet, tapi kondisinya sama. Mulai dibacakan doa, tapi malah hanya tertawa. Kepala sekolah pun datang dengan seorang paranormal. 15 menit lebih paranormal tersebut mengusir makhluk itu. Dia terus mengatakan bahwa Tasya bersedia pergi dengannya. Namun, akhirnya berhasil dikeluarkan dan Tasya berangsur tenang.

8. Sepupuku yang terlalu peka.


Sepupuku baru berusia 15 tahun dan punya indera keenam. Hari itu kami sedang acara keluarga. Kami bermain dengan sepupu-sepupu lainnya yang masih kecil. Salah satu sepupuku yang kecil berkata padanya, "Mbak Titi, ada temannya di belakang." Padahal kami bermain di belakang rumah dan belakang Titi tidak ada orang. Aku parno, Titi berusaha mengelak. Aku berusaha tidak panik, tapi Titi mulai merasa aneh dan dia utarakan padaku. Aku semakin panik dan meminta para sepupuku yang kecil masuk untuk memanggil orangtua Titi.

Benar saja, tidak lama setelah mereka masuk, Titi mulai menangis sendiri. "Aku mau pulang, aku mau pulang, tolong, tolong." ujar Titi. Aku panik dan berteriak kepada ayah Titi. Ayahnya yang sadar dengan kondisi Titi segera menuju ke belakang. Satu rumah gempar, anak-anak sepupu yang kecil mulai ditemani ke tempat lain agar tidak diganggu. Pamanku dan ayahku mulai membaca doa, sembari ibunya Titi terus memanggilnya. Tidak lama, Titi tidak menangis lagi. Namun, dia malah tertawa sekarang.

Panik kembali berlanjut. Para bapak-bapak terus membaca doa. Akhirnya Titi lebih tenang dan sadarkan diri setelah 30 menit.

9. Muridku berteriak dan menangis.


Sore itu pelajaran tambahan untuk SMA kelas tiga dalam rangka UN. Namun kejadian aneh terjadi di hari terakhir pelajaran tambahan. Sesaat sebelum memulai belajar, dua murid dari masing-masing kelas di lantai atas dan dasar kerasukan. Keempat murid itu ada yang berteriak histeris. Ada juga yang menangis minta tolong. Kepanikan terjadi. Beberapa siswa yang penasaran hanya celingak-celinguk. Aku dan beberapa guru serta murid laki-laki lainnya berusaha menempatkan keempatnya dalam satu ruangan yang sama.

Kami bingung, bagaimana caranya menghentikan ini. Kami terus menerus membaca doa. Kami bingung karena kondisi keempatnya tidak berubah. Kami pun meminta murid-murid untuk membubarkan diri dan agar menghubungi orangtua keempat murid ini. Setengah jam kondisi mereka tidak membaik. Akhirnya wakil kepala sekolah akhirnya meminta bantuan paranormal. Paranormal yang didatangkan pun dua sekaligus. Justru setelah kedatangan kedua paranormal, keempat murid malah jadi tertawa semua. Seperti menertawai keputusan kami.

Akhirnya, kedua paranormal itu berjuang dengan doa dan sesajen yang dibawa. Orangtua keempat murid itu tiba dan membantu memanggil serta berdoa untuk anaknya. Dua jam kemudian, paranormal baru berhasil mengeluarkan satu. Ketiganya masih terus berubah-ubah. Menangis, tertawa, meminta ampun, sampai ada yang mengatakan bahwa tubuh murid ini telah jadi miliknya.

Kami akhirnya berhasil membebaskan tiga murid saat adzan Maghrib berkumandang. Makhluk-makhluk itu seperti benar-benar panik dan keluar dari tubuh mereka.

10. Lokasi wisata angker.

Hari itu aku dan keluarga memutuskan untuk berkunjung ke vila kami. Ingin menghabiskan akhir pekan bersama keluarga, pikirku. Baru malam pertama, istriku sudah kerasukan. Dia kejang-kejang sambil menangis. Aku yang kebingungan terus membacakan doa. Cukup lama kondisi istriku tidak berubah, tapi memang ada saja bantuan dari Tuhan. Penjaga rumah kami terbangun dan segera mencari orang pintar kenalannya.

15 menit kemudian dia kembali bersama sang dukun. Dukun mengatakan bahwa arwah penasaran dekat vila kamilah yang merasuki istri. Aku berusaha menenangkan anakku yang terus menangis memanggil mamanya. Paranormal sempat mengaku kesulitan karena energi yang dimiliki makhluk itu besar. Dimintalah sejumlah sesajen untuk makhluk itu. Doa-doa pun ikut saya panjatkan. Penjaga rumah kami juga terus membantu sang dukun untuk membaca doa dan menekan ujung jempol kaki istriku.

Cukup lama sampai akhirnya dia tenang. Meski begitu, sang paranormal akui bahwa makhluk tersebut masih mengawasi istriku. Benar saja, tidak lama istriku mulai berteriak-teriak lagi. Paranormal seperti kehilangan akal, tapi berusaha untuk terus menggunakan jampi-jampinya. Selama 30 menit, sejumlah sesajen dan sejenis hadiah kepada makhluk itu diberikan agar segera keluar dari tubuh istriku. Akhirnya berhasil dan istriku berangsur normal. Paranormal tersebut bahkan sampai lari ke depan rumah untuk benar-benar mengejar dan mengusir makhluk itu dari vila kami.

Subuhnya aku dan keluarga langsung pulang.

Pengalaman-pengalaman di atas ini memang akan buat kita panik dan khawatir, apalagi orang-orang terdekat kita yang alami itu. Pernah alami hal serupa? Coba di-share!

BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random