Rasanya Jadi Anak Pondok 15 Hal Kehidupan Yang Bakal Di Alami Santri  Inilah Perjuangan Yang Pasti Berkah

Memilih menjalani hidup di pondok pesantren adalah pilihan yang berat. Tetapi itu menunjukkan kalau kamu adalah orang yang kuat. Karena memang, kehidupan di pesantren dan di rumah sangat berbeda. Tapi gak apa-apa lah itulah yang dinamakan perjuangan, dimana perjuangan memerlukan pengorbanan. Nah itulah yang menjadi istimewanya anak santri, jika kamu pernah tinggal di pondok pesantren atau "mondok", kamu pasti tahu rasanya menjadi santri.hal-hal berikut ini akan mengulas kehidupan yang di alami dipesantren! yuk kita simak bagaimana rasanya menjadi santri di pondok pesantren.

Pertama
Kamu bakal jauh dari orangtua dan keluarga dalam waktu yang lama. Kamu juga harus siap menahan kangen rindu yang datang kapan saja. Inilah pengorbananan perasaan jiwa demi menuntut ilmu agama yang kelak bakal bermanfaat di masa mendatang.

kedua
Tinggal di pondok bikin kamu gak bisa seenaknya pulang. Soalnya jadwal liburan semestermu pun sudah penuh dengan kegiatan pondok. Tapi Jadwal kegiatan pondok yang kelihatannya padat itu belum tentu seperti yang kita bayangkan. Tergantung Pondoknya aja, toh juga kamu belum mengalami. Biasanya kalau sudah tingkat akhir, maka siap-siap aja deh jadi yang paling sering di pondok. Penghuni pondok yang tak pernah pulang.


ketiga
Kamu harus membiasakan diri dengan jadwal belajar yang super padat. Seolah-olah gak ada waktu istirahat~
Jadwalmu bakal penuh dengan agenda belajar untuk sekolah, belajar untuk pelajaran pondok, kegiatan ekstrakurikuler dan menghafal Al-Quran. Rutinitas sehari-hari padat merayap.



4. Bangun tidur jam tiga pagi? Sudah biasa.



Biasanya kamu bangun jam tiga pagi untuk shalat malam atau Tahajud. Kemudian lanjut mengaji dan menunggu salat subuh. Gak heran kamu bakal punya wajah yag menahan kantuk berangkat ke masjid.

5. Kamu bakal benar-benar merasakan yang namanya penegakan aturan. Setiap aturan yang dilanggar ada hukumannya.



6. Menghafal Al-Quran di pondok adalah kegiatanmu sehari-hari.



Jadi, kamu sudah hafal berapa juz Al-Qurannya?

7. Kamu yang paling tahu gimana rasanya harus bisa minimal dua bahasa asing. Bahasa Arab dan bahasa Inggris adalah bahasa yang sehari-hari kamu gunakan di pondok


8. Belum sah jadi anak pondok kalau kamu belum pernah kena penyakit kulit berjamaah.



9. Tidur dengan lima sampai 10 orang di satu kamar sudah biasa. Saat tidur sendirian, kamu malah merasa kesepian.



10. Setiap ada makanan pasti bakal dinikmati bersama teman-temanmu. Tidak ada kata pelit berbagi di dalam kamusmu.

11. Anak pondok mana sih yang gak pernah pinjam hape di ibu-ibu kantin atau penjaga pondok demi bisa nelpon ke rumah?

Rasa kangen untuk sekedar mendengar suara keluarga tercinta tidak bisa kamu tuntaskan dengan bebas. Gak heran kamu bakal pinjam hape orang.

12. Perlahan kamu terbiasa mandiri. Semua kebiasaan "manja"-mu berubah sejak masuk pondok.

13. Bahagia banget waktu petugas pondok bilang ada kiriman untukmu atau ada tamu yang menunggumu di ruang tunggu pondok.

Saat kamu mendapatkan kunjungan dari keluarga, rasanya surga....

14. Jaringan pertemananmu jadi luas banget, soalnya teman-temanmu di pondok berasal dari berbagai daerah termasuk luar negeri.

15. Saat kamu tumbuh dewasa dan pindah kota, kenangan semasa di pondok akan selalu ada di hatimu sampai kapanpun.

Hidup di dalam pondok pesantren memang kadang terasa keras dan tak mudah. Tapi perlahan kamu sadar bahwa semua hal justru membentuk dirimu jadi pribadi yang kuat! 

Kesimpulannya tidak semua pondok pesantren menerapkan aturan yang begitu,semua hanya sekilas dari beberapa pesantren.

Rasanya Jadi Anak Pondok 15 Hal Kehidupan Yang Bakal Di Alami Santri Inilah Perjuangan Yang Bakal Menjadi Berkah

Rasanya Jadi Anak Pondok 15 Hal Kehidupan Yang Bakal Di Alami Santri  Inilah Perjuangan Yang Pasti Berkah

Memilih menjalani hidup di pondok pesantren adalah pilihan yang berat. Tetapi itu menunjukkan kalau kamu adalah orang yang kuat. Karena memang, kehidupan di pesantren dan di rumah sangat berbeda. Tapi gak apa-apa lah itulah yang dinamakan perjuangan, dimana perjuangan memerlukan pengorbanan. Nah itulah yang menjadi istimewanya anak santri, jika kamu pernah tinggal di pondok pesantren atau "mondok", kamu pasti tahu rasanya menjadi santri.hal-hal berikut ini akan mengulas kehidupan yang di alami dipesantren! yuk kita simak bagaimana rasanya menjadi santri di pondok pesantren.

Pertama
Kamu bakal jauh dari orangtua dan keluarga dalam waktu yang lama. Kamu juga harus siap menahan kangen rindu yang datang kapan saja. Inilah pengorbananan perasaan jiwa demi menuntut ilmu agama yang kelak bakal bermanfaat di masa mendatang.

kedua
Tinggal di pondok bikin kamu gak bisa seenaknya pulang. Soalnya jadwal liburan semestermu pun sudah penuh dengan kegiatan pondok. Tapi Jadwal kegiatan pondok yang kelihatannya padat itu belum tentu seperti yang kita bayangkan. Tergantung Pondoknya aja, toh juga kamu belum mengalami. Biasanya kalau sudah tingkat akhir, maka siap-siap aja deh jadi yang paling sering di pondok. Penghuni pondok yang tak pernah pulang.


ketiga
Kamu harus membiasakan diri dengan jadwal belajar yang super padat. Seolah-olah gak ada waktu istirahat~
Jadwalmu bakal penuh dengan agenda belajar untuk sekolah, belajar untuk pelajaran pondok, kegiatan ekstrakurikuler dan menghafal Al-Quran. Rutinitas sehari-hari padat merayap.



4. Bangun tidur jam tiga pagi? Sudah biasa.



Biasanya kamu bangun jam tiga pagi untuk shalat malam atau Tahajud. Kemudian lanjut mengaji dan menunggu salat subuh. Gak heran kamu bakal punya wajah yag menahan kantuk berangkat ke masjid.

5. Kamu bakal benar-benar merasakan yang namanya penegakan aturan. Setiap aturan yang dilanggar ada hukumannya.



6. Menghafal Al-Quran di pondok adalah kegiatanmu sehari-hari.



Jadi, kamu sudah hafal berapa juz Al-Qurannya?

7. Kamu yang paling tahu gimana rasanya harus bisa minimal dua bahasa asing. Bahasa Arab dan bahasa Inggris adalah bahasa yang sehari-hari kamu gunakan di pondok


8. Belum sah jadi anak pondok kalau kamu belum pernah kena penyakit kulit berjamaah.



9. Tidur dengan lima sampai 10 orang di satu kamar sudah biasa. Saat tidur sendirian, kamu malah merasa kesepian.



10. Setiap ada makanan pasti bakal dinikmati bersama teman-temanmu. Tidak ada kata pelit berbagi di dalam kamusmu.

11. Anak pondok mana sih yang gak pernah pinjam hape di ibu-ibu kantin atau penjaga pondok demi bisa nelpon ke rumah?

Rasa kangen untuk sekedar mendengar suara keluarga tercinta tidak bisa kamu tuntaskan dengan bebas. Gak heran kamu bakal pinjam hape orang.

12. Perlahan kamu terbiasa mandiri. Semua kebiasaan "manja"-mu berubah sejak masuk pondok.

13. Bahagia banget waktu petugas pondok bilang ada kiriman untukmu atau ada tamu yang menunggumu di ruang tunggu pondok.

Saat kamu mendapatkan kunjungan dari keluarga, rasanya surga....

14. Jaringan pertemananmu jadi luas banget, soalnya teman-temanmu di pondok berasal dari berbagai daerah termasuk luar negeri.

15. Saat kamu tumbuh dewasa dan pindah kota, kenangan semasa di pondok akan selalu ada di hatimu sampai kapanpun.

Hidup di dalam pondok pesantren memang kadang terasa keras dan tak mudah. Tapi perlahan kamu sadar bahwa semua hal justru membentuk dirimu jadi pribadi yang kuat! 

Kesimpulannya tidak semua pondok pesantren menerapkan aturan yang begitu,semua hanya sekilas dari beberapa pesantren.

BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random