Inilah Imbas Jika Seseorang Mengenal Kata Pacaran Akan Berujung 10 Penyesalan Yang Percumah

Mengenal kata-kata pacaran untuk kalangan seorang anak muda memang cukup populer bahkan menjadi topik perbincangan yang menarik untuk dibicarakan. Seseorang yang sudah mengenal pacaran dengan lawan jenisnya merupakan sesuatu bentuk kepuasan masing-masing seseorang yang menjalaninya. Bentuk-bentuk kepuasan pacaran yang sering dialami seseorang yang sudah mengenal pacaran biasanya terjadi saat saling berkomunikasi antara keduanya. Kepuasan interaksi saling kontak secara langsung maupun sekedar berkomunikasi lewat elektronik maupun media sosial menjadi bukti bahwasannya pacaran membuat kepuasan yang dirasakan sebagian anak muda yang kebanyakan dilakukan. Saling berinteraksi dan saling berkata-kata indah mesra membuat mereka menambah semakin sayang,layaknya dunia seperti milik mereka berdua.

Mereka lupa imbas akibat dari pacaran yang akan dirasakan dikemudian hari. Terbawa arus deras yang mengalir yang mengakibatkan di akhir penghujung menjadi penyesalan yang percumah. Tidak sedikit mereka yang mengenal pacaran berujung penyesalan tapi ada juga pacaran yang sewajarannya dan memenuhi syarat ketentuan menjadi indah sampai kepelaminan.

Nah tapi mereka yang tidak memenuhi syarat pacaran akan berimbas penyesalan seperti 10 hal  kata-kata dibawah ini:

1. Menyesal Karena tidak sampai kejenjang pernikahan sudah kandas

Kenapa begitu? Sebab kebanyakan dari mereka menjadikan pacaran sebagai ajang senang-senang dan pengakuan diri pada lingkungan. Boro-boro memikirkan pernikahan, malahan mereka beranggapan bahwa usia muda adalah usia dimana mengoleksi mantan menjadi suatu kewajiban sehingga mudah saja berganti-ganti pasangan. Padahal islam telah membahas proses Taaruf untuk hal perkenalan pada pasangan.

2. Pacaran menjadikan keuangan tidak sesuai dengan perkiraan

Sebagai anak usia belasan tentunya keuangan masih menjadikan tanggungan orang tua bukan? meskipun ada beberapa dari usia tersebut telah mandiri secara finansial. Uang jajan yang diberikan setiap bulannya seharusnya dapat dikelola dengan baik, dan dapat menyisihkan sedikit untuk tabungan. Namun, berbeda halnya untuk mereka yang pacaran, dikarnakan banyak moment yang harus dikenang seperti anniv, kelahiran, valentine dan moment-moment harian bulanan atau kadang tahunan (kalo langgeng) yang mesti diadakan perayaan sehingga menuntut buget yang tak sedikit untuk merayakan hal tersebut. Ditambah lagi pengeluaran untuk sekedar jalan ataupun makan diluar.

3. Pacaran sering membuat perasaan dan fikiran berantakan tak karuan

Banyak hal-hal tak penting menjadikan beban di hati disebabkan oleh pacaran, cemburulah, prosesiflah, doi gak perhatianlah, inilah itulah, akibatnya juga gak baik pada fikiran dan perasaan, padahal kedua hal tersebut merupakan stimulus untuk menciptakan hal-hal positif dalam diri seseorang. Tak jarang, kebaperan tersebut sampai dibawa ke proses pembelajaran akibatnya kurang konsentrasi dan memperhatikan apa yang telah guru maupun dosen terangkan. Bagi yang telah bekerja, kenapa masih menunggu waktu untuk meresmikan jika telah memiliki pekerjaan?

4. Tak perlu membuat alibi, sebab pacaran tak mengenal hal syar’i

Banyak diantara anak muda yang melakukan pembelaan bahwa pacaran yang ia lakukan selama ini tidak mendekati perzinahan, karna pacaran kami hanya melalui kontak media sosial atau sekedar sms-an tanpa pernah berduaan apalagi berpandangan. What? Aku juga mengalami hal ini dulu namun tetap saja tak bisa dipungkiri jika dalam chat dan smsan tersebut juga mengandung unsur yang cenderung mendekati zina meskipun hanya sekedar memanggil sayang untuk kalimat pembuka percakapan dalam media tersebut sudah tentu setan akan semakin gencar menggoda iman, dan menggoyahkan keyakinan bahwa yang dilakukan bukan merupakan sebuah perbuatan menyimpang dalam hal ini setan akan terus membisikkan dan mencarikan alibi-alibi sesat dalam pacaran difikiranmu.

5. Meskipun berusaha berterus terang, tetap saja ada unsur kebohongan dalam kegiatan pacaran.

Banyak dari mereka tidak menjadi diri sendiri dihadapan pasangan (belum sah) , agar si pasangan tidak ilfeel, serta selalu berusaha tampil sempurna padahal hubungan yang diawali dengan kebohongan sudah tentu tidak baik kedepannya dan menghasilkan beban semata. Selain membohogi sang pacar tak jarang juga membohongi orang tua dan keluarga. Banyak orang tua yang tidak memperbolehkan pacaran pada anaknya, apalagi pada anak perempuannya, namun terkadang si anak melakukan segala cara agar tetap menjalin hubungan meskipun tanpa restu kedua orang tua, tentu saja hal tersebut diwarnai proses kebohongan lagi didalamnya.

6. Tak ada manfaat dari telfonan berjam-jam hanya untuk sekedar mengetahui kabar

Padahal setiap hari bertemu, dan anehnya setiap waktu saling rindu maka dari itu jika tak berjumpa terkadang orang yang berpacaran memanfaatkan telfon genggam sebagai salah satu penghubung untuk meluapkan hasrat rindu pada si pacar salah satunya via telfon, percakapan pun dimulai dari pembicaraan menanyakan kabar sampai dengan pembicaraan tak penting hingga pembicaraan yang sangat-sangat tidak penting lainnya disebabkan kehabisan topik pembicaraan hingga tak sadar waktu telah telewatkan berjam-jam.

7.Banyak hal negatif lain yang bisa dihindari jika tak pacaran, dan banyak hal positif lain yang dapat didapatkan karna tak pacaran.

Sebagai anak muda tentunya ingin mencoba banyak hal, agar segera menemukan identitas diri, dalam hal ini jika tak memiliki pacar sehingga tidak perlu membuat laporan keadaan, keberadaan, atau bahkan kesengsaraan yang sedang dialami pada sang pacar. Dengan tidak memiliki pacar kita dapat bebas dan lepas melangkah sejauh yang diinginkan tanpa harus terbebani dengan membuat pernyataan ataupun laporan. Tanpa memiliki pacar, tak perlu terikat aturan ingin berteman dengan siapa saja dan travelling ketempat dimanapun yang disuka maupun melakukan hal-hal positif lainnya.

8.Kekhusyukan dalam beribadah hilang karena tidak menduakan perasaan sesat antara dia yang diciptakan dan Ia yang menciptakan.

Sebagai anak muda sudah tentu ibadah menjadi kewajiban untuknya, sehingga tak perlu ada yang selalu mengingatkan via ponsel seluler untuk hal ini, sebab ibadah menjadi pertanggungjawabanmu pada Rabbmu. Bukan pertanggungjawabanmu pada pacar yang belum tentu menjadi pasangan mempelai di ijab kabulmu nantinya.

9. Gusar akan jodoh yang diambil orang karna menjalin hubungan melalui pacaran terhenti ditengah jalan

Dalam hal ini kebangetan jika masih ada yang beranggapan bahwa pacaran menjadi ajang pengikat untuk mencari jodoh, dan berusaha menghalalkan perzinahan, sebab tak sedikit dari wanita yang kebobolan akibat cinta yang mengarah pada hal yang tak diperbolehkan. Dalam pacaran sebenarnya pihak prempuan lebih banyak dirugikan dibandingkan mendapat keuntungan. Oleh karena itu untuk apa masih dipertahankan hubungan yang tanpa kejelasan. Tak perlu gusar akan jodoh sebab Allah telah mempersiapkan, sering kita dengar bahwa jodoh yang didapatkan kelak adalah gambaran dari diri kita maka jangan harap jika masih berpacaran namun mengharapkan pendamping yang sholeh ataupun sholehah kelak dipernikahan.

10. Ada Ayah dan Ibu yang lupa diperjuangkan kebahagiannya.

Sebagai anak sudah tentu ingin melihat kedua orang tua bahagia, oleh karena itu tidak melakukan hal-hal yang nantinya kan membuat orang tua kecewa sudah melegakan orang tua dan membuat bahagia apalagi melihat anaknya tumbuh dewasa dan berhasil oleh hasil didikannya. Terkadang banyak diantara yang pacaran mengesampingkan kebahagiaan orang tua untuk si Doi yang baru dikenal beberapa waktu saja. Orang tua telah dengan rela mngurus kita hingga tumbuh dewasa tanpa meminta balasan ataupun memberi tuntutan. Masak iya, mudah saja dilupakan kebahagiaannya karna dia yang mengajakmu pacaran.





Inilah Imbas Jika Seseorang Mengenal Kata Pacaran Akan Berujung 10 Penyesalan Yang Percumah

Inilah Imbas Jika Seseorang Mengenal Kata Pacaran Akan Berujung 10 Penyesalan Yang Percumah

Mengenal kata-kata pacaran untuk kalangan seorang anak muda memang cukup populer bahkan menjadi topik perbincangan yang menarik untuk dibicarakan. Seseorang yang sudah mengenal pacaran dengan lawan jenisnya merupakan sesuatu bentuk kepuasan masing-masing seseorang yang menjalaninya. Bentuk-bentuk kepuasan pacaran yang sering dialami seseorang yang sudah mengenal pacaran biasanya terjadi saat saling berkomunikasi antara keduanya. Kepuasan interaksi saling kontak secara langsung maupun sekedar berkomunikasi lewat elektronik maupun media sosial menjadi bukti bahwasannya pacaran membuat kepuasan yang dirasakan sebagian anak muda yang kebanyakan dilakukan. Saling berinteraksi dan saling berkata-kata indah mesra membuat mereka menambah semakin sayang,layaknya dunia seperti milik mereka berdua.

Mereka lupa imbas akibat dari pacaran yang akan dirasakan dikemudian hari. Terbawa arus deras yang mengalir yang mengakibatkan di akhir penghujung menjadi penyesalan yang percumah. Tidak sedikit mereka yang mengenal pacaran berujung penyesalan tapi ada juga pacaran yang sewajarannya dan memenuhi syarat ketentuan menjadi indah sampai kepelaminan.

Nah tapi mereka yang tidak memenuhi syarat pacaran akan berimbas penyesalan seperti 10 hal  kata-kata dibawah ini:

1. Menyesal Karena tidak sampai kejenjang pernikahan sudah kandas

Kenapa begitu? Sebab kebanyakan dari mereka menjadikan pacaran sebagai ajang senang-senang dan pengakuan diri pada lingkungan. Boro-boro memikirkan pernikahan, malahan mereka beranggapan bahwa usia muda adalah usia dimana mengoleksi mantan menjadi suatu kewajiban sehingga mudah saja berganti-ganti pasangan. Padahal islam telah membahas proses Taaruf untuk hal perkenalan pada pasangan.

2. Pacaran menjadikan keuangan tidak sesuai dengan perkiraan

Sebagai anak usia belasan tentunya keuangan masih menjadikan tanggungan orang tua bukan? meskipun ada beberapa dari usia tersebut telah mandiri secara finansial. Uang jajan yang diberikan setiap bulannya seharusnya dapat dikelola dengan baik, dan dapat menyisihkan sedikit untuk tabungan. Namun, berbeda halnya untuk mereka yang pacaran, dikarnakan banyak moment yang harus dikenang seperti anniv, kelahiran, valentine dan moment-moment harian bulanan atau kadang tahunan (kalo langgeng) yang mesti diadakan perayaan sehingga menuntut buget yang tak sedikit untuk merayakan hal tersebut. Ditambah lagi pengeluaran untuk sekedar jalan ataupun makan diluar.

3. Pacaran sering membuat perasaan dan fikiran berantakan tak karuan

Banyak hal-hal tak penting menjadikan beban di hati disebabkan oleh pacaran, cemburulah, prosesiflah, doi gak perhatianlah, inilah itulah, akibatnya juga gak baik pada fikiran dan perasaan, padahal kedua hal tersebut merupakan stimulus untuk menciptakan hal-hal positif dalam diri seseorang. Tak jarang, kebaperan tersebut sampai dibawa ke proses pembelajaran akibatnya kurang konsentrasi dan memperhatikan apa yang telah guru maupun dosen terangkan. Bagi yang telah bekerja, kenapa masih menunggu waktu untuk meresmikan jika telah memiliki pekerjaan?

4. Tak perlu membuat alibi, sebab pacaran tak mengenal hal syar’i

Banyak diantara anak muda yang melakukan pembelaan bahwa pacaran yang ia lakukan selama ini tidak mendekati perzinahan, karna pacaran kami hanya melalui kontak media sosial atau sekedar sms-an tanpa pernah berduaan apalagi berpandangan. What? Aku juga mengalami hal ini dulu namun tetap saja tak bisa dipungkiri jika dalam chat dan smsan tersebut juga mengandung unsur yang cenderung mendekati zina meskipun hanya sekedar memanggil sayang untuk kalimat pembuka percakapan dalam media tersebut sudah tentu setan akan semakin gencar menggoda iman, dan menggoyahkan keyakinan bahwa yang dilakukan bukan merupakan sebuah perbuatan menyimpang dalam hal ini setan akan terus membisikkan dan mencarikan alibi-alibi sesat dalam pacaran difikiranmu.

5. Meskipun berusaha berterus terang, tetap saja ada unsur kebohongan dalam kegiatan pacaran.

Banyak dari mereka tidak menjadi diri sendiri dihadapan pasangan (belum sah) , agar si pasangan tidak ilfeel, serta selalu berusaha tampil sempurna padahal hubungan yang diawali dengan kebohongan sudah tentu tidak baik kedepannya dan menghasilkan beban semata. Selain membohogi sang pacar tak jarang juga membohongi orang tua dan keluarga. Banyak orang tua yang tidak memperbolehkan pacaran pada anaknya, apalagi pada anak perempuannya, namun terkadang si anak melakukan segala cara agar tetap menjalin hubungan meskipun tanpa restu kedua orang tua, tentu saja hal tersebut diwarnai proses kebohongan lagi didalamnya.

6. Tak ada manfaat dari telfonan berjam-jam hanya untuk sekedar mengetahui kabar

Padahal setiap hari bertemu, dan anehnya setiap waktu saling rindu maka dari itu jika tak berjumpa terkadang orang yang berpacaran memanfaatkan telfon genggam sebagai salah satu penghubung untuk meluapkan hasrat rindu pada si pacar salah satunya via telfon, percakapan pun dimulai dari pembicaraan menanyakan kabar sampai dengan pembicaraan tak penting hingga pembicaraan yang sangat-sangat tidak penting lainnya disebabkan kehabisan topik pembicaraan hingga tak sadar waktu telah telewatkan berjam-jam.

7.Banyak hal negatif lain yang bisa dihindari jika tak pacaran, dan banyak hal positif lain yang dapat didapatkan karna tak pacaran.

Sebagai anak muda tentunya ingin mencoba banyak hal, agar segera menemukan identitas diri, dalam hal ini jika tak memiliki pacar sehingga tidak perlu membuat laporan keadaan, keberadaan, atau bahkan kesengsaraan yang sedang dialami pada sang pacar. Dengan tidak memiliki pacar kita dapat bebas dan lepas melangkah sejauh yang diinginkan tanpa harus terbebani dengan membuat pernyataan ataupun laporan. Tanpa memiliki pacar, tak perlu terikat aturan ingin berteman dengan siapa saja dan travelling ketempat dimanapun yang disuka maupun melakukan hal-hal positif lainnya.

8.Kekhusyukan dalam beribadah hilang karena tidak menduakan perasaan sesat antara dia yang diciptakan dan Ia yang menciptakan.

Sebagai anak muda sudah tentu ibadah menjadi kewajiban untuknya, sehingga tak perlu ada yang selalu mengingatkan via ponsel seluler untuk hal ini, sebab ibadah menjadi pertanggungjawabanmu pada Rabbmu. Bukan pertanggungjawabanmu pada pacar yang belum tentu menjadi pasangan mempelai di ijab kabulmu nantinya.

9. Gusar akan jodoh yang diambil orang karna menjalin hubungan melalui pacaran terhenti ditengah jalan

Dalam hal ini kebangetan jika masih ada yang beranggapan bahwa pacaran menjadi ajang pengikat untuk mencari jodoh, dan berusaha menghalalkan perzinahan, sebab tak sedikit dari wanita yang kebobolan akibat cinta yang mengarah pada hal yang tak diperbolehkan. Dalam pacaran sebenarnya pihak prempuan lebih banyak dirugikan dibandingkan mendapat keuntungan. Oleh karena itu untuk apa masih dipertahankan hubungan yang tanpa kejelasan. Tak perlu gusar akan jodoh sebab Allah telah mempersiapkan, sering kita dengar bahwa jodoh yang didapatkan kelak adalah gambaran dari diri kita maka jangan harap jika masih berpacaran namun mengharapkan pendamping yang sholeh ataupun sholehah kelak dipernikahan.

10. Ada Ayah dan Ibu yang lupa diperjuangkan kebahagiannya.

Sebagai anak sudah tentu ingin melihat kedua orang tua bahagia, oleh karena itu tidak melakukan hal-hal yang nantinya kan membuat orang tua kecewa sudah melegakan orang tua dan membuat bahagia apalagi melihat anaknya tumbuh dewasa dan berhasil oleh hasil didikannya. Terkadang banyak diantara yang pacaran mengesampingkan kebahagiaan orang tua untuk si Doi yang baru dikenal beberapa waktu saja. Orang tua telah dengan rela mngurus kita hingga tumbuh dewasa tanpa meminta balasan ataupun memberi tuntutan. Masak iya, mudah saja dilupakan kebahagiaannya karna dia yang mengajakmu pacaran.





BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random