Banyak sekali Pondok Pesantren yang tersebar di Nusantara ini. Dari Sabang sampai merauke baik itu non Muslim pasti tahu yang namanya pesantren. Sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang cukup populer di indonesia. Karena Pesantren di Indonesia ini memiliki sejarah dan peran penting besar bagi Negara.

Kembali ke pembahasan, Kali ini admin Santriyai akan memberikan topik seorang santri-santri yang sangat betah hidup di lingkungan pesantren. Belasan tahun tidak pulang kerumah hingga puluhan Tahun menuntut ilmu diPesantren. Meninggalkan Cinta keluarga dan Kampung halaman demi meraih cita-cita yang hakiki dan mengabdi kepada guru serta pesantren. Memperjuangkan Agama Allah SWT dengan mempelajari ilmu dan saling berbagi belajar bersama satu sama lain dilingkungan pesantren.

Santri-santri yang ada di sekeliling admin santriyai yang belasan tahun hingga puluhan tahun betah mondok mempunyai alasan dan motivasi teresendiri pada jiwa mereka, Dan mengapa ??? Berikut 10 Alasan santri sangat betah mondok hingga belasan tahun menjadi santri sejati tidak pulang kampung:

1.Menjadi Santri Sampai Rabi ( Menikah )

Banyak sekali seorang santri yang menikah di Ponpes, Rata-rata ini terjadi di Pesantren Tradisional. Mereka berani dan mempunyai tekad yang kuat tidak Boyong ( Istilah Santri Pulang Kampung ) atau pensiun berpindah tepat ke kampung halaman, dan berjuang mensyiarkan Agama Islam didaerah masing-masing dengan bekal ilmu yang didapatkan ketika mereka mengaji di pesantren. Kebanyakan mereka yang betah dipesantren memboyong seorang santri putri yang biasanya dijodohkan oleh Hadratusyaikh ( Kiyai ).

2.Merasa Nyaman

Admin Santriyai juga pernah bertanya kepada teman yang sangat betah dipesantren sekitar 11 tahun lebih dia bertahan di Pesantren. Mengabdi, Belajar, Mondok sambil bekerja. Alasan ini sangat simple dan sederhana, Dia seorang santri mempercayai kenyamanan hidup dipesantren yang sangat lama akan memberikan berkah tersendiri entah itu apa hanya waktu yang akan menjawab. Tetapi ini juga ada fakta cerita terjadi banyak kisah yang terdengar dari alumni santri ataupun guru diPesantren bahwa ada sekian banyak santri yang betah dan lama tinggal dipesantren mempunyai khas dan sukses menimba ilmu. Dan menjadi intan ditengah-tengah masyarakat memberikan cahaya terang.

3.Prioritas Utama Belajar Ilmu Agama

Keterangan ini juga saya dapatkan dari salah seorang teman sekaligus Ustad di salah satu pesantren yang admin santriyai juga menimba Ilmu. Prioritas Utama belajar Ilmu Agama menjadi motivasi kuat dan menjadikan dia betah diPesantren Hingga belasan tahun. Belajar Ilmu Agama di Pesantren merupakan ilmu yang paling lengkap. Salah satu dosen Universitas Agamapun merespon dan menyadari bahwa Ilmu Agama yang paling lengkap adalah pesantren. Alasan lain menjadi priorita utama karena dia melihat lingkungan luar banyak sekali yang Awam tentang pengetahuan agama, Hanya logika yang ada, Tanpa mengetahuai hukum dan syariat yang telah diajarkan Rasulullah. Khususnya BAB Fiqih yang banyak kasus terjadi.

4.Motivasi Pantang Pulang Sebelum Goal

Banyak sekali santri yang sering berkata "Aku Ora Arep Bali" ( Tidak akan pulang ) Sebelum Hafal Al-Qur'AN 30 JUZ, Hafal Alfiyah Ibnu Malik, Hafal Hadist, dll. Tekad ini menjadikan seorang santri sangat betah Mondok hinggal belasan tahun. Seperti teman saya bercerita, setelah lulus dipesantren atau tingkat alfiyah bertahun-tahun dia tetap bertahan dipesantren mengabdi dan mempunyai tekad bulat tidak akan pulang sebelum hafal 30 juz.

5.Taqdhim Apa Yang Dikatakan Yai

Biasanya kebanyakan santri sangat patuh terhadap guru mereka kecuali Santri mbeling. Santri yang betah lama di Pesantren ini kerap ada karena belum di izinkan kiyai mereka ( Diridhoi). Hingga mau enggak mau santri yang taqdhim dan patuh demi keberkahan ilmu yang didapatkan santri tetap tinggal dipesantren memperjuangkan pesantren dan Agama Allah samapai di Ridhoi pulang kampung oleh Kiyai. Santri yang seperti ini biayasanya santri istimewa dan akan mendapatkan rencana khusus oleh sang Guru.

6.Sudah Mandiri

Kehidupan di Pesantren lebih banyak aktifitas yang sifatnya mandiri, untuk itu calon santri harus lebih siap dan sudah terbiasa dengan pola hidup mandiri. Misalkan dirumah sudah terbiasa mencuci baju sendiri, mencuci piring bekas makan sendiri, sudah bisa masak dengan menu sederhana, dan merapikan tempat tinggal atau kamar tanpa harus diminta oleh orangtua. Kebiasaan hidup yang sudah mandiri seperti ini Insya Allah akan lebih membantu calon santri untuk menjalani aktifitas di Pesantren.

Kemandirian mereka seorang santri juga adanya penghasilan sendiri dan malah bisa memberikan sedikit harta kepada keluarga dengan bekerja dan usaha ataupun bakat-bakat yang ada. Seperti halnya pandai Qiroah dengan suara bagus, Menjadi Vokal Sholawat manggung sana-sini, dll

7. Sehat jasmani dan Rohani.

Alasan simple dan sederhana ini terjadi karena santri yang betah mondok mempunyai prinsip diberi kesehatan jasmani dan Rohani merupakan rezeki yang tiada bandingannya. Terus kenapa tidak mengaji dan betah hidup dipesantren bukannya hal yang sia-sia. Agama merupakan hal yang akan memberi bekal di kehidupan kedua nantinya. Ujar dari santri yang betah mondok.

8.Berjihad

Pernah saya mendengar dari salah satu Ustad di Pesantren menjadi santri itu juga termasuk berjihad dijalan Allah SWT. Jadi kemungkinan besar dari salah satu santri termasuk admin juga setuju jika alasan berjihad merupakan alasan santri menjadi betah mondok.

9.Meniru Orang Tua Yang Mondok Belasan Tahun

Tidak dapat dipungkiri mereka seorang santri yang notabene keluarga santri atau alumni Santri Pesantren mengikuti jejak orang tua mereka yang pernah Mondok lama.

Kesembilan Alasan Santri betah Mondok hingga belasan Tahun tidak pulang Kampung merupkan alasan Santri yang terahir. Semoga santri-santri yang betah mondok mendapatkan keberkahan Ilmu yang manfaat dunia akhirat.Aminnn

9 Alasan Seorang Santri Mondok Hingga Belasan Tahun Tidak Pulang Kampung

Banyak sekali Pondok Pesantren yang tersebar di Nusantara ini. Dari Sabang sampai merauke baik itu non Muslim pasti tahu yang namanya pesantren. Sebuah Lembaga Pendidikan Islam yang cukup populer di indonesia. Karena Pesantren di Indonesia ini memiliki sejarah dan peran penting besar bagi Negara.

Kembali ke pembahasan, Kali ini admin Santriyai akan memberikan topik seorang santri-santri yang sangat betah hidup di lingkungan pesantren. Belasan tahun tidak pulang kerumah hingga puluhan Tahun menuntut ilmu diPesantren. Meninggalkan Cinta keluarga dan Kampung halaman demi meraih cita-cita yang hakiki dan mengabdi kepada guru serta pesantren. Memperjuangkan Agama Allah SWT dengan mempelajari ilmu dan saling berbagi belajar bersama satu sama lain dilingkungan pesantren.

Santri-santri yang ada di sekeliling admin santriyai yang belasan tahun hingga puluhan tahun betah mondok mempunyai alasan dan motivasi teresendiri pada jiwa mereka, Dan mengapa ??? Berikut 10 Alasan santri sangat betah mondok hingga belasan tahun menjadi santri sejati tidak pulang kampung:

1.Menjadi Santri Sampai Rabi ( Menikah )

Banyak sekali seorang santri yang menikah di Ponpes, Rata-rata ini terjadi di Pesantren Tradisional. Mereka berani dan mempunyai tekad yang kuat tidak Boyong ( Istilah Santri Pulang Kampung ) atau pensiun berpindah tepat ke kampung halaman, dan berjuang mensyiarkan Agama Islam didaerah masing-masing dengan bekal ilmu yang didapatkan ketika mereka mengaji di pesantren. Kebanyakan mereka yang betah dipesantren memboyong seorang santri putri yang biasanya dijodohkan oleh Hadratusyaikh ( Kiyai ).

2.Merasa Nyaman

Admin Santriyai juga pernah bertanya kepada teman yang sangat betah dipesantren sekitar 11 tahun lebih dia bertahan di Pesantren. Mengabdi, Belajar, Mondok sambil bekerja. Alasan ini sangat simple dan sederhana, Dia seorang santri mempercayai kenyamanan hidup dipesantren yang sangat lama akan memberikan berkah tersendiri entah itu apa hanya waktu yang akan menjawab. Tetapi ini juga ada fakta cerita terjadi banyak kisah yang terdengar dari alumni santri ataupun guru diPesantren bahwa ada sekian banyak santri yang betah dan lama tinggal dipesantren mempunyai khas dan sukses menimba ilmu. Dan menjadi intan ditengah-tengah masyarakat memberikan cahaya terang.

3.Prioritas Utama Belajar Ilmu Agama

Keterangan ini juga saya dapatkan dari salah seorang teman sekaligus Ustad di salah satu pesantren yang admin santriyai juga menimba Ilmu. Prioritas Utama belajar Ilmu Agama menjadi motivasi kuat dan menjadikan dia betah diPesantren Hingga belasan tahun. Belajar Ilmu Agama di Pesantren merupakan ilmu yang paling lengkap. Salah satu dosen Universitas Agamapun merespon dan menyadari bahwa Ilmu Agama yang paling lengkap adalah pesantren. Alasan lain menjadi priorita utama karena dia melihat lingkungan luar banyak sekali yang Awam tentang pengetahuan agama, Hanya logika yang ada, Tanpa mengetahuai hukum dan syariat yang telah diajarkan Rasulullah. Khususnya BAB Fiqih yang banyak kasus terjadi.

4.Motivasi Pantang Pulang Sebelum Goal

Banyak sekali santri yang sering berkata "Aku Ora Arep Bali" ( Tidak akan pulang ) Sebelum Hafal Al-Qur'AN 30 JUZ, Hafal Alfiyah Ibnu Malik, Hafal Hadist, dll. Tekad ini menjadikan seorang santri sangat betah Mondok hinggal belasan tahun. Seperti teman saya bercerita, setelah lulus dipesantren atau tingkat alfiyah bertahun-tahun dia tetap bertahan dipesantren mengabdi dan mempunyai tekad bulat tidak akan pulang sebelum hafal 30 juz.

5.Taqdhim Apa Yang Dikatakan Yai

Biasanya kebanyakan santri sangat patuh terhadap guru mereka kecuali Santri mbeling. Santri yang betah lama di Pesantren ini kerap ada karena belum di izinkan kiyai mereka ( Diridhoi). Hingga mau enggak mau santri yang taqdhim dan patuh demi keberkahan ilmu yang didapatkan santri tetap tinggal dipesantren memperjuangkan pesantren dan Agama Allah samapai di Ridhoi pulang kampung oleh Kiyai. Santri yang seperti ini biayasanya santri istimewa dan akan mendapatkan rencana khusus oleh sang Guru.

6.Sudah Mandiri

Kehidupan di Pesantren lebih banyak aktifitas yang sifatnya mandiri, untuk itu calon santri harus lebih siap dan sudah terbiasa dengan pola hidup mandiri. Misalkan dirumah sudah terbiasa mencuci baju sendiri, mencuci piring bekas makan sendiri, sudah bisa masak dengan menu sederhana, dan merapikan tempat tinggal atau kamar tanpa harus diminta oleh orangtua. Kebiasaan hidup yang sudah mandiri seperti ini Insya Allah akan lebih membantu calon santri untuk menjalani aktifitas di Pesantren.

Kemandirian mereka seorang santri juga adanya penghasilan sendiri dan malah bisa memberikan sedikit harta kepada keluarga dengan bekerja dan usaha ataupun bakat-bakat yang ada. Seperti halnya pandai Qiroah dengan suara bagus, Menjadi Vokal Sholawat manggung sana-sini, dll

7. Sehat jasmani dan Rohani.

Alasan simple dan sederhana ini terjadi karena santri yang betah mondok mempunyai prinsip diberi kesehatan jasmani dan Rohani merupakan rezeki yang tiada bandingannya. Terus kenapa tidak mengaji dan betah hidup dipesantren bukannya hal yang sia-sia. Agama merupakan hal yang akan memberi bekal di kehidupan kedua nantinya. Ujar dari santri yang betah mondok.

8.Berjihad

Pernah saya mendengar dari salah satu Ustad di Pesantren menjadi santri itu juga termasuk berjihad dijalan Allah SWT. Jadi kemungkinan besar dari salah satu santri termasuk admin juga setuju jika alasan berjihad merupakan alasan santri menjadi betah mondok.

9.Meniru Orang Tua Yang Mondok Belasan Tahun

Tidak dapat dipungkiri mereka seorang santri yang notabene keluarga santri atau alumni Santri Pesantren mengikuti jejak orang tua mereka yang pernah Mondok lama.

Kesembilan Alasan Santri betah Mondok hingga belasan Tahun tidak pulang Kampung merupkan alasan Santri yang terahir. Semoga santri-santri yang betah mondok mendapatkan keberkahan Ilmu yang manfaat dunia akhirat.Aminnn BACA JUGA
loading...
iklan banner
LightBlog
Posting Komentar

Random